Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-konsel/24

e-Konsel edisi 24 (15-9-2002)

Penyebab Masalah Kejiwaan

><>                Edisi (024) -- 15 September 2002               <><

                               e-KONSEL
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
        Milis Publikasi Elektronik Pelayanan Konseling Kristen
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*

Daftar Isi:
    - Pengantar            : Penyebab Masalah Kejiwaan
    - Cakrawala            : (1) Penyebab Masalah Kejiwaan
                             (2) Apakah Akibat Kekuatiran Itu?
    - Bimbingan Alkitabiah : Gelisah, Kuatir dan Tegang
    - Tips                 : Prinsip Menjaga Mental Sehat
    - Surat                : Minta Artikel tentang "Hati Bapa"

*REDAKSI -*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*- REDAKSI*

                    -*- PENGANTAR DARI REDAKSI -*-

  Banyak orang tidak menyadari bahwa aspek badaniah manusia tidak
  dapat dipisahkan dengan aspek psikologis dan rohaninya. Jika salah
  satu aspek tsb. mengalami masalah atau gangguan maka seringkali
  aspek-aspek lain pun ikut terganggu. Nah, pada edisi kali ini
  e-Konsel ingin membahas tentang bagaimana kita mengetahui bahwa
  gangguan terhadap aspek-aspek badaniah, psikologis dan rohani bisa
  menjadi penyebab masalah kejiwaan. Secara khusus akan dibahas salah
  satu penyebab masalah kejiwaan yang sering tidak disadari yaitu
  gangguan pikiran seperti kekuatiran, kegelisahan dan kecemasan dan
  apa kata Alkitab tentang hal-hal tsb.

  Kami harap sajian kami pada edisi ini dapat menolong kita untuk
  menjaga keseimbangan semua aspek hidup kita, khususnya agar hidup
  kita selalu sehat secara utuh. Pengetahuan akan hal-hal di atas
  diharapkan juga dapat dipakai untuk menolong orang lain yang sedang
  mengalami masalah kejiwaan supaya merekapun dapat menikmati hidup
  yang lebih tenang di dalam Tuhan.

  Selamat melayani,
  Tim Redaksi e-Konsel

*CAKRAWALA *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* CAKRAWALA*

Artikel (1)
===========

                  -*- PENYEBAB MASALAH KEJIWAAN -*-

  Manusia mempunyai sifat yang holistik, dalam artian manusia adalah
  makhluk fisik, psikologis, sekaligus rohani, dan aspek-aspek ini
  saling berkaitan satu sama lain dan saling mempengaruhi. Sebagai
  makhluk yang berfisik, memiliki kelemahan-kelemahan fisik adalah hal
  yang nyata bahkan ungkapan yang umum mengatakan bahwa manusia mulai
  mati sejak ia dilahirkan. Secara literal, sesudah orang-orang
  berusia 40-an maka ribuan sel otaknya mulai mati setiap harinya.
  Manusia harus terus berjuang untuk melawan berbagai penyakit fisik
  yang datang dalam hidupnya. Hal yang tidak tampak dari luar adalah
  kenyataan bahwa kondisi fisik manusia secara integral berkaitan
  dengan kondisi psikologis dan rohaninya. Manusia adalah satu
  kesatuan. Apa yang terjadi dengan kondisi fisik manusia akan
  mempengaruhi pula kondisi psikologis dan rohaninya. Penyakit fisik
  yang dialami seseorang tidak hanya menyerang manusia secara fisik
  saja tetapi juga dapat membawa masalah-masalah bagi kondisi
  psikologisnya dan rohaninya. Demikian pula sebaliknya.

  Masalah Fisik sebagai Penyebab Masalah Emosi
  --------------------------------------------
  Kondisi fisik mempunyai pengaruh langsung terhadap kesehatan emosi
  manusia, misalnya penyakit-penyakit tertentu sekaligus penggunaan
  obat-obatan tertentu untuk mengobati problema-problema fisik
  dapat menimbulkan gejala-gejala atau simptom depresi. Penyakit-
  penyakit yang dapat menyebabkan depresi antara lain penyakit-
  penyakit yang disebabkan oleh virus (mononukleosis dan pneumonia),
  gangguan endokrin (hypothyroidisme), kanker, dan multiple sklerosis.
  Depresi juga dapat timbul karena dampak-dampak yang ditimbulkan oleh
  obat-obatan, termasuk di dalamnya adalah obat penenang mayor dan
  minor, pil KB, obat-obatan untuk tekanan darah tinggi, dan alkohol.

  Gejala kecemasan yang dirasakan seseorang kadang-kadang juga
  berkaitan dengan kondisi fisiknya. Perasaan tegang, gemetar, atau
  bahkan panik misalnya dapat disebabkan oleh gangguan endokrin
  (hyperthyroidisme), ketidaknormalan hormon (phenochromocitoma), dan
  berbagai macam obat-obatan yang mengandung kafein, ganja, LSD, PCP,
  dan amfetamine.

  Psikosis atau kehilangan pijakan atas realita merupakan salah satu
  dari berbagai gangguan emosi yang ada yang disebabkan oleh masalah-
  masalah fisik seperti porphyria, Wilson's disease, Huntington's
  chorea, gangguan endokrin, dan tumor temporal lobe otak. Selain itu
  ada pula obat-obatan yang menyebabkan seseorang benar-benar
  kehilangan kontak dengan realitas. Obat-obatan tersebut antara lain
  obat-obat terlarang seperti amphetamin, kokain, LSD, PCP, dan ganja;
  resep dokter yang ditujukan untuk mengobati depresi, Parkinson, atau
  TBC; alkohol; dan bahkan obat-obatan seperti obat yang dihirup,
  bromida yang berisi senyawa kimia adalah untuk meredakan kecemasan,
  dan obat tidur.

  Kepribadian seseorang bahkan dapat juga berubah karena masalah-
  masalah fisik, seperti perubahan pribadi seseorang karena sakit
  pikun misalnya.

  Gangguan Emosi sebagai Penyebab Gangguan Fisik
  ----------------------------------------------
  Jika problem fisik dapat menyebabkan gangguan emosi, begitu pula
  sebaliknya, gangguan emosi dapat menyebabkan gangguan fisik. Stres
  misalnya seringkali dianggap sebagai penyebab utama penyakit fisik
  psiko-fisiologis (maag/ulcer, colitis, tekanan darah tinggi). Orang
  yang hidup dalam kehidupan penuh dengan tekanan atau terikat dengan
  jadwal yang sangat ketat berpotensi berpenyakit jantung koroner.
  Fakta yang benar-benar mengejutkan tentang stres adalah kenyataan
  bahwa stres dapat menyebabkan neurotransmiter hilang dari otak
  (norepinephrine, serotonin, dopamine) sehingga orang yang
  bersangkutan mengalami depresi atau psikosis. Stres juga dapat
  memperlambat proses penyembuhan bagian-bagian tubuh yang mengalami
  infeksi karena penyakit atau habis dioperasi. Kesepian misalnya
  merupakan faktor potensial penyebab penyakit jantung koroner atau
  kanker. Suatu penelitian bahkan pernah mengatakan bahwa pada tahun
  pertama setelah kematian salah seorang anggota keluarga, angka
  kematian akan meningkat tujuh kali lipat lebih banyak.

  Gangguan Emosi dan Fisik dapat Mempengaruhi Kehidupan Rohani
  ------------------------------------------------------------
  Indikasi lain yang membuktikan bahwa aspek-aspek dalam diri manusia
  saling berkaitan dan mempengaruhi adalah kenyataan bahwa gangguan
  emosi dan fisik ikut pula mempengaruhi kehidupan rohani seseorang.
  Seseorang yang memiliki penyakit epilepsi temporal-lobe misalnya,
  akan memperlihatkan kecenderungan untuk mengalami perubahan interes
  akan agama dan bermoral baik. Seseorang yang memiliki gejala
  gangguan psikotik mungkin akan asyik dengan hal-hal yang berbau
  keagamaan. Sedangkan orang yang memiliki kecenderungan obsesive-
  kompulsif neurosis sering kali merasa ketakutan kalau-kalau dia
  melakukan dosa yang tak termaafkan atau seandainya dia tidak
  mempercayai Kristus lagi. Pada pasien manic-depresif, ia sering kali
  berbicara dengan menggunakan jargon-jargon keagamaan. Sementara itu,
  orang-orang schizofrenia atau berkepribadian ganda sering kali
  dianggap kerasukan setan, padahal tidak. Hal ini dapat dibuktikan
  dengan pengobatan anti-psikotik.

  Faktor-faktor Genetik Penyebab Kecenderungan Masalah-masalah
  -------------------------------------------------------------
  Walaupun kita tidak mewarisi masalah-masalah psikologis, mungkin
  kita mewarisi faktor-faktor genetik yang membuat kita memiliki
  kecenderungan mengalami masalah-masalah psikologis tertentu. Ada
  sejumlah penelitian yang mendukung pendapat yang dikemukakan ini.
  Misalnya saja, schizophrenia dalam populasi umum hanya 1% saja.
  Namun demikian, bila salah satu dari orangtua kita adalah penderita
  schizoprenia, maka resiko keturunannya terkena schizophrenia
  meningkat menjadi 50%, tetapi kalau yang terkena adalah kedua-duanya
  maka resiko juga ikut meningkat menjadi dua kali lipat. Untuk kembar
  fraternal, bila salah satunya menderita schizophrenia, maka resiko
  menderita schizophrenia pada kembarannya meningkat menjadi 10%.
  Sebaliknya, bila yang menderita adalah satu dari dua anak kembar
  identik, maka resiko kembarannya ikut menderita schizophrenia lebih
  besar lagi, yaitu 50%. Resiko ini tetap ada walaupun salah satu dari
  saudara kembar tersebut dipisahkan bahkan sejak dari lahir.

  Tingkat gangguan jiwa manic-depresif juga memberikan suatu bukti
  akan adanya kecenderungan masalah-masalah fisik yang mempengaruhi
  masalah-masalah psikologis. Keluarga dekat penderita manic-depresif
  memiliki potensi dua puluh kali lipat terkena manic depresif
  dibandingkan dengan populasi umum. Penelitian atas anak kembar
  (termasuk juga kembar yang dipisahkan sejak kecil) semakin
  menguatkan bukti akan adanya pengaruh dari faktor genetik terhadap
  problem-problem psikologis. Penelitian hubungan genetik yang pernah
  dilakukan memberikan suatu bukti yang mengejutkan yaitu bahwa pada
  jenis tertentu manic-depresif, kromosom x merupakan kromosom karier.

  Lebih dari itu, dari banyak penelitian telah dilakukan tentang
  pengaruh genetik terhadap problem psikologis individual membuktikan
  bahwa ada suatu hubungan antara kelemahan genetik dengan kasus-kasus
  depresi yang lain. Misalnya saja, 30% dari penderita depresi yang
  diteliti ternyata memiliki sejarah depresi dalam keluarganya. Bila
  penderita adalah salah satu dari kembar fraternal, maka kembarannya
  memiliki potensi terkena depresi hanya 10%. Namun jika yang
  menderita depresi adalah salah satu dari kembar identik, maka resiko
  terkena depresi bagi kembarannya meningkat menjadi 76%. Bagi kembar
  identik yang dipisahkan sejak kecil, potensi terkena depresi bila
  salah satu dari mereka terkena depresi tetap besar, yaitu 67%. Data
  yang diperoleh dari penelitian yang pernah dilakukan cukup besar.
  Meskipun menyimpulkan bahwa gangguan jiwa disebabkan oleh faktor
  keturunan adalah keliru, kelemahan genetik memang dapat membuat
  seseorang memiliki kecenderungan untuk mengalami gangguan psikologis
  tertentu. Stres dapat juga merupakan manifestasi dari kelemahan
  genetik tersebut.

  Kesimpulannya, manusia memang makhluk fisik tetapi ia lebih dari
  sekedar makhluk fisik. Manusia mempunyai sisi psikologis dan rohani
  dimana seluruh aspek fisik, psikologis dan rohani saling berkaitan
  dan mempengaruhi. Inilah yang menyebabkan manusia memiliki sifat
  holistik. Penyakit-penyakit yang menyerang fisik dapat menyebabkan
  timbulnya gejala-gejala psikologis. Sebaliknya, stres juga dapat
  menyebabkan problem fisik. Sedangkan masalah-masalah rohani dapat
  berakar dari atau disebabkan oleh gangguan fisik maupun psikologis.

  Ada suatu contoh menarik tentang bagaimana sifat holistik manusia
  dapat mempengaruhi kehidupan manusia secara keseluruhan. Seorang
  petugas gereja yang sangat baik dalam menjalankan tugasnya dan sikap-
  sikapnya, tiba-tiba berubah sering mengucapkan kata-kata yang tidak
  pantas didengar dan melakukan pelecehan seksual terhadap wanita-
  wanita yang kebetulan berada didekatnya. Namun, pada waktu yang
  hampir bersamaan pula, dia juga bisa berbicara hal-hal yang
  menyangkut masalah agama dan rohani. Dengan demikian, petugas ini
  kelihatannya dapat melakukan tindakan dosa pada suatu waktu dan tiba-
  tiba bisa menjadi super relijius pada waktu yang hampir bersamaan.
  Setelah petugas gereja ini diperiksa ternyata ia mengalami suatu
  bentuk serangan penyakit yang tidak hanya menyerangnya secara fisik
  saja, tetapi juga secara psikologis dan rohani. Setelah diberikan
  pengobatan yang intensif, akhirnya ia dapat sembuh dari gangguan
  yang dialaminya secara bertahap dan dapat kembali kedalam
  kehidupannya yang normal.

-*- Artikel ini diterjemahkan dari sumber -*-:
  Judul Buku   : Counseling and the Nature of Man
  Judul Artikel: The Holistic Nature of Man
  Penulis      : Frank B. Minirth and Paul D. Meier
  Penerbit     : Baker Book House, Grand Rapids, Michigan, 1982
  Halaman      : 13 - 21


Artikel (2)
===========

                  -*- APAKAH AKIBAT KEKUATIRAN ITU? -*-

  Kekuatiran menimbulkan berbagai masalah dalam kehidupan penguatir
  kronis, dan tidak ada satu pun yang bersifat positif; semuanya
  negatif. Bahkan penguatir itu sendiri pun sering menyadari bahwa
  tenaga dan waktu yang mereka pakai untuk kuatir itu sebenarnya tidak
  ada gunanya sama sekali. Kebanyakan penguatir biasanya akan berhenti
  merasa kuatir kalau mereka mengerti bagaimana caranya, dan sebagian
  lainnya berhenti merasa kuatir kalau mereka menghayati betapa
  menderitanya mereka merasakan akibat-akibat kebiasaan kuatir mereka,
  seperti yang akan dipaparkan berikut ini.

  KEKUATIRAN MEMPERBURUK PRESTASI SESEORANG

  Biasanya prestasi dalam tes dan ujian dari para penguatir yang
  kronis tidak bagus. Kecemasan terhadap tes merupakan persoalan gawat
  yang biasanya dialami oleh mahasiswa perguruan tinggi, namun
  kengerian terhadap ujian dapat melanda semua orang, tanpa membedakan
  usia, misalnya, seseorang yang sedang mempersiapkan ujian kenaikan
  pangkat atau menghadapi situasi tes tertentu.

  Kekuatiran mulai muncul lama sebelum waktu ujian itu sendiri.
  Penguatir pada umumnya gelisah tentang ujian yang akan berlangsung
  dan bayangan tentang hasil ujian yang tidak bagus. Biasanya
  penderita juga merasa kuatir tentang persiapannya, yakni berkaitan
  dengan waktu dan tenaga yang harus disisihkan untuk belajar dan
  persiapan tes. Pandangan umum mengatakan bahwa hasil tes akan jelek
  apabila persiapannya tidak memadai. Kekuatiran tetap mempunyai
  pengaruh negatif selama tes itu berlangsung. Para penguatir
  mengalami kesulitan untuk mengingat kembali hal-hal yang telah
  dipelajari. Para penguatir juga mengalami kesulitan untuk memusatkan
  diri pada perintah-perintah dalam tes secara rinci. Mereka juga
  tidak mampu menunjukkan hasil terbaik mereka. Singkatnya dapat
  dikatakan bahwa orang yang tidak kuatir dapat mengerjakan ujian
  secara lebih baik daripada orang yang kuatir.

  Contoh prestasi buruk yang diakibatkan oleh kekuatiran mungkin dapat
  dilihat dengan jelas dalam kecemasan terhadap suatu tes, namun
  sebenarnya tidak terbatas pada kecemasan terhadap suatu tes saja.
  Kekuatiran untuk berpidato, membuat taman bermain anak-anak,
  menggambar, atau belajar bahasa dapat menunjukkan hasil yang sama,
  prestasi yang buruk.

  KEKUATIRAN MENGAKIBATKAN PERUBAHAN FISIK

  Sebagaimana telah disebutkan di atas, beberapa peneliti menemukan
  bahwa para penguatir suka tidur berkepanjangan. Namun, beberapa
  peneliti lain juga menemukan adanya gejala yang berlawanan dengan
  kesimpulan tadi. Kekuatiran dan penyakit tidak dapat tidur
  (insomnia) sering saling berkaitan. Para penguatir yang mengalami
  kesulitan tidur melaporkan bahwa kekuatiran yang sangat mengganggu
  dan tidak dapat dikontrol tiba-tiba muncul dalam pikiran ketika
  mereka berusaha untuk tidur. Pikiran-pikiran tersebut mengganggu
  mereka sehingga mereka tidak dapat merasa relaks dan terlelap.

  Gejala-gejala fisiologis yang lain tidak begitu mudah dideteksi
  dalam diri penguatir. Tes electroencephalogram (EEG) menunjukkan
  bahwa gelombang otak orang yang sedang kuatir berbeda. Sementara
  itu, ketika sedang berpikir atau berusaha memecahkan masalah, jumlah
  gelombang otak para penguatir kurang dari yang dibutuhkan untuk
  menciptakan suasana relaks. Kegiatan selaput luar otak -- 'khususnya
  otak bagian kiri' -- meningkat. Sebagai akibatnya, penguatir terus
  terjaga dan tegang serta tidak relaks.

  Disamping itu, para penguatir dan penderita kecemasan kronis dapat
  menderita gangguan fisik seperti yang dialami oleh penderita stres
  akut, seperti jantung berdebar-debar, syaraf tegang, gemetar,
  berkeringat, dan nyeri lambung. Jumlah gangguan di atas bertambah
  banyak apabila orang mengalami gangguan emosi yang berat, dan dalam
  jangka panjang dapat mengganggu kesehatan.

  KEKUATIRAN MELUMPUHKAN AKAL SEHAT

  Penderita tidak mampu berpikir dengan jernih. Sebagai contoh, pada
  hari Minggu pagi biasanya saya mengendarai mobil sejauh delapan
  kilometer ke gereja. Perjalanan itu cukup rutin dan mudah. Dalam
  perjalanan itu biasanya saya berbelok dua kali. Biasanya saya tidak
  perlu berpikir panjang. Saya tidak pernah berpikir bahwa mobil saya
  akan rusak di perjalanan atau juga tidak terlalu membayangkan
  jangan-jangan ban saya bocor di perjalanan. Selain itu, saya tetap
  melewati beberapa bengkel mobil, bahkan ada di antara bengkel mobil
  yang saya lewati itu telah buka pagi-pagi di hari Minggu.

  Akan tetapi, jikalau saya tidak sehat -- menderita kekuatiran kronis
  -- sebelum saya berangkat ke gereja, saya pasti menghabiskan banyak
  waktu: merasa gelisah, membayangkan jangan-jangan mobil saya rusak
  di perjalanan, mobil saya tiba-tiba berhenti di tengah lalu lintas
  yang ramai karena bannya kempes. Apa yang akan terjadi apabila saya
  tidak dapat menghindari pembatas jalan bebas hambatan? Apa yang akan
  terjadi jikalau seseorang tidak menempatkan kembali derek mobil ke
  tempatnya semula setelah menggunakannya? Apa yang akan terjadi
  jikalau saya tidak membawa ban cadangan? Apa yang akan terjadi
  jikalau saya akhirnya terlambat? Dan, mereka memecat saya sebagai
  guru Sekolah Minggu? Bagaimana jika ...? Bagaimana jika ...?
  Bagaimana jika ...?

  Orang yang bukan penguatir berusaha menghindari perasaan resahnya
  dengan cara membayangkan bahwa tingkat kemungkinan terjadinya setiap
  hal buruk itu berbeda-beda. Memang, bisa saja ban meletus di
  perjalanan, tetapi kemungkinannya sangat kecil, maka saya tidak akan
  menghabiskan banyak waktu untuk kuatir dan resah. Memang, bisa saja
  mesin mobil saya mogok ketika saya sedang berada di sebuah
  perempatan yang ramai, namun kemungkinan hal itu benar-benar terjadi
  sangat kecil.

  Mengapa para penguatir mengganggap bahwa kemungkinan-kemungkinan itu
  sungguh-sungguh akan terjadi, padahal sebenarnya kemungkinannya
  sangat kecil? Mungkin karena dalam ingatan mereka tersimpan begitu
  banyak contoh kejadian-kejadian masa lalu yang mengerikan sedemikian
  kuatnya sehingga ingatan-ingatan yang mengerikan itu merusak
  penglihatan mereka akan masa depan. Makin kuatir para penderita
  kekuatiran, makin tidak jernihlah pikiran mereka.

  KEKUATIRAN MEMICU KECEMASAN

  Akibat terakhir dari perasaan kuatir adalah kecemasan. Para peneliti
  yang telah begitu banyak menghabiskan waktunya untuk meneliti
  kekuatiran pada umumnya menarik kesimpulan bahwa kekuatiran yang
  berkepanjangan akan dibarengi dengan munculnya kecemasan. Biasanya,
  kecemasan lama-kelamaan akan hilang dengan sendirinya, kecuali ada
  dinamika batin tertentu yang menyebabkan kecemasan itu tetap muncul.
  Pada umumnya, kekuatiran dianggap sebagai faktor utama dari tetap
  munculnya kecemasan. Para klinisi (praktisi klinik kejiwaan) yakin,
  apabila kita dapat membantu penderita menghilangkan proses munculnya
  kekuatiran yang biasanya terjadi secara otomatis dalam pikiran
  mereka, maka kita juga dapat mengontrol kondisi kecemasan mereka
  yang biasanya dapat meningkatkan tingkat kesusahan mereka dan lebih
  sulit lagi untuk ditangani.

  Kita tidak mengharapkan satu pun dari akibat-akibat kekuatiran yang
  telah dibahas di atas muncul. Adanya akibat-akibat yang menyedihkan
  tersebut mendorong kita untuk berusaha lebih keras menolong para
  penguatir sehingga mampu memperkecil dan mengontrol kebiasaan kuatir
  mereka.

-*- Sumber -*-:
  Judul buku: Kuatir
  Penulis   : James R. Beck dan David T. Moore
  Penerbit  : PT BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2000
  Halaman   : 42 - 46


*BIMBINGAN *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*--*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* ALKITABIAH*

                  -*- GELISAH, KUATIR DAN TEGANG -*-

  AYAT ALKITAB
  ============
  Mazmur 34:5      Matius 6:33,34     Amsal 3:5,6     Roma 8:28
  1Petrus 5:7      Mazmur 42:6        Filipi 4:13
  Filipi 4:6,7     Mazmur 55:6        Filipi 4:19

  LATAR BELAKANG
  ==============
  Kegelisahan meliputi sekian banyak masalah yang diakibatkan oleh
  takut tak berdasar. Orang yang kuatir dan yang gelisah sedemikian
  tercekam akan apa yang bakal terjadi di masa depan, sampai mereka
  lupa mengurus masa kininya. Mereka ditandai oleh kekuatiran tentang
  segala macam hal. Hal-hal kecil tak berarti mereka besar-besarkan.
  Mereka menguatirkan kesulitan, masa depan, kesehatan, keluarga dan
  pekerjaan yang sebenarnya hanya dalam angan-angan mereka saja.
  Mereka kerap tidak bisa menunjukkan alasan kekuatiran dan ketakutan
  mereka itu.

  Banyak orang yang kuatir, menderita kesulitan-kesulitan jasmani
  seperti gugup, tak bisa tidur, sakit kepala, sulit bernapas,
  keringat berlebihan, dan sebagainya. Ketidakmampuan melepaskan diri
  dari kekuatiran, dapat membawa orang kepada konsekuensi-konsekuensi
  yang lebih serius, seperti gangguan mental. Jelaslah, orang
  sedemikian membuahkan simpati kita, doa dan pertolongan apa saja
  yang dapat kita berikan.

  ------------------------------Kutipan-------------------------------
  Menurut Billy Graham:
  "Manusia selalu diserang oleh kekuatiran, dan tekanan-tekanan hidup
  modern telah memperberat masalah itu ... Mungkin anda pun dipenuhi
  oleh segudang kekuatiran. Bawalah semuanya itu kepada Yesus Kristus
  dengan iman ... Aku belajar dalam hidupku, tiap-tiap hari, untuk
  memusatkan pikiranku pada Kristus; segala kekuatiran dan kegelisahan
  dunia ini tersingkir, dan hanya "damai sempurna" tertinggal dalam
  hati ini."
  --------------------------Kutipan_Selesai---------------------------

  STRATEGI BIMBINGAN
  ==================

  1. Tawarkan dukungan.
     Tuhan dapat membantu! ("Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan
     gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan
     bersyukur lagi kepada-Nya penolongku dan Allahku!" Mazmur 42:6).
     Takut akan Tuhan adalah satu-satunya takut yang mampu menaklukkan
     segala bentuk takut lainnya.

  2. Bantu orang yang dilayani untuk menemukan alasan kekuatirannya.
     Pembimbing harus berusaha lebih dari sekedar memberi penawar
     sakit tanpa benar-benar menyentuh masalahnya. Sebisa mungkin,
     carilah akar penyebabnya.

     Jangan membongkar masalah terlalu dalam. Sebab waktu terbatas dan
     kemungkinan bahwa kekuatiran-kekuatirannya didasari oleh
     pengalaman-pengalamannya yang menggoncangkan jiwa di masa lalu,
     batasilah pertanyaan anda hanya ke soal-soal yang akan membantu
     terbukanya pintu untuk memperkenalkan Kristus sebagai Juruselamat
     dan Penolong.

     Tanyakan padanya:
     - Mengapa anda takut tentang pekerjaan, masa depan, keluarga
       anda?
     - Mengapa anda gugup? Mengapa anda sakit kepala? Mengapa anda tak
       dapat tidur?
     - Ungkapkan bagaimana perasaan anda. Merasa bersalahkah anda?
       Mengapa? Apakah anda menghindar dari sesuatu? Apa sebenarnya
       masalah anda?

     Jika kekuatiran itu muncul karena rasa bersalah sejati, ini
     menunjuk pada tindakan salah yang membutuhkan perbaikan. Ini
     sangat menolong, karena masalahnya adalah dosa. Dosa dapat
     diselesaikan! Mengalami keampunan dalam Kristus dapat
     menyingkirkan salah dan rasa bersalah, yang akan menolong
     terjadinya penyembuhan.

     Jangan katakan padanya, bahwa jika kita "berpikir benar", kita
     pun akan "merasa benar". Kadang-kadang perlu ditegaskan bahwa
     "hidup benar" menghasilkan "pemikiran sehat". Hanya Allah sumber
     pemikiran positif. Menghadapi akar masalah itu, yaitu dosa,
     akhirnya akan menghasilkan kebiasaan baik yang menyukakan Allah
     dan membuahkan perubahan.

     Mungkin juga kekuatiran tentang masa depan menelanjangi
     keprihatinan seseorang tentang kematian dan penghukuman yang akan
     datang. Kembali, hal ini membuka pintu bagi pemberitaan Kristus.

  3. Nyatakan pentingnya mempelajari Alkitab dan berdoa tiap hari.
     Kita bukan saja perlu membaca Alkitab, tetapi mencerna ajaran-
     ajarannya sedemikian rupa, sampai ia membentuk hidup dan watak
     kita. Penting sekali menghafal ayat. "Memikirkan pikiran-pikiran
     Allah", akan membuat kekuatiran dan kegelisahan kita tersingkir.

     Doa adalah pasangan penelaahan Alkitab. Menurut Alkitab, kita
     tidak perlu berkuatir tentang apa pun, tetapi "nyatakanlah dalam
     segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan
     dengan ucapan syukur." (Filipi 4:6)

  4. Bagikan beberapa janji Firman Allah.
     Allah dapat dipegang janji-janji-Nya. Lihat ayat "Alkitab" di
     atas bagian ini.

  5. Nasihatkan dia untuk melibatkan diri dalam gereja yang
     mementingkan Alkitab.

     Berpikir dan melayani bersama bisa menjadi lawan dari kebiasaan
     memeriksa diri secara negatif dan tidak sehat.

  6. Berdoalah meminta jalan keluar yang benar, bersamanya
     (Mazmur 34:5).

     Jika anda menemukan akar masalah yang lebih dalam, usulkan dia
     menghubungi psikolog Kristen yang dapat membimbingnya.

-*- Sumber -*-:
  Judul Buku: Buku Pegangan Pelayanan
  Penulis   : Billy Graham
  Penerbit  : Persekutuan Pembaca Alkitab
  Halaman   : 60 - 62
  CD-SABDA  : Topik 17546


*TIPS *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* TIPS*

           -*- PRINSIP-PRINSIP MERAWAT KESEHATAN MENTAL -*-

  Seandainya manusia memiliki mental yang sehat, seorang Kristen mampu
  menjaga kesehatan mentalnya dan menghindar dari masalah-masalah
  kejiwaan, misalnya saja dengan menjalankan beberapa prinsip-prinsip
  berikut ini:

  1. Orang harus menerima fakta bahwa hidup itu tidak indah. Dalam
     hidup ini pasti ada kesulitan-kesulitan dan kekecewaan-kekecewaan
     yang mengharuskan orang untuk selalu mempersiapkan diri dan
     menyesuaikan diri. Sikap dan kemampuan menerima ini akan lebih
     mudah untuk dijalankan apabila ia percaya akan kasih karunia
     Allah yang Maha Pengasih.

  2. Ia harus mau memberikan tanggapan yang rendah hati dan penuh
     kasih, tidak egois dan mau memaafkan dalam setiap hubungannya
     dengan orang-orang lain.

  3. Ia harus mengembangkan dalam dirinya suatu tempat dimana ia
     merasa aman dan dapat berfungsi dengan baik sesuai dengan
     kemampuan yang dimilikinya. Adalah hal yang penting bila dia juga
     mempunyai tujuan yang layak dicapai dan bila tujuan tersebut
     telah tercapai sesuai dengan keinginannya, harus ada tujuan lain
     yang segera ditetapkannya.

  4. Harus ada hal lain yang dicari. Menghabiskan waktu untuk bekerja
     dan tidak memberi kesempatan diri sendiri untuk bermain-main
     justru membuat seseorang tumbuh sebagai pribadi yang membosankan.
     Orang-orang Kristen banyak yang gagal untuk hal yang satu ini.
     Kebanyakan dari mereka beranggapan adalah hal yang dosa
     membiarkan diri bersenang-senang. Mereka melupakan seruan Paulus
     kepada Timotius yang mengatakan bahwa kita seharusnya percaya
     kepada Tuhan "yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita
     segala sesuatu untuk dinikmati" (1 Timotius 6:17). Ada ribuan
     cara yang dapat dilakukan oleh orang Kristen, baik tua maupun
     muda, dimana mereka dapat menemukan kesenangan dan kebahagiaan
     dalam hidup tanpa merasa takut bahwa apa yang mereka lakukan akan
     mengundang kemarahan Tuhan.

  5. Akhirnya, tak perlu diragukan lagi bahwa iman yang teguh,
     -- meliputi keyakinan yang mendalam dan kepercayaan akan Allah,
     dan kemauan untuk menerima bimbingan dari Roh Kudus dalam
     kegiatan positif -- dapat memberikan sumbangan yang cukup penting
     bagi orang Kristen dalam usahanya untuk menerima dan menyesuaikan
     diri menghadapi tekanan kehidupan yang bisa mengancam kestabilan
     emosinya dan kesehatan mentalnya. Kepenuhan iman yang meliputi
     keyakinan dan kepercayaan dapat menuntun orang untuk melakukan
     tindakan nyata.

-*- Sumber diterjemahkan dari -*-:
  Judul Buku: The Christian Handbook of Psychiatry
  Penulis   : O. Quentin Hyder, M.D.
  Penerbit  : Flemming H. Revell Company Old Tappan, New Jersey, 1971
  Halaman   : 50 - 51


*SURAT *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* SURAT*

  Dari: robby tarigan <rby_ministries@>
  >Tolong kalau bisa keluarkan edisi yang mendatang dengan artikel
  >hati bapa atau hal-hal yang menyangkut kebapaan, baik bapa secara
  >horizontal (yang ada di bumi) atau vertikal (yang di surga). Dan
  >kalau bisa lengkap dengan semua contoh dan pengajarannya. Atas
  >perhatiannya saya berterima kasih dan Tuhan Yesus memberkati!!!

  Redaksi:
  Terima kasih atas usulannya. Kami akan membahas usulan topik ini
  dengan staf Redaksi sehingga dapat dijadikan usulan topik untuk
  tahun 2003.

e-KONSEL*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*e-KONSEL
                          STAF REDAKSI e-Konsel
                       Yulia O., Lani M., Ka Fung
                     PENANGGUNG JAWAB ISI dan TEKNIS
                          Yayasan Lembaga SABDA
                      INFRASTRUKTUR dan DISTRIBUTOR
                           Sistem Network I-KAN
                       Copyright(c) 2002 oleh YLSA

*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
 Anda punya masalah atau perlu konseling? <masalah-konsel@sabda.org>
 Informasi/artikel/bahan/sumber konseling/surat/saran/pertanyaan/dll.
 dapat dikirimkan ke alamat:             <owner-i-kan-konsel@xc.org>
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
 Berlangganan: Kirim e-mail kosong ke: subscribe-i-kan-konsel@xc.org
 Berhenti:     Kirim e-mail kosong:  unsubscribe-i-kan-konsel@xc.org
 Sistem Lyris: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?visit=i-kan-konsel
 ARSIP publikasi e-Konsel:  http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org