Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/174

e-BinaAnak edisi 174 (22-4-2004)

Kenaikan Yesus ke Surga

     ><>  Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak  <><

Daftar Isi:                                       Edisi 174/April/2004
~~~~~~~~~~~
    o/ SALAM DARI REDAKSI
    o/ ARTIKEL              : Kenaikan Kristus ke Surga
    o/ TIPS MENGAJAR        : Merayakan Kenaikan Yesus ke Surga
    o/ BAHAN MENGAJAR       : Yesus Naik ke Surga
    o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Pengalaman SIL
    o/ MUTIARA GURU

=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
 Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
     <staf-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak@xc.org>
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
o/ SALAM DARI REDAKSI

  Salam sukacita,

  Setelah Yesus bangkit dari kubur, Dia menampakkan diri kepada orang-
  orang yang dikasihi-Nya. Dalam penampakan diri-Nya itu, Dia
  menguatkan hati murid-murid-Nya yang masih sedih karena kematian-
  Nya. Para murid yang melihat bahwa Yesus sudah bangkit, kembali
  memiliki rasa sukacita karena guru mereka ada bersama-sama mereka
  lagi. Tetapi rasa sukacita itu tidak berlangsung lama. 40 hari
  setelah hari kebangkitan-Nya, Yesus harus meninggalkan mereka dan
  kembali ke rumah Bapa-Nya di surga.

  Sesuai dengan jadual, edisi e-BinaAnak minggu ini akan membahas
  tentang Kenaikan-Nya ke surga. Ada beberapa hal menarik yang bisa
  kita ajarkan kepada anak-anak ketika kita merayakan Hari Kenaikan
  Tuhan Yesus ke surga. Pertama, kami sajikan Artikel untuk menolong
  Anda dan anak-anak Anda menyadari bahwa peristiwa kenaikan Yesus ke
  surga bukanlah hal yang menyedihkan tetapi justru memberi sukacita.
  Yesus kembali kepada Bapa di surga untuk menyediakan tempat bagi
  orang-orang yang percaya kepada-Nya dan walaupun secara fisik Dia
  sudah tidak di dunia, namun Dia berjanji akan mengirimkan Roh Kudus-
  Nya untuk terus mendampingi kita senantiasa. Kedua, agar peringatan
  Hari Kenaikan Yesus ke Surga pada bulan Mei nanti istimewa, silakan
  ikuti beberapa ide yang kami sajikan dalam Tips Mengajar. Ketiga,
  kami sajikan Bahan Mengajar yang berjudul "Yesus Naik ke Surga"
  yang sangat cocok untuk Anda pakai pada perayaan yang istimewa ini.

  Selamat mempersiapkan perayaan Kenaikan Yesus ke Surga!

  Tim Redaksi

          "Dan berkata kepada mereka: "Hai orang-orang Galilea,
              mengapakah kamu berdiri melihat ke langit?
         Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu,
              akan datang kembali dengan cara yang sama
   seperti kamu melihat Dia naik ke sorga." (Kisah Para Rasul 1:11)
            < http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Kisah+1:11 >


=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
o/ ARTIKEL

                      KENAIKAN KRISTUS KE SURGA
                      =========================

  Signifikansi Kenaikan Kristus ke surga sering kali diabaikan oleh
  gereja pada zaman modern ini. Kita merayakan secara khusus hari-hari
  seperti hari Kelahiran Kristus, hari Kematian Kristus, dan hari
  Kebangkitan Kristus dan menjadikannya hari libur, tetapi hari
  Kenaikan Kristus ke surga jarang atau sedikit sekali mendapatkan
  perhatian dari orang Kristen. Padahal, Kenaikan Kristus ke surga
  merupakan peristiwa yang sangat penting dalam penebusan. Peristiwa
  itu menandai momen tertinggi penghormatan kepada Kristus sebelum
  kedatanganNya yang kedua kali. Pada peristiwa Kenaikan inilah
  Kristus memasuki kemuliaan-Nya.

  Yesus menjelaskan bahwa kepergian-Nya dari dunia ini merupakan hal
  yang lebih baik bagi kita daripada Ia terus menerus tinggal bersama
  dengan kita. Pada waktu Ia pertama kali memberitahukan kepada murid-
  murid-Nya mengenai kepergian-Nya ini, mereka sangat sedih sekali
  mendengar berita itu. Tetapi kemudian mereka menyadari signifikansi
  dari peristiwa besar itu. Lukas mencatat peristiwa Kenaikan bagi
  kita sebagai berikut:
     "Sesudah la mengatakan demikian, terangkatlah la disaksikan oleh
     mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. Ketika mereka
     sedang menatap ke langit waktu la naik itu, tiba-tiba berdirilah
     dua orang yang berpakaian putih dekat mereka: "Hai orang-orang
     Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini,
     yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali
     dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke surga."
     (Kisah Para Rasul 1:9-1 1)
  Kita tahu bahwa Yesus pergi di dalam awan. Ini mungkin berkaitan
  dengan Shekinah, yaitu awan kemuliaan Allah. Shekinah lebih
  bercahaya dibandingkan dengan awan-awan yang lain. Ini merupakan
  manifestasi secara nyata dari sinar kemuliaan Allah. Oleh karena
  itu, cara Yesus pergi bukan merupakan sesuatu yang biasa. Peristiwa
  itu merupakan saat yang penuh dengan keagungan.

  Naik berarti "pergi ke atas" atau "bangkit". Namun, pada waktu
  istilah naik diaplikasikan pada Kristus, istilah ini mempunyai arti
  yang lebih dalam, kaya, dan khusus. Kenaikan Yesus adalah unik.
  Melampaui peristiwa pada waktu Henokh diangkat secara langsung ke
  surga atau kepergian Elia di dalam kereta api.

  Kenaikan Yesus berarti Ia pergi ke tempat yang khusus untuk tujuan
  yang khusus pula. Dia pergi kepada Bapa, ke sebelah kanan Allah
  Bapa. Dia naik ke tahta yang memiliki otoritas atas dunia ini. Yesus
  pergi untuk pengangkatan-Nya, dan peneguhan-Nya sebagai Raja atas
  segala raja.

  Yesus juga pergi untuk memasuki tempat yang mahakudus dan untuk
  melanjutkan pekerjaan-Nya sebagai Imam Besar. Di surga Yesus
  memerintah sebagai Raja dan menjadi pengantara kita dalam kedudukan-
  Nya sebagai Imam Besar. Dalam posisi-Nya yang tinggi ini, Ia
  mencurahkan Roh Kudus ke atas gereja. John Calvin memberi komentar
  sebagai berikut:
     "Setelah diangkat ke surga, Dia tidak hadir lagi secara fisik di
     tengah-tengah kita. Hal ini dilakukan bukan berarti la tidak
     menyertai pengikut-Nya lagi, yang masih menjadi pengembara di
     dunia ini, tetapi supaya la dapat memerintah di surga dan di
     dunia secara lebih langsung lagi dengan kuasa-Nya."

  Pada waktu Yesus naik ke surga untuk pengangkatan-Nya sebagai Raja
  atas segala raja, Dia duduk di sebelah kanan Allah. Sebelah kanan
  Allah menyatakan kedudukan yang berotoritas. Dari posisi ini Yesus
  memerintah, menjalankan Kerajaan-Nya, dan berperan sebagai Hakim
  atas surga dan dunia.

  Di sebelah kanan Allah Bapa, Yesus duduk sebagai Kepala dari Tubuh-
  Nya, yaitu gereja. Tetapi dari kedudukan ini, otoritas Yesus dan
  wilayah pemerintahanNya bukan hanya sebatas gereja-Nya tetapi
  mencakup seluruh dunia. Meskipun gereja dan negara dapat dibedakan
  sehubungan dengan wilayah kekuasaan Yesus, tetapi keduanya itu tidak
  pernah terpisah atau tercerai. Otoritas-Nya mencakup keduanya. Semua
  penguasa dunia harus bertanggung jawab kepada-Nya dan akan dihakimi
  oleh-Nya di dalam posisi-Nya sebagai Raja atas segala raja dan Tuan
  atas segala tuan.

  Setiap orang di surga dan di dunia dituntut Allah untuk menghormati
  kemuliaan Yesus, dan tunduk di bawah perintah-Nya dan harus
  menyembah-Nya, dan takluk pada kuasa-Nya. Setiap orang pada akhirnya
  akan berdiri di hadapan Dia, yaitu pada waktu Hari Penghakiman
  terakhir.

  Yesus mempunyai otoritas untuk mencurahkan Roh Kudus ke atas gereja.
  Tetapi Yesus tidak mencurahkan Roh Kudus sebelum Ia duduk di sebelah
  kanan Allah Bapa. Pelayanan Roh Kudus taat pada Allah Bapa dan Allah
  Anak yang secara bersama-sama mengutus-Nya untuk mengaplikasikan
  pekerjaan keselamatan yang telah dilakukan oleh Kristus kepada
  orang-orang percaya.

  Selama duduk di sebelah kanan Allah Bapa, Yesus tidak hanya
  menjalankan peran-Nya sebagai Raja atas segala raja, tetapi Dia juga
  menggenapi peran sebagai Hakim dunia ini. Dia adalah Hakim bagi
  semua bangsa dan semua orang. Meskipun Yesus memerintah sebagai
  Hakim kita, Dia juga telah ditetapkan oleh Allah untuk menjadi
  Pembela kita. Dia adalah Pengacara Pembela kita. Pada Penghakiman
  terakhir Pembela kita akan berhadapan dengan Hakim kita. Peran Yesus
  sebagai pengantara orang kudus telah dirasakan oleh Stefanus pada
  waktu ia akan mati syahid:
     "Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit,
     lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan
     Allah. Lalu katanya: Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak
     Manusia berdiri di sebelah kanan Allah."
     (Kisah Para Rasul 7:55-56)

  Ayat-ayat Alkitab untuk Bahan Refleksi:
  ---------------------------------------
  1. Lukas 24:50-53
  2. Roma 8:34
  3. Roma 14:9-10
  4. Efesus 4:7-8
  5. Ibrani 9:23-28

  Bahan diambil dari sumber:
  Judul Buku: Kebenaran-Kebenaran Dasar Iman Kristen
  Penulis   : R. C. Sproul
  Penerbit  : Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, 1997
  Halaman   : 124 - 132


=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
o/ TIPS MENGAJAR

  Biasanya peringatan Kenaikan Yesus ke surga tidak dirayakan secara
  istimewa. Kita hanya memfokuskan perayaan istimewa pada hari
  kelahiran dan kebangkitan-Nya. Kali ini Tim Redaksi ingin membagikan
  beberapa ide untuk guru-guru SM agar ibadah dan perayaan Kenaikan
  Yesus ke surga tahun ini dapat menjadi acara yang istimewa dan
  berkesan bagi murid-murid Anda.

                      MERAYAKAN KENAIKAN YESUS KE SURGA
                      =================================

  1. Kebaktian padang di daerah perbukitan.
     --------------------------------------
     Tuhan Yesus pada waktu terangkat ke surga berada di bukit Zaitun.
     Alangkah berkesannya jika Anda bisa mengajak murid-murid Anda ke
     sebuah daerah perbukitan yang bisa dikunjungi dengan mudah.
     Mulailah acara Anda di situ dan jelaskan maksud Anda memilih
     tempat itu dan mintalah anak-anak membayangkan peristiwa kenaikan
     Tuhan Yesus ke surga. Pada saat bercerita, tekankan kepada mereka
     bahwa ketika Yesus akan terangkat ke surga, murid-murid Yesus dan
     pengikut Tuhan Yesus yang berjumlah 500 orang ada bersama Dia di
     sana. Dengan penuh hikmat mereka mendengarkan perintah terakhir
     yang diberikan Tuhan Yesus, yang dikenal dengan sebutan Amanat
     Agung Tuhan Yesus Kristus. Jelaskan kepada anak-anak isi Amanat
     Agung tersebut dengan kesungguhan dan mintalah mereka mengerti
     dengan jelas karena perintah itu juga untuk kita sekarang.

  2. Balon terbang.
     --------------
     Siapkan minimal 10 buah balon gas dalam kelas SM Anda. Taruh
     balon-balon itu di depan kelas agar perhatian anak-anak tertuju
     ke depan. Berceritalah tentang peristiwa kenaikan Yesus ke surga.
     Pada saat kita akan mencapai puncak cerita (menjelang kenaikan-
     Nya) ajak semua anak-anak keluar dari ruangan dan minta 10 orang
     anak (disesuaikan dengan jumlah balon) untuk membawa masing-
     masing satu balon ke luar ruang kelas. Lanjutkan cerita Anda dan
     minta anak-anak itu melepaskan balon di tangan mereka begitu Anda
     mengatakan: "Dan Yesus pun terangkat ke surga!" Biarkan anak-anak
     puas memandangi balon-balon yang berterbangan di udara itu.
     Setelah mereka puas, jelaskan kepada mereka bahwa Tuhan Yesus
     terangkat ke surga seperti balon-balon yang naik ke angkasa.
     Katakan juga kepada mereka bahwa murid-murid Tuhan Yesus
     memandangi Tuhan Yesus yang terus naik ke atas sampai tidak
     kelihatan lagi. Setelah anak-anak SM Anda tidak bisa melihat
     balon-balon itu, lanjutkan kembali kegiatan SM di dalam ruang
     kelas.

  3. Aneka permainan dan perlombaan.
     -------------------------------
     Untuk memeriahkan perayaan hari Kenaikan Yesus Kristus ke surga,
     Anda dapat juga mengadakan acara permainan atau perlombaan.
     Acaranya tidak perlu dengan peralatan dan hadiah yang mahal.
     Carilah permainan atau perlombaan yang tidak memerlukan peralatan
     yang sulit, atau tidak menggunakan alat apapun. Lebih baik
     permainan atau perlombaan yang dilakukan bukan secara perorangan,
     tetapi perkelompok. Sebagai inti pelajaran adalah untuk
     mengajarkan agar anak-anak SM dapat belajar bekerja sama, sama
     seperti murid-murid Tuhan Yesus dalam melaksanakan Amanat Agung
     yang diberikan Tuhan Yesus kepada mereka. Untuk kelas kecil ada
     baiknya dilakukan kegiatan yang lebih menggunakan fisik, misal:
     lomba lari, bermain bola-bolaan, dll. Untuk kelas besar, bisa
     dengan kegiatan yang lebih banyak melibatkan pikiran mereka,
     misalnya: kuis Alkitab, menebak tokoh tersembunyi, bersaksi, dll.

                                                               /Davida


=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
o/ BAHAN MENGAJAR

                         YESUS NAIK KE SORGA
                         ===================

  Bahan Alkitab:
  --------------
  Kisah Para Rasul 1:6-14

  Tujuan Umum:
  ------------
  Anak mengenal dan memahami Allah yang rela mengorbankan diri-Nya
  untuk menyelamatkan manusia di dalam dan melalui Yesus Kristus.

  Tujuan Khusus:
  --------------
  Anak dapat:
  1. Menceritakan bahwa sesudah menampakkan, diri pada murid-murid-
     Nya, Tuhan Yesus kembali ke sorga.
  2. Menjelaskan sekalipun Tuhan Yesus sudah naik ke sorga, tetapi
     Roh-Nya, Roh Kudus, tetap menyertai kita.
  3. Menyebutkan nama bukit di mana Tuhan Yesus terangkat ke sorga.
  4. Menyebutkan tugas yang diberikan Tuhan Yesus kepada murid-
     murid-Nya.
  5. Menyebutkan cara yang mau dipergunakannya untuk memenuhi tugas
     yang diberikan Tuhan Yesus itu.

  Ayat Hafalan:
  -------------
  "Kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan
  Samaria sampai ke ujung bumi." (Kisah Para Rasul 1:8)

  Materi Pelajaran:
  -----------------

  UNTUK GURU

  1. Penjelasan bahan Alkitab:
     -------------------------
     Setelah selama 40 hari Yesus menampakkan diri sesudah
     kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus kembali ke sorga.

     Kisah Yesus terangkat ke sorga yang dikisahkan dalam kitab Kisah
     Rasul ini 1 lebih mendetail daripada apa yang dituliskan dalam
     kitab-kitab Injil. Dalam kisah ini perpisahan antara Tuhan Yesus
     dan murid-murid-Nya diikuti dengan penugasan bagi para murid.
     Jadi perpisahan ini bukanlah akhir dari tugas murid selaku
     murid, melainkan awal dari tugas mereka selaku utusan Allah.

  2. Renungan:
     ---------
     Sekarang ini kita selaku pengikut kristus tidak lagi mengalami
     kehadiran Tuhan Yesus secara jasmani. Mungkin kita bertanya,
     mengapa kita percaya sedangkan kita tidak dapat melihat Tuhan
     Yesus. Kisah yesus terangkat ke sorga ini dapat memberi jawaban
     atas pertanyaan tadi. Pertama, kepercayaan kita yang penuh atas
     berita kebangkitan itulah yang memampukan kita mempercayai Tuhan
     Yesus sebagai Tuhan walau tanpa kehadiran-Nya-secara jasmani.
     Kedua, kehadiran Roh Kudus seperti yang dijanjikan Tuhan Yesus
     sebelum Ia terangkat ke sorga menguatkan orang-orang percaya.
     Ketiga, tidak dapat diabaikan kesaksian para Rasul. Karena
     kesaksian merekalah banyak orang menerima berita keselamatan,
     termasuk kita sebagai pengikut Kristus masa kini.

     Sebelum Tuhan Yesus terangkat, tugas menjadi saksi diberikan pada
     para murid. Namun tugas itu bukan hanya berlaku bagi para murid
     jaman dulu saja, tapi juga bagi mereka yang mengaku murid Kristus
     pada masa kini. Dengan demikian sudah sepatutnya berita sukacita
     yang telah kita terima melalui kesaksian para Rasul juga kita
     beritakan pada mereka, orang-orang yang belum mendengar tentang
     Dia.

     Sebagai guru sekolah minggu tentu tugas ini juga menjadi bagian
     kita sekalian. Dan kesaksian ini tidak hanya terbatas diberikan
     pada anak-anak saja melainkan juga pada semua orang. Pertanyaan
     sekarang, apakah kita mampu dan mau menjadi saksi Kristus di
     dunia sekarang ini?

  UNTUK ANAK

  1. Pendahuluan:
     ------------
     Sebagai pendahuluan kita akan ajak anak-anak melakukan permainan
     "Menyampaikan Berita".

     Caranya: Guru menunjuk seorang anak untuk menyampaikan berita
     kepada kawannya. Bisikkan pada telinga anak itu sebuah pesan
     pendek: "YESUS SUDAH BANGKIT!" Kemudian minta anak itu untuk
     membisikkan pesan tersebut di telinga kawan yang ada di
     membisikkan berita/pesan yang sama kepada teman yang lain pula,
     yang ada di sampingnya. Kita akan lihat, berapa cepat berita/
     pesan itu sampai kepada semua anak yang ada di dalam kelas.

     Selesai melakukan permainan ini, guru mengajak anak-anak
     menyanyikan sebuah lagu, baru kemudian memasuki bagian cerita.

  CERITA

  Yesus sudah bangkit dari antara orang mati. Ia sudah bertemu dengan
  murid-murid-Nya beberapa kali. Pada hari keempatpuluh setelah
  kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus mengajak murid-murid-Nya pergi ke bukit
  Zaitun. Di bukit itu mereka bercakap-cakap seperti biasanya. Murid-
  murid merasa senang karena mereka boleh berkumpul lagi. Dalam
  hatinya murid-murid mengharapkan Yesus akan tetap tinggal bersama
  mereka.

  Tapi keadaannya ternyata tidak begitu. Sebab Yesus kemudian berkata:
  "Murid-muridKu, dengarkanlah baik-baik. Aku harus kembali kepada
  Allah Bapa-Ku di sorga. Sedangkan kalian tetap tinggal di sini. Tapi
  jangan takut, Aku akan mengirim Roh-Ku, Roh Kudus, untuk tinggal
  bersama kalian."

  "Tapi Guru, itu berarti kami tidak dapat melihat Guru lagi," kata
  seorang murid.

  "Betul," jawab Yesus. "Tapi biarpun Aku tidak kelihatan, Aku tetap
  bersamamu karena Roh Kudus menyertaimu. Nah, sekarang dengarlah
  kalian baik-baik. Aku akan memberi tugas pada kamu semua. Kamu harus
  bercerita tentang diri-Ku kepada siapa saja yang ada di kota
  Yerusalem, juga di Yudea, di Samaria, dan di seluruh dunia. Semua
  orang harus tahu mengenai Aku dan harus hidup menurut kehendak-Ku."

  Setelah berkata-kata demikian, di hadapan murid-murid-Nya secara
  perlahan-lahan Yesus terangkat ke surga. Makin lama makin tinggi,
  sampai akhirnya tidak kelihatan lagi.

  Sementara itu murid-murid terus memandang ke atas, seperti orang
  bingung. Tapi kemudian datang seorang malaikat memperingatkan
  mereka. Kata malaikat: "Hai, mengapa kalian berdiri saja di situ?
  Yesus sudah terangkat ke sorga, seperti yang sudah kamu lihat.
  Sekarang kalian pergilah dan lakukan apa yang ditugaskan Yesus."

  Murid-murid tersadar, lalu mereka kembali ke kota Yerusalem. Setelah
  mereka menerima Roh Kudus, mereka bercerita tentang Tuhan Yesus
  kepada siapa saja, sampai akhirnya kita juga tahu mengenai Tuhan
  Yesus dan kehendak-Nya.

  Nah, tadi kita sudah bermain "Menyampaikan Berita". Setelah kita
  mendengar cerita tadi, maka kita akan benar-benar menyampaikan pesan
  Tuhan Yesus kepada siapa saja yang kita temui, bukan?

  Evaluasi:
  ---------
  Minta anak-anak mengungkapkan cara-cara yang hendak mereka pakai
  untuk menceritakan tentang Tuhan Yesus kepada orang lain. Cara-cara
  yang disebutkan anak-anak itu bisa dilakukan sebagai suatu latihan
  di antara mereka sendiri, untuk kemudian dipraktekkan dalam
  hidupnya.

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku: Pedoman Sekolah Minggu: Anak Kecil (7 - 9 Tahun)
  Penerbit  : BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1994
  Halaman   : 149 - 154


=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
o/ DARI ANDA UNTUK ANDA

  Dari: "Lisa" <lisa@>
  >Kita pernah pengalaman membuat SIL anak tapi kita bukan SIL tapi
  >BKH (Bible Kids Holiday) dan rencana Juli ini kita mengadakan lagi
  >BKH. Adapun yg perlu dipersiapkan adalah :
  >,1. Proposal = Target , Visi dan Misi dan jumlah anak (perencanaan 4
  >   bulan sebelum hari H)
  >,2. Susunan acara session demi session :
  >   - Themanya dan pembicara
  >   - Kreatifitas
  >   - Games - games berbentuk permainan yg aktraktif
  >   - Kreatifitas = sesuai dengan thema
  >   - Panggung boneka
  >,3. Pembuatan materi promosi :Flyer ( brosur ), Poster, Spanduk
  >,4. Publikasi
  >,5. Sertifikat untuk anak yg udah ikut selama SIL tanpa bolos
  >,6. Penghargaan buat anak :
  >   - Favorit ( perorangan )
  >   - Teladan ( perorangan )
  >   - Kelompok paling rajin, bersih dan tertib
  >   - Kelompok paling favorit
  >   - Kelompok paling kompak
  >Dan yg harus diperhatikan adalah : Team Usher, Ketua kelompok.
  >karena berhasil atau tidaknya SIL mereka yg pegang peranan, mereka
  >yg ujung tombak untuk mengarahkan anak. (Setiap GSM harus sehati,
  >sepikir dan setujuan) a positive Thingking dan merendahkan diri
  >dihadapan Tuhan bersama-sama dan ijinkan Tuhan yang ambil alih
  >setiap acara berlangsung dan biarlah namaNya yg dipermuliakan.
  >Regards,
  >Wiz u aLL tHe beZ,
  >
  >Elisa Megawaty

  Redaksi:
  Surat di atas adalah surat dari Sdri. Lisa untuk menanggapi
  pertanyaan Sdr. Raja yang menanyakan tentang program SIL.
  Wah ..., ma' kasih banyak untuk Sdri. Lisa yang telah sudi
  membagikan berkatnya. Selain untuk Sdr. Raja, kami harap kiriman
  Anda juga bermanfaat bagi rekan-rekan e-BinaAnak yang lain. Bagi
  yang masih ingin membagikan pengalamannya, silakan kirimkan ke
  Redaksi di: < staf-binaanak@sabda.org >. Kami tunggu :)


=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
o/ MUTIARA GURU

                 Kita semua mempunyai dua pendidikan:
                satu yang kita terima dari orang lain;
               yang satu lagi, dan yang paling berharga,
                 yang kita berikan kepada diri sendiri.
                          - John Randolph -

=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
                Staf Redaksi: Davida, Oeni, dan Ratri
      Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
             Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                  Copyright(c) e-BinaAnak 2004 YLSA
=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^=^
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke:   <unsubscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak:    http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen:  http://www.sabda.org/pepak/
><> ========= PUBLIKASI ELEKTRONIK UNTUK PEMBINAAN ANAK ========== <><

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org