Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/336

e-BinaAnak edisi 336 (27-6-2007)

Anak dan Doa

 
______________________________e-BinaAnak______________________________
        Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak
        ==================================================

Daftar Isi:                                              336/Juni/2007
-----------
  - SALAM DARI REDAKSI
  - ARTIKEL             : Mengucapkan Doa -- Atau Berdoa?
  - TIPS                : Mengajarkan Hal Berdoa kepada Anak
  - BAHAN MENGAJAR      : Pertanyaan Anak tentang Doa:
                          Apakah Cara Kita Berdoa itu Penting?
  - WARNET PENA         : Telaga: Mengajar Anak Berdoa
  - DARI ANDA UNTUK ANDA: Tim Khusus Pelayanan Anak
  - MUTIARA GURU


                      o/ SALAM DARI REDAKSI o/

  Salam kasih dalam penyertaan Yesus Kristus,

  Allah menghendaki adanya hubungan yang intim dengan anak-anak-Nya.
  Doa merupakan satu cara yang Dia inginkan untuk membangun hubungan
  tersebut. Doa bukan saja menjadi salah satu cara untuk berkomunikasi
  dengan Allah, melainkan juga merupakan wujud kebergantungan kita
  kepada Allah. Oleh karena itu, para guru SM, orang tua, dan para
  pelayan anak perlu mengajarkan prinsip-prinsip doa yang benar kepada
  anak-anak agar mereka dapat mengalami pertumbuhan rohani yang sehat
  pula dalam doa.

  Sehubungan dengan hal tersebut, e-BinaAnak edisi minggu ini telah
  menyiapkan sajian topik Anak dan Doa yang kami harapkan dapat
  menolong kita semua dalam mengajarkan tentang doa kepada anak-anak
  layan kita. Kiranya menjadi berkat bagi kita semua.

  Selamat berdoa!

  Pimpinan redaksi e-BinaAnak,
  Davida Welni Dana

           "... dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku,
    Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.
          Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku,
              Aku akan melakukannya." (Yohanes 14:13-14)
          < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Yohanes+14:13-14 >


                           o/ ARTIKEL o/

                   MENGUCAPKAN DOA -- ATAU BERDOA?
                   ===============================

  Kita semua adalah guru bagi anak-anak. Mereka mengamati kita, meniru
  kita, dan belajar dari kita. Pendekatan yang kita gunakan untuk
  mengajar akan sangat menentukan hasil dari proses belajar mengajar
  itu. Bagaimana kita dapat menentukan pendekatan apa yang akan kita
  gunakan? Hal itu berasal dari pemahaman kita terhadap konsep-konsep
  dasar yang melandasi cara kita mengajar.

  BAGAIMANA PEMAHAMAN MENENTUKAN PENDEKATAN YANG KITA GUNAKAN

  Singkatnya: siapa diri kita, apa yang kita yakini, dan bagaimana
  kita memahami kehidupan akan menentukan cara pendekatan yang kita
  gunakan dalam mengajar anak-anak kita untuk berdoa (di atas
  segalanya) dan pendekatan itu akan menentukan hasilnya.

  Pemahaman Kita tentang Masa Kanak-kanak

  Contoh bagaimana pemahaman memengaruhi pendekatan yang kita gunakan,
  salah satunya berhubungan dengan masa kanak-kanak yang diisi dengan
  permainan. Kebanyakan orang tua/guru percaya bahwa anak-anak
  memerlukan keseimbangan antara masa bermain dan tanggung jawab yang
  semakin lama semakin besar. Oleh karena itu, kita berusaha untuk
  memberikan keduanya. Kadang-kadang kita memberitahukan anak-anak,
  "Nikmatilah masa kanak-kanak selagi kamu bisa." Ini berarti, masa
  kanak-kanak seharusnya menjadi masa yang menyenangkan dan terbebas
  dari kekhawatiran dan tanggung jawab. Pada saat yang sama, kita
  bermaksud mengatakan bahwa masa dewasa selalu dibebani dengan
  tanggung jawab, kekhawatiran, dan masalah. Apabila kita menerima
  kenyataan ini, memahami bahwa memang demikianlah adanya, dan
  menerapkan hal itu sehubungan dengan peran kita sebagai orang tua,
  kita akan mendapati bahwa mungkin kita membesarkan anak-anak yang
  tidak ingin tumbuh dewasa, tidak suka bila dibebani tanggung jawab,
  dan menjadi orang dewasa yang hanya suka berhura-hura.

  Saya percaya bahwa Allah ingin agar manusia menikmati masa
  kanak-kanak dan juga masa dewasa. Ia ingin agar anak-anak belajar
  bertanggung jawab sedini mungkin dan secara bertahap tanggung jawab
  tersebut semakin bertambah apabila mereka berhasil menerapkannya
  dalam hidup mereka. Masa kanak-kanak tidak perlu senantiasa diisi
  dengan kesenangan dan permainan, namun juga tidak harus selalu diisi
  dengan kerja, latihan, dan pekerjaan yang membosankan. Masa
  kanak-kanak seharusnya diisi dengan proses belajar secara
  bertahap -- kita belajar untuk menjalani hidup yang seimbang,
  bertanggung jawab, namun tetap menyenangkan dan menggembirakan. Dan
  proses itu tidak akan pernah berhenti. Kita akan terus mengalaminya
  sepanjang hayat kita.

  Dampak dari Mengajar Anak-anak untuk Berdoa

  Jika kita menganut filosofi ini, pendekatan yang kita gunakan untuk
  mengajar anak-anak berdoa akan menjadi seimbang. Kita tidak mungkin
  mengatakan, "Biarkan mereka menikmati masa kanak-kanak mereka.
  Mereka akan belajar berdoa apabila mereka besar nanti." Kita juga
  tidak akan mencoba mengubah anak-anak kita menjadi robot-robot yang
  senantiasa berdoa. Bukan begitu maksud Allah.

  Anak-anak yang dibiarkan belajar berdoa setelah dewasa mungkin
  mengalami kesulitan untuk mengarahkan hidup mereka kepada Allah.
  Sedangkan anak-anak yang biasa sangat disiplin dan "dipaksa" untuk
  berdoa mungkin kehilangan kontak antara hati dan kehidupan doa
  mereka.

  Proses belajar berdoa seharusnya bersifat alamiah. Sekali lagi,
  mereka diciptakan untuk berdoa. Doa-doa mereka bertumbuh secara
  perlahan pada saat mereka bertumbuh bersama Allah. Sama halnya
  dengan hubungan mana pun yang membutuhkan waktu untuk tumbuh,
  demikian pula hubungan mereka dengan Allah. Apabila kita memahami
  hal ini, pendekatan kita menjadi seimbang dan terus bertambah.

  MEMAHAMI BAHWA ALLAH MENJAMIN SETIAP HUBUNGAN

  Setelah kita mengerti pendekatan apa yang harus kita terapkan dalam
  mengajar anak-anak untuk berdoa, kita juga harus memahami teka-teki
  ini: dapatkah kita mengajar anak-anak kita untuk memiliki hubungan
  yang akrab dengan Allah? Bagaimanapun, hubungan merupakan masalah
  pribadi dan tidak dapat dibentuk dengan rumus-rumus dan
  prinsip-prinsip saja.

  Jangan lupa bahwa ada mitra lain dalam hubungan ini, yaitu Allah,
  yang membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Dapatkah kita
  mengajar anak-anak kita berdoa? Dapatkah kita membuat Allah menjawab
  doa anak-anak kita seperti yang kita inginkan? Jika ada keraguan di
  dalam hati kita, hal itu akan tercermin dalam pendekatan yang kita
  ambil dan juga membuyarkan usaha kita.

  Kita tidak dapat sepenuhnya mengendalikan keinginan dan keputusan
  anak-anak kita, tentu saja kita tidak dapat menyuruh Allah untuk
  melakukan sesuatu. Namun demikian, Allah telah memberikan jaminan
  sehubungan dengan kerinduan-Nya untuk menjalin hubungan dengan
  anak-anak kita dan juga peranan kita dalam membantu terwujudnya
  hubungan tersebut. Ada empat alasan berkenaan dengan hal ini.

  1. Hubungan yang Berkesinambungan
     Sangatlah penting bahwa anak-anak kita menjalin hubungan yang
     bertumbuh dengan Allah. Memang, hubungan seperti itu merupakan
     bagian dari keinginan dan rencana Allah.

  2. Orang Tua sebagai Mitra
     Allah menciptakan orang tua dan memercayai mereka untuk menjamin
     pertumbuhan secara fisik, sosial, intelektual, dan spiritual bagi
     anak-anak mereka. Ia memberi kita tugas seperti ini bukan supaya
     kita menjalankannya dengan mengandalkan kebijaksanaan kita
     sendiri, melainkan untuk mengembangkan suatu kemitraan bersama
     dengan Dia. Kita dapat menyimpulkan bahwa Allah selalu mendukung
     kita untuk menjalankan tugas yang penting ini dan Ia senantiasa
     bersedia "dihubungi" bila perlu.

  3. Diciptakan untuk Bertumbuh
     Allah telah menetapkan pada saat Ia menciptakan anak-anak dan
     proses pertumbuhan bahwa pertumbuhan secara bertahap akan
     memberikan kekuatan. Tambahan lagi proses pertumbuhan di dalam
     Dia sejak masa kanak-kanak akan tertanam dan sesuai dengan jati
     diri kita yang sejati dan juga proses penciptaan kita. Di dalam
     kitab Amsal, Salomo berkata, "Didiklah orang muda menurut jalan
     yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan
     menyimpang dari jalan itu" (Ams. 22:6). Oleh karena itu, kita
     boleh merasa tenang karena dalam setiap langkah proses tersebut
     Allah sedang bekerja di dalam anak-anak kita dan membawa mereka
     lebih dekat kepada-Nya. Dan Ia telah menanamkan dalam diri
     anak-anak kita, kemampuan alami untuk bertumbuh dan mendengar
     suara-Nya.

  4. Kitab Suci adalah Sumber Segalanya
     Kita tahu bahwa Allah memberikan prinsip-prinsip, tips, dan
     pedoman bagi kita untuk belajar berdoa dan mengembangkan hubungan
     dengan Dia di dalam Alkitab, sama seperti yang dilakukan-Nya
     dengan hubungan-hubungan lain, misalnya pernikahan. Allah tidak
     main-main dengan kita. Apabila Ia memberikan prinsip-prinsip dan
     perintah-perintah untuk menolong kita dan juga anak-anak kita
     agar kita mengenal Dia, itu berarti bahwa Ia juga memberikannya
     karena Ia berencana untuk memberikan jawaban. Ia ingin bekerja
     sama dengan kita, para pelayan anak-anak yang dikasihi-Nya.

  Jika kita memahami empat prinsip ini dengan pikiran dan hati kita,
  pendekatan kita dalam mengajar anak-anak untuk berdoa akan
  mencerminkan hal tersebut. Apabila kita tahu bahwa proses dan hasil
  adalah kehendak dan rencana Allah, bahwa Ia sedang bekerja
  bersama-sama kita untuk mencapai tujuan tersebut, iman kita akan
  semakin bertambah dan kita akan merasakan damai sejahtera. Sebagai
  orang tua kita akan menjadi pelatih-pelatih kelas dunia yang merasa
  yakin akan keberhasilan yang akan diraih anak-anak kita. Sebab kita
  tahu bahwa anak-anak kita memiliki potensi dan kita sebagai pelatih
  memiliki semua sumber daya yang kita perlukan. Keyakinan kita dalam
  proses tersebut, yang berasal dari pemahaman bahwa proses tersebut
  adalah kehendak dan rancangan Allah, akan mendatangkan kesabaran,
  iman, keajaiban, dan sukacita bagi kita. Pendekatan ini akan
  mendatangkan hasil yang alami dan berhasil: anak-anak yang mengasihi
  Allah, mengenal Dia, dan mempertahankan hubungan tersebut sebagai
  landasan bagi hal-hal lain di dalam kehidupan mereka. Dengan kata
  lain, pendekatan itu akan menghasilkan anak-anak yang tahu bagaimana
  cara berdoa.

  JANGAN LUPA BAHWA DOA ADALAH SUATU KOMUNIKASI

  Alasan lain bahwa pemahaman memengaruhi pendekatan yang kita
  terapkan dapat ditemukan pada pemahaman kita terhadap karakteristik
  doa. Jangan lupa, (1) doa merupakan unsur komunikasi dalam hubungan
  kita dengan Allah, dan (2) suatu hubungan dengan Allah harus menjadi
  landasan bagi segala sesuatu di dalam hidup mereka. Apabila kita
  mengerti dua kebenaran ini, pendekatan kita terhadap anak-anak kita
  akan mencerminkan hal tersebut, tidak hanya sebelum tidur dan
  sebelum makan, tapi juga di kala susah. Hubungan dengan Allah
  sebagai tujuan akhir merupakan fokus utama doa, bukan demi
  mendapatkan bermacam-macam hal yang kita inginkan.

  Doa yang tulus dan percakapan yang jujur dengan Allah dalam proses
  mengajar adalah lebih penting daripada suatu rutinitas yang kita
  lakukan setiap malam sehingga kita boleh mengatakan bahwa kita telah
  berdoa. Selain itu, pertumbuhan pribadi di dalam Kristus menjadi
  sesuatu yang alamiah karena memiliki hubungan dengan Allah itu
  berarti kita menerima kebijaksanaan dari-Nya, menerima pengajaran,
  bimbingan, dan koreksi dari-Nya.

  Bagian ini akan memuat beberapa prinsip utama dari pendekatan yang
  akan membantu Anda menyelesaikan tugas Anda dan membantu Anda dan
  anak Anda menikmati proses tersebut.

  HAL-HAL YANG DAPAT DIDOAKAN

  1. Bersyukurlah kepada Allah karena Ia telah mengajarkan cara berdoa
     kepada Anda.
  2. Mintalah agar Allah memberikan ilham berupa ide-ide kreatif untuk
     mengajar anak-anak Anda berdoa.

  Berikut ini adalah doa yang dapat diikuti oleh anak-anak layan kita:

  "Allah Bapa, terima kasih karena Engkau mau mendengarkan saya.
  Tolonglah saya agar saya dapat mengenal-Mu lebih baik. Terima kasih
  karena Engkau mengasihi saya dan mau menjadi sahabat saya. Di dalam
  nama Yesus, amin."

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul buku: Cara Mengajar Anak Anda Berdoa
  Penulis   : Rick Osborne
  Penerbit  : Gospel Press, Batam Centre 2002
  Halaman   : 55 -- 61


                            o/ TIPS o/

                  MENGAJARKAN HAL BERDOA KEPADA ANAK
                  ==================================

  Ada banyak cara untuk mengajarkan hal berdoa kepada anak dan tidak
  ada cara yang salah atau benar dalam melakukan hal tersebut. Dalam
  proses mengajarkan doa kepada anak-anak, kita juga dapat mengajarkan
  rencana Tuhan akan keselamatan. Beberapa hal berikut ini merupakan
  hal-hal yang dapat Anda sampaikan mengenai doa kepada anak-anak dan
  dapat Anda kembangkan sendiri menurut kebutuhan dalam pelayanan
  Anda.

  A. Allah mengasihimu -- tanpa syarat; Dia ingin mendengar dan
     menjawab doamu.

  Anak-anak harus diyakinkan bahwa Allah selalu mendengarkan doa
  mereka, bahkan jika mereka baru saja melakukan hal-hal yang tidak
  disenangi-Nya, Allah akan mengampuni mereka. Allah selalu tahu apa
  yang ada di dalam hati kita. Sangat penting untuk selalu jujur dan
  benar, terutama di hadapan Allah.

  B. Apakah doa itu?

  1. Sangat penting untuk mengajarkan kepada anak bahwa doa kita
     bukanlah sekadar permohonan untuk mendapatkan segala sesuatu yang
     kita mau dari Tuhan. Doa adalah cara yang Tuhan pakai untuk
     menyatakan kehendak-Nya di dunia ini. Cara-Nya adalah dengan
     berkomunikasi dengan umat-Nya. Doa dapat mencakup seluruh dunia
     dan seakan-akan menyatukan dunia dengan surga.

  2. Doa menyatakan dengan bebas apa yang ada di dalam hati kita
     kepada Tuhan. Komunikasi ini berkembang sesuai dengan semakin
     intimnya hubungan kita dengan Tuhan. Doa adalah menceritakan
     kepada Tuhan segala ketakutan, kekhawatiran, dan perhatian kita.
     Hal tersebut berarti kita bercerita kepada Tuhan tentang masalah,
     kebutuhan, atau hal-hal yang tidak kita mengerti. Dengan doa,
     kita juga mengucap syukur kepada Tuhan. Doa adalah percakapan
     kita dengan Tuhan. Kita dapat berbicara kepada-Nya seperti kita
     berbicara kepada teman kita.

  C. Apakah Tuhan selalu menjawab doa kita?

  Ya, Tuhan selalu menjawabnya, tetapi jawaban-Nya tidak selalu sesuai
  dengan apa yang kita kehendaki atau harapkan. Dia dapat berkata,
  "ya", "tidak", atau "tunggu". Tuhan menjawab doa untuk memberkati,
  mengajar, membimbing, atau melindungi kita. Dia dapat saja menjawab
  walaupun Dia tahu jawaban itu bukan yang terbaik menurut kita,
  tetapi jawaban yang Dia berikan akan memberikan kita pelajaran yang
  amat berharga. Tuhan menjawab doa kita untuk memberikan apa yang
  benar-benar kita butuhkan dan diberikan-Nya di waktu yang tepat.
  Kadang waktu-Nya tidak sesuai dengan waktu kita, tetapi Tuhan tahu
  bahwa penting bagi kita untuk menunggu. Dia selalu tahu apa yang
  kita inginkan dan kita dapat memercayai bahwa Dia akan melakukan
  apa yang terbaik untuk kita.

  D. Bagaimana seharusnya kita berdoa?

  1. Di dalam nama Tuhan Yesus.
     Hal yang paling penting dalam mengajarkan doa kepada anak-anak
     adalah bahwa doa harus selalu dilakukan dalam nama Tuhan Yesus.
     "dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan
     melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu
     meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya"
     (Yoh. 14:13-14).

  2. Bagian-bagian dalam doa.
     Tentu saja tidak ada suatu aturan/pola tertentu mengenai doa,
     tetapi hal tersebut dapat menolong anak-anak. Orang dewasa
     biasanya memiliki rencana doa. Beberapa membagi doa ke dalam
     beberapa bagian yaitu doa penyembahan (adoration), pengakuan dosa
     (confession), ucapan syukur (thanksgiving), atau permohonan
     (supplication). Untuk anak-anak, kita dapat menggunakan kata-kata
     yang lebih sederhana untuk membagi doa, misalnya memuji dan
     menyembah Tuhan, mengakui dosa-dosa kita, berterima kasih kepada
     Tuhan, berdoa untuk kebutuhan orang lain, dan berdoa untuk
     kebutuhan pribadi kita.

  E. Kapan seharusnya kita berdoa?

  Beberapa anak tahu dan memiliki waktu-waktu tertentu untuk berdoa,
  sebelum makan dan tidur di malam hari. Saat mereka telah menyadari
  bahwa Allah selalu mendengarkan mereka dan Dia tidak pernah
  berlibur atau tertidur, itu berarti anak sudah siap untuk menerima
  pengajaran bahwa kita dapat berbicara dengan Tuhan di waktu-waktu
  tertentu, atau sesering mungkin. Penting bagi anak untuk mengetahui
  bahwa mereka dapat berbicara kepada Tuhan kapan saja mereka
  membutuhkan atau kapan saja mereka ingin menyatakan sukacita atau
  ucapan syukur mereka. Penting pula bagi mereka untuk tahu bahwa ada
  waktu-waktu khusus yang bisa ditetapkan untuk berdoa secara pribadi
  dan ada waktu lain di mana kita perlu berdoa bersama-sama dengan
  orang lain. Kisah Para Rasul menuliskan contoh di mana orang Kristen
  berkumpul untuk berdoa bersama.

  Satu cara yang baik untuk memberikan ilustrasi bahwa doa pribadi
  dapat dilakukan setiap saat adalah dengan menyatakan teladan Yesus,
  yang memiliki waktu yang berbeda-beda untuk berdoa. Beberapa
  di antaranya adalah doa pagi (Mrk. 1:35), doa sore (Mrk. 6:46-47),
  dan doa malam (Luk. 6:12). (t/Davida)

  Diterjemahkan dari:
  Nama situs        : Nethomeschool.com
  Judul asli artikel: Teaching Children to Pray
  Penulis           : tidak dicantumkan
  Alamat URL        : http://www.nethomeschool.com/teachingchildrentopray.htm


                        o/ BAHAN MENGAJAR o/

                      PERTANYAAN ANAK TENTANG DOA:
                  APAKAH CARA KITA BERDOA ITU PENTING?
                  ====================================

  Pertanyaan:
  -----------
  Apakah cara kita berdoa itu penting?

  Jawaban:
  --------
  Ya, kita harus berdoa dengan sungguh-sungguh, dengan diam-diam, dan
  dengan penuh hormat. Berdoa secara sungguh-sungguh berarti berdoa
  dengan kata-kata yang jelas, di mana kita hanya mengatakan apa yang
  akan kita maksudkan untuk kita ucapkan. Ini juga berarti kita tidak
  mencoba untuk menggunakan bahasa yang berpura-pura atau kata-kata
  yang lucu. Kita menceritakan kepada Tuhan apa pun yang ada dalam
  pikiran kita dalam kata-kata yang biasanya kita gunakan karena Dia
  mengasihi dan mengenal kita, serta berkeinginan untuk memerhatikan
  kita.

  Berdoa secara diam-diam berarti melakukan sikap berdoa sendirian.
  (Beberapa orang menyebutnya dengan saat teduh.) Hal tersebut berarti
  setiap hari kita meluangkan waktu untuk berbicara dengan Tuhan,
  semuanya dari diri kita sendiri. Kita berdoa tidak terbatas hanya
  pada saat berada di gereja, makan, atau menjelang tidur bersama ibu
  dan ayah.

  Berdoa dengan penuh hormat berarti menempatkan Allah sebagai Allah.
  Hal itu berarti kita tidak menjelaskan doa kita atau bertindak
  seolah-olah kita bodoh. Kita berbicara kepada Tuhan, Pencipta
  semuanya, Tuhan atas jagat raya, dan Tuhan atas segala tuan
  sehingga kita harus menunjukkan rasa hormat kepada-Nya.

  Ayat Kunci
  ----------
  Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang
  patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah (Mzm. 51:19).

  Ayat Terkait
  ------------
  Ams. 1:7, 28:9; Mat. 6:5-13; Ibr. 10:2

  Catatan untuk Para Pelayan Anak
  -------------------------------
  Apabila kita menyelesaikan secara tepat bagaimana sikap yang
  seharusnya anak-anak miliki, posisi mereka, atau berbicara ketika
  berdoa, mereka mungkin memiliki gagasan bahwa Allah mengharapkan
  suatu penampilan daripada sebuah ekspresi khusus. Berikanlah anak
  Anda ruang untuk bertumbuh dalam cara yang benar ketika mereka
  berdoa.

  Diambil dan disunting seperlunya dari:
  Judul buku: 107 Pertanyaan Anak-Anak tentang Doa
  Penulis   : tidak dicantumkan
  Penerbit  : Betlehem Publishers, Jakarta 1999
  Halaman   : 18


                          o/ WARNET PENA o/

                      TELAGA: MENGAJAR ANAK BERDOA
                      ============================
     http://www.telaga.org/transkrip.php?mengajar_anak_berdoa.htm

  Mengajar anak berdoa merupakan tanggung jawab setiap orang tua/guru
  Kristen. Doa merupakan napas hidup orang percaya dan anak-anak harus
  dibawa ke dalam hubungan yang intim dengan Tuhan melalui doa dan
  juga Firman Tuhan. Bagaimana kita dapat mengajar anak-anak kita
  berdoa? Situs TELAGA (Tegur Sapa Gembala Keluarga) telah menyiapkan
  materi menarik bagi kita untuk mendapatkan pengetahuan tentang hal
  tersebut. Materi ini disajikan dalam bentuk perbincangan/tanya jawab
  antara Gunawan Santoso (staf LBKK) dan nara sumbernya, yaitu Bpk.
  Heman Elia, M. Psi.. Situs ini menyediakan transkrip lengkap dari
  perbincangan tersebut. Jika tidak puas hanya dengan membaca
  transkripnya, silakan dengarkan langsung perbincangan mereka dalam
  format MP3 di: ==> http://www.ylsa.org/telaga/mp3/T102A.MP3

  Oleh: Redaksi


                     o/ DARI ANDA UNTUK ANDA o/

  Dari: Henky < henky1st(at)xxxx >
  >Gereja saya sedang mencari team dari luar (IO) yg bisa melayani
  >anak-anak sekolah minggu, pada saat retreat keluarga bulan agustus
  >,2007. Apakah ada yang memiliki team yg khusus melayani anak-anak
  >dari gereja lain? Ada rekomendasi?
  >thx, GBU
  >Henky

  Redaksi:
  Bagi Anda yang memiliki informasi yang dibutuhkan Sdr. Henky,
  silakan menghubungi staf e-BinaAnak di alamat e-mail:
  ==> staf-binaanak(at)sabda.org
  Kami akan meneruskan informasi atau alamat kontak Anda kepada yang
  bersangkutan. Terima kasih, Tuhan memberkati.


                         o/ MUTIARA GURU o/

         Berdoa setengah jam sehari pada waktu pagi dan malam,
           dapat lebih berpengaruh pada seluruh tindakan kita,
            dibandingkan dengan perbuatan dan pemikiran kita.
                          - P.T. Forsyth -


----------------------------------------------------------------------
 Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
<staf-BinaAnak(at)sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
----------------------------------------------------------------------
                  Pemimpin redaksi: Davida Welni Dana
       Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
             Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                 Copyright(c) e-BinaAnak 2007 -- YLSA
        http://www.sabda.org/ylsa/  ~~ http://katalog.sabda.org/
                     Rekening: BCA Pasar Legi Solo
                  No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
======================================================================
Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(`Recip.EmailAddr`)
Alamat berlangganan : <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Alamat Berhenti     : <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)hub.xc.org>
Arsip e-BinaAnak    : http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen:  http://pepak.sabda.org/
------------- PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN GURU --------------

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org