Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/128

e-BinaAnak edisi 128 (28-5-2003)

Menyanyi/Memuji Tuhan

     ><>  Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak  <><


Daftar Isi:                                         Edisi 128/Mei/2003
-----------
  o/ SALAM DARI REDAKSI
  o/ ARTIKEL              : Anak Dapat Memuji dan Menyembah Tuhan
  o/ TIPS MENGAJAR        : Membuat Acara Pujian Menjadi Menarik
  o/ BAHAN MENGAJAR       : Memuji Tuhan dengan Penuh Sukacita
  o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Terima Kasih untuk Kiriman e-BinaAnak

**********************************************************************
 Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
    <submit-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak@xc.org>
**********************************************************************
o/ SALAM DARI REDAKSI

  Syalom,

  Ketrampilan terakhir yang kita bahas untuk bulan ini, adalah
  ketrampilan anak dalam hal "Menyanyi/Memuji Tuhan". Guru SM yang
  peduli terhadap acara pujian di SM-nya pasti memiliki murid-murid
  yang trampil dalam memuji Tuhan. Bukan hanya sekedar menyanyi, tapi
  mereka juga dapat dengan sungguh-sungguh memuji Tuhan, bahkan mereka
  bisa menjadi seorang pemimpin pujian yang handal. Rasa tertarik
  anak-anak terhadap lagu-lagu pujian ditentukan oleh bagaimana sikap
  guru mereka dalam memuji Tuhan. Anak akan meniru jika guru memiliki
  sikap yang positif dalam memuji Tuhan. Semakin besar rasa peduli
  guru terhadap acara pujian di SM, semakin besar pula rasa tertarik
  anak-anak, dan akan semakin cepat pula mereka trampil dalam memuji
  dan menyembah Tuhan.

  Dalam edisi ini Anda dapat menyimak Artikel dan Tip yang membahas
  mengenai puji-pujian. Pertama, Artikel yang berjudul "Anak Dapat
  Memuji dan Menyembah Tuhan" dan yang kedua, Tips berjudul "Membuat
  Acara Pujian Menjadi Menarik". Jangan sampai ketinggalan pula untuk
  menyimak Bahan Mengajar minggu ini yang dapat mengajak anak-anak
  "Memuji Tuhan dengan Penuh Sukacita". Demikian sajian kami minggu
  ini.

  Selamat memuji dan menyembah Tuhan!

  Tim Redaksi

               "Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN,
        menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi!" (Mazmur 96:1)
            < http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Mazmur+96:1 >


**********************************************************************
o/ ARTIKEL

                  ANAK DAPAT MEMUJI DAN MENYEMBAH TUHAN
                  =====================================

  Memuji dan menyembah Tuhan bersama dengan anak adalah kehendak
  Tuhan. Pada masa Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru anak memuji
  Tuhan. Firman Allah memberi kesaksian, bahwa dalam mulut bayi dan
  anak-anak, Allah telah menaruh puji-pujian. Pujian itu diteruskan
  oleh anak-anak di Bait Allah. Orang Farisi menjadi jengkel, karena
  mereka berseru dalam Bait Allah: "Hosana bagi Anak Daud!" (Lihat:
  Matius 21:15)
     "Lalu mereka berkata kepada-Nya: "Engkau dengar apa yang
     dikatakan  anak-anak ini?" Kata Yesus kepada mereka:
     "Aku dengar; belum pernahkah kamu baca: Dari mulut bayi-bayi
     dan anak-anak yang menyusu Engkau telah menyediakan puji-
     pujian?"" (Matius 21:16)

  MEMUJI KARENA KASIH

  Kasih kepada Allah adalah dasar pujian dan penyembahan yang benar.
  Kita diciptakan untuk mengasihi Allah. Hukum yang terutama dan yang
  pertama berbunyi:
     "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan
     segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap
     akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu
     sendiri." (Lukas 10:27)

  Memuji dan menyembah Allah senantiasa melibatkan seluruh eksistensi
  anak. Hati yang menyembah Allah harus tulus ikhlas; Jiwa/emosi yang
  menyembah Allah harus dalam kebenaran; Kekuatan/tubuh yang menyembah
  Allah harus penuh gairah; Akal budi/intelek yang menyembah Allah
  harus di dalam terang dan pimpinan Allah. Seluruh olah gerak dan
  pola pikir manusia seharusnya merupakan ibadah kepada Allah.
  (Lihat: Roma 12:1-2)

  MEMUJI DAN MENYEMBAH TUHAN DI SEKOLAH MINGGU

  Seluruh eksistensi manusia merupakan suatu persembahan yang hidup,
  yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Meskipun demikian,
  kehadiran Allah di SM/tempat pertemuan ibadah memberikan suatu
  suasana khusus. Dalam suasana khusus seperti ini, anak dapat dibawa
  untuk memuji dan menyembah Allah.

  Dalam keseluruhan penyelenggaraan suatu kebaktian, anak dibawa untuk
  memuji dan menyembah Allah. Untuk itu guru/pemimpin dapat membimbing
  dan mengarahkan anak sejak awal hingga akhir kebaktian untuk
  menikmati hadirat Allah. Hadirat Allah dapat dirasakan dalam ibadah
  yang penuh sukacita, tertib/terpimpin, dengan nyanyian syukur dan
  puji-pujian. (Lihat: Mazmur 100:1-5)

  AKIBAT ANAK MEMUJI TUHAN

  Hati anak disiapkan pada saat nyanyian dan pujian pertama dinaikkan,
  hal-hal yang masih mengganggu dan memberatkan hati anak mulai
  hilang/dilupakan. Hati setiap anak disatukan di hadirat Tuhan dan
  mulai siap dan terbuka untuk Firman-Nya

  Anak mengerti bahwa sesungguhnya hanya Allah yang patut disembah.
  Pusat pujian dan penyembahan mereka adalah Allah yang hidup, bukan
  manusia atau patung-patung dan berhala-berhala yang mati.
  (Lihat: Ulangan 5:6-10)

  Anak dilatih untuk menghormati ibadah dan kehadiran Allah dalam
  suatu kebaktian/SM. Anak dibawa untuk mengekspresikan kasih mereka
  kepada Allah dengan kata-kata doa/nyanyian.

  Ada nyanyian yang menunjang pokok cerita. Dengan menyanyikan lagu
  tersebut anak-anak lebih mendalami pesan Firman Tuhan yang baru
  mereka dengar. Kadang-kadang sebuah nyanyian menjadi suatu doa
  untuk meresponi Firman Tuhan yang diberitakan. Contohnya lagu:
  "Mari Masuk"; "Terimakasih Tuhan"; dll.

  Dengan pujian dan penyembahan anak dikuatkan dalam menghadapi
  pengaruh lingkungan yang penuh dengan kata kotor/makian, keluhan,
  olokan, ejekan, fitnah, lagu duniawi yang porno dan penuh
  pemberontakan, bahkan pemujaan terhadap tokoh khayalan, seperti
  Batman, Superboy, Spiderman, Robocop dll.

  Nyanyian yang dipelajari di SM dapat dinyanyikan anak secara
  spontan, baik di jalan, di rumah maupun di tempat bermain. Itu
  menjadi kesaksian bagi orangtua, saudara-saudara, teman, dan siapa
  saja yang mendengarnya. Anak pun akan benar-benar merasakan suasana
  rohani dan berkat rohani, sehingga semakin mencintai Tuhan dan senang
  berbakti.

  CARA MENGAJAR NYANYIAN BARU

  Untuk mengajar nyanyian tidak dibutuhkan suara yang bagus, melainkan
  ketrampilan dan ketepatan dalam mengajar. Ada beberapa langkah yang
  perlu diperhatikan dalam mengajar nyanyian:

   1. Menguasai lagu dan syair.
      -------------------------
      Seorang guru perlu menguasai lagu dengan irama yang tepat, juga
      kata-kata dan artinya. Bila lagu itu sudah menjadi kesukaan bagi
      guru, maka ia tidak akan mengalami banyak kesulitan dalam
      mengajarkannya kepada anak.

   2. Menyanyi di depan kelas.
      ------------------------
      Sebaiknya guru mulai mengajarkan nyanyian baru dengan
      menyanyikannya untuk anak. Hal menyanyi di depan kelas tidaklah
      mudah. Namun dengan keyakinan dan penguasaan lagu yang benar,
      guru tidak usah malu dan dapat dengan rileks menyanyikannya.

   3. Jelaskan kata-kata yang sulit.
      ------------------------------
      Anak dengan sendirinya akan meniru dan ikut menyanyi dengan
      guru, walupun belum mengerti kata-kata atau isi nyanyian itu.
      Mungkin anak tidak bertanya, namun guru yang bijaksana akan
      mengambil sedikit waktu sesudah nyanyian dinyanyikan satu atau
      dua kali untuk menerangkan kata-kata yang sulit dan pesan dari
      nyanyian itu. Misalnya kata "anak dalam malaf" dalam lagu "Malam
      Kudus".

   4. Diulang-ulang hingga mahir.
      ---------------------------
      Prinsip mengulang-ulang sangat baik dalam mengajarkan nyanyian.
      Karena dengan demikian anak dapat menghafal/menguasai lagu itu
      dengan baik. Untuk itu guru menyanyikan terlebih dahulu secara
      lengkap, supaya anak mendapat gambaran yang menyeluruh. Kemudian
      guru menyanyikan baris demi baris dan ditiru/diikuti oleh anak-
      anak. Selanjutnya guru menyanyi bersama anak dengan suara lebih
      keras dan pada pengulangan berikutnya suara guru lebih pelan.
      Akhirnya, biarkan anak menyanyi sendiri dan guru mendengarkan
      saja.

   5. Kesalahan diperbaiki.
      ---------------------
      Kadang-kadang dalam satu bagian lagu, not-notnya agak sulit,
      sehingga dinyanyikan dengan tidak tepat. Bagian yang sulit itu
      bisa diulangi dengan lebih lambat sampai dapat dinyanyikan
      dengan tepat. Jangan biarkan anak pulang dengan membawa nyanyian
      baru yang salah. Koreksi dan perbaikan senantiasa perlu,
      sehingga lagu yang dipelajari dapat dinyanyikan sebagaimana
      seharusnya. Hal ini membutuhkan kesabaran.

   6. Menyanyi dengan gerakan.
      ------------------------
      Di kalangan anak-anak prinsip meniru dapat diterapkan dan sangat
      disenangi. Menyanyi dengan gerakan akan lebih menghidupkan makna
      lagu itu bagi anak, hal ini sesuai dengan perkembangan fisik dan
      emosi mereka.

   7. Menguasai irama/ketukan.
      ------------------------
      Ada lagu yang berirama mars, walts, dll., atau lebih dikenal
      dengan ketukan 2/2, 3/4, 4/4, 6/4, 6/8. Bila guru kurang paham
      dengan irama-irama tertentu, dapat bertanya kepada orang yang
      lebih mahir.

   8. Suara.
      ------
      Jangan mengijinkan anak menyanyi dengan suara terlalu nyaring
      atau dipaksakan. Tolonglah anak untuk dapat menghayati isi
      nyanyian dan menyanyi dengan menjiwainya.

   9. Teks ditulis.
      ------------
      Mengajar nyanyian lebih mudah jikalau teks lagunya ditulis.
      Teks lagu dapat ditulis pada papan tulis/white board, kertas
      manila, kertas sampul, lembaran OHP, dll.

  10. Teks ditulis dan dihias dengan simbol/gambar.
      ---------------------------------------------
      Ada lagu yang mempunyai kata-kata yang bisa dilukis dalam bentuk
      simbol atau gambar, sehingga memberi kesan yang lebih dalam
      daripada jika hanya ditulis dengan huruf saja.

  11. Variasi dalam pilihan.
      ----------------------
      Seorang guru SM harus memilih nyanyian-nyanyian yang hendak
      dinyanyikan dalam sepanjang kebaktian. Pada permulaan kebaktian
      biasanya guru memilih lagu yang semangat dan segar. Kemudian
      lagu yang lebih "slow" untuk mengantar anak dalam suasana
      penyembahan yang penuh hikmat dan siap untuk mendengar ceritera.
      Sesudah ceritera disampaikan, dipilih nyanyian untuk memperdalam
      ceritera atau nyanyian yang memberi kesimpulan untuk berespons.

  12. Selektif dalam memilih nyanyian.
      -------------------------------
      Ada banyak nyanyian yang bagus, baik dan dapat dipertanggung-
      jawabkan secara teologis serta edukatif. Namun ada juga lagu
      yang tidak mempunyai dasar teologis dan tidak mendidik. Misalnya
      lagu dengan teks:
         "Hei, hei, hei lihat saya, saya pakai mahkota.
         Mahkota dari sorga, karena rajin ke gereja."
      Nyanyian ini selain berisi pujian kepada diri sendiri, juga
      tidak benar secara teologis. Mahkota dijanjikan bukan kepada
      orang yang rajin ke gereja (SM), melainkan kepada mereka yang
      percaya kepada Tuhan Yesus dan setia sampai mati.

  KESIMPULAN

  Menyanyi dan menyembah Tuhan bersama anak berarti memuliakan Tuhan.
  Mengajarkan nyanyian kepada anak dan mengembangkan ketrampilan
  mereka dalam memuji Tuhan adalah suatu tugas yang mulia, dan
  menambah kesukaan dalam proses belajar mengajar di SM. Karena
  nyanyian pujian adalah milik Tuhan, maka bagi Dialah pujian untuk
  selama-lamanya. Amin!

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku: Pedoman Pelayanan Anak
  Penulis   : Ruth Laufer
  Penerbit  : Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia,
              Departemen Pembinaan Anak dan Pemuda, Malang, 1993
  Halaman   : 95 - 102

**********************************************************************
o/ TIPS MENGAJAR

  Redaksi:
  Ketrampilan anak dalam memuji Tuhan diawali dengan ketertarikan
  mereka akan lagu-lagu pujian. Jika mereka tidak tertarik dengan
  lagu-lagi pujian, kemungkinan mereka juga tidak dapat mengembangkan
  ketrampilan mereka dalam hal memuji Tuhan secara maksimal.

  Salah satu cara agar anak tertarik dengan lagu-lagu pujian adalah
  dengan menciptakan acara pujian menjadi acara yang menyenangkan dan
  penuh sukacita. Seorang guru SM jangan hanya puas jika anak-anak
  bernyanyi dengan suara yang keras dan bertepuk tangan dengan penuh
  semangat. Kita harus waspada, mungkin mereka berbuat itu hanya untuk
  memberikan kesan baik kepada Anda, bukan karena mereka suka dengan
  lagu-lagu yang dibawakan. Jika setiap minggu Anda secara monoton
  hanya meminta anak-anak bernyanyi dengan suara keras, tepuk tangan
  yang keras, dan dengan gerakan yang itu-itu saja, bisa jadi acara
  pujian akan menjadi acara yang paling membosankan bagi mereka.

  Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk membuat suasana pujian
  menjadi menarik tetapi tetap penuh dengan pengajaran Kristen.
  Berikut ini kami ambilkan ide dari Paulus Lie, dalam bukunya
  "Mengajar Sekolah Minggu yang Kreatif".

                 MEMBUAT ACARA PUJIAN MENJADI MENARIK
                 ====================================

  1. Kreasi permainan sederhana.
     ---------------------------

     Kreasi ini dilakukan dengan membuat suatu permainan dalam suatu
     pujian. Melalui permainan ini, selain suasana pujian berubah
     menjadi menarik, anak-anak juga akan lebih memahami makna dari
     teks atau syair lagu yang dinyanyikan.

     Contoh: Permainan Gembala Mencari Domba yang Hilang
     ---------------------------------------------------

     Minta seorang anak berperan sebagai seorang gembala. Tutup
     matanya dengan sapu tangan. Pilih satu anak lagi untuk berperan
     sebagai domba yang hilang tanpa sepengetahuan gembala tadi.
     Si domba yang hilang tetap duduk di antara anak-anak lain.
     Setelah itu buka penutup mata si gembala.

     Sekarang saatnya si gembala harus mencari di manakah (siapakah)
     domba yang hilang tersebut. Sistem pencariannya adalah sbb.:

     Satu lagu sembarang dinyanyikan bersama (misalnya lagu "Dengar
     Dia Panggil Nama Saya"). Lagu tersebut harus dinyanyikan semua
     anak dengan ketentuan:
        - Apabila gembala makin mendekati domba yang hilang anak-anak
          harus semakin bernyanyi dengan volume suara dan tepuk tangan
          yang keras. Jadi semakin dekat harus semakin keras.
          Sebaliknya, volume suara dan tepuk tangan haruslah semakin
          pelan jika gembala semakin jauh dari domba.
        - Pada saat anak bersuara dengan volume yang paling maksimal,
          saat itulah gembala berada sangat dekat dengan domba yang
          hilang dan dapat segera menebak siapakah domba yang hilang
          itu. Beri kesempatan kepada gembala untuk menebak tiga kali.

     Kreasi ini akan membuat anak-anak bernyanyi dengan penuh
     sukacita. Jangan lupa, kita perlu menekankan makna perumpamaan
     domba yang hilang dan kesetiaan Sang Gembala Agung, Yesus
     Kristus, yang terus mencari domba-domba yang hilang.

  2. Kreasi gerak.
     -------------
     Lagu dinyanyikan sambil melakukan gerakan yang sesuai dengan isi
     teks lagunya. Misalnya lagu "King Kong Badannya Besar".

  3. Kreasi tepuk tangan.
     --------------------
     Cepat-lambatnya, keras-lembutnya tepuk tangan dapat diatur dan
     divariasi sedemikian rupa, sehingga menghasilkan suasana pujian
     yang menarik. Anda dapat menggunakan kreasi "Gembala Mencari
     Domba yang Hilang" (yang sudah dijelaskan sebelumnya).

  4. Kreasi olah vokal.
     ------------------
     Keras-lembutnya lagu dapat diatur sedemikian rupa, sehingga
     menghasilkan suasana yang menarik dan penuh sukacita. Contohnya:
     kreasi "Gembala Mencari Domba yang Hilang".

  5. Kreasi lagu untuk ayat hafalan.
     -------------------------------
     Agar suasana saat menghafalkan ayat menjadi menarik, salah satu
     cara yang dapat dilakukan yaitu dengan mengemasnya dalam satu
     kreasi lagu.

     Contoh: Aku Anak Raja
     ---------------------
     Lagu: Aku anak Raja, Engkau anak Raja, kita semua anak Raja. (2x)
           Halleluya, puji Tuhan (3x), halleluya.
           Halleluya, puji Tuhan (3x), halleluya.

     Buatlah sebuah mahkota. Nyanyikan lagu di atas sambil mengedarkan
     mahkota tersebut dari anak satu ke anak lainnya (setiap anak
     memakaikan mahkota tsb. kepada teman di sampingnya). Pada akhir
     lagu, siapa yang mendapatkan mahkota harus maju dan membaca
     keras-keras ayat hafalan yang sudah ditentukan minggu lalu.
     Kreasi ini bermanfaat bagi anak-anak, sekaligus memacu mereka
     untuk lebih giat menghafalkan ayat.

  6. Kreasi penyajian dengan alat bantu.
     -----------------------------------
     Alat bantu yang dapat digunakan antara lain:
        - Sistem karaoke dengan kaset karaoke (anak-anak tinggal
          menyanyi mengikuti iringan kaset).
        - Alat peraga untuk menuliskan syair dari lagu tersebut.
        - Boneka tangan.

  Kreasi yang sudah dibahas di atas dapat Anda kembangkan sendiri.
  Lagu-lagu yang digunakan pun dapat Anda ganti dengan lagu yang lain.
  Tidak harus menggunakan lagu yang sudah dijadikan contoh di atas.

  Selamat berkreasi!

  Bahan diedit dari sumber:
  1. Judul Buku        : Mengajar Sekolah Minggu yang Kreatif
     Judul Artikel Asli: Kreasi dalam Pujian Agar Menarik
     Pengarang         : Paulus Lie
     Penerbit          : Yayasan Andi, Yogyakarta, 1997
     Halaman           : 2 - 5 dan 13

  2. Tim Redaksi


**********************************************************************
o/ BAHAN MENGAJAR

                  MEMUJI TUHAN DENGAN PENUH SUKACITA
                  ==================================

  Persiapan:
  ----------
  Mintalah salah seorang pemain gitar untuk memainkan gitarnya dengan
  suara sumbang untuk mengiringi dua anak yang sedang menyanyikan
  "Memuji Tuhan Selalu".

  Pembacaan Alkitab:
  ------------------
  Mazmur 100:1-4.

  Penyampaian:
  ------------
  Kita akan mendengarkan sebuah lagu spesial; dengarkanlah baik-baik.

  [Mintalah dua anak menyanyikan "Memuji Tuhan Selalu" diiringi gitar
  yang sumbang yang dibunyikan keras-keras.]

  Bagaimana pendapat kalian tentang lagu spesial ini? Apakah ada
  sesuatu yang tidak beres?

  Gitar ini seperti hidup kita. Kita tak dapat menyanyikan lagu-lagu
  penyembahan kepada Yesus apabila ada sesuatu yang sumbang atau ada
  dosa dalam hidup kita. Lagu yang baru saja kita dengarkan itu akan
  dapat lebih dinikmati apabila kesalahannya dibetulkan. Si "A", coba
  setem gitarmu. Sekarang mari kita dengar betapa jauh lebih baik
  nyanyian itu apabila tidak ada yang sumbang lagi.

  [Nyanyikan lagu pujian "Memuji Tuhan Selalu" dengan gitar yang sudah
  disetem dan tidak sumbang lagi.]

  Kedengaran lebih baik, bukan?

  Marilah kita baca bersama Mazmur 100:4.

  Bangsa Israel pergi ke gereja yang kelihatannya berbeda sekali
  dengan gereja yang kalian datangi. Umat Allah masuk melalui pintu
  gerbang ke pelataran-Nya untuk menyembah Tuhan. Hanya Imam Besar
  sajalah yang dapat berbicara dengan Tuhan. Tetapi sekarang, melalui
  Yesus Kristus, kita dapat berdoa dan bercakap-cakap langsung kepada
  Allah di gereja atau ketika kita berada di rumah.

  Allah meminta supaya kita masuk ke pintu gerbang-Nya dengan nyanyian
  syukur dan ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian. Dengan kata
  lain, kita tidak hanya hidup penuh sukacita di rumah saja, tetapi
  juga sewaktu datang ke rumah-Nya kita harus penuh sukacita dan
  syukur.

  Allah sangat berkenan dengan sukacita kita.

  Pernahkah secara tiba-tiba ibu menyuruh kalian melakukan sesuatu
  untuk menolongnya pada saat kalian sedang merasa gembira dan bermain
  dengan sahabatmu? Sering terjadi kita malah membantah bu kita,
  sampai dia terpaksa berbicara dengan tegas, "Jika kau tak mau
  melakukannya, kau akan dihukum!" Akhirnya kalian melakukan apa yang
  disuruh ibu, tetapi wajah kalian terlihat begitu buruk, lubuk hatimu
  terasa kekeringan dan ketidaksenangan. Kalau saja kalian sejenak
  meninggalkan kegiatan kalian dan melakukan dengan senang hati apa
  yang ibu kalian suruh, pasti semuanya akan merasa lebih senang.

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku        : Buku Pintar Sekolah Minggu, Jilid 2
  Judul Artikel Asli: Beribadah dengan Penuh Sukacita
  Penerbit          : Penerbit Gandum Mas, Malang, 1996
  Halaman           : 68

**********************************************************************
o/ DARI ANDA UNTUK ANDA

  Dari: Yuniar Ananda W. <yuniar@>
  >Terima kasih atas kiriman e-BA yang sudah dikirimkan pada saya.
  >Kiranya pelayanan ini dapat semakin diberkati dan dipakai lebih
  >luarbiasa lagi.
  >Salam kasih,
  >Yuni

  Redaksi:
  'Ma kasih banyak atas dukungannya, ya ... :) Kami berdoa agar Tuhan
  memakai pelayanan kami ini untuk memberikan semangat yang baru
  terus-menerus kepada guru-guru Sekolah Minggu yang melayani anak-
  anak Tuhan di mana pun mereka ada.

  Bagi Anda yang ingin agar lebih banyak lagi guru-guru SM mendapat
  berkat dari e-BinaAnak, ajaklah mereka untuk ikut bergabung dan
  mendaftarkan diri dengan mengirimkan alamat e-mail mereka kepada
  kami. Kami akan daftarkan mereka menjadi pelanggan tetap e-BinaAnak.

**********************************************************************
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke:   <unsubscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak:    http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen:  http://www.sabda.org/pepak/
**********************************************************************
              Staf Redaksi: Davida, Oeni, Ratri, dan Poer
       Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
              Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                   Copyright(c) e-BinaAnak 2003 YLSA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org