Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/90

e-BinaAnak edisi 90 (28-8-2002)

Cara Anak Berkomunikasi

     ><>  Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak  <><


Daftar Isi:                                     Edisi 090/Agustus/2002
-----------
   o/ SALAM DARI REDAKSI
   o/ ARTIKEL (1)            : Kesulitan Berkomunikasi
   o/ ARTIKEL (2)            : Mengarahkan Percakapan
   o/ TIPS MENGAJAR (1)      : Istilah yang Lebih Mudah Dipahami Anak
   o/ TIPS MENGAJAR (2)      : Prinsip Komunikasi
   o/ AKTIVITAS              : Menyusun Kata-kata Kacau
   o/ STOP PRESS             : KKR Pemuda Remaja 2002
   o/ DARI ANDA UNTUK ANDA   : Informasi Kelompok Bermain Anak Batita

**********************************************************************
  Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
     <submit-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak@xc.org>
**********************************************************************
o/ SALAM DARI REDAKSI

  Salam sejahtera dalam kasih Tuhan Yesus Kristus,

  Dapat berkomunikasi dengan anak merupakan kunci keberhasilan guru SM
  dalam mengajar. Untuk itu guru SM harus belajar untuk memahami
  bagaimana cara yang anak gunakan dalam berkomunikasi. Seringkali
  cara mereka berbicara/berkomunikasi tidak sama dengan cara kita
  orang dewasa berkomunikasi. Selain itu masing-masing anak tidak
  memiliki cara komunikasi yang persis sama satu dengan yang lain. Ada
  anak yang memang memiliki kemampuan yang kurang dalam berkomunikasi
  dibandingkan dengan anak yang lain. Bagaimana menolong anak yang
  mengalami kesulitan dalam berkomunikasi? Dan bagaimana kita dapat
  mengarahkan percakapan dengan anak kecil? Silakan simak dalam
  artikel e-BinaAnak edisi minggu ini.

  Dua buah tips juga akan kami berikan kepada Anda minggu ini, yaitu
  bagaimana memilih istilah-istilah yang lebih mudah dipahami anak dan
  bagaimana menerapkan prinsip berkomunikasi yang positif dengan
  seorang anak.

  Selamat melayani!

  Tim redaksi

   "Tetapi ia menjawab:
      "Bukankah aku harus berawas-awas,
      supaya mengatakan apa yang ditaruh TUHAN ke dalam mulutku?""
      (Bilangan 23:12)
      < http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Bilangan+23:12 >


**********************************************************************
o/ ARTIKEL (1)

                       KESULITAN BERKOMUNIKASI
                       =======================

  Belajar berbicara tidak selalu terjadi "begitu saja". Seorang guru
  sedikitnya memiliki seorang murid yang mengalami kesulitan dalam
  mengucapkan kata-kata dengan tepat, menyusun kata-kata menjadi
  kalimat yang bermakna, atau mencerna dengan tepat apa yang dikatakan
  padanya. Beberapa anak kemungkinan mengalami ketiga kesulitan
  tersebut.

  Berikut ini adalah beberapa panduan umum untuk menolong anak-anak
  yang memiliki kesulitan berkomunikasi.

  Kemampuan Berbicara
  -------------------

  Beberapa anak, terutama di usia yang masih sangat muda, memiliki
  kesulitan untuk mengucapkan dengan tepat beberapa lafal kata seperti
  huruf "r" dan "s". Kata-kata seperti "ranting" dan "susu" diucapkan
  menjadi "lanting" dan "cucu". Kesalahan berbicara seperti ini sangat
  khas dan tidaklah sulit memahami arti yang sebenarnya dari kata-kata
  itu.

  Tetapi bagaimana dengan anak yang memiliki kesulitan untuk
  mengucapkan banyak lafal kata secara tepat? Seringkali, orang merasa
  tidak nyaman untuk meminta kepada anak untuk mengulangi lagi sesuatu
  yang tidak jelas diucapkannya. Biasanya orang memberi respon umum
  dengan berpura-pura memahami apa yang diucapkan anak itu. Namun hal
  ini menyebabkan anak itu semakin frustasi, terutama jika anak itu
  meminta sesuatu dan menerima pernyataan jawaban yang salah.

  Hal terbaik yang dilakukan adalah mengatakan kepada anak itu,
  "Erik, saya tidak mengerti apa yang kamu katakan. Bisakah kamu
  mengulanginya lagi?" Jika usaha Erik yang kedua juga masih membuat
  Anda tidak memahami apa yang dikatakannya, dorong dia untuk
  menunjukkan apa yang diinginkan atau diucapkan. Atau, tanyakan
  apakah dia membutuhkan atau menginginkan sesuatu.

  Jika Anda masih tidak dapat memahami yang dijelaskannya, jujurlah
  mengatakannya. "Erik, saya masih tidak dapat memahami apa yang kamu
  katakan. Nanti, saat ibumu datang, mungkin dia dapat membantuku
  untuk memahami apa kamu katakan." Biarkan Erik mengetahui --
  meskipun anda tidak dapat memahami yang dikatakannya, namun anda
  tetap merasa bahwa apa yang dikatakannya cukup penting untuk
  diulangi lagi.

  Bahasa
  ------

  "Bahasa" mengacu pada bagaimana kata-kata dirangkai menjadi
  pernyataan-pernyatan yang bermakna. Seorang anak yang kemampuan
  bahasanya "lebih rendah" dari anak-anak lain di dalam kelas
  kemungkinan dia mengalami hambatan dalam mengembangkan bahasa.
  Ada beberapa metode yang sangat berguna bagi seorang anak di dalam
  lingkungan kelas. Metode-metode ini tidak bisa dipakai untuk
  menghasilkan secara kilat kemampuan berbahasa sesuai dengan tingkat
  usia. Tetapi sesudah beberapa waktu, biasanya metode-metode ini
  menghasilkan hasil-hasil yang positif.

  Ada satu metode yang disebut "expansion" (ekspansi). Guru mengulangi
  apa yang dikatakan anak, tetapi "dibenarkan" struktur kalimatnya.
  Misalnya, seorang anak berkata, "Dia ambil mainan saya." Guru
  "mengembangkan" struktur kalimat anak itu: "Dia mengambil mainanmu?
  Ayo kita mencarikan mainan lainnya untuk dia." Metode ini lebih
  efektif dibandingkan dengan melakukan cara untuk menarik minat anak
  itu dengan mengucapkan kata yang salah diucapkannya (seperti "Bukan
  'ambil', tetapi yang benar 'mengambil.'")

  Cara lain yang digunakan untuk menolong seorang anak adalah
  menggunakan "parallel talk" (pembicaraan paralel). Saat Linda sedang
  bermain, jelaskan padanya tentang apa yang dia lakukan. "Linda, kamu
  membangun sebuah rumah dengan kotak-kotak itu. Saya melihat kamu
  sedang mengendarai sebuah mobil menuju rumahmu." Ketika Linda
  mendengar kata-kata yang menjelaskan apa yang dilakukannya, maka
  pada saat itu proses belajar kemampuan berbahasa sedang berlangsung.

  Memahami
  --------

  Beberapa anak kemungkinan tidak dapat mengembangkan tingkat
  kemampuan berbahasa yang cukup memadai. Mereka mendengar kata-kata,
  tetapi belum dapat memahami sepenuhnya apa yang dikatakan guru.
  Penting untuk diingat bahwa anak-anak masih dalam taraf mempelajari
  seluk-beluk bahasa kita. Banyak anak yang tampak tidak taat di kelas
  disebabkan karena tidak akan dapat memahami apa yang dikatakan
  gurunya. Saat melakukan aktivitas, dekati anak-anak itu satu persatu
  dan berbicaralah langsung dengannya. Berikan satu perintah saja yang
  perlu dikerjakannya. Misalnya, daripada mengatakan, "Letakkan pensil
  itu pada tempatnya," lebih baik mengatakan perintah itu satu per
  satu sampai dia melaksanakan tugas yang diberikan padanya. Misalnya,
  "Chris, ambil pensil itu." (Tunggu dia memberikan respon yang
  benar.) "Sekarang, letakkan pensil itu di dalam tempat pensil."
  Kadang-kadang juga menolong jika memperagakan maksud yang Anda
  maksudkan.

  Anak-anak adalah orang yang spesial. Mereka ingin, sama seperti
  orang dewasa juga, memperhatikan dan diperhatikan. Ketika mendoakan
  kelas Anda setiap minggu, minta kepada Allah untuk menolong Anda
  dalam menemukan cara yang dapat dipakai untuk mendorong anak-anak
  itu yang sering kali merasa frustasi saat mencoba berkomunikasi.

  Juga, bertanya kepada orangtua anak-anak itu tentang cara-cara apa
  yang mereka gunakan untuk menolong berkomunikasi dengan anak-anak
  mereka. Jika mereka mengekspresikan perhatian tentang kemampuan
  berbicara anak-anaknya, kemampuan berbahasa atau dalam memahami
  bahasa, dorong mereka untuk menemui ahli bicara dan bahasa di
  wilayah mereka (di sekolah, kursus praktis, rumah sakit, atau
  pusat berbicara, berbahasa dan mendengar di komunitas mereka.)

  Bahan diterjemahkan dan diedit dari sumber:
  Judul Buku: Sunday School Smart Pages
  Editor    : Wes dan Sheryl Haystead
  Penerbit  : Gospel Light, Ventura, 1992
  Halaman   : 79 - 80


**********************************************************************
o/ ARTIKEL (2)

                        MENGARAHKAN PERCAKAPAN
                        ======================

  Baik orangtua maupun guru dapat mengarahkan percakapan secara wajar
  sehingga komunikasi sehari-hari dengan anak-anak dapat diubah
  menjadi suatu pengalaman belajar. Percakapan yang terarah adalah
  mengajak seorang anak bercakap-cakap secara wajar dan tidak formal
  untuk mencapai tujuan belajar, penting sekali baik pertumbuhan
  seorang anak dan bermanfaat bagi orang dewasa.

  Anak-anak kecil memerlukan kata-kata yang berhubungan dengan
  perbuatan mreka. Sejak bayi kemampuan berpikir seorang anak
  berkembang, sebagaimana kemampuan bercakap-cakap berkembang sejajar
  dengan kemampuan untuk melakukan kegiatan-kegiatan. Anak yang masih
  kecil dapat berpikir paling tepat hanya tentang kegiatan yang sedang
  dilakukannya pada saat itu. Perhatiaanya terpusat pada apa yang
  dapat disentuhnya, yang dapat dilihatnya, dan yang dapat
  dirasakannya saat itu. Jadi, kata-kata penjelasan, pertanyaan-
  pertanyaan yang sederhana, dan dialog tentang apa yang sedang
  disentuh, yang sedang dilihat, dan yang sedang dirasakan oleh anak
  itu sangat berpengaruh terhadap kecerdasannya yang sedang berkembang
  itu. Komentar dan pertanyaan orang-orang dewasa tentang apa yang
  sedang dilakukan anak itu adalah unsur yang harus ada bila kita
  ingin membangkitkan keinginannya untuk belajar.

  Sementara daya belajar seorang anak bertambah, keyakinannya akan
  kemampuannya untuk mengatasi persoalan-persoalan juga bertambah.
  Kemungkinan untuk dapat mengatasi tantangan-tantangan baru akan
  lebih besar pada saat anak itu menyadari bahwa kemampuannya
  bertambah.

  Kemampuannya untuk mengingat informasi juga akan meningkat bila
  kepadanya diberi kata-kata untuk memikirkan pengalaman-
  pengalamannya. Andi yang baru berusia 2 tahun, diperkenalkan kepada
  anjing tetangganya yang menggonggong terus-menerus. "Andi, ini si
  Putih," kata ayahnya ketika Andi mengulurkan tangannya untuk
  mencoba mengelus anjing itu. "Si Putih senang bila punggungnya
  dielus-elus," kata Andi. Kemudian, ketika mendengar si Putih
  menggonggong, Andi berkata, "Si Putih menggonggong." "Si Putih
  senang Andi," kata ayahnya. Kata-kata ayahnya telah menjadikan
  pertemuan Andi dengan si Putih lebih mengesankan dan menolong dia
  mengingat hal-hal yang lebih baik tentang si Putih daripada sekadar
  sesuatu yang ribut dan membisingkan di balik pagar. Sebagai hasil
  dari percakapan yang terarah semacam itu, kemampuannya untuk bergaul
  dengan orang lain juga meningkat.

  Karena anak-anak yang masih kecil dapat memberi tanggapan yang
  hangat kepada orang-orang dewasa yang mau mendengarkan mereka dan
  bercakap-cakap dengan mereka sesuai dengan tingkat kemampuan mereka,
  maka baik guru maupun orangtua akan mendapati bahwa percakapan
  semacam itu sangat meyenangkan dan bermanfaat.

  Senyuman hangat, sentuhan lembut, nada bicara yang wajar, pandangan
  mata yang berbicara, dan kesediaan untuk mendengarkan akan
  membangkitkan perhatian dan kasih setiap anak. Kata-kata yang
  sederhana, kalimat-kalimat yang pendek, pertanyaan-pertanyaan
  khusus, dan telinga yang peka akan apa yang dikatakan anak itu akan
  membangkitkan rasa ingin tahu dan pengertiannya.

  Kepekaan terhadap pengertian seorang anak memungkinkan orangtua dan
  guru mendorong anak itu agar menanggapi kebenaran-kebenaran firman
  Allah. Pada dasarnya anak-anak senang belajar. Seorang anak sering
  secara spontan dapat memahami suatu kebenaran rohani. Seseorang
  pernah berkata, "Pengetahuan yang berhasil dipahami itu lebih
  berarti daripada pelajaran yang sekadar diajarkan." Dalam Ulangan
  6:7, 
  Musa mendorong para orangtua untuk mengajarkan hukum-hukum
  Allah kepada anak-anak mereka.
    "haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu
    dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila
    engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan
    apabila engkau bangun." (Ulangan 6:7)
  Betapa seringya kita mencari pendekatan yang rumit untuk mengajar
  anak-anak tentang Allah, sedangkan pendekatan yang terbaik adalah
  melalui percakapan yang wajar yang menghubungkan pribadi Allah
  dengan pengalaman anak itu pada saat ini.

  Ketika seorang anak melihat sekuntum bunga serta memperhatikan
  keharuman dan keindahannya, ia sangat antusias dan merasa kagum akan
  keajaiban Allah itu. Guru dan orangtua dapat memperkuat antusiasme
  anak itu dengan memberi komentar tentang berbagai keajaiban di alam
  yang telah diciptakan Allah sehingga memungkinkan anak itu
  "merasakan" dan "melihat" Allah. Pengalaman yang dipadukan dengan
  kata-kata (komnetar) yang tepat itu menanamkan pengertian yang kuat.

  Dalam mengarahkan komunikasi dengan anak-anak haruslah diingat:
  ---------------------------------------------------------------
  1. Roh Kudus adalah teman sekerja Anda. Ia dapat menolong Anda
     menggunakan setiap saat yang Anda lewatkan bersama-sama dengan
     anak-anak itu untuk membimbing mereka dalam pengertian tentang
     kebenaran itu. Berdoalah setiap hari memohon kesempatan-
     kesempatan untuk mendidik orang muda menurut jalan yang patuh

  2. Percakapan terarah yang secara wajar (tidak formal) mengarahkan
     pemikiran anak pada kebenaran yang harus dipelajarinya, biasanya
     membutuhkan latihan (praktek) sebelum percakapan itu bisa terasa
     wajar. Mulailah dan cobalah.

  3. Jangan terlalu kaku terhadap anak-anak. Biarkanlah perhatian
     mereka menjadi bagian dari kegiatan belajar itu. Gunakan sebanyak
     mungkin percakapan yang agak menyimpang itu untuk penekanan dalam
     mengajarkan sesuatu dan tidak memandang hal itu sebagai
     penyimpangan atau gangguan.

  4. Ikutilah peraturan-peraturan sederhana ini:
     a. Berbicaralah dengan seorang anak secara berhadapan dengan
        pandangan mata sama.
     b. Gunakanlah nama panggilan anak itu sesering mungkin.
     c. Seringlah tersenyum pada waktu Anda bercakap-cakap dengan anak
        itu.
     d. Bersikaplah tenang dan amat-amatilah anak itu pada waktu
        melakukan kegiatan.
     e. Dengarkan dengan saksama apa yang dikatakannya.

  5. Ingatlah bahwa Allah berkata kepada Musa dalam Ulangan 4:10b.
       "Suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi
        mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut
        kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan
        demikian kepada anak-anak mereka."
     Itulah nasehat yang tepat bagi para guru dan orangtua masa kini.

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku: Bagaimana Bercakap-cakap dengan Anak Kecil
  Pengarang : Rachel Iversen
  Penerbit  : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1993
  Halaman   : 10 - 13


**********************************************************************
o/ TIPS MENGAJAR (1)

               ISTILAH YANG LEBIH MUDAH DIPAHAMI ANAK
               ======================================

  Dalam berkomunikasi dengan muridnya, seorang guru SM sebaiknya tidak
  menggunakan istilah yang sulit dipahami. Juga guru sebaiknya
  menggunakan bahasa sehari-hari yang bisa dipahami oleh anak.

  Umumnya anak SD kelas 5 atau 6 sudah dapat memahami hampir semua
  istilah orang dewasa. Guru pengajar pada kelas ini boleh mulai
  mengajarkan istilah-istilah baku yang biasa digunakan di gereja,
  seperti istilah: dosa, bertobat, sidi, penebusan, dan sebagainya.
  Istilah-istilah tersebut sudah mulai mereka pahami, namun tetap
  memerlukan penjelasan yang baik.

  Namun anak-anak kelas 4 SD dan anak-anak yang lebih kecil (kelas
  4 SD ke bawah) sulit memahami istilah-istilah yang biasa dipakai
  orang dewasa. Kalaupun mereka hafal kata: dosa, bertobat,
  penebusan, terbeban, diselamatkan, Juruselamat, kesembuhan ilahi,
  kepenuhan Roh, babptisan Roh, dan sebagainya, biasanya tidak
  diikuti dengan pemahaman yang baik. Karena itu berikut ini
  disajikan beberapa istilah yang sebaiknya dipakai di kelas-kelas
  kecil atau bagi anak-anak kecil pada umumnya.

  Contoh-contoh istilah yang sebaiknya digunakan sebagai berikut:
  ---------------------------------------------------------------
  a. "Nakal" atau "Jahat", untuk menjelaskan tentang "Dosa".
  b. "Dimaafkan kenakalannya" atau "Dimaafkan kesalahannya", untuk
      menjelaskan hal "Diampuni dosanya".
  c. "Baik hati", untuk menjelaskan tentang "Hidup baru".
  d. "Penolong" atau "Perawat", lebih mudah dipahami daripada
     "Petobat".
  e. "Berjanji tidak nakal lagi", lebih dipahami daripada "Bertobat".
  f. "Bercerita", lebih dipahami daripada "Bersaksi".
  g. "Buku cerita tentang Yesus", untuk menjelaskan "Kitab Suci".
  h. "Disayangi Allah", untuk menjelaskan hal "Diselamatkan".
  i. "Sayang", untuk menjelaskan kata "Cinta".
  j. "Yesus", untuk menjelaskan kata "Tuhan Yesus Kristus".
  k. "Cerita", sebagai ganti kata "Firman Allah" atau
     "Khotbah/Renungan".
  l. "Pembohong yang jahat", untuk menjelaskan kata "Iblis" atau
     "Setan".
  m. "Pendeta", untuk menjelaskan kata "Nabi", "Imam", "Rasul".
  n. "Gereja", untuk menjelaskan kata "Bait Allah".

  Ingat usaha di atas hanyalah usaha sementara, semasa anak masih
  kecil, untuk menjembatani antara dunia komunikasi anak kecil dan
  orang dewasa yang kurang dapat mereka pahami. Jadi pada saat mereka
  kelas 5 atau 6 SD, mereka harus mulai dilatih memahami setiap
  istilah yang biasa dipakai di kalangan Kristen pada umumnya.
  Guru-guru dapat mengembangkan usaha untuk mencari teknik
  menjelaskan berbagai ajaran gerejanya sendiri, dengan memperhatikan
  kemampuan pemahaman situasi anak.

  Sumber:
  Judul Buku: Teknik Kreatif dan Terpadu dalam Mengajar Sekolah Minggu
  Pengarang : Drs. Paulus Lie
  Penerbit  : Yayasan Andi, Yogyakarta, 1999
  Halaman   : 129 - 130


**********************************************************************
o/ TIPS MENGAJAR (2)

                          PRINSIP KOMUNIKASI
                          ==================

  Membangun komunikasi yang baik dengan anak harus memperhatikan
  beberapa prinsip di bawah ini:

  1. Menyediakan Waktu
     -----------------
     Beberapa pakar menganggap bahwa waktu itu sendiri tidaklah
     terlalu penting, tetapi kualitas dari waktu itulah yang lebih
     penting. Jadi tidak ada suatu komunikasi yang baik yang tidak
     memerlukan waktu. Sangat disayangkan bahwa banyak orang dewasa
     yang tahu mencukupi kebutuhan anak secara materiil, tetapi hampir
     tak mau menyediakan waktu untuk bergaul dengan anak. Demikian
     pula antara guru dan murid. Komunikasi yang berhasil hanya dapat
     diperoleh melalui pengorbanan waktu, dengan bertindak demikian,
     ia sudah mengasihi dan memperhatikan anak.

  2. Berkomunikasi Secara Pribadi
     ----------------------------
     Komunikasi antara orangtua anak atau antara guru dan murid sering
     bersifat negatif, dengan pengertian sewaktu anak itu ada masalah
     baru orangtua mencari waktu untuk berbicara dengan mereka dan
     komunikasi itu hanya berupa peneguran dan kritikan. Kadangkala
     komunikasi itu hanya berbentuk suatu kepentingan saja, misalnya
     mengumpulkan data atau ingin menyerahkan suatu tugas kepada
     mereka, formalitas belaka.  Jadi komunikasi semacam itu sekadar
     ada dalam keluarga dan bukan diadakan secara pribadi. Kualitas
     komunikasi memang penting, tetapi yang lebih penting ialah
     bagaimana menyediakan waktu berkomunikasi secara pribadi.
     Komunikasi yang diadakan secara khusus akan dapat menyelami
     bagaimana rasa senang, marah, sedih, dan gembira itu. Hal
     demikian bukan saja perlu dilakukan orangtua, tetapi juga
     merupakan tanggung jawab yang perlu dilakukan oleh guru SM.

  3. Menghargai Anak
     ---------------
     Orang dewasa, sadar atau tidak, sering meremehkan anak kecil.
     Sering orang dewasa berkata, "Kamu masih kecil tidak mengerti
     apa-apa, jangan ikut campur urusan orangtua!", "Ayah/Ibu sudah
     makan garam lebih banyak daripada kalian, apa yang kalian
     mengerti?", "Ayah/Ibu lebih tua, sebaiknya kalian patuhi
     perkataan Ayak/Ibu!" Sebenarnya masalah akan banyak berkurang
     bila orang dewasa dapat berbicara seperti kepada seorang yang
     dihargai terhadap anaknya. Kenyataan yang berlaku sekarang
     berbeda dengan masa muda orangtua, belum ada komputer dan
     kemajuan ilmu pengetahuan yang secanggih sekarang; jadi tidaklah
     mengherankan kalau kita menyadari kadangkala anak-anak melebihi
     kita dalam hal-hal tertentu. Usahakanlah untuk menghargai anak
     dan menerima pendapat mereka.

  4. Mengerti Anak
     -------------
     Dalam berkomunikasi dengan anak, usahakanlah untuk mengenal dunia
     mereka, memandang posisi mereka untuk mendengarkan apa ceritanya
     dan apa dalihnya. Mengenali apa yang menjadi suka dan duka,
     kegemaran, kesulitan, kelebihan, serta kekurangan mereka. Seorang
     guru SM harus mengenal latar belakang keluarga murid, mengetahui
     hubungan mereka dengan orangtuanya, mengenal kehidupan
     keluarganya, dan juga kehidupannya di sekolah. Dengan objek
     komunikasi, komunikasi akan lebih lancar dan hubungan akan
     menjadi lebih erat, dan bila anak bermasalah akan mudah
     diselesaikan.

  5. Mempertahankan Hubungan
     -----------------------
     Komunikasi yang baik selalu didasarkan pada hubungan yang baik.
     Meski orangtua atau guru memiliki wibawa tertentu di hadapan
     anak, namun bila dapat menganggap anak sebagai teman, anak dapat
     mengutarakan isi hatinya. Dengan terbuka ia akan menceritakan
     segala kesedihan dan kegembiraannya. Oleh sebab itu, komunikasi
     yang baik harus didasarkan pada hubungan yang baik.

  Sumber:
  Judul Buku: Menerobos Dunia Anak
  Pengarang : Dr. Mary Go Setiawani
  Penerbit  : Kalam Hidup, Bandung, 2000
  Halaman   : 69 - 71


**********************************************************************
o/ AKTIVITAS

  Aktivitas berikut ini dapat digunakan dalam kegiatan SM, terutama
  untuk kelas kecil yang sudah bersekolah dan kelas tengah. Melalui
  aktivitas ini anak SM Anda dapat dilatih untuk lebih lancar dalam
  menyusun kata-kata. Bentuk aktivitas ini adalah 'aktivitas beregu'.

                       MENYUSUN KATA-KATA KACAU
                       ========================

  Peralatan:
  ----------
  1. Daftar kata-kata yang hurufnya terbolak-balik.
  2. Alat-alat tulis dan kertas untuk tiap regu.

  Waktu:
  ------
  Biasanya 10 menit (tergantung panjangnya daftar kata-kata yang
  kacau).

  Tujuan:
  -------
  1. Menambah perbendaharaan kosa kata.
  2. Melatih kecepatan berpikir.

  Cara Bermain:
  -------------
  1. Guru SM mendiktekan sejumlah kata-kata yang kacau (hurufnya
     terbolak-balik) dan setiap regu harus menulisnya. Daftar kata-
     kata tersebut harus dipersiapkan sebelumnya untuk masing-masing
     regu.

  2. Perintahnya: setiap regu harus menuliskan kata-kata yang
     berarti dengan susunan tata bahasa yang benar. Regu yang
     menyelesaikannya dengan cepat dan benar adalah yang menang.

  3. Jenis kata-kata bisa berupa nama kota, nama binatang, nama
     burung, nama pohon, buah-buahan, dan sebagainya.

  Bahan diedit dari sumber:
  Judul Buku: Permainan untuk Segala Usia
  Pengarang : Albertus M. Patty
  Penerbit  : PT BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1996
  Halaman   : 107 - 108


**********************************************************************
o/ STOP PRESS

                        KKR PEMUDA REMAJA 2002:
                        =======================
                    "DI TANGAN SIAPA HARI DEPANKU?"

  Pemuda dan remaja adalah generasi penerus. Sepuluh hingga tigapuluh
  tahun yang akan datang, merekalah yang memegang peranan, baik itu di
  -- gereja, masyarakat, bangsa dan dunia. Jika mereka hidup dalam
  dosa dan rusak, maka masa depan pun kelak akan rusak. Kalau mereka
  dibawa kepada Tuhan Yesus dan mereka mengalami karya penyelamatan-
  Nya, maka mereka, melalui pimpinan Roh Kudus dan firman-Nya akan
  menjadi pemimpin gereja, masyarakat, bangsa, negara bahkan dunia.
  Memenangkan pemuda dan remaja adalah memenangkan hari depan gereja,
  bangsa dan dunia.

  Pembicara:
  ----------
  Pdt. DR. Stephen Tong

  Tempat dan Waktu Pelaksanaan:
  -----------------------------
  1. JAKARTA -- Istora Senayan
     Kamis - Minggu, 12 - 15 September 2002

  2. BANDUNG -- Sabuga Bandung
     Jumat - Minggu, 26 - 29 September 2002
     KKR Anak, Minggu, 29 September 2002
     KKR Umum, Sabtu dan Minggu, 28 - 29 September 2002

  3. SURABAYA -- GOR Kertajaya
     Jumat - Minggu, 19 - 22 September 2002

  Informasi:
  ----------
  1. JAKARTA
     Jl. Tanah Abang III/1
     Jakarta Pusat 10160
     Telp.: (021) 381-0912

  2. SURABAYA
     Andhika Plaza Blok C/6-7
     Jl. Simpang Dukuh 38-40
     Telp.: (031) 547-2422


**********************************************************************
o/ DARI ANDA UNTUK ANDA

  Dari: Yohanes <ymh@>
  >apakah di antara rekan-rekan yang memiliki anak berumur sekitar
  >,2-3 th, tinggal di Kelapa Gading dan sekitarnya ada yang berminat
  >mengikuti 'sanggar' (sebutan kelompok bermain u/anak batita dari
  >yayasan Eunike)? pertemuan tiap hari Rabu pukul 10.00 di Jl. Puan
  >Raya pengantar bahasa Inggris beaya sangat ekonomis
  >kwalitas tidak kalah dengan kelompok bermain lain... :-)
  >saya tergerak mempromosikan ini, karena :
  >,1. pelayanan yayasan ini sangat bagus
  >,2. sanggar ini tidak komersil, tetapi profesional..promosi lagi :-)
  >,3. masih memungkinkan menerima tambahan anak u/ kelompok
  >   yang baru di buka (anak saya bergabung dengan kelompok baru ini)
  >
  >kalau ada yang tertarik bergabung atau perlu informasi, bisa segera
  >kontak ke yayasan Eunike 453 2109 atau informasi lewat istri saya,
  >Lydia 451 7707
  >
  >terima kasih.
  >salam,
  >Yohanes

  Redaksi:
  Surat di atas didapat dari Milis e-Ayahbunda. Mudah-mudahan bisa
  berguna bagi pembaca e-BinaAnak yang membutuhkannya.


**********************************************************************
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke:   <unsubscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak:    http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
**********************************************************************
                 Staf Redaksi: Oeni, Davida, Ratnasari
       Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
              Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                   Copyright(c) e-BinaAnak 2002 YLSA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org