Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/551

e-BinaAnak edisi 551 (14-9-2011)

Belajar dari Tokoh Alkitab: Daud (II)

___e-BinaAnak (Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak)____

DAFTAR ISI
BAHAN MENGAJAR: ANAK LAKI-LAKI, RAKSASA, DAN KATAPEL
SUA PELAYANAN ANAK: METODE CERITA UNTUK MENCERITAKAN PARA TOKOH ALKITAB

Shalom,

Sahabat e-BinaAnak yang terkasih di dalam Tuhan, mengajak anak untuk
mengetahui para tokoh Alkitab merupakan hal yang penting, karena Allah
bekerja atas kehidupan para tokoh tersebut untuk menyatakan rencana-
Nya. Kita masih melanjutkan belajar dari Daud. Dalam edisi kali ini,
kami memberikan sajian berupa Bahan Mengajar yang dapat menolong Anda
mengajarkan tentang tokoh Daud ini kepada anak-anak layan Anda.

Selamat melayani, Tuhan memberkati.

Pimpinan Redaksi e-BinaAnak,
Fitri Nurhana
< fitri(at)in-christ.net >
< http://pepak.sabda.org/ >

         BAHAN MENGAJAR: ANAK LAKI-LAKI, RAKSASA, DAN KATAPEL

Cerita Pengantar

Petrus berdiri di dekat jendela. Wajahnya menempel di kaca yang
dingin, matanya mengamati kepingan salju yang jatuh perlahan-lahan
melewati dinginnya udara pada bulan Januari. "Semua orang bisa pergi
ke berbagai tempat, kecuali aku," dia bergumam. "Hanya karena aku anak
bungsu, aku tidak pernah boleh melakukan sesuatu yang istimewa,"
keluhnya.

Ketiga kakak laki-lakinya pergi bertamasya dengan kelompok remaja,
meninggalkan Petrus di rumah seperti biasa.

Cerita Alkitab

Daud melihat wajah-wajah penuh ketakutan di sekelilingnya. Mengapa
semua orang sangat takut dengan penjahat raksasa ini? Allah berada di
sisi mereka, mengapa mereka takut? Goliat membuat mereka terlihat
bodoh! Dan tidak ada orang yang melakukan sesuatu!

Daud datang untuk melihat bagaimana keadaan ketiga kakaknya di medan
perang. Dia ingin mengirimkan bekal makanan dari ayahnya. Dia kira dia
bisa melihat para tentara itu bertempur.

Tetapi di sana, di seberang lembah itu, berdiri raksasa yang tinggi
besar. Dan, tentu saja, tidak ada yang mau melawannya karena dia,
ya... begitu besar! Jadi, saudara-saudaranya dan tentara-tentara
Israel lainnya hanya berdiri di sana, terlihat sangat ketakutan. Daud
tidak senang. Dia perlu melakukan sesuatu!

Dia berjalan ke salah satu orang dan bertanya, "Permisi, tetapi
mengapa tidak ada yang melawan orang itu?"

Tentara itu melihat ke arah Daud. "Maksudmu Goliat?"

Daud mengangguk. "Ya, apakah seseorang akan melawannya atau tidak?"

"Kamu bercanda? Dia terlalu besar!" jawab tentara itu. "Dia telah
menghancurkan orang-orang terkuat kita dalam hitungan detik! Tidak ada
orang yang akan melawan raksasa itu!"

Daud memandangnya dengan senyuman. "Aku akan melawannya!"

Pria itu tertawa, "Oh, kamu itu hanyalah seorang anak kecil!
Sebaiknya, kamu pulang sekarang. Kakak-kakakmu sudah punya makanan,
jadi pergilah!"

Daud berbalik dan berjalan, mencoba mengabaikan tawa dan ejekan
kerumunan itu.

Memangnya kenapa kalau dia masih muda? Allah di pihaknya juga! Tetapi,
dia perlu kembali ke rumah dan tampaknya tidak ada orang yang mau
mendengarnya di sini.

Saat dia hendak meninggalkan perkemahan itu, seseorang berlari di
belakangnya dan bertanya, "Maaf, kamu Daud?"

"Ya, aku Daud. Kenapa?" Tanya Daud.

"Mari ikutlah aku," jawab orang itu, meraih tangan Daud dengan lembut.
Dia membawa Daud ke tenda besar tempat Raja Saul duduk di takhta
kerajaannya.

Daud melangkah dan bertanya dengan hormat, "Tuan, Anda memanggil saya?"

Raja itu melihat ke anak muda itu. "Ah, iya. Carilah pria yang berkata
bahwa dia mau melawan Goliat."

Daud tersenyum dengan kebanggaan. "Itu saya!"

Raja Saul memandangnya dengan aneh, dan Daud berhenti tersenyum.

"Ada yang salah, Raja Saul?" tanyanya malu-malu.

"Ya! Kamu tidak bisa melawan Goliat! Kamu bukanlah siapa-siapa, hanya
anak kecil. Dia dapat meremukkanmu dalam sekejap," seru Raja Saul.

"Tetapi Allah di pihak saya, kan? Dia akan melindungi saya. Anda tidak
perlu khawatir, Raja. Semuanya akan baik-baik saja. Saya janji," ujar
Daud.

"Dulu ketika saya menjaga domba-domba ayah saya, seekor singa mencoba
menerkam salah satu domba. Saya membunuhnya dengan tangan kosong.
Pernah juga seekor beruang mencoba memangsa domba ayah saya. Saya
membunuhnya juga."

"Jika kamu mau pergi, kamu perlu memakai baju perang," katanya saat
memberi isyarat kepada penjaga untuk datang. "Ambillah baju perang
kerajaanku," ujarnya kepada penjaga.

Ketika dia kembali, Raja Saul memerintahnya untuk memakaikannya kepada
Daud. Daud berdiri atau mencoba berdiri dengan pakaian itu. Pakaian
perang itu berat. Sangat berat.

"Emm, Raja Saul?" Daud bergumam dari pakaian perang yang berat itu.

"Ya?" Dia menjawab, mencoba meletakkan pedang itu di tangan Daud.
Plang! Daud menjatuhkannya.

"Peralatan ini terlalu berat. Aku tidak bisa memakainya. Saya akan
baik-baik saja tanpa semua ini, Raja Saul."

Ketika Raja Saul tampak tak yakin, Daud berkata, "Raja Saul, Allah di
pihakku. Saya tidak takut. Izinkanlah saya melawan raksasa itu." Raja
Saul kembali ke takhtanya dan menghela napasnya dengan berat.

"Baiklah. Kamu bisa pergi," katanya. "Tetapi berhati-hatilah. Allah
besertamu."

Daud tersenyum. Saat keluar tenda, dia berkata, "Terima kasih!"

Dia kemudian tiba di lembah peperangan. Tepat di sebelahnya sana
berdiri seorang raksasa.

Daud menoleh dan melihat sungai kecil.

Dia melewatinya dan mengambil lima batu licin.

Dia meletakkan satu batu di katapel kulitnya dan mendekati raksasa
itu.

"Apakah ini?" teriak Goliat dengan keras. "Orang-orang Israel
mengirimkanku seorang anak laki-laki untuk berkelahi? Aku akan
memberikan kulitmu pada burung-burung!"

Daud bergetar tentang bayangan itu, meluruskan punggungnya, dan
menengadahkan dagunya. "Tetapi Allah di pihakku. Kamu tidak bisa
menyakitiku! Dan aku tidak takut!"

Daud dan Goliat

Goliat tertawa dan Daud mulai mengayunkan katapelnya di udara dengan
lambat pada awalnya, kemudian lebih cepat, dan lebih cepat lagi.
Goliat melihat apa yang dilakukan Daud dan mulai berjalan ke arahnya.

Kemudian JEBREET! Daud melontarkan katapelnya dan batu itu melayang ke
udara, tepat ke kepala Goliat. Kemudian BRAK!! Mata Daud melebar saat
mata raksasa itu jereng sementara waktu, kemudian dia rebah! Dia mati
dan Israel diselamatkan! Daud memenangkan perang untuk orang-orang
Israel!

Pikirkanlah!

Apakah Allah memperhitungkan ukuran kita?

Apakah Dia memperhitungkan tinggi atau pendek, gemuk atau kurus?

Apakah Allah dapat menggunakanmu untuk melakukan hal yang istimewa
bagi-Nya?

Pikirkanlah waktu ketika kamu benar-benar membutuhkan pertolongan
Allah.

Ayat Hafalan

Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan
kepadaku. (Filipi 4:13).

Mari Kita Berdoa

Tuhan yang kukasihi, bantu aku untuk mengerti bahwa Engkau mengasihiku
apa adanya. Berikan aku keberanian untuk melakukan apa yang Engkau
ingin aku lakukan. Bantulah aku mengingat bahwa Engkau ada bersamaku
setiap saat, dan siap membantuku menghadapi setiap masalah-masalahku.
Dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

Apakah Kamu Bisa Menemukan Cerita Ini di Alkitab? 1 Samuel 17. (t/Uly)

Diterjemahkan dari:
Nama situs: Childrenschapel.org
Alamat URL: childrenschapel.org/biblestories/giant.html
Judul asli artikel: A Boy, a Giant, and a Slingshot
Penulis: Rosemarie Ann Haas
Tanggal akses: 10 Juni 2011

              SUA PELAYANAN ANAK: METODE CERITA UNTUK
                  MENCERITAKAN PARA TOKOH ALKITAB

e-BinaAnak, 18 Mei 2011: Metode cerita apa sajakah yang dapat
digunakan untuk menyampaikan cerita tentang kehidupan para tokoh di
Alkitab, contohnya seperti Daud?

Elfira Yenny: Dengan "role play", yaitu melibatkan anak-anak untuk
jadi salah satu tokohnya.

Andi Iryanto: Menggunakan alat peraga dengan gambar yang berwarna.

Karin Sabrina: Dengan boneka jari yang kita buat sendiri. Murah tapi
berkesan.

Melda Monalisa: Dengan pertunjukan wayang, yang tentunya sudah
dikreasikan sendiri sesuai tema cerita.

e-BinaAnak: Banyak hal yang boleh dipelajari oleh seorang anak dari
kehidupan para tokoh Alkitab, baik maupun buruk. Dengan demikian, anak
bisa mengambil keteladanan yang baik untuk diterapkan dalam
kehidupannya. Selain itu, dengan mempelajari kehidupan para tokoh
tersebut, membuat anak semakin mengenal para tokoh di Alkitab yang
hidupnya dipakai oleh Tuhan.

Sumber: http://www.facebook.com/sabdabinaanak/posts/10150184561446629

Kontak: < binaanak(at)sabda.org >
Redaksi: Fitri Nurhana, Melina Martha, dan Truly Almendo Pasaribu
(c) 2011 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/binaanak >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org >

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org