Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/292

e-BinaAnak edisi 292 (10-8-2006)

Hukum Murid

      

______________________________e-BinaAnak______________________________
        Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak
        ==================================================

Daftar Isi:                                           292/Agustus/2006
----------
      - SALAM DARI REDAKSI
      - ARTIKEL             : Hukum Murid
      - TIPS (1)            : Program dan Kurikulum yang Menarik
                              Minat dan Perhatian Murid
      - TIPS (2)            : Olah Suasana
      - WARNET PENA         : Situs Terbaru YLSA: SABDA space
      - DARI ANDA UNTUK ANDA: Terima Kasih
      - MUTIARA GURU

----------------------------------------------------------------------
 Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
  <staf-BinaAnak(at)sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak(at)xc.org>
======================================================================

                      -=- SALAM DARI REDAKSI -=-

  Salam damai dalam Kristus,

  Tentu akan sangat mengecewakan apabila saat mengajar ternyata murid-
  murid tidak memberikan perhatiannya. Apalagi kalau mereka tidak
  menunjukkan minat pada apa yang kita ajarkan. Padahal menurut John
  Milton Gregory, seorang guru dianggap berhasil apabila dalam
  menyampaikan pelajaran murid-murid memberikan minat dan perhatian
  terhadap pelajaran yang disampaikan.

  Dalam edisi ini kita akan bersama-sama belajar bagaimana cara
  menarik minat dan perhatian murid selama proses belajar-mengajar
  berlangsung. Hal tersebut akan dibahas melalui peraturan-peraturan
  dalam hukum murid dan pengaturan program, juga tentang bagaimana
  cara mengajar yang dapat dilakukan untuk mendukung hukum murid ini.
  Kiranya dapat menambah keterampilan seni mengajar kita sekalian.

  Selamat melayani!

  Redaksi e-BinaAnak,
  Davida

            "Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya,
           tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya
               akan sama dengan gurunya." (Lukas 6:40)
             < http://sabdaweb.sabda.org/?p=Lukas+6:40 >


                           -=- ARTIKEL -=-

                             HUKUM MURID
                             ===========

  Minat dan perhatian adalah ciri keadaan mental seorang pelajar yang
  sejati dan merupakan landasan yang penting dalam proses belajar.
  Karena itu, hukum murid dapat dirumuskan sebagai, "Seorang pelajar
  harus mengikuti apa yang sedang dipelajari dengan penuh minat."
  Hukum ini sepintas lalu kelihatannya sudah menjadi sesuatu yang
  lumrah diketahui semua orang. Namun, meskipun begitu sederhana hukum
  ini sesungguhnya cukup mendalam. Artinya, pelajaran benar-benar
  akan dimengerti apabila dipelajari dengan saksama.

  Bagaimana kita bisa menarik minat dan perhatian anak? Ada banyak
  sumber yang bisa menimbulkan minat guna mendapatkan perhatian. Anak
  bayi, misalnya, cepat tertarik kepada seutas kain pita yang berwarna
  cemerlang. Orok akan berhenti menangis begitu melihat benda aneh
  digoyang-goyangkan di depan matanya. Gerakan tangan seorang
  penceramah, cahaya mukanya yang tersenyum dan penuh semangat,
  suaranya yang beralun tinggi rendah, sering kali lebih banyak
  menarik perhatian pendengarnya daripada isi pidatonya sendiri.
  Seorang guru tidak mungkin mempunyai kesempatan sebebas seorang ahli
  pidato untuk melakukan gerak-gerik tangan dan mengumandangkan suara
  yang mampu mencekam hadirinnya, tetapi dalam batas tertentu ia juga
  mempunyai peluang untuk memanfaatkan wajah serta suaranya atau
  tangannya. Keadaan yang kacau dalam kelas dapat diatasi dengan
  berhenti bicara secara mendadak sambil mengangkat tangan, sehingga
  murid-murid akan mulai mendengarkan dan memberi perhatian. Orang
  yang paling tidak peduli pun akan tertarik dan orang yang paling
  adaptis pun akan terbantu pada waktu diperlihatkan sebuah gambar
  atau bahan ilustrasi yang lain. Tetapi hendaknya diingat bahwa semua
  ini hanyalah cara-cara yang dapat dipergunakan bila diperlukan.
  Tugas Saudara senantiasa adalah utuk menyampaikan materi pelajaran
  semenarik mungkin, sehingga perhatian murid-murid akan mengikutinya.
  Ajarlah murid-murid untuk memusatkan pikiran.

  Berikut ini beberapa peraturan yang amat penting sehubungan dengan
  hukum mengajar yang bersangkutan dengan murid.

   1. Jangan sekali-kali mulai memberi pelajaran sebelum mendapatkan
      perhatian seluruh kelas. Tiliklah sejenak wajah murid-murid itu
      untuk mengetahui apakah bukan hanya badan mereka, tetapi juga
      jiwa mereka sudah hadir.

   2. Berhentilah bicara pada waktu perhatian murid buyar atau hilang,
      tunggulah sampai perhatian mereka sudah pulih kembali
      sepenuhnya.

   3. Jangan kuras habis perhatian murid saudara. Berhentilah mengajar
      begitu terlihat gejala-gejala bahwa mereka lelah.

   4. Sesuaikan lamanya jam pelajaran dengan usia si pelajar: makin
      kecil anak itu, makin pendek pelajarannya.

   5. Bangkitkan perhatian murid, bila perlu dengan menggunakan
      berbagai variasi dalam menyampaikan pelajaran, tetapi usahakan
      supaya jangan ada hal-hal yang justru mengalihkan perhatian
      mereka dari pelajaran itu sendiri.

   6. Kobarkan dan pelihara minat murid yang sebesar mungkin akan mata
      pelajaran sehingga minat dan perhatian saling bereaksi.

   7. Sajikan aspek-aspek dari pelajaran dan gunakan lukisan yang
      cocok dengan usia dan pengetahuan murid itu.

   8. Bilamana mungkin, libatkan kepentingan pribadi murid-murid itu.

   9. Cerita-cerita, nyanyian, atau pokok pembicaraan yang digemari
      murid sering merupakan kunci untuk mendapatkan minat dan
      perhatian mereka. Cari tahu hal-hal ini dan manfaatkan.

  10. Waspadalah akan hal-hal yang dapat menyimpangkan perhatian,
      seperti bunyi yang aneh, baik di dalam maupun di luar kelas, dan
      kurangi hal-hal seperti itu seminimal mungkin.

  11. Sebelum masuk kelas, persiapkan pertanyaan-pertanyaan yang
      merangsang pikiran. Pastikanlah bahwa pertanyaan ini sesuai
      dengan usia dan pengetahuan murid-murid itu.

  12. Hendaknya penyajian itu benar-benar menarik, dengan menggunakan
      ilustrasi-ilustrasi dan cara lain yang pantas. Tetapi jangan
      sampai sarana-sarana itu sendiri terlalu menarik karena bahan-
      bahan tersebut hanya berupa sumber-sumber selingan.

  13. Tetapkan dan tunjukkan dalam diri sendiri perhatian yang
      sungguh-sungguh dan minat yang sejati terhadap mata pelajaran
      itu. Semangat sungguh-sungguh guru biasanya akan menular.

  14. Belajarlah bagaimana cara terbaik untuk memanfaatkan pandangan
      mata dan gerak-gerik tangan. Murid-murid saudara akan menanggapi
      pandangan yang bersungguh-sungguh dan tangan yang diangkat.

  PELANGGARAN DAN KESALAHAN

  Ada banyak pelanggaran terhadap Hukum Murid ini yang dapat dikatakan
  sebagai kesalahan paling berat yang dilakukan banyak guru.

  1. Guru langsung mulai mengajar sebelum mendapatkan perhatian
     pelajar-pelajar dan masih tetap meneruskan ketika perhatian
     mereka sudah buyar. Jika begitu, tidakkah lebih baik bila guru
     itu mengajar sebelum anak-anak duduk di kelas atau tetap
     meneruskan pelajaran sesudah mereka keluar ruangan.

  2. Murid-murid masih dipaksa mendengarkan pelajaran setelah
     kemampuannya memerhatikan sudah terkuras habis dan mereka terlalu
     lelah.

  3. Hanya sedikit atau sama sekali tidak ada usaha guru untuk
     mempelajari selera atau pengalaman para murid, atau untuk
     membangkitkan minat yang sungguh akan pokok pelajaran. Gurunya
     sendiri, yang juga kurang berminat terhadap tugasnya, lalu
     mencoba mencari jalan untuk menarik perhatian murid dengan hasil
     sia-sia. Hal ini akan membangkitkan rasa tak suka murid terhadap
     pelajaran.

  4. Tidak sedikit guru yang mematikan perhatian muridnya karena
     mereka tidak menggunakan cara-cara penyelidikan baru atau memberi
     pernyataan baru yang menarik untuk menggerakkan minat akan
     pelajaran. Mereka mengajar dengan nada yang begitu membosankan
     dan pekerjaan itu dilakukan sebagai rutinitas belaka. Dengan
     sendirinya murid-murid mereka akan segera meniru sikapnya.

  Tak heran jika sekolah-sekolah yang melakukan cara di atas atau cara
  lain yang melanggar hukum mengajar kemudian menjadi kehilangan daya
  tarik dan hasilnya terbatas. Jika peraturan-peraturan di atas
  penting untuk sekolah umum -- di mana anak-anak diwajibkan belajar
  dan guru profesional mengajar dengan sepenuhnya dilindungi oleh
  undang-undang pendidikan --, apalagi bagi sekolah minggu di mana
  guru dan murid datang secara sukarela. Guru sekolah minggu yang
  ingin memperoleh hasil yang paling baik dalam pengajarannya harus
  sungguh-sungguh memikirkan dan menaati Hukum Murid ini. Ia harus
  menguasai seni memperoleh dan memelihara perhatian, serta
  membangkitkan minat yang sungguh-sungguh, dengan demikian ia akan
  bersukacita karena pekerjaannya berhasil baik.

  Bahan diedit dari sumber
  Judul buku: Tujuh Hukum Mengajar
  Penulis   : John Milton Gregory
  Penerbit  : Gandum Mas, Malang
  Halaman   : 46, 51-55


                           -=- TIPS (1) -=-

    PROGRAM DAN KURIKULUM YANG MENARIK MINAT DAN PERHATIAN MURID
    ============================================================

  Bagaimana cara kita menyusun program, mengatur jadwal dan mengajar
  yang sesuai dengan kebutuhan para anak didik?

  Merancang program berdasarkan "cara pandang anak-anak" kita adalah
  cara agar kebutuhan anak didik dapat terpenuhi. Anak bukanlah
  miniatur orang dewasa, melainkan satu pribadi yang unik dengan
  karakter-karakter dan kebutuhan yang khusus dalam tiap tingkatan
  usianya. Merancang program berdasar pada "bagaimana anak belajar"
  akan membuat kita dapat mengarahkan pengajaran itu pada Alkitab
  sekaligus untuk mendapatkan perhatian dan minat mereka.

  Alkitab menggambarkan dua fokus itu sebagai PENGINJILAN, yaitu untuk
  menjangkau anak-anak, memimpin mereka untuk berkomitmen kepada Yesus
  sebagai Tuhan dan Juru Selamat; serta PEMURIDAN untuk membimbing
  mereka bertumbuh dalam firman Tuhan dan melengkapi mereka agar dapat
  mewartakan imannya.

  Perancangan program yang efektif bagi anak meliputi beberapa garis
  besar ini.

  1. Kasih dan penerimaan
     --------------------
     Anak perlu melihat kasih Tuhan yang tak bersyarat itu terwujud
     dalam pemimpin, guru, serta orang tua yang penuh kasih dan penuh
     dukungan. Sebuah lingkungan yang diliputi kasih serta penerimaan
     akan memberi pengaruh kuat bagi anak.

  2. Membangun hubungan
     ------------------
     Anak-anak mempelajari kebenaran yang alkitabiah dan teologis
     dalam konteks hubungan yang dalam dan personal. Perancangan
     program tidak akan berhasil tanpa adanya hubungan antara guru dan
     murid. Hubungan yang bermakna dapat ditumbuhkan saat rasio
     perbandingan jumlah antara guru dan murid lebih kecil.

  3. Keterlibatan aktif
     ------------------
     Anak paling baik belajar lewat praktik -- dengan memakai kelima
     indera. Proses belajar menuntut keterlibatan secara aktif
     terhadap pelajaran. Keterlibatan anak-anak dalam pengalaman
     pengenalan mereka tentang sesuatu akan lebih membekas dalam hidup
     mereka. Keikutsertaan akan membawa kepada perubahan perilaku yang
     pada akhirnya juga akan memotivasi anak untuk menerapkan prinsip
     Alkitab dalam hidup mereka.

  4. Penerapan dalam hidup
     ---------------------
     Sangat penting bagi orang tua atau guru untuk mengajar sesuatu
     yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata anak murid mereka.
     Yakobus 1:22 mengatakan, "Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku
     firman dan bukan hanya pendengar saja." Melalui bincang-bincang
     yang dipandu dan keterlibatan aktif dalam proses belajar, firman
     Tuhan dapat diterapkan dalam perbuatan di kehidupan anak murid
     kita.

  5. Perbincangan yang dipandu
     -------------------------
     Perbincangan yang dipandu adalah sebuah dialog yang tidak formal
     tapi terencana dan dapat dilangsungkan selama kegiatan belajar,
     penyembahan atau kapan saja. Metode ini mencakup pendidikan
     perilaku yang sejalan dengan Alkitab.

  6. Pilihan-pilihan
     ---------------
     Mengizinkan anak-anak untuk memilih aktivitas-aktivitas mereka
     sendiri akan menolong mereka untuk berpikir mandiri, termotivasi
     dan tertarik dengan kegiatan belajar itu. Saat semua kegiatan di
     ruangan tersebut mengarah pada satu tujuan yang sama, yakni
     kepada firman Tuhan, anak-anak itu dapat memilih kegiatan apa
     saja sambil tetap mempelajari isi Alkitab, perilaku yang sesuai
     dengannya, dan penerapannya dalam hidup. Tidak semua anak belajar
     dengan cara yang sama. Beberapa anak mungkin lebih tertantang
     untuk mencari kata-kata sulit dalam Alkitab untuk mempersiapkan
     pelajaran. Sedangkan yang lainnya mungkin lebih senang
     menggunakan permainan ayat hafalan untuk mempelajari ayat.
     Memberikan pilihan-pilihan kepada anak-anak berarti memberi
     kebebasan kepada mereka untuk belajar.

  7. Keseluruhan sesi pengajaran
     ---------------------------
     Dari menit pertama anak masuk ke ruang kelas sampai saat anak
     terakhir meninggalkan kelas, semua yang diajarkan dan dialami
     harus mengarah pada tujuan pelajaran dari firman Tuhan. Musik,
     seni, ayat hafalan, cerita, kegiatan, dan percakapan pembimbingan
     semuanya harus mengarah pada tujuan pelajaran yang telah
     disebutkan. Dengan anak-anak, khususnya yang lebih muda, kita
     perlu mengajarkan satu konsep dan kita harus mengajarkan konsep
     tersebut dengan benar. Pendekatan dengan satu konsep ini
     memungkinkan anak untuk memahami suatu kebenaran Alkitab dan
     menerapkannya dalam kehidupan mereka sendiri sepanjang minggu
     itu.

  8. Kelompok besar dan kecil
     ------------------------
     Pelayanan anak-anak biasanya kekurangan pekerja. Akibatnya adalah
     kelas yang besar, namun sedikit tenaga pengajarnya. Rasio
     perbandingan guru dan murid seharusnya adalah 1:5-6 pada anak-
     anak yang masih kecil dan 1:8-10 pada kelas anak-anak yang lebih
     besar. Kelompok besar dapat digunakan untuk "sharing" Alkitab,
     penyembahan, dll. Kelompok kecil dapat digunakan untuk
     menyampaikan cerita-cerita Alkitab, kegiatan-kegiatan belajar,
     dan membangun hubungan yang penting antara guru dan murid.

  9. Pelajaran dibagi dalam unit-unit
     --------------------------------
     Setiap pelajaran yang diajarkan kepada anak-anak harus menjadi
     bagian dari kelompok pelajaran yang lebih besar yang disebut
     unit. Pelajaran-pelajaran ini semuanya berfokus pada satu tema
     atau tujuan dari firman Allah. Adalah penting untuk
     mengelompokkan pelajaran ke dalam unit-unit karena anak-anak akan
     dapat belajar dengan sangat baik melalui satu tema yang diajarkan
     dalam berbagai metode yang berbeda.

 10. Proses belajar mengajar
     -----------------------
     Memahami bagaimana anak-anak belajar akan menentukan pelayanan
     pengajaran kita. Anak-anak belajar melalui pengalaman langsung,
     keterlibatan aktif, dan penemuan. Dalam 125 situasi pengajaran
     yang dicatat dari pelayanan Yesus, lebih dari dua pertiga waktu
     yang ada digunakan oleh murid-murid untuk bertanya sebagai respon
     dari apa yang Yesus telah kerjakan atau katakan. Guru dari semua
     guru itu tahu bahwa kata-kata harus dihubungkan dengan tindakan
     jika terjadi proses belajar. Ia meminta kepada murid-murid-Nya,
     para rasul, dan orang-orang lainnya untuk menjadi peserta aktif
     dalam proses belajar. Bagi Yesus, belajar adalah proses
     pembentukan, bukan hanya pemindahan.

  Program-program kita bagi anak-anak harus diatur sehingga selain
  untuk mendapatkan minat dan perhatian mereka, kita juga dapat
  memenuhi kebutuhan mereka dan tercapai tujuan alkitabiahnya.
  (t/ratri)

  Bahan diterjemahkan dan diedit dari sumber:
  Judul Buku: The Christian Educator`s Handbook on Teaching
  Penulis   : Kenneth O. Gangel dan Howard G. Hendricks
  Penerbit  : Victors Books, USA1988
  Halaman   : 121 - 122


                           -=- TIPS (2) -=-

                             OLAH SUASANA
                             ============

  Salah satu cara untuk mendapatkan perhatian dan minat murid saat
  kita mengajar adalah dengan mengolah suasana. Banyak guru yang
  pandai bercerita, tetapi tidak pandai mengolah suasana. Akhirnya
  cerita menjadi "kurang" berhasil. Karena itu, berlatihlah
  menganalisis sikap anak dalam menanggapi cerita. Selidikilah,
  mengapa anak tidak tertarik? Dan bila anak tertarik, mengapa?

  Pada intinya guru harus mampu melakukan tindakan berikut.

  1. Melibatkan anak dalam cerita.
     -----------------------------
     a. Misal, ajukan pertanyaan atau minta pendapat anak tentang
        suatu situasi yang kita ceritakan.
     b. Anda boleh memakai nama satu anak kita sebagai contoh yang
        "baik". Tetapi jangan sampai mempermalukan anak tersebut di
        depan kelas.

  2. Berdiri di tempat yang terlihat oleh semua anak.
     ------------------------------------------------
     Agar konsentrasi anak dan komunikasi guru-anak dapat terjalin
     dengan baik, aturlah posisi sedemikian rupa sehingga seluruh diri
     guru dapat dilihat anak dengan baik. Jadi, posisi duduk yang
     terbaik adalah melingkar, atau duduk setengah lingkaran.

  3. Jangan diam di satu tempat selama bercerita.
     --------------------------------------------
     Anak-anak mudah "jemu" jika guru hanya berdiri di satu tempat
     saja. Apalagi jika tanpa ekspresi. Tetapi jangan pula terlampau
     "over acting" sehingga anak lelah mengikuti gerakan guru.

  4. Friendly formula.
     -----------------
     Bersikaplah bersahabat dengan anak, suara, tindakan, dan
     berceritalah dengan memperlihatkan "sikap yang bersahabat".
     Jangan tampak "kasar", "bengis", "norak", dan sebagainya.

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul buku: Mengajar Sekolah Minggu yang Kreatif
  Penulis   : Paulus Lie
  Penerbit  : Yayasan Andi, Yogyakarta 1997
  Halaman   : 47 - 48


                         -=- WARNET PENA -=-

                     SITUS TERBARU YLSA: SABDAspace
                     ==============================
                       http://www.sabdaspace.org/

  Kabar gembira bagi para penulis blog Kristen (Christian bloggers)!
  Bulan Juli 2006 yang lalu, Yayasan Lembaga SABDA telah meluncurkan
  Situs SABDAspace sebagai wadah untuk orang-orang Kristen menuangkan
  pemikiran, ide, dan aspirasi yang dapat menggugah kebangunan di
  Indonesia; baik itu kebangunan dalam hal moral, etika, estetika,
  pengetahuan dan terutama kerohanian di Indonesia. Melalui situs ini
  selain bisa membuat blog pribadi, Anda juga bisa menulis/
  mengomentari artikel sesuai dengan topik-topik yang tersedia, yaitu
  Bahasa/Sastra, Kaum Muda, Kesaksian, Pengajaran/Guru, Penginjilan,
  Pribadi, dan Puisi. Mulailah menulis dan kirimkan karya Anda ke
  situs penyedia blog gratis, SABDAspace! [Redaksi]


                     -=- DARI ANDA UNTUK ANDA -=-

  Dari: "Ratna W" <josh_bw(at)>
  >Kepada:
  >Yth, Owner dan Staff Bina Anak
  >di tempat
  >
  >Syalom !
  >Sudah lama saya terpikir untuk menulis surat ini, tetapi maaf, baru
  >hari ini terlaksana. Hanya satu maksud saya, yaitu saya ingin
  >menyampaikan banyak sekali terima kasih, bahwa lebih dari dua tahun
  >belakangan ini saya berlangganan email dari Bina Anak, dan tentu
  >saja tidak sedikit berkat yang saya peroleh dari artikel-artikel
  >tsb. Saya sungguh diperkaya dengan materi maupun tehnik dan
  >pengetahuan-pengetahuan tentang melayani dan mendidik anak-anak.
  >Selama ini saya membagikan apa yang saya dapat, bukan saja kepada
  >rekan sepelayanan di dalam jemaat, tetapi juga kepada rekan guru di
  >SD Kristen, dimana saya mengajar Budi Pekerti. Sekali lagi terima
  >kasih, dan biarlah pelayanan Anda terus meluaskan kerajaan Tuhan.
  >Kami mendoakan.
  >Dalam kasih Kristus,
  >Ratna W - Tegal

  Redaksi:
  Puji Tuhan! Kami sungguh mengucap syukur dengan berkat yang kita
  bisa bagi bersama, terutama bagi rekan-rekan Anda yang lain. Jika
  Anda ingin membagikan berkat-berkat Anda tersebut secara lebih
  spesifik, silakan menuliskannya dalam bentuk kesaksian dan kami bisa
  memuatnya di e-BinaAnak untuk menjadi berkat bagi para pembaca
  e-BinaAnak. Biarlah bersama-sama kita saling melayani, dan nama
  Tuhan semakin ditinggikan.


                         -=- MUTIARA GURU -=-

             Hari ini saya akan "menanam" apa yang relevan
           yang menunjang, yang memperkaya, dan yang benar!


----------------------------------------------------------------------
               Staf Redaksi: Davida, Ratri, dan Lisbet
       Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
             Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                 Copyright(c) e-BinaAnak 2006 -- YLSA
        http://www.sabda.org/ylsa/  ~~ http://katalog.sabda.org/
                     Rekening: BCA Pasar Legi Solo
                  No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
======================================================================
Anda terdaftar dengan alamat email: $subst(`Recip.EmailAddr`)
Alamat berlangganan : < subscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org >
Alamat Berhenti     : < unsubscribe-i-kan-BinaAnak(at)xc.org >
Arsip e-BinaAnak    : http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen:  http://pepak.sabda.org/
------------- PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN GURU --------------

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org