Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/566

e-BinaAnak edisi 566 (4-1-2012)

Visi Allah dalam Pelayanan Sekolah Minggu (I)

___e-BinaAnak (Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak)____

DAFTAR ISI
ARTIKEL: HAKIKAT SEKOLAH MINGGU
WARNET PENA: BUKU ONLINE -- BIARKANLAH ANAK-ANAK DATANG KEPADAKU

Shalom,

Puji Tuhan! Kita sudah memasuki tahun yang baru, tahun 2012. Semua
kesibukan Natal dan akhir tahun baru saja dilewati. Mari kita sejenak
mengevaluasi, apakah kita mendapatkan kesegaran rohani dalam setiap
kesibukan pelayanan kita? Atau, kita justru mengalami keletihan?
Apakah kita menutup tahun dengan semangat yang semakin berkobar untuk
melayani Tuhan, atau justru meredup?

Membuka lembaran tahun 2012 ini, redaksi mengajak Rekan pelayan Anak
semua untuk kembali melihat visi Tuhan dalam setiap pelayanan yang
kita kerjakan. Melalui firman Tuhan, kita bisa lebih memahami lagi apa
yang Allah ingin kita kerjakan untuk menggembalakan domba-domba
kecil-Nya. Simaklah artikel yang kami sajikan minggu ini, yang dapat
menolong Anda untuk melihat lagi arah pelayanan sekolah minggu
berdasarkan prinsip firman Tuhan. Jangan lewatkan pula untuk membaca
buku online "Biarkanlah Anak-Anak Kepada-Ku", yang resensinya kami
sajikan dalam kolom Warnet Pena. Biarlah melalui edisi awal tahun ini,
kita memulai pelayanan dalam sekolah minggu dengan lebih memahami dan
taat akan visi yang telah Tuhan nyatakan melalui firman-Nya.

Selamat Tahun Baru 2012.

Pemimpin Redaksi e-BinaAnak,
Davida Welni Dana
< evie(at)in-christ.net >
< http://pepak.sabda.org/ >

                   HAKIKAT SEKOLAH MINGGU

Mengacu kepada perkataan Tuhan Yesus Kristus sendiri: "Biarkanlah
anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku,
sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Surga"
Matius 19:14.

Ayat Alkitab ini sering ditafsirkan semata-mata untuk menyatakan bahwa
sikap seseorang yang benar di hadapan Tuhan adalah sikap sebagai
seorang anak kecil yang dengan penuh kejujuran, kerendahan hati dan
keterbukaan datang menghampiri dan menyerahkan diri kepada Yesus
Kristus. Penafsiran ini memang tepat berdasarkan Matius 18:3 dan 4.
Namun di dalam perkataan Tuhan Yesus itu sesungguhnya ada beberapa
pengajaran yang penting yaitu:

1. Tuhan Yesus sangat mengasihi anak-anak dan menghendaki mereka untuk
datang kepada-Nya.

2. Tuhan Yesus memerintahkan agar jangan seorang pun menghalangi dan
membuat kesulitan bagi anak-anak untuk datang kepada-Nya.

3. Tuhan Yesus memerintahkan agar orang-orang dewasa menolong sehingga
anak-anak dapat dengan mudah datang kepada-Nya, tanpa ada suatu
halangan.

4. Tuhan Yesus menghargai seorang anak sama seperti Ia menghargai
seorang dewasa.

5. Tuhan Yesus mengajarkan bahwa di dalam diri seorang anak ada
sesuatu yang indah yang seharusnya dimiliki oleh seorang dewasa dalam
hubungannya secara pribadi dengan Tuhan.

Di dalam pengajaran Tuhan Yesus ini, ternyata Tuhan Yesus
memerintahkan adanya suatu pelayanan yang khusus bagi anak-anak untuk
menolong mereka datang pada-Nya.

Tuhan Yesus memberi perhatian khusus kepada anak-anak. Ia menyediakan
waktu untuk melayani anak-anak di tengah kesibukan-Nya. Tuhan Yesus
tidak bersikap meremehkan anak-anak. Ia menghendaki agar anak-anak
dibawa kepada-Nya dan menerima berkat-Nya. Inilah kehendak Tuhan Yesus
kepada murid-murid-Nya dan kepada gereja sampai hari ini.

Ketika semua orang tidak memedulikan nasib anak-anak dan para remaja
yang "telantar dan nakal", Robert Rikes dengan tepat mengambil sikap
yang menunjukkan bahwa ia mengerti dan menghayati firman Tuhan ini.
Dengan penuh pengabdian dan kasih, Robert Rikes melayani dan
membimbing mereka untuk dapat mengenal kasih Tuhan Yesus. Ia
mengajarkan Alkitab kepada mereka dan dengan teratur setiap hari
minggu ia membimbing anak-anak itu ke jalan Tuhan.

Oleh karena ia memunyai misi yang jelas, dan karena ketekunan serta
kegigihannya melayani, akhirnya sekelompok anak-anak "nakal" itu
menjadi sekelompok "murid" Tuhan Yesus. Inilah kisah kelahiran sekolah
minggu yang pertama di dunia, yaitu di negara Inggris di salah satu
distrik di Gloucester (abad ke 18).

Sekolah minggu Anak, merupakan salah satu wujud pelayanan khusus di
antara anak-anak dengan tujuan membawa mereka untuk mengenal dan
menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat mereka secara
pribadi.

Dengan demikian sekolah minggu bukanlah:
- sekadar aktivitas untuk anak-anak pada hari minggu,
- sekadar kegiatan untuk anak-anak jemaat, atau
- sekadar memenuhi persyaratan minimal sebuah gereja, melainkan:

1. Sebuah wadah pembinaan iman dan program pendidikan rohani yang
bersifat melaksanakan misi yang ditetapkan Tuhan Yesus Kristus kepada
gereja-Nya. Dengan tujuan membawa anak-anak kepada pengenalan yang
benar akan Tuhan dan membimbing anak-anak kepada iman yang dewasa di
dalam Tuhan Yesus.

Karena itu, gereja tidak boleh merasa puas apabila telah memiliki
"sejumlah besar" anak-anak sekolah minggu dan sejumlah "besar" guru
sekolah minggu. Sebab harus dievaluasi apakah sejumlah besar anak-anak
sekolah minggu itu kelak akan menjadi murid Tuhan Yesus yang
sungguh-sungguh? Untuk itu, sangat dituntut adanya guru sekolah
minggu yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan dan mengenal pengajaran
Alkitab dengan benar. (Bukan sekadar sukarelawan.) Sering kali gereja
menghadapi dan mengalami fakta "hilangnya" sejumlah besar anak-anak
sekolah minggu setelah mereka beranjak ke usia remaja. Suatu kenyataan
yang sering diperhitungkan sebagai sesuatu yang wajar. Padahal itu
tidak akan terjadi bila gereja mau memberikan perhatian yang lebih
sungguh- sungguh terhadap pelayanan sekolah minggu.

Memahami hakikat pelayanan sekolah minggu dengan benar akan mendorong
gereja dan khususnya guru sekolah minggu untuk lebih bertanggung jawab
melayani anak-anak yang telah diserahkan Tuhan kepada kita.

2. Sekolah minggu sebagai "ayah dan ibu asuh rohani".

Di tengah melesatnya kemajuan teknologi zaman ini, di mana alat-alat
komunikasi berperan dalam segala bidang, sehingga tidak mustahil bagi
seorang anak balita untuk menerima informasi yang tidak sesuai dengan
usianya, di situlah muncul tantangan baru.

Berbagai macam permainan elektronik yang memikat dan mengikat hati
seorang anak sehingga kuranglah waktu untuk berkomunikasi dengan ayah
bunda. Masih ditambah dengan tuntutan yang cukup tinggi dalam dunia
pendidikan bagi anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar
sehingga menggeser kebutuhan dan mengurangi kesempatan untuk
pendidikan rohani dalam kehidupan seorang anak. Belum lagi kesibukan
yang tiada henti dalam kehidupan orang tua yang harus "bergulat" untuk
mencukupkan sandang pangan di tengah dunia yang sarat dengan tantangan
ini. Sehingga hampir kebanyakan orang tua Kristen "memasrahkan"
pendidikan rohani anak-anak yang sesungguhnya menjadi tanggung jawab
mereka, kepada gereja atau lebih tepatnya kepada guru sekolah minggu.
Dalam keadaan sedemikian gereja melalui pelayanan sekolah minggu
dipanggil untuk menjadi ayah dan ibu asuh rohani bagi anak-anak
jemaat. Dapat kita bayangkan betapa beratnya tugas gereja dan guru
sekolah minggu. Bukankah keadaan akan menjadi lebih parah dan sangat
menyedihkan bila ternyata gereja dan sekolah minggu pun tidak dapat
melaksanakan tugas yang mahapenting ini dengan baik.

3. Sekolah minggu hari ini, gereja pada masa mendatang.

Keadaan gereja pada waktu-waktu yang akan datang ditentukan oleh
keadaan sekolah minggunya pada hari ini. Bila melalui pelayanan
sekolah minggu dihasilkan "murid-murid" Yesus Kristus yang sejati dan
memunyai dedikasi tinggi maka kita dapat mengharapkan jemaat yang
dewasa dan gereja yang berkembang pada waktu-waktu yang akan datang.
Tuhan Yesus mengutus gereja ke tengah dunia untuk melaksanakan misi
agung-Nya yaitu: Menyinarkan terang Injil ke dalam dunia yang gelap
karena di bawah kuasa dosa. Dunia membutuhkan pelayanan gereja, dunia
menantikan terang Injil. Bila jemaat sebagai anggota gereja belum
merupakan jemaat yang dewasa dalam kehidupan iman, bagaimanakah gereja
dapat menjalankan tugasnya dengan baik? Gereja akan memunyai jemaat
yang dewasa apabila melaksanakan pembinaan iman dan pengajaran Firman
yang baik kepada jemaatnya dan memerhatikan pembinaan rohani di antara
anak-anak sekolah minggu.

4. Sekolah minggu sebagai ladang penginjilan.

Kita mengetahui bahwa seorang anak lebih bersifat terbuka dan jujur
dalam menerima pemberitaan Injil. Sesungguhnya, sekolah minggu
merupakan ladang yang sangat subur untuk memenangkan jiwa, memenangkan
seseorang semasa kanak-kanak, berarti kita memenangkan seluruh
kehidupannya.

Pendeta Dwight L. Moody, seorang hamba Tuhan yang terkenal dalam
pelayanan penginjilan pernah menyatakan bahwa "apabila ia memenangkan
jiwa seorang yang sudah lanjut usia, ia memenangkan sisa umur
hidupnya, tetapi apabila ia memenangkan jiwa seorang anak muda berarti
ia memenangkan seluruh kehidupannya." Pernyataan ini sungguh tepat.
Sebab apabila seorang anak sudah menyerahkan hidup kepada Tuhan Yesus
sejak kecil, berarti ia akan berbakti dan melayani Tuhan seumur
hidupnya.

5. Sekolah minggu berperan penting dalam pertumbuhan gereja.

Anak-anak memunyai kesanggupan untuk menjadi pemberita Injil yang
baik. Mereka dengan senang hati dan penuh sukacita akan mengajak
teman-teman dan saudara bahkan orang tuanya untuk mengikut Tuhan
Yesus. Banyak orang tua menjadi pengikut Kristus karena kesaksian dan
pelayanan anak-anak mereka. Murid sekolah minggu dari keluarga yang
bukan Kristen dapat dibina dan dipersiapkan untuk menjadi pemberita
Injil yang baik untuk memenangkan keluarganya. Dalam hal ini pelayanan
sekolah minggu memunyai peranan yang sangat besar dan berarti untuk
pertumbuhan gereja.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: Alkitab SABDA
Alamat URL: http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=162&res=jpz
Judul buku: Jurnal Pelita Zaman Volume 4 No. 1 Tahun 1989
Judul asli artikel: Hakekat Sekolah Minggu
Penulis: Ny. Magdalena P. Santoso
Tanggal akses: 15 Desember 2011

                    WARNET PENA: BUKU ONLINE --
                BIARKANLAH ANAK-ANAK DATANG KEPADAKU

Judul asli:	--
Penulis: Pdt. Stephen Tong
Penerjemah:	--
Penerbit: Sekolah Minggu Gereja Utusan Pantekosta, Surakarta
Ukuran buku: 21,5 x 32,5 cm
Tebal: 33 halaman
Buku Online: http://pepak.sabda.org/biarkanlah_anak_anak_datang_padaku

Sebagai seorang pengkhotbah yang dipakai Tuhan secara luar biasa, Pdt.
Stephen Tong tidak hanya memerhatikan pembinaan rohani warga dewasa
saja. Dia pun sangat memerhatikan pelayanan untuk anak-anak, bahkan
dalam agenda tahunannya sudah ditetapkan jadwal untuk menjadi
pembicara KKR anak. Buku "Biarkanlah Anak-Anak itu Datang Kepada-Ku"
merupakan bukti keseriusannya terhadap pelayanan anak-anak, secara
khusus melalui pelayanan sekolah minggu. Pelayanan sekolah minggu anak
merupakan pelayanan yang penting karena anak-anak itulah yang akan
meneruskan kehidupan gereja. Menurut psikologi perkembangan anak, masa
kanak-kanak merupakan masa yang sangat baik untuk memperkenalkan ilmu
pengetahuan dan kebenaran. Pengetahuan yang disampaikan pada masa
kanak-kanak akan mengakar dengan mudah dan kuat hingga mereka dewasa
kelak. Apalagi Tuhan Yesus sendiri memerintahkan agar anak-anak datang
dibawa kepada-Nya. Ini berarti kita harus menggembalakan anak-anak
dengan baik.

Buku ini sangat tepat dijadikan pegangan oleh guru-guru sekolah
minggu. Bab I -- Bab IV membahas dasar-dasar pelayanan sekolah minggu.
Bab V -- Bab IX berisi pembahasan dasar-dasar dan petunjuk mengajar
sekolah minggu. Bab X -- Bab XVI berisi panduan dalam ibadah/kegiatan
kelas sekolah minggu dan ide-ide kegiatan khusus di sekolah minggu
(kunjungan dan pos kebaktian anak-anak). Ketika menyusun buku ini,
Pdt. Stephen Tong menggabungkan teori dengan pengalamannya sendiri
dalam pelayanan sekolah minggu. Kekayaan pengalaman beliau merupakan
jiwa dari buku ini sehingga para pembaca tahu benar bahwa apa yang
ditulis bukan sekadar teori -- yang belum tentu dapat dipraktikkan --
namun benar-benar telah dihidupi sendiri oleh penulisnya, dan pasti
dapat dilaksanakan pula oleh para pelayanan anak lainnya. Pada akhir
tulisannya, Pdt. Stephen Tong menekankan lagi agar para guru sekolah
minggu sungguh-sungguh memerhatikan pertumbuhan anak sekolah minggu
agar tidak dirampas iblis. Oleh karena itu, gereja harus memberikan
perhatian yang besar kepada penginjilan anak-anak, sebagai bukti bahwa
kita mengasihi Tuhan.

Peresensi: Davida Welni Dana

Sumber:
Nama situs: Gudang Buku Kristen Online (GUBUK)
Alamat URL: http://gubuk.sabda.org/biarkanlah_anak_anak_datang_pada_ku
Tanggal akses: 15 Desember 2011

Kontak: < binaanak(at)sabda.org >
Redaksi: Davida Welni Dana, Santi Titik Lestari, dan Melina Martha
(c) 2011 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/binaanak >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org >

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org