Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/772

e-BinaAnak edisi 772 (21-3-2018)

Paskah

e-BinaAnak -- Edisi 772/Maret/2018
 
Paskah
e-BinaAnak -- Edisi 772/Maret/2018
 

e-BinaAnak

Salam kasih,

Pada bulan ini, kita akan memperingati kematian dan kebangkitan Tuhan kita, Yesus Kristus. Momen tersebut kiranya juga mengingatkan kita sebagai murid Yesus untuk memaknai arti dari kebangkitan-Nya, yang merupakan dasar dari iman Kristen. Sudahkah kita menyampaikan makna mendalam dari hal tersebut kepada anak layan kita?

Pada edisi ini, redaksi menyajikan artikel tentang "Arti Penting Kebangkitan". Kiranya artikel ini dapat membekali kita semua dalam menyampaikan makna mendalam dari peristiwa tersebut kepada anak layan kita. Untuk memperlengkapi momen Paskah ini, disediakan pula tip tentang beragam kegiatan Paskah, serta bahan mengajar yang berisi serangkaian renungan untuk enam hari berturut-turut dalam rangka memperingati kematian dan kebangkitan Yesus.

Segenap redaksi e-BinaAnak mengucapkan: Selamat memperingati kematian dan kebangkitan Kristus Yesus, sang Juru Selamat kita. Tuhan Yesus memberkati.

Tika

Pemimpin Redaksi e-BinaAnak,
Rostika

 

MUTIARA GURU

<a target='_blank' href='http://alkitab.mobi/?1 Petrus+2:24, '>1 Petrus 2:24</a>, AYT

 

ARTIKEL Arti Penting Kebangkitan

Gambar: Kubur kosong

Dari empat agama besar yang didasarkan pada kepribadian pendirinya, hanya agama Kristen yang menyatakan kubur kosong bagi pendirinya. Iman Kristen tidak mungkin muncul bila kebangkitan tidak terjadi. Murid-murid-Nya hanya akan menjadi simbol kekalahan dan kehancuran. Mereka mungkin akan mengingat Yesus sebagai guru terkasih mereka. Mungkin peristiwa penyaliban hanya akan melenyapkan harapan akan Mesias. Salib akan kelihatan menyedihkan dan memalukan sebagai akhir karier Yesus.

Kekristenan mula-mula sangat bergantung pada kepercayaan murid-murid-Nya bahwa Allah telah membangkitkan Yesus dari kematian.

Mengapa kebangkitan Yesus Kristus disebut sebagai bukti bahwa diri-Nya adalah Anak Allah?

Dia bangkit dengan kuasa-Nya sendiri. Dia mempunyai kuasa untuk memberikan nyawa-Nya dan untuk mengambilnya kembali (Yohanes 10:18). Ini tidak bertentangan dengan pasal lain yang menyatakan bahwa Yesus dibangkitkan oleh kuasa Bapa karena Bapa dan Anak bekerja bersama-sama, seperti halnya penciptaan, tiga pribadi Allah, yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus, bekerja sama secara harmonis.

Secara jelas, Yesus telah menyatakan bahwa Ia adalah Anak Allah. Kebangkitan-Nya dari kematian merupakan meterai/persetujuan dari Allah Bapa akan kebenaran penyataan-Nya. Jika Allah tidak menyetujui penyataan Yesus sebagai Anak-Nya, Allah tidak akan membangkitkan Yesus dari kematian. Kenyataannya, Allah membangkitkan Yesus dari kematian. Allah Bapa seolah berkata, "Engkaulah Anak-Ku, hari ini Aku menegaskan sejelas-jelasnya."

Khotbah Petrus saat hari Pentakosta juga didasarkan pada kebangkitan Kristus (Kisah Para Rasul 2:14-40). Kebangkitan tidak hanya sebatas tema karena khotbah itu menekankan pentingnya kebangkitan. Kalau ajaran kebangkitan dihilangkan, semua ajaran kekristenan juga akan hilang.

Kebangkitan merupakan:

  • penjelasan kematian Yesus,
  • penggenapan nubuat dalam Perjanjian Lama tentang Mesias,
  • sumber kesaksian murid-murid,
  • alasan pencurahan Roh Kudus, dan
  • penegasan posisi Yesus sebagai Mesias dan Raja.

Tanpa kebangkitan, posisi Yesus sebagai Mesias dan Raja tidak akan terjelaskan. Tanpa kebangkitan, pencurahan Roh Kudus akan meninggalkan misteri yang tidak dapat dijelaskan. Tanpa kebangkitan, sumber kesaksian murid-murid hilang. Kebangkitan adalah penggenapan dari nubuat mengenai Mesias yang akan bangkit di dalam Mazmur 16:10, "tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan". Hal ini menjelaskan alasan mengapa khotbah pertama kekristenan didasarkan kepada Yesus yang telah bangkit.

Perjanjian Baru menggaungkan fakta kebangkitan Yesus. Kitab-kitab Injil mencatat pernyataan Yesus bahwa Ia akan dikhianati, dibunuh, dan bangkit lagi. Mereka menyaksikan bahwa kubur-Nya telah kosong dan Ia menampakkan diri kepada murid-murid-Nya seperti yang telah Ia katakan. Kisah Para Rasul mencatat kebangkitan Kristus sebagai fakta dan menjadikannya pusat pengajaran. Surat-surat dalam Perjanjian Baru dan Kitab Wahyu menjadi tidak berarti tanpa kebangkitan Yesus.

Kebangkitan diterima baik oleh:

  • keempat Injil yang terpisah,
  • sejarah kekristenan mula-mula (Kisah Para Rasul), dan
  • surat-surat yang ditulis oleh Paulus, Petrus, Yohanes, Yudas, termasuk surat kepada orang Ibrani.

Ada banyak kesaksian yang dapat dipercaya dan Perjanjian Baru merangkum kesaksian tersebut. Dengan demikian, kebangkitan Kristus menjadi fakta objektif yang dapat dipercaya.

Sejak awal, kekristenan mula-mula telah bersama-sama memberikan kesaksian mengenai kebangkitan Kristus. Ini merupakan dasar pengajaran dan iman gereja yang telah masuk ke dalam literatur Perjanjian Baru. Jika semua pasal yang berhubungan dengan kebangkitan dihilangkan, kita hanya akan mendapatkan Perjanjian Baru yang kacau dan tidak dapat dijelaskan. Kebangkitan telah merasuk ke dalam kehidupan orang Kristen mula-mula. Hal ini muncul dalam banyak hal seperti, lukisan-lukisan dinding, himne, dan menjadi tema yang kuat dalam penulisan-penulisan pembelaan iman Kristen pada empat abad pertama.

Jika kebangkitan bukan peristiwa sejarah, kuasa kematian tidak akan kalah. Kematian Kristus pun menjadi tidak berarti sehingga umat yang percaya kepada-Nya akan tetap mati dalam dosa. Keadaan seseorang tidak akan berbeda dengan saat sebelum ia mendengar nama-Nya.

Memang sulit untuk menggambarkan depresi hebat yang dialami para murid sebagai akibat dari penyaliban Yesus. Mereka tidak memiliki konsep bahwa kebangkitan lebih berarti daripada kematian. Mereka berpikir bahwa Mesias akan memerintah selamanya (Yohanes 12:34). Namun, para murid tidak mungkin memercayai Yesus tanpa memercayai kebangkitan-Nya dari kematian.

Gambar: Yesus bangkit

Kebangkitan telah mengubah bencana menjadi kemenangan. Lewat kebangkitan-Nya, dengan tegas Yesus dinyatakan sebagai Mesias. Dengan demikian, oleh kebangkitan, maka makna penyaliban sebagai cara mati yang memalukan telah berubah menjadi kematian yang berperan dalam penyelamatan umat manusia.

Tanpa kebangkitan, kematian Yesus hanya menjadi kutukan Tuhan. Namun, lewat kebangkitanlah, kematian Yesus sekarang dapat dilihat sebagai suatu peristiwa yang menandakan bahwa pengampunan dosa umat manusia sudah terjadi. Tanpa kebangkitan, kekristenan tidak pernah terjadi karena para murid hanya melihat Yesus sebagai guru yang baik dan tidak akan pernah percaya bahwa Yesus adalah Mesias.

Kebangkitan menjadi fakta yang penting karena menggenapkan keselamatan kita. Yesus datang untuk menyelamatkan kita dari dosa sehingga kita pun selamat dari kematian. Kebangkitan juga membuat perbedaan yang tajam antara Yesus dengan semua pendiri agama. Tulang-tulang dari semua pendiri agama, selain Yesus, masih berada di bumi, tetapi kubur Yesus kosong.

Kebangkitan telah memberi dampak yang besar. Hidup menjadi penuh harapan; kehidupan lebih berkuasa daripada kematian; kehidupan pada akhirnya menang. Tuhan telah menyentuh kita di sini. Ia telah mengalahkan kematian, musuh terakhir kita.

Kebangkitan telah mengubah hidup para murid sebelum dan sesudah kebangkitan. Sebelum melihat kebangkitan, mereka lari dan menyangkal Gurunya. Mereka berkumpul dan bersembunyi dalam ketakutan dan kebingungan. Setelah melihat kebangkitan, mereka diubahkan menjadi rasul yang berani dan percaya diri, menjadi penginjil yang memengaruhi dunia, bersedia mati sebagai martir dan bersukacita sebagai utusan Kristus.

Yesus telah bangkit dan mengalahkan kuasa kematian. Jika Saudara mau percaya kepada Yesus, kematian bukan hal yang menakutkan karena kebangkitan maupun hidup yang kekal akan Saudara terima. Maukah Saudara?

Download Audio

Sumber asli:
Nama situs : Pemuda Kristen
Alamat situs : http://www.pemudakristen.com/artikel/arti_penting_kebangkitan.php
Judul asli artikel : Arti Penting Kebangkitan Kristus
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 27 April 2006

Diambil dan disunting dari:
Nama situs : PEPAK
Alamat situs : http://pepak.sabda.org/27/apr/2006/anak_arti_penting_kebangkitan
Tanggal akses : 2 Februari 2018
 

TIP Aneka Kegiatan Paskah

Hari PASKAH tidak selalu harus diisi dengan kegiatan yang berhubungan dengan telur. Banyak kegiatan bermanfaat lainnya yang dapat Anda dan anak-anak lakukan. Kegiatan-kegiatan tersebut bisa menjadi sebuah kegiatan yang berarti bagi Anda dan anak-anak.

Gambar: Kumpul keluarga

1. Pertimbangkanlah untuk beribadah di alam terbuka pada waktu matahari terbit. Tentukanlah sebuah tempat di luar rumah atau luar kelas sebagai tempat untuk membaca dan berdoa bersama keluarga atau murid-murid Anda sambil menyaksikan matahari terbit. Setelah itu, rencanakanlah makan pagi bersama yang khusus.

2. Bila Anda berkumpul bersama dengan keluarga besar atau teman-teman untuk makan malam Paskah, anak-anak dapat menceritakan apa yang telah mereka nikmati saat beribadah bersama keluarga selama satu pekan yang lalu.

3. Ada banyak makanan tradisional sehubungan dengan Paskah. Anda dapat menentukan beberapa makanan unik yang akan keluarga Anda santap pada hari Paskah. Dalam beberapa budaya, disajikan sepotong roti manis yang dinamakan roti Paskah. Barangkali Anda memiliki makanan khusus yang ingin Anda santap dalam merayakan Paskah.

[Catatan Redaksi: Bersama anak-anak SM yang lebih besar, guru SM bisa membuat kue kering yang di atasnya diberi gambar/hiasan ekspresi DUKACITA :( dan sebagian lagi ekspresi orang SUKACITA :) Kue dengan gambar dukacita menggambarkan perasaan kita ketika melihat kematian Kristus, kue gambar sukacita menggambarkan perasaan gembira kita karena kebangkitan Kristus.]

4. Setiap anggota keluarga atau anak-anak dalam kelas SM Anda dapat menulis sepucuk surat pendek kepada dirinya sendiri. Tuliskan pula dalam surat itu hal-hal yang amat berarti dalam Paskah tahun ini atau beberapa tujuan rohani yang diharapkan tercapai pada tahun depan. Anak-anak kelas kecil dapat mendiktekannya kepada orang dewasa atau guru mereka. Masukkan surat-surat ini ke dalam sebuah amplop yang tertutup. Simpanlah amplop ini sampai Paskah yang akan datang. Anak-anak akan senang sekali melihat kembali apa yang mereka tulis setahun yang lalu dan melihat bagaimana tulisan mereka bertambah baik.

Sumber asli:
Judul buku : Kristus Dalam PASKAH
Pengarang : Charles Colson, Billy Graham, Max Lucado, dan Joni Eareckson Tada
Penerbit : BPK Gunung Mulia, Jakarta: 1998
Halaman : 70 -- 71

Diambil dan disunting dari:
Nama situs : PEPAK
Alamat situs : http://pepak.sabda.org/15/apr/2004/anak_aneka_kegiatan_paskah
Tanggal akses : 2 Februari 2018
 

BAHAN MENGAJAR Renungan: Jalan Pulang

Bahan mengajar berikut ini adalah rangkaian renungan untuk enam hari berturut-turut dalam rangka memperingati kematian dan kebangkitan Yesus. Dapat digunakan sebagai renungan di rumah atau dimodifikasi untuk pelajaran sekolah minggu.

Gambar: Jalan Salib

HARI 1: Yesus Memasuki Yerusalem
(Matius 21:1-17)

  1. Siapakah Yesus menurut orang banyak itu?
  2. Bagaimana kamu dapat menggambarkan Yesus kepada orang lain?

HARI 2: Yesus Diurapi: Perjamuan Malam Terakhir
(Matius 26:1-25)

  1. Mengapa Yesus mengatakan bahwa perempuan yang meminyaki kaki-Nya telah melakukan "perbuatan yang baik"?
  2. Apakah hal terbaik yang dapat kamu persembahkan kepada Allah?

HARI 3: Getsemani: Yudas Mengkhianati Yesus
(Matius 26:30-56)

  1. Siapakah murid-murid yang berada bersama dengan Yesus?
  2. Pernahkah kamu merasa begitu ketakutan untuk melakukan apa yang seharusnya dilakukan?

HARI 4: Yesus di Hadapan Pilatus
(Matius 27:1-31)

  1. Mengapa Pilatus berusaha meyakinkan orang banyak agar membebaskan Yesus? Mengapa akhirnya ia menyerah pada tuntutan orang banyak?
  2. Bagaimana orang banyak dapat memengaruhimu dalam mengambil suatu keputusan?

HARI 5: Kematian dan Penguburan Yesus
(Matius 27:32-66)

  1. Apa yang Yesus ucapkan sebagai kata-kata-Nya yang terakhir?
  2. Pernahkah kamu merasa seolah Allah meninggalkanmu? Bagaimana rasanya?

HARI 6: Kebangkitan Yesus
(Matius 28:1-20)

  1. Perempuan-perempuan itu melihat Yesus dan menyembah-Nya.
  2. Apa yang terjadi ketika murid-murid melihat Dia?
  3. Bagaimana kamu memperingati kebangkitan Yesus?

Selengkapnya »

Sumber asli:
Judul buku : Belajar bersama
Pengarang : Janice Y. Cook
Penerbit : Yayasan Gloria, Yogyakarta: 1999
Halaman : 171 -- 173
 
Stop Press! Kumpulan Bahan Paskah dari YLSA

Apakah Anda sedang mempersiapkan acara Paskah di gereja, persekutuan, atau komunitas Anda? Kunjungilah situs Paskah Indonesia! Situs Paskah Indonesia berisi bahan-bahan seputar Paskah berupa artikel, drama, puisi, kesaksian, buku, humor, tip Paskah, lagu Paskah, dll.. Anda juga bisa mengirimkan bahan-bahan Paskah karya Anda ke situs ini dan membagikannya kepada orang lain. Selain situs ini, Anda juga bisa berkunjung ke situs Paskah.co yang juga memiliki banyak sumber bahan referensi Paskah yang berkualitas. Jadi, pastikan Anda akan mendapat banyak bahan Paskah yang alkitabiah dalam berbagai jenis untuk mendukung persiapan Paskah Anda melalui situs Paskah kami.

Situs Paskah Indonesia

YLSA juga menghadirkan kisah-kisah Paskah dalam bentuk video menarik yang dapat diunduh secara gratis di YouTube. Kami juga mengundang Anda untuk berinteraksi dengan anak-anak Tuhan yang lain dan berbagi berkat/pengalaman/bahan seputar Paskah di Facebook Paskah.

Paskah segera datang, jangan menunda lagi. Segeralah kunjungi sumber-sumber bahan Paskah YLSA dan dapatkan berkatnya!

Situs Paskah Indonesia
YouTube
Facebook Paskah
 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi e-BinaAnak.
binaanak@sabda.org
e-BinaAnak
@sabdabinaanak
Redaksi: Rostika, Ariel, dan Davida
Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2018 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org