Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-penulis/32

e-Penulis edisi 32 (13-6-2007)

Pelatihan Menulis

______________________________________________________________________

                              e-Penulis
                       (Menulis untuk Melayani)
                         Edisi 032/Juni/2007


                          PELATIHAN MENULIS
                          -----------------

  = DAFTAR ISI =
    * Dari Redaksi
    * Artikel           : Manfaat Pelatihan Menulis Sebagai Pendukung
                          dalam Menulis
    * Tips              : Membentuk Kelompok Pelatihan Menulis
    * Pojok Kata        : EyD Itu Rumit?
    * Stop Press        : Fasilitas Forum di Situs Pelitaku


                             DARI REDAKSI
                             ------------
  Salam Sejahtera,

  Apakah dalam meningkatkan kemampuan menulis sahabat penulis sering
  kali mengikuti pelatihan, seminar, atau bengkel kerja seputar dunia
  kepenulisan? Ataukah Anda tergabung dalam sebuah kelompok pelatihan
  menulis? Jelas beberapa kegiatan tersebut sangat memberikan
  kontribusi positif dalam mendukung dan semakin memperlengkapi
  kemampuan Anda dalam menulis.

  Pada edisi kali ini, kami sajikan sebuah topik tentang pelatihan
  menulis. Apa dan bagaimana? Simak artikelnya tentang manfaat
  pelatihan menulis sebagai pendukung dalam menulis dan selanjutnya
  akan disambung dengan tips untuk membentuk kelompok pelatihan
  menulis. Informasi Anda tentang penguasaan bahasa Indonesia dalam
  hal ejaan juga akan semakin bertambah, simak selengkapnya di kolom
  Pojok Kata. Simak juga info terbaru dari situs Pelitaku yang sayang
  jika sahabat penulis lewatkan. Selamat menikmati edisi kali ini dan
  kiranya bermanfaat. Tuhan memberkati.

  Pimpinan Redaksi e-Penulis,
  Kristina Dwi Lestari


                               ARTIKEL
                               -------

      MANFAAT PELATIHAN MENULIS SEBAGAI PENDUKUNG DALAM MENULIS
                      Oleh: Kristina Dwi Lestari

  Besarnya minat seseorang akan sebuah bidang terkadang memotivasi
  orang tersebut untuk memperlengkapi dirinya dengan mengikuti
  berbagai diklat, bengkel kerja (workshop), seminar, atau beberapa
  pelatihan. Demikian halnya dalam dunia penulisan. Belakangan ini
  pelatihan menulis banyak diselenggarakan oleh beberapa pihak.
  Tujuannya ialah untuk memperlengkapi setiap peserta yang mempunyai
  minat yang cukup besar dalam dunia penulisan.

  Jenis Pelatihan Menulis
  -----------------------
  Ada beberapa jenis pelatihan menulis yang dapat disesuaikan dengan
  kebutuhan masing-masing anggota. Pada umumnya pelatihan tersebut
  bisa menjadi pelatihan menulis fiksi dan nonfiksi. Pelatihan fiksi
  dapat berupa pelatihan menulis novel, cerpen, puisi, sampai naskah
  drama (skenario). Pelatihan nonfiksi yang dapat Anda ikuti, misalnya
  pelatihan menulis artikel, opini, bahkan sampai pelatihan menulis
  sebuah buku.

  Salah satu pelatihan nonfiksi yang tampaknya cukup banyak digemari
  ialah pelatihan jurnalistik. Untuk itu, Suroso, seorang dosen pada
  Universitas Negeri Yogyakarta, mengusulkan paket pelatihan
  jurnalistik yang meliputi disiplin keilmuan bidang bahasa, seperti
  kuliah ragam bahasa jurnalistik dengan pokok bahasan seperti logika
  bahasa, ekonomi kata (kalimat efektif, sesuai ragam pers), teknik
  menulis atau mendeskripsikan kata, teknik wawancara, materi atau
  sumber penulisan, fotografi jurnalistik, dan lain-lain. Penguasaan
  dasar-dasar jurnalistik dengan pengembangan ke materi penulisan
  berita, reportase, penulisan artikel, penulisan feature, sampai
  teknik penguasaan fotografi juga dapat disajikan dalam sebuah
  pelatihan jurnalistik.

  Tujuan pelatihan jurnalistik ini adalah agar para peserta -- para
  pekerja di bidang pers, lembaga-lembaga penerbitan, sampai
  masyarakat awam -- yang mempunyai ketertarikan besar dalam dunia
  penulisan jurnalistik menjadi lebih terampil untuk mencari fakta
  dalam kegiatan investigasi, mendeskripsikan sebuah peristiwa, sampai
  dengan menyebarluaskannya.

  Pelatihan Menulis Sebagai Strategi Pembelajaran Menulis
  -------------------------------------------------------
  Naning Pranoto, salah seorang pakar penulisan kreatif, menyebutkan
  bahwa modal paling utama yang diperlukan dari seseorang yang
  mempunyai minat besar untuk menulis adalah dorongan yang besar untuk
  menulis. Sayangnya, banyak pihak yang hanya ingin menjadi pengarang
  atau penulis, namun tak kunjung menulis. Dalam hal ini, kedisiplinan
  untuk menulis sangatlah penting. Oleh karenanya, sebuah pelatihan
  dapat berfungsi sebagai tempat strategis untuk belajar menulis.
  Pelatihan dapat dijadikan wadah untuk berlatih, meningkatkan
  kreativitas, serta memberikan semangat bagi kita agar aktif menulis.

  Pelatihan menulis merupakan suatu strategi pembelajaran menulis.
  Oleh karena itu, sebuah pelatihan menulis haruslah bertujuan agar
  keterampilan menulis dapat dicapai secara maksimal. Pelatihan
  menulis memungkinkan kita tidak hanya terlatih dalam memusatkan
  perhatian dalam membuat kalimat dengan aturan teknis, tetapi juga
  terlatih untuk membentuk komposisi secara utuh dan bertahap yang
  disesuaikan dengan kemampuan kita. Bagi para pemula, pelatihan
  menulis ini bermanfaat sebagai strategi pembelajaran menulis secara
  dasar. Selanjutnya bagi para penulis yang sudah mahir, kegiatan ini
  akan semakin mempertajam keahliannya dalam menulis, baik teori,
  maupun praktiknya.

  Apa Manfaat Mengikuti Pelatihan Menulis?
  ----------------------------------------
  Sebuah pelatihan menulis jelas memberikan kontribusi yang banyak
  bagi kita. Terkadang beberapa pelatihan tidak hanya menyuguhkan
  materi-materi pelatihan saja, akan tetapi juga praktik secara
  langsung, baik dengan menyediakan perlengkapan pendukung pelatihan,
  misalnya komputer, maupun langsung terjun ke lapangan untuk jenis
  pelatihan tertentu. Dengan demikian, proses pelatihan akan semakin
  mengena.

  Berikut beberapa manfaat yang dapat kita peroleh ketika mengikuti
  pelatihan menulis.

  1. Mengembangkan minat dan motivasi dalam menulis.

     Minat menulis dari setiap orang tentu berbeda-beda. Ada yang
     berminat pada penulisan fiksi, ada pula pada penulisan nonfiksi.
     Beberapa pandangan mengatakan bahwa minat kita dalam menulis
     berbanding lurus dengan apa yang sering kita baca. Jika kita suka
     membaca karya fiksi, kemungkinan minat kita dalam menulis karya
     fiksi juga besar. Walaupun begitu, tidak ada salahnya jika kita
     mengikuti pelatihan menulis yang lain, sepanjang itu membuat kita
     semakin berkembang dan membuka wawasan kita akan dunia penulisan.

     Minat menulis memang tidak terlepas dari motivasi. Motivasi
     menjadi penting karena berkaitan dengan masa depan kita dalam
     menulis. Itu sebabnya, pilihan minat tulisan, gaya yang ingin
     diterapkan dalam tulisan, dan jenis tulisan yang ingin dicoba
     ditulis secara rutin akan ikut terpengaruh sesuai dengan motivasi
     kita dalam menulis. Dengan mengikuti pelatihan tersebut, motivasi
     akan semakin terarah dan minat kita dalam menulis juga akan
     berkembang secara maksimal.

  2. Menambah wawasan dan membangkitkan kepercayaan diri dalam
     menulis.

     Sering kali para penulis pemula merasa tidak percaya diri ketika
     hasil tulisannya harus dibaca, dinikmati, atau bahkan
     dipublikasikan ke media. Pelatihan menulis dapat kita jadikan
     tempat untuk membangkitkan kepercayaan diri kita, sebelum
     memublikasikan tulisan kita. Lewat pelatihan menulis, minat dan
     keterampilan dasar yang kita miliki akan semakin memadai.
     Keduanya akan menimbulkan rasa percaya diri dan inisiatif dalam
     menulis. Banyaknya diskusi atau pertanyaan dari para peserta akan
     semakin membuka wawasan kita, misalnya pengalaman dalam menulis,
     hambatan, atau lain sebagainya.

  3. Memacu produktivitas dalam menghasilkan tulisan.

     Pelatihan akan semakin memacu kita untuk menghasilkan suatu
     tulisan yang nantinya dapat dipublikasikan ke media (blog,
     majalah, surat kabar, jurnal, dan sebagainya, baik skala lokal,
     maupun nasional), penerbit, dan tidak hanya menjadi publikasi
     pribadi saja. Dewasa ini banyak
     media yang membuka kesempatan bagi masyarakat luas dengan
     memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengirimkan tulisan mereka
     ke sebuah media. Bentuknya dapat bermacam-macam seperti penulisan
     resensi, artikel, opini, bahkan sampai ke surat pembaca. Jelas
     ini merupakan salah satu tujuan penting dari sebuah pelatihan
     yang diselenggarakan. Jelas ini adalah sebuah kesempatan yang
     harus kita gunakan.

  4. Menjadi tempat belajar yang ideal dan efektif.

     Pada dasarnya, pelatihan menulis merupakan tempat belajar yang
     ideal dan efektif. Tidak sekadar mendapatkan materi, suatu waktu
     kita juga akan berkesempatan untuk mempraktikkannya. Metode
     pelatihan yang menggunakan ceramah, diskusi, dan pemberian tugas
     akan semakin memperlengkapi Anda.

     Di beberapa pelatihan, misalnya pelatihan penulisan jurnalistik,
     metode yang sering digunakan ialah metode simulasi. Dalam
     simulasi ini para peserta diberi tugas untuk mengelola sebuah
     penerbitan, yang dapat dilakukan dalam kelompok-kelompok. Dalam
     satu kelompok tersebut ada yang berperan sebagai reporter,
     redaktur, redaktur pelaksana, pewawancara, dan lain sebagainya.

     Terkadang penyelenggara pelatihan juga menerapkan metode magang,
     yaitu bekerja sama dengan pers atau beberapa industri penerbitan.
     Tujuannya agar para peserta dapat merealisasikan hasil-hasil
     tulisannya untuk dipublikasikan ke media. Dengan kata lain
     penyelenggara pelatihan menjadi jembatan bagi para peserta
     pelatihan kepada pihak media cetak maupun penerbit.

  5. Mendapatkan penghargaan.

     Penyelenggara pelatihan menulis, misalnya sebuah media penerbitan
     surat kabar atau majalah, bisa saja memberikan apresiasi, yakni
     dengan mengambil hasil tulisan dari peserta yang telah terseleksi
     untuk dipublikasikan di media mereka. Hal ini bertujuan untuk
     menghargai para peserta atas keseriusan mereka dalam mengikuti
     pelatihan.

  Nah, apakah rekan penulis masih berjuang sendiri dalam mewujudkan
  impian untuk menjadi penulis atau pengarang? Kalau pelatihan
  menulis, seminar, workshop, dan lain sebagainya dapat membantu Anda,
  kenapa tidak mencoba mengikutinya? Silakan mengembangkan kemampuan
  menulis Anda dengan mengikuti berbagai bentuk pelatihan menulis di
  tempat Anda.

  Sumber bacaan pendukung:

  Adi, Pidekso. 1997. Pelatihan Menulis Sebagai Strategi Pembelajaran
      dalam Pengajaran Menulis, dalam
      http://www.malang.ac.id/jurnal/fs/bani/1997a.htm.
  Pranoto, Naning. 2006. Proses Kreatif dan Mengolah Kata, dalam
      	http://www.rayakultura.net/wmview.php?ArtID=100.
  Suroso. 2001. Menuju Pers Demokratis: Kritik atas Profesionalisme
      Wartawan. Yogyakarta: Lembaga Studi dan Inovasi Pendidikan.


                                 TIPS
                                 ----

                 MEMBENTUK KELOMPOK PELATIHAN MENULIS
                        Oleh: Puji Arya Yanti

  Selain belajar dan praktik secara mandiri untuk memantapkan diri
  sebagai seorang penulis, calon penulis juga memerlukan sebuah
  komunitas yang mendukungnya untuk terus menulis. Komunitas tersebut
  juga akan memberi semangat tatkala kebosanan mulai menghinggapi
  dirinya. Meskipun tidak semua penulis handal lahir dari
  kelompok-kelompok ini, namun tidak sedikit pula penulis handal yang
  lahir melaluinya, sebut saja C.S. Lewis atau J.R.R. Tolkien yang
  dulunya tergabung dalam sebuah kelompok bernama Inklinks, yang
  dijadikan tempat diskusi dan wadah yang mematangkan mereka dalam
  berkarya.

  Jika Anda tidak menemukan komunitas pelatihan menulis untuk diikuti
  di lingkungan tempat tinggal Anda, membentuk kelompok pelatihan
  menulis menjadi sebuah solusi yang sebenarnya dapat Anda
  realisasikan. Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda ikuti untuk
  mewujudkannya.

  1. Tentukan arah dan tujuan kelompok pelatihan menulis Anda.

     Tentukan kelompok pelatihan menulis seperti apa yang ingin Anda
     bentuk. Pelatihan menulisnya bisa berupa pelatihan menulis fiksi
     (cerpen, puisi, dsb.), nonfiksi (feature, resensi, artikel,
     dsb.), atau pelatihan yang mencakup semua jenis tulisan. Hal ini
     penting ditetapkan untuk menentukan anggota, persiapan bahan
     latihan yang digunakan, serta hasil yang ingin dicapai dalam
     pelatihan menulis tersebut. Tujuan dibentuknya kelompok menulis
     juga harus jelas. Misalnya, membentuk wadah untuk saling belajar
     dan saling dukung dalam upaya mewujudkan diri menjadi seorang
     penulis.

  2. Rekrutlah anggota kelompok menulis Anda.

     Kelompok menulis Anda tidak memerlukan banyak anggota. Karena
     justru pembelajaran dalam kelompok kecil akan lebih efektif dan
     terfokus. Ajaklah teman-teman Anda yang tinggal dalam satu
     lingkungan untuk memudahkan pertemuan. Rekrut anggota yang
     mempunyai minat yang sama dalam dunia tulis-menulis dan mempunyai
     kerinduan untuk mewujudkan diri menjadi penulis atau pengarang.
     Mereka inilah yang nantinya akan senantiasa mendukung proses
     pelatihan menulis yang Anda bentuk.

  3. Tentukan metode pelatihan menulis Anda.

     Setelah anggota terkumpul, tentukanlah metode yang akan
     diterapkan dalam kelompok Anda. Bicarakanlah hal ini dengan semua
     anggota kelompok. Metode yang bisa dilakukan, misalnya dengan
     menggunakan metode diskusi. Alternatif metode lain dapat berupa
     ceramah, metode presentasi, dan pemberian tugas kepada kelompok
     menulis Anda. Metode-metode itu juga dirasa dapat menolong
     anggota kelompok menulis untuk semakin berkembang.

     Tidak hanya berhenti pada metode saja, para anggota kelompok
     selanjutnya dapat melanjutkan kegiatan ini dengan mulai
     merealisasikan suatu tulisan dan mengumpulkan hasilnya untuk
     dijadikan sebuah publikasi, seperti newsletter, atau bahkan
     majalah intern kelompok Anda.

  4. Siapkan bahan yang diperlukan.

     Jika semua anggota belum mempunyai pengalaman dan menguasai teori
     tentang menulis, buku-buku atau bahan-bahan seputar dunia
     tulis-menulis sangat diperlukan untuk proses pembelajaran dalam
     pelatihan menulis. Bisa juga dengan membuat kliping dari contoh
     tulisan orang lain yang ada di media massa, baik surat kabar,
     majalah, dan sebagainya. Tidak ada salahnya jika sesekali
     mendiskusikan hasil tulisan orang lain untuk dijadikan acuan
     dalam kita menulis, selagi itu menambah produktivitas kelompok
     pelatihan menulis Anda. Hasil tulisan yang dikliping bisa
     bermacam-macam, misalnya saja tulisan dalam bentuk opini,
     artikel, cerita pendek, atau resensi. Mendiskusikan buku-buku
     umum juga akan mendukung kelompok Anda dalam mengembangkan
     wawasan yang tidak hanya terbatas pada hal-hal yang berkaitan
     dengan penulisan saja.

  5. Tentukan jadwal pertemuan.

     Jangan lupa untuk menentukan jadwal pertemuan pelatihan penulis.
     Carilah waktu yang memungkinkan berkumpulnya seluruh anggota
     kelompok. Pertemuan dapat diadakan sebulan sekali, dua minggu
     sekali, atau seminggu sekali pada jam yang ditentukan, tergantung
     kesepakatan anggota kelompok. Namun, upayakan agar jarak dengan
     pertemuan berikutnya tidak terlalu lama. Usahakan pula agar semua
     anggota dapat hadir dalam setiap pertemuan. Namun, untuk
     mengantisipasi ketidakhadiran seorang anggota, biasakanlah
     menyiapkan ringkasan materi setiap pertemuan. Dengan demikian,
     setiap anggota tidak akan ketinggalan informasi dalam pelatihan.

  6. Mulailah menghasilkan dan memublikasikan hasil karya.

     Setelah kelompok pelatihan menulis Anda berjalan dengan baik dan
     lancar, cobalah untuk membawa hasil tulisan dari setiap anggota
     kelompok untuk dipublikasikan kepada umum. Setiap anggota
     kelompok pelatihan menulis diwajibkan untuk menghasilkan karya
     dan memublikasikannya. Ini menjadi tujuan dari pelatihan, yaitu
     membantu setiap anggota untuk memublikasikan karyanya.

     Pilih media yang bisa dan cocok menjadi tujuan pengiriman hasil
     karya anggota. Mulailah dari media lokal dulu, setelah itu ke
     media berskala nasional atau malah international. Sebelum
     dikirim, sebaiknya karya tersebut didiskusikan dan dikoreksi
     oleh anggota lainnya dulu sehingga menjadi karya yang lebih baik
     lagi. Setelah karya tersebut siap, jangan tunda untuk
     mengirimkannya ke media yang sudah ditentukan. Jangan menyerah
     seandainya karya Anda tidak dimuat, teruslah mencoba dan berlatih
     dengan anggota lainnya untuk menghasilkan karya yang lebih baik
     lagi.

  Setiap hasil yang ingin dicapai tentu harus dibarengi dengan usaha
  keras. Namun, kelompok menulis Anda akan mendukung Anda dan anggota
  lainnya untuk bertumbuh dan semakin mahir dalam dunia tulis-menulis
  dengan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi diri sendiri, dan
  tentu saja, bagi para pembaca karya Anda. Selamat belajar, berlatih,
  dan membaca.

  Sumber bacaan:

  Marco. Seberapa Pentingkah Keberadaan Komunitas bagi Penulis?, dalam
    http://www.sabda.org/publikasi/e-penulis/026.
  Sutomo, Cahya. Yang Perlu Dipikirkan dalam Membentuk Sebuah
    Komunitas, dalam http://pelitaku.sabda.org/node/241.
  Trexler, Robert dan Jennifer Trafton. Fakta-Fakta Menarik dan Unik
    tentang C.S. Lewis, dalam http://pelitaku.sabda.org/node/201.


                              POJOK KATA
                              ----------

                            EYD ITU RUMIT?

  Harus diakui memang, EyD sering membuat kita kelabakan ketika harus
  berhadapan dengannya. Bayangkan saja, kita harus mengerti dan
  menguasai penggunaan huruf kapital dan huruf kecil, yang hingga
  sekarang mungkin masih sering membingungkan. Ada pula masalah
  penggunaan tanda baca yang terdiri dari tanda titik (.), tanda koma
  (,), titik dua (:), tanda petik ganda ("), tanda petik tunggal (`),
  atau tanda pisah (-–) yang sering disalahmengerti dengan tanda
  hubung (-). Atau ketika kita berhadapan dengan aspek morfologi, kita
  masih sulit menentukan mana yang benar, misalnya, "mempercayai" dan
  "memercayai"; "mempengaruhi" dan "memengaruhi".

  Lalu, bagaimana kita bisa mengasah kemampuan EyD kita? Rasanya tidak
  ada cara lain selain banyak berlatih dan banyak mengaplikasikannya.
  Sebab ketika memahami prinsip penggunaan tanda titik, misalnya, kita
  tidak akan ragu untuk menggunakan tanda titik di posisi yang benar.
  Ketika memahami bahwa fungsi tanda pisah jelas berbeda dengan tanda
  hubung, kita tidak akan menggunakan tanda hubung (-) sebagai tanda
  pisah yang ditandai dengan dua tanda hubung atau sebuah garis
  panjang.

  Mungkin langkah yang patut dicoba adalah sebagai berikut.

   1. Pelajari salah satu aspek dari EyD, misalnya aspek penggunaan
      huruf kapital.
   2. Baca butir-butir dari aspek tersebut berulang kali.
   3. Cobalah mengikuti kaidah yang ditentukan dalam kalimat yang Anda
      buat sendiri.
   4. Coba amati bahan bacaan tertentu, amati perilaku EyD yang
      digunakan dalam bahan bacaan tersebut.
   5. Periksa apakah bahan bacaan Anda tersebut mengikuti kaidah EyD
      atau tidak.
   6. Fokuskan perhatian Anda hanya pada aspek ejaan yang hendak Anda
      pelajari; bila Anda mempelajari penggunaan huruf kapital, amati
      saja bagaimana bahan bacaan Anda menerapkan kaidah mengenai
      huruf kapital tersebut.
   7. Cobalah untuk memperbaiki bagian-bagian yang salah.

  Langkah-langkah sederhana tersebut perlu diulang berkali-kali hingga
  kita benar-benar menguasai dan memahami perilaku tanda baca atau
  aspek ejaan tertentu. Silakan terapkan hal-hal tersebut untuk aspek
  ejaan lainnya.

  Dikutip dan diedit dari:
  Situs     : Corat-Coret Bahasa
  Penulis   : Indonesiasaram
  Alamat URL: http://indonesiasaram.wordpress.com/2007/03/02/eyd-itu-rumit/


                              STOP PRESS
                              ----------

                  FASILITAS FORUM DI SITUS PELITAKU

  Sahabat Penulis, kini situs Pelitaku telah dilengkapi dengan sebuah
  forum diskusi untuk bersama-sama membicarakan berbagai permasalahan
  dan untuk saling bertukar pikiran. Kami menyediakan tiga kategori
  utama, yang masih dibagi atas beberapa subkategori. Tiga kategori
  tersebut, di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Publikasi e-Penulis
     Melalui kategori ini Anda dapat mendiskusikan berbagai topik
     yang diangkat oleh redaksi e-Penulis, termasuk jika Anda memiliki
     pertanyaan atau masukan untuk e-Penulis.

  2. Ayo Menulis!
     Pada bagian ini Anda dapat berdiskusi tentang berbagai hal
     seputar tulis-menulis, bagaimana cara menulis, cara mengirimkan
     artikel ke media massa, beberapa aturan ejaan yang harus
     diperhatikan dalam menulis, atau berbagai tips seputar kegiatan
     proses penulisan.

  3. Umum
     Di kategori ini, Anda dapat mengirimkan berbagai informasi
     seputar penulisan, seperti lomba tulis-menulis, berbagai seminar
     tentang tulis-menulis, dan informasi tentang perkembangan terbaru
     dari dunia penulisan.

  Ayo! Segeralah manfaatkan keberadaan forum tersebut sebagai tempat
  berinteraksi antar anggota dengan topik seputar dunia penulisan.
  Kami tunggu kiriman atau komentar Anda di alamat berikut.

  ==> http://pelitaku.sabda.org/forum

______________________________________________________________________

Penanggung jawab: Kristina Dwi Lestari
Kontributor     : Puji Arya Yanti
Berlangganan    : Kirim e-mail ke
                  subscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org
Berhenti        : Kirim e-mail ke
                  unsubscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org
Kirim bahan     : Kirim e-mail ke
                  staf-penulis(at)sabda.org
Arsip e-Penulis : http://www.sabda.org/publikasi/e-penulis/
Situs CWC       : http://www.ylsa.org/cwc/
Situs Pelitaku  : http://pelitaku.sabda.org/
______________________________________________________________________
      Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA.
             Didistribusikan melalui sistem network I-KAN.
                     Copyright(c) e-Penulis 2007
                  YLSA -- http://www.sabda.org/ylsa/
                       http://katalog.sabda.org/
                    Rekening: BCA Pasar Legi Solo
                 No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org