Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/415

e-BinaAnak edisi 415 (14-1-2009)

Menjadi Bagian dari Program Allah

 

___e-BinaAnak (Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak)____

  DAFTAR ISI EDISI 415/JANUARI/2009

  - SALAM DARI REDAKSI: Saya Adalah Rekan Sekerja Allah
  - ARTIKEL 1: Jadi, Anda Adalah Seorang Guru Sekolah Minggu
  - ARTIKEL 2: Kedudukan dan Fungsi Para Pembina
  - MUTIARA GURU
  - BAHAN MENGAJAR: Daging dan Roh
  - WARNET PENA: Situs Aku, Dia, Dan Sabda-Nya: Download Audio Khotbah
                 Tentang Panggilan

______________________________________________________________________
   Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke redaksi:
  <binaanak(at)sabda.org> atau <owner-i-kan-binaanak(at)hub.xc.org>
______________________________________________________________________
SALAM DARI REDAKSI

                  SAYA ADALAH REKAN SEKERJA ALLAH

  Rekan Pelayan Anak,

  Sejak kapan Anda mengambil bagian di dalam pelayanan sekolah minggu
  atau pelayanan anak lainnya? Pasti jawaban Anda sekalian beragam.
  Ada yang baru hitungan hari, minggu, bulan, bahkan sampai hitungan
  tahun. Salut bagi Anda yang tetap bertanggung jawab dan setia di
  dalam mengemban tugas yang Allah berikan, yaitu mengajar anak-anak
  layan Anda tentang Yesus Kristus.

  Ketika kami menyiapkan sajian di minggu kedua dengan topik "Menjadi
  Bagian dari Program Allah", banyak pelajaran penting yang kami
  dapatkan. Salah satunya adalah bahwa Allah memberikan tanggung jawab
  istimewa di dalam pelayanan kita melayani anak-anak. Sebuah
  panggilan yang berat, namun sekali-kali Tuhan tidak akan
  meninggalkan kita. Pelayan Anak, silakan menyimak sajian pada edisi
  ini. Dan tetap ingat bahwa kita adalah bagian dari rencana-Nya.
  Selamat melayani!

  Staf Redaksi e-BinaAnak,
  Kristina Dwi Lestari

      Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala
          sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka
            yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang
              terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
                           (Roma 8:28)
            < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Rm.+8:28 >

______________________________________________________________________
ARTIKEL 1

             JADI, ANDA ADALAH SEORANG GURU SEKOLAH MINGGU

  Jadi, Anda adalah seorang guru sekolah minggu: wow, sungguh suatu
  tantangan, peluang, dan tanggung jawab yang besar! Sungguh suatu
  peran yang besar yang Tuhan telah berikan kepada Anda untuk memenuhi
  rencana dan program-Nya. Dan mungkin Rasul Paulus ingat kepada Anda
  saat dia menulis, "Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam
  Jemaat untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan
  pelayanan sehingga pembangunan tubuh Kristus mencapai kesatuan iman
  dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan
  tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus" (1 Kor.
  12:28; Ef. 4:12-13).

  Mengajar tentu saja bukanlah sesuatu yang baru dalam kekristenan.
  Yesus mengelilingi semua desa dan kota untuk mengajar (Mat. 9:35).
  Sebelum naik ke surga, Ia mengatakan pada para pengikutnya, "Karena
  itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan ajarlah mereka
  melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu" (Mat.
  29:19-20). Dan Rasul Paulus menulis, "Apa yang telah engkau dengar
  dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada
  orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang
  lain." (2 Tim. 2:2)

  Berkenaan dengan Tantangan

  Mengajar itu lebih dari sekadar bertemu seminggu sekali dengan
  sekelompok kecil orang dan menceritakan kisah Alkitab. Mengajar
  merupakan sebuah konstruksi bisnis di mana harus ada usaha yang
  serius untuk membangun setiap murid menjadi rumah Allah yang hidup.
  Mengajar merupakan sebuah hak istimewa dalam pelayanan. Kita harus
  melakukannya dengan optimisme, karena mengajar adalah pekerjaan
  Tuhan; dengan antusiasme, karena mengajar adalah suatu pekerjaan
  yang luar biasa; dan dengan integritas, karena mengajar adalah suatu
  pekerjaan yang kudus (2 Kor. 2:14-17).

  Persiapan pelajaran merupakan hal penting yang harus dilakukan agar
  sang pengajar mengetahui apa yang ia ajarkan, siapa yang ia ajar,
  serta memiliki kepercayaan diri yang menuntunnya dalam mengajar.
  Alkitab harus menjadi dasar dari kurikulum pelajaran. Kurikulum itu
  harus dapat diterima sebagai firman Tuhan, dikasihi dan dimuliakan.
  Apa yang diajarkan harus dibahasakan dalam bahasa yang akan
  memengaruhi kehidupan sehari-hari. Dan prinsip-prinsipnya harus
  diajarkan sebagai fondasi kehidupan.

  Sebagai seorang guru sekolah minggu yang baik, Anda harus menyadari
  bahwa pelayanan yang Anda lakukan adalah pelayanan untuk mengasuh
  dan berbagi. Anda memiliki kepedulian yang dari Tuhan kepada sesama
  dalam Tubuh Kristus, dan terutama kepada mereka yang ada dalam kelas
  yang Anda ajar. Anggap diri Anda sebagai hamba, yang bertanggung
  jawab atas kedewasaan rohani anak-anak yang Anda ajar. Hal ini
  termasuk mengunjungi rumah anak layan Anda, tertarik dan terjun
  kepada apa yang memengaruhi kehidupan mereka, dan menunjukkan belas
  kasih terhadap segala kebutuhan mereka. Perhatikan pula pentingnya
  membagi sukacita dan berkat yang datang melalui pelayanan Anda
  kepada Tuhan Yesus Kristus.

  Kepercayaan diri dan kemampuan dalam mengajar didapat dari:

  1. Pertumbuhan hubungan pribadi dengan Yesus Kristus. Anda harus
     mengenal Pribadi yang Anda ajarkan.
  2. Kehidupan doa yang rutin dan disiplin. Evaluasi keadaan spiritual
     Anda sendiri, dan minta Tuhan untuk membuat Anda cepat memahami
     kebenaran-Nya. Mohon petunjuk Tuhan tentang apa yang Tuhan ingin
     Anda katakan kepada anak-anak layan Anda.
  3. Mempelajari Alkitab secara pribadi. Tanyakan pertanyaan seperti:
     siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana. Ingatlah
     anak-anak layan Anda.
  4. Penetapan tujuan dan pengembangan kerangka pelajaran. Putuskan
     hal apa yang harus ditekankan dan prosedur apa yang harus
     diikuti.
  5. Atur alat-alat bantu mengajar Anda, misalnya bahan-bahan
     audio-visual dan diskusi yang akan meningkatkan partisipasi
     kelas.

  Dan ingat, mengajar itu adalah komunikasi dua arah. Hindari
  pengajaran yang monoton, karena belajar adalah sebuah proses yang
  aktif. Mengajar melibatkan partisipasi anak-anak, baik dengan
  aktivitas yang terencana maupun yang responsif. Aktivitas terencana
  dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa metode pengajaran,
  seperti bermain peran, panel diskusi, laporan, pengelompokkan, dll..
  Aktivitas responsif termasuk mencari dan membaca Alkitab, menjawab
  pertanyaan, atau dialog. (Meski demikian, ingatlah untuk tidak
  memaksa anak-anak berpartisipasi.)

  Berkenaan dengan Peluang

  Siapa tahu Anda dapat menjadi orang yang menjangkau anak layan di
  kelas sekolah minggu Anda untuk Yesus? Di zaman gereja mula-mula,
  banyak orang tertarik kepada kekristenan bukan hanya karena
  kekristenan pada saat itu adalah sebuah iman yang hidup dan nyata,
  namun juga karena kekristenan pada waktu itu memberikan pengampunan,
  harapan, kasih, dan rekonsiliasi kepada umat manusia (2 Kor. 4-5).

  Menggunakan kesempatan berarti memiliki pengaruh spiritual dan moral
  yang positif kepada anak-anak layan Anda. Setiap orang yang memasuki
  kelas Anda memiliki seperangkat nilai yang berbeda; membawa filosofi
  kehidupannya masing-masing, entah itu berfaedah atau tidak; dan
  masing-masing berasal dari lingkungan yang berbeda di mana emosi
  yang berlebihan mungkin sudah akan nampak jelas pada saat-saat awal
  Anda mengajar. Namun, kini Anda mendapatkan hak istimewa untuk
  mengarahkan perhatian mereka kepada Pribadi yang mampu mengatasi
  semua masalah, yang telah memberikan firman-Nya kepada kita, bahwa
  Ia peduli dengan kebutuhan mereka, dan ingin mereka mengerti bahwa
  setiap pengalaman kehidupan adalah sebuah jalan menuju kedewasaan
  rohani.

  Anda mungkin adalah seorang pengajar anak-anak kecil. Maka,
  bersyukurlah pada Tuhan karena Ia telah memercayakan kepada Anda
  peluang untuk membantu membentuk pikiran dan tingkah laku mereka.
  Ajar mereka tentang Tuhan dan kasih-Nya. Biarkan mereka tahu bahwa
  Yesus adalah Pribadi yang sangat istimewa, yang sangat tertarik
  kepada mereka. Dorong mereka agar mereka rindu menyenangkan Yesus.
  Saat anak-anak layan beranjak dewasa, bantu ia untuk memahami bahwa
  Tuhanlah yang memelihara mereka, dan bahwa Yesus adalah Sahabat baik
  yang dapat dimiliki oleh semua orang. Ajar mereka bahwa Yesus mati
  menggantikan kita.

  Anak dan remaja dapat memahami bahwa Tuhan selalu memiliki rencana
  penebusan, yang meliputi kelahiran, kehidupan, kematian,
  kebangkitan, dan kedatangan Kristus yang kedua. Dan, Ia juga
  memiliki rencana bagi hidup mereka. Anak layan Anda harus mengerti
  bahwa Alkitab adalah otoritas terakhir kita dalam apa yang kita
  yakini dan bagaimana kita menjalani kehidupan. Sungguh menyenangkan
  kita dapat membantu mereka menerima diri mereka sendiri; untuk
  berbagi dengan mereka beberapa kebenaran besar yang telah mereka
  temukan dalam firman Tuhan; untuk membuka mata rohani mereka kepada
  fakta bahwa kisah-kisah Alkitab adalah alat untuk mengajarkan
  kebenaran Alkitab; dan untuk mendorong mereka merespons Yesus dengan
  kehidupan mereka.

  Berkenaan dengan Tanggung Jawab

  Tanggung jawab selalu berjalan berdampingan dengan hak istimewa.
  Seorang guru Kristen yang baik selalu menyadari bahwa ia bekerja
  sama dengan Tuhan untuk menggerakkan orang-orang dari berkata-kata
  menjadi berbuat. Berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah,
  yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus (Fil. 3:14)
  adalah kedewasaan rohani dalam Yesus Kristus! Hal ini tercapai saat
  seseorang diperhadapkan kepada Kristus (Kol. 1:28). Itulah pekerjaan
  yang telah Tuhan berikan kepada Anda. Tanggung jawab ini melibatkan
  tiga hal: doa, persiapan, dan pernyataan.

  Persiapan melibatkan pelatihan untuk mengajar dan persiapan setiap
  pelajaran. Pelatihan Anda adalah sebuah proses yang terus berjalan,
  yang sebenarnya tidak pernah berakhir. Setiap orang Kristen akan
  ingin melanjutkan pendidikannya sendiri sehingga mereka benar-benar
  diperlengkapi dalam mengajarkan firman Tuhan. Persiapan mingguan
  akan membuat pelajaran yang Anda sampaikan efektif dan lebih
  memenuhi kebutuhan setiap murid.

  Jalannya tidak akan mudah! Namun, tidak ada yang sulit bagi Tuhan
  kita. Jika Anda ingin melihat hasil yang kekal dari pelayanan Anda,
  Anda harus melihat sekitar Anda, kepada ladang jiwa manusia yang
  sangat luas, yang sudah menguning di sekitar kita (Yoh. 4:35). Dan
  Anda akan mengatakan, "Ini aku, utuslah aku!" (Yes. 6:8). Sebagai
  teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan
  membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima
  (2 Kor. 6:1).

  Tuhan memberkati Anda saat Anda menerima tantangan, peluang, dan
  tanggung jawab pelayanan ini. (t/Dian)

  Diterjemahkan dari:
  Nama situs: Evangelical Congregational Church
  Judul asli artikel: So You are Sunday School Teacher
  Penulis: Tidak dicantumkan
  Alamat URL: http://www.eccenter.com/files/ECC/Publications/SoYourA/Sunday%20School%20teacher.pdf

______________________________________________________________________
ARTIKEL 2

                  KEDUDUKAN DAN FUNGSI PARA PEMBINA

  KERJA SAMA

  Pada saat kita mengambil bagian dalam pekerjaan pelayanan anak
  melalui sekolah minggu, kelompok penelitian Alkitab, kegiatan pekan
  sekolah minggu, atau pekerjaan pelayanan yang lain, adalah penting
  untuk diingat bahwa kerja sama di antara pembimbing adalah suatu hal
  yang indah sekali. Kerja sama tidak selalu merupakan hal yang mudah
  dilakukan. Jika Allah memanggil kita untuk suatu kerja sama, maka
  sudah barang tentu ada suatu persekutuan; persekutuan dengan Tuhan
  dan dengan sesama.

  Persekutuan merupakan bagian dari suatu jemaat. Adakah suatu sekolah
  minggu atau sebuah kelompok penelitian Alkitab yang bukan merupakan
  bagian dari jemaat Tuhan Yesus Kristus? Kerja sama dengan orang lain
  selalu menghendaki penyesuaian diri dan saling menerima antara satu
  dengan yang lain. Hal ini tidaklah semudah seperti apa yang terdapat
  dalam buku-buku teori berorganisasi, karena AKU tidak sama dengan
  DIA.

  Adalah sangat menguntungkan bahwa kita memiliki perbedaan. Allah
  telah menciptakan kita seperti itu. Setiap orang memunyai karakter
  dan kepribadian serta karunianya sendiri, termasuk juga segala
  kelemahan dan kekurangannya.

  Karunia-karunia Anda merupakan kemampuan Anda, bukan saja karunia
  yang ada sejak dari kandungan ibu, tetapi juga karunia yang
  terbentuk oleh situasi dan alam di mana anda berada, serta karunia
  yang berkembang dalam pendidikan anda.

  Jadi, jika Anda menjadi anggota dari satu tim yang terdiri dari
  berbagai macam orang, maka berarti ada banyak kemungkinan. Anda
  boleh saja menjadi anggota dari suatu KESATUAN, walaupun terdapat
  perbedaan-perbedaan, seperti umur, pendidikan, latar belakang,
  kemampuan, jenis kelamin, atau pun status sosial. Yang terpenting
  adalah dasar kesatuan ini. Visi kesatuan ini tidak berbeda sedikit
  pun: "Allah tidak menginginkan satu saja dari anak-anak ini
  terhilang." Ini merupakan alasan dasar kerja sama kita.

  TUJUAN

  - Apa yang menjadi tujuan Allah melalui jemaat-Nya? (Efesus 4:116)

      Ayat 1 : "Sebab itu aku menasihatkan kamu, aku, orang yang
      dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang
      yang terpanggil berpadanan dengan panggilan itu."

    Apakah Anda mendengar suara panggilan untuk tugas itu? Atau Anda
    hanya mau menolong karena tidak ada orang lain yang bersedia untuk
    tugas tersebut? Saya berpikir bahwa panggilan Allah ialah tugas
    dari Allah bagi kita semua. Kita sama-sama terpanggil untuk
    menggenapi perintah-Nya.

  - Jadi, kita harus hidup berpadanan dengan panggilan kita.

      Ayat 2, 3: "Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut dan
      sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam saling membantu dan
      berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai
      sejahtera."

  - Kita tidak boleh saling bermusuhan, tetapi kita harus hidup dalam
    damai, lemah lembut, dan sabar antara satu dengan yang lain.

      Ayat 4: "Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah
      dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam
      penggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah
      dan Bapa dari semua, Allah yang diatas semua dan oleh semua dan
      di dalam semua."

  - Kesatuan percaya merupakan dasar pekerjaan pelayanan kita.

      Ayat 7: "Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan
      kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus."

  - Kita tidak boleh iri hati antara satu dengan yang lain, yang
    memiliki karunia yang kurang atau lebih dari kita, itu merupakan
    karunia Allah.

      Ayat 11: "Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun
      nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun
      gembala-gembala dan pengajar-pengajar."

  - Mengapa ada perbedaan kasih karunia dalam pelayanan?

      Ayat 12, 13: "Untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi
      pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita
      semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar
      tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan
      yang sesuai dengan kepenuhan Kristus."

  Jadi,tujuan Allah melalui jemaat-Nya ialah:
   1. memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan; dan
   2. mendirikan jemaat Kristus.

  Sampai berapa lama kita harus melakukan pekerjaan pelayanan ini?
  Sampai kita semua mencapai:
  1. kesatuan iman,
  2. pengenalan yang sempurna akan Tuhan Yesus,
  3. kedewasaan rohani, dan
  4. kepenuhan dalam Kristus.

  Hal-hal inilah yang harus kita semua capai. Inilah arah kerja sama
  kita. Kita harus saling membangkitkan semangat. Para pengajar pandai
  mendidik. Para penginjil menjalin pesahabatan dengan anak-anak yang
  main-main di jalan. Para gembala memelihara kawanan domba. Ia
  melihat keperluan jika anak-anak membutuhkan perhatian khusus. Para
  rasul menyebarkan visi adalah keperluan untuk membawa Injil kepada
  anak-anak. Para nabi memperlihatkan kekayaan firman Allah serta
  pandai menceritakan hal itu kepada anak-anak. Kitab Roma 12:4-8
  menyatakan beberapa tugas lain yang juga penting dalam Tubuh
  Kristus, seperti: memberi pimpinan, menunjukkan kemurahan, melayani,
  dan sebagainya. Tetapi semua itu harus dilakukan dengan sukacita.

  MELATIH PERSEKUTUAN

  Persekutuan dilatih dengan cara bersama-sama:
  - berdoa,
  - menyusun rencana kerja, dan
  - memecahkan persoalan.

  Yang olehnya kita saling mengenal dan menerima satu sama lain.

  Berdoa bersama merupakan bentuk dasar persekutuan. Kalau kita
  membentuk suatu persekutuan anak-anak bersama-sama, maka kita harus
  memberikan ruang dan waktu supaya persekutuan itu bersama-sama
  diangkat ke hadirat Allah. Berdoa bersama-sama untuk anak-anak,
  untuk kita masing-masing, untuk kerja Roh Kudus (Matius 18:20).
  Waktu yang paling tepat untuk berdoa bersama ialah sebelum anak-anak
  berdiri di depan pintu. Kita tidak bisa berdoa dengan tenang kalau
  anak-anak sudah mulai ramai di luar ruangan. Pada saat itu, kita
  harus sedia untuk mereka saja.

  RENCANA KERJA

  Kalau kita mau mencapai suatu tujuan, maka kita harus lebih dahulu
  memulainya dengan perencanaan yang matang. Apakah yang akan kita
  berikan kepada anak-anak dalam bulan-bulan yang akan datang?
  Cerita-cerita manakah akan dipilih dari Alkitab? Patokan hidup yang
  bagaimanakah yang akan kita berikan kepada anak-anak? Bagaimanakah
  kita melaksanakan sesuatu? Siapakah yang akan bertanggung jawab
  untuk setiap hal tersebut? Perencanaan yang baik adalah sangat
  penting, supaya kita bisa menentukan arah perjalanan dan masa depan
  bagi organisasi kita ini. Kalau tidak, tentu jam persekutuan tidak
  ada hubungannya antara satu sama lain. Pilihlah suatu waktu tertentu
  untuk bersama-sama membuat rencana kerja demi persiapan pelayanan
  kita. Carilah kesempatan untuk saling mengenal satu dengan yang
  lain.

  PEMECAHAN PERSOALAN

  Perhatikanlah apa yang telah terjadi pada waktu yang baru saja
  berlalu, apakah hal itu berjalan sesuai dengan rencana kerja? Apakah
  ada suatu kekurangan? Apakah suasana dalam pertemuan anak-anak itu
  menggembirakan atau membosankan? Adakah anak-anak yang menghadapi
  persoalan-persoalan tertentu? Apakah yang bisa kita perbuat untuk
  memecahkan persoalan-persoalan tersebut dan bagaimana jalan keluar
  yang paling tepat? Ini merupakan suatu bentuk dalam melatih
  persekutuan.

  LANDASAN KERJA

  Jika Tuhan begitu besar sehingga Ia bisa mengubah kehidupan saya,
  maka terlebih lagi Ia sanggup mengubah kehidupan teman saya!
  Landasan untuk persekutuan kita ialah visi bersama kita. Kita harus
  meletakkan percaya kita akan:
  - kasih Allah,
  - anugerah Allah, dan
  - kuasa Allah.

  Ini merupakan tiang-tiang penopang yang bisa menunjang pekerjaan
  pelayanan kita. Kita boleh melakukan apa saja yang bisa kita
  lakukan. Tuhan memerintahkan kita untuk melayani dengan semua
  talenta kita. Tetapi kita juga akan melihat bahwa hal itu merupakan
  pekerjaan Tuhan sendiri, dan bahwa berkat Tuhan turun atas pekerjaan
  pelayanan tersebut. Kita akan menyaksikan anak-anak yang tadinya
  tertutup, sekarang terbuka di hadapan Tuhan dan bertumbuh serta
  berbuah lebat. Kalau kita bekerja sama dengan cara semacam ini, maka
  kita akan melihat bahwa kita tumbuh bersama dalam kasih akan Allah.

    Ayat 15: "Tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam
    kasih kita bertumbuh didalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang
    adalah Kepala."

  AKU TIDAK TAHU APAKAH AKU BISA .... MARI KITA LAKUKAN BERSAMA!

  HASIL

  Peraturan hidup alkitabiah merupakan tata cara hidup yang bernilai
  tinggi. Hal ini menuntut ketaatan diri dan memberi semangat untuk
  mengasihi sesama. Pengalaman hidup seorang anak kecil membawa
  pengaruh besar dalam kehidupan anak itu pada masa-masa selanjutnya,
  entah itu baik atau buruk. Kalau kita membawa anak-anak kecil kepada
  Tuhan Yesus, maka mereka akan belajar mengenal Tuhan dan
  membandingkan tingkah laku mereka dengan aturan dan kehendak Allah.
  Mereka mendapat kesempatan terbaik untuk menjadi orang Kristen yang
  sejati.

  ANAK-ANAK YANG PERCAYA

  Kebanyakan orang tidak begitu percaya akan kehidupan rohani seorang
  anak kecil. Mengapa tidak? Charles H. Spurgeon, seorang pengkhotbah
  terkenal, meluangkan banyak waktu bersama anak-anak. Ia berkata:
  "Secara garis besar, aku lebih menaruh percaya akan kehidupan rohani
  seorang anak kecil dalam jemaat di gerejaku daripada kehidupan
  rohani seorang anggota dewasa. Aku biasa menemukan suatu pengenalan
  yang lebih jelas akan Injil serta suatu perasaan kasih akan Juru
  Selamat yang lebih hangat pada anak-anak yang percaya daripada orang
  Kristen dewasa."

  Alkitab memberikan banyak keterangan tentang anak-anak yang percaya.
  Tuhan Yesus sendiri berkata: "... sambutlah Kerajaan Allah seperti
  seorang anak kecil." (Markus 10:15; Matius 18:3)

  "Apakah" kita harus membawa berita Injil kepada anak-anak bukan lagi
  merupakan pertanyaan. Yang menjadi pokok perhatian kita ialah:
  "bagaimana?"

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul buku: Petunjuk untuk Pengasuh Sekolah Minggu
  Penulis: Tim Penulis Foundation Child & World/Yayasan Pekerjaan Pelayanan Anak Timotius
  Penerbit: Foundation Child & World/Yayasan Pekerjaan Pelayanan Anak Timotius
  Halaman: 6 -- 8

______________________________________________________________________
MUTIARA GURU

     Mengajar adalah hak istimewa yang Allah berikan kepada Anda.
              Lakukanlah dengan penuh tanggung jawab.

______________________________________________________________________
BAHAN MENGAJAR

                           DAGING DAN ROH

  Peralatan khusus:
   - boneka mainan kecil (orang-orangan) yang tidak memiliki sisi yang
     tajam.
   - sebuah balon.

  Bagaimana Melakukan Permainan Balon

  Tiup balon sampai ukurannya dua kali lebih besar dari boneka mainan.
  Pastikan untuk tidak meniup balon terlalu besar. Ikat mulut balon.
  Aktivitas ini memerlukan latihan, jadi jangan lakukan hal ini di
  dalam kelas. Ambillah boneka mainan yang ada dan masukkan ke dalam
  balon, pada bagian mulutnya, hingga seluruh bagian boneka tersebut
  tertutup oleh balon. Peganglah balon pada bagian bawah boneka yang
  menahan keluarnya udara. Lalu, lepaskan ikatan pada mulut balon
  sehingga boneka itu dapat terpental-pental di dalam balon.

  Apa yang Harus Dikatakan dan Bagaimana Mengatakannya

  Siapakah kita dan bagaimana kita dibentuk? Kita adalah anak-anak
  Allah. Ketika roh kita diselamatkan, kita yang sesungguhnya yang
  tinggal di dalam tubuh kita, diciptakan kembali menjadi serupa
  dengan Allah. Namun daging, bagian tubuh kita yang di luar, tetap
  sama. Ada peperangan yang terjadi terus-menerus antara daging dan
  roh. Daging kita masih memiliki semua kebiasaan lamanya. Daging itu
  masih ingin melakukan kebiasaan-kebiasaan yang dulu kita lakukan.
  Kini, roh kita ingin melakukan hal-hal baik yang Allah kehendaki
  untuk kita lakukan. Kelihatannya terlalu sukar bagi kita untuk
  melakukan apa yang Allah kehendaki untuk kita lakukan jika
  kedagingan kita masih begitu kuat. Sama seperti dengan boneka ini
  (tunjukkan boneka mainan kepada semua murid).

  (Tiuplah balon. JANGAN TIUP BALON TERLALU BESAR! Besarnya cukup dua
  kali ukuran boneka mainan saja. Masukkan boneka ke dalam mulut balon
  seperti yang telah dijelaskan di atas dan pegang balon di bagian
  bawah boneka sehingga boneka benar-benar di dalam balon. Lepaskan
  ikatan pada mulut balon tanpa merusak bagian luar balon. Biarkan
  balon dalam keadaan menggembung. Perlihatkan boneka mainan yang
  terpental-pental di dalam balon.)

  Jika kalian tidak memberi makan rohmu dengan firman Tuhan, rohmu
  akan menjadi kerdil dan lemah di dalam tubuhmu, persis seperti
  boneka mainan yang ada di dalam balon. Boneka itu tidak cukup besar
  untuk mengendalikan balon. Balonlah yang mengendalikannya, dan
  kedaginganmu akan mengendalikan hidupmu (Galatia 4:8-9). (Biarkan
  semua udara keluar dari balon sampai balon tak berisi udara sama
  sekali dan berbentuk sesuai bentuk boneka.) Jika kalian memberi
  makan diri sendiri dengan firman Tuhan, dengan menghabiskan banyak
  waktu bersama Tuhan dan sedikit waktu untuk kedaginganmu. Kuasa
  kedaginganmu akan menyusut dan menyesuaikan diri dengan rohmu, dan
  akhirnya rohmulah yang akan berkuasa atas hidupmu.

  Ayat pendukung lain: Roma 12:1-2; Roma 13:1-4. (t/Setya)

  Diterjemahkan dari:
  Nama situs: Apple Sauce Kids
  Judul asli artikel: The Flesh and The Spirit
  Penulis: Tidak dicantumkan
  Alamat URL: http://applesaucekids.com/ObjectLe/OBSpirit.html

______________________________________________________________________
WARNET PENA

                  SITUS AKU, DIA, DAN SABDA-NYA:
             DOWNLOAD AUDIO KHOTBAH TENTANG PANGGILAN
             <http://www.rahmiati.org/keyword/panggilan>

  Firman Allah merupakan senjata rohani yang paling penting bagi para
  pelayan anak dalam memenuhi panggilan Allah untuk melayani Dia. Oleh
  karena itu, setiap pelayan anak dituntut untuk selalu hidup dalam
  firman-Nya agar panggilan itu tidak memudar dan roh melayani tetap
  menyala-nyala. Redaksi mengajak Pelayan Anak sekalian untuk
  mendengarkan firman Tuhan yang disampaikan melalui Pdt. Rahmiati
  Tanudjaja dalam situs Aku, Dia, dan Sabda-Nya. Berkaitan dengan tema
  publikasi e-BinaAnak di bulan ini, yaitu tentang "Panggilan
  Pelayanan Anak", maka kami bagikan referensi khotbah Pdt. Rahmiati
  Tanudjaja yang membahas perihal topik panggilan di dalam pelayanan.
  Dalam tautan di atas, telah tersedia ringkasan khotbahnya, dan
  Pelayan Anak dapat mengunduh bahan khotbah dalam format MP3 secara
  langsung dari situsnya. Silakan berkunjung dan selamat
  memperlengkapi diri.

  Oleh: Kristina (Redaksi)

______________________________________________________________________
Pemimpin Redaksi: Davida Welni Dana
Staf Redaksi: Kristina Dwi Lestari dan Tatik Wahyuningsih
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2009 -- YLSA
http://www.ylsa.org/ ~~ http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(`Recip.EmailAddr`)
Alamat berlangganan: <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Alamat berhenti: <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Arsip e-BinaAnak: http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://pepak.sabda.org/

Bergabunglah dalam Network Anak di Situs In-Christ.Net:
http://www.in-christ.net/komunitas_umum/network_anak

______________PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN GURU_______________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org