Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/205

e-BinaAnak edisi 205 (25-11-2004)

Mengajar Seperti Kristus

     ><>  Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak  <><

Daftar Isi:                                    Edisi 205/November/2004
~~~~~~~~~~~
    o/ SALAM DARI REDAKSI
    o/ ARTIKEL              : Metode Mengajar Yesus
    o/ TIPS MENGAJAR        : Siap Mengajar
    o/ BAHAN MENGAJAR       : Aneka Puisi Natal
    o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Edisi e-BinaAnak tentang Natal
    o/ MUTIARA GURU

=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
 Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
     <staf-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak@xc.org>
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
o/ SALAM DARI REDAKSI

  Salam sejahtera,

  Topik terakhir bulan November dari tema YESUS, TELADAN YANG SEMPURNA
  adalah "Mengajar Seperti Kristus". Meskipun mengajar anak-anak
  adalah hal yang sudah kita kuasai, namun mungkin banyak di antara
  kita yang menganggap bahwa tidak mungkin kita bisa mengajar seperti
  Sang Guru Agung Yesus. Dia begitu sempurna dalam segala hal,
  termasuk dalam cara-Nya mengajar para murid dan orang banyak.

  Namun, kita tidak perlu berkecil hati. Sebagai murid Kristus, kita
  sebenarnya juga dimampukan untuk meneladani segala hal yang Dia
  lakukan, termasuk dalam hal mengajar. Kita bisa bersama-sama belajar
  tentang metode Yesus dalam mengajar melalui Artikel yang kami
  sajikan pada edisi minggu ini. Juga dalam Tips Mengajar tersedia
  bahan yang menolong kita, sebagai guru SM, untuk melakukan persiapan
  dasar sebelum mengajar. Kiranya, kedua materi ini semakin menambah
  sukacita dan semangat kita untuk bisa mengajar seperti Kristus.
  Selamat mengajar!

  Tim Redaksi

        "Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa;
     Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil
   Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan."
                             (Matius 9:35)
           < http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Matius+9:35 >


=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
o/ ARTIKEL

                        METODE MENGAJAR YESUS
                        =====================

  Dalam mengajar, Yesus menggunakan beberapa metode dan tidak terikat
  pada satu metode saja. Dia beralih dengan sangat lembut dari yang
  dikenal ke yang tidak dikenal; dari yang sederhana ke hal-hal yang
  rumit; dari hal-hal yang konkret ke hal-hal yang abstrak. Suatu
  kebebasan yang sesungguhnya, muncul dalam kemampuan metodologisnya
  dan dengan objektivitas yang cukup jelas. Dia bukanlah seorang
  penghibur melainkan seorang pendidik. Dia menginginkan lebih dari
  perhatian yang besar; Dia menjanjikan untuk mengubah hidup.

  Tak seorang pun bisa menuduh Yesus memotong filosofi pendidikan. Dia
  memahami bahwa semua pembelajaran melibatkan suatu proses. Dia tidak
  hanya tahu apa yang akan diajarkan-Nya, tetapi Ia juga mengerti apa
  yang diajarkan-Nya. Belajar lebih dari sekedar mendengarkan;
  mengajar lebih dari sekedar mengatakan. Bagaimanakah Yesus bisa
  menjadi begitu efektif tanpa menggunakan bel atau pun jadwal, sebuah
  ruang kelas yang bagus, dan sebuah OHP atau layar?

  Berikut ini beberapa kunci keefektivitasan-Nya. Ajaran Yesus
  memiliki sifat bisa dibedakan dan dipindahkan/disalurkan.

  AJARAN YESUS ITU KREATIF

  Tidak ada pola pengajaran yang sama dengan pola pengajaran Yesus.
  Sangat sulit untuk menemukan bahwa Yesus menggunakan hal yang sama
  dalam cara yang sama. Seseorang membaca Kitab Suci dengan harapan
  untuk menemukan apa yang selanjutnya akan dilakukan dan dikatakan
  oleh Yesus. Kita melihat kekreativitasan-Nya seperti berikut ini:

  1. Dia menggunakan pertanyaan-pertanyaan.
     --------------------------------------
     Cara ini merupakan inti dari metode pengajaran-Nya. Empat Injil
     menuliskan lebih dari seratus pertanyaan berbeda yang digunakan.
     Beberapa dari pertanyaan-Nya dilontarkan secara langsung dan
     dengan sederhana memberikan informasi yang penting, beberapa
     penjelasan dari ketidakpastian yang dipikirkan oleh pendengar-
     Nya, dan ekspresi yang muncul atas iman mereka. Misalnya,
     "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" (Matius 9:28)

     Robert Stein, dalam bukunya yang berjudul "The Method and Message
     of Jesus Teaching", mengatakan bahwa:
        "Dia menggunakan pertanyaan dalam berbagai variasi dan dalam
        berbagai situasi. Salah satu cara yang digunakan Yesus dalam
        menggunakan pertanyaan adalah dengan menggambarkan jawaban
        yang benar bagi pendengar-Nya. Dengan menggambarkan jawaban
        yang benar kepada murid-murid-Nya, maka jawaban tersebut akan
        lebih menyakinkan dan selalu mereka ingat daripada hanya
        diucapkan oleh Yesus. Inti dari keseluruhan penginjilan-Nya
        terpusat pada peristiwa di Kaisarea, Filipi dimana Yesus
        menanyai murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?"
        Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada
        juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang
        dari para nabi." Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa
        katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau adalah
        Mesias!" Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan
        memberitahukan kepada siapapun tentang Dia. Kemudian mulailah
        Yesus mengajarkan kepada mereka, bahwa Anak Manusia harus
        menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-
        imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan bangkit
        sesudah tiga hari. Hal ini dikatakan-Nya dengan terus terang."
        (Markus 8:27-32)

     Seringkali, pertanyaan yang dilontarkan-Nya secara langsung
     mengharuskan pendengar-Nya membandingkan, memeriksa, mengingat,
     dan mengevaluasi. Pertanyaan-pertanyaan hipotesa memberikan
     suasana solusi bagi pendengar-Nya. Seperti yang tertera pada
     Matius 21:31, "Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan
     kehendak ayahnya?" atau seperti yang terdapat di Lukas 10:36,
     "Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah
     sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?"

     Yesus dikenal mahir dalam menangani pertanyaan-pertanyaan yang
     ditujukan kepada-Nya, bahkan ketika mereka ingin menjebak-Nya. Di
     dalam Markus 12:13-34, Yesus mendiskusikan tiga hal:
        a. Pajak kepada Kaisar
        b. Pernikahan pada Kebangkitan hidup
        c. Hukum yang Terutama
     Setiap pertanyaan sangatlah berbeda dan pendengar-Nya sangat puas
     dengan jawaban-jawaban yang diberikan, sehingga mereka tidak lagi
     memiliki pertanyaan yang akan ditanyakan pada waktu itu.

  2. Dia menggunakan perumpamaan.
     ----------------------------
     Yesus adalah ahli dalam bercerita. Ajaran-Nya menggugah pikiran;
     bukan melumpuhkan pikiran. Perumpamaan adalah bentuk yang paling
     terkenal dari ciri-ciri ajaran-Nya yang secara kreatif melibatkan
     orang-orang dalam proses belajar. Markus mencatat bahwa Yesus,
     "Mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka." (Markus
     4:2)

     Archibald Hunter mengklaim bahwa 35 persen dari ajaran Yesus
     dalam keempat kitab Injil berbentuk perumpamaan. (Richard A.
     Batey, ed. New Testament Issues. New York: Harper and Row, 1970,
     p.71.)

     Ada sebuah pertanyaan yang berupa kritik, "Mengapa Yesus sangat
     sering menggunakan perumpamaan?" Kembali, Robert Stein memiliki
     ayat yang tepat dalam "Perumpamaan Yesus" yang diringkas-Nya
     menjadi tiga alasan:
        a. Untuk menyembunyikan ajaran-ajaran-Nya dari orang-orang di
           luar-Nya (Markus 4:10-12; Matius 11:25-27).
        b. Untuk mengilustrasikan dan menyatakan pesan-pesan-Nya
           kepada murid-murid-Nya (Markus 4:34).
        c. Untuk menenangkan pendengar-Nya (Markus 12:1-11; Lukas
           15:1-2).

     Yesus menggunakan berbagai metode yang kreatif seperti:
     - Pernyataan yang benar-benar ditekankan (Markus 5:29-30).
     - Peribahasa (Markus 6:4)
     - Paradok (Markus 12:41-44)
     - Ironi (Matius 16:2-3)
     - Hiperbola (Matius 23:23-24)
     - Teka-teki (Matius 11:12)
     - Kiasan (Lukas 13:34)
     - Permainan kata (Matius 16:18)
     - Sindiran (Yohanes 2:19)
     - Metafora (Lukas 13:32)

  AJARAN YESUS ADALAH UNIK

  Setiap ajaran digunakan dan dipilih untuk menyesuaikan dengan
  situasi dan kebutuhan dari pendengar-Nya. Setiap pertemuan sangatlah
  berbeda karena Dia tahu apa yang ada dalam diri setiap orang secara
  umum dan secara individu (Yohanes 2:24-25). Ketiga percakapan
  selanjutnya (Nikodemus, wanita Samaria, dan perwira di Kapernaum),
  menunjukkan kemampuan-Nya untuk membuat persetujuan secara cekatan
  dan unik dengan tiga pribadi yang berbeda. Tujuannya adalah sama-
  untuk membawa mereka ke dalam iman. Metodologi yang digunakan adalah
  berbeda.

  Dia mengajarkan kebenaran "semampu mereka untuk memahami" (Markus
  4:33). Seperti yang ditulis oleh LeBar:
     "Belajar adalah proses, biasanya bertahap, tetapi kadang-kadang
     ditandai dengan peristiwa-peristiwa besar yang menunjukkan
     peningkatan yang pesat."

  Yesus tidak berusaha untuk menyimpan pendekatan-pendekatan
  pendidikan. "Camkanlah ini karena suatu hari nanti engkau akan
  memerlukannya." Dia tidak berada di bawah tekanan untuk mengajarkan
  berbagai hal yang ingin diketahui oleh murid-murid-Nya meskipun Dia
  adalah kebenaran itu sendiri (Yohanes 14:6). Kita tidak pernah
  melihat-Nya menjejalkan ajaran-ajaran agama kepada orang lain. Dia
  tidak pernah menyuruh orang lain untuk mengingat dan mengulangi
  jawaban-jawaban-Nya. Dia percaya sepenuhnya bahwa Roh Kudus akan
  menuntun mereka ke dalam seluruh kebenaran (Yohanes 16:13).

  Juruselamat selalu mulai dari di mana orang berada -- dengan
  pertanyaan-pertanyaan, kebutuhan, kepedihan, dan kepentingan mereka.
  Dia tahu bagaimana mendengarkan orang lain dan mengunci komentar
  mereka. Dia menjadi satu dengan mereka; Dia dapat beradaptasi dengan
  berita-berita yang ada; Dia dapat mengikuti mereka tanpa mereka
  sadari.

  Kristus tidak pernah melepaskan budaya-Nya. Bahasa yang digunakan-
  Nya selalu disesuaikan dengan pengalaman orang lain -- pekerjaan,
  masalah-masalah sosial, adat istiadat, kehidupan keluarga, sifat,
  dan konsep agama mereka.

  Perhatikan, Yesus mengunakan elemen-elemen yang mengejutkan dengan
  wanita Samaria (meminta minum, Yohanes 4:7-9); yang dipegang seorang
  anak (Matius 18:2); mata uang (Markus 12:15); dan jala (Lukas 5:4).

  AJARAN YESUS ADALAH MENGIKAT

  Orang tidak akan berpikir jika tidak diminta untuk melakukannya.
  Kapasitas penyelesaian masalah adalah dengan menggunakan Injil.
  Yesus tidak hanya menyelesaikan masalah untuk orang lain tetapi juga
  dengan orang lain; mereka selalu dilibatkan dalam proses ini.

  Dia mengikat orang lain dengan memberikan suatu perkara, dengan
  memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan, dengan menggunakan
  pengulangan, dengan bercerita, atau hanya dengan diam saja.

  Agar dapat menggunakan metodologinya secara fleksibel, seseorang
  tidak hanya harus tahu apa yang dipelajarinya secara keseluruhan,
  dia juga harus memiliki tujuan yang ingin dicapainya ketika
  membimbing murid-muridnya. Tuhan kita mendorong secara informal
  tetapi bukan tanpa tujuan.

  Lukas 10:25-37 (perumpamaan tentang orang Samaria yang baik hati),
  merupakan sebuah kasus klasik dari Guru terbesar yang melibatkan
  seorang pengacara untuk mengetahui kebenaran dari dirinya sendiri.
  Yesus bukannya menjawab pertanyaannya tetapi Ia justru bertanya
  tentang jawaban yang diberikan kepada-Nya.

  AJARAN YESUS ITU MEMBANGUN

  Tujuan Allah kita adalah untuk membawa orang lain dari tempat asal
  mereka ke tempat mereka yang seharusnya. Percakapan Yesus dengan
  wanita Samaria itu adalah suatu pelajaran tentang keahlian Yesus
  yang tak tertandingi (Yohanes 4).

  Yesus menghancurkan semua rintangan yang ada -- budaya, ras, jenis
  kelamin, dan agama -- dan mengubah dia (wanita Samaria) menjadi
  seorang penginjil di lingkungannya. Itulah perubahan.

  Tetapi, bagaimana perubahan yang radikal ini bisa terjadi? Becky
  Pippert secara tajam mengamati:
     "Wanita Samaria itu telah memiliki lima suami dan saat itu, ia
     tinggal dengan suami keenamnya. Para murid memandangnya dan
     merasa, "Wanita itu? Menjadi orang Kristen? Tidak bisa, mengapa
     hanya melihat gaya hidupnya saja!" Tetapi Yesus melihatnya dan
     membuat kesimpulan yang sebaliknya. Apa yang dilihat Yesus dalam
     ketakutannya untuk berharap kepada pria, bukan hanya sekedar rasa
     kehilangan. Bukanlah kebutuhan manusiawinya untuk mendapatkan
     kelembutan yang menyentuh-Nya tetapi bagaimana ia mencari untuk
     mendapatkan yang ia perlukan. Bahkan, Yesus melihat bahwa
     kebutuhannya menandakan kehausannya akan Tuhan. Dia ingin
     mengatakan kepada murid-murid, "Lihatlah apa yang ia perbuat
     untuk Tuhan. Lihatlah betapa kerasnya ia berusaha untuk
     mendapatkan hal yang benar pada semua tempat yang salah."
     (Pippert, p. 119)

  Ini adalah hasil dari melihat orang lain dengan pandangan mata
  secara radikal (Yohanes 4:34-35).

  Dia menantang orang Farisi, "Jadi pergilah dan pelajarilah arti
  firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan
  persembahan" (Matius 9:13). Yesus tidak pernah memaksakan keputusan-
  keputusan tetapi Ia mendorong orang lain untuk membuat keputusan.
  Dengan sabar, Ia mulai memperlajari pengalaman murid-murid-Nya dan
  mereka yang bergaul dengan-Nya.

  Melalui Allah, kita belajar bahwa pengajaran yang baik itu meliputi
  menolong murid untuk bertanggung jawab atas pemikiran dan hidupnya.
  Dia selamanya akan mendorong dan memampukan orang lain untuk membuat
  keputusan terbaik yang mungkin bisa dilakukan.

  Membimbing orang lain dalam nama Yesus adalah suatu hak yang besar
  dan suatu tanggung jawab yang harus diemban; menyesatkan seseorang
  adalah hal yang dibenci-Nya (Matius 18:6). Jadi, sudah siapkah Anda
  untuk mengajar seperti Yesus?

  Sumber diterjemahkan dan diedit dari:
  Judul Buku        : The Christian Educator´s Handbook on Teaching
  Judul Artikel Asli: Following The Master Teacher: The Method
  Penulis           : Kenneth O. Gangel and Howard G. Hendricks
  Penerbit          : Scripture Press Publications, USA, 1998
  Halaman           : 24 - 28


=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
o/ TIPS MENGAJAR

                            SIAP MENGAJAR
                            =============

  Mungkin, banyak guru SM yang menganggap bahwa tidak mungkin kita
  dapat mengajar seperti Sang Guru Agung, Yesus, sebab dia begitu
  sempurna dalam kehidupannya. Pikiran seperti itu harus dihilangkan.
  Sebagai seorang pengikut Kristus, kita pasti bisa meneladani
  kesempurnaan-Nya, khususnya bagi seorang guru Kristen dalam hal
  mengajar.

  Satu hal yang harus diingat, bahwa pengajaran yang berhasil selain
  penyerahan diri sepenuhnya kepada Dia, yakni juga dengan mendisiplin
  diri dalam hal belajar dan persiapan pribadi. Berikut ini, kita akan
  melihat persiapan dasar apa saja yang harus dilakukan oleh seorang
  guru SM.

  1. Pengetahuan Alkitab
     -------------------
     Karena Alkitab merupakan buku pegangan yang terpenting dalam
     mengajar Sekolah Minggu, guru harus paham mengenai isinya. Dia
     harus mengusahakan dirinya untuk mempelajari Alkitab dengan
     sungguh- sunguh dan sistematis. Misalnya, untuk mengerti
     pelayanan Yesus, bukan saja pokok-pokok yang utama dari
     pengajaran-Nya harus diketahui, tetapi juga keadaan sosial,
     pokitik, ekonomi, dan rohani yang mejadi latar belakang seluruh
     pelayanan Yesus di bumi. Bagaimanakah hal ini dapat mempengaruhi
     tindak-tanduk-Nya? Atau bagaimanakah kehidupan pada zaman Yesaya,
     Yeremia, atau Yehezkiel? Pada saat apa dalam sejarah bangsa
     Yahudi, mereka bernubuat? Penelaahan Alkitab sedemikian itu tidak
     dilakukan sebagai ibadah pribadi, itu merupakan satu usaha
     sistematis untuk memahami arti Alkitab dan menguasai isinya.
     Ketika seseorang melakukan hal ini, pengajarannya menjadi makin
     berkuasa dan Alkitab menjadi lebih nyata dalam pikiran murid-
     murid.

  2. Teologi
     -------
     Kadang-kadang, orang memikirkan teologi sebagai satu pelajaran
     yang rumit. pelajaran ini tampak kepada mereka sebagai satu
     campuran teori dan pikiran-pikiran yang abstrak dan kabur.
     Sebenarnya, setiap orang memiliki teologi, yakni sesuatu yang
     dipercayainya mengenai kebenaran Kristen. Kepercayaannya mungkin
     tidak tersusun secara rapi dan dia mungkin tidak dapat
     menyatakannya dengan jelas; walaupun demikian, dia yakin bahwa
     semua yang dipercayainya itu benar. Dalam hal mengajar, kapan pun
     seorang guru berbicara tentang Allah, tentang Yesus, Alkitab,
     kasih, dan iman, sesungguhnya dia sedang mengajarkan teologi.
     Betapa pentingnya bahwa pengajarannya itu sesuai dengan
     pengajaran-pengajaran Alkitab dan selaras dengan apa yang
     dipercayai gerejanya.

  3. Sifat-sifat Kelompok Usia
     -------------------------
     Pengajaran itu efektif bila dilakukan dengan mengingat minat,
     keperluan, dan sifat murid. Telah dikatakan, "Dalam hal mengajar
     di Sekolah Minggu banyak anggota kelas yang tertinggal, sementara
     guru maju dalam suatu perjalanan rohani, karena guru tidak
     memulainya pada tingkat pengertian si murid." Para guru yang
     mengajar anak-anak harus mempertimbangkan tingkat perkembangan
     murid-muridnya agar tidak mengajarkan konsep-konsep agama yang
     tidak mungkin dipahaminya. Para guru, yang adalah orang dewasa
     harus memastikan bahwa mereka memberi pengajaran yang perlu bagi
     pendewasaan kelas itu.

  4. Teknik Mengajar
     ---------------
     Penggunaan teknik-teknik mengajar dengan bijaksana akan
     menjadikan pengetahuan Alkitab lebih berarti dan tetap. Hukum
     dasar dalam hal belajar adalah bahwa pengajaran itu lebih
     berhasil bila para murid melibatkan diri dan saling mempengaruhi.
     Jadi, seorang guru harus mengetahui teknik-teknik manakah yang
     akan menerbitkan tanggapan terbaik atas suatu kebenaran pelajaran
     yang diberikan. Dia juga harus mengetahui batas-batas dari
     bermacam-macam teknik itu, cara untuk menyesuaikannya dengan
     kesanggupan kelompok usia itu, dan bagaimana waktu serta ruangan
     yang tersedia mempengaruhi pemilihan suatu metode mengajar.
     Misalnya, seorang guru tidak menceritakan sebuah cerita dengan
     cara yang sama dalam kelas kanak-kanak dan kelas Tunas Remaja;
     juga ia tidak akan memisah-misahkan kelas itu dalam beberapa
     kelompok diskusi jika hanya ada lima atau enam murid yang hadir
     dalam kelas itu.

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku        : Buku Pintar Sekolah Minggu Jilid 2
  Judul Artikel Asli: Guru Sekolah Minggu
  Penerbit          : Gandum Mas, Malang, 1996
  Halaman           : 218


=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
o/ BAHAN MENGAJAR

   Minggu ini, kami sajikan aneka puisi Natal untuk persiapan perayaan
   Natal di SM Anda. Semoga memberikan sukacita di hati Anda dan anak-
   anak SM Anda.

                          ANEKA PUISI NATAL
                          =================

  PUISI 1: ANDA AKAN MENGENAL DIA KETIKA IA DATANG

  Anda akan mengenal Dia saat Ia datang,
  Bukan karena genderang yang bertalu-talu,
  Atau udara segar yang dihembuskan-Nya,
  Ataupun segala sesuatu yang dikenakan-Nya,
  Bukan juga karena mahkota-Nya,
  Ataupun jubah-Nya

  Tetapi kehadiran-Nya pasti akan dikenal
  Karena keselarasan yang kudus
  Yang hadir di dalam diri Anda ketika Ia melawat Anda.

  - Anonim

  PUISI 2: DOA NATAL

  Ya Tuhan,
  Terang sudah tiba,
  Lilin di Betlehem menyala.

  Tolonglah saya untuk bersukacita dalam terang
  dan dalam cahaya itu melihat sesama saya apa adanya.

  Tolonglah saya untuk tetap mengenal dia
  sementara Natal tiba, dan cakrawala malam,
  sekali lagi dipenuhi dengan terang kelahiran-Mu.
  Amin!

  - Gordon Neel

  PUISI 3: YANG KUDUS

  Mereka semua mencari seorang raja
  Membantai musuh mereka dan mengangkat mereka;
  Engkau datang, seorang bayi kecil
  Kedatangan-Mu membuat seorang perempuan menangis.

  O, Anak manusia, luruskan hidup saya yang sia-sia
  Kehadiran-Mu memberi arti;
  Bukan karena roda-roda-Mu di jalan,
  Juga bukan karena lautan yang Kau arungi!

  Engkau tidak peduli bagaimana atau siapa saya,
  Bahkan Engkau turun ke dunia
  Untuk menjawab semua kebutuhan saya,
  Ya, setia doa yang telah dipanjatkan.

  - George MacDonald

  Sumber:
  Judul Buku: Kisah Nyata Seputar Natal
  Penulis   : Doris Swehla
  Penerbit  : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1998
  Halaman   : 34, 146, dan 238


=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
o/ DARI ANDA UNTUK ANDA

  Dari: Dewi Saraswati <dewi@>
  >Saya ingin mengetahui kumpulan bahan Natal yang dimiliki oleh
  >e-BinaAnak. Saya sangat membutuhkan beberapa bahan mengajar untuk
  >rencana pelajaran di bulan Desember nanti. Terima kasih atas
  >bantuannya.

  Redaksi:
  Anda tidak perlu kuatir, karena setiap tahun selama bulan November
  dan Desember, e-BinaAnak selalu menampilkan bahan-bahan yang bisa
  Anda pakai untuk perayaan Natal. Nah, selain tahun ini, Anda juga
  bisa lihat arsip e-BinaAnak tahun-tahun sebelumnya. Berkunjunglah
  ke arsip e-BinaAnak di Situs SABDA.org di alamat:
  ==> http://www.sabda.org/publikasi/e-BinaAnak
  Silakan Anda ketikkan kata "Natal" di kolom "Cari" dan secara
  otomatis semua edisi yang berhubungan dengan Natal akan muncul.

  Atau Anda juga dapat masuk ke Situs PEPAK dengan memilih Topik
  Perayaan Hari Raya Kristen di alamat:
  ==> http://www.sabda.org/pepak/topik/12/
  Di dalamnya semua hal yang berhubungan dengan hari besar Kristen
  dapat Anda temukan termasuk mengenai Natal.
  Semoga membantu! :)


=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
o/ MUTIARA GURU

                Yesus menjadi teladan bagi semua guru.
                Ia mencerminkan kesukaan dan kepuasan
               yang diperoleh dalam pelayanan mengajar.
                    Dengan mengikuti teladan-Nya,
          guru akan dapat melihat kehidupan murid-murid-Nya
                    diubahkan oleh Firman Allah.


=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
                 Staf Redaksi: Davida, Ratri, Natalia
       Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
             Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                  Copyright(c) e-BinaAnak 2004 YLSA
                      http://www.sabda.org/ylsa/
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke:   <unsubscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak:    http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen:  http://www.sabda.org/pepak/
><> ========= PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN ANAK ========== <><

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org