Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/573

e-BinaAnak edisi 573 (22-2-2012)

Kemurahan Hati (IV)

___e-BinaAnak (Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak)____

DAFTAR ISI
BAHAN MENGAJAR: GIAT MENOLONG
MUTIARA GURU

Shalom,

Sikap murah hati harus diajarkan kepada anak sejak dini. Sikap ini
dapat dilatih, salah satunya dengan menolong orang lain yang ada di
sekitar kita. Edisi kali ini akan memberikan pelajaran berharga
mengenai sikap murah hati melalui kisah hidup seorang anak bernama
Martin. Martin melakukan hal yang menyenangkan hati Tuhan. Apa yang
dilakukan Martin? Simak edisi ini dengan saksama dan dapatkan
berkatnya. Tuhan Yesus memberkati.

Staf Redaksi e-BinaAnak,
Santi Titik Lestari
< http://pepak.sabda.org/ >

               BAHAN MENGAJAR: GIAT MENOLONG

Martin adalah seorang anak yang suka bermain. Kadang-kadang setelah
pulang dari sekolah ia tidak pulang ke rumah, tetapi malah bermain
dengan teman-temannya sampai sore hari. Ibunya khawatir, sehingga
selalu menunggunya di depan rumah. Ibu menasihati Martin agar tidak
bermain ke tempat lain sesudah pulang dari sekolah. Dia harus segera
pulang. Tetapi Martin sering lupa. Ia main lagi, main lagi.

Pada awalnya masuk sekolah minggu, Martin sering datang terlambat. Ia
kadang-kadang sering menghilang di kelas sekolah minggu. Ibu guru
mencari dia, "Mana Martin?" Hahaha... ternyata Martin tertidur di
bawah meja belajar. Setelah Martin agak besar, ia giat mempelajari
firman Tuhan dan setia mengikuti ibadah di gereja. Dari pelajaran
sekolah minggunya, ia belajar bahwa Tuhan Yesus cinta anak-anak, semua
anak diundang untuk datang kepada-Nya. Martin juga mengasihi Tuhan
Yesus, ia mau datang kepada-Nya.

Pada waktu mengikuti Sekolah Injil Liburan (SIL), Martin belajar bahwa
Tuhan Yesus setia melayani orang kesusahan, kesakitan, kelaparan, dan
lain-lain. Ia diajarkan supaya suka menolong orang lain juga. Hmm...
Martin mau menolong orang lain, tetapi dia tidak tahu harus bagaimana?
Ternyata setelah di SMP, Martin menjadi anak yang pandai sekali. Ia
mulai menolong orang lain yang kurang mengerti. Ia menolong temannya
belajar berhitung, membaca, juga berolahraga. Ia seorang yang giat
menolong orang lain.

Pada suatu hari, dapur sekolah tempat Martin mengajar dan
sekelilingnya terbakar. Wah, ia melihat kalau Pak Jaga masih di dalam
dapur. Kasihan dia tidak bisa keluar. Tanpa berpikir, Martin berlari
memasuki dapur yang sedang terbakar itu. Api mengepul besar, tapi
pemadam kebakaran belum juga tiba. Ia menggendong Pak Jaga dan
menolongnya keluar. Mereka berdua terbakar. Muka mereka hangus.

Martin dan Pak Jaga dibawa ke rumah sakit untuk diobati. Wajah Martin
sulit dikenali karena lukanya agak parah. Pendeta, keluarga, dan
teman-teman mereka berdoa dan memohon agar Tuhan memberi kesembuhan
bagi mereka. Setelah satu bulan berobat, luka-luka di wajah, telinga,
serta lengannya berangsur-angsur pulih. Tubuh Martin kuat. Setelah dua
sampai tiga bulan, tubuhnya sudah kembali sehat. Pak Jaga yang
bertubuh kecil meninggal tidak lama setelah pulang dari rumah sakit.

Setelah sembuh, Martin kembali menjalankan tugasnya, yaitu belajar,
mengajar, dan menolong anak-anak yang ketinggalan pelajaran di
sekolah. Ia juga tetap setia menjalankan tugas pelayanan di gereja.
Pada suatu hari, kakak dari teman lamanya memanggil dia untuk bertemu.
Ternyata kakak itu meminta tolong agar Martin menolong adik kecilnya
yang sedang belajar di luar negeri. Menolong apa? Menolong agar
adiknya bisa mengikuti pelajaran di sekolah. Semua ongkos perjalanan
dan kehidupan di sana akan ditanggungnya.

Luar biasa, Tuhan memberi hadiah kepada Martin yang giat menolong.
Menolong orang lain membuat hati Tuhan senang, orang lain senang, diri
sendiri juga senang. Tuhan memberkati.

(Peristiwa ini terjadi sekitar 35 tahun yang lalu. Martin sekarang
masih tinggal di Amerika Serikat, sudah menikah, memunyai 3 orang anak
dan 2 orang cucu).

Kegiatan: Anak-anak belajar membalut luka.

Anak berlatih memberi pertolongan pertama bagi orang yang terjatuh dan
luka di kaki atau tangan.

1. Siapkan papan kecil, perban, kain kasa, alkohol, obat
   merah/Betadin.
2. Bersihkan bagian yang terluka.
3. Bubuhkan Betadin pada bagian yang terluka dan tutup dengan kain
   kasa.
4. Pasang papan kecil di bawah lengan/betis yang terluka.
5. Balut erat-erat pada bagian yang terluka termasuk papan kecilnya.

Diambil dari:
Judul buku: Aku Giat
Judul bab: Aku Giat Menolong
Judul asli artikel: Martin Giat Menolong
Penulis: Susan S. Wiriadinata
Penerbit: Lembaga Literatur Baptis, Bandung
Halaman: 17 -- 18

                             MUTIARA GURU

"Saat kita melakukan hal-hal kecil dengan keinginan kuat untuk
menyenangkan Allah, maka hal-hal kecil itu pun menjadi besar."
(St. Francis De Sales)

Kontak: < binaanak(at)sabda.org >
Redaksi: Davida Welni Dana, Santi Titik Lestari, dan Melina Martha
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/binaanak >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org >

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org