Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/297

e-BinaAnak edisi 297 (14-9-2006)

Penginjilan

                 
______________________________e-BinaAnak______________________________
        Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak
        ==================================================

Daftar Isi:                                         297/September/2006
----------
    - SALAM DARI REDAKSI
    - ARTIKEL             : Penginjilan pada Anak-Anak
    - TIPS                : Memimpin Murid-Murid Anda Datang kepada
                            Kristus
    - BAHAN MENGAJAR      : Karcis ke Surga
    - WARNET PENA         : Gubuk Online -- Pelayanan Anak
    - DARI ANDA UNTUK ANDA: Ucapan Terima Kasih
    - MUTIARA GURU

----------------------------------------------------------------------
 Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
  <staf-BinaAnak(at)sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
======================================================================

                      -=- SALAM DARI REDAKSI -=-

  Jumpa lagi dalam naungan kasih-Nya,

  Keputusan untuk percaya dan mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan
  Juru Selamat bukan hanya milik orang dewasa saja. Di usia mereka
  yang masih dini sekalipun, anak-anak juga dapat dipersiapkan untuk
  mampu mengambil keputusan penting tersebut. Demikianlah pelayanan
  penginjilan sekolah minggu menjadi ujung tombak gereja untuk
  mempersiapkan anak-anak mengenal dan menerima Yesus sebagai Juru
  Selamat pribadi. Tapi tentu saja metode penginjilan untuk anak
  berbeda dari penginjilan untuk orang dewasa.

  Bagaimanakah pelayanan penginjilan dilakukan di sekolah minggu? Mari
  bersama-sama kita menyimak edisi minggu ini. Tulisan-tulisan yang
  tersaji dalam artikel, tips, maupun bahan mengajar diharapkan dapat
  membuka wawasan kita tentang cara-cara penginjilan untuk anak-anak.
  Dengan karya dan pertolongan Roh Kudus kami percaya tugas
  penginjilan ini dapat kita laksanakan.

  Selamat menginjili!

  Redaksi e-BinaAnak,
  Davida

        "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku
     dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
             dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu
                  yang telah Kuperintahkan kepadamu.
            Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa
            sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:19,20)
           < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Matius+28:19,20 >


                           -=- ARTIKEL -=-

                      PENGINJILAN PADA ANAK-ANAK
                      ==========================

  Tidak banyak orang dewasa yang mengetahui cara yang "benar" untuk
  memimpin seorang anak, khususnya anak yang masih kecil, kepada
  keselamatan melalui iman dalam Yesus Kristus. Bahkan lebih sedikit
  lagi orang dewasa yang setuju tentang batas usia minimum untuk
  pengambilan keputusan. Namun, para pendidik setuju bahwa kebanyakan
  keputusan untuk Kristus diambil orang saat kanak-kanak daripada masa
  remaja atau dewasa. Jika ini adalah masa-masa terbaik untuk
  menyampaikan rencana penyelamatan kepada anak-anak, metode terbaik
  apa yang bisa digunakan?

  Guru harus memulai dengan pemahaman mereka sendiri tentang proses
  dan dasarnya dalam Alkitab. Karena kata-kata, simbol, dan konsep
  yang abstrak belum dapat dipahami oleh kebanyakan anak di bawah usia
  10 atau 11 tahun, bahasa keselamatan harus dibuat bermakna dalam
  tingkat usia mereka. Selain itu, seorang anak mungkin bisa menangkap
  konsep-konsep yang terdapat dalam keselamatan--namun, itu tidak
  berarti anak memiliki keinginan untuk melakukan tindakan. Guru harus
  peka terhadap pertumbuhan rohani setiap anak dan memberi perhatian
  kepada beberapa anak yang menunjukkan kesiapan.

  Jika para pemimpin menyampaikan rencana keselamatan kepada anak-
  anak, mereka harus menawarkan kesempatan kepada anak-anak itu untuk
  berbicara secara pribadi kepada salah satu dari mereka, untuk
  bertanya, atau meminta salah seorang dewasa untuk berdoa bersama
  mereka saat menerima Kristus. Guru harus selalu menghindari
  permohonan-permohonan yang menyerang emosi anak-anak dan keinginan
  mereka untuk menyenangkan guru mereka. Kadang-kadang anak-anak
  mengangkat tangan mereka bersama-sama dengan teman-teman sekelas
  mereka hanya untuk menjadi bagian dari kumpulan itu atau karena
  beberapa iming-iming, misalnya hadiah.

  Peranan guru hanyalah untuk menyampaikan kasih Allah kepada setiap
  anak sesuai dengan tingkat pemahaman mereka dan peka terhadap
  kesiapan anak untuk menanggapi kasih itu. Tugas mengarahkan hati
  anak kepada Tuhan bukanlah tugas guru melainkan tugas Roh Kudus.

  LIMA LANGKAH PENYAMPAIAN YANG SEDERHANA

  Tidak semua anak yang datang ke gereja memiliki latar belakang atau
  pengetahuan yang sama tentang Tuhan. Pembentukan awal yang harus
  diperhatikan--bahkan pada anak-anak yang lebih besar--adalah tentang
  kesadaran akan keberadaan Allah. Para guru harus menanyakan
  pertanyaan penting untuk memastikan apakah anak sudah mengerti atau
  belum.

  Lima langkah berikut ini dapat digunakan sebagai tuntunan umum bagi
  seorang guru untuk menyampaikan Injil kepada anak-anak.

  1. "Allah yang sama, yang berkuasa telah menciptakan bumi dan segala
     isinya, juga menciptakan kamu. Dia menciptakan kamu dengan sangat
     istimewa dan Dia juga sangat mengasihimu. Dia ingin kamu juga
     mengasihi-Nya dan menjadi bagian dari keluarga-Nya." (Yakinkan
     anak-anak bahwa hal ini tidak berarti mereka harus meninggalkan
     keluarga mereka di bumi ini, namun bergabung dengan keluarga
     istimewa dengan saudara-saudara di seluruh bumi.)

  2. "Setiap kali kamu melakukan hal-hal yang tidak baik, atau bahkan
     berpikir untuk melakukannya, itu disebut `dosa`. Dosa ini
     menjauhkan kita dari keluarga Allah. Dosa membuat kita tidak
     bahagia." (Seorang anak harus dapat membuat daftar beberapa dosa
     yang bisa saja mereka lakukan dalam kehidupan mereka sehari-hari.
     Jawaban yang tidak sesuai dengan pengalaman anak, misalnya
     membunuh atau berzinah, bisa menandakan anak kurang memahami
     bahwa dia adalah orang yang berdosa dan mau mengakui dosanya.)

  3. "Alkitab kita bercerita tentang orang pertama yang melakukan
     dosa. Mereka tidak melakukan apa yang Allah perintahkan kepada
     mereka. Karena mereka berdosa, suatu hari mereka akan menjadi tua
     dan mati. Mereka tidak diizinkan untuk hidup kekal di rumah Allah
     yang indah yang telah Allah sediakan bagi mereka. Kita semua
     berdosa dan suatu hari setiap kita akan mati. Meskipun orang
     sudah berusaha keras untuk berbuat baik, mereka kadang-kadang
     juga melakukan dosa." (Namun, anak-anak mungkin perlu diberitahu
     bahwa kematian tidak akan terjadi secara cepat sebagai akibat
     dari perilaku yang tidak baik, tetapi kematian datang di saat
     yang tidak kita ketahui. Kematian adalah akibat alami dari dosa.)

     "Setelah mati, ada bagian khusus dari kita yang terus hidup.
     Tubuh ini kita pakai di dunia--tubuh yang tumbuh, terluka atau
     sakit, berlari, melompat dan bermain-main--tidak akan lagi
     diperlukan dan akan dikubur di tanah. Bagian istimewa yang tidak
     dapat dilihat, seperti Tuhan, masih terus dapat berpikir dan
     merasakan. Bagian dari diri kita yang disebut roh itu, akan pergi
     ke rumah Allah yang indah di surga dan akan bersama-sama dengan
     Dia, dan kita harus tidak berdosa. Karena jika kita berdosa kita
     tidak dapat masuk ke rumah itu."

     "Allah telah membuat supaya dosa kita dapat diampuni. Dia
     mengirimkan Yesus, Anak-Nya, untuk menanggung hukuman bagi kita
     semua. Ketika Yesus mati, Dia menanggung hukuman semua orang
     berdosa di dunia ini. Allah memberikan Yesus, Anak-Nya, untuk
     menanggung semua hukuman kita sehingga Allah dapat mengampuni
     kita. Ini menjadikan kita seolah-olah tidak berdosa lagi. Kita
     dapat hidup dengan Tuhan dan menjadi bagian dari keluarga-Nya.", 4. "Kita tidak harus menunggu sampai kita mati dan ke surga untuk
     berteman dengan-Nya. Kita dapat menjadi bagian dari keluarga-Nya
     sekarang. Kita harus mengatakan kepada Allah bahwa kita tahu
     bahwa kita ini berdosa dan kita menyesal. Karena lewat apa yang
     telah dilakukan Yesus, Allah dapat memberi kita hadiah
     pengampunan yang cuma-cuma. Kita dapat mengatakan kepada Allah
     bahwa kita menerima hadiah-Nya dan percaya bahwa Yesus
     menyelamatkan kita dari hukuman atas dosa-dosa kita."

     "Berbicara kepada Tuhan itu mudah. Sebut saja nama-Nya dan Dia
     akan mendengarkan. Dia sudah menunggumu untuk berbicara dengan-
     Nya. Kamu tidak perlu berada di tempat yang istimewa atau
     menunggu waktu khusus pada suatu hari.", 5. "Ketika kamu percaya Tuhan mengampuni dosamu, kamu menjadi
     anggota keluarga-Nya. Sebagai anak-Nya, kamu akan ingin mematuhi
     peraturan-Nya. Kadang-kadang kamu akan membuat kesalahan dan
     melakukan sesuatu yang salah. Jangan khawatir, Tuhan tidak pernah
     mengeluarkanmu dari keluarga-Nya. Kamu tetap dapat berbicara
     dengan Tuhan dalam doa. Kamu dapat membaca pesan-pesan istimewa-
     Nya di dalam Alkitab. Orang-orang akan tahu bahwa kamu adalah
     anak Allah jika mereka melihatmu mematuhi orang tuamu, menolong
     sesama, dan menjadi anak yang baik hati. Kamu dapat menceritakan
     Yesus kepada teman-temanmu dan mungkin mereka pun ingin menjadi
     bagian dari keluarga-Nya juga."

  Berikut ini referensi yang dapat digunakan.

  1Yohanes 4:8  : "Allah adalah kasih"
  Roma 3:23     : "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah
                  kehilangan kemuliaan Allah"
  Roma 6:23     : "Sebab upah dosa ialah maut, tetapi karunia Allah
                  ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan
                  kita.", 1Korintus 15:3: "Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai
                  dengan Kitab Suci", 1Yohanes 4:14 : "Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juru Selamat
                  dunia."
  Yohanes 1:12  : "semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa
                  supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang
                  percaya dalam nama-Nya"
  Mazmur 119:11 : "Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku
                  jangan berdosa terhadap Engkau."

  Adalah merupakan ide yang bagus untuk menyebutkan dan membaca ayat-
  ayat ini dengan menggunakan Alkitab anak-anak sendiri. Namun perlu
  diingat, keseluruhan poin dari mencari ayat-ayat ini dalam Alkitab
  mereka adalah untuk menegaskan bahwa ayat-ayat itu adalah benar
  untuk anak tersebut secara pribadi dan bahwa ada janji-janji di
  dalam firman Tuhan yang dapat mereka baca dan percayai. Firman Allah
  tidak akan kembali kepada-Nya tanpa mencapai tujuan mengapa Dia
  mengirimkannya; namun, guru yang membuat diskusi tentang keselamatan
  menjadi sekadar pelajaran membaca akan menghalangi kemajuan dari
  tujuan yang diharapkan. Jika memiliki kemahiran membaca yang
  terbatas, atau versi yang digunakan tidak mudah dipahami, guru cukup
  menerangkan arti dari apa yang ada dalam Alkitab.

  Ketika seorang anak telah memutuskan untuk menerima Kristus sebagai
  Juru Selamatnya, kini saatnya untuk menindaklanjuti. Guru mungkin
  tak selalu punya kesempatan memimpin anak dari waktu ia mulai datang
  kepada Kristus secara pribadi, sampai ke tahap memuridkan anak di
  masa remaja, usia belasan sampai dewasa. Namun, sering kali sangat
  mungkin bagi guru untuk menindaklanjuti dengan memberikan bahan-
  bahan pelajaran Alkitab beserta catatan yang memberi dorongan
  semangat dan nomor telepon yang dapat dihubungi.

  Berikut ini beberapa saran tambahan untuk mengajar.

  1. Sediakan kisah pengalaman yang menjelaskan konsep-konsep abstrak.
     Buatlah saat-saat yang paling dapat digunakan untuk mengajar.
     "John, aku dengar kamu memaafkan Mark yang sudah memukulmu.
     Itulah yang Tuhan lakukan kepada kita jika kita melanggar
     perintah-Nya.", 2. Selidikilah jawaban-jawaban yang "tepat". Mintalah jawaban yang
     sesuai dengan istilah-istilah anak-anak dan yang mereka pahami--
     bukan jawaban hafalan atau jawaban yang hanya bertujuan untuk
     menyenangkan guru. Jika seorang anak menggunakan istilah "Yesus
     di hatiku," mintalah dia untuk menjelaskan apa maksudnya tanpa
     menggunakan kata "hati".

  3. Biarkan anak-anak mendramatisir perasaan-perasaan yang sulit
     diekspresikan dengan kata-kata.

  4. Jelaskan konsep-konsep tersebut dengan urutan yang logis.

  5. Ingatlah bahwa meningkatnya jumlah anak tanpa ayah atau yang
     memiliki ayah yang kejam bisa membuat istilah "Bapa yang baik,
     yang mengasihi" sulit untuk dimengerti. (t/Ratri)

  Bahan diterjemahkan dari sumber:
  Judul buku   : The Complete Handbook for Children`s Ministry
  Judul artikel: Evangelism of Children
  Penulis      : Dr. Robert J. Choun dan Dr. Michael S. Lawson
  Penerbit     : Thomas Nelson Publishers, Nashville, USA 1993
  Halaman      : 136--140


                             -=- TIPS -=-

           MEMIMPIN MURID-MURID ANDA DATANG KEPADA KRISTUS
           ===============================================

  1. Doa.
     Mintalah Tuhan menyiapkan anak-anak di kelas Anda untuk menerima
     kabar baik tentang Yesus dan siapkan diri Anda supaya bisa
     berkomunikasi dengan efektif kepada mereka.

  2. Siapkan suatu dasar.
     Murid-murid Anda sedang mengevaluasi Anda dan Anda melayani Tuhan
     dengan apapun yang Anda lakukan dan katakan. Mereka mencari
     orang-orang yang menunjukkan hubungan yang hidup dan bertumbuh
     dengan Tuhan, karena orang yang hidupnya menunjukkan pengenalan
     akan Tuhan akan memberi perhatian khusus kepada orang yang
     mengasihi dan mendengarkan mereka, sama seperti Tuhan mengasihi
     dan mendengarkan mereka.

     Belajarlah untuk mendengarkan dengan penuh perhatian. Belajarlah
     untuk membagikan sukacita dan usaha-usaha yang Anda lakukan
     sebagai orang Kristen. Bijaksanalah terhadap pertanyaan Anda
     sendiri dan juga tentang minat pribadi Anda terhadap murid-murid.
     Belajarlah untuk menerima murid-murid Anda apa adanya. Kristus
     mati untuk setiap orang yang berdosa (lihat Roma 5:8). Anda juga
     dipanggil untuk mengasihi setiap orang apa adanya.

  3. Waspadalah untuk setiap kesempatan.
     Seorang anak bisa menunjukkan minat pada keselamatan melalui
     suatu pertanyaan langsung. Namun, dia mungkin menunggu Anda untuk
     mengajak bertemu--hanya berdua dengan Anda, sehingga Anda dapat
     membagikan apa artinya menjadi orang Kristen.

  4. Ciptakan suasana santai.
     Berikut ini beberapa tips yang harus Anda ingat ketika Anda
     berbicara dengan anak-anak.
     a. Buatlah anak merasa tenang. Pahamilah perasaannya. Bersikaplah
        tenang, natural, dan santai dalam percakapan dan hindarilah
        kritikan.
     b. Saat anak-anak bicara, dengarkan baik-baik apa yang
        dikatakannya. Anak-anak kadang-kadang berpura-pura atau
        membuat pernyataan yang mengejutkan hanya untuk mengetahui
        reaksi Anda. Jangan mulai menggurui atau menyelesaikan
        masalah. Sebaliknya, doronglah anak-anak untuk tetap berbicara
        dan mengekspresikan diri mereka sendiri.
     c. Berikan perintah dengan halus. Jangan membebani anak-anak
        dengan perintah-perintah dari Alkitab. Namun, jangan pula
        meminta maaf atas hal itu. Tuhan tidak perlu dibela, demikian
        pula dengan kebenaran tentang Dia. Jika seorang anak tidak
        memahami topik keselamatan, pertanyaan seperti, "Jika seorang
        teman ingin tahu bagaimana menjadi orang Kristen, apa yang
        akan kamu katakan?" dapat membuka percakapan yang dapat
        mengubah hidup seseorang.

  5. Jelaskan dengan jelas dan sederhana bagaimana menjadi orang
     Kristen. Diskusikan poin ini dengan cukup perlahan supaya ada
     waktu untuk berpikir dan memahami.
     - Allah ingin kamu menjadi anak-Nya (Yohanes 1:12). Apakah kamu
       tahu mengapa Allah ingin kamu menjadi bagian dari keluarga-Nya
       (1Yohanes 4:8)?
     - Kamu dan semua orang di dunia ini sudah berbuat salah (Roma
       3:23). Di dalam Alkitab, melakukan kesalahan itu disebut dosa.
       Menurutmu apa yang seharusnya terjadi kepada kita jika kita
       berdosa (Roma 3:23)?
     - Allah sangat mengasihimu. Dia mengirimkan Anak-Nya supaya mati
       di kayu salib untuk dosa-dosamu. Karena Yesus tidak pernah
       berdosa, Dia adalah satu-satunya Pribadi yang dapat menanggung
       hukuman atas dosa-dosamu (1Korintus 15:3; 1Yohanes 4:14).
     - Apakah kamu menyesali dosa-dosamu? Katakan pada Allah bahwa
       kamu menyesalinya. Apakah kamu percaya Yesus mati untuk menjadi
       Juru Selamatmu? Katakan pada Allah. Jika kamu benar-benar
       percaya dan menyesali dosa-dosamu--Tuhan mengampuni semua
       dosamu (1Yohanes 1:9).
     - Alkitab mengatakan bahwa ketika kamu percaya di dalam Yesus,
       Anak Allah, kamu menerima karunia Allah, yaitu hidup kekal.
       Karunia ini menjadikanmu sebagai anak Allah. Ini berarti Tuhan
       ada bersamamu sekarang dan selamanya (Yohanes 3:16).

     Doronglah murid-murid untuk menceritakan keputusan itu kepada
     keluarga mereka. Berikan nama-nama anak yang membuat keputusan
     untuk menjadi anggota keluarga Allah itu kepada pendeta Anda.
     Murid-murid yang membuat keputusan itu perlu tindak lanjut yang
     akan membantu mereka bertumbuh di dalam Kristus.

  Catatan:
  --------
  Alkitab menggunakan banyak sekali istilah dan perumpamaan untuk
  mengekspresikan konsep keselamatan. Sering kali anak-anak tidak
  memahami atau bisa saja membuat konsep yang salah tentang istilah
  ini, khususnya istilah-istilah yang banyak menggunakan simbol-
  simbol. (Ingat masalah yang dihadapi Nikodemus, seorang guru yang
  dihormati, yang sedang mencoba menjelaskan arti dari "dilahirkan
  kembali"?) Banyak orang berkata kepada anak-anak untuk "minta
  Yesus masuk ke dalam hatimu." Anak yang mengartikannya secara
  harfiah mungkin membangun ide yang aneh dari perumpamaan kata-kata
  tersebut. Ide menjadi anak Allah (lihat Yohanes 1:12) mungkin adalah
  gambaran yang paling sederhana yang terdapat di Perjanjian Baru.
  (t/Ratri)

  Bahan diterjemahkan dari sumber:
  Judul buku   : Sunday School Smart Pages
  Judul artikel: Leading Your Children to Christ
  Editor       : Wes dan Sheryl Haystead
  Penerbit     : Gospel Light, Ventura, California, USA 1992
  Halaman      : 141


                        -=- BAHAN MENGAJAR -=-

                           KARCIS KE SURGA
                           ===============

  Persiapan:
  ----------
  Sediakan sehelai kertas kecil untuk membuat karcis yang akan
  dibagikan kepada setiap anak yang hadir hari itu. Dalam kertas
  tersebut tulislah kalimat-kalimat berikut.

                  Karcis ini hanya berlaku apabila si
                    pemegang memohon pengampunan dan
                  menerima Yesus sebagai Juru Selamat

                               SATU ORANG

                   Dari Bumi ke Surga satu perjalanan
                 Telah di bayar untuk barangsiapa yang
                          mau dengan kehidupan
                         Anak Allah di Golgota

                     Tak dapat digunakan orang lain
                        Bagasi tidak diizinkan

  Cerita:
  -------

  Kita tahu ada harga yang harus dibayar untuk segala sesuatu. Jika
  kalian naik bis, kereta api, atau pesawat terbang, kalian harus
  membeli karcis. Ada karcis yang puluhan ribu, bahkan sampai jutaan
  rupiah harganya. Bahkan untuk membawa seorang ke surga diperlukan
  biaya yang sangat banyak sehingga tidak seorang pun di antara kita
  yang dapat membayar harga itu sendiri. Biaya itu mahal sekali karena
  Allah sama sekali tidak mengizinkan dosa masuk di dalam surga.
  Sedangkan kita semua telah berbuat dosa dan tidak dapat ke surga
  kecuali kita membuang dosa-dosa kita. Melepaskan diri kita dari dosa
  menuntut harga yang lebih mahal daripada yang disadari manusia.
  Berusaha sekuat-kuatnya untuk menjadi orang yang baik, baptisan air,
  atau menjadi anggota gereja tidak akan membayar harga untuk masuk
  surga.

  Begitu tinggi harga untuk ke surga sehingga hanya anak Allah yang
  dapat membayar perjalanan kita. Beratus-ratus tahun yang lalu Dia
  telah membayar bagi dosa-dosa kita dengan memberikan hidup-Nya di
  atas salib Golgota (minta anak-anak membaca Yohanes 3:16). Jika Dia
  tidak berbuat itu, tak seorang pun di antara kita dapat berharap
  untuk pergi ke tempat yang indah itu setelah kehidupan kita di atas
  bumi ini berakhir (berikan kepada setiap anak karcis yang telah
  Saudara sediakan atau tunjuk gambar karcis di papan tulis). Karcis
  ini akan menolong kalian mengingat apa yang telah dilakukan Yesus
  bagi kita.

  Yesus telah membayar perjalanan kita ke surga dengan jalan mati di
  atas salib. Seperti yang dapat kalian lihat, karcis kita mengatakan,
  "Tidak dapat digunakan orang lain", ini berarti bahwa kita tidak
  dapat ke surga dengan karcis orang lain. Kadang-kadang kita
  berpikir, jika ibu atau ayah kita seorang Kristen dan berada dalam
  perjalanan ke surga, maka kita dapat ikut mereka. Tetapi tidak
  begitu. Kita sendiri harus menerima Yesus.

  Doa:
  ----
  Pimpin anak-anak dalam doa pengucapan terima kasih kepada Yesus
  karena membayar harga untuk keselamatan kita dan membuka jalan ke
  surga bagi kita.

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku: Buku Pintar Sekolah Minggu, Jilid 1
  Penerbit  : Gandum Mas, Malang 1997
  Halaman   : 67


                         -=- WARNET PENA -=-

                    GUBUK ONLINE - PELAYANAN ANAK
                    =============================
               http://gubuk.sabda.org/index.php?n=anak

  Situs GUBUK Online (Gudang Buku Kristen Online) merupakan sebuah
  situs yang menyediakan buku-buku Kristen yang bisa Anda baca online
  atau unduh (donwload) secara gratis. Selain buku, tersedia juga
  artikel, kesaksian, serta resensi-resensi buku Kristen yang bermutu.
  Setiap judul buku yang ada telah dibagi dalam beberapa kategori,
  satu di antaranya adalah  kategori Pelayanan Anak. Jadi, tunggu apa
  lagi? Silakan temukan buku-buku dan resensi buku seputar pelayanan
  anak di GUBUK Online. Selamat berkunjung!

  [Kiriman dari: Arya]


                     -=- DARI ANDA UNTUK ANDA -=-

  Dari: "Markus Khana Hawu" <markus(at)>
  >Redaksi Ysh
  >Salam dalam kasih KRISTUS..
  >Terima kasih untuk Sharing/kiriman bahan-bahan pelajaran selama ini
  >yang sangat berguna baik untuk menambah pengetahuan maupun untuk
  >bahan pengajaran di sekolah minggu.
  >
  >Teriring doa dan salam untuk semua staf redaksi semoga selalu
  >dalam lindungan Tuhan.
  >salam ....

  Redaksi:
  Puji Tuhan! Kami bersyukur untuk setiap bahan dalam e-BinaAnak yang
  dapat dipakai untuk menambah pengetahuan rekan-rekan semua. Jangan
  lupa, selain dari Publikasi e-BinaAnak, Anda juga bisa mendapatkan
  ribuan artikel lain di Situs PEPAK (Pusat Elektronik Pelayanan Anak
  Kristen) dengan mengaksesnya di alamat: http://pepak.sabda.org/.


                         -=- MUTIARA GURU -=-

           Pandanglah setiap murid yang ada di kelas Anda,
                    dan pastikan mereka semua ada
               bersama-sama dengan Anda di surga nanti.


----------------------------------------------------------------------
               Staf Redaksi: Davida, Ratri, dan Lisbet
       Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
             Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                 Copyright(c) e-BinaAnak 2006 -- YLSA
        http://www.sabda.org/ylsa/  ~~ http://katalog.sabda.org/
                     Rekening: BCA Pasar Legi Solo
                  No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
======================================================================
Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(`Recip.EmailAddr`)
Alamat berlangganan : <subscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Alamat Berhenti     : <unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
Arsip e-BinaAnak    : http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen: http://pepal.sabda.org/
------------- PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN GURU --------------

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org