Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/133

e-BinaAnak edisi 133 (2-7-2003)

Berakar dalam Doa dan Firman Tuhan

     ><>  Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak  <><


Daftar Isi:                                        Edisi 133/Juli/2003
-----------
  o/ SALAM DARI REDAKSI
  o/ ARTIKEL (1)         : Membaca Firman Tuhan dan
                               Berdoa Setiap Hari
  o/ ARTIKEL (2)         : Persekutuan dengan Allah
  o/ TIPS MENGAJAR       : Ide-ide Tambahan bagi Guru untuk
                               Mempelajari Alkitab
  o/ BAHAN MENGAJAR      : Ingatkah Kamu Berdoa?
  o/ DARI ANDA UNTUK ANDA: Memperbanyak Naskah e-BinaAnak

**********************************************************************
  Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
     <submit-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak@xc.org>
**********************************************************************
o/ SALAM DARI REDAKSI

  Salam sejahtera,

  Dalam kehidupan seorang guru banyak sekali prioritas yang harus
  diutamakan, sebab tugas guru bukan hanya sekedar mengajar, tapi juga
  mengisi diri agar ia dapat terus bertumbuh. Jika tidak, maka secara
  rohani guru akan semakin lama semakin kering dan kehilangan semangat
  melayani karena tidak ada lagi yang dapat ia berikan kepada murid-
  muridnya. Untuk mencegah hal itu terjadi maka guru harus terus
  menjaga keseimbangan, antara memberi (melayani) dan mengisi
  (bertumbuh). Nah, untuk tujuan inilah maka tema e-BinaAnak yang akan
  dibahas pada bulan Juli ini adalah "Prioritas Kehidupan Guru". Di
  dalamnya akan dibahas topik-topik penting tentang prioritas yang
  harus dipenuhi guru agar dapat terus bergairah melayani dan terus
  bertumbuh. Topik-topik penting tersebut adalah:
     1. Berakar dalam Doa dan Firman Tuhan
     2. Dewasa dalam Karakter
     3. Bertumbuh dalam Pengetahuan
     4. Berbuah dalam Pelayanan
     5. Setia dalam Tanggung Jawab

  Sebagai topik pertama minggu ini, kami telah menyiapkan dua Artikel
  dan Tips Mengajar yang akan membahas seputar prioritas kehidupan
  seorang pendidik Kristen dalam hal berdoa dan membaca Firman Tuhan.
  Selain itu ada satu Bahan Mengajar yang dapat digunakan guru untuk
  mempraktekkan apa yang telah ia pelajari sendiri kepada murid-
  muridnya, agar murid-muridnya juga rajin berdoa dan membaca Alkitab.

  Selamat Berdoa dan Membaca Firman Tuhan!

  Tim Redaksi

                  "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku
               dan terang bagi jalanku." (Amsal 119:105)
          < http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Amsal+119:105 >


**********************************************************************
o/ ARTIKEL (1)

             MEMBACA FIRMAN TUHAN DAN BERDOA SETIAP HARI
             ===========================================

  Guru SM yang sibuk dan cermat harus berusaha sungguh-sungguh untuk
  mengisi jiwanya sendiri. Karena dengan menaruh perhatian terhadap
  orang-orang lain, ia dapat dengan mudah melalaikan pemeliharaan
  kerohaniannya sendiri. Hal ini dapat menimbulkan akibat-akibat yang
  serius untuk kehidupan Kristennya. Tak seorang pun dapat berpikir
  terus-menerus mengenai apa yang terbaik bagi orang lain tanpa
  menghabiskan sumber-sumber rohani dirinya sendiri.

  Akan tetapi, seorang guru yang waspada akan mengatasi bahaya ini
  dengan meluangkan waktu-waktu tertentu untuk doa pribadi. Ini sangat
  penting untuk pemeliharaan kehidupan rohani seseorang. Yesus
  Kristus, Hamba Allah yang luar biasa itu, sangat mengutamakan doa.
  Kadang-kadang Ia tak punya waktu untuk istirahat ataupun untuk
  makan. Namun Ia selalu ada waktu untuk berdoa, walaupun itu berarti
  harus bangun pagi-pagi sekali. Guru SM adalah juga hamba Allah. Doa
  pribadi harus termasuk dalam hal-hal yang mendapat prioritas pertama
  dalam hidupnya.

  Yesus mengajar bahwa kita "harus selalu berdoa dengan tidak jemu-
  jemu" (baca: Lukas 18:1). Paling tidak Saudara perlu waktu sedikit
  untuk bersekutu dengan Tuhan setiap pagi. Mungkin pekerjaan Saudara
  mengizinkan Saudara mengambil waktu untuk berdoa sejenak selama jam-
  jam kerja. Jika Saudara hanya punya waktu sedikit untuk berdoa pagi,
  maka perlulah waktu doa yang lebih lama untuk malamnya.

  Paulus juga menyuruh kita "tetaplah berdoa" (1Tesalonika 5:17).
  Memang benar, kita tak dapat selalu berdoa secara lisan kepada
  Tuhan, namun kita dapat memelihara suasana berdoa sepanjang hari.
  George Muller, yang termasyhur karena menjalankan rumah yatim piatu
  dengan hanya berharap kepada Allah saja untuk keperluan-
  keperluannya, mengatakan,
     "Saya hidup dalam suasana berdoa. Saya berdoa sementara berjalan,
     sementara berbaring, dan apabila bangun."

  Berdoa itu memberi pertolongan ilahi yang menjadikan Saudara
  pemimpin seperti yang dikehendaki Allah. Apabila Tuhan memberi
  kesuksesan, maka hati Saudara akan penuh dengan pujian atas bukti
  kebaikan-Nya itu. Apabila Tuhan menunjukkan suatu bidang yang perlu
  ditingkatkan, carilah pertolongan Tuhan dalam membuat penyesuaian
  yang tepat. Carilah senantiasa bimbingan Roh Allah dan pemberian
  kuasa-Nya untuk pekerjaan sekolah Minggu.

  Juga pembacaan Alkitab dalam ibadat pribadi setiap hari adalah
  penting untuk pemeliharaan batin pribadi. Hal itu akan tetap
  menguatkan kehidupan rohani. Pembacaan itu adalah untuk manfaat
  Saudara sendiri. Itu lain dengan persiapan pelajaran sekolah Minggu
  atau bentuk-bentuk lain dari pelayanan Kristen. Itu adalah
  penyelidikan Alkitab dalam suasana berdoa untuk mendorong penyerahan
  dan untuk merasakan lebih jelas kenyataan kehadiran Allah.

  Allah memberi kita Alkitab untuk makanan kita sehari-hari. Itu akan
  menguatkan dan memelihara batin kita.

  Pembacaan itu harus sistematis, tak boleh serampangan. Kalau tidak,
  Saudara mungkin akan memakai waktu Saudara untuk membaca pasal-pasal
  yang Saudara senangi berulang-ulang dan tak pernah memikirkan Firman
  Allah yang kurang dikenal. Kita harus ingat bahwa,
     "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk
     mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan
     dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-
     tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan
     baik." (2Timotius 3:16,17)

  Pakailah daftar pembacaan Alkitab yang sudah tercetak atau buatlah
  sendiri daftar pembacaan yang teratur.

  Panjang bacaan harus sesuai dengan waktu yang Saudara luangkan agar
  dapat Saudara baca tanpa merasa terburu-buru. Manfaatnya akan
  sedikit sekali apabila Saudara membaca dengan memikir-mikir apakah
  Saudara dapat menyelesaikan itu sebelum Saudara diharuskan melakukan
  tugas lain. Lebih baik membaca selusin ayat dua kali dengan relaks
  daripada membaca bagian yang lebih panjang tapi terburu-buru karena
  hendak menyelesaikan pada waktunya. Kualitas adalah lebih penting
  daripada kuantitas.

  Renungkanlah ayat-ayatnya. Ini perlu untuk pembacaan yang memberi
  manfaat. Renungan adalah mengambil beberapa ayat Alkitab dan
  menimbang-nimbangnya, melihatnya dari satu segi, dan kemudian dari
  segi lain.

  Berharaplah Allah berbicara melalui Firman-Nya. Sekilas penerangan
  menjadi vitamin rohani. Pembacaan semacam itu mengarah pada
  persekutuan yang lebih akrab dengan Allah.

  Pelayanan Kristen adalah penting sekali, namun kita tak boleh
  melakukannya dengan mengorbankan kehidupan rohani kita. Pelayanan
  kita akan efektif hanya bila ibadat kita kepada Tuhan kita perdalam.

  Sumber:
  Judul Buku: Buku Pintar Sekolah Minggu, Jilid 2
  Penerbit  : Gandum Mas, Malang, 1996
  Halaman   : 178 - 179


**********************************************************************
o/ ARTIKEL (2)

                      PERSEKUTUAN DENGAN ALLAH
                      ========================

  Ahli-ahli ilmu jiwa modern menyatakan kepada kita bahwa kita sangat
  memperhatikan usaha-usaha untuk mengendalikan tingkah laku kita. Apa
  yang kita perhatikan menentukan siapa kita ini. Inilah kebenaran
  yang dinyatakan kepada manusia yang diberi ilham 3.000 tahun yang
  lalu, dan dinyatakan pada seluruh bagian-bagian Alkitab. Secara
  singkat hal itu dinyatakan,
     "Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya
     sendiri demikianlah ia." (Amsal 23:7a)
  Kita dapat mengenakan ini kepada kehidupan rohani kita sendiri, yang
  ditafsirkan oleh Alkitab sebagai berikut ini: Doa-doa kita, seperti
  yang dinyatakan oleh Kristus menentukan keadaan kita. Alkitab
  menyatakan hal ini sebagai berikut:
     "Sesungguhnya, Engkau berkenan akan kebenaran dalam batin, dan
     dengan diam-diam Engkau memberitahukan hikmat kepadaku."
     (Mazmur 51:8)
  Doa yang sejati merupakan keinginan hati yang terbesar. Kita merasa
  lapar dan dahaga akan doa-doa yang sejati.

  Karena doa adalah percakapan dengan Allah, hal itu harus mendapat
  tempat yang utama di dalam kehidupan setiap orang Kristen. Hal itu
  merupakan pertimbangan yang paling penting bagi setiap saksi
  Kristen. Dengan kebenaran dasar ini di dalam pikiran kita, marilah
  secara singkat kita mengulangi hal doa sesuai dengan apa yang
  diajarkan oleh Guru Agung kita.

  Sungguh istimewa bahwa para murid memohon Guru itu untuk mengajar
  mereka berdoa. Mereka melihat kebutuhan akan pengalaman doa seperti
  yang dialami oleh Kristus sendiri dan dijalankan di dalam kehidupan-
  Nya di hadapan mereka. Para murid mengetahui bahwa doa Kristus tidak
  semata-mata dilakukan dengan berlutut atau mengangkat tangan-Nya
  ataupun mengulangi kata-kata di hadapan Allah. Hal ini merupakan
  satu hubungan yang hakiki di dalam kehidupan-Nya, dari hari ke hari,
  bahkan juga di malam hari. Doa-Nya sangat berbeda -- hal paling
  istimewa yang dilakukan-Nya.

  Di dalam arti sebenarnya Kristus berdoa tanpa berkeputusan. Tetapi
  para murid-Nya mengetahui akan saat-saat tertentu yang dipakai-Nya
  untuk berdoa -- pada pagi hari, siang hari, dan pada malam hari.
  Mereka mengetahui, walaupun mungkin secara "samar-samar", bahwa
  kehidupan Guru mereka merupakan satu doa.

  Kebenaran paling hakiki yang saya abaikan di masa muda saya adalah
  kebutuhan setiap orang Kristen untuk mengikuti teladan Yesus di
  dalam hal doa. Betapa inginnya saya memperoleh kesadaran itu lebih
  awal daripada ini. Tetapi sebagian besar para pembaca mungkin jauh
  lebih muda dari saya. Saudara dapat menjadikan hal ini sesuatu yang
  paling utama di dalam kehidupan saudara. Kita harus ingat, tanpa
  memperhatikan umur kita, bahwa belumlah terlambat bagi setiap orang
  yang beriman kepada Kristus untuk berubah. Kita dapat diubah dan
  jangan menyesuaikan diri dengan kehidupan yang lama. Bila kita
  sungguh-sungguh menginginkan hal itu, Allah dapat mulai dan
  melakukan mujizat perubahan ini kepada satu kehidupan doa yang
  berkelimpahan.

  Seorang pendeta yang terkemuka pernah menyatakan:
     "Saya lebih suka mengajar satu orang untuk berdoa daripada
     sepuluh untuk berkhotbah."

  Ada tiga syarat hakiki bagi suatu doa yang sejati sesuai dengan
  ajaran Kristus. Bila kita secara hati-hati membaca Perjanjian Baru,
  kita dapat menemukannya serta mendapatkannya beratus-ratus bagian
  Alkitab yang menyatakan ketiga hal itu. Kita dapat menemukan hal itu
  di dalam Perjanjian Lama, di dalam kehidupan pria dan wanita yang
  beriman, serta pada sebagian besar Kitab Mazmur.

  PERTAMA, doa yang sejati harus didasarkan kepada tujuan hidup
  Kristen yang sejati. Kehendak Allah harus memegang kendali yang
  utama -- hidup untuk meluaskan kerajaan-Nya di mana pun kita berada,
  serta mengabdikan hidup demi nama Kristus. Contoh doa Kristus,
     "Datanglah kerajaanMu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di
     surga" (Matius 6:10),
  harus menjadi keinginan hati kita. Hal itu harus mengendalikan jalan
  pikiran, perencanaan, dan tingkah laku kita. Bila hal ini benar,
  doa-doa kita akan diucapkan "demi nama-Nya" -- apakah kita memakai
  kata-kata itu ataupun tidak. Hanya mengatakan kata-kata "demi nama-
  Nya" tidak dapat memenuhi syarat pokok yang hakiki ini.

  KEDUA, Kristus menjelaskan bahwa Allah tidak suka mendengar
  banyaknya perkataan. Ia mendengar akan keinginan hati. Sudah tentu,
  kita perlu merumuskan segala keinginan hati kita ke dalam kata-kata
  yang diucapkan. Dengan cara inilah roh-Nya dapat mengajar kita untuk
  merenungkan pendapat-Nya. Kecuali satu keinginan dapat dinyatakan
  dengan kata-kata, maka hal itu bersifat kabur. Tetapi Allah
  seringkali mendengar keinginan-keinginan kita sebelum kita dapat
  menyatakan kepada-Nya. Bila kita memenuhi syarat-syarat-Nya, maka
  Roh kasih-Nya akan tinggal di dalam hati kita dan senantiasa
  bersekutu dengan roh kita.

  Syarat KETIGA yang diajarkan di dalam Perjanjian Lama dan
  dilaksanakan serta diajarkan oleh Kristus, ialah iman. Kita harus
  yakin bahwa Ia dapat dan akan menjawab doa-doa kita. Kepada mereka
  yang percaya, dan berdoa sesuai dengan kehendak Kristus dari dalam
  hatinya, maka doa-doanya akan senantiasa terjawab. Kadang-kadang,
  kita mendapatkan bahwa permintaan kita itu "salah". Kadang-kadang,
  Allah menunda sampai kita siap bagi satu jawaban yang tepat. Kadang-
  kadang, Ia menunda agar iman kita dikuatkan. Kadang-kadang, Ia
  berkata, "Tidak." Kadang-kadang Ia memiliki hal yang lebih baik
  daripada permohonan kita sendiri.

  Bersaksi bagi Kristus di saat mengajar atau kesaksian perseorangan
  lainnya harus dilakukan dengan:

  1. Penuh doa berkenaan dengan tujuan pelajaran langsung dan
     terutama.
  2. Penuh doa di dalam rancangan bagi pertumbuhan iman, pengetahuan,
     dan keahlian mengajar seseorang.
  3. Penuh doa di saat mempersiapkan pelajaran.
  4. Penuh doa menjelang saat pelajaran.
  5. Penuh doa di saat mengajarkan pelajaran itu.
  6. Penuh doa di saat memimpin dan membimbing kelas.
  7. Penuh doa di saat melayani setiap anggota kelas secara
     perseorangan.

  Doa dapat dinyatakan melalui pujian, kebaktian, pengucapan syukur,
  pengampunan, perjuangan, permohonan, persekutuan, renungan, cita-
  cita, keinginan yang bernyala-nyala, dan pengabdian. Kita menipu
  diri kita dan orang-orang lain bila kita tidak memakai doa bagi
  setiap tujuan ini.

  Sumber:
  Judul Buku : Cara Mengajar yang Lebih Berhasil
  Pengarang  : Joe L. McMillin
  Penerbit   : Lembaga Literatur Baptis, Bandung, 1995
  Halaman    : 23 - 27


**********************************************************************
o/ TIPS MENGAJAR

         IDE-IDE TAMBAHAN BAGI GURU UNTUK MEMPELAJARI ALKITAB
         ====================================================

  Saran-saran berikut ini diberikan untuk terus membantu Anda sebagai
  seorang guru dalam memahami Alkitab. Cobalah satu atau lebih dari
  ide-ide ini dan Anda akan merasa semakin tertarik untuk terus
  mempelajari Firman Tuhan.

   1. Bacalah buku induktif/pendukung untuk mempelajari Alkitab.

   2. Dalam ibadah pribadi Anda setiap hari bacalah ayat-ayat lain
      dalam Alkitab yang berhubungan dengan pembacaan Anda.

   3. Hafalkan satu ayat atau satu paragraf.

   4. Berikan pertanyaan sebanyak mungkin pada suatu bagian pembacaan
      Alkitab Anda.

   5. Buatlah catatan tentang penerapan yang sudah Anda lakukan.

   6. Ikutilah kursus tertulis tentang Alkitab.

   7. Ikutilah kelas sore di sekolah teologi, atau seminari, jika
      mungkin ambillah tingkat master.

   8. Mengajar tentang Alkitab. Itu adalah salah satu cara terbaik
      untuk mempelajari Alkitab.

   9. Ikutlah dalam pemuridan atau kelompok pemahaman Alkitab.

  10. Bacalah satu pasal dalam versi Alkitab yang berbeda.

  11. Belajarlah bahasa Yunani dan/atau Ibrani.

  12. Belilah peralatan-peralatan yang digunakan untuk memahami
      Alkitab, misalnya kamus Alkitab, ensiklopedia, konkordansi,
      atau buku-buku tafsiran.

  13. Berilah tanda/pembatas buku dalam setiap kitab di Alkitab.

  14. Bacalah satu pasal kitab Amsal setiap hari.

  15. Cobalah suatu cara baru untuk mempelajari Alkitab.

  16. Ubahlah satu bagian pertama menjadi sebuah doa. Misalnya,
      setelah membaca Yunus 1, Anda bisa berdoa,
         "Tuhan, tolong aku agar tidak melanggar perintah-Mu.", 17. Bagilah pengalaman Anda dalam menggumuli Firman Tuhan pada
      orang lain dan juga sharingkan beberapa penerapan/respon Anda.

  Untuk menjadi seorang guru agama/guru SM yang efektif, Anda terlebih
  dahulu harus menjadi seorang murid Tuhan yang efektif pula. Semakin
  Anda diperkaya dengan Firman Tuhan, Anda bisa lebih efektif lagi
  memperkaya hidup orang lain.

  Bahan diterjemahkan dan diedit dari sumber:
  Judul Buku        : The Christian Educator's Handbook On Teaching
  Judul Artikel Asli: Additional Ideas for Studying The Bible
  Pengarang         : Kenneth O. Gangel and Howard G. Hendricks
  Penerbit          : Scripture Press Publications, USA, 1988
  Halaman           : 283 - 284


**********************************************************************
o/ BAHAN MENGAJAR

  Redaksi:
  Sebelum Anda mengajarkan bahan cerita ini kepada anak-anak SM Anda,
  introspeksilah diri dengan bertanya,
     "Apakah saya juga sudah mempraktekkan pelajaran ini dalam hidup
     saya pribadi?"
  Jika belum, maka sulit bagi Anda untuk bisa mengajarkannya kepada
  anak-anak SM Anda.

                        INGATKAH KAMU BERDOA?
                        =====================

  "Sudah waktunya kamu berdoa sebelum pergi tidur," kata ibu kepada
  Jaka. Tetapi Jaka ingin menyelesaikan buku bacaannya satu halaman
  lagi. Kemudian ia ingin menyiapkan alat-alat yang akan dibawanya ke
  sekolah besok. Ia juga ingin membereskan kamarnya sedikit. Setelah
  itu Jaka berkata bahwa ia harus memberi makan ikan-ikan mas
  peliharaannya.

  Jaka juga masih mengerjakan hal-hal yang lain pada detik-detik
  terakhir. Akhirnya ibu berkata, "Sudah, jangan lakukan apa-apa lagi!
  Sudah waktunya kamu tidur!" Kadang-kadang para ibu terpaksa
  mengucapkan kata-kata seperti itu, bukan?

  Tetapi sekarang Jaka sudah terlalu lelah sehingga ia tidak dapat
  berdoa. Ia tertidur sebelum ia selesai berdoa.

  Maukah kamu berbicara tentang berdoa kepada Jaka?
  Apakah yang akan kamu katakan?

  Renungan Singkat tentang Berdoa:
  --------------------------------

  1. Apakah Jaka mendahulukan doa atau ia berdoa sesudah ia melakukan
     hal-hal yang lain?
     Apakah yang terjadi sehingga menghalangi Jaka untuk berdoa
     sebagaimana yang seharusnya dilakukannya?

  2. Mengapa kita harus berdoa setiap hari?
     Bagaimanakah perasaanmu jika ayah atau ibumu tidak berbicara
     kepadamu hari ini?
     Bagaimanakah perasaan Tuhan Yesus jika kamu tidak berbicara
     kepada-Nya hari ini?

  Keesokan harinya ibu dan Jaka bercakap-cakap tentang hal berdoa
  setelah Jaka pulang dari sekolah. "Mari kita membuat daftar tentang
  pekerjaan yang harus kamu lakukan malam ini," kata ibu.

  Jaka membuat sebuah daftar. Ada enam hal yang harus dilakukannya.
  Ia tidak lupa mencantumkan dalam daftarnya hal-hal seperti memberi
  makan ikan masnya.

  "Cantumkanlah juga di depan setiap pekerjaan itu waktu yang kamu
  rencanakan untuk melakukannya," kata ibu.

  Jaka tersenyum, ia pun menulis "sebelum makan malam" di depan
  pekerjaan seperti "memberi makan ikan mas" dan "membersihkan kamar
  tidur". Kemudian ia mencantumkan waktu khusus untuk membaca Alkitab
  dan berdoa sebelum waktu tidur. Menurut kamu, apakah ini gagasan
  yang baik?

  Renungan Singkat tentang Tuhan Yesus dan Kamu:
  ----------------------------------------------

  1. Haruskah kita menyediakan waktu khusus untuk membaca Alkitab dan
     berdoa? Mengapa?

  2. Menurut kamu, apakah Tuhan Yesus akan melupakanmu hari ini?
     Jika Ia tidak pernah melupakan kita, kita juga tidak boleh
     melupakan Dia, bukan?

  Bacaan Alkitab:
  ---------------
  Mazmur 86:1-7.

  Kebenaran Alkitab:
  ------------------
  Kasihanilah saya, ya Tuhan, sebab kepada-Mulah saya berseru
  sepanjang hari (Mazmur 86:3).

  Doa:
  ----
  Dengarkanlah ketika saya berdoa, ya Tuhan Yesus, karena saya ingin
  bercakap-cakap dengan-Mu sepanjang hari. Amin!

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku   : 100 Renungan Singkat untuk Anak-Anak
  Penulis      : V. Gilbert Beers
  Penerbit     : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1986
  Halaman      : 94 - 95


**********************************************************************
o/ DARI ANDA UNTUK ANDA

  Dari: Benny Bee <bennybee@>
  >Syaloom buat staff redaksi,
  >Ijinkan saya memperkenalkan diri, saya Benny 'Bee'.
  >Berada di kota Malang, Jawa Timur, dengan gereja GKT (Gereja
  >Kristus Tuhan) jemaat Blimbing.
  >Berkenaan dengan hal memperbanyak akan naskah dari BinaAnak,
  >saya meminta ijin untuk membagikannya kepada rekan guru SM di
  >gereja saya. Dengan alasan, milis ini beritanya sangat bermanfaat
  >dan berbobot sebagai bahan info dan renungan buat guru-guru SM.
  >
  >Apakah saya dapat melakukannya? Tanpa mengurangi isinya sedikitpun,
  >dengan mengambil semua berita di dalamnya secara penuh. Hanya saja
  >penataan format saya ubah menjadi sebuah booklet kecil 1 halaman,
  >guna memudahkan peng-copy-an. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih
  >yang sebanyak-banyaknya.
  >
  >Terima kasih atas adanya milis ini, benar-benar berguna sekali bagi
  >saya. Banyak masukan, kabar bagaimana melayani, mengajar dan
  >membimbing anak-anak. 2 kata, SANGAT BERMANFAAT... Tuhan memberkati
  >selalu...
  >
  >Salam buat semua staff e-BinaAnak
  >
  >Benny 'Bee'
  >GKT Blimbing
  >Malang Jawa Timur

  Redaksi:
  Puji Tuhan!! 'Ma kasih untuk surat yang Anda layangkan kepada kami.
  Silakan memperbanyak naskah dari e-BinaAnak untuk dibagikan kepada
  rekan-rekan GSM di gereja Anda. Hanya jangan lupa untuk mencantumkan
  sumber dari masing-masing bahan tersebut dan juga mohon dicantumkan
  alamat e-mail e-BinaAnak dan alamat situs PEPAK agar mereka yang
  memiliki akses ke internet dapat berlangganan e-BinaAnak dan
  berkunjung ke situs PEPAK jika mereka ingin melihat arsip-arsip
  e-BinaAnak atau bahan-bahan yang lain.

  Oh iya ... ada satu permintaan dari kami :) Kalau booklet yang Anda
  buat sudah jadi, bersediakah Anda mengirimkan satu contohnya kepada
  kami? Tujuannya adalah sebagai bahan evaluasi bagi Tim Redaksi.
  Kami tunggu kabar selanjutnya dari Anda ... :)

  Selamat melayani!


**********************************************************************
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke:   <unsubscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak:    http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen:  http://www.sabda.org/pepak/
**********************************************************************
              Staf Redaksi: Davida, Oeni, Yuli, dan Poer
       Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
              Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                   Copyright(c) e-BinaAnak 2003 YLSA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org