Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/124

e-BinaAnak edisi 124 (30-4-2003)

Doktrin: Alkitab

     ><>  Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak  <><


Daftar Isi:                                       Edisi 124/April/2003
-----------
 o/ SALAM DARI REDAKSI
 o/ ARTIKEL              : Wahyu Khusus dan Alkitab
 o/ TIPS MENGAJAR (1)    : Memulai Penggunaan Alkitab
 o/ TIPS MENGAJAR (2)    : Membawa Murid untuk Memiliki Hubungan
                               dengan Alkitab
 o/ BAHAN MENGAJAR       : Referensi untuk Mengajar tentang Doktrin
                               Alkitab
 o/ AKTIVITAS            : Pembacaan Alkitab dengan Kreasi Dialog
 o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Usul untuk Memuat Profil Sekolah Minggu

**********************************************************************
 Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
    <submit-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak@xc.org>
**********************************************************************
o/ SALAM DARI REDAKSI

  Salam damai dalam kasih Kristus,

  Sebagai edisi terakhir untuk tema "Mengajarkan Doktrin kepada Anak",
  maka minggu ini e-BinaAnak akan membahas tentang "Doktrin Alkitab".
  Alkitab adalah Firman yang datang dari Allah sendiri, dan sejak
  kecil anak-anak sudah harus diberi pengertian mengenai hal itu.
  Jangan biarkan mereka menganggap bahwa Alkitab hanyalah "buku
  kumpulan cerita kuno" yang biasa digunakan guru SM di kebaktian
  SM. Beritahukan kepada mereka apakah Alkitab itu dan apa yang
  diajarkannya. Gunakanlah cara-cara sederhana dalam mengajar, yaitu
  yang pengertian sesuai dengan tingkat perkembangan intelektual
  mereka.

  Untuk membantu Anda mengajar memperkenalkan Alkitab kepada anak-
  anak, simaklah sajian-sajian kami edisi ini. Selain sebuah Artikel
  untuk guru-guru SM, kami sajikan juga dua Tips Mengajar yang akan
  menolong guru mengerti bagaimana "Memulai Penggunaan Alkitab" serta
  langkah-langkah untuk "Membawa Murid untuk Memiliki Hubungan dengan
  Alkitab". Sebelum mengajar mengenai Alkitab ada baiknya jika Anda
  mempelajari terlebih dahulu beberapa hal seputar Alkitab melalui
  buku-buku yang kami referensikan dalam Bahan Mengajar minggu ini.
  Satu ide/contoh aktivitas berupa "Pembacaan Alkitab dengan Kreasi
  Dialog" juga sangat tepat dipakai untuk lebih menarik minat anak
  dalam membaca Alkitab.

  Oke, kiranya sajian-sajian tersebut dapat membantu Anda mengajarkan
  tentang Alkitab secara lebih mendalam kepada anak-anak SM Anda.
  Semakin banyak Anda mengajarkan Alkitab kepada mereka, semakin besar
  kesempatan anak-anak SM untuk dekat dengan Allah.

  Selamat melayani!

  Tim Redaksi

                 "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan
                 terang bagi jalanku." (Mazmur 119:105)
          < http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Mazmur+119:105 >


**********************************************************************
o/ ARTIKEL (1)

  Sebelum mengajarkan doktrin tentang Alkitab kepada anak-anak,
  simaklah terlebih dahulu artikel berikut ini, karena sebelum Anda
  mengajar, baiklah jika Anda lebih dahulu memiliki bekal yang cukup.
  Selamat belajar!

                       WAHYU KHUSUS DAN ALKITAB
                       ========================

  Pada waktu Tuhan Yesus dicobai oleh setan di padang gurun, Ia
  menghardik setan dengan perkataan: "Ada tertulis: Manusia hidup
  bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari
  mulut Allah." (Matius 4:4). Secara historis, gereja telah meneruskan
  pengajaran Tuhan Yesus dengan meneguhkan bahwa Alkitab merupakan
  "vox Dei" (yaitu "suara Allah") atau "verbum Dei" (yaitu "Firman
  Allah"). Menyebut Alkitab sebagai Firman Allah tidak menyatakan bahwa
  Alkitab ditulis oleh tangan Allah sendiri atau Alkitab itu jatuh
  dari sorga dengan parasut. Alkitab itu sendiri menyatakan ada banyak
  penulis manusia yang menulis Alkitab. Apabila kita mempelajari
  Firman Allah dengan teliti, maka kita dapat melihat bahwa setiap
  manusia yang menulis memiliki gaya bahasa masing-masing,
  perbendaharaan bahasa sendiri, penekanan sendiri, perspektif sendiri
  dan lain sebagainya. Apabila Alkitab dinyatakan sebagai hasil karya
  manusia, bagaimana Alkitab dapat dikatakan sebagai Firman Allah?

  Alkitab disebut sebagai Firman Allah oleh karena pengakuan dari
  Alkitab yang menyatakan bahwa penulis tidak sekedar menyatakan
  pemikiran mereka. Perkataan mereka diinspirasikan oleh Allah.
  Rasul Paulus menulis: "Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang
  bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk
  memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran."
  (2Timotius 3:16). Kata inspirasi diterjemahkan dari kata Yunani
  "dinafaskan oleh Allah". Allah menafaskan Alkitab, sama halnya
  dengan kita mengeluarkan nafas dari mulut kita pada waktu kita
  berbicara, jadi dapat dikatakan bahwa Allah berbicara melalui
  Alkitab.

  Meskipun Firman Tuhan datang kepada kita melalui penulisan tangan
  manusia, tetapi sumber utamanya adalah Allah. Sebagaimana halnya
  para nabi berkata: "Demikianlah Firman Tuhan". Dan Tuhan Yesus juga
  berkata: "firman-Mu adalah kebenaran" (Yohanes 17:17b), dan Firman
  Tuhan tidak dapat dibatalkan (Yohanes 10:35).

  Kata inspirasi juga berkaitan dengan proses, dimana Roh Kudus
  membimbing penulisan Firman Tuhan. Roh Kudus membimbing para penulis
  sehingga kata-kata mereka merupakan Firman Allah. Kita tidak tahu
  bagaimana cara Allah membimbing penulisan pertama dari Alkitab.
  Tetapi yang pasti inspirasi tidak berarti bahwa Allah mendikte pesan-
  pesannya pada mereka yang menulis Alkitab. Apa yang terjadi adalah
  Roh Kudus mengkomunikasikan Firman Allah kepada penulis manusia.

  Orang Kristen mengakui ketidaksalahan dari Alkitab oleh karena Allah
  merupakan Penulis utama dari Alkitab, dan oleh karena itu, Allah
  tidak mungkin menginspirasikan hal yang salah. Firman-Nya adalah
  benar dan dapat dipercaya. Setiap literatur yang secara normal
  dihasilkan oleh manusia ada kemungkinan salah, tetapi Alkitab bukan
  merupakan hasil produksi manusia secara normal. Apabila Alkitab
  diinspirasikan dan dibimbing proses penulisannya oleh Allah, maka
  Alkitab tidak dapat salah.

  Ini tidak berarti bahwa terjemahan Alkitab yang kita miliki sekarang
  ini tanpa kesalahan, tetapi yang dimaksudkan di sini adalah
  manuskrip yang asli secara mutlak adalah benar. Ini tidak berarti
  juga bahwa setiap pernyataan di Alkitab adalah benar. Misalnya:
  penulis dari kitab Pengkhotbah menyatakan bahwa "Segala sesuatu yang
  dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga,
  karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam
  dunia orang mati, ke mana engkau akan pergi." (Pengkhotbah 9:10).
  Penulis berbicara dari sudut pandang keputusasaan manusia. Apabila
  kita melihat bagian lain dari Firman Tuhan maka kita mengetahui
  bahwa pernyataan itu tidak benar. Namun dalam hal ini Alkitab
  berbicara tentang kebenaran, yaitu kebenaran tentang pemikiran yang
  salah dari seseorang yang putus asa.

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul buku : Kebenaran-kebenaran Dasar Iman Kristen
  Pengarang  : R.C. Sproul
  Penerbit   : Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang, 1997
  Halaman    : 17 - 18


**********************************************************************
o/ TIPS MENGAJAR (1)

                      MEMULAI PENGGUNAAN ALKITAB
                      ==========================

  Sekalipun anak-anak belum belajar membaca, mereka dapat diberi
  pengalaman yang menyenangkan dengan Alkitab. Maka pada saat mereka
  mulai dapat membaca, mereka dapat mulai membaca Alkitab sendiri.
  Ketrampilan dasar membaca Alkitab dapat diajarkan kepada setiap anak
  yang mulai belajar membaca. Meskipun Alkitab merupakan buku yang
  tebal, dan tampak menyeramkan, pembaca pemula perlu dimotivasi untuk
  menguasai ketrampilan membaca Alkitab sehingga mereka akan
  sepenuhnya menikmati kemungkinan-kemungkinan untuk "menemukan"
  sendiri. Anak-anak yang lebih besar, yang memiliki kesukaran dalam
  membaca juga memperoleh manfaat dari pengalaman ini, sejauh mereka
  tidak tertekan atau merasa tidak mampu melakukannya. Untuk lebih
  mendorong anak-anak mulai menggunakan Alkitab, simaklah petunjuk
  berikut ini:

   1. Melihat ayat-ayat bersama orang dewasa.
      ---------------------------------------
      Ajaklah anak untuk sejenak membuka bagian Alkitab yang memuat
      ayat-ayat atau kisah tersebut, bukan hanya membacakan kutipan
      atau mengulang ayat-ayat itu dengan kata-kata sendiri. Tunjukkan
      ayat atau paragraf sambil memberitahu anak itu, "Di sinilah
      terdapat apa yang Alkitab katakan ..." Sebagian orangtua dan
      guru merasakan manfaat menggarisbawahi atau mewarnai ayat-ayat
      yang mereka rujuk. Jika anak tertarik pada huruf, kata dan nama,
      tunjukkan beberapa kata kunci di halaman itu. "Ini nama Yesus.
      Nama Yesus dimulai dengan sebuah huruf 'Y', seperti pada nama
      Yanto dan Yanti. Lihat persis di bawah jari saya dan lihat
      apakah kamu dapat menemukan nama Yesus lagi. Baik sekali!", 2. Temukan kata-kata yang akrab bagi anak.
      ---------------------------------------
      Dengan mengacu pada satu perikop, kebanyakan pembaca pemula
      dapat menemukan paling sedikit satu atau bahkan lebih kata yang
      akrab baginya. Bahkan jika yang diketahui anak hanya "di," "ke"
      atau "dari," ia tetap merasa berhasil berbuat sesuatu. Jika
      perlu, beri sedikit petunjuk untuk menolongnya menemukan kata
      atau nama yang lebih berarti: "Lihat pada nama Daud. Daud
      dimulai dengan sebuah huruf besar 'D'.", 3. Perhatikan judul kitab.
      -----------------------
      Sambil melihat sebuah perikop, perhatikan nama kitab pada bagian
      atas halaman tersebut. Bahkan jika nama itu terlalu sukar untuk
      dibaca anak, tunjuklah pada tulisan judul itu saat Anda
      membacanya keras-keras. Hal ini membantunya membangun perasaan
      akrab pada Alkitab, dan membiasakan anak mengacu pada nama-nama
      kitab untuk memperoleh informasi yang bermanfaat.

   4. Perhatikan kitab-kitab yang mendahului dan mengikuti.
      -----------------------------------------------------
      Biasakan untuk memperhatikan kitab-kitab yang berdekatan dengan
      kitab yang sedang kita baca. Ini membantu anak memperoleh
      pengertian mengenai urutan kitab dan pada saatnya amat
      membantunya membaca dengan cepat halaman-halaman yang ada di
      Alkitab.

   5. Tentukan letak kitab itu.
      -------------------------
      Kebanyakan anak-anak usia enam tahun ke atas dapat belajar
      memakai daftar isi di halaman depan Alkitab untuk menentukan
      letak sebuah kitab. Akan lebih menolong jika Alkitab anak itu
      memiliki daftar isi sesuai urutan halaman menurut abjad, tidak
      hanya urutan standar seperti yang ada selama ini.

   6. Sebuah jalan pintas.
      --------------------
      Untuk menemukan kitab-kitab tertentu, pertama-tama mintalah anak
      memegang Alkitab erat-erat, kemudian suruh ia membukanya sebisa
      mungkin bagian tengah Alkitab. Pada kebanyakan Alkitab, anak
      akan menemukan kitab Mazmur atau Amsal. (Alkitab yang memiliki
      konkordansi pada bagian belakang dapat sedikit menolong.) Teknik
      ini amat menolong, karena banyak ayat Alkitab yang akrab dengan
      anak-anak dapat ditemukan dalam Mazmur atau Amsal. Berikutnya,
      suruh anak itu memegang separuh bagian pertama dan membaginya
      menjadi dua. Pada kebanyakan Alkitab, anak akan sampai pada
      kitab 1Samuel atau didekatnya. Beberapa halaman di depannya akan
      membawa anak pada cerita Hakim-hakim (Debora, Gideon, Samson dan
      sebagainya) dan Rut. Dan dengan segera tampil kisah-kisah
      Samuel, Saul dan Daud, diikuti cerita raja-raja dan nabi-nabi.
      Akhirnya, suruh anak itu membagi paruh kedua Alkitab. Pada
      kebanyakan Alkitab, anak akan sampai pada kitab Matius, dan ini
      adalah cara yang paling mudah untuk mengetahui lokasi cerita-
      cerita kehidupan Yesus.

   7. Menentukan letak ayat.
      ----------------------
      Hanya perlu waktu sebentar untuk mengajarkan kepada anak
      bagaimana kitab-kitab dibagi dalam pasal-pasl dan ayat-ayat
      untuk mempermudah menemukan sebuah ayat atau kisah. Tunjukkan
      pembagian pasal, dan juga nomor pasal, pada bagian atas halaman.
      Dalam sebuah pasal, mintalah anak menemukan angka-angka yang
      lebih kecil yang menandai permulaan ayat.

   8. Temukan jawabannya.
      -------------------
      Saat ketrampilan membaca meningkat, anak-anak dengan cepat mampu
      membaca sebagian besar kata dalam ayat-ayat Alkitab. (Nama-nama
      dan kata-kata berhuruf besar terkadang mendatangkan kesukaran
      bagi mereka.) Tetapi bagi pembaca pemula mereka seringkali harus
      memusatkan banyak energi hanya untuk "membaca" kata-kata,
      sehingga jarang terjadi mereka dapat memahami arti kata-kata
      itu. Bahkan bagi yang sudah pandai membaca, mereka tidak secara
      otomatis membaca guna memperoleh informasi, khususnya ketika hal
      itu ditugaskan oleh guru atau orangtua.

      Untuk mendorong anak mencari arti dari apa yang ia baca, ajukan
      pertanyaan, dan biarkan anak itu menemukan jawaban melalui ayat-
      ayat yang dibaca. Respon anak mula-mula mungkin hanyalah membaca
      ayat itu, kemudian mendongak ke atas dengan ekspresi yang
      mengatakan, Saya kira jawabannya ada di situ. Ibu pasti tahu.
      Dorongan lebih lanjut seringkali dibutuhkan untuk membuat anak
      meneliti ayat itu lagi, kali ini untuk mencari kata atau kata-
      kata yang memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.

   9. Menceritakan kembali sebuah ayat.
      ---------------------------------
      Salah satu cara terbaik untuk menguji pemahaman anak akan sebuah
      ayat atau pernyataan adalah meminta ia mengutarakannya kembali
      dengan kata-katanya sendiri. Cara yang baik untuk meminta mereka
      melakukan hal ini adalah dengan bertanya, "bagaimana kamu
      menyampaikan arti ayat ini kepada anak yang lebih kecil?" atau
      "Bagaimana kamu menjelaskan kisah ini kepada seorang teman yang
      belum pernah mendengarnya?", 10. Terapkan pokok pikirannya.
      --------------------------
      Terlepas dari anak itu belum dapat membaca, baru belajar membaca
      atau sudah pandai membaca, sediakanlah selalu waktu untuk
      memikirkan bersama bagaimana isi Alkitab itu dapat diterapkan
      dalam kehidupan sehari-hari. Tidak akan pernah cukup hanya
      belajar apa yang dikatakan Alkitab atau bahkan apa maknanya.
      Kita harus terus-menerus mendorong anak untuk mencari apa yang
      harus kita lakukan berkaitan dengan apa yang kita baca.
      Mengajukan pertanyaan merupakan cara efektif untuk merangsang
      pemikiran tentang implikasi yang telah didengar atau dibaca:
         - "Menurutmu apa pentingnya kita mengetahui ayat/kisah ini?"
         - "Apa yang dapat kita lakukan agar dapat menunjukkan bahwa
           kita sudah belajar hidup sesuai dengan yang diajarkan
           ayat/kisah ini?"
         - "Siapa yang kamu kenal yang dapat menjadi contoh yang baik
           bagi ayat/kisah yang tadi diajarkan?"

  Sumber:
  Judul Buku: Mengenalkan Allah kepada Anak
  Pengarang : Wes Haystead
  Penerbit  : Yayasan Gloria, Yogyakarta, 1998
  Halaman   : 106 - 108


**********************************************************************
o/ TIPS MENGAJAR (2)

    BAGAIMANA MEMBAWA MURID UNTUK MEMILIKI HUBUNGAN DENGAN ALKITAB
    ==============================================================

  "Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku."
  (Mazmur 119:105)

  Memiliki hubungan yang dekat dengan Firman Allah merupakan suatu
  kewajiban tidak tertulis yang harus dilakukan oleh anak-anak Tuhan,
  termasuk murid-murid Anda yang masih berusia belia. Sebagai guru,
  Anda mempunyai hak istimewa dan tanggung jawab untuk memimpin murid-
  murid Anda sehingga mereka mengerti bahwa Alkitab yang adalah Firman
  Tuhan begitu berharga dan dapat dijadikan bahan pelajaran sepanjang
  hidup mereka. Firman Tuhan harus diberi sebuah tempat yang paling
  utama, baik dalam kelas maupun di rumah dalam pembacaan Alkitab yang
  telah ditentukan.

  Sikap Anda terhadap Firman Tuhan akan tercermin dalam kehidupan
  murid-murid Anda. Bahkan guru yang mengajar anak-anak kecil harus
  memegang Alkitab sementara ia membawakan satu cerita. Ia harus
  sering mengulangi, "Kita membaca ini dari Alkitab kita." Sedikit
  demi sedikit anak-anak belajar bahwa memang ada sesuatu yang sangat
  istimewa dari Kitab itu. Pimpinlah murid-murid Anda untuk menjadi
  para penemu kebenaran sementara mempelajari Alkitab bersama-sama.
  Suruh mereka menyelidiki Alkitab untuk mendapat jawaban.

  Beritahukanlah bahwa mereka dapat menemukan pemecahan bagi persoalan
  sehari-hari mereka di dalam Alkitab. Jadikanlah kelas Anda sebuah
  kelas pemahaman Alkitab yang dapat membawa murid-murid Anda memiliki
  hubungan yang dekat dengan Alkitab, dengan langkah-langkah sebagai
  berikut:

  1. Ajarlah setiap murid untuk menghargai dan menerima Alkitab
     sebagai Firman Allah yang diilhamkan melalui Roh Kudus.

  2. Pimpinlah dia untuk mempelajari, mengenal, dan menyenangi
     Alkitab.

  3. Tolonglah dia supaya dapat menggunakan Alkitab dengan kecakapan
     yang semakin bertambah sebagai satu pedoman praktis untuk
     kehidupan sehari-hari, dan dengan demikian menjadikan ajaran-
     ajarannya sebagai dasar filsafat kehidupan mereka.

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku        : Pola Mengajar Sekolah Minggu
  Judul Asli Artikel: Membawa Murid Memiliki Hubungan dengan Alkitab
  Penulis           : Mavis L. Anderson
  Penerbit          : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1993
  Halaman           : 23


**********************************************************************
o/ BAHAN MENGAJAR

           REFERENSI UNTUK MENGAJAR TENTANG DOKTRIN ALKITAB
           ================================================

  Berikut ini referensi buku-buku yang dapat Anda gunakan untuk
  melengkapi pengetahuan terhadap doktrin "Alkitab" agar Anda dapat
  lebih baik lagi mengajarkan doktrin ini kepada anak-anak.

  1. Judul Buku: Mengenali Kebenaran
     Pengarang : Bruce Milne
     Penerbit  : PT BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1993
     CD-SABDA  : 2Topik 201039 ... ;  Buku = Topik 201000-201393

     Bab 3 membahas secara detail mengenai Alkitab yang membahas a.l.
     mengenai Alkitab: Bentuk Nyata dari Penyataan Khusus; Alkitab
     sebagai firman Allah yang Tertulis; Pengilhaman Alkitab;
     Penafsiran Alkitab, dll.

  2. Judul Buku: Dasar yang Teguh
     Pengarang : J. W. Brill
     Penerbit  : Yayasan Kalam Hidup, Bandung
     CD-SABDA  : 2Topik 200508 ... ;  Buku = Topik 200500-200831

     "Asas Pengajaran" tentang Alkitab ada dalam Bab 1. Beberapa
     bahasan yang dapat Anda pelajari yaitu mengenai Perjanjian Lama
     dan Penulisnya Menyatakan; Alkitab Diilhami dan Diwahyukan Allah;
     Perjanjian Baru dan Penulisnya Menyatakan; Alkitab Diilhami dan
     Diwahyukan Allah; Kekanonan di dalam Alkitab.

  3. Judul Buku: Penerapan Praktis Pola Hidup Kristen
     Penerbit  : Kerjasama antara Penerbit Gandum Mas, Malang, Yayasan
                 Kalam Hidup, Bandung, dan YAKIN, Surabaya, 2002

     Bab 16 (Alkitab: Firman Allah) -- Berisi a.l. mengenai
     Mempercayai dan Menafsirkan Alkitab; Pentingnya Pendalaman
     Alktab, Lima Kunci untuk Mempelajari Alkitab; Menghidupkan
     Kiasan-kiasan Alkitab, dll.

  Masih banyak lagi referensi yang lain. Jika Anda berminat untuk
  mendapatkan referensi dari kami, silakan kirimkan e-mail Anda ke:
==>  staf-BinaAnak@sabda.org
==>  Subject: Pustaka Doktrin Alkitab

  Tim Redaksi


**********************************************************************
o/ AKTIVITAS

                PEMBACAAN ALKITAB DENGAN KREASI DIALOG
                ======================================

  Penjelasan/Persiapan:
  ---------------------

  1. Karena kreasi ini bersifat dialog, maka hanya tepat untuk perikop
     dalam Alkitab yang berupa dialog.

  2. Anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jumlah
     tokoh yang terlibat dalam dialog tersebut ditambah satu kelompok
     narator.

  3. Pada kreasi ini, guru SM dapat berperan sebagai narator.

  4. Sebelum kreasi ini dipraktekkan, guru terlebih dulu memberi
     penjelasan bahwa anak-anak harus membaca dengan penghayatan dan
     memberi contoh singkat.

  Akitvitas:
  ---------
  Contoh Bacaan    : Matius 21:23-27
  Narator          : Guru
  Yesus            : Kelompok I
  Imam-imam kepala : Kelompok II

  Narator     : Lalu Yesus masuk ke Bait Allah, dan ketika Ia mengajar
                di situ, datanglah imam-imam kepala serta tua-tua
                bangsa Yahudi kepada-Nya, dan bertanya:

  Imam kepala : "Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu?
                Dan siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu?"

  Narator     : Jawab Yesus kepada mereka:

  Yesus       : "Aku juga akan mengajukan satu pertanyaan kepadamu dan
                jikalau kamu memberi jawabnya kepada-Ku, Aku akan
                mengatakan juga kepadamu dengan kuasa manakah Aku
                melakukan hal-hal itu. Dari manakah baptisan Yohanes?
                Dari sorga atau dari manusia?"

  Narator:      Mereka memperbincangkannya di antara mereka, dan
                berkata:

  Imam kepala : "Jikalau kita katakan: Dari sorga, Ia akan berkata
                kepada kita: Kalau begitu, mengapakah kamu tidak
                percaya kepadanya? Tetapi jikalau kita katakan: Dari
                manusia, kita takut kepada orang banyak, sebab semua
                orang menganggap Yohanes ini nabi."

  Narator     : Lalu mereka menjawab Yesus:

  Imam kepala : "Kami tidak tahu."

  Narator     : Dan Yesus pun berkata kepada mereka:

  Yesus       : "Jika demikian, Aku juga tidak mengatakan kepadamu
                dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu."

  Silakan Anda mencoba dengan perikop yang lain dalam Alkitab.

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku: Metode Anak Aktif dalam Bercerita dan Membaca Alkitab
  Pengarang : Paulus Lie
  Penerbit  : Yayasan Andi, Yogyakarta, 2002
  Halaman   : 78 - 79


**********************************************************************
o/ DARI ANDA UNTUK ANDA

  Dari: Hermawan <herman@>
  >Saya mau usul, gimana kalau e-BinaAnak membahas secara berkala,
  >mungkin 1 atau 2 bulan sekali mengenai kegiatan/profil sebuah SM.
  >Misalnya tentang gurunya, programnya, muridnya, kegiatannya, dll.
  >Redaksi bisa meminta data dari para pembaca yang ingin SM nya
  >ditampilkan dalam e-BinaAnak. Itu saja usul saya, semoga bisa
  >menjadi berkat bagi kita semua. Selamat melayani!

  Redaksi:
  Kami sangat berterimakasih atas usulan Anda yang sangat menarik itu.
  Jika ada SM yang ingin menampilkan profilnya dalam e-BinaAnak, tentu
  saja hal itu akan dapat menjadi ajang pertukaran ide. Kami yakin
  banyak guru-guru SM akan tertarik untuk saling belajar dari
  pelayanan SM masing-masing.

  Dalam kesempatan ini kami ingin minta tanggapan dari para rekan
  pembaca e-BinaAnak mengenai usulan dari Saudara Hermawan ini.
  Apakah Anda setuju dan apa alasannya? Silakan kirimkan respon Anda
  ke:
==> staf-BinaAnak@sabda.org


**********************************************************************
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke:   <unsubscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak:    http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen:  http://www.sabda.org/pepak/
**********************************************************************
              Staf Redaksi: Davida, Oeni, Ratri, dan Poer
       Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
              Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                   Copyright(c) e-BinaAnak 2003 YLSA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org