Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/419

e-BinaAnak edisi 419 (11-2-2009)

Mengajar Anak Berdoa

 

___e-BinaAnak (Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak)____

  DAFTAR ISI EDISI 419/FEBRUARI/2009

  - SALAM DARI REDAKSI: Ajar Mereka Mendoakan Orang Lain
  - ARTIKEL: Melatih dan Membebaskan Anak untuk Bersyafaat
  - MUTIARA GURU
  - TIPS 1: Doa Anak dan Misi Tuhan
  - TIPS 2: Mengajar Anak Berdoa untuk Teman-Teman dan Tetangga
            "Supaya Bisa Bersama-Sama Ada di Surga"
  - WARNET PENA: Berbagai Kreasi Bahan Mengajar Doa dalam MSSS Craft:
                 Prayer

______________________________________________________________________
   Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke redaksi:
  <binaanak(at)sabda.org> atau <owner-i-kan-binaanak(at)hub.xc.org>
______________________________________________________________________
SALAM DARI REDAKSI

                  AJAR MEREKA MENDOAKAN ORANG LAIN

  Shalom,

  Mengajar anak untuk mengasihi jiwa-jiwa di luar Kristus sangatlah
  penting. Dengan mengajarkan hal tersebut, anak-anak belajar tentang
  bagaimana membawa orang lain datang kepada Kristus. Banyak guru yang
  merasa belum saatnya anak kecil diajarkan untuk terlibat dalam misi,
  namun, Amanat Agung diberikan Tuhan bukan untuk orang dewasa saja,
  anak-anak pun dapat Ia pakai untuk memenuhi tujuan-Nya dalam dunia
  ini.

  Salah satu bentuk keterlibatan misi yang dapat kita ajarkan kepada
  anak-anak adalah dengan berdoa. Doa merupakan senjata ampuh untuk
  pelayanan ini karena sangatlah besar kuasanya. Tuhan tidak hanya
  mendengarkan doa pendeta, pengkhotbah, atau orang-orang dewasa saja.
  Ia juga mendengarkan doa anak-anak. Melalui doa, anak-anak pun dapat
  menjadi alat untuk membawa jiwa kepada Kristus. Doa seorang anak
  bukanlah doa yang bisa kita remehkan. Kuasa doa mereka besar dalam
  mendukung sebuah misi. Kami mengajak Pelayan Anak sekalian menyimak
  edisi kali ini, yang kiranya dapat membuka wawasan kita semua bahwa
  anak-anak pun dapat menjadi pendoa syafaat bagi Tuhan dan bagaimana
  kita dapat mengajarkan mereka mendoakan orang lain di luar Kristus.

  Selamat berdoa!

  Staf Redaksi e-Binaanak,
  Tatik Wahyuningsih
  http://www.sabda.org/publikasi/arsip/e-binaanak/
  http://pepak.sabda.org/

         "Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu
         telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu,
       untuk membungkamkan musuh dan pendendam." (Mazmur 8:2)
            < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Mazmur+8:2 >

______________________________________________________________________
ARTIKEL

          MELATIH DAN MEMBEBASKAN ANAK UNTUK BERSYAFAAT

    Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di
    tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu,
    sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak
    kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.
    Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak
    kecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Dan
    barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia
    menyambut Aku." (Matius 18:2-5)

  MELATIH DAN MEMERDEKAKAN

  Sebagai orang tua dan guru, kita memunyai peran yang sulit di dalam
  mendidik anak-anak. Kita juga memiliki hak yang istimewa untuk
  melepaskan anak-anak kita dengan mengizinkan mereka menjadi tentara
  doa bagi Tuhan. Kamus Merriam-Webster`s Collegiate edisi ke-10
  menjelaskan "mentor" sebagai seorang "pelatih" dan "melepaskan",
  seperti "memerdekakan dari keadaan terkekang". Apakah kita melatih
  anak-anak kita, merawat, dan memupuk mereka untuk berdoa setiap
  hari? Apakah kita membebaskan anak-anak dari belenggu; memerdekakan
  dan mengizinkan mereka berdoa bersama kita?

  Saya sungguh menghargai generasi anak-anak sekarang ini. Mereka
  sangat istimewa bagi saya. Mereka semua penting bagi Tuhan. Mereka
  istimewa, titik. Saya salut kepada para ayah dan ibu yang telah
  bertekad untuk membesarkan anak-anak ilahi. Mengajarkan mereka
  berdoa sejak mereka mulai dapat berbicara. Saya yakin inilah kunci
  bagi segala sesuatu dalam kehidupan mereka pada masa mendatang dan
  di dunia.

  Apa yang saya bagikan sekarang merupakan pelajaran yang saya
  dapatkan dari guru saya, Roh Kudus, dan dari pergaulan dengan pendoa
  belia. Pelatihan sangat penting dalam melepaskan anak-anak untuk
  berdoa, tetapi dalam beberapa hal anak-anak telah mengajari saya
  bagaimana cara melatih mereka melalui kasih, kejujuran, dan
  kesederhanaan. Ketika anak-anak dibebaskan untuk berdoa, mereka
  menjadi pembuat sejarah.

  Ini suatu anugerah. Pendoa belia memiliki jarak pandang yang luas
  mengenai kebangunan rohani yang dahsyat dan kegerakan Tuhan yang
  luar biasa pada masa lalu. Dengan semangat permohonan dalam diri
  mereka, doa mereka tercatat yang paling sering mempercepat
  kebangunan rohani. Saya mencatat beberapa contoh dalam buku ini;
  tetapi yang terlebih penting, pendoa belia sedang mengukir sejarah
  sekarang, menyelaraskan antara keadaan sekarang dan masa mendatang
  untuk kebangunan rohani akhir zaman dan penuaian.

  KEBEBASAN UNTUK BERDOA

  Mengapa perlu melatih dan membebaskan anak-anak untuk bersyafaat?
  Pertama-tama, untuk menjadi rekan sekerja Tuhan. Dia telah
  menanamkan suatu hasrat di dalam diri mereka untuk berdoa. Renungkan
  hal ini: Jika remaja dan anak-anak saat ini jumlahnya setengah dari
  penduduk dunia, maka saya percaya setengah dari pasukan doa Kristen
  sedunia adalah remaja dan anak-anak, katakanlah seperempatnya. Fakta
  ini yang mendorong rasa tanggung jawab saya untuk melatih dan
  memerdekakan mereka. Bagaimana dengan Anda?

  Sebagaimana yang kita ketahui sebelumnya, bahwa Roh Kudus sedang
  melaksanakan rencana Tuhan bagi generasi anak-anak saat ini.
  Sehubungan dengan hal ini, saya dan anggota tim membawa perasaan
  takut akan Tuhan yang benar ketika kami sedang bersama anak-anak
  Anda! Ini merupakan suatu tanggung jawab agung yang tidak dapat
  dianggap remeh.

  Dengan pengurapan yang tidak dapat disangkal, yang ada pada mereka
  untuk berdoa, jasmani atau pembatasan waktu dan umur merupakan hal
  yang menentang. Jika diberi kesempatan, anak-anak dapat berdoa
  beberapa jam dan terbungkus dalam doa di mana permainan, minuman,
  atau makanan ringan telah dilupakan. Bahkan ke kamar kecil pun hanya
  dilakukan dalam waktu yang singkat. Bukan karena mereka mendoakan
  doa yang panjang, tetapi karena mereka mendoakan lebih banyak hal.

  Sebagai contoh, para pelayan anak-anak yang mengaku terkejut di mana
  anak-anak yang biasanya hanya dapat memberi perhatian selama 10
  menit, mereka dapat berdoa, dengan segenap hati, beberapa jam. Saya
  juga terkejut jika diperhadapkan kepada anak-anak dan doa, beberapa
  data tampaknya tidak terhitung. Saya menanggalkan pikiran duniawi,
  sebaliknya dengan sabar saya mengamati, menyetujui, menanti,
  mendengarkan Roh Kudus, dan dengan segala kepekaan mempersilakan
  anak-anak memutuskan. Saya mengikuti isyarat mereka. Saya sungguh
  tidak memiliki penjelasan secara teori tentang apa yang sedang
  terjadi. Tetapi itu terjadi demikian adanya.

  Saya menyukai masalah besar yang dihadapi seorang ayah dan ibu
  dengan anak mereka, Billy. "Kapan saja kami meminta Billy untuk
  berdoa ketika makan malam, dia akan melanjutkan mendoakan segala
  hal. Akibatnya, makanan menjadi dingin, demikian pula dengan
  kesabaran setiap orang yang hadir. Apa yang dapat kami lakukan?"
  Apakah kita sering mendengar keluhan seperti ini? Jika seorang anak
  memiliki hasrat untuk berdoa, maka anak itu akan berdoa kapan saja
  kesempatan diberikan.

  Ketika Billy diminta memimpin doa hanya untuk makanan, pikiran
  saya-harus-berdoa, tombol saya-harus-berdoa, langsung bekerja. Dia
  melihat bahwa hanya inilah waktu doanya sebagai doa yang resmi, jadi
  dia melakukannya sesuai keinginannya! Anda memiliki sebuah pilihan:
  melepaskan doa yang berkuasa pada saat yang lebih tepat -- dan
  banyak tersedia -- di dalam memuaskan hasrat mereka untuk berdoa
  atau mengambil risiko menyantap makanan yang telah dingin.

  Saya yakin anak-anak ilahi merupakan sumber daya bagi doa yang
  paling tak terjamah saat ini, baik di dalam rumah maupun gereja di
  seluruh dunia. Memelihara potensi doa dari anak-anak dapat
  memerdekakan mereka, juga memerdekakan orang tua dan gereja dari
  semua ketakutan terhadap mereka yang telah menimbulkan kecemasan
  yang serius. Memperlengkapi dan memerdekakan mereka dalam memakai
  otoritas ilahi melawan kuasa setan dapat mengubah mereka, Anda,
  keluarga, gereja, serta dunia pada akhirnya.

  Seorang ibu menulis contoh yang indah sekali mengenai melatih secara
  ilahi dan membebaskan.

    Saya sedang berdoa di dalam kamar tidur ketika anak perempuan saya
    yang berumur 3 tahun, Lauren, masuk dan berbaring di lantai dekat
    saya. Saya memintanya keluar karena ini adalah saat di mana saya
    bersama Tuhan. Roh Kudus dengan segera menegur saya bahwa saya
    harus mengajarkan segala sesuatu yang telah saya pelajari, dan
    juga termasuk Lauren karena dia memiliki roh yang sama dengan
    saya. Jadi, saya mengajaknya berdoa bersama. Dia berdoa dengan doa
    yang sangat indah yang tidak pernah saya dengar. Dia sekarang
    berumur 8 tahun dan tetap seperti itu!

  Itulah melatih dan membebaskan!

  Pada hakikatnya, saya mengharapkan ini merupakan kisah Anda juga.
  Dapatkah Anda menangkap gambaran yang jelas? Ceritakan kembali
  berulang kali kepada para ayah dan ibu, kakek dan nenek, pendeta,
  dan pelayan anak yang memiliki "tanda dari Roh Kudus" dengan
  anak-anak mereka. Bayangkan hasil yang diperoleh jika membebaskan
  anak-anak mereka untuk berdoa dan betapa hal itu dapat memengaruhi
  serta mengubah keluarga, gereja, dan seluruh kehidupan.

  LEDAKAN BESAR DAN ABORSI ROHANI

  "Esther, kamu harus menulis buku tentang pendoa belia. Itu akan
  menjadi suatu ledakan besar!" Perkataan ini datang dari seorang
  sahabat yang sangat dihormati, tetapi perkataan itu merupakan
  pengulangan dari dorongan Tuhan sebelumnya melalui suami dan
  sahabat-sahabat karib saya untuk menulis buku seperti yang dimaksud.

  Kata "ledakan besar" sungguh mengejutkan saya. Saya setuju mengambil
  kata ini sebagai bentuk klise. Tentu saja, untuk kepentingan pendoa
  belia. Di balik semua itu, bagaimanapun juga, yang harus menjadi
  cita-cita tertinggi adalah "meledakkan beberapa rintangan". Halangan
  secara agamawi, rintangan intelektual, dan penghalang tradisi buatan
  manusia dan pengajaran. Ada pula rintangan pendapat dan penilaian
  tentang pendoa belia dari berbagai kebudayaan yang dapat atau tidak
  dapat, harus atau tidak dilakukan.

  Batu penghalang ini juga memimpin pada aborsi rohani. Memandang pada
  hakikat manusia, ciptaan Tuhan yang tertinggi, secara tekun kita
  menjaga dan merawat kebutuhan jasmani dan emosi anak. Memberi makan
  dan pakaian. Menyekolahkan mereka dengan baik. Anak-anak
  berkelimpahan dengan gizi dari produk yang terbaik, tetapi mereka
  juga adalah roh, jiwa, dan tubuh. Jika kerohanian anak-anak tidak
  diperhatikan atau diizinkan berfungsi, bagi saya sama dengan aborsi.
  Oleh sebab itu, keluarga, gereja, dan dunia telah kehilangan
  anugerah rohani yang sangat berharga, yaitu yang terpenting adalah
  kuasa dari doa anak-anak -- belum lagi termasuk aborsi jawaban doa
  yang berpotensi karena doa-doa yang telah diaborsi.

  Pemikiran ini terlintas ketika suatu hari di ruang tunggu kantor
  gembala tempat saya dan tim sedang berdoa, mempersiapkan pelayanan
  kami di gereja. Saya merasa bingung dan gagal karena diberi tanggung
  jawab yang saya pikir sama sekali tidak bergerak maju. Anak-anak
  yang saya harapkan akan menjadi tentara doa yang berkuasa, telah
  menghilang entah ke mana, terpikat oleh permainan dan boneka yang
  menolong mengembangkan kehidupan mereka. Perlengkapan yang berharga,
  tentu saja. Tampaknya, tidak ada yang dapat kita perbuat untuk
  meledakkan rintangan tradisi, yang pada dasarnya menghapus gambaran
  bahwa kemampuan anak-anak adalah untuk memberi sumbangan, dan
  memanfaatkan kuasa pemberian Tuhan menjadi tentara doa yang terlatih
  serta berpengalaman bagi generasi mereka, menanggapi semangat
  permohonan doa dalam diri mereka.

  Saya tidak menghendaki hal itu terjadi lagi. Tiba-tiba saya berkata
  tanpa berpikir, "Ini aborsi rohani!" Saya pikir, saya percaya Roh
  Kudus sedang berbicara kepada saya. Saya tidak mau hal ini terjadi
  di sini. (Dalam perjalanan saya dengan Tuhan, saya mengenal saat di
  mana perkataan yang tak terpikirkan muncul begitu saja. Perkataan
  itu selalu bertujuan untuk mengajar dan menolong saya bertumbuh.
  Saya merenungkan pemikiran ini.)

  Kejadian pada hari itu membuat saya selalu menanyakan tiga
  pertanyaan.

  1. Apakah sekarang ini doa anak-anak yang berkuasa telah diaborsi?
  2. Apakah anak-anak ilahi memiliki hak dan kebebasan untuk
     menghadapi roh-roh kegelapan masa kini yang mengincar dan hendak
     membinasakan mereka?
  3. Dalam usaha untuk melindungi anak-anak kita dari dunia, apakah
     pada kenyataannya kita membiarkan mereka diserang oleh musuh?

  Orang dewasa yang khawatir kadang kala berpendapat, "Anda tahu
  Esther, mereka terlalu muda untuk hal itu." Yang mereka maksud
  mengenai "hal" itu adalah tingkatan doa yang lebih dalam di mana
  mereka menyingkapkan Roh Kudus dalam suatu cara yang kadang kala
  membuat orang dewasa merasa tidak nyaman. (Mungkin orang dewasa
  tersebut belum pernah mengalami seperti itu.) Untuk kasus ini, saya
  berulang kali menjawab, "Beri tahu saya, seberapa awal dalam hidup
  mereka terbuka terhadap roh yang tidak kudus?"

  Saya ingin memperjelas masalah ini, yaitu karena saya tidak
  bermaksud memperkecil peranan orang tua atau guru di dalam kehidupan
  seorang anak. Sebaliknya, saya justru memperbesarnya. Saya sungguh
  ingin menunjukkan, bagaimanapun juga, meski Nabi Samuel masih sangat
  muda ketika dia menyadari kehadiran Tuhan (1 Samuel 3), tetapi anak
  itu mendatangi Eli, imam besar, untuk mencari petunjuk dan
  penjelasan. Peranan orang dewasa adalah untuk memberi petunjuk,
  menjelaskan, dan menjaga anak itu, serta mengizinkan dan mendorong
  anak tersebut untuk bebas berkomunikasi dengan Tuhan seperti yang
  dilakukan Eli terhadap Samuel.

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul buku: Biarlah Anak-Anak Berdoa
  Judul asli buku: Let The Children Pray
  Judul asli bab: Pelatihan yang Sangat Dibutuhkan
  Penulis: Esther Ilnisky
  Penerjemah: Tammy Tiarawati Rusli
  Penerbit: Yayasan Pekabaran Injil Immanuel, Jakarta 2001
  Halaman: 29 -- 34

______________________________________________________________________
MUTIARA GURU

    Kita berpikir bahwa kita adalah generasi yang mungkin mengantar
    kedatangan Yesus kedua kalinya. Tetapi Dia mencari orang dewasa
          yang bersedia mati bagi diri-Nya, melatih anak-anak,
                        dan memimpin mereka."
                        - Episcopal Priest -

______________________________________________________________________
TIPS 1

                    DOA ANAK DAN MISI TUHAN

  Saya berusia kira-kira 7 tahun ketika saya menaikkan doa misi untuk
  yang pertama kalinya. Teman sepermainan saya adalah sepasang kakak
  beradik keturunan Taiwan-Amerika. Suatu hari, saya akhirnya
  mengetahui bahwa mereka beragama Buddha, saya belajar bahwa patung-
  patung yang ada di rumah mereka adalah berhala yang bernama Buddha.

  Dari pelajaran-pelajaran di sekolah minggu saya tahu bahwa orang
  yang tunduk kepada berhala bukanlah orang-orang yang percaya kepada
  Yesus. Selain itu, saya tahu bahwa setiap orang yang percaya kepada
  Yesus akan hidup bersama Dia di surga saat mereka mati. Dalam
  kesedihan yang mendalam, saya melihat bahwa mereka tidak akan
  bersama Yesus dan saya di surga bila terus tunduk kepada berhala.
  Doa misi pertama saya adalah untuk mereka -- supaya mereka mengenal
  Yesus sebagai Sahabat dan Tuhan mereka.

  Doa dari Dalam Hati

  Iman seorang anak dapat memahami pengertian yang sebenarnya dari
  menjadi seorang yang percaya kepada Yesus Kristus. Inilah inti dari
  doa misi yang dinaikkan ke takhta Tuhan, untuk mereka. Anak-anak
  juga bisa mengenal sakit, luka, dan kebutuhan orang lain, semua itu
  perlu didoakan. Allah akan bersukacita bila anak-anak-Nya
  dengan tulus berdoa untuk orang lain!

  Saran-Saran untuk Doa Misi

  Berikut beberapa saran untuk melibatkan anak-anak dalam misi Tuhan
  melalui doa.

  1. Selama berdoa, doakan teman-teman dari anak-anak dan anggota
     keluarga yang belum mengenal Yesus. Mintalah kepada Tuhan untuk
     memberi mereka keberanian bersaksi kepada mereka.

  2. Gunakan kartu doa misionaris untuk membantu anak-anak supaya
     ingat untuk berdoa bagi para misionaris dan keluarga-keluarga
     mereka. Kartu doa seperti ini dapat di-download dari situs LCMS
     World Mission: http://www.lcmsworldmission.org/

  3. Bicarakan peristiwa-peristiwa yang saat ini diketahui oleh
     anak-anak. Misalnya, gempa bumi, banjir, anak yang terluka, atau
     kekerasan di sekolah. Doakan supaya Tuhan bekerja melalui tragedi
     itu sehingga orang lain mengenal Dia. Doakan para misionaris dan
     orang-orang Kristen sebangsa yang mengalami krisis.

  4. Pastikan untuk berdoa bagi para misionaris dan proyek-proyek misi
     yang didukung oleh jemaat gereja Anda. Akan lebih mudah bagi
     anak-anak untuk mendoakan orang-orang dan kebutuhan yang mereka
     ketahui.

  5. Gunakan globe (bola dunia) atau peta untuk memilih negara mana
     yang akan didoakan. Dengan bantuan orang dewasa, anak-anak dapat
     mencari tahu tentang negara itu di internet untuk bisa
     mendapatkan pokok doa.

  6. Gunakan benda-benda pengingat untuk berdoa, yang akan mendorong
     anak-anak untuk mendoakan misi Tuhan. Beberapa ide termasuk
     gantungan kunci bola dunia, gelang persahabatan Guatemala, atau
     origami.

  7. Ajaklah serta anak-anak para misionaris dalam kelas doa Anda.
     Mereka menghadapi kesempatan dan tantangan yang unik karena
     tumbuh di ladang misi. Doakan agar Tuhan menolong mereka dalam
     kesaksian mereka sendiri kepada anak-anak yang ada di sekitar
     mereka. (t/Ratri)

  Diterjemahkan dan disesuaikan dari:
  Nama situs: The Lutheran Church Missionary Synod
  Judul asli artikel: A Mission Story: Children‘s Prayers and God‘s Mission
  Penulis: Karin L. Semler
  Alamat URL: http://www.lcms.org/graphics/assets/media/World%20Mission/Children_Prayers_GodsMission.pdf

______________________________________________________________________
TIPS 2

        MENGAJAR ANAK BERDOA UNTUK TEMAN-TEMAN DAN TETANGGA
             "SUPAYA BISA BERSAMA-SAMA ADA DI SURGA"

  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah
  mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang
  percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
  (Yohanes 3:16)

  Bantulah anak Anda membangun kerinduan yang dalam terhadap kekekalan
  jiwa orang lain. Ajaklah anak Anda bergabung dalam doa di mana
  teman-teman anak Anda akan datang untuk membangun hubungan pribadi
  dengan Tuhan Yesus.

  Suatu hari setelah pulang sekolah, anak perempuan kami, LeeAnn,
  kelas dua, berkata kepada saya, "Besok setelah pulang sekolah,
  Linda, temanku, ingin datang ke rumah."

  "LeeAnn," saya ingatkan dia, "sepertinya tidak mungkin. Kita sudah
  punya rencana lain besok." Dengan air mata yang hampir menetes, dia
  menjawab, "Ibu tidak mengerti, dia ingin datang besok."

  "Mengapa?" tanya saya. "Mengapa dia tidak datang saja minggu depan?"

  "Karena dia ingin mengundang Yesus ke dalam hatinya, dan ibu harus
  membantu dia melakukan itu. Dia sudah tidak mau menunggu lama lagi."

  LeeAnn benar -- rencana lain itu bisa menunggu! Keesokan harinya
  Linda datang dan kami bertiga berdoa bersama supaya dia memiliki
  hubungan pribadi dengan Tuhan Yesus.

  1. Doronglah anak Anda untuk berdoa.

     Bapa di surga, tolonglah teman-temanku agar dapat mengenal Engkau
     dan mengasihi Engkau sebelum mereka meninggal sehingga kami dapat
     tinggal bersama di surga dengan Engkau dan yang lainnya
     selamanya.

  2. Biarkan anak tahu bahwa adalah baik baginya untuk berdoa bersama
     teman-temannya.

     Bapa di surga, temanku ingin mengenal Engkau sama seperti aku
     mengenal Engkau. Ampunilah dosa-dosa temanku dan beri dia hati
     yang bersih. Aku mohon berikan Roh Kudus-Mu supaya tinggal di
     dalam dia dan menolong dia hidup berkenan kepada-Mu. Tolonglah
     temanku untuk mengasihi Engkau setiap hari sepanjang hidupnya,
     sering bertemu Engkau, dan membaca Alkitab sehingga dia bisa
     belajar lebih banyak lagi tentang Engkau. Aku mohonkan ini di
     dalam nama Yesus.

  Ketika anak Anda berdoa untuk kekekalan jiwa temannya, dia membangun
  kerinduan untuk temannya itu. Dia belajar arti mengasihi orang lain
  sebagai saudara rohani. (t/Ratri)

  Diterjemahkan dari:
  Judul buku: 52 Simple Ways to Teach Your Child to Pray
  Judul asli artikel: Pray for Friends and neighbors "To Be in Heaven
                      with Us"
  Penulis: Roberta Hromas
  Penerbit: Thomas Nelson Publisher, Nashville 1991
  Halaman: 71 -- 72

______________________________________________________________________
o/ WARNET PENA o/

    BERBAGAI KREASI BAHAN MENGAJAR DOA DALAM MSSS CRAFT: PRAYER
       http://www.mssscrafts.com/miscellaneous/prayer.htm

  Salah satu cara untuk mengajarkan doa kepada anak-anak layan kita
  adalah melalui kreasi mengajar dalam kelas. Nah, situs MSSS Craft
  menyediakan satu halaman khusus berisi berbagai ide untuk
  mengajarkan doa kepada anak-anak layan terkasih kita. Istimewanya,
  berbagai ide yang ada dalam halaman ini hanya berupa tautan-tautan
  ke situs-situs lain maupun MSSS Craft itu sendiri. Anda dapat
  melihat bahan-bahan cerita Alkitab seputar doa, ada pula
  sumber-sumber lembar kerja/lembar mewarnai, keterampilan tangan, dan
  lagu-lagu sepuar doa. Tertarik? Langsung saja kunjungi situsnya.

  Oleh: Davida (Redaksi)

______________________________________________________________________
Pemimpin Redaksi: Davida Welni Dana
Staf Redaksi: Kristina Dwi Lestari dan Tatik Wahyuningsih
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2009 -- YLSA
http://www.ylsa.org/ ~~ http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(`Recip.EmailAddr`)
Alamat berlangganan: <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Alamat berhenti: <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Arsip e-BinaAnak: http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://pepak.sabda.org/

Bergabunglah dalam Network Anak di Situs In-Christ.Net:
http://www.in-christ.net/komunitas_umum/network_anak

______________PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN GURU_______________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org