Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/568

e-BinaAnak edisi 568 (18-1-2012)

Visi Allah dalam Pelayanan Sekolah Minggu (III)

___e-BinaAnak (Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak)____

DAFTAR ISI
TIP: MELAYANI LEBIH SUNGGUH

Salam jumpa,

Guru sekolah minggu yang memahami dan mengerti visi Allah dalam
pelayanan anak, pasti menyadari bahwa mereka harus melakukan tugas
pelayanan mereka dengan sungguh-sungguh. Bagaimanakah kita dapat
menjadi pelayan anak yang benar-benar melayani Tuhan dengan sikap hati
yang benar? Silakan simak sajian redaksi minggu ini. Kiranya menjadi
berkat bagi kita semua.

Pemimpin Redaksi e-BinaAnak,
Davida Welni Dana
< evie(at)in-christ.net >
< http://pepak.sabda.org/ >

                      TIP: MELAYANI LEBIH SUNGGUH
                   Diringkas oleh: Davida Welni Dana

"Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu
seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." (Kolose 3:23)
< http://alkitab.sabda.org/?Kolose+3:23 >

Secara umum, apa artinya melayani?

Biasanya, orang Kristen beranggapan bahwa melayani berarti terlibat
aktif di gereja atau melakukan tindakan-tindakan sosial
kemasyarakatan. Namun, makna sejati dari melayani bukanlah tindakan,
namun juga soal hati.

Ketika kita memutuskan untuk menjadi guru sekolah minggu, dengan
tujuan agar keinginan dan ide-ide kita dituruti, itu bukan melayani,
tetapi berdagang. Atau, kita berharap mendapatkan fasilitas,
kemudahan, atau bantuan materi dari gereja. Itu namanya bukan
melayani, tetapi bekerja. Bisa juga kita menjadi guru sekolah minggu
untuk mendapatkan pujian manusia dan menarik perhatian orang lain. Itu
namanya kampanye, bukan melayani. Melayani sebagai guru sekolah minggu
bukan hanya soal perbuatan yang terlihat, namun juga soal hati. Apakah
perbuatan-perbuatan tersebut dilandasi oleh semangat seorang pelayan.

Bagaimanakah seorang pelayan dapat memiliki semangat melayani yang
sejati itu?

1. Melakukan semampunya bukan semaunya.

Apa pun yang menjadi tugas dan bagian kita, lakukanlah dengan
sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya. Tidak asal-asalan atau
setengah-setengah. Bukan menyisakan, tetapi menyisihkan. Artinya,
tidak memberikan sisa-sisa waktu, tenaga, materi, dan sebagainya. Yang
harus kita lakukan adalah menyisihkan sesuatu sebelum diberikan.
Berarti dengan sengaja memberikan semua hal yang diperlukan untuk
pelayanan.

Seorang pelayan pun harus selalu berkonsentrasi pada tugasnya. Ia
tidak memusingkan hasil seperti yang diharapkan manusia. Dia fokus
untuk melakukan yang terbaik dengan seluruh kemampuannya untuk Tuhan.

2. Memberi bukan menerima.

Seorang pelayan sejati melakukan sesuatu yang baik tanpa harapan
mendapat balasan apa pun untuk diri sendiri. Motivasinya hanya
memberi. Seorang pelayan tidak akan bertanya, "Apa yang akan saya
dapatkan?" Sebaliknya, dia akan bertanya, "Apa yang dapat saya
berikan?" Jika tidak memperoleh apa-apa dari pelayanannya, dia tidak
akan undur, patah semangat, atau sakit hati. Jika pelayanan kita
didasari pada harapan mendapat kepuasan dan kesenangan, itu artinya
kita tidak sedang melayani, tetapi sedang dilayani.

3. Tidak mengedepankan keinginan pribadi.

Dalam melayani, jangan memilih-milih tugas atau tempat pelayanan.
Lakukan semua tugas pelayanan dengan sukacita, tidak terpaksa, tidak
bersungut-sungut, dan tidak asal-asalan. Jika kita hanya mau melakukan
pelayanan yang kita suka, bisa jadi kita sedang melayani diri sendiri,
bukan melayani Tuhan. Dalam pelayanan, mungkin saja kita menghadapi
situasi ini: melakukan tugas yang tidak kita sukai. Namun, jangan
takut untuk melangkah. Ingatlah dua hal berikut ini.

a. Yakinlah bahwa Tuhan yang memanggil kita untuk melakukan sebuah
tugas. Pasti Dia yang akan memperlengkapi kita dengan segala sesuatu
yang kita perlukan, agar dapat mengerjakan tugas yang Dia percayakan
kepada kita. Sediakan diri kita untuk Tuhan, dan yakinlah bahwa Tuhan
tidak memanggil kita dengan sembarangan. Dia sudah mempertimbangkan
segala sesuatunya.

b. Ingatlah bahwa kesukaan pelayanan bukan terletak pada mengerjakan
tugas-tugas yang kita sukai, tetapi justru ketika kita bisa menyukai
apa yang seharusnya kita lakukan.

Diringkas dari:
Judul buku: Menjadi Guru Sekolah Minggu yang Efektif
Judul artikel: Melayani Lebih Sungguh
Penulis: Ayub Yahya
Penerbit: Footprints Publishing, Yogyakarta 2011
Halaman: 9 -- 16

Kontak: < binaanak(at)sabda.org >
Redaksi: Davida Welni Dana, Santi Titik Lestari, dan Melina Martha
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/binaanak >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org >

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org