Beranda | YLSA.org | Alkitab | Katalog | AI |
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > Edisi Minggu, 31 Mei 2026
  Tampilan cetak   edisi sebelum | 05/Edisi 2026 | edisi berikut
Minggu, 31 Mei 2026

Bacaan   : 2 TAWARIKH 26
Setahun : Ester 6-10
Nas       : Ketika sudah kuat ia menjadi tinggi hati sehingga ia terjerumus binasa. Ia berlaku tidak setia kepada Tuhan, Allahnya, dan memasuki Bait Tuhan untuk membakar dupa di atas mezbah pembakaran dupa. (2 Tawarikh 26:16)

Batas

Mengetahui batas sesuatu amatlah penting. Baik itu secara harfiah maupun secara kiasan. Ini bisa meliputi pemahaman terhadap batas kemampuan kita dalam melakukan sesuatu, baik dalam berkata-kata maupun dalam bertindak, juga dalam mempergunakan wewenang atau otoritas kita. Sebab jika kita melampaui batas, pasti akan menimbulkan permasalahan, serta menjadikan diri kita berada dalam bahaya.

Raja Uzia memulai pemerintahannya dengan menaati Tuhan. Pertolongan-Nya yang ajaib (ay. 15) menjadikannya raja yang hebat dengan pasukan dan perlengkapan militer yang sangat kuat. Ia bukan hanya dihormati di dalam negeri, melainkan juga masyhur hingga ke negeri-negeri lain, serta berhasil mengalahkan musuh-musuhnya. Namun sayang, setelah semua pencapaian itu, ia merasa diri begitu hebat. Ia mulai melampaui batasnya. Ia mengira dirinya begitu berkuasa, lalu menyombongkan diri di hadapan Tuhan. Tugas para imam yang menjadi wewenang suku Lewi pun ia serobot, padahal ia berasal dari suku Yehuda, keturunan Raja Daud. Akibatnya, ia kena tulah, ditimpa penyakit kulit yang menajiskan sehingga ia harus tinggal di rumah isolasi hingga hari kematiannya.

Dalam relasi kita dengan sesama, terdapat batas-batas yang harus kita jaga agar hidup tetap damai dan harmonis. Ada hak, serta ada kewajiban setiap orang. Tidak boleh hanya memperhatikan kepentingan sendiri. Demikian juga dalam relasi kita dengan Tuhan. Kita harus selalu menempatkan diri sebagai makhluk yang serba terbatas di hadapan Sang Pencipta Yang Maha Segalanya. Ya, segala tindakan kita sepatutnya berada dalam batas yang menunjukkan rasa hormat dan ketaatan kita kepada-Nya. --HT/www.renunganharian.net

SENANTIASA MENYADARI SIAPA DIRI KITA DI HADAPAN ALLAH
MEMBUAT KITA BERADA DALAM BATAS YANG BENAR PADA SETIAP LANGKAH.

 

Dilarang mengutip atau memperbanyak materi Renungan Harian® tanpa seizin penerbit (Yayasan Pelayanan Gloria)

Anda diberkati melalui Renungan Harian®?
Jadilah berkat dengan mendukung pelayanan Yayasan Pelayanan Gloria.
Rekening Bank BCA, No. 456 500 8880 a.n. YAYASAN PELAYANAN GLORIA

  e-RH Hari Ini
Edisi Rabu, 10 Juni 2026
Mencukupkan Diri (AMSAL 30:7-9)
  Arsip
< Mei 2026 >
M S S R K J S
          1 2
3 4 5 6 7 8 9
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31            
Cari di Arsip e-Renungan Harian  Cari di e-RH
  
Arsip  Arsip (10592 edisi)
Berlangganan  Berlangganan
Situs  Situs RH
  Facebook RH
Facebook  Aplikasi RH
  Grup Diskusi RH
Situs Renungan.co

Whatsapp Kontak Kami Tentang Kami
Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)

Follow Us:

IG sabda_ylsa FB Yayasan Lembaga SABDA TW sabda_ylsa Link Mores
unblocked 76 agar.io 76 agario 76 lesson guru games
YT SABDA Alkitab Spotify Google Podcast Podcast SABDA Slideshare Slideshare SABDA

CONTACT | GET INVOLVED! | DONASI

Copyright © 1997- Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). All Rights Reserved.
Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati
WA: 0881-2979-100 | Email: ylsa@sabda.org | Situs: ylsa.org - sabda.org