Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/e-binaanak/41

e-BinaAnak edisi 41 (14-8-2001)

Kemerdekaan Dalam Kristus

     ><>  Milis Publikasi Elektronik untuk Para Pembina Anak  <><


Daftar Isi:                                     Edisi 041/Agustus/2001
-----------
    o/ SALAM DARI REDAKSI
    o/ ARTIKEL               : Kemerdekaan yang Tuhan Berikan
    o/ TIPS MENGAJAR         : Bahan pelajaran: Yesus Mematahkan
                                   Belenggu
    o/ HUMOR                 : Mengapa Lambang Negara Kita
                                   Burung Garuda ...?
    o/ SHARING GURU SM       : Menjadi GSM itu Enak Sekali!
    o/ DARI ANDA UNTUK ANDA  : Alat Peraga Panggung Boneka

**********************************************************************
Korespondensi/kontribusi bahan dapat dikirimkan ke staf Redaksi di:
Meilania <submit-BinaAnak@sabda.org> / <owner-i-kan-BinaAnak@xc.org>
**********************************************************************
o/ SALAM DARI REDAKSI


  Salam Sejahtera dalam Kristus,

  "17 Agustus tahun 45, itulah hari kemerdekaan kita, hari merdeka
  nusa dan bangsa, hari lahirnya bangsa Indonesia. Merdeka ...! Sekali
  merdeka tetap merdeka...! Selama hayat masih dikandung badan...."
  Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan penggalan lagu di atas. Hal
  itu mengingatkan kita akan berharganya kemerdekaan bagi bangsa kita.
  Kemerdekaan dari penjajahan memberikan kebebasan kepada bangsa itu
  untuk mengatur sendiri kehidupan bangsa dan negaranya.

  Peringatan kemerdekaan juga mengingatkan kita pada kemerdekaan yang
  telah Tuhan Yesus berikan kepada kita. Melalui pengorbanan-Nya di
  kayu salib, kita dimerdekakan dari dosa dan maut. Dosa kita ditebus
  dan kita tidak lagi menjadi musuh Allah, tapi sebaliknya kita
  diangkat menjadi anak Allah untuk hidup selama-lamanya bersama Dia.
  Sungguh luar biasa! Untuk itu pada peringatan Hari Kemerdekaan ini
  e-BinaAnak akan menampilkan artikel tentang arti kemerdekaan bagi
  kita iman percaya kita dan dan bagaimana kita menjalani hidup
  rohani dalam kemerdekaan itu.

  Selamat menyambut kemerdekaan negara RI!

  Tim Redaksi/Tabita

    "Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus
              dari hukum dosa dan hukum maut." (Roma 8:2)
        < http://www.bit.net.id/SABDA-Web/Rom/T_Rom8.htm 8:2 >

**********************************************************************
o/ ARTIKEL

                 KEMERDEKAAN YANG TUHAN YESUS BERIKAN
                 ====================================

  A. ARTI KEMERDEKAAN BAGI IMAN PERCAYA KITA

  Kemerdekaan bagi orang-orang percaya memiliki arti yang sangat luar
  biasa, karena kemerdekaan ini berarti kemenangan atas maut dan
  terbebasnya manusia dari belenggu dosa. Kemerdekaan ini merupakan
  karya Tuhan Yesus melalui kematian-Nya dan kebangkitan-Nya.
  Kemerdekaan ini diberikan secara cuma-cuma kepada semua orang yang
  percaya kepada-Nya, di antara mereka adalah termasuk anak-anak.
  Apakah arti kemerdekaan yang Tuhan Yesus telah berikan bagi kita?

  1. Kemerdekaan dari Dosa
     ---------------------
     "Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus
     dari hukum dosa dan hukum maut." (Roma 8:2)

     "Akan tetapi Allah menunjukkan kasihNya kepada kita, oleh karena
     Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa."
     (Roma 5:8)

     Kita tidak dilahirkan sebagai orang merdeka. Dosa telah mengikat
     kita sejak lahir dan terus mengikat kita dengan tali-tali yang
     lebih kuat, dimana tali-tali itu hanya dapat diputuskan oleh
     kuasa yang lebih tinggi, yaitu kuasa Tuhan Yesus Kristus sehingga
     kita boleh terbebas dari dosa dan kuasa maut.

  2. Kemerdekaan dari Rasa Takut
     ---------------------------
     "Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan melainkan
     roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban."
     (II Timotius 1:7)

     Saat ini kita berjalan dalam dunia yang penuh ketakutan dan
     kecemasan. Setiap orang merasa tidak aman bepergian sendiri,
     bahkan setiap orang merasa tidak aman tinggal di dalam rumahnya
     sendiri, karena sewaktu-waktu hal yang tidak diinginkan bisa
     datang, sehingga pintu-pintu senantiasa terkunci. Namun sebagai
     orang percaya, kita tidak perlu merasa khawatir dan takut karena
     Tuhan Yesus senantiasa menyertai dimanapun kita berada. Tuhan
     Yesus telah membebaskan kita dari rasa takut.

  3. Kemerdekaan dari Sakit Penyakit
     ------------------------------
     "Oleh bilur-bilurNya kamu telah sembuh." (I Petrus 2:24b)

     Kristus menyediakan kesembuhan bagi semua orang yang percaya
     kepada-Nya. Dia adalah dokter sejati, Dia mampu menyembuhkan
     segala sakit penyakit. Kalau kita datang kepada-Nya dengan penuh
     iman dan percaya maka Dia akan menyembuhkan luka-luka dan sakit
     yang kita rasakan.

  4. Kemerdekaan dari Kematian
     -------------------------
     "Ia sendiri telah memikul dosa kita dalam tubuhNya di kayu salib,
     supaya kita yang telah mati terhadap dosa, hidup oleh kebenaran."
     (I Petrus 2:24a)

     "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia
     telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang
     yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang
     kekal." (Yohanes 3:16)

     "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya
     dalam segala kelimpahan" (Yohanes 10:10b)

     Kristus hidup, disalibkan, mati dan bangkit dari kematian agar
     kematian menjadi jalan masuk menuju kehidupan di surga dan tidak
     lagi merupakan akhir dari kehidupan manusia.

  5. Kemerdekaan dari Sifat Mementingkan Diri Sendiri
     ------------------------------------------------
     "Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya
     sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga." (Filipi 2:4)

     Salah satu dosa manusia adalah sifat mementingkan diri sendiri.
     Hanya Kristuslah yang dapat memberikan roh yang tidak
     mementingkan diri sendiri, yaitu roh yang memikirkan orang-orang
     lain.

  B. ARTI KEMERDEKAAN BAGI KEHIDUPAN ROHANI KITA

  Kemerdekaan rohani yang dialami oleh orang percaya akan berdampak
  juga dalam kehidupan rohani kita selanjutnya

  1. Kemerdekaan untuk Berdoa
     ------------------------
     Kita, orang-orang percaya, memiliki kemerdekaan dan kebebasan
     untuk berdoa. Kita boleh berdoa dimana saja dan kapan saja. Tak
     akan ada seorangpun yang dapat menghalangi kita untuk berdoa.
     Seharusnya kita bersyukur karena kita memiliki kemerdekaan untuk
     berdoa ini. Seringkali hal yang menahan keinginan kita untuk
     berdoa hanyalah diri kita sendiri, kemalasan kita, kesibukan
     kita, kurangnya waktu, atau sudah terlalu lelah, sehingga kita
     tidak sempat untuk berdoa.

  2. Kemerdekaan untuk Beribadah
     ---------------------------
     Bersyukur negara kita memberikan kemerdekaan untuk beribadah
     menurut agama dan kepercayaan kita. Kita boleh pergi ke gereja
     dan beribadah dengan tenang di gereja. Kita boleh mendengarkan
     Firman Tuhan, memuji dan menyembah Tuhan dengan tenang.

     Ada beberapa negara-negara di dunia yang menghalangi penduduknya
     dalam berdoa dan beribadah. Bila mereka pergi ke gereja, mereka
     harus pergi secara sembunyi-sembunyi.

  3. Kemerdekaan untuk Mempelajari Firman Allah
     ------------------------------------------
     Kita memiliki kebebasan untuk mempelajari firman Tuhan. Bahkan
     Sekolah Alkitab dan seminari boleh didirikan, sehingga
     memungkinkan orang-orang belajar Firman Tuhan dengan lebih
     mendalam. Kita juga boleh mempelajari Firman Tuhan kapan pun
     kita mau, baik sendirian maupun secara kelompok, tidak akan
     ada orang yang mengganggu kita.

  4. Kemerdekaan untuk Bersaksi
     --------------------------
     Yesus menghendaki kita semua menjadi saksi-saksi-Nya. Dia ingin
     kita semua memenangkan jiwa-jiwa untuk Dia. Ada dua cara untuk
     bersaksi, pertama dengan "perbuatan kita", kedua dengan
     "perkataan kita", kedua hal ini berjalan bersama-sama. Perbuatan
     dan perkataan kita sehari-hari harus mencerminkan bahwa kita
     adalah milik Yesus. Hal ini merupakan sarana bagi kita untuk
     bersaksi kepada orang lain.

     Dalam bersaksi kita dapat berdoa bagi keluarga dan tetangga kita
     yang belum mengenal Yesus agar mereka mengenal Yesus dan
     mengetahui bahwa Yesus juga mengasihi mereka.

  5. Kemerdekaan untuk Mencetak
     --------------------------
     Kemerdekaan mencetak ini memungkinkan bagi kita untuk memiliki
     Alkitab, buku pujian, Renungan Harian, buku-buku Kristen, majalah
     Kristen dan Literatur Kristen lain bagi pertumbuhan kerohanian
     kita.

  Bahan ini dirangkum dari:
  Judul buku: Buku Pintar Mengajar Sekolah Minggu I
  Penerbit  : Gandum Mas
  Halaman   : 50-54

**********************************************************************
o/ TIPS MENGAJAR - Bahan Pelajaran

  Bagi guru-guru Sekolah Minggu yang membutuhkan bahan pelajaran yang
  dapat digunakan untuk menerangkan pada anak-anak tentang bagaimana
  Yesus mematahkan belenggu dan memerdekakan kita dari dosa dan maut,
  maka bahan berikut ini bisa menjadi salah satu pilihan.

                       YESUS MEMATAHKAN BELENGGU
                       =========================

  Persiapan
  ---------
  Untuk menyambut kemerdekaan RI di Sekolah Minggu, beberapa hari
  sebelumnya, kita dapat melibatkan anak-anak untuk membersihkan
  ruangan gereja dan halaman gereja. Selanjutnya kita dapat mengajak
  mereka untuk menghias gereja bersama. Dalam menghias gereja ini kita
  dapat memakai pita berwarna merah putih dari kertas krep, bendera
  Merah Putih, gambar bapak proklamator negara kita, yaitu Bung Karno
  dan Bung Hatta, dan gambar presiden dan wakil presiden RI yang baru.
  Kita juga dapat menghias dengan bunga segar dan hiasan lain menurut
  kreatifitas kita.

  Nyanyian bersama
  ----------------
  "Sekarang Saya Sudah Bebas", "Ada Kuasa dalam Darah Yesus",
  "Ku Menang Bersama Yesus Tuhan", "Indonesia Raya", "Hari Merdeka".

  Cerita
  ------

  MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA! MERDEKA ATAU MATI! DARAHKU
  KUPERSEMBAHKAN AGAR ENGKAU... MERDEKA!

  Para pejuang pada masa itu sudah bertekad Indonesia harus merdeka,
  kalau perlu kemerdekaan harus ditebus dengan darah! Walau harus mati
  mereka rela, agar kita semua bisa merdeka. MERDEKA!

  Kemerdekaan negara Indonesia tidak dicapai dengan mudah. Banyak
  nyawa, harta dan benda dikorbankan demi kemerdekaan bangsa kita.
  Kita harus mengucap syukur kepada Tuhan karena banyak orang-orang
  yang berani memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. Sehingga saat ini
  kita dapat menikmati kemerdekaan dan kebebasan bangsa ini. Karena
  kemerdekaan ini, Bapak dan ibu kita dapat bekerja dengan tenang,
  semua anak-anak dapat mengikuti sekolah. Karena pada masa penjajahan
  dulu sekolah hanya dapat dinikmati oleh para bangsawan, pegawai
  pemerintahan, dan orang-orang kaya. Pada masa itu yang boleh sekolah
  hanya anak laki-laki. Namun sekarang, semua anak-anak, baik
  laki-laki dan perempuan, baik dari keluarga miskin, petani,
  pedagang, anak pegawai maupun orang kaya, semua harus sekolah.

  Kemerdekaan yang diperoleh negara kita, bukan hanya dari perjuangan
  para pahlawan saja, namun lebih dari pada itu, Tuhan yang maha
  Kuasa, Tuhan yang kita sembah, turut membantu kemerdekaan negara
  kita. Sehingga sudah selayaknya bagi kita untuk bersyukur kepada
  Tuhan atas kemerdekaan yang diberikan Tuhan kepada negara kita.

  Namun lebih dari pada itu, Tuhan memberikan kemerdekaan yang lebih
  luarbiasa kepada kita, kepada saya dan kepada anak-anak semua.
  Kemerdekaan apakah yang telah Tuhan berikan kepada kita itu.

  (Mintalah seorang anak yang telah dipersiapkan sebelumnya sebagai
  alat peraga, untuk masuk ke dalam ruangan, dengan tangan diikat
  tali. Sebelumnya tempelkan tanda dari kertas yang bertuliskan DOSA
  pada ikatan talinya.)

  "Selamat pagi Jon. Wah agaknya sesuatu telah terjadi pada Jon pagi
  ini. Apa masalahnya? (Biarkan anak-anak menjawab.) Oh ... kalian
  mengatakan Jon terikat tali dan terbelenggu. Mari kita melihat
  apakah yang telah membelenggu Joni. Ada tanda di sini yang
  bertuliskan dosa. (Perlihatkan pada anak-anak.) Joni terbelenggu
  oleh dosa."

  Banyak orang saat ini terbelenggu oleh tali dosa. Tali-tali dosa ini
  tidak kelihatan, namun tali dosa ini bisa lebih membatasi ruang
  gerak kita daripada terali penjara. Manusia penuh dengan dosa.
  Seperti yang telah difirmankan Tuhan, "Karena semua orang telah
  berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah." (Roma 3:23)

  "Sebenarnya... apakah dosa itu?" (Biarkan anak-anak menjawab dengan
  pendapatnya sendiri.) Lalu tambahkan dosa adalah kekerasan hati kita
  untuk memilih jalan kita sendiri dan ingin bebas dari Tuhan, yang
  diwujudkan dalam sikap melawan ataupun masa bodoh. Iblis dan roh
  jahat selalu berusaha membuat seseorang makin lama makin terlibat
  dalam dosa, sehingga orang itu tidak tahu bagaimana caranya
  melepaskan dirinya. Biasanya dosa ini dimulai dengan sesuatu yang
  kecil, misalnya mengambil uang di dompet ibu untuk jajan, atau
  dusta kecil "yang bermaksud baik". Tak lama kemudian dusta yang
  lebih besar dilakukan untuk menutupi dusta-dusta kecil tadi. Tidak
  lama kemudian orang ini sudah terbelenggu oleh dosa.

  Bagaimana cara mematahkan belenggu dosa ini? Mari kita lihat apa
  yang difirmankan oleh Alkitab.

  "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah
  mengaruniakan anakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya
  kepadaNya, tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
  (Yohanes 3:16)

  "... Kristus telah mati karena dosa kita ...Ia telah dikuburkan ...
  Ia telah dibangkitkan pada hari yang ketiga sesuai dengan Kitab
  Suci, ...." (I Korintus 15:3-6)

  "Ya ... Yesus Kristus adalah jawabannya. Yesus Kristus datang untuk
  membebaskan orang berdosa. Tuhan Yesus tidak mengatakan bahwa ktia
  harus melepaskan diri kita sendiri dari semua dosa itu. Kita harus
  percaya kepada Dia saja dan Dia akan membebaskan kita dari dosa.

  (Bukalah ikatan tali pada tangan Joni, dan tempelkan kertas
  berbentuk hati pada dada Joni, yang tertulis kata "MERDEKA OLEH
  KASIH KRISTUS", dan Joni merentangkan tangan tanda merdeka.)

  Tuhan Yesus tidak hanya sanggup mematahkan belenggu dosa, namun Dia
  juga sanggup mematahkan belenggu-belenggu lain yang mengikat kita,
  misalnya belenggu iri hati, kesombongan, ketakutan, kecemasan,
  dusta, sakit penyakit, dan belengu-belenggu lainnya. Yesus
  mematahkan setiap belenggu. Apabila kalian merasa ada sesuatu yang
  mengikat dan menghalangi kalian, baik itu perasaan takut sendirian,
  takut gelap, sedih, merasa bersalah atau apa saja, datanglah pada
  Yesus. Tuhan Yesus pasti mengampuni kalian. Jangan takut karena
  Tuhan Yesus selalu menyertai kalian, Tuhan Yesus tidak akan pernah
  meninggalkan kalian, Tuhan Yesus selalu menemani kalian. Haleluya!

  Doa dan Pengucapan Syukur
  -------------------------
  Terpujilah Tuhan karena Dia telah melepaskan kita dari ikatan dosa,

  Bahan ini diambil dan diedit dari:
  Judul buku: Buku Pintar Sekolah Minggu 2
  Penerbit  : Gamdum Mas
  Halaman   : 155

**********************************************************************
o/ HUMOR

                MENGAPA LAMBANG NEGARA KITA BURUNG GARUDA
                =========================================

  Seorang murid Sekolah Minggu yang mempunyai sifat kritis bertanya
  kepada gurunya,
    Murid : Pak, mengapa lambang negara kita burung garuda...?
    Guru  : Karena sesuai dengan hari kemerdekaan kita, 17 Agustus
            1945, 17 adalah jumlah bulu di sayap, 08 (Agustus) adalah
            jumlah bulu di ekor, dan 45 adalah jumlah bulu yang berada
            di leher.
    Murid : Lalu mengapa negara kita merdeka tanggal 17 Agustus bukan
            tanggal yang lain, tanggal 02 Januari misalnya...?
    Guru  : Hmmm, kalau kita merdeka tanggal 02 Januari, berarti
            lambang negara kita bukan lagi burung garuda melainkan
            capung, dengan dua sayap dan satu ekor.
    Murid : ...?

  [Sumber: e-Humor <subscribe-i-kan-humor@sabda.org>]

**********************************************************************
o/ "SHARING" PENGALAMAN DARI GURU SEKOLAH MINGGU

  Menjadi guru Sekolah Minggu itu enak sekali, karena ada banyak
  pengalaman yang lucu dan menyenangkan dari anak-anak Sekolah Minggu
  yang masih polos dan jujur, komentar-komentar mereka pun masih apa
  adanya, seperti "sharing" dari Sdri. Ayu berikut ini:

  Kiriman dari: Ayu Dhisti Hapsari

  >MENJADI GURU SEKOLAH MINGGU ITU ENAK SEKALI!
  >
  >Syallom,
  >
  >Pertama kali saya tertarik mengajar di sekolah minggu ketika diajak
  >oleh tante saya yang juga guru sekolah minggu, waktu itu saya
  >berumur sekitar 17 tahun.
  >Saya banyak belajar dari tante saya, ketika dia bercerita semua
  >anak diam asyik mendengarkan karena tante saya dalam bercerita juga
  >memperagakan dengan gerak tubuhnya, jadi heboh rasanya buat saya
  >yang baru. Saya kalau berdoa tidak suka bertele-tele sehingga
  >paling cepat, makanya anak-anak senang sekali kalau saya yang
  >berdoa. Pertama kali saya membawakan cerita, saya merasa sangat
  >grogi karena disaksikan oleh para orangtua, rasanya deg-degan
  >sekali.
  >
  >Saya mengajar di kelas balita.
  >Pernah suatu kali saya mengajarkan suatu cerita, tiba2 ada satu
  >balita yang menyela, "Bu Guru... itu khan sudah pernah ...."
  >Saya jadi terkejut karena ternyata daya ingat balita itu ternyata
  >sangat tajam. Dan kalau bercerita di kelas Balita, harap sabar
  >untuk disela-sela, karena misalnya saya bercerita tentang Yusuf
  >yang punya banyak kakak yang iri kepadanya, maka ada saja balita
  >yang menyela untuk memberikan komentar, "Bu Guru, Bu Guru... Jojo
  >juga punya kakak..." Belum lagi yang lain ikutan juga
  >menyela...hahaha....
  >
  >Atau pernah juga ketika saya memimpin pujian SM dan ternyata ada
  >satu lagi yang saya tidak hafal. Otomatis saya menyanyikannya
  >dengan tersendat-sendat, ternyata ada anak balita yang
  >memperhatikan, dan menyeletuk, "Bu Guru nggak hafal lagunya ya?"
  >Rasanya malu sekali di hadapan anak-anak kecil yang menyanyi dengan
  >lancarnya saat itu....
  >
  >Satu hal yang selalu saya ingat bahwa meskipun mereka masih kecil,
  >mereka juga mempunyai daya ingat dan nalar yang baik bahkan kadang-
  >kadang lebih baik dari kita karena mereka masih polos dan jujur,
  >setiap komentar mereka keluarkan dengan jujur tidak seperti kita
  >yang sudah dewasa, yang kebanyakan 'sungkan'.
  >
  >Pokoknya jadi GSM itu enak deh... makanya bagi yang belum pernah,
  >ikutan deh.... :=)
  >
  >"In Christ alone I place my Trust"
  >God Bless you,
  >Ayu Dhisti Hapsari

[Redaksi: Terima kasih kami sampaikan kepada Sdri. Ayu atas kirimannya
          dan kami tunggu kiriman-kiriman selanjutnya.]

**********************************************************************
o/ DARI ANDA UNTUK ANDA

  Surat ini diambil dari salah satu diskusi dalam milis e-BinaGuru:

  Dari: Agulman <agulman@>
  Subject: Alat peraga panggung boneka
  >Mohon informasi,
  >Kami akan melaksanakan 'Pesta Ceria Anak Kecil (PECAK)' pada
  >September ini. PECAK ini di khususkan buat anak kelas kecil saja
  >(usia 7 thn ke bawah) Temanya adalah 'Tuhan memanggilmu', bahan
  >cerita diambil dari kisah Samuel kecil yang dititipkan ibunya
  >tinggal di Silo bersama Imam Eli.
  >
  >Rencana penyampaian ceritanya dengan panggung boneka. Mohon
  >informasi apakah ada yang bisa bantu kita untuk penyediaan
  >boneka2nya serta petunjuk memainkan panggung boneka ini dengan
  >baik. Bagaimana tata cara kita bisa memilikinya dan besar biaya
  >untuk itu?
  >Terima kasih & salam,
  >Agulman P.

  Redaksi:
  Saat ini kami juga belum memiliki sumber informasi tentang alat
  peraga panggung boneka. Jika ada diantara pembaca yang mengetahui
  informasi tentang alat peraga ini, silakan mengirimkannya kepada
  staf redaksi e-BinaAnak agar menjadi berkat bagi pembaca lain.

**********************************************************************
Untuk berlangganan kirim e-mail ke: <subscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk berhenti kirim e-mail ke:   <unsubscribe-i-kan-BinaAnak@xc.org>
Untuk arsip:  http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-BinaAnak
**********************************************************************
       Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA
              Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
                   Copyright(c) e-BinaAnak 2001 YLSA

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org