Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/420

e-BinaAnak edisi 420 (16-2-2009)

Mengajar Anak Memberi

 

___e-BinaAnak (Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak)____

  DAFTAR ISI EDISI 420/FEBRUARI/2009

  - SALAM DARI REDAKSI: Memberi adalah Bentuk Kasih
  - ARTIKEL: Mengajar Anak untuk Memberi
  - MUTIARA GURU
  - TIPS: Mengajar Anak untuk Berbagi
  - BAHAN MENGAJAR: Ide-Ide Pelajaran Mengenai Para Penginjil:
                    Aktivitas dan Permainan untuk Kelas Balita
  - WARNET PENA: Referensi Penginjilan Anak dalam Situs PEPAK dan
                 e-MISI

______________________________________________________________________
   Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke redaksi:
  <binaanak(at)sabda.org> atau <owner-i-kan-binaanak(at)hub.xc.org>
______________________________________________________________________
SALAM DARI REDAKSI

                   MEMBERI ADALAH BENTUK KASIH

  Kata "give" tidak saja mencakup pengertian memberi, tetapi juga 
  mengandung pengertian mengorbankan. Pengorbanan yang agung telah 
  Allah ajarkan dengan memberikan putra-Nya yang tunggal, Yesus 
  Kristus, sebagai Juru Selamat bagi kita. Ajarkan kepada anak layan 
  Anda bahwa bentuk pemberian-Nya adalah wujud kasih Dia kepada kita, 
  anak-anak-Nya yang jatuh ke dalam dosa. Lewat putra-Nya, kita telah 
  didamaikan melalui pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib.

  Lalu, konsep memberi yang bagaimana yang bisa Anda ajarkan kepada 
  anak layan Anda? Di salah satu artikel publikasi e-BinaAnak minggu 
  ini, ada pernyataan menarik yang sangat memberkati saya, bahwa 
  "memberi merupakan salah satu aspek dari berbagi yang hanya akan 
  memiliki makna jika dilakukan dengan sukacita". Mungkin konsep 
  memberi dengan sukacita dapat menjadi salah satu pelajaran penting 
  yang dapat Anda ajarkan kepada anak layan Anda. Pelayan Anak, 
  silakan menyimak sajian e-BinaAnak minggu ini. Selamat mengajar anak 
  layan kita tentang pentingnya "memberi". Tuhan Yesus memberkati 
  hidup dan pelayanan Anda.

  Staf Redaksi e-BinaAnak,
  Kristina Dwi Lestari
  http://www.sabda.org/publikasi/arsip/e-binaanak/
  http://pepak.sabda.org/

     "Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu,
         bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu
  orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus,
                  sebab Ia sendiri telah mengatakan:
  Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima." (Kis. 20:35)
            < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Kisah+20:35 >

______________________________________________________________________
ARTIKEL

                  MENGAJAR ANAK UNTUK MEMBERI

  "Pada suatu kali, Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan
  memerhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti
  itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu, datanglah
  seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu
  duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka:
  `Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih
  banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti
  persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi
  janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu
  seluruh nafkahnya.`" (Markus 12:41-44)

  Hari ini adalah hari Minggu Misi di gereja anak. Anak-anak telah 
  menyimpan uang mereka di kaleng misi mereka sepanjang bulan, dan 
  hari ini adalah saatnya untuk membawa kaleng tersebut. Sebagian 
  besar anak-anak meletakkan kaleng mereka di atas lemari dapur selama 
  sebulan supaya setiap kali ayah dan ibu mereka punya uang receh, 
  mereka bisa memasukkannya ke kaleng itu. Kadang-kadang, anak itu 
  sendiri yang memasukkan uang ekstra mereka, mungkin seperempatnya. 
  Setelah sebulan, jumlah uang di dalam kaleng itu akan menjadi 
  banyak.

  Sementara itu, Johny, yang datang ke gereja dengan tetangga seberang
  jalannya, telah meletakkan kaleng misinya di lemari dapur. Johny
  tinggal dengan neneknya dan uang yang di kalengnya benar-benar
  ringan. Johny tidak pernah menerima uang saku. Ia sudah beruntung
  jika ia bisa mendapatkan pakaian dari Goodwill yang tidak berlubang
  atau bernoda. Pada hari Minggu Misi, Johny mengajak 
  tetangga-tetangganya ke gereja. Dia tidak membawa kalengnya karena 
  kaleng itu kosong. Neneknya tidak bisa memberi uang sepeser pun ke 
  kaleng itu. Ketika Johnny dalam perjalanan, dia melihat benda 
  bersinar di sisi jalan, tepat di pinggir jalan. Johny adalah seorang 
  anak yang sangat ingin tahu, jadi tentu saja, dia mencari tahu benda 
  apa itu.

  Dia terkejut dan gembira. Dua keping uang logam. Dia benar-benar 
  terkejut! Dia tahu apa yang harus dia lakukan terhadap uang itu. 
  Biasanya, saat dia dan teman-temannya pergi ke toko makanan di dekat 
  rumahnya, Johny harus menunggu di luar sedangkan teman-temannya 
  membeli permen dan minuman. Kemudian, dia akan duduk dan melihat 
  mereka memakan makanan mereka. Di kemudian hari, dia akan pergi ke 
  toko makanan itu dengan teman-temannya, tetapi akan ada yang 
  berbeda. Dia akan bisa mengantri di kasir dengan teman-temannya, 
  makan permen bersama mereka. Dia mengambil uang itu, memasukkannya 
  ke kantongnya dan segera ke rumah tetangganya untuk mengajaknya ke 
  gereja.

  Gereja anak sudah dimulai, dan anak-anak segera membawa kaleng uang 
  mereka dan memberikannya kepada pendeta mereka. Bethani memberi 15 
  ribu. Semua anak bersorak senang. Christhoper memberi 30 ribu. Semua 
  anak bersorak senang lagi. Mereka bersorak senang lagi saat Amanda 
  memberi 60 ribu. Tentu saja dia akan menjadi pemenang dalam kontes 
  ini.

  Ketika Johny melihat itu semua, dia memikirkan dua keping uang yang
  ada di sakunya. Uang itu jarang dia punyai, dengan uang itu juga dia
  bisa ke toko makanan dan membeli makanan kesukaannya. Namun, ketika
  dia melihat gambar-gambar anak-anak di seluruh dunia yang tinggal di
  gubuk-gubuk kecil tanpa makanan, dia menjadi tergerak. Dia tahu apa
  yang benar. Johny berdiri dan memberikan dua keping uangnya kepada
  anak-anak pendetanya. Tak seorang pun yang gembira. Tidak ada
  penghargaan yang diberikan kepadanya. Anak pendeta itu berkata,
  "Terima kasih sekali, Johny," saat Johny kembali ke kursinya. Tidak
  seorang pun mengatakan apa-apa tentang pemberian Johny, kecuali
  Yesus. Karena Yesus berkata, "Sesungguhnya janda miskin ini memberi
  lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam
  peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya,
  tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya,
  yaitu seluruh nafkahnya."

  Tragisnya, hal ini sering terjadi. Siapa yang memberi persembahan 
  paling banyak? Anak-anak perempuan atau anak-anak laki-laki? Siapa 
  yang memberi paling banyak di kaleng misi itu? Siapa yang akan 
  mendapatkan hadiah? Sayangnya, kita tidak pernah berhenti mengingat 
  bahwa Tuhan tidak menghitung uang layaknya kita menghitung uang. Dua 
  sen yang diberikan dengan hati yang tulus dan penuh syukur adalah 
  lebih, lebih dari 10 ribu yang diberikan oleh orang yang berlebihan 
  (mereka dapat dengan mudah menghasilkan uang). Bila Anda tertarik 
  untuk mengajar anak-anak supaya menjadi pemberi, ada beberapa 
  prinsip yang harus dipertimbangkan.

  Apa yang Tidak Boleh Dilakukan

  1. Jangan melupakan inti dari apa yang Anda ajarkan.

     Mengajar anak supaya membawa uang ke gereja adalah tidak sama
     dengan mengajar mereka supaya memberi. Tujuannya bukanlah untuk
     membawa uang, tetapi untuk mengajar anak-anak supaya menjadi
     pemberi.

  2. Jangan menyuap.

     Dalam usaha mengajar anak supaya menjadi pemberi, banyak orang 
     yang secara tidak sengaja mengajar anak untuk menjadi pembeli. 
     Tanpa keseimbangan dan pengajaran yang tepat, penghargaan atas 
     pemberian bisa mengurangi kemurahan hati menjadi penukaran materi 
     dan pelayanan.

  3. Jangan menggunakan angka untuk mengukur keberhasilan Anda.

     Hanya karena pemberian tahun ini meningkat daripada tahun lalu, 
     itu tidak berarti anak-anak Anda menjadi pemberi. Apakah Anda 
     masih menggunakan hadiah? Mengapa mereka memberi uang yang lebih 
     banyak? Cobalah hal ini: Jangan berikan hadiah saat mereka 
     memberi dan lihatlah apakah uang itu masih terus mengalir. Bila 
     tidak, Anda perlu memikirkan kembali strategi Anda.

  Apa yang Harus Dilakukan

  1. Pimpinlah melalui contoh.

     Apakah Anda seorang pemberi? Saya tidak bertanya apakah Anda 
     seorang pemberi perpuluhan yang taat, saya bertanya apakah Anda 
     seorang pemberi. Apakah Anda murah hati terhadap waktu dan materi 
     yang Anda miliki? Bila Anda melihat orang yang kekurangan,apakah 
     Anda melakukan sesuatu? Seberapa sering Anda berbagi?

  2. Ajarkan untuk memberi secara rutin.

     Ajarkan tentang perpuluhan dan persembahan. Diskusikan tentang 
     memberi kepada orang lain. Ajarkan berbagai ayat Alkitab tentang 
     memberi (Amsal 14:21, 19:17, 21:13, 22:9).

  3. Bersabarlah.

     Jangan frustasi bila apa yang Anda ajarkan ini tidak berjalan 
     dengan baik. Anak-anak kita tumbuh di dunia yang egois. 
     Membutuhkan waktu untuk mengatasi kebiasaan-kebiasaan buruk.

  4. Berikan kesempatan secara rutin bagi anak-anak Anda untuk
     memberi.

     Berikut beberapa tips yang perlu diingat ketika Anda menciptakan 
     peluang untuk anak-anak dapat memberi.

     a. Ajarkan sesuai dengan dunia mereka. Anak-anak senang memberi
        kepada anak-anak lain karena mereka memahami kondisi mereka
        yang lebih baik.

     b. Terapkan sikap peka kepada anak secara alami. Meskipun mereka
        kadang-kadang mementingkan diri mereka sendiri, anak-anak bisa
        menjadi peka saat muncul kebutuhan dan luka yang sebenarnya
        yang dapat mereka pahami. Mintalah kepada mereka untuk
        membayangkan secara rinci bagaimana bila mereka yang menjadi
        anak yang terluka itu.

     c. Pastikan anak-anak benar-benar memberi. Kita tidak mengajarkan
        apa saja kepada mereka dengan menyuruh mereka memberi uang
        kepada orang lain. Memberi membutuhkan pengorbanan.
        Berharaplah agar anak-anak dapat menjadi orang yang mau 
        berkorban.

     d. Pastikan pemberian itu adalah pilihan anak. Pemberian bukanlah 
        memberi bila dilakukan dengan paksaan (2 Korintus 9:7).

     e. Jadilah kreatif. Anak-anak bisa memberi lebih dari uang.
        Mereka bisa memberi pakaian, mainan, pelayanan, dll..

  5. Jadikan kepuasan melihat orang lain diberkati menjadi
     penghargaan.

     Anak-anak akan merasa gembira saat mereka melihat kebahagiaan
     penerima hadiah dari mereka. Jadikan kegembiraan itu sebagai
     penghargaan.

  6. Selalu berikan pujian setelah selesai mengerjakan tugas dengan
     baik.

  Sama seperti Tuhan yang memuji kita, kita pun dapat memuji anak-anak
  saat mereka selesai melakukan sesuatu dengan baik.

  Beberapa Ide

  Berikut adalah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh kelompok anak 
  yang Anda bimbing. Meski demikian, masih banyak hal lain yang 
  mungkin dapat dilakukan.
  1. Dukunglah secara berkelompok seorang anak yang membutuhkan.
  2. Secara berkelompok, dukunglah seorang misionaris yang melayani
     anak-anak dan yang beberapa kali dalam setahun dapat mengirimkan
     informasi kepada Anda tentang apa yang dia lakukan.
  3. Mintalah anak-anak membersihkan halaman orang yang sudah tua atau
     menanam bunga bagi mereka.
  4. Carilah kesempatan untuk pelayanan komunitas.
  5. Buatlah kartu atau kerajinan tangan yang ukurannya besar untuk 
     penjaga gereja.
  6. Berikan tanggapan saat Anda mendengar ada keluarga beserta 
     anak-anaknya yang sedang mengalami krisis (kecelakaan, dll.).
  7. Saat Natal, mintalah anak-anak mengambil salah satu mainan mereka
     yang benar-benar mereka sukai dan yang masih bagus untuk
     diberikan kepada anak yang membutuhkan di lingkungan sekitar
     Anda.
  8. Biarkan anak-anak berpartisipasi di proyek-proyek misi gereja.
     Misalnya, bila gereja Anda sedang mengadakan perjalanan misi
     untuk membangun gereja di suatu tempat, mintalah anak-anak untuk
     mengumpulkan uang guna membeli batu bata. Fotolah semua batu bata
     yang telah dibeli itu sehingga anak-anak bisa melihat apa yang
     telah selesai mereka kerjakan.
  9. Jadilah kreatif. Dengarkan apa yang sedang terjadi di lingkungan
     sekitar Anda dan di dunia sehingga kelompok anak Anda dapat
     membantu.

  Untuk mengumpulkannya, tetaplah fokus pada inti dari memberi, bukan
  pada pemberian itu sendiri. Kita harus mengajarkan kepada anak-anak
  untuk hidup dengan kasih yang sesungguhnya seperti yang Kristus
  tunjukkan kepada kita.

  "Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa
  dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah
  dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah
  mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."
  (Kisah Para Rasul 20:35). (t/Ratri)

  Diterjemahkan dari:
  Nama situs: Children`s Ministry Inspiration Vault
  Judul asli artikel: Teaching Children to Give
  Penulis: Leslie Bienz
  Alamat URL: http://www.childrensministrytoday.com/sneak_peek/article_4sneakpeek.html

______________________________________________________________________
MUTIARA GURU

               Tuhan melihat hati kita saat memberi,
               bukan seberapa banyak pemberian kita.
                 - Kristina (Guru Sekolah Minggu) -
                 
______________________________________________________________________
TIPS

                     MENGAJAR ANAK UNTUK BERBAGI

  Sejak lahir, anak memiliki kecenderungan untuk mementingkan diri 
  sendiri. Sebagai orang tua dan guru, diharapkan kita dapat melatih 
  anak-anak menjadi orang yang murah hati dan mau berbagi dengan orang 
  lain. Untuk melakukannya memang dibutuhkan usaha yang tidak sedikit, 
  namun beberapa prinsip berikut ini dapat kita terapkan untuk 
  memulainya.

  1. Kepemilikan adalah konsep yang alkitabiah.

     Memaksa orang untuk membagikan segala sesuatu yang menjadi 
     miliknya merupakan paham sosialisme. Allah mengakui dan 
     memberikan arahan yang jelas dalam Alkitab (terutama dalam 
     Perjanjian Lama) mengenai milik dan hak kepemilikan. "Tidakkah 
     aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri 
     hatikah engkau, karena aku murah hati?" (Matius 20:15)

     Jika kita memberikan hadiah kepada seorang anak, mereka tidak 
     harus membagikannya kepada orang lain, kecuali jika mereka memang 
     mau membagikannya. Dengan cara ini, anak dapat berlaku sama 
     sesuai dengan apa yang Anda harapkan ketika mereka mengunjungi 
     rumah orang lain. Ketika melihat sesuatu yang bagus menurutnya, 
     anak kecil berpikir bahwa mereka memiliki hak untuk mengambil dan 
     memiliki barang tersebut. Namun, mereka harus belajar untuk 
     mengendalikan diri dan menghargai rumah maupun barang-barang 
     milik orang lain. Ini merupakan cara yang mudah untuk mengajarkan 
     jika anak memiliki milik pribadi, itu berarti mereka juga harus 
     menghargai milik orang lain.

  2. Memberi merupakan salah satu aspek dari berbagi yang hanya akan
     memiliki makna jika dilakukan dengan sukacita.

     Pada awalnya, anak tidak akan memiliki kecenderungan tersebut. 
     Untuk mengembangkannya, sangat menolong jika anak-anak 
     diperhadapkan kepada atau diperdengarkan mengenai anak-anak lain 
     yang hidup dalam kekurangan. Ceritakan kepada mereka beberapa 
     cerita dengan teladan-teladan yang baik dalam hal memberi. Yang 
     terutama, ceritakan kepada mereka mengenai pemberian Tuhan yang 
     terbesar, yaitu Ia telah mengutus Anak-Nya yang Tunggal, Yesus, 
     untuk menyelamatkan manusia.

     Daripada membelikan anak-anak hadiah untuk diberikan kepada orang 
     lain, lebih baik Anda mengizinkan anak-anak melakukan suatu 
     aktivitas yang dapat mereka gunakan untuk mengumpulkan dana. 
     Dengan dana yang sudah terkumpul, mereka dapat membeli sebuah 
     hadiah bagi orang lain. Atau, dengan bantuan orang dewasa, 
     anak-anak dapat membuat kue untuk diberikan kepada seseorang yang 
     tinggal sendirian. Bawa anak-anak untuk melihat bagaimana reaksi 
     sukacita mereka atas hadiah-hadiahnya! Jika seorang anak egois 
     dan tidak mau memberi apa pun, biarkan mereka mengalami rasanya 
     dikucilkan saat yang lain memiliki sesuatu untuk diberikan, 
     sedang mereka tidak. Hal tersebut dapat menjelaskan dengan baik 
     pelajaran mengenai mengumpulkan harta di surga, sesuatu harus 
     kita persembahkan kepada Yesus saat kita bertemu dengan-Nya.

  3. Ajarkan bahwa memberikan apresiasi terhadap suatu pemberian itu
     penting!

     Buatlah sebuah surat ucapan terima kasih bersama anak, bicarakan 
     dengan mereka bagaimana perasaan mereka pada waktu pemberian 
     mereka dihargai atau diabaikan, jadilah contoh mengenai ucapan 
     terima kasih dan berikanlah apresiasi kepada diri Anda sendiri. 
     Juga, ajarlah mereka untuk memberikan penghargaan kepada orang 
     lain, seperti memberikan balasan jasa, mengucapkan pujian, atau 
     dengan memberikan waktu dan perhatian khusus. Anak yang memiliki 
     terlalu banyak barang akan lebih sulit menghargai pemberian orang 
     lain dengan mudah. Adalah baik untuk membanjiri anak dengan 
     hadiah, tetapi memilih saat-saat yang berharga untuk memberikan 
     sebuah kado istimewa dan berarti bagi mereka.

  4. Setiap rumah tangga harus memiliki mainan untuk semua anggota
     keluarga dan mengatur jadwal untuk menggunakan mainan tersebut.

     Ini merupakan pengalaman praktis untuk belajar berbagi tanpa
     menyebabkan perpecahan dalam keluarga.

  5. Alkitab mengajarkan untuk memberi tanpa mengharapkan imbalan jasa
     dan memberikan pinjaman tanpa mengharapkan kembali.

     Ada harga yang harus dibayar dalam memberi maupun berbagi. 
     Anak-anak harus menyadari bahwa mainan mereka bisa saja hilang 
     atau rusak. Anak-anak yang lain mungkin tidak ingin 
     mengembalikannya ketika mereka selesai bermain. Ini adalah saat 
     yang tepat untuk belajar mengenai kotak mainan keluarga. Kerelaan 
     hati dan pengampunan dapat dipraktikkan pada level ini. Mengasihi 
     sesama dan penyangkalan diri adalah hal-hal yang muncul bersama 
     kedewasaan. Langkah sederhana dengan memberikan penghargaan dan 
     pujian terhadap kelembutan hati mereka akan menjadi proses 
     penting dalam mengembangkan sifat mau berbagi dalam diri 
     anak-anak. Sungguh, Allah sangat senang ketika anak-anak memberi. 
     Karena mereka tidak dapat melihat wajah-Nya, anak-anak 
     membutuhkan respons dari Anda sebagai penguatan bagi mereka.

  Kasih yang dipaksakan bukanlah mengasihi. Berbagi dengan terpaksa 
  tidak akan mendapat penghargaan di surga, dan dapat menimbulkan 
  kebencian terhadap orang yang kepadanya ia berbagi. Yesus berkata, 
  "Lakukanlah apa yang kamu ingin orang lain lakukan terhadapmu." Hal 
  tersebut sering disebut dengan "aturan emas". Jika Anda tidak mau 
  dipaksa untuk memberikan barang Anda kepada orang lain, sama halnya 
  dengan anak Anda. Tuhan menyukai orang-orang yang memberi dengan 
  sukacita. Berikan kepada mereka kesempatan untuk memberikan dengan 
  sukarela dan biarkan mereka menerima penghargaan maupun kekecewaan 
  dari sikap mereka. Mereka pun akan belajar! (t/Davida)

  Diterjemahkan dari:
  Nama situs: H.E.A.R.T.H Inc.
  Judul asli artikel: Teaching Children to Share
  Penulis: Jane Clark
  Alamat URL: http://www.hearth.org/id164.htm

______________________________________________________________________
BAHAN MENGAJAR

             IDE-IDE PELAJARAN MENGENAI PARA PENGINJIL:
             AKTIVITAS DAN PERMAINAN UNTUK KELAS BALITA

  Anak kelas balita masih mengalami kesulitan dalam memahami tugas
  seorang penginjil. Ajarkanlah kepada mereka mengenai luar biasanya
  pelayanan misi itu melalui permainan dan aktivitas. Beberapa ide
  yang bagus bisa Anda temukan dalam artikel ini.

  Misionaris adalah orang-orang biasa yang melakukan tugas-tugas yang
  luar biasa. Tugas tersebut sangat penting, yaitu memberitahukan
  tentang Yesus kepada banyak orang, dan membawa mereka lebih dekat
  kepada Tuhan, sehingga mereka pun dapat merasakan kuasa-Nya dalam
  hidup mereka. Beberapa ide berikut ini dapat menolong Anda ketika
  mengajarkan sebuah pelajaran mengenai penginjil. Gunakanlah ide-ide
  ini dengan leluasa untuk melengkapi kurikulum sekolah minggu Anda
  atau untuk membuat pelajaran sendiri.

  SARAN BERCERITA

  Cerita mengenai Yunus merupakan contoh yang sangat tepat tentang 
  mengapa kita harus menaati dan menyebarkan perintah Tuhan. Anak 
  dapat memahami cerita ini dengan mudah. Tuhan ingin Yunus melakukan 
  sesuatu, dan dia tidak mau melakukannya. Yunus bahkan melarikan 
  diri. Anak-anak pun menghadapi situasi seperti itu dalam kehidupan 
  mereka sehari-hari, bersama dengan orang tua, guru, dan Tuhan.

  SARAN AYAT-AYAT FIRMAN TUHAN DALAM PELAJARAN INI

  Matius 28:19-20
  Kejadian 12:1-3
  Kitab Kisah Para Rasul

  IDE-IDE PERMAINAN

  Anak-anak sangat menyukai petualangan. Dan menjadi penginjil, 
  berarti akan ada banyak petualangan!

  1. Permainan: Membayangkan Petualangan Misi

     Petunjuk: Bimbing anak-anak berjalan melalui karpet biru yang
     melambangkan samudera, lalu melintasi rintangan (tumpukan bantal)
     untuk melambangkan pegunungan, berjingkatlah pelan-pelan melewati
     "hewan buas" (binatang mainan), lalu pujikan "Yesus Cintaku"
     untuk "orang-orang" (boneka) yang belum mengenal Yesus.

  2. Permainan: Membangun Gereja di Tempat yang Jauh

     Petunjuk: Taruh nama-nama negara dalam sebuah mangkuk, kemudian
     biarkan anak mengambil satu nama, tunjukkan kepada mereka lokasi
     negara itu dalam globe dan ceritakan mengenai kehidupan Kristen
     dalam negara tersebut. Pilihlah sebuah negara untuk membangun
     gereja dengan menggunakan balok-balok kayu atau kardus-kardus
     kosong.

  IDE-IDE KEGIATAN SENI

  1. Kolase Seni
     (Susunan benda-benda dengan potongan-potongan kertas dan
     sebagainya yang ditempelkan pada bidang datar dan merupakan
     kesatuan karya seni.)

     Bahan-bahan:
     a. Majalah, untuk mengambil beberapa potongan gambar.
     b. Papan poster.
     c. Lem.

     Petunjuk: Guntinglah sebuah gambar yang menunjukkan kebudayaan
     lain di luar negeri. Tempelkan gambar tersebut dalam papan poster
     untuk dibentuk menjadi sebuah lukisan dinding.

  2. Sukacita dan Yesus di Atas Kertas

     Bahan-bahan:
     a. Kartu pos polos.
     b. Stempel
     c. Alamat sebuah rumah penampungan bagi orang-orang yang
        membutuhkan.

    Petunjuk: Berikan kepada anak sebuah gambar cerita Alkitab yang
    berwarna untuk ditempelkan di atas kartu pos polos. Tulislah
    alamat rumah penampungan di atas kartu pos. Biarkan anak-anak
    membubuhkan stempel di atasnya.

  DOA

  Terima kasih Tuhan atas hari ini, untuk semua permainan menyenangkan 
  yang telah kami lakukan. Terima kasih, Yesus, untuk hidup-Mu, 
  sehingga hidupku menjadi begitu indah. Amin. (t/Davida)

  Diterjemahkan dan disesuaikan dari:
  Nama situs: Suite101.com
  Judul asli artikel: Missionaries Lesson Plan Ideas: Sunday School
                      Preschool Activities and Games
  Penulis: Denise Oliveri
  Alamat URL: http://baptist-church.suite101.com/article.cfm/missionaries_lesson_plan_ideas

______________________________________________________________________
o/ WARNET PENA o/

     REFERENSI PENGINJILAN ANAK DALAM SITUS PEPAK DAN e-MISI

  Berikut ini adalah referensi bahan yang dapat digunakan oleh para
  pelayan anak untuk lebih dalam menggali penginjilan terhadap anak.
  Referensi ini juga bermanfaat bagi Anda untuk mengajarkan misi
  kepada anak-anak layan.

  1. Kategori Penginjilan Anak - Misi Anak dalam Situs PEPAK
     ==> http://pepak.sabda.org/taxonomy/term/20/9

  2. Bagaimana Membimbing Anak kepada Kristus?
     ==> http://misi.sabda.org/node/2020

  3. Hal-Hal Besar Terjadi Ketika Anak-Anak Berdoa
     ==> http://misi.sabda.org/hal_hal_besar_terjadi_ketika_anak_anak_berdoa

  4. Bagaimana Melibatkan Anak dalam Pelayanan Misi
     ==> http://misi.sabda.org/bagaimana_melibatkan_anak_dalam_pelayanan_misi

  Oleh: Davida (Redaksi)

______________________________________________________________________
Pemimpin Redaksi: Davida Welni Dana
Staf Redaksi: Kristina Dwi Lestari dan Tatik Wahyuningsih
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2009 -- YLSA
http://www.ylsa.org/ ~~ http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(`Recip.EmailAddr`)
Alamat berlangganan: <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Alamat berhenti: <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Arsip e-BinaAnak: http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://pepak.sabda.org/

Bergabunglah dalam Network Anak di Situs In-Christ.Net:
http://www.in-christ.net/komunitas_umum/network_anak

BLOG SABDA: http://blog.sabda.org/

______________PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN GURU_______________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org