Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-rh/1997/08/02

Sabtu, 2 Agustus 1997

Bacaan   : Mazmur 13
Setahun : Yesaya 19-21
Nas       : Berapa lama lagi, TUHAN, Kaulupakan aku terus-menerus? (Mazmur 13:2)

KEMEROSOTAN ROHANI

Para atlet sangat membenci kemerosotan. Mereka akan berusaha dengan segala cara agar dapat mengatasi saat-saat ketika tidak mampu menendang atau menangkap bola. Pemain bisbol mungkin akan mengganti tongkat pemukul. Pemain basket mungkin akan mengganti sepatu. Pemain sepakbola mungkin akan mengubah strategi. Mereka akan melakukan apapun untuk meraih sukses.

Orang Kristen seharusnya juga membenci kemerosotan. Kita seharusnya melakukan segala upaya agar dapat keluar dari saat-saat "kering" ketika merasa doa-doa kita hanya sampai di langit-langit, atau ketika kita lebih frustrasi saat membaca Alkitab dibanding gagal memenangkan pertandingan penting.

Kemerosotan rohani membuat kita merasa ditinggalkan Allah. Kita bergumul dengan pikiran-pikiran negatif. Hati kita susah. Kita meyakini bahwa kita sedang menghadapi kekalahan.

Itulah situasi yang dialami Daud sebagaimana diungkapkannya dalam Mazmur 13:2,3. Kemerosotan rohani yang dialaminya, nampaknya, disebabkan karena ia merasa pertolongan dari Tuhan tak kunjung tiba. Namun, Daud mengerti bagaimana mengatasinya. Pertama, ia berseru kepada Allah (ayat 4,5), sumber penyegaran rohani yang sejati di saat-saat "kering." Kedua, ia mempercayai Allah (ayat 6), satu-satunya Pribadi yang dapat memberikan jalan keluar. Ketiga, ia memuji Allah (ayat 6), karena mengerti betapa pentingnya menyembah Allah.

Anda sedang mengalami kemerosotan? Berserulah kepada Allah, percaya kepada-Nya, dan pujilah Dia. Kemudian, kembalilah berjuang! [JDB]


When your life seems like a desert,
Dry and barren and unblessed,
Jesus longs to give you water;
Go to Him and be refreshed. -- K. De Haan

UNTUK MENGATASI MASALAH-MASALAH HIDUP
YAKINILAH JANJI-JANJI ALLAH

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org