Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/98

e-BinaAnak edisi 98 (23-10-2002)

Hasil Penginjilan untuk Anak

     ><>  Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak  <><


Daftar Isi:                                     Edisi 098/Oktober/2002
-----------
   o/ SALAM DARI REDAKSI
   o/ ARTIKEL (1)          : Memelihara Hasil Penginjilan
   o/ ARTIKEL (2)          : Hadiah Tambahan
   o/ TIPS MENGAJAR        : Pekerjaan Roh Kudus dalam Hal Menempelak
   o/ BAHAN MENGAJAR       : Buah yang Baik
   o/ DARI MEJA REDAKSI    : Edisi 100 e-BinaAnak
   o/ DARI ANDA UNTUK ANDA : Surat dari Anggota Baru

**********************************************************************
  Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
     <submit-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak@xc.org>
**********************************************************************
o/ SALAM DARI REDAKSI

  Salam sejahtera dalam kasih Kristus,

  Ada saat menabur, ada pula saat untuk menuai. Begitu juga dengan
  setiap penginjilan yang kita lakukan dalam Sekolah Minggu. Pekerjaan
  'menuai' tidak selalu berarti bahwa hasil penginjilan itu dapat kita
  lihat secara fisik, karena ada yang dengan cepat dapat dilihat, tapi
  tidak sedikit yang lambat. Walaupun begitu, harus selalu diingat
  bahwa hasil penginjilan harus dipelihara dan dirawat dengan baik,
  sebab kalau tidak iblis, yang sudah mengintip di depan pintu, akan
  mencuri kembali anak-anak yang telah dimenangkan. Iblis sering kali
  akan bekerja lebih keras daripada kita, oleh karena itu kita harus
  betul-betul waspada.

  Apabila penginjilan sudah dilakukan dan mulai menampakkan hasil, apa
  yang harus kita lakukan? Apakah cukup hanya sampai di situ? Kegiatan
  apa saja yang bisa dilakukan untuk memelihara mereka? Anda akan
  dapat menemukan jawabannya dalam edisi e-BinaAnak minggu ini. Simak
  juga kolom Tips dan Bahan Mengajar yang kami harap dapat menjadi
  berkat bagi pelayanan Anda.

  Selamat melayani!

  Tim Redaksi


     "Inilah arti perumpamaan itu: Benih itu ialah firman Allah.

     "Yang jatuh di pinggir jalan itu ialah orang yang telah
     mendengarnya, kemudian datanglah Iblis lalu mengambil firman
     itu dari dalam hati mereka, supaya mereka jangan percaya dan
     diselamatkan.

     "Yang jatuh di tanah yang berbatu-batu itu ialah orang yang
     setelah mendengar firman itu, menerimanya dengan gembira,
     tetapi mereka itu tidak berakar, mereka percaya sebentar saja
     dan dalam masa pencobaan mereka murtad.

     "Yang jatuh dalam semak duri ialah orang yang telah mendengar
     firman itu, dan dalam pertumbuhan selanjutnya mereka terhimpit
     oleh kekuatiran dan kekayaan dan kenikmatan hidup, sehingga
     mereka tidak menghasilkan buah yang matang.

     "Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah
     mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan
     mengeluarkan buah ketekunan."                    (Lukas 8:11-15)

           < http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Lukas+8:11-15 >


**********************************************************************
o/ ARTIKEL (1)

                     MEMELIHARA HASIL PENGINJILAN
                     ============================

  PENTINGNYA TINDAK LANJUT

  Kita merasa kaget dan ngeri bila mendengar tentang seorang bayi yang
  baru lahir ditinggalkan terlantar oleh orangtuanya. "Sampai hati
  mereka berbuat seperti itu" kita akan berkata. Tetapi bukankah kita
  juga sering meninggalkan "anak-anak terlantar" dalam gereja?
  Bagaimana dengan anak-anak yang telah menerima Kristus pada
  kebangunan rohani yang baru lewat? Atau anak belasan tahun yang
  berlutut dan menerima Yesus dua minggu yang lalu? Apakah mereka
  tidak sampai bertumbuh dalam kehidupan Kristen karena pengalaman
  yang dangkal atau karena seseorang gagal dalam membimbing mereka
  langkah demi langkah menuju penyerahan yang lebih dalam kepada
  Kristus?

  Bagilah para pekerja menjadi beberapa kelompok kecil dan beri setiap
  kelompok itu salinan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini untuk
  pegangan diskusi mereka. Mungkin Saudara ingin agar semua kelompok
  itu membahas semua pertanyaan itu atau menugaskan beberapa
  pertanyaan saja kepada setiap kelompok. Tunjuklah seorang pemimpin
  dalam setiap kelompok itu untuk mengarahkan pembicaraan dan mencatat
  komentar kelompok itu.

  PERTANYAAN UNTUK DISKUSI

  1. Sebutlah beberapa kolompok/anak yang harus kita perhatikan dalam
     tindak lanjut!

  2. Bagaimana kita dapat memakai catatan-catatan untuk membantu kita
     dalam membuat tindak lanjut?

  3. Macam tindak lanjut yang bagaimana sajakah yang harus kita
     sediakan?

  4. Sebutlah cara yang terbaik untuk mendekati keluarga anak-anak
     yang berasal dari rumah tangga bukan Kristen! Apakah yang harus
     kita ingat dalam bercakap-cakap dengan orangtua yang belum
     diselamatkan tentang pengalaman pertobatan anak-anak mereka?

  5. Kegiatan penginjilan apakah yang dapat kita selenggarakan
     sepanjang tahun?

  6. Bagaimana kita dapat memelihara suasana dan kegirangan dari
     kegiatan penginjilan itu sesudah momen penginjilan lewat?

  7. Peristiwa-peristiwa dan kegiatan khusus apakah yang mungkin harus
     kita adakan untuk menahan orang-orang yang telah dicapai selama
     penginjilan?

  8. Bagaimana kita dapat mendorong pengunjung-pengunjung kebaktian
     penginjilan untuk mulai menghadiri Sekolah Minggu?

  Berilah waktu 15 menit kepada kelompok-kelompok untuk menyelesaikan
  pembicaraannya. Kemudian mintalah laporan masing-masing kelompok.
  Sesudah kelompok-kelompok itu memberikan laporannya, sampaikanlah
  bahan-bahan di bawah ini yang mungkin belum dikemukakan.

  KELOMPOK-KELOMPOK YANG MEMERLUKAN TINDAK LANJUT

  Seringkali kita berpikir bahwa orang yang baru bertobat membutuhkan
  tindak lanjut dan bimbingan, dan memang mereka memerlukannya. Tetapi
  ada juga orang lain yang membutuhkan perhatian kita. Misalnya saja,
  seorang Kristen yang membuat penyerahan baru kepada Kristus mungkin
  memerlukan seseorang untuk menolong dia bertindak sesuai dengan
  keputusannya itu. Orang-orang yang hadir dalam kegiatan penginjilan,
  tetapi tidak menanggapi undangan, harus ditindaklanjuti juga.
  Biarlah mereka dan keluarga mereka tahu bahwa kita senang atas
  kunjungan mereka dan akan senang jika mereka mengunjungi gereja
  kita lagi.

  1. Penggunaan catatan.
     -------------------
     Usaha-usaha untuk memelihara hasil-hasil usaha penginjilan
     dimulai dengan membuat dan memakai catatan yang teliti. Pastikan
     bahwa Saudara telah mempunyai semua informasi yang Saudara
     perlukan, misalnya nama (gereja dengan betul), alamat,
     keanggotaan gereja, keterangan keluarga, keputusan-keputusan yang
     telah dibuat, dan seterusnya. Saudara mungkin memerlukan buku
     catatan tersendiri bagi mereka yang datang untuk pertama kalinya
     sebagai tambahan pada daftar yang tetap.

     Kemudian Saudara harus menggunakan informasi ini. Pemimpin seksi
     tindak lanjut dapat menolong memberikan informasi ini kepada
     pekerja-pekerja yang bersangkutan. Pemimpin dan guru-guru SM
     harus memiliki nama-nama dari semua murid yang akan dijangkau.
     Setelah kegiatan penginjilan berakhir dan para pekerja menerima
     nama-nama calon murid yang harus dikunjungi, maka pemimpin
     hendaknya sering memeriksa apakah tindak lanjut itu dilaksanakan.

  2. Bentuk-bentuk tindak lanjut.
     ----------------------------
     Tindak lanjut ini dapat berbentuk kunjungan ke rumah, surat atau
     telepon kepada orangtua dan anaknya, selebaran berita kepada
     semua yang ada dalam daftar, undangan yang diposkan atau
     diantarkan sendiri untuk suatu kegiatan lain, dll. Traktat dan
     bahan bacaan lainnya untuk anak dan keluarga dapat juga dipakai
     dalam tindak lanjut.

  3. Mendekati rumahtangganya.
     -------------------------
     Hubungan dengan orangtua sangatlah penting jika Saudara ingin
     menahan anak-anak dan mendekati rumahtangganya. Seseorang yang
     telah melayani dan mendekati anak-anak selama usaha penginjilan
     itu harus mengunjungi rumahnya disertai guru SM dari departemen
     atau kelas yang sesuai. Mereka dapat menerangkan apa yang sudah
     dialami anak itu dan menunjukkan bagaimana pengalaman ini akan
     menolong anak itu menjadi orang yang lebih baik. Jangan sampai
     membuat orangtuanya merasa bahwa mereka telah melalaikan
     tanggung jawab rohani kepada anak-anak mereka, tetapi terangkan
     bahwa gereja Saudara akan senang menolong mereka dalam hal ini.
     Gunakanlah kesempatan untuk memimpin orangtuanya juga kepada
     Kristus. Terangkan tentang kebaktian-kebaktian dan acara-acara
     gereja yang bermanfaat bagi anggota-anggota keluarga itu.
     Undanglah mereka untuk menghadiri kebaktian-kebaktian tersebut.

  4. Kegiatan penginjilan sepanjang tahun.
     -------------------------------------
     Salah satu cara yang terbaik untuk memelihara orang-orang yang
     telah dijangkau selama penginjilan itu adalah melanjutkan
     kegiatan yang sama sepanjang tahun. Cabang-cabang Sekolah Minggu
     dan kelompok-kelompok penyelidikan Alkitab di rumah dapat
     diorganisir sesudah kebaktian evangelisasi anak-anak berakhir.
     Kelompok penyelidikan Alkitab untuk orang dewasa dapat dibentuk
     untuk menjangkau orangtua anak-anak yang terlibat selama
     penginjilan.

  5. Memelihara kegembiraan.
     -----------------------
     Menjembatani jurang pemisah antara acara-acara kegiatan yang
     khusus dengan kegiatan-kegiatan rutin yang lebih teratur kadang-
     kadang merupakan suatu masalah. Berikut ini adalah beberapa
     gagasan yang mungkin dapat menolong:

     a. Acara-acara dalam kegiatan itu harus digabung dengan acara
        dalam Sekolah Minggu. Nyanyian-nyanyian, ayat-ayat, dan
        cerita-cerita yang telah dipelajari dalam kegiatan penginjilan
        pakailah juga dalam acara kebaktian anak-anak.

     b. Berusahalah agar suasana penginjilan yang baru lewat itu
        terpelihara. Tempelkan hiasan dan poster yang sudah dipakai
        dalam penginjilan itu dalam ruangan kelas. Rencanakanlah
        beberapa kegiatan di luar gereja, misalnya piknik, rekreasi,
        dll.

  6. Peristiwa-peristiwa dan kegiatan-kegiatan khusus.
     -------------------------------------------------
     Banyak anak yang ikut dalam kegiatan penginjilan itu mungkin akan
     memenuhi undangan untuk mengikuti kegiatan khusus yang lain,
     misalnya pertandingan Sekolah Minggu. Ijinkan tamu itu berusaha
     mendapat hadiah sama seperti murid-murid yang tetap. Mungkin
     Saudara ingin mengkhususkan satu hari Minggu untuk menghimpunkan
     semua anak yang ikut serta dalam kegiatan-kegiatan penginjilan
     gereja Saudara. Dengan demikian Saudara memberi kesempatan yang
     baik untuk menghubungi kembali orang-orang yang dijangkau selama
     kegiatan itu dan yang belum ikut terlibat dalam acara-acara yang
     tetap dari gereja dan Sekolah Minggu.

  7. Membangun Sekolah Minggu.
     -------------------------
     Semua gagasan yang disarankan di atas seharusnya menolong
     menambahkan kehadiran di Sekolah Minggu. Hal lain yang akan
     menolong adalah memakai pekerja yang tetap dari Sekolah Minggu
     dan kegiatan-kegiatan lain dari gereja, jika mereka mengetahui
     bahwa beberapa dari orang-orang yang ikut kegiatan itu akan
     mengajar juga dalam Sekolah Minggu atau memimpin kegiatan lain.
     Jika pekerja-pekerja Sekolah Minggu tidak dapat ikut serta dalam
     seluruh kegiatan penginjilan itu, paling sedikit mereka harus
     mengunjungi beberapa acara agar berkenalan dengan beberapa anak
     dan kaum mudanya. Kelas-kelas Sekolah Minggu hendaknya
     menyelenggarakan beberapa kegiatan sosial selama bulan-bulan
     pertama sesudah kegiatan penginjilan itu. Kegiatan semacam ini
     dapat membuat mereka tertarik untuk datang ke Sekolah Minggu.

  Setiap guru SM harus sadar bahwa ia mempunyai tanggung jawab pribadi
  untuk melakukan tindak lanjut pada pengunjung yang menjadi calon
  anggota kelasnya. Kunjugan harus dilaksanakan dan laporan harus
  dikembalikan ke pengurus Sekolah Minggu. Beritahukan kepada guru-
  guru lain juga mengenai anggota dalam keluarga itu yang bakal
  menjadi anggota kelasnya. Adalah gagasan yang baik sekali untuk
  membawa seorang murid tetap ketika mengunjungi seorang calon murid.

  Sumber:
  Judul Buku: Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 1
  Penerbit  : Yayasan Gandum Mas, Malang, 1997
  Halaman   : 259 - 261


**********************************************************************
o/ ARTIKEL (2)

                            HADIAH TAMBAHAN
                            ===============

  Seorang guru SM akan mengalami berkat yang amat istimewa, bahkan
  jika Anda seorang guru baru, karena Saudara telah mengetahui bahwa
  Sekolah Minggu merupakan bagian yang penting dari pelayanan gereja
  Saudara. Pekerjaan itu harus dikerjakan, karena itu Saudara setuju
  mengerjakannya.

  Namun ada sesuatu mengenai hal belajar Sekolah Minggu yang tidak
  dapat diajarkan dalam pedoman dan orientasi guru: yakni luar biasa
  dan indahnya melayani dan menginjili dalam nama Yesus Kristus kepada
  murid-murid dalam kelas Saudara.

  Pada waktu baru mengajar seorang guru SM bertanya-tanya, mengapa
  guru-guru SM merupakan pekerja-pekerja gereja yang paling
  bersemangat. Kemudian sampai pada suatu waktu dia mengalami sesuatu
  hal yang dinamakannya "hadiah tambahan" dari pengajarannya atau
  hasil penginjilan yang dilakukannya di Sekolah Minggu.

  Pada waktu dia pertama kali berdiri di depan kelasnya, dia tidak
  menyadari kalau dia bukan sekedar seorang guru, melainkan juga
  seorang penginjil yang menceritakan kepada anak-anak yang mungkin
  tidak akan didengarnya dari seorang lain, bahwa Yesus mengasihi
  mereka. Dia mendapatkan bahwa dia sendiri menjadi surat kiriman
  hidup yang lebih cepat "dibaca" oleh murid-muridnya daripada
  lembaran buku cerita Sekolah Minggu mereka. Dia menemukan berkat-
  berkat atau hadiah-hadiah yang istimewa, yang berhubungan dengan
  pengajaran dan penginjilan dalam Sekolah Minggu, yang sebelumnya
  hanya dia dengarkan dari para guru SM yang lain.

  Kita semua harus yakin bahwa kita memiliki hadiah-hadiah kita
  sendiri, yaitu hasil dari pengajaran dan penginjilan kita dalam
  Sekolah Minggu, yang ingin kita ceritakan satu persatu. Berikut ini
  mungkin adalah hadiah/hasil dari pengajaran/penginjilan yang Anda
  lakukan:

  1. Menyaksikan murid yang acuh tak acuh, menjauhkan diri, dan tidak
     ikut serta, tiba-tiba berubah dan mulai terbuka kepada kelas dan
     kepada Yesus.

  2. Melihat seorang murid yang untuk pertama kalinya mengalami
     keindahan kebijaksanaan Alkitab diterapkan pada kehidupannya
     sendiri.

  3. Mendengar suara yang kecil -- dengan iman seorang anak yang polos
     namun mendalam -- berdoa dan percaya untuk sesuatu kebutuhan yang
     khusus.

  4. Mengalami kesuakaan yang tiada taranya, yang tidak dapat
     dilukiskan ketika seorang anak memohon Kristus masuk ke dalam
     hatinya.

  5. Bergembira bersama seorang murid yang mengambil langkah dan
     penyerahan untuk menguburkan kehidupan yang lama dalam baptisan
     air.

  6. Memperhatikan murid yang dahulu paling mengganggu kini menjadi
     dewasa, tidak secara jasmani dan pikirannya, tetapi secara rohani
     juga.

  Contoh hasil-hasil pengajaran dan penginjilan di atas bukanlah
  kemenangan kita sebagai guru SM -- segala puji kepada Allah yang
  melakukan semuanya itu -- tetapi pengalaman-pengalaman itu merupakan
  hadiah tambahan kita semua sebagai guru SM.

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku: Buku Pintar Sekolah Minggu jilid 1
  Penerbit  : Yayasan Gandum Mas, Malang, 1997
  Halaman   : 177


**********************************************************************
o/ TIPS MENGAJAR

  Roh Kudus akan diam di dalam hati setiap orang yang sudah menerima
  Yesus sebagai Juruselamatnya, begitu juga dalam hati anak-anak. Hal
  tersebut adalah hasil yang paling indah dari penginjilan kepada anak-
  anak SM. Roh kudus akan bekerja dalam hati mereka sehingga mereka
  menyerahkan diri dalam kehendak-Nya. Namun untuk itu Roh Kudus
  selalu memberi kesempatan kepada guru-guru SM untuk bekerja bersama-
  sama menciptakan suasana yang memungkinkan anak menanggapi jamahan
  Roh Kudus ini. Untuk itu kami ingin sajikan beberapa tips bagaimana
  guru-guru dapat menolong agar hal ini dapat menjadi suatu momentum
  yang memberikan hasil yang terbaik.
  [Red.: Istilah 'ditempelak Roh Kudus' di sini adalah dalam konteks
         pertobatan, yaitu 'dipanggil atau dijamah Roh Kudus'.]

               PEKERJAAN ROH KUDUS DALAM HAL MENEMPELAK
               ========================================

  Cerita Alkitab yang diceritakan dengan baik, contoh dan lukisan yang
  diuraikan dengan saksama, perhatian, dan keramahan merupakan unsur-
  unsur dari penginjilan untuk anak yang dilaksanakan dalam kelas
  Sekolah Minggu Anda. Akan tetapi hal-hal itu sendiri tidak akan
  menghasilkan anak-anak yang bertobat kepada Yesus. Hanya pelayanan
  Roh Kuduslah yang dapat meneguhkan Firman dalam hati manusia dan
  meyakinkan serta menempelak mereka tentang dosa. Hanya oleh
  pekerjaan-Nya anak-anak dapat membuat penyerahan abadi kepada
  Kristus.

  Tetapi bagaimanakah seorang pengajar dapat mengetahui akan hadirat
  Roh Kudus yang sedang menempelak suatu hati? Apakah bukti-bukti yang
  menyatakan bahwa seseorang merasa dirinya tertempelak? Apakah
  keadaan-keadaan tertentu yang menghasilkan keadaan tertempelak ini?
  Berikut ini diperlukan beberapa prinsip pokok:

  1. Bersedialah untuk berhenti pada saat apapun dalam jam pelajaran
     untuk berdoa dengan dan membimbing mereka yang sedang ditempelak
     dosanya oleh Roh Kudus. Sering ada "saat yang tepat" bagi
     seseorang untuk memberi hatinya kepada Kristus dan penundaannya
     mungkin berarti hilangnya kesempatan tersebut.

  2. Terangkan bagaimana Roh Kudus bekerja ketika menempelak hati
     orang. Anak-anak suka mencari keterangan: rasa ingin tahu mereka
     perlu dipuaskan. Mereka akan lebih mudah menanggapi Roh Kudus,
     jika mereka telah diajar tentang bagaimana Ia bekerja dalam hidup
     anak-anak.

  3. Berwaspadalah terhadap tanda-tanda lahiriah dari anak-anak yang
     sedang tertempelak itu. Kadang-kadang, anak-anak menjadi serius
     luar biasa dan termenung, ataupun menumpahkan air mata, ketika
     Roh Kudus berbicara dalam hati mereka. Pengajar yang bijaksana
     akan selalu awas terhadap tanda-tanda lahiriah semacam itu.

  4. Perhatikanlah tanda-tanda dari keadaan tertempelak, baik yang
     terdapat dalam pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh anak-anak
     maupun dalam jawaban mereka untuk pertanyaan-pertanyaan yang
     diajukan oleh pengajar. Di bawah ini diberikan beberapa contoh
     pertanyaan yang diajukan anak-anak ketika Roh Kudus sedang
     menempelak hati mereka:
        "Apakah yang harus kubuat untuk masuk surga?"
        "Akan terhilangkah aku jika tidak minta Yesus mengampuni aku?"
        "Masa kekalan itu berapa lamakah?"
        "Kemanakah aku bila aku mati?"
        "Bagaimanakah aku dapat memastikan bahwa aku tidak akan ke
         neraka?"
     Jelaslah, pertanyaan-pertanyaan ini timbul hanya karena rasa
     ingin tahu. Tetapi, seringkali pertanyaan-pertanyaan tersebut
     menunjukkan kerinduan yang ikhlas untuk memberikan reaksi positif
     kepada pekerjaan Roh Kudus.

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku: Penginjilan di Sekolah Minggu
  Pengarang : Richard L. Dresselhaus
  Penerbit  : Gandum Mas, Malang
  Halaman   : 106 - 107


**********************************************************************
o/ BAHAN MENGAJAR

  Sebagai orang yang sudah diselamatkan tentu saja kita harus
  menghasilkan buah-buah sebagai hasil dari pertobatan kita. Bahan
  mengajar berikut ini dapat menjadi satu cara yang sederhana untuk
  mendorong anak-anak SM Anda menghasilkan buah-buah rohani dalam
  kehidupan baru mereka.

                            BUAH YANG BAIK
                            ==============

  "Wah, bagus sekali pohon apel itu!" kata Krista. "Buahnya lebat dan
  warnanya pun merah!"

  Ayah tersenyum mendengar perkataan Krista. "Apel yang baik berasal
  dari pohon apel yang baik," kata ayah, "tetapi lihatlah pohon apel
  yang di sebelah sana."

  Krista melihat kepada pohon apel itu. Pohon itu bukanlah pohon yang
  baik. Cabang-cabangnya banyak yang patah. Beberapa di antaranya ada
  yang bergelantungan, dan daun-daunnya pun tampak layu.

  "Apel seperti apakah yang kamu lihat pada pohon itu?" tanya ayah
  kepada Krista.

  Renungan Singkat tentang Buah yang Baik:
  ----------------------------------------
  1. Apel-apel yang bagaimanakah yang tergantung pada pohon yang baik
     itu? Menurut kamu, apel-apel yang bagaimanakah yang dilihat
     Krista pada pohon yang tidak baik?

  2. Mengapa pohon yang tidak baik itu tidak dapat menghasilkan buah
     yang baik? Dapatkah kamu mengharapkan hal-hal yang baik dari
     seorang yang jahat? Mengapa tidak?

  "Pohon yang baik biasanya menghasilkan buah yang baik," kata ayah
  kepada Krista. "Dan pohon yang jelek biasanya menghasilkan buah yang
  jelek pula. Pohon yang tidak baik jarang menghasilkan buah yang
  baik."

  "Apakah hal itu sama dengan manusia?" tanya Krista.

  "Itulah yang dikatakan Tuhan Yesus," kata ayah kepada Krista. "Pada
  saat kamu menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamatmu, hidupmu diubah
  menjadi seperti sebuah pohon yang baik, yaitu pohon milik Tuhan
  Yesus. Jika hidupmu seperti pohon milik Tuhan Yesus, maka pohon itu
  pasti akan menghasilkan buah-buah yang baik."

  "Ayah, saya ingin hidup saya seperti pohon milik Tuhan Yesus," kata
  Krista.

  Renungan Singkat tentang Tuhan Yesus dan Kamu:
  ----------------------------------------------
  1. Sudahkah kamu meminta Tuhan Yesus masuk ke dalam hidupmu?
     Kalau sudah, hidupmu dapat seperti pohon yang indah bagi-Nya.
     Kalau belum, maukah kamu melakukannya sekarang juga?

  2. Buah yang bagaimanakah yang dapat kamu berikan kepada Tuhan
     Yesus?

  Bacaan Alkitab:
  ---------------
  Matius 7:16-20

  Kebenaran Alkitab:
  ------------------
  Pohon yang baik menghasilkan buah yang baik dan pohon yang tidak
  baik menghasilkan buah yang tidak baik pula (Matius 7:17).

  Doa:
  ----
  Tuhan, jadikanlah hidup saya seperti pohon yang buahnya baik, supaya
  saya dapat memberikan buah-Mu yang baik kepada orang lain. Amin.

  Sumber:
  Judul Buku: 100 Renungan Singkat untuk Anak-anak
  Pengarang : V. Gilbert Beers
  Penerbit  : Yayasan Kalam Hidup, Bandung
  Halaman   : 24 - 25


*********************************************************************
o/ DARI MEJA REDAKSI

                         EDISI 100 e-BINAANAK
                         ====================
      Undangan untuk para pembaca e-BinaAnak berpartisipasi...!!

  Tanpa terasa e-BinaAnak akan memasuki edisi yang ke-100 !! WOW !!
  Itu berarti tidak terhitung banyaknya bahan-bahan maupun informasi
  seputar dunia pelayanan anak yang telah Anda terima dari e-BinaAnak.
  Bila menengok jerih payah masa yang lalu, maka sekarang kami bisa
  bersuka-cita karena kami tahu jerih payah kami tidak sia-sia. Semua
  ini adalah untuk kemuliaan bagi nama Tuhan kita yang tercinta Yesus
  Kristus !!

  Untuk itu, kami MENGUNDANG PARA PEMBACA untuk ikut berpartisipasi.
  Anda sangat diharapkan untuk memberikan pesan, kesan dan harapan:
           tentang e-BinaAnak yang sudah terbit,
           untuk e-BinaAnak yang akan datang,
           atau komentar lain yang berguna untuk kemajuan e-BinaAnak.

  Apakah pengaruh dan manfaat dari e-BinaAnak bagi pelayanan SM Anda?
  SAKSIKANLAH bagaimana Tuhan (dan Anda juga) memakai e-BinaAnak
  dalam pelayanan SM Anda, supaya rekan-rekan kita yang lain juga
  mendapatkan berkat dari sharing Anda tersebut. Dengan kata lain,
  SHARING-KANLAH buah/hasil yang Anda peroleh dari berlangganan
  e-BinaAnak selama ini.

  Kami tunggu, ya. Layangkan surat Anda ke:
  ==> staf-BinaAnak@sabda.org

  Jangan lewatkan! Ayo segera kirim!!!


**********************************************************************
o/ DARI ANDA UNTUK ANDA

  Dari: Panca P. <panca.panggabean@>
  >Sebelumnya salam kenal dulu dari saya. Saya adalah seorang GSM yang
  >baru saja bergabung dengan e-BinaAnak. Terima kasih karena saya
  >sudah didaftarkan dalam e-BinaAnak ini. Banyak bacaan dan bahan
  >yang dapat saya gunakan dalam meningkatkan pelayanan saya dalam SM.
  >Saya tunggu terus kedatangannya ...
  >
  >GBU,
  >Panca P.

  Redaksi:
  Tim redaksi e-BinaAnak mengucapkan selamat bergabung dan salam kenal
  juga ... :) Semoga semua artikel maupun bahan-bahan yang ada dalam
  e-BinaAnak dapat terus menjadi berkat bagi pelayanan Anda.
  BTW, seperti ajakan kami dalam kolom --> "Dari Meja Redaksi" di
  atas, kami juga sangat mengharapkan Anda dapat menceritakan kepada
  kami bagaimana cara Anda menggunakan e-BinaAnak "dalam meningkatkan
  pelayanan" SM Anda.

  Mari kita satukan doa agar pekerjaan tangan-Nya semakin nyata di
  antara domba-domba kecil yang kita layani. Tuhan memberkati!


**********************************************************************
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke:   <unsubscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak:    http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
Pusat Elektronik Pelayanan Anak Kristen:  http://www.sabda.org/pepak/
**********************************************************************
                Staf Redaksi: Oeni, Davida dan Septiana
       Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
              Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                   Copyright(c) e-BinaAnak 2002 YLSA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org