Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/407

e-BinaAnak edisi 407 (13-11-2008)

Motivasi dan Panggilan Guru Sekolah Minggu

 

___e-BinaAnak (Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak)____

  DAFTAR ISI EDISI 407/NOVEMBER/2008

  - SALAM DARI REDAKSI
  - ARTIKEL: Ketika Guru Kehilangan Panggilan, Visi, dan Motivasinya 
  - TIPS: Bagaimana Menemukan Kembali Gairah Anda pada Pelayanan Anak 
  - BAHAN MENGAJAR: Pelajaran Tentang Kelahiran Yesus
  - WARNET PENA: Wajah Baru Situs TELAGA
  - STOP PRESS!: Baru! Publikasi e-Wanita 
  - MUTIARA GURU

______________________________________________________________________
o/ SALAM DARI REDAKSI o/

  Salam dalam kasih Tuhan Yesus Kristus,

  Seiring bertambahnya masa waktu pelayanan yang dilakukan oleh para 
  pelayan anak, sering kali timbul tantangan dari dalam diri sendiri, 
  yaitu surutnya motivasi dan redupnya panggilan. Kendala ini bisa 
  disebabkan oleh banyak hal, seperti kepenatan menghadapi anak layan 
  yang mulai sulit diberikan pengajaran atau didikan, masalah dengan 
  rekan sepelayanan, atau beberapa masalah pribadi yang mau tidak mau 
  memengaruhi semangat dalam melayani. Jika kita atau rekan 
  sepelayanan sedang mengalami keadaan tersebut, maka kita perlu 
  membereskan atau menyegarkan kembali motivasi dan panggilan kita 
  dalam melayani anak layan kita bagi Kristus. 

  Secara berurutan redaksi akan menyajikan tulisan-tulisan yang 
  membantu Pelayan Anak terkasih untuk mengembalikan motivasi dan 
  semangat dalam pelayanan Anda masing-masing. Dalam kolom Artikel, 
  tersedia lembar rumusan panggilan, visi, dan motivasi yang bisa 
  dipakai untuk menyegarkan semangat dan panggilan Anda. Di kolom 
  Tips, beberapa langkah praktis bisa digunakan untuk menginspirasi 
  para Pelayan Anak dalam menemukan kembali semangat melayani anak 
  layan Anda. Untuk menyambut Natal, jangan lewatkan bahan mengajar 
  yang dapat Anda gunakan dalam ibadah sekolah minggu sepanjang bulan 
  Desember mendatang.

  Nah, Pelayan Anak, selamat menyimak keseluruhan sajian publikasi 
  e-BinaAnak kali ini dan terus nyalakan api semangat untuk mendidik 
  anak layan kita akan pengetahuan tentang Kristus. Tuhan Yesus 
  memberkati.

  Staf Redaksi e-BinaAnak,
  Kristina Dwi Lestari 

         "Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, 
      supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya 
 dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik 
   dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu." (2 Tesalonika 1:11)
         < http://sabdaweb.sabda.org/?p=2Tesalonika+1:11 >

______________________________________________________________________
o/ ARTIKEL o/

       KETIKA GURU KEHILANGAN PANGGILAN, VISI, DAN MOTIVASINYA

  Apakah hal-hal berikut sedang Anda rasakan? Tidak ada lagi sukacita 
  melayani sebagai seorang guru. Melayani dengan perasaan beban sangat 
  berat sehingga membuat frustrasi. Melayani tanpa gairah, banyak 
  masalah dengan sesama guru, rasanya ingin berhenti menjadi guru 
  sekolah minggu, seandainya ada yang mau menggantikan, pelayanan anak 
  hanya melelahkan saja tidak ada hasilya, atau terpaksa masih menjadi 
  guru sekolah minggu. Kreatif? Alat peraga? Kegiatan anak? Ah, 
  pusing-pusing amat dengan semuanya itu. Asal setiap minggu masih ada 
  sekolah minggu sajalah. Ini saja sudah beratnya minta ampun. 
  Sudahlah tidak usah muluk-muluk sebagai guru. 

  Jika seorang guru merasakan seperti salah satu contoh perasaan di 
  atas, ia perlu bertanya. Apakah saya masih menghayati panggilan 
  sebagai guru sekolah minggu? Apakah visi dan motivasi saya sebagai 
  guru sekolah minggu? Mungkinkah saya telah kehilangan panggilan, 
  visi, dan motivasi sebagai guru sekolah minggu? 

  Jika Seseorang Kehilangan Panggilan Sebagai Guru

  Jika seorang guru kehilangan panggilannya, maka salah satu hal 
  berikut ini mungkin dapat terjadi. 

  - Ia tidak mau lagi menjadi guru karena kehilangan panggilan itu. 

  - Ia mungkin masih melayani, namun hanya merasa ingin menjadi guru 
    bantu, merasa mangajar itu bukan panggilannya, bukan tanggung 
    jawabnya! Pelayanan kurang berkualitas!

  - Ia mungkin aktif melayani, namun tidak menyadari bahwa ia 
    dipanggil sebagai guru. Ia merasa hanya sekedar sebagai aktivis 
    sekolah minggu/komisi anak. Ketidaksadaran akan sebagai guru ini 
    membuat ia menjadi aktivis yang banyak bermasalah karena tidak 
    mengerti panggilan seorang guru. Yang jelas, ia bukan guru yang 
    patut diteladani sikap hidupnya. Orang semacam ini sering menjadi 
    pembuat masalah di antara para guru. 

  Jika Seseorang Kehilangan Visinya Sebagai Guru

  Beberapa hal berikut bisa terjadi.

  - Ia melayani tanpa tujuan, sehingga biasanya kurang serius melayani 
    anak-anak, kurang bersemangat, asal mengikuti program/kegiatan 
    yang diadakan oleh sesama rekan guru.

  - Ia melayani tanpa tujuan dari Tuhan. Ia mengarahkan pelayanan anak
    pada tujuan/kepentingan pribadi (biasanya pada pemuliaan 
    pribadinya, agar ia dihargai, dihormati, dipuji, atau dianggap 
    hebat).

  - Ia tidak efektif melayani karena asal mengikuti kebiasaan yang   
    sudah ada, tidak ada sasaran yang jelas. Program kerjanya hanya 
    mengikuti kebiasaan yang sudah ada, tidak ada sasaran yang jelas. 
    Program kerjanya hanya mengikuti kebiasaan yang sudah ada, tidak 
    efektif, dan membosankan. Ia berpikir, yang sudah biasanya 
    dilakukan sudah berjalan dengan baik, jadi mau apa lagi? 

  Sebaliknya orang yang visinya kuat dalam pelayanan anak akan menjadi 
  guru yang aktif memikirkan tujuan. Ia biasanya adalah seorang yang 
  bersemangat dalam pelayanan, disiplin, kreatif, dan setia melayani 
  anak-anak.  

  Jika Seorang Guru Kehilangan Motivasi Pelayanannya

  Beberapa hal berikut ini bisa terjadi:

  - Kehilangan semangat mengajar, mengajar tanpa gairah. 

  - Rutinitas pelayanan anak (sekolah minggu) menjadi begitu 
    membosankan baginya dan berbeban berat dalam pelayanan. 

  - Suka mengeluh dan biasanya suka "kecewa" dan meninggalkan 
    pelayanan.

  - Ia hampir pasti adalah guru yang mesti dilayani guru yang lain, 
    dan menjadi objek yang dilayani oleh para pengurus karena ia 
    selalu bermasalah. 

  - Tidak dapat diharapkan partisipasi aktifnya, apalagi 
    kreativitasnya.

  - Suka membolos datang mengajar atau suka meninggalkan tugasnya. 

  - Suka datang terlambat dengan tanpa beban/tanpa rasa bersalah. 

  Jadi sangat berbahaya jika seorang guru kehilangan panggilan, visi, 
  dan motivasinya. Apakah Anda masih sangat meyakini panggilan, visi, 
  dan motivasi Anda sebagai guru? 

  Rumuskan Panggilan Anda Sebagai Guru

  - Kapan Anda merasakan panggilan itu? Dapatkan Anda 
    menjelaskan/menceritakan?

  - Dari manakah panggilan Anda sehingga Anda bersedia menjadi guru   
    sekolah minggu? Melalui apa dan atau siapa panggilan itu 
    dinyatakan kepada Anda?

  - Berapa kali atau berapa lama Tuhan meneguhkan (mengulang) 
    panggilan-Nya kepada Anda?

  - Bagaimana perasaan Anda saat ini ketika sibuk dengan berbagai 
    pelayanan sekolah minggu? Adakah sukacita?

  - Rumuskan tugas panggilan Anda sebagai seorang guru:
    __________________________________________________________________
    
    __________________________________________________________________
    
    __________________________________________________________________


  Rumuskan Visi Anda Sebagai Seorang Guru

  - Apa tujuan Bapa menjadikan Anda seorang guru?

  - Apa tujuan besar Bapa sehingga perlu banyak guru sekolah minggu?
  
  - Apakah Anda mau ikut mewujudkan tujuan Tuhan tersebut, dan apa 
    yang sudah Anda lakukan untuk mewujudkan tujuan-Nya?

  - Apa tujuan pribadi Anda bagi setiap anak di kelas Anda? 

  - Rumuskan tujuan Anda menjadi guru sekolah minggu:

    __________________________________________________________________

  - Rumuskan tujuan komisi/departemen anak/sekolah minggu di gereja 
    Anda:
    __________________________________________________________________
  
    __________________________________________________________________
  
    __________________________________________________________________


  Rumuskan Motivasi Anda Sebagai Guru

  - Apa (atau siapa) yang saat ini terus menyemangati Anda sehingga 
    hari ini masih menjadi guru sekolah minggu?

  - Apa yang paling membuat Anda gembira ketika melayani sekolah 
    minggu? Apakah acara dan pertemuan dengan sesama guru dan anak 
    yang membuat gembira, atau Anda gembira karena sudah sesuai dengan 
    harapan Anda?

  - Motivasi rohani apakah yang sudah Anda miliki? Sebutkan dan 
    jelaskan:
    __________________________________________________________________ 

    __________________________________________________________________ 

    __________________________________________________________________


  Semua guru yang melayani dengan baik, setia, dan aktif biasanya 
  telah memiliki dan menyadari ketiga hal di atas.

  Apakah Anda sudah meyakini panggilan itu dari Tuhan sendiri? Visi 
  dan motivasi apa yang telah menjadi pegangan pelayanan Anda saat 
  ini?

   "Jangan hendaklah kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala
                   dan layanilah Tuhan". (Roma 12:11)                                                                           

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul buku: Mereformasi Sekolah Minggu: 8 Kiat Praktis Menjadikan 
              Sekolah Minggu Berpusat pada Anak
  Penulis: Paulus Lie
  Penerbit: PBMR Andi, Yogyakarta 2003
  Halaman: 88 -- 92

______________________________________________________________________
o/ TIPS o/

     BAGAIMANA MENEMUKAN KEMBALI GAIRAH ANDA PADA PELAYANAN ANAK

  Beberapa minggu yang akan datang akan menjadi minggu terberat dalam 
  tahun pelayanan Anda. Musim hujan yang panjang membuat patah 
  semangat dan menurunkan semangat, bahkan bagi orang yang paling 
  berbakti sekali pun. Saya akan bagikan beberapa cara yang saya 
  gunakan untuk menyiapkan hati saya mengatasi patah semangat dalam 
  pelayanan. 

  a. Fokuskan pada Visi Jangka Panjang

     Kemunduran jangka pendek benar-benar bisa mematikan moral saya. 
     Saya menjadi patah semangat saat pengajaran saya mengalami 
     kemunduran atau saat saya kehilangan sukarelawan yang sibuk. 
     Tanyakan pada diri Anda sendiri, "Apa yang sedang Anda coba raih 
     dalam hidup anak-anak ini 20 tahun yang akan datang?" Tetap 
     setialah pada visi dan lakukan hal-hal kecil dengan 
     sebaik-baiknya. Lalu percayakan pada Tuhan untuk mengerjakan 
     hal-hal jangka panjang. 

  b. Bersyukurlah Atas Keberhasilan-Keberhasilan di Masa Lalu

     Ambil waktu untuk melangkah mundur dan melihat seberapa besar 
     hasil yang telah dicapai tahun ini. Tulislah lima cara yang telah 
     Tuhan pakai untuk menyentuh hidup melalui pelayanan anak yang 
     Anda lakukan. Bersyukurlah kepada Tuhan dan percayalah bahwa Dia 
     akan melanjutkan karya-Nya di tahun yang akan datang. 

  c. Doa

     Tidak ada yang membuat saya bersemangat untuk melayani selain 
     menjadi dekat dengan Tuhan. Hanya ada sedikit hal nyata yang bisa 
     didapatkan tanpa berdoa. Lawanlah rasa patah semangat itu dengan 
     mencari dukungan langsung dari Bapa di Surga. 

  d. Ingatlah Bahwa Anak-Anak Berharga di Mata Yesus

     Saat Tuhan memanggil saya untuk mengerjakan pelayanan anak, saya 
     kagum menemukan seluruh ayat Alkitab yang menunjukkan kasih Allah 
     kepada anak-anak. Ingatlah selalu bahwa hasrat-Nya untuk 
     menjangkau anak-anak akan selalu melebihi hasrat Anda. Yang harus 
     Anda lakukan adalah sejalan dengan tujuan-Nya. 

  e. Doronglah Rekan-Rekan yang Lain

     Salah satu cara terbaik untuk mengatasi patah semangat adalah 
     menjadi penyemangat bagi orang lain. Perhatikanlah salah satu 
     guru sekolah minggu dan katakan, "Pelayananmu berharga bagi Allah 
     dan membuat perbedaan." Lakukan hal ini setiap minggu. 

  f. Luangkan Waktu Lebih Banyak Bersama Anak-Anak yang Terluka

     Kadang-kadang saya lupa pada luka yang dihadapi oleh anak-anak 
     dalam hidup mereka. Sediakan waktu untuk menjalin hubungan dengan 
     anak yang menderita akibat kehidupan keluarga yang keras. 

  g. Kunjungi Keluarga-Keluarga yang Belum Bergereja

     Hanya ada beberapa hal yang bisa menyemangati saya dalam 
     berpelayanan, misalnya mengunjungi rumah-rumah beberapa murid 
     yang "berantakan". Ingatlah, hanya Injil yang bisa mematahkan 
     lingkaran setan yang merusak banyak keluarga.

  h. Kasihilah Mereka yang Tidak Dikasihi

     Perhatikanlah anak yang paling membuat Anda stres, anak yang Anda 
     anggap sebagai pembuat masalah. Kemudian buatlah proyek pribadi 
     untuk mengasihi anak itu dan menghadirkan Kristus dalam hidup 
     mereka. Bila Anda berhasil, Anda tidak akan pernah melupakannya.

  Bagaimana dengan Anda? Bagaimana Anda membangkitkan lagi semangat 
  Anda untuk pelayanan anak? Kiranya Tuhan memberkati Anda karena Anda 
  melayani gereja-Nya dan anak-anak-Nya. (t/Ratri)

  Diterjemahkan dan disunting seperlunya dari:
  Nama situs: Children Ministry.Com
  Judul asli artikel: How To Rediscover Your Passion For Children`s 
                      Ministry
  Penulis: Tony Kummer 
  Alamat URL: http://ministry-to-children.com/childrens-ministry-vision/

______________________________________________________________________
o/ BAHAN MENGAJAR o/

                  PELAJARAN TENTANG KELAHIRAN YESUS

  Seorang Juru Selamat telah lahir. Yesus datang dari surga. Ajarkan 
  kelahiran Yesus kepada anak-anak prasekolah dengan menggunakan 
  permainan-permainan yang menyenangkan, ketrampilan, dan banyak lagi!

  Ide-ide berikut ini mungkin bisa menolong Anda saat mengajarkan 
  pelajaran tentang kelahiran Yesus kepada murid-murid prasekolah 
  Anda. Silakan memakai ide-ide ini untuk melengkapi kurikulum Anda 
  atau untuk menyusun pelajaran sendiri.

  Cerita yang disarankan: Matius 1:18-25; Lukas 2:1-20

  Ide-ide untuk permainan:

  1. Permainan Mengingat Kelahiran Kristus

     Cara bermain: 
     Belilah atau gunakan barang-barang atau pernak-pernik kelahiran 
     Kristus yang bisa digunakan secara individu. Tempatkan alat-alat 
     itu di meja dan tutup mata anak-anak. Pindahkan salah satu barang 
     dan mintalah anak-anak untuk mencari benda apakah yang hilang. 
     Setelah benda yang hilang itu ditemukan, diskusikan tentang 
     pentingnya benda itu dalam kelahiran Kristus. Misalnya, bila Anda 
     menyembunyikan gembala, jelaskan kepada anak-anak bagaimana 
     malaikat menampakkan diri kepada para gembala di padang untuk 
     menyampaikan kelahiran Yesus.

  2. Melakukan Perjalanan Jauh

     Cara bermain:
     Maria dan Yusuf melakukan perjalanan jauh menuju ke Bethlehem 
     di mana Yesus dilahirkan. Mintalah anak-anak Anda untuk mengingat 
     benda-benda yang akan mereka perlukan untuk melakukan 
     perjalanan, misalnya sikat gigi, pakaian, tas besar, dll..  
     Tulislah ide-ide mereka pada salah satu sisi papan tulis. 
     Bandingkan jawaban mereka dengan benda-benda yang mungkin dibawa 
     oleh Maria dan Yusuf. Kemudian, lihatlah perbedaan antara 
     melakukan perjalanan pada zaman sekarang dan pada zaman Alkitab. 
     Jelaskan kepada anak-anak bahwa Maria dan Yusuf tidak memiliki 
     barang-barang mewah seperti yang kita miliki saat ini. 

  3. Makanan Ringan

     - Makanan ringan yang cocok untuk pelajaran ini adalah "kue ulang 
       tahun".

       Cara bermain:
       Buatlah atau belilah kue ulang tahun dengan berbagai hiasannya! 
       Adakan pesta untuk merayakan kelahiran Yesus dan nyanyikan 
       "Selamat Ulang Tahun" untuk Yesus. 

     - Makanan ringan lain yang cocok untuk pelajaran ini adalah 
       "Bintang Apel".

       Cara bermain:
       Potonglah apel menyilang menjadi dua bagian dan tunjukkan 
       kepada anak-anak bintang yang ada di tengah-tengah apel itu. 
       Katakan kepada mereka tentang bintang yang menuntun para majus 
       ke tempat di mana Yesus dilahirkan dan betapa pentingnya 
       bintang itu. Sekarang bagikan apel kepada seluruh anak supaya 
       mereka mencari bintang mereka sendiri. Sediakan karamel keju 
       atau buah keju lainnya, bila Anda suka.

  Ide Kegiatan

  Nyanyikan lagu-lagu Natal favorit Anda yang menceritakan kelahiran 
  Yesus, misalnya: Hai Siarkan ke Gunung, Away in a Manger (Di dalam 
  Palungan), Angels We Have Heard on High (Alam Raya Berkumandang), 
  What Child is This? (Gerangan Bayi Apakah?), dan masih banyak lagi.

  Ide-ide untuk kegiatan keterampilan:
  1. Malaikat menemui para gembala
     Bahan yang diperlukan:
     - Gambar titik-titik
     - Kertas kartu
     - Lem berwarna emas
     - Krayon

     Cara mengerjakan:
     a. Sediakan gambar titik-titik pada kertas kartu untuk setiap 
        anak di kelas Anda.
     b. Warnai gambar yang ada dengan krayon, kecuali gambar bintang.
     c. Tambahkan lem warna emas untuk bintang sehingga bintang itu 
        akan bersinar.

  2. Membuat Palungan
     Bahan yang diperlukan:
     - Piring kertas
     - Tisu basah
     - Lem
     - Kue stik asin
     - Lumut Spanyol (tersedia di toko bahan keterampilan)
     - Kulit kacang

     Cara membuat:
     a. Minta anak-anak mengambil dua kue stik asin dan lekatkan 
        dengan lem di piring kertas membentuk huruf X untuk kaki 
        palungan.
     b. Lekatkan lumut Spanyol di atas kue stik asin untuk 
        melambangkan rumput kering.
     c. Minta anak-anak untuk melekatkan kulit kacang sehingga kulit 
        itu melekat pada rumput kering untuk melambangkan bayi Yesus 
        yang berbaring di palungan. Ini sangat menyenangkan!

  Doa yang disarankan (atau gunakan doa Anda sendiri):

  Tuhan, Yesus adalah anugerah bagi kami sehingga kami ingin 
  mengingatnya selamanya. Kelahiran dan kematian-Nya, membuat-Mu dan 
  aku tetap bersama. Terima kasih Tuhan, untuk Yesus Kristus, Putra 
  Tunggal-Mu. Kiranya Dia hidup di dalamku hingga tugasku selesai. 
  Dalam nama Yesus, Amin. (t/Ratri)

  Diterjemahkan dari:
  Nama situs: suite 101.com
  Judul asli artikel: The Birth of Jesus Bible Lesson
  Penulis: Denise Oliveri
  Alamat url: http://baptist-church.suite101.com/article.cfm/the_birth_of_jesus_bible_lesson

______________________________________________________________________
o/ WARNET PENA o/  

                       WAJAH BARU SITUS TELAGA
                        http://www.telaga.org/

  Kami ajak para Pelayan Anak untuk berkunjung di situs Tegur Sapa 
  Gembala Keluarga (TELAGA) yang pelayanannya kita kenal lewat 
  beberapa siaran radio di Indonesia. Situs yang menyediakan rekaman 
  audio dalam bentuk transkrip, artikel serta ringkasan topik 
  keluarga dan masalah kejiwaan secara umum, saat ini hadir dengan 
  wajah baru. Untuk kategori anak, silakan Anda mengunjungi alamat 
  berikut < http://www.telaga.org/taxonomy/term/1/9 >. 

  Wajah baru situs TELAGA kali ini memiliki tampilan yang lebih 
  "fresh" dan situs yang lebih interaktif. Dengan menggunakan 
  teknologi Drupal, situs ini mampu menghadirkan fasilitas baru berupa 
  fasilitas blog dan fasilitas beri komentar. Meskipun saat ini baru 
  disediakan fasilitas beri komentar, namun harap sabar karena 
  beberapa fasilitas lainnya akan segera ditambahkan. Pelayan anak 
  tertarik? Silakan mendaftar menjadi pengguna dan kiranya bisa 
  memperlengkapi pelayanan kita. 

  Oleh: Kristina (Redaksi)

______________________________________________________________________
o/ STOP PRESS! o/

                      BARU! PUBLIKASI e-WANITA 

  Berita terbaru! Sebuah publikasi yang khusus ditujukan bagi kaum 
  wanita Kristen akan diluncurkan oleh YLSA pada bulan Desember 2008. 
  Sesuai dengan misinya, maka nama publikasi ini adalah "e-Wanita". 
  Jika Anda adalah wanita Kristen Indonesia yang rindu untuk mewarnai 
  hidup dengan makna surgawi, publikasi ini pasti cocok untuk Anda.

  Publikasi "e-Wanita" terbit dua kali dalam sebulan dengan 
  suguhan-suguhan yang akan memberikan prinsip-prinsip iman Kristen, 
  inspirasi, dan pengetahuan bagi para wanita Kristen. Segeralah 
  mendaftarkan diri agar tidak ketinggalan untuk mendapatkan edisi 
  perdananya yang akan terbit pada bulan Desember 2008.

  Cara berlangganannya sangat MUDAH! Anda hanya harus mengisi formulir 
  pendaftaran yang kami sediakan di bawah ini untuk mendaftarkan diri 
  sendiri atau rekan Anda. Setelah diisi, kirimkan formulirnya ke: 

  ==> < wanita(at)sabda.org >

                  Segeralah mendaftarkan diri sekarang!  
  
-----> Potong di sini, kirimkan ke: ==> < wanita(at)sabda.org > <-----

  FORM BERLANGGANAN PUBLIKASI e-WANITA

  Nama: 
  Alamat e-mail:

  Rekan-rekan yang ingin Anda daftarkan:

  1. Nama: 
     Alamat e-mail:

  2. Nama: 
     Alamat e-mail:

  3. Nama: 
     Alamat e-mail:

  (Silakan tambahkan nomor di bawahnya jika masih kurang.)

-----> Potong di sini, kirimkan ke: ==> < wanita(at)sabda.org > <-----

______________________________________________________________________
o/ MUTIARA GURU o/

                   Dibutuhkan guru yang bermotivasi 
               untuk menghasilkan murid yang bermotivasi
                       - Dr.Bruce H.Wilkinson -

______________________________________________________________________

Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke redaksi:
<binaanak(at)sabda.org> atau <owner-i-kan-binaanak(at)hub.xc.org>
______________________________________________________________________
Pemimpin Redaksi: Davida Welni Dana
Staf Redaksi: Kristina Dwi Lestari dan Christiana Ratri Yuliani
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Copyright(c) e-BinaAnak 2008 -- YLSA
http://www.ylsa.org/ ~~ http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(`Recip.EmailAddr`)
Alamat berlangganan: <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Alamat berhenti: <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Arsip e-BinaAnak: http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://pepak.sabda.org/

Bergabunglah dalam Network Anak di Situs In-Christ.Net:
http://www.in-christ.net/komunitas_umum/network_anak

______________PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN GURU_______________

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org