Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-humor/552

e-Humor edisi 552 (20-2-2003)

BELALANG

Hai,
Ternyata menarik kesimpulan itu memerlukan kecerdasan tersendiri.
Apa jadinya jika orang yang melakukan penelitian tidak bisa menarik
kesimpulan yang sesuai dengan hasil penelitiannya?

BELALANG
========

Seorang siswa teladan di SMU sedang melakukan uji coba pada belalang
yang sudah terlatih.

Ia mencoba untuk memotong 1 buah kakinya dan berteriak "lompat".
Kemudian belalang tersebut melompat. Kemudian ia memotong 1 kakinya
lagi dan berteriak "lompat", kemudian belalang itu melompat.

Dan hal itu ia lakukan berulang-ulang hingga semua kakinya habis
dipotong. Ia pun berteriak "lompat" tapi belalang itu tak mau
lompat. Ia teriak sekali lagi dan sama, belalang itu tak mau lompat.

Lalu ia membuat kesimpulan: "Setelah semua kaki belalang dipotong,
belalang tersebut akan menjadi tuli."

---------------------------------------------------------------------
        "Aku tujukan perhatianku untuk memahami, menyelidiki,
                  dan mencari hikmat dan kesimpulan,
         serta untuk mengetahui bahwa kefasikan itu kebodohan
            dan kebebalan itu kegilaan." (Pengkhotbah 7:25)
             < http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Pen+7:25 >
---------------------------------------------------------------------
Sumber: Ketawaketiwi

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org