Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/307

e-BinaAnak edisi 307 (30-11-2006)

Anak dengan Kesulitan Belajar

______________________________e-BinaAnak______________________________
        Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak
        ==================================================

Daftar Isi:                                          307/November/2006
----------
- SALAM DARI REDAKSI
- ARTIKEL       : Anak yang Kesulitan Belajar
- TIPS          : Melayani Anak yang Mengalami Kesulitan dalam Belajar
- BAHAN MENGAJAR: Hal Terpenting yang Harus Dilakukan Anak-Anak
- WARNET PENA   : Telaga - Anak Sulit Belajar
- MUTIARA GURU

----------------------------------------------------------------------
 Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
  <staf-BinaAnak(at)sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
======================================================================

                      -=- SALAM DARI REDAKSI -=-

  Shalom,

  Mendapatkan perhatian murid dan berusaha semaksimal mungkin agar
  pelajaran dapat mereka pahami adalah beberapa hal yang harus
  dipenuhi dalam hukum mengajar. Tetapi bagaimana jika hal tersebut
  tidak terpenuhi karena adanya murid yang mengalami masalah belajar?
  Tentunya kondisi itu memerlukan cara penanganan tersendiri.
  Diperlukan metode mengajar yang sesuai dengan keadaan anak tersebut
  tanpa mengganggu jalannya proses belajar untuk anak-anak yang lain.

  Edisi kali ini mengupas masalah anak yang lambat belajar beserta
  metode mengajar yang dapat kita terapkan. Satu hal yang pasti, guru
  tidak dapat bekerja sendiri untuk mengatasi masalah ini. Kerja sama
  dengan orang tua sangat diperlukan, tentu saja dengan memohon hikmat
  bijaksana dari Sang Guru Agung.

  Selamat mengajar!

  Redaksi e-BinaAnak,
  Davida

           "... dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu
           yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah,
        Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."
                              (Matius 28:20)
             < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Matius+28:20 >


                          -=- ARTIKEL -=-

                    ANAK YANG KESULITAN BELAJAR
                    ===========================

  PENGERTIAN MASALAH

  Karena masalah anak yang lamban belajar berbeda-beda, maka sulit
  untuk menetapkan secara akurat masalah mereka yang sebenarnya,
  bahkan juga belum ada data angka yang tepat dari hasil terapi bagi
  anak yang lamban belajar. Sebenarnya, masalah ini sangat menarik
  perhatian para ahli dari berbagai bidang, misalnya para pendidik,
  psikiater, ahli saraf, dokter anak, dokter spesialis mata dan
  telinga, juga ahli bahasa. Mereka setelah melihat masalah ini dari
  sudut pandang yang berbeda-beda, akhirnya secara umum dapat
  disimpulkan ada dua faktor penyebab anak mengalami kesulitan
  belajar, yaitu faktor penyakit dan faktor perilaku.

  Dari sudut pandang kedokteran, kelambanan anak dalam belajar
  dianggap berhubungan erat dengan ketidaknormalan dalam otak. Oleh
  sebab itu, mereka menjelaskan adanya luka pada otak, kurang darah,
  dan ketidaknormalan dalam saraf sebagai unsur penyebab kelambanan
  belajar. Dari sudut pandang ahli psikologi, mereka berusaha
  menyelidiki masalah dari perilaku dan kejiwaan anak yang lamban.
  Mereka menjelaskan adanya gangguan dalam masalah kognitif, yaitu
  membaca, menghitung, dan berbahasa.

  PERNYATAAN MASALAH

  Departemen Pendidikan Amerika Serikat bagian anak cacat telah
  menjelaskan standar penentuan bagi anak yang lamban belajar dalam
  hal penyampaian secara lisan, pengertian secara lisan, penyampaian
  tertulis, teknik membaca, pengertian membaca, penghitungan
  matematika, serta kemampuan berpikir logis. Dengan angka IQ,
  dibedakanlah derajat kelambanan belajar. Bila tidak mencapai nilai
  standar normal, seorang anak akan dipandang mengalami kelambanan
  dalam belajar. Tes IQ sendiri telah digunakan secara luas sejak
  dulu. Meski akhir-akhir ini para ahli mulai meragukan apakah cara
  penilaian ini dapat dipercaya, namun pada umumnya tingkat kelambanan
  dalam belajar seorang anak sesuai dengan hasil tes IQ.

  Dari sisi pelajaran dan pertumbuhan jasmani hambatan belajar dapat
  diselidiki.

  1. Segi pelajaran
     Dalam segi pelajaran, hambatan bagi anak dapat dilihat dari
     kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Pada umumnya bila
     terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan belajar
     dengan hasil pelajaran, dapat disimpulkan anak tersebut mengalami
     kelambanan belajar.

  2. Segi pertumbuhan fisik
     Hal ini meliputi beberapa hal: berbicara, berpikir, mengingat,
     dan hambatan fungsi indra. Hambatan berbicara merupakan hambatan
     belajar yang sering terdapat pada tingkat anak prasekolah, dan
     umumnya mengakibatkan anak terlambat bicara. Sedangkan masalah
     hambatan dalam berpikir terlihat dari anak yang mengalami
     kesulitan dalam membentuk konsep, mengaitkan apa yang dipikirkan,
     dan memecahkan masalahnya. Seorang anak yang memiliki hambatan
     dalam mengingat akan kesulitan mengingat apa yang telah ia lihat
     dan ia dengar, padahal daya ingat merupakan syarat utama untuk
     belajar. Anak juga tidak mampu memusatkan pikiran pada sesuatu
     yang harus dipilihnya, ia hanya berlari terus ke sana ke mari,
     dan tidak memiliki konsentrasi belajar dalam jangka waktu yang
     lama. Sedangkan hambatan fungsi indra termasuk hambatan dalam
     penglihatan dan pendengaran.

  PENYEBAB MASALAH

  1. Faktor keturunan
     Di Swedia, Hallgren (1950) melakukan penelitian dengan objek
     keluarga dan menemukan rata-rata anggota keluarga tersebut
     mengalami kesulitan dalam membaca, menulis, dan mengeja.
     Kesimpulannya, hal tersebut dipengaruhi oleh faktor keturunan.
     Ahli lainnya, Hermann (1959), mempelajari dan membandingkan
     anak-anak kembar yang berasal dari satu sel telur. Ia memperoleh
     kesimpulan bahwa anak kembar dari satu sel itu lebih mempunyai
     kesamaan dalam hal kesulitan membaca daripada anak kembar dari
     dua sel telur.

  2. Fungsi otak kurang normal
     Ada pendapat yang menyatakan bahwa anak yang lamban belajar
     mengalami masalah pada saraf otaknya. Pendapat ini telah menjadi
     perdebatan yang cukup sengit. Beberapa peneliti menganggap bahwa
     terdapat kesamaan ciri pada perilaku anak yang lamban belajar
     dengan anak yang abnormal. Hanya saja, anak yang lamban belajar
     memiliki adanya sedikit tanda cedera pada otak. Oleh sebab itu,
     para ahli tidak terlalu menganggap cedera otak sebagai
     penyebabnya, kecuali ahli saraf membuktikan masalah ini. Mereka
     menyebutnya sebagai "disfungsi otak" ketimbang "cedera otak".
     Sebenarnya, sangatlah sulit untuk memastikan bahwa keadaan itu
     disebabkan oleh cedera otak.

  3. Masalah organisasi berpikir
     Anak yang lamban belajar akan mengalami kesulitan dalam menerima
     penjelasan tentang dunia luas. Mereka tidak mampu berpikir secara
     normal. Misalnya, anak yang sulit membaca akan sulit pula
     merasakan atau menyimpulkan apa yang dilihatnya. Para ahli
     berpendapat bahwa mereka perlu dilatih berulang-ulang, dengan
     tujuan meningkatkan daya belajarnya.

  4. Kekurangan gizi
     Berdasarkan penelitian terhadap anak dan binatang, ditarik suatu
     kesimpulan bahwa ada kaitan yang erat antara kelambanan belajar
     dengan kekurangan gizi. Walau pendapat tersebut tidak seluruhnya
     benar, tetapi banyak bukti menyatakan bila pada awal pertumbuhan
     seorang anak sangat kekurangan gizi, keadaan itu akan memengaruhi
     perkembangan saraf utamanya, dan tentunya membawa dampak yang
     kurang baik dalam proses belajar.

  5. Faktor lingkungan
     Pengaruh lingkungan, gangguan nalar, dan emosi, ketiganya
     mempunyai ciri khas yang sama, yaitu dapat mengakibatkan
     kesulitan belajar. Yang dimaksud dengan faktor lingkungan ialah
     hal-hal yang tidak menguntungkan yang dapat mengganggu
     perkembangan mental anak, misalnya keluarga, sekolah, masyarakat,
     dan lain-lain. Gangguan tersebut mungkin berupa kepedihan hati,
     tekanan keluarga, dan kesalahan dalam menangani anak. Meskipun
     faktor ini dapat memengaruhi, tetapi bukan merupakan satu-satunya
     faktor penyebab terjadinya hambatan. Yang pasti, faktor tersebut
     bisa mengganggu ingatan dan daya konsentrasinya. Dan dari
     pengalaman dapat dipetik pelajaran bahwa lingkungan yang tidak
     menguntungkan sedikit banyak bisa memengaruhi kecepatan belajar.

  PENYELESAIAN MASALAH

  1. Pemeliharaan sejak dini
     Bila faktor lingkungan merupakan penyebab utama mundurnya daya
     ingat dalam berpikir, pencegahan awalnya mungkin dengan mengubah
     lingkungan masyarakat dan lingkungan belajarnya. Perawatan sejak
     dini juga akan bermanfaat untuk pencegahan. Dalam suatu
     penelitian, setiap anak tinggal di dalam kamar yang berbeda dan
     hidup bersama dengan orang dewasa. Mereka mendapat perawatan yang
     khusus serta cermat dari para perawat wanita yang berpendidikan
     rendah. Dari hasil tes IQ terlihat adanya kemajuan. Dari sini
     dapat disimpulkan perawatan dini dan pemeliharaan secara khusus
     dapat menolong mengurangi tingkat kelambanan belajar.

  2. Pengembangan secara keseluruhan
     Usahakan agar anak mau mengembangkan bakatnya sebagai upaya
     mengalihkan perhatiannya dari kelemahan pribadi yang telah
     membuat mereka kecewa dan apatis. Pengalaman dalam pelbagai hal
     akan membuat anak mengembangkan kemampuannya, dan pengalaman yang
     sukses akan membangun konsep harga diri yang sehat.

  3. Lembaga pendidikan khusus atau umum
     Suatu penelitian dilakukan untuk membuktikan apakah dalam upaya
     untuk menolong, anak yang lamban belajar sebaiknya bergabung
     dalam lembaga pendidikan khusus atau lembaga pendidikan umum.
     Hasilnya, tidak diperoleh suatu kepastian karena adanya perbedaan
     pendapat. Kesimpulannya, dari segi nalar tidak ditemukan adanya
     peningkatan ketika anak berada di lembaga pendidikan khusus.
     Hasil belajarnya pun tidak lebih baik dibandingkan dengan mereka
     yang bergabung di lembaga pendidikan umum. Dalam hal pergaulan,
     mereka yang ada di lembaga pendidikan umum mungkin mengalami
     perasaan seperti diasingkan oleh teman-temannya, tetapi di sana
     mereka dapat memiliki harga diri yang lebih tinggi daripada yang
     mengikuti pendidikan di lembaga khusus. Bagi anak yang lamban
     belajar, yang terpenting bukanlah di mana mereka disekolahkan,
     tetapi bagaimana mereka mendapatkan pengaturan lingkungan belajar
     yang ideal.

  4. Memberikan pelajaran tambahan
     Sekolah dapat mengatur atau menambah guru khusus untuk menolong
     kebutuhan belajar anak. Dapat juga dengan menyediakan program
     belajar melalui komputer. Dengan demikian, mereka dapat belajar
     tanpa tekanan dan memperoleh kemajuan yang sesuai dengan
     kemampuan diri sendiri. B.F. Skinner mengatakan bahwa penggunaan
     mesin mengajar akan sangat bermanfaat bagi mereka. Dewasa ini
     komputer telah menjadi alat pendidikan yang populer. Gereja atau
     sekolah dapat menggunakannya untuk mendidik anak yang lamban
     belajar.

  5. Latihan indra
     Kesulitan belajar bagi anak yang lamban berhubungan erat dengan
     intelektualitasnya. Jadi, penting juga untuk memberikan beberapa
     teknik latihan indra kepada mereka.
     a. Latihan indra
        Dengan latihan ini anak dilatih untuk mengenal lingkungan
        melalui penglihatan, pendengaran, atau perabaan. Misalnya,
        mengenal benda melalui perbedaan bentuk atau suara. Dengan
        mata tertutup anak diajak untuk mengenal bentuk, kasar, atau
        halus suatu benda. Semua latihan tersebut dapat mempertajam
        indra anak.
     b. Latihan koordinasi
        Hal-hal yang termasuk dalam latihan koordinasi ialah
        menggunting, mewarnai, meronce, mengikat, melakukan estafet,
        atau gerakan lainnya. Latihan tersebut kemudian disatukan
        dengan gerakan dalam kehidupan sehari-hari seperti: memakai
        atau menanggalkan sepatu, menyikat gigi, menyisir rambut,
        menuang air, dan sebagainya.
     c. Latihan konsentrasi
        Melalui latihan ini anak dilatih untuk memerhatikan
        rangsangan-rangsangan yang ada di luar, melalui permainan,
        nyanyian, meniru gerakan guru, bermain kartu, atau
        berkejar-kejaran untuk melatih konsentrasinya.
     d. Latihan keseimbangan
        Rasa keseimbangan akan menenteramkan emosi anak dan menolong
        melatih gerak-gerik tubuh mereka. Misalnya, belajar berbaris,
        menari, menaiki papan titian, senam irama, dan sebagainya.

  6. Prinsip belajar
     Semua usaha yang melatih anak untuk meningkatkan daya belajarnya,
     sebaiknya memerhatikan prinsip dan keterampilan belajar.
     a. Usahakan agar anak lebih banyak mengalami sukacita karena
        keberhasilannya. Hindarkan kegagalan yang berulang-ulang.
     b. Dorong anak untuk mencari tahu jawaban yang benar atau salah
        dengan usahanya sendiri. Dengan demikian, anak dapat dipacu
        semangatnya untuk belajar.
     c. Beri dukungan moril atas setiap perubahan sikap anak agar
        mereka puas. Kadang-kadang berilah hadiah kepada anak.
     d. Perhatikan taraf kemajuan belajar anak, jangan sampai
        kurang tantangan dan terlalu banyak mengalami kegagalan.
     e. Lakukan latihan secara sistematis dan bertahap sehingga
        mencapai kemajuan belajar.
     f. Boleh memberikan pengalaman berulang yang cukup, tetapi
        jangan diberikan dalam jangka pendek.
     g. Jangan merencanakan pelajaran yang terlampau banyak bagi
        murid.
     h. Gunakan teknik bahasa yang melibatkan lebih banyak penggunaan
        indra.
     i. Lingkungan belajar yang sederhana akan mengurangi rangsangan
        yang tidak diinginkan. Aturlah tempat duduk sedemikian rupa
        agar mereka tidak merasa terganggu.

  7. Dukungan orang tua
     Dorongan dan bantuan orang tua erat hubungannya dengan hasil
     belajar anak yang lamban. Bila dalam mengulangi apa yang
     dipelajari di sekolah, orang tua bekerja sama dengan guru dalam
     memberikan metode dan pengarahan yang sama, tentu akan diperoleh
     hasil yang lebih baik. Bila memungkinkan, ibu boleh meminta izin
     untuk mengamati proses belajar mengajar di sekolah. Ikutilah
     seminar-seminar mengenai anak yang lamban belajar untuk menambah
     wawasan Anda.

  Bahan disunting dari sumber:
  Judul buku: Menerobos Dunia Anak
  Penulis   : Mary Go Setiawan
  Penerbit  : Yayasan Kalam Hidup, Bandung 1993
  Halaman   : 99 - 104


                             -=- TIPS -=-

         MELAYANI ANAK YANG MENGALAMI KESULITAN DALAM BELAJAR
         ====================================================

  Hal-hal berikut ini penting untuk diingat ketika melayani anak-anak
  yang mengalami kesulitan dalam belajar.

  1. Anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar memiliki
     beberapa tingkat intelektual. Ada yang inteligensinya berada di
     bawah rata-rata, namun sebaliknya ada juga yang berbakat. Keadaan
     ini berbeda antara anak yang satu dan anak yang lainnya. Sulit
     pula untuk mengenali karakteristik yang mirip pada semua anak.

  2. Ketidaksesuaian akan ada dalam level kemampuan dan fungsi mereka.
     Mungkin mereka dapat menyelesaikan suatu tugas dalam bidang
     tertentu. Namun, bisa juga tugas yang lebih sederhana menuntut
     proses yang akan menimbulkan kesulitan bagi mereka untuk
     menyelesaikannya. Misalnya, seorang anak mungkin memiliki
     kesulitan dalam membaca bahan yang paling sederhana, tetapi
     memiliki kelebihan dalam seni. Anak-anak lainnya dapat membaca
     dengan baik, tetapi sulit berkoordinasi.

  3. Tingkah laku mungkin menjadi masalah di kelas ketika
     kegiatan-kegiatan yang harus diselesaikan anak-anak ini terlalu
     sulit untuk tingkat kemampuan mereka. Guru harus berhati-hati
     dalam memberikan perintah kepada anak untuk melakukan sesuatu.

  4. Anak-anak yang mengalami kesulitan dalam belajar sering memiliki
     penghargaan diri yang rendah. Mereka sadar akan kesulitan mereka
     dan bahwa mereka telah gagal memenuhi harapan orang tua dan guru
     mereka.

  5. Berikan kesempatan kepada anak-anak ini untuk merasakan
     keberhasilan. Menyelesaikan tugas dengan baik akan menolong
     meningkatkan penghargaan diri anak.

  6. Berikan pujian yang tulus kepada anak untuk tugas-tugas yang
     telah diselesaikan dengan baik.

  PERUBAHAN

  Frustasi dapat menyerang anak yang mengalami kesulitan dalam
  belajar. Guru yang peka akan menyesuaikan pelajaran yang ia
  sampaikan dengan kualitas pelajaran Alkitab. Dengan demikian,
  anak-anak yang mengalami kesulitan belajar juga mendapatkan
  pengalaman keberhasilan dalam belajar. Tujuannya adalah menyampaikan
  pelajaran yang menantang bagi anak yang mengalami kesulitan dalam
  belajar, dan bukan pelajaran yang memiliki tingkat kesulitan yang
  tinggi sehingga anak menjadi frustasi dan kehilangan minat dalam
  program ini.

  1. Berikan perintah yang terperinci. Karena anak-anak ini memiliki
     kesulitan dalam merangkai, Anda perlu mengulang atau memberikan
     perintah baru ketika tahap pelajaran berikutnya dimulai.
     Contohnya, daripada membacakan serangkaian perintah yang harus
     ditaati, berikan satu atau dua perintah pada saat yang sama. Pada
     saat anak sudah menyelesaikannya, berikan perintah tambahan.

  2. Gunakan semua indra Anda pada saat mengajar. Jika memungkinkan,
     tanyakan kepada orang tua atau guru lainnya, indra mana yang
     potensial bagi anak untuk dapat belajar dengan maksimal. Jika
     anak dapat belajar dengan maksimal melalui penglihatan mereka,
     berikan kesempatan besar bagi anak untuk mengalaminya melalui
     media penglihatan. Tekankan perintah Anda dengan menggunakan
     indra lainnya.

  3. Pastikan bahwa Anda mengajarkan ide pokok dari pelajaran Anda.
     Murid yang mengalami kesulitan belajar ini bisa memberi rincian
     dari pelajaran Anda, meskipun mungkin mereka tidak tahu apa inti
     dari pelajaran itu.

  4. Sebisa mungkin jangan ada gangguan di dalam kelas karena
     anak-anak ini mudah terganggu. Gambar-gambar, mainan, atau
     barang-barang yang tidak diperlukan sangat berpeluang untuk
     mengganggu mereka.

  5. Sampaikan pelajaran dengan menggunakan contoh-contoh konkret.
     Anak yang mengalami kesulitan dalam belajar akan memahami
     maknanya jika dia dapat melihat dan merasakan apa yang Anda
     jelaskan. Contohnya, pada saat sesi cerita Alkitab, berceritalah
     sambil menunjukkan benda-benda yang berhubungan dengan cerita
     tersebut. Doronglah anak-anak untuk membayangkan bagaimana mereka
     melakukannya dalam kegiatan mereka sehari-hari.

  6. Perhatikan jika mungkin beberapa anak yang mengalami kesulitan
     dalam belajar ini terlihat sangat aktif atau bahkan terlalu
     aktif. Mereka memiliki rentang perhatian yang rendah untuk
     melakukan hal yang sama terus-menerus. Berusahalah supaya anak
     ini terus berada di dekat Anda. Kontak fisik seperti merangkul
     atau memegang pundak bisa meningkatkan perhatian mereka.

  Di balik kesulitan belajar yang dialami anak-anak ini, mereka tetap
  dapat berhasil mengikuti program-program belajar. Hal yang perlu
  dilakukan saat Anda mengajar ialah menciptakan suasana kelas sebagai
  satu-satunya pendukung penerimaan dan penghargaan diri mereka, agar
  mereka mengerti bahwa kasih Allah yang besar adalah untuk semua
  anak-anak-Nya. (t/Ratri)

  Bahan diterjemahkan dari sumber:
  Judul buku: Childhood Education in the Church
  Penulis   : Robert E. Clark, Joanne Brubaker, Roy B. Zuck
  Penerbit  : Moody Press, Chicago, USA 1986
  Halaman   : 176 - 178


                        -=- BAHAN MENGAJAR -=-

            HAL TERPENTING YANG HARUS DILAKUKAN ANAK-ANAK
            =============================================

  Pernahkah kamu mencoba untuk berpikir hal terbaik apa yang dapat
  dilakukan setiap orang? Mungkin yang harus pertama kali kita
  pikirkan adalah bagaimana kita dapat bersikap baik kepada sesama
  atau menjadi anak-anak yang taat pada orang tua. Kedua hal tersebut
  memang amat penting. Kita pun boleh berpikir penting juga untuk
  cukup makan atau tidur. Ya, semua yang sudah disebutkan di atas
  memang penting untuk kita lakukan dalam hidup kita. Tetapi ternyata,
  masih ada hal yang lebih penting dari semuanya itu.

  Apakah kamu ingin mengetahuinya?

  Hal terpenting dari semua yang penting dalam hidupmu adalah taat
  kepada Allah dan hanya mau melakukan apa yang Allah kehendaki.
  Tuhan sangat senang melihat anak-anak yang taat dan Dia akan
  memberimu hal-hal yang menyenangkan.

  Dia menyimpan pemberian-pemberian terbaik untukmu. Dia tidak akan
  terlambat memberikannya kepadamu. Tuhan menyimpannya sampai pada
  waktu engkau berada di surga bersama-Nya. Betapa luar biasanya
  hal-hal yang akan kamu terima dan rasakan di surga. Tetapi ingat,
  semua itu akan kamu dapatkan jika kamu taat kepada-Nya.

  Dia sangat senang memberikan hal-hal baik kepada anak lelaki dan
  perempuan yang taat kepada-Nya. Apa sajakah itu? Kakak akan
  memberitahukan kepadamu satu hal dan kita semua dapat memikirkan hal
  tersebut. Satu hal yang Dia berikan kepada anak-anak yang taat
  adalah kebahagiaan. Jika anak-anak taat kepada-Nya, mereka akan
  bahagia. Sebaliknya, jika mereka tidak taat bahkan melakukan hal-hal
  yang tidak baik dan nakal, mereka pasti tidak akan bahagia.

  Apa yang akan terjadi jika kamu tidak taat kepada Tuhan? Apakah ada
  bedanya dengan anak-anak yang lain? Begini, coba pikirkan apa yang
  terjadi jika kamu tidak taat kepada orang tuamu? Mereka pasti akan
  mendisiplinkanmu bukan? Demikian pula dengan Tuhan, Ia akan
  mendisiplinkanmu juga jika kamu tidak taat kepada-Nya.

  Ada sebuah cerita. Seorang guru sekolah minggu sedang mengajar
  murid-muridnya tentang ketaatan kepada Tuhan. Ia mengatakan bahwa
  kehendak Tuhan dilakukan di dunia maupun di surga. Ia bertanya,
  "Anak-anak, menurutmu bagaimana Tuhan melakukan kehendak-Nya di
  surga? Bagaimana malaikat-malaikat melakukan kehendak-Nya?"

  Seorang anak menjawab, "Begitu mereka tahu kehendak Tuhan, secepat
  mungkin tanpa ditunda-tunda mereka melakukannya."

  Anak yang lain menjawab, "Mereka melakukannya dengan seluruh
  kemampuan mereka karena mereka melakukannya untuk Tuhan."

  Teman yang lain menjawab, "Mereka selalu mencoba melakukan apa yang
  Tuhan inginkan dan tidak pernah memikirkan hal-hal lain di luar
  kehendak Tuhan."

  Setelah itu tidak ada yang dapat memberikan jawaban lagi dan kelas
  menjadi sedikit sunyi, sampai akhirnya seorang anak perempuan
  mengangkat tangannya dan berkata, "Ibu guru, saya pikir mereka semua
  melakukan kehendak Tuhan tanpa bertanya-tanya mengapa Tuhan ingin
  mereka melakukan hal itu."

  Bukankah itu cara yang baik untuk melakukan kehendak Tuhan?

  Bahan bacaan:
  -------------
  Kisah Para Rasul 5:17-29

  Pertanyaan-pertanyaan:
  ----------------------
  1. Hal terpenting apa yang dapat dilakukan anak-anak?
  2. Apa saja yang akan Tuhan berikan kepada mereka yang taat
     kepada-Nya?
  3. Dapatkah kamu menceritakan salah satu cara yang dapat kita
     lakukan untuk menaati Tuhan dari cerita hari ini?

  Kegiatan:
  ---------
  Minta anak-anak menulis satu bait puisi di bawah ini. Jika ada
  waktu, mereka dapat mendeklamasikannya di depan kelas.

  Percaya dan taatlah
  Karena tidak ada jalan lain
  Untuk mendapatkan sukacita di dalam Yesus
  Hanya percaya dan taatlah.

  Doa:
  ----
  Tuhan Yesus, tolong kami untuk dapat taat kepada-Mu dalam segala
  sesuatu. Kiranya Roh Kudus menolong kami untuk mau melakukan
  kehendak-Mu. Di dalam nama-Mu Tuhan Yesus kami mohonkan semua ini.
  Amin.(t/Davida)

  Bahan diterjemahkan dan disunting dari sumber:
  Judul buku   : Devotions for the Children`s Hour
  Judul artikel: The Most Important Thing a Child Can Do
  Penulis      : Kenneth N. Taylor
  Penerbit     : Moody Press, Chicago, USA 1977
  Halaman      : 58 - 60


                         -=- WARNET PENA -=-

                     TELAGA - ANAK SULIT BELAJAR
                     ===========================
              http://www.ylsa.org/telaga/mp3/T106B.MP3
      http://www.telaga.org/transkrip.php?anak_sulit_belajar.htm
      http://www.telaga.org/ringkasan.php?anak_sulit_belajar.htm

  Situs Tegur Sapa Gembala Keluarga (TELAGA) menyediakan berkas (file)
  audio dalam format MP3 mengenai Anak Sulit Belajar. Selain bentuk
  audionya, tersedia pula transkrip dan ringkasannya. Esther Tjahja,
  S.Psi. dan Heman Elia, M.Psi., pakar konseling keluarga dan dosen
  Seminari Alkitab Asia Tenggara (SAAT) Malang menjadi nara sumber
  dalam topik ini. Beberapa hal yang diangkat dalam topik ini antara
  lain faktor-faktor utama penyebab anak mengalami kesulitan belajar,
  bagaimana orang tua dapat menyikapi masalah ini, dan tentu saja
  disertakan tuntunan dari firman Tuhan sebagai pedoman orang tua dan
  para pendidik anak dalam menghadapi masalah ini. Lebih lengkapnya,
  silakan saja klik alamat di atas.

  Kiriman dari: Ratri <ratri(at)xxxx>


                         -=- MUTIARA GURU -=-

    Bimbing dan bantulah anak yang sulit belajar untuk menemukan
             strategi dan kebiasaan belajar yang baik.
    Lepaskan dan biarkanlah ia mengerjakan dan belajar sendiri
    saat ia telah menemukan strategi yang tepat untuk dirinya.
                          - Heman Elia -


----------------------------------------------------------------------
               Staf Redaksi: Davida, Ratri, dan Lisbet
       Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
             Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                 Copyright(c) e-BinaAnak 2006 -- YLSA
        http://www.sabda.org/ylsa/  ~~ http://katalog.sabda.org/
                     Rekening: BCA Pasar Legi Solo
                  No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
======================================================================
Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(`Recip.EmailAddr`)
Alamat berlangganan : <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Alamat Berhenti     : <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Arsip e-BinaAnak    : http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen:  http://pepak.sabda.org/
------------- PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN GURU --------------

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org