Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-binaanak/80

e-BinaAnak edisi 80 (19-6-2002)

Anak dan Musik

     ><>  Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak  <><


Daftar Isi:                                        Edisi 080/Juni/2002
-----------
    o/ SALAM DARI REDAKSI
    o/ ARTIKEL                : Perasaan Anak Terhadap Musik
    o/ TIPS MENGAJAR          : Musik dalam Sekolah Minggu
    o/ BAHAN MENGAJAR         : Nyanyian Pujian di Malam Hari
    o/ AKTIVITAS (1)          : Pesta Nada
    o/ AKTIVITAS (2)          : Konser Alat Musik
    o/ AKTIVITAS (3)          : Aneka Permainan dengan Musik
    o/ DARI ANDA UNTUK ANDA   : Minta Kiriman Artikel

**********************************************************************
  Korespondensi dan kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi:
     <submit-BinaAnak@sabda.org> atau <owner-i-kan-BinaAnak@xc.org>
**********************************************************************
o/ SALAM DARI REDAKSI

  Selamat bersua lagi,

  Musik seringkali menjadi sarana yang tidak dapat dipisahkan dari
  dunia pelayanan anak/Sekolah Minggu. Bahkan seringkali musik
  mendominasi program Sekolah Minggu. Tentu saja hal itu tidak salah,
  namun penekanan pada musik akan salah jika kita, sebagai guru SM,
  tidak memiliki konsep yang benar tentang penggunaan musik di SM.

  Nah, pada edisi ini kami menyiapkan artikel dan tips tentang musik
  yang akan menolong kita semua menggunakan musik untuk melayani anak-
  anak dengan konsep yang benar. Lalu praktekkan pada acara liburan
  dengan anak-anak SM anda, misalkan dengan mengadakan acara "Hari
  Musik". Untuk itu kami juga melengkapinya dengan beberapa aktivitas
  menarik yang dapat Anda gunakan untuk mengisi "Hari Musik" di
  Sekolah Minggu Anda agar semakin meriah dan menyenangkan.

  Selamat bermusik ria!
  Tim Redaksi

                "Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN
                   dan pujilah Dia dari ujung bumi!
              Baiklah laut bergemuruh serta segala isinya
              dan pulau-pulau dengan segala penduduknya."
                            (Yesaya 42:10)
             < http://www.sabda.org/sabdaweb/?p=Yes+42:10 >


**********************************************************************
o/ ARTIKEL

                     PERASAAN ANAK TERHADAP MUSIK
                     ============================

  Sejak dini anak sebenarnya sudah mengenal musik. Perhatikan saja
  anak yang baru lahir, ia sudah dapat memberikan tanggapan yang
  berbeda pada masing-masing jenis musik. Misalnya lagu lembut
  meninabobokannya, sedang lagu-lagu keras membuat ia lebih aktif
  menggerak-gerakkan tubuhnya. Meski lututnya mengikuti irama lagu,
  atau menggerak-gerakkan tangannya seperti sedang memimpin sebuah
  Orkes Simfoni.

  Musik dan gerak pada dasarnya merupakan dua unsur yang menyatu.
  Perkembangan musikal seorang anak pertama kali dimulai dari
  mendengar dan kemudian menggerak-gerakkan anggota tubuh sesuai
  dengan irama. Dan menjelang usia enam tahun, sebetulnya kemampuan
  untuk menyelaraskan gerak dengan irama lagu semakin jelas terlihat.

  Barangkali kita perlu ingat, bahwa bermain musik itu merupakan hal
  biasa, seperti juga berbicara atau belajar membaca dan menulis.
  Terlebih lagi jika pengertian musik di sini mencakup segala sesuatu
  yang berhubungan dengan bunyi, yang dapat dirangkum dan disusun
  dengan cara tertentu.

  Mungkin kita masih ingat ketika kita masih duduk di bangku Sekolah
  Dasar. Pada suatu kesempatan murid-murid berkumpul dalam kelas, dan
  guru kebetulan tidak ada. Kemudian tiba-tiba seorang murid memukul-
  mukulkan tangannya di atas meja. Dengan tanpa disadari perbuatannya
  itu diikuti oleh teman-temannya, sehingga hampir seisi kelas memukul-
  mukul mejanya masing-masing. Ajaib! pukulan-pukulan itu menjadi
  berirama dan beraturan walau tidak terencana, sehingga merupakan
  iringan lagu yang dinyanyikan bersama. Tanpa disadari pula
  sebenarnya anak-anak telah menciptakan musik.

  Kita tahu, bahwa musik memegang peranan dalam kehidupan manusia.
  Bahkan musik merupakan salah satu bahasa manusia di mana-mana dan
  dalam suasana apapun juga. Kegembiraan atau kebahagiaan sering
  dinyatakan dengan musik, begitu juga kesedihan diwujudkan dalam
  musik, malahan juga komunikasi dengan Tuhan. Paling tidak dengan
  irama dan nada-nada yang mengalun menyentuh perasaan.

  Sekarang mungkin kita perlu mengetahui, siapa saja yang boleh
  mengambil pelajaran musik? Apakah semua anak, atau hanya mereka
  yang berbakat saja?

  Pertama-tama harus dilihat adanya minat anak terhadap musik, dalam
  arti kata musik yang sifatnya lebih luas dan umum. Jika kita lihat
  anak-anak yang berhasil menemukan kegembiraan dalam 'permainan
  musik', apakah itu hanya musik mulut, musik bunyi-bunyian atau musik
  sungguh-sungguh, dan dengan permainan itu mereka berhasil
  menciptakan kegembiraan pada orang lain, kiranya telah tercapailah
  apa yang dimaksud dengan 'permainan musik' itu. Di sini, dalam taraf
  yang paling sederhana pun diperlukan adanya minat, perhatian dan
  keinginan untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan musik.

  Pendidikan musik untuk anak-anak balita, seyogyanya dapat
  diperkenalkan dengan berbagai jenis alat musik. Setiap anak mencoba
  mengenalnya sehingga ia mengetahui bagaimana menggunakannya.

  Sementara itu penelitian para ahli pendidik musik di luar negeri,
  masih belum dapat menemukan cara yang pasti untuk 'meramalkan'
  keberhasilan seorang anak dalam memainkan alat musik tertentu. Sebab
  kenyataannya banyak sekali anak-anak yang mulai dengan alat musik
  hanya untuk mengetahui bahwa itu bukan alat yang cocok untuknya.

  Dr. Sinichi Suzuki, seorang pendidik musik berkebangsaan Jepang,
  telah berhasil mengajar anak-anak berumur dua setengah tahun ke
  atas. Hasilnya? Luar biasa! Suzuki juga membuktikan bahwa bakat
  seseorang (yang dijajaginya terutama tentang musik) tidak selalu
  dibawa semenjak lahir. Menurut pendapatnya, seorang anak dapat
  belajar musik seperti halnya ia belajar bahasa ibunya meskipun
  tidak semua orang menjadi ahli bahasa.

  Dapat kita bayangkan, tiga ribu anak murid Dr.Suzuki bermain
  serentak pada sebuah konser masal di Nippon Budokan Hall Tokyo
  dengan alat-alat musik biola, piano, cello dan lain-lain diiringi
  sejenis alat musik tradisional semacam kecapi bernama koto. Lagu-
  lagu yang mereka mainkan antara lain ciptaan Bach, Mozart, Fiocco,
  Genin, Vivaldi, juga ciptaan Dr.Suzuki sendiri. Sungguh merupakan
  pertunjukan yang memukau, kalau saja kita tahu bahwa anak-anak yang
  memainkannya berusia tak lebih dari enam tahun.

  Sebelum seorang anak belajar memainkan alat musik, alangkah baiknya
  jika anak tersebut mendapatkan pengetahuan dasar tentang musik.
  Sebenarnya akan lebih baik jika anak-anak ini memperolehnya di
  Sekolah Dasar, tetapi hal ini tidak selalu diajarkan di sana.
  Untunglah sekarang makin banyak tempat-tempat pendidikan yang
  memberikan pengajaran musik oleh para guru yang berwenang.

  Mengumpulkan serta menyimpan beberapa alat musik yang sederhana,
  sekalipun tidak ada ruginya sangat bermanfaat bagi seluruh keluarga,
  apalagi keluarga yang penuh bakat musik. Ajarkan padanya bagaimana
  memelihara alat musik yang ada.

  Banyak sekali ibu-ibu yang tidak mempunyai waktu karena harus terus
  menggendong bayinya yang cerewet untuk menidurkannya. Ia tidak
  menyadari bahwa setiap irama, lagu atau melodi juga sanggup
  menidurkan bayi, juga musik rock! Namun sedemikian jauh belum ada
  yang bisa menandingi kelembutan suara ibu yang sanggup menenangkan
  bayi dan membuatnya tertidur. Sering ibu bernyanyi bila hendak
  menidurkan anaknya, dengan cara seperti ini anak akan mengenal
  nyanyian tersebut dan ternyata membuatnya ngantuk.

  Sebelum anak dapat diharapkan mempunyai minat untuk berlatih musik,
  mula-mula ia harus diberi dorongan untuk mendengarkan, dan kemudian
  untuk turut serta dalam permainan musik. Seperti halnya dengan
  membaca, pengertian anak harus lebih maju daripada kemampuannya
  untuk melaksanakannya. Keinginan anak untuk melaksanakan harus besar
  kuatnya sehingga ia bersedia mengikuti tata tertib yang berulang-
  ulang dan seringkali membosankan pada latihan-latihan taraf
  permulaan. Namun yang penting di sini adalah pengertian dari orang
  tua (terutama ibu), sebab pengetahuan saja tidak akan cukup untuk
  dapat melakukan pengembangan dan pengarahan pada anak.

  Sesungguhnya sejak dilahirkan anak memiliki dasar yang meliputi
  berbagai aspek, termasuk aspek perasaan terhadap musik.

  Sumber:
  Judul Buku: Butir-butir Mutiara Rumah Tangga
  Pengarang : Alex Sobur
  Penerbit  : BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1987
  Halaman   : 216 - 218


**********************************************************************
o/ TIPS MENGAJAR

                      MUSIK DALAM SEKOLAH MINGGU
                      ==========================

  Pada jaman Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, banyak perintah
  yang Tuhan berikan lewat kata-kata berirama dan lagu-lagu. Bahkan,
  150 Mazmur sebenarnya dimaksudkan untuk dinyanyikan. Sejak dulu
  sampai sekarang, musik terus digunakan untuk mengungkapkan ekspresi,
  berkomunikasi, memberikan perintah, atau penyembahan. Di bawah ini
  ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika GSM ingin menggunakan
  musik dalam pelayanan:

  1. Lirik harus memiliki arti dan makna yang sesuai dengan umur ASM
     dan tingkatan kelas Sekolah Minggu. Lebih baik menyanyikan lagu
     yang liriknya memiliki arti harafiah daripada kata-kata yang
     berupa simbol-simbol (kata-kata figuratif). Evaluasilah lirik
     lagu-lagu itu agar sesuai dengan taraf pengertian anak-anak.

  2. Gerakan menyanyi harus berfokus pada isi lagu. Anak-anak
     membutuhkan dan menyukai kegiatan yang menggerakan otot-otot
     tubuh. Nyanyian yang memakai gerakan sangat disukai anak-anak,
     tapi jangan sampai fokus nyanyian justru pada gerakannya saja.
     Gerakan harus berhubungan dengan lirik/kata-kata dalam lagu
     yang dinyanyikan karena makna dari kata-katalah yang menjadi
     inti nyanyian.

  3. Lagu harus berorientasi mendidik. Ajarkan satu konsep kebenaran
     Alkitab secara baik dengan mengarahkan semua aktivitas dan
     sumber-sumber yang ada pada konsep yang diajarkan tsb..

  4. Lirik lagu harus memiliki doktrin yang Alkitabiah. Jangan gunakan
     lagu yang kedengarannya enak di telinga tanpa lebih dahulu
     mengevaluasi liriknya. Akan sulit sekali untuk mengubah
     pengajaran yang salah pada lagu/musik yang sudah terlanjur
     disukai. [Juga berhati-hatilah dengan lagu-lagu yang
     mengimplikasikan bahwa binatang memiliki sifat rohani).

  5. Melodi yang digunakan haruslah tidak rumit/sederhana. Carilah
     lagu yang menarik dan sesuai untuk masing-masing tingkatan kelas
     atau umur ASM.

  Satu hal yang harus diingat, tujuan kegiatan musik dalam kelas
  Sekolah Minggu adalah untuk mengajar kebenaran Alkitab, bukan untuk
  mengembangkan kualitas suara atau cara menyanyi yang profesional.
  ASM yang masih kecil-kecil menikmati kegiatan menyanyi walaupun
  sering kali mereka tidak dapat menyanyikan tone dan rhytm-nya dengan
  benar/tepat. (Tapi hal itu bisa mereka pelajari sejalan dengan
  bertambahnya usia mereka). Koor anak-anak dapat menjadi program yang
  sangat berguna, tapi perlu diingat bahwa program ini tidak boleh
  dipakai untuk menggantikan program Sekolah Minggu itu sendiri.

  Bahan diterjemahkan dari sumber:
  Judul Buku: The Complete Handbook For Children's Ministry
  Pengarang : Dr. Robert J. Choun and Dr. Michael S. Lawson
  Penerbit  : Thomas Nelson Publishers, Nashville, 1993
  Halaman   : 220 - 221


**********************************************************************
o/ BAHAN MENGAJAR

                       NYANYIAN PUJIAN DI MALAM HARI
                       =============================

  Rita yakin bahwa ia tidak pernah mendengar suara guntur sekeras
  malam ini sebelumnya. Ia yakin bahwa angin tidak pernah berhembus
  sekencang ini sebelumnya. Ia juga yakin bahwa hujan tidak pernah
  turun menerpa kaca jendelanya sederas malam ini sebelumnya.

  Malam itu cuaca sangat gelap dan menakutkan. Rita pikir pasti
  sekarang tengah malam. Ia melompat dari ranjangnya dan berlari
  menuju kamar ayah dan ibunya. Tidak lama kemudian Rita telah
  berbaring dengan nyaman di antara ayah dan ibunya.

  Renungan Singkat tentang Rasa Aman:
  -----------------------------------
  1. Pernahkah kamu merasa takut karena hujan turun dengan deras di
     malam hari? Bagaimanakah perasaanmu waktu itu?
     Apakah yang kamu lakukan?

  2. Menurut kamu, bagaimanakah perasaan Rita?
     Apakah yang dilakukannya?
     Apakah yang akan dikatakan ayah dan ibu kepadanya?
     Mengapa Rita sekarang merasa nyaman dan tenteram?

  Rita berbaring dekat ayah dan ibunya. Tiba-tiba ibu mulai menyanyi
  untuk Rita. "Yesus kasihkan saya, kitab Allah katakan; Saya kecil
  dan lemah -- Tapi ia kasihlah; Ya Yesus kasih -- Sangatlah kasih,"
  senandung ibu. Lalu ibu menyanyikan sebuah nyanyian yang lain, dan
  yang lain lagi. Tak lama kemudian Rita hampir tidak mendengar suara
  guntur dan juga tidak melihat kilat lagi. Hujan badai kini sudah
  berlalu.

  Ayah membopong Rita yang sudah sangat mengantuk untuk kembali ke
  kamarnya, kemudian meletakkannya di atas ranjang dan menyelimutinya.
  Ketika Rita menguap, ia merasa bahwa ia masih mendengar nyanyian ibu
  di malam hari. Kini ia tidak merasa takut lagi.

  Renungan Singkat tentang Allah dan Kamu:
  ----------------------------------------
  1. Apakah yang menolong Rita merasa tenteram dan nyaman sekalipun
     saat hujan turun dengan deras? Menurut kamu, mengapa ibu
     menyanyikan nyanyian pujian di malam hari untuk Rita?

  2. Alkitab mengatakan bahwa Allah memberikan nyanyian pujian di
     malam hari kepada kita. Yang manakah dari hal-hal berikut yang
     ditujukan kepada kita: hembusan angin malam yang lembut, suara
     burung-burung atau suara gemericik air hujan di atas atap rumah
     kita? Dapatkah kamu menyebutkan contoh-contoh nyanyian pujian
     yang lain  di waktu malam yang telah diberikan Allah kepada kita?

  Bacaan Alkitab:
  ---------------
  Ayub 35:10-11

  Kebenaran Alkitab:
  ------------------
  Allah memberikan nyanyian pujian kepada kita di waktu malam.
  (baca: Ayub 35:10)

  Doa:
  ----
  Ya Allah, nyanyikanlah nyanyian pujian di waktu malam untuk saya
  pada saat saya merasa takut. Dan terima kasih Tuhan, karena Engkau
  telah mengingatkan ayah dan ibu untuk melakukannya juga.
  Dalam nama Yesus.
  Amin.

  Sumber:
  Judul Buku: 100 Renungan Singkat untuk Anak-anak
  Pengarang : V. Gilbert Beers
  Penerbit  : Yayasan Kalam Hidup, Bandung
  Halaman   : 82 - 83


**********************************************************************
o/ AKTIVITAS (1)

  "Hari Musik" bisa menjadi satu alternatif kegiatan dalam mengisi
  hari libur sekolah ASM Anda. Dalam Acara tersebut seluruh kegiatan
  dapat difokuskan pada musik. Berikut ini satu kegiatan yang dapat
  menjadi ide bagi Anda yang tertarik mengadakan aktivitas "Hari
  Musik".

                               PESTA NADA
                               ==========

  Garis Besar Acara:
  ------------------
  Suasana kelas didominasi gambar-gambar nada (not angka dan atau not
  balok), dan gambar-gambar tersebut dipakai juga sebagai alat peraga:
  untuk memimpin pujian, untuk ayat hafalan, untuk bercerita.

  Tujuan Acara:
  -------------
  Anak semakin menyukai memuji nama Tuhan, dan semakin kaya
  pengetahuannya tentang dunia musik.

  Persiapan Acara:
  ----------------
  Guru mendekorasi ruangan dengan nada-nada, kemudian guru menyiapkan
  beberapa lagu dan ilustrasi berkaitan dengan dunia musik, misalnya
  nama-nama musisi gereja yang terkenal dan lagu karangannya, termasuk
  penulis lagu anak-anak dan karangannya.

  Acara Pembukaan:
  ----------------
  Anak-anak masuk kelas dengan diberi kokard (tanda pengenal) yang
  bertuliskan not angka dari do, re, mi sampai dengan si. Anak-anak
  duduk urut sesuai not angka tersebut. Lalu guru mengajak menyanyikan
  lagu pembukaan, misalnya lagu Pujilah Nama Tuhan dengan musik.
  Lagu ini dinyanyikan bergantian, kelompok nada "do" menyanyi dulu,
  kemudian kelompok nada "re", disusul kelompok nada "mi", "fa",
  sehingga anak bergantian menyanyi lagu ini. Guru dapat memberikan
  komando kelompok mana yang menyanyi cukup dengan mengatakan nada apa
  yang menyanyi.

  Acara Puji-pujian:
  ------------------
  Guru merangkai acara pujian dalam acara seperti "Berpacu dalam
  Melodi" (acara TV). Sehingga anak-anak diminta menebak judul
  lagunya. Setelah tertebak barulah lagu tersebut dinyanyikan bersama.
  Jangan lupa variasikan lagu dan tebakannya.

  Kreasi Lain I -- Mengenal Jenis-jenis Alat Musik:
  -------------------------------------------------
  Di setiap awal lagu yang akan dinyanyikan, guru menceritakan dengan
  singkat jenis alat musik tertentu (lebih baik jika ada gambarnya),
  misalnya: orgen, kecapi, dan sebagainya. Informasi ini ada pada
  beberapa buku musik di toko buku Kristen. Sehingga anak semakin
  bertambah pengetahuannya tentang alat musik.

  Kreasi Lain II -- Mengenal para Pemusik Gereja dan Kehidupannya:
  ----------------------------------------------------------------
  Di setiap awal lagu yang akan dinyanyikan, guru menceritakan dengan
  singkat tokoh pemusik tertentu yang terkenal (lebih baik jika ada
  fotonya), misalnya: Handel, Mozart, dan lainnya. Informasi ini ada
  pada beberapa buku musik di toko buku Kristen.

  Acara Lain-lain:
  ----------------
  Aktivitas anak. Anak menuliskan ayat hafalan di atas sebuah gambar
  alat musik, dan menghafalkannya. Permainan dalam kelompok dapat juga
  dibentuk dengan memanfaatkan tanda pengenal pada anak (kelompok: do,
  re, mi, fa, sol, la, si). Cerita akan lebih baik jika berkaitan
  dengan dunia musik, misalnya, cerita Daud yang bermain kecapi di
  Istana Saul.

  Sumber:
  Judul Buku: Teknik Kreatif dan Terpadu dalam Mengajar Sekolah Minggu
  Penulis   : Paulus Lie
  Penerbit  : Yayasan Andi, Yogyakarta, 1999
  Halaman   : 138 - 139


**********************************************************************
o/ AKTIVITAS (2)

  Aktivitas berikutnya yang dapat Anda gunakan dalam rangka "Hari
  Musik" di Sekolah Minggu Anda adalah seperti yang berikut ini.

                           KONSER ALAT MUSIK
                           =================

  Persiapan:
  ----------
  Buatlah beberapa kelompok anak, mintalah setiap kelompok untuk
  memilih satu alat musik dan  mintalah mereka untuk mencoba menirukan
  suara alat musiknya tersebut. Tidak boleh ada kelompok yang memilih
  suara alat musik yang sama.

  Pelaksanaan:
  ------------
  1. Saat menyanyikan lagu tersebut, guru berperan sebagai seorang
     dirigen, kelompok yang ditunjuk harus segera berdiri dan
     membunyikan suara alat musik tertentu (tentu saja tetap harus
     mengikuti not lagu tersebut). Dirigen dapat sekaligus menunjuk 2
     regu untuk membunyikan suaranya. Semua itu diatur oleh aba-aba
     sang dirigen, kapan satu regu kapan harus membunyikan suara alat
     musiknya dengan sambil berdiri, dan kapan satu regu harus diam
     (dan duduk) kembali. Jadi suasana menjadi semacam orkestra musik
     yang dipandu sang dirigen. Semakin guru dapat mengkreasikan
     keterlibatan semua alat musik, maka akan semakin menarik pula
     konser musik ini.

  2. Pada waktu tertentu, sang derigen memberi aba-aba agar semua alat
     musik membunyikan suaranya. Dapat pula diatur keras lembutnya
     suara, semuanya tergantung aba-aba sang derigen!

  3. Kepada anak-anak dijelaskan, mari kita menggunakan seluruh hidup
     kita untuk memuliakan Tuhan. Selamat berkonser!

  Sumber:
  Judul Buku: Teknik Kreatif dan Terpadu dalam Mengajar Sekolah Minggu
  Pengarang : Paulus Lie
  Penerbit  : Yayasan Andi, Yogyakarta, 1999
  Halaman   : 48


**********************************************************************
o/ AKTIVITAS (3)

  Berikut ini bermacam-macam pilihan permainan dengan musik yang dapat
  Anda gunakan untuk semakin memeriahkan "Hari Musik" di Sekolah
  Minggu Anda.

                    ANEKA PERMAINAN DENGAN MUSIK
                    ============================

  1. Permainan Terka Judul:
     ----------------------
     Mintalah seorang GSM memainkan lagu rohani dengan piano, organ,
     suling atau gitar. Kelompok yang paling dahulu menerka judul
     dengan tepat akan memperoleh angka. Bila Anda mau, bagikanlah
     pensil dan kertas sehingga masing-masing kelompok dapat segera
     menuliskan judul-judul itu, ketika pemain musik terus memainkan
     10 buah lagu. Yang memperoleh angka terbanyak, dialah yang
     menang.

  2. Permainan Himpun Lagu:
     ----------------------
     Tulislah beberapa baris lagu pada potongan-potongan kertas, lalu
     bagikan kepada setiap ASM yang hadir. Pada waktu aba-aba diberi,
     ASM yang memegang kertas yang bertuliskan kata-kata lagu yang
     sama harus berkumpul menjadi satu. Ketika masing-masing kelompok
     berhimpun, suruhlah mereka menyanyikan lagunya.

  3. Permainan Pertanyaan Musikal:
     -----------------------------
     Hamparkanlah dua helai surat kabar di lantai berhadapan dengan
     para ASM yang berbaris dalam bentuk lingkaran. Mainkan musik dan
     pada saat aba-aba diberi, setiap ASM berjalan berkeliling sambil
     menyebrangi koran tadi. Ketika musik tiba-tiba berhenti, ASM yang
     tepat berada di atas koran tersebut harus berhenti. Ajukanlah
     pertanyaan mengenai isi Alkitab kepadanya. Bila jawabannya benar,
     angka 10 ditambahkan baginya. Bila jawaban salah, ia dikeluarkan
     dari barisan. Permainan dapat diteruskan sampai terkumpul
     beberapa ASM yang menjawab salah dan siap untuk diberi hukuman.

  4. Permainan Putar Pertanyaan:
     ---------------------------
     Tulislah sebuah soal Alkitab di atas sehelai kerta. Kemudian
     taruhlah kertas itu dalam keranjang kecil. Boleh juga kaleng
     kosong atau tempat lain. Mainkan musik dan gilirkan wadah
     tersebut mengelilingi para ASM. Ketika musik tiba-tiba berhenti,
     orang yang sedang memegang wadah tadi harus mengambil kertas itu
     dan menjawab pertanyaannya. Ia mendapat angka 10 kalau jawabannya
     benar. Kalau secara kebetulan ia mendapat giliran beruntun dan
     jawabannya tepat, maka angkanya dua kali lipat. Tetapi bila ia
     dua kali salah, angkanya dikurangi dua kali lipat.

     Permainan ini dapat juga diadakan dengan beregu, di mana anggota
     regu yang satu duduk berselang-seling dengan anggota regu lain
     dalam lingkaran itu. Bila tidak ada musik, pemimpin boleh memakai
     siulan maupun aba-aba lain.

  5. Permainan Ritme Lagu:
     ---------------------
     Bagilah para ASM menjadi beberapa kelompok. Masing-masing
     kelompok harus memilih lagu yang mereka sajikan kepada kelompok
     lain dengan cara bertepuk tangan sesuai dengan ritme lagu itu.
     Sebaliknya, kelompok lain harus menerka judul lagu itu. Angka
     lima diberikan kepada kelompok yang menyanyikan lagu yang tak
     dapat dikenali oleh siapapun.

  Selamat bermain!

  Bahan diambil dan diedit dari sumber:
  Judul Buku: Belajar Alkitab Melalui Permainan
  Pengarang : Ronald F. Keeler
  Penerbit  : BPK Gunung Mulia, Jakarta, 1997
  Halaman   : 17 - 19


**********************************************************************
o/ DARI ANDA UNTUK ANDA

  Dari: < Walsinur_Silalahi@ >
  >Saya sangat tertarik akan artikel tsb, [*red: artikel e-BinaAnak
  >edisi #75 -- Anak & Alkitab ]. Bagaimana caranya agar saya
  >memperoleh bahan yang lebih lengkap lagi, dan mohon saya dikirimi
  >artikel khusus untuk mengajak orang tua ASM sadar akan tanggung
  >jawabnya terhadap perkembangan rohani anak-anak.Banyak orang tua
  >selalu menyarankan anaknya rajin ke Gereja,tetapi orang tua tsb
  >tidak pernah ke gereja.Terima kasih atas bantuannya.
  >
  >Tuhan memberkati.

  Redaksi:
  Kami tidak memiliki artikel khusus seperti yang Anda maksudkan. Tapi
  kami dapat memberikan referensi buku-buku rohani dimana isi dari
  buku tersebut mungkin cocok dengan kebutuhan Anda tersebut.
  Buku-buku tersebut antara lain:
  1. Judul Buku: Belajar Bersama
     Pengarang : Janice Y. Cook
     Penerbit  : Yayasan Gloria, Yogyakarta, 1994
  2. Judul Buku: Mengenalkan Allah kepada Anak
     Pengarang : Wes Haystead
     Penerbit  : Yayasan Gloria, Yogyakarta, 1998
  3. Judul Buku: Sampaikan Cerita Keselamatan
     Pengarang : Dell & Rachel Schultz
     Penerbit  : Lembaga Literatur Baptis
  Apakah ada pembaca e-BinaAnak yang ingin memberikan saran-saran
  tambahan? Silakan mengirimkannya kepada Redaksi!

**********************************************************************
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke:   <unsubscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk Arsip e-BinaAnak:    http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/
**********************************************************************
            Staf Redaksi: Oeni, Ratnasari, Davida, Meilania
      Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
             Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                  Copyright(c) e-BinaAnak 2002 YLSA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org