Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/bio-kristi/97

Bio-Kristi edisi 97 (21-8-2012)

Salomo

                           Buletin Elektronik
                    BIO-KRISTI (Biografi Kristiani)
_________________________Edisi 97, Agustus 2012_______________________

DAFTAR ISI
KARYA: SALOMO
DARI MEJA REDAKSI: TANGAN TUHANLAH YANG MENOPANG PELAYANAN BIO-KRISTI

Salam kasih dalam Tuhan Yesus,

Salomo adalah raja yang memiliki hikmat yang luar biasa di dunia.
Salah satu hikmat "langgeng" yang ditulisnya dalam Amsal adalah
"Memperoleh hikmat sungguh jauh melebihi memperoleh emas,...." Ini
merupakan bentuk kebijaksanaan seseorang dalam memahami kehidupan.
Pada zaman modern ini, banyak motivator hebat yang digandrungi orang.
Mereka "dikejar-kejar" orang karena dianggap memiliki hikmat yang luar
biasa. Kata-kata indah yang, katanya, inspiratif itu seakan menjadi
generator pembangkit semangat untuk mengerjakan hal-hal dengan
perspektif yang benar. Tidak sedikit orang yang rela datang ke studio
televisi untuk mendengarkan wejangan "orang-orang bijak", dan di
antara mereka tentu ada banyak "pencari emas". Ini menunjukkan
bagaimana kebenaran hikmat Salomo itu masih berlaku sampai saat ini.
Para "pencari emas" itu akan mencari "para pencari hikmat" untuk
mendapatkan petunjuk, nasihat, atau motivasi. Bukankah ini menunjukkan
hikmat jauh lebih berharga daripada emas?

Pertanyaannya adalah, bagaimana Salomo mendapatkan semua hikmat itu?
Apa yang membuat dia menjadi orang yang sedemikian berhikmat?
Bagaimanakah relasinya dengan Tuhan? Dalam artikel yang kami sajikan
dalam edisi ini, Bio-Kristi mengangkat sekilas kehidupan Salomo dan
hikmatnya. Kiranya artikel ini bermanfaat dalam menolong Anda menjadi
pribadi yang berhikmat di hadapan Tuhan. Dalam edisi ini, redaksi
Bio-Kristi juga mengucapkan terima kasih atas kesetiaan Anda menjadi
pelanggan dan membagikan publikasi ini kepada teman-teman Anda yang
lain. Terima kasih pula untuk ucapan ulang tahun yang disampaikan.
Semoga pada hari-hari mendatang, Bio-Kristi semakin melekat di hati
dan memberkati Anda semua. Amin.

Redaksi Tamu Bio-Kristi,
Berlian Sri M.
< http://biokristi.sabda.org >

"Anugerah ada di mana-mana seperti orientasi aktif dari seluruh
realita yang diciptakan bagi Allah." Karl Rahner -- Teolog

                             KARYA: SALOMO
                          Penulis Amsal, Raja
                     Diringkas oleh: Sri Setyawati

Salomo adalah Raja Israel ketiga yang memerintah selama 40 tahun. Akan
tetapi, dia adalah raja pertama Israel yang berdasarkan garis
keturunan. Raja Saul dan Daud, seperti para hakim, dipilih karena
mereka dikaruniai Allah suatu kekuasaan khusus: mereka adalah penguasa
berdasarkan karunia.

Salomo adalah putra kedua Daud dengan Batsyeba (2 Samuel 12:24). Nabi
Natan menyebutnya Yedija, "kekasih Yahweh"; (yedid = kekasih; ya =
Yahweh, 2 Samuel 12:25). Salomo (sy`lomoh, barangkali berarti damai
sejahtera) tidak muncul dalam cerita Alkitab sebelum saat-saat
terakhir pemerintahan Daud (1 Raja-Raja 1:10), walaupun ia lahir di
Yerusalem (2 Samuel 5:14) pada awal pemerintahan ayahnya.

Sebelum Daud mangkat, dia memilih Salomo untuk meneruskan tonggak
pemerintahannya. Meski demikian, perjalanan Salomo menuju takhta
kerajaan tidaklah mulus. Adonia, anak tertua Daud mengadakan
perlawanan (2 Samuel 3:4). Ia sangat menginginkan takhta kerajaan
Israel menjelang akhir hidup ayahnya (1 Raja-Raja 1:5). Didukung oleh
Yoab, panglima Daud yang sudah diberhentikan dan yang telah membunuh
Absalom (2 Samuel 18:14-15), dan oleh Abyatar, imam yang berpengaruh,
Adonia mengumpulkan dukungan, bahkan mengadakan pesta pemahkotaan di
En-Rogel. Menghadapi hal ini, Salomo yang bersekutu dengan Benaya,
anak Yoyada, dan Zadok tetap memperjuangkan haknya. Setelah
mendapatkan nasihat lagi dari Natan, Daud pun mengeluarkan perintah
untuk mengangkat Salomo naik takhta dan mengesahkannya dengan sumpah
(1 Raja-Raja 1:28).

Pada masa mudanya, Salomo hidup saleh seperti ayahnya, Daud. Dia hidup
berkenan di mata Allah hingga Dia memberikan pilihan kepada Salomo,
untuk meminta apa pun yang dia mau (1 Raja-Raja 3:5). Luar biasa!
Dengan mempertimbangkan bahwa dia mendapatkan tugas yang berat sebagai
seorang raja, maka dia meminta agar Tuhan Allah memberikan kepadanya
hati yang paham atau hikmat (1 Raja-Raja 3:9), ketimbang meminta
kekayaan dan hal-hal yang lain. Allah memberikan apa yang dia minta,
maka dia bisa memerintah bangsa Israel yang besar dengan arif, adil,
dan bijaksana. Cerita pertengkaran dua perempuan sundal mengenai bayi
mereka (1 Raja-Raja 3:16) merupakan contoh yang luhur, yang
menunjukkan hikmat Salomo. Tuhan telah mengangkatnya menjadi orang
paling berhikmat di seluruh dunia, tidak ada seorang pun yang lahir
sebelum atau sesudah Salomo, yang memiliki hikmat seperti dia. Bahkan,
Tuhan memberkatinya dengan harta kekayaan dan kuasa yang semakin
banyak dan luas.

Kebesaran hikmat yang dimiliki Salomo sangat mengagumkan hingga
membuat ratu negeri Syeba datang ke istana Salomo untuk menemuinya
(1 Raja-Raja 10:1-13; 2 Tawarikh 9:1-31). Salomo sangat cerdas dalam
menjalin hubungan internasional serta menjaga kekayaan bangsanya dan
bebas dari perang. Hubungannya dengan negara-negara lain (Mesir dan
Amon lewat perkawinan, dengan Fenesia dan Arab lewat perdagangan) juga
terjalin dengan sangat baik (1 Raja-Raja 5:4-5).

Meskipun pada masa pemerintahan Solomo, daerah Edom dan Damsyik
melepaskan diri (1 Raja-Raja 11:14-25), namun kerajaannya tetap kokoh.
Negara kekuasaannya dibagi atas 12 daerah yang secara tetap harus
menjamin penyerahan upeti kepada istana (1 Raja-Raja 4:7-19). Pada
masa pemerintahan Salomo, Bait Allah juga berhasil dibangun.
Sayangnya, pembangunan-pembangunan yang mewah memaksanya mengerahkan
kerja paksa bagi orang Israel maupun bukan Israel. Pembangunan itu
tertuju pada pertahanan negara, istana, dan rumah ibadat. Banyak kota
yang diperkuatnya. Ia juga membentuk pasukan yang menggunakan kereta
dan ditarik kuda dan mendirikan kota-kota garnisun (1 Raja-Raja 9:19,
10:26). Dengan bimbingan tenaga ahli dari Fenesia, ia mendirikan
istana yang dikelilingi tembok. Di situlah dia membangun "rumah hutan
Libanon", serambi balai singgasana dan kenisah baru. Salomo mengambil
biaya pembangunannya dari hasil perdagangannya (1 Raja-Raja 9:26-28),
dari bea dan cukai (1 Raja-Raja 12:4), dan dari industri logamnya.

Karya Sastra

Selain terkenal sebagai raja yang bijaksana dan berhikmat, Salomo juga
dikenal sebagai salah seorang penulis Alkitab -- Kitab Amsal, Kidung
Agung, Pengkhotbah, dan beberapa Mazmur. Bahkan, dia juga menulis
kumpulan 18 Mazmur dari tahun 63 dan 30 sebelum Masehi, kumpulan
nyanyian yang terdiri atas 42 nyanyian berasal dari abad II sesudah
Masehi, dan Wasiat dari abad III atau IV Masehi.

Dua kumpulan amsal yang luas yang terdapat dalam Amsal
(Amsal 10:1-22:16, 25:1-29:27) dikaitkan kepadanya, dan seluruh
kumpulan amsal itu memakai nama Salomo sebagai penulis utama
(Amsal 1:1). Kidung Agung dan Pengkhotbah mengisyaratkan bahwa Salomo
penulisnya, walaupun kitab terakhir tidak menyebut namanya. Kendati
penyusunan terakhir kedua kitab ini agaknya jauh lebih kemudian dari
abad 10 sebelum Masehi, tapi keduanya mengandung kecermatan,
kemuliaan, dan pikiran Salomo. Dua Mazmur (Mazmur 72 mengenai raja
itu; Mazmur 127 tentang hikmat) menggenapkan daftar bagian Alkitab
yang dikaitkan kepadanya.

Tak seorang pahlawan pun pada zaman kuno yang begitu luas dipuja dalam
sastra rakyat, kecuali Salomo. Cerita-cerita Yahudi, Arab, dan
Ethiopia tentang kejayaan ilmu dan pengetahuan Salomo, dan tentang
kekuatan-kekuatan gaibnya ada sangat banyak.

Sebagai seorang raja, Salomo bertugas untuk menata, mengembangkan,
memperluas, dan menguasai daerah yang diwariskan Daud kepadanya.
Selanjutnya, ia harus melaksanakan peralihan damai dari perserikatan
suku-suku, yang menjadi ciri hidup politik sebelum Raja Daud ke suatu
pemerintahan pusat yang kuat, satu-satunya yang dapat mempertahankan
Kerajaan Israel.

Pada masa pemerintahannya, Salomo menetapkan perbatasan wilayah suku
yang awalnya berdasarkan keturunan, kemudian diganti menjadi
wilayah-wilayah administratif: dua belas di Israel (1 Raja-Raja 4:7)
dan mungkin satu di Yehuda. Masing-masing wilayah administratif
diwajibkan membayar pajak guna menjamin pengadaan dana bagi istana
Raja Salomo.

Kemampuan Salomo dalam berdagang pun cukup besar. Ia tahu benar betapa
pentingnya kedudukan Israel sebagai jembatan yang menghubungkan Mesir
dengan Asia. Oleh karena itu, ia memanfaatkan kedudukannya itu dengan
menguasai jalan kafilah utama dari Utara ke Selatan.
Perjanjian-perjanjian yang mengikat antara dia dengan Hiram, Raja
Tirus, menyediakan armada baginya, yang memungkinkannya memonopoli
jalur pelayaran laut.

Namun demikian, Salomo tidak memiliki gerakan militer yang menonjol.
Tanggung jawabnya ialah mempertahankan perbatasan-perbatasan Israel
yang luas itu, memantapkan dan memanfaatkan kekuasaannya selagi tidak
ada kekuatan tandingan karena keruntuhan Mesir dan Asyur. Dua
kebijaksanaan utama politik luar negeri Salomo adalah persekutuan
bersahabat yang kadang-kadang diteguhkan dengan pernikahan dan
memiliki tentara raksasa.

Kejatuhan Salomo terjadi karena dia menikahi banyak perempuan asing
(Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het). Perkawinannya dengan
perempuan-perempuan asing membawa agama-agama asing, yang
diungkapkannya dalam doa saat menahbiskan dan mempersembahkan Bait
Suci kepada Yahweh (1 Raja-Raja 8:23, 27). Keyakinan Raja Salomo
menjadi luntur akibat mengikuti sinkretisme untuk menyenangkan hati
para istrinya. Parahnya lagi, karena pengaruh istri-istrinya itu, dia
akhirnya meninggalkan Tuhan Allah dan mengikuti ilah-ilah yang
disembah istri-istrinya itu. Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang
Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon.
Bahkan, Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak
dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya. Dia juga
mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang
Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa
kejijikan sembahan bani Amon. Demikianlah ia melakukannya bagi semua
istrinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan
dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka. Karena sikapnya
inilah, Tuhan Allah murka terhadap Salomo. Banyak lawan yang bangkit
untuk menentangnya. Kerajaannya pun terkoyak.

Salomo memerintah selama 40 tahun, dia digantikan oleh anaknya,
Yerobeam. Sementara perihal kapan Salomo meninggal tidak diketahui
dengan pasti.

Diringkas dari:
Nama situs: Alkitab SABDA
Alamat URL: http://alkitab.sabda.org/dictionary.php?word=Salomo.
Tanggal akses: 14 Juni 2012

           DARI MEJA REDAKSI: TANGAN TUHANLAH YANG MENOPANG
                         PELAYANAN BIO-KRISTI

Perjalanan publikasi Bio-Kristi sejak pertama terbit hingga sekarang,
tentu mengalami banyak tantangan -- terbatasnya SDM dan dana. Namun,
di tengah tantangan dan kesulitan tersebut, kami sungguh-sungguh
mengalami pertolongan Tuhan yang tiada pernah berkurang ataupun
berubah. Setiap bulan, kami melihat tangan Tuhan menopang pelayanan
kami, mulai dari tahap persiapan hingga publikasi kami bisa sampai di
tangan pembaca Bio-Kristi. Kami juga bersyukur semakin lama jumlah
pelanggan Bio-Kristi, Sahabat Facebook Bio-Kristi, dan followers
Twitter Bio-Kristi semakin bertambah. Bahkan, beberapa dari mereka
dengan penuh perhatian bersedia mengirimkan kritik dan saran yang
membangun demi kemajuan Bio-Kristi.

Berikut adalah ucapan-ucapan yang ditujukan kepada Bio-Kristi.

1. Dari: Editor Bahasa YLSA:
   Hijau daun dalam peti, selamat ulang tahun Bio-Kristi
   Sumur batu di tepi sawah, semakin maju dan diberkati Allah

2. Dari: Pemred e-Penulis
   Selamat ulang tahun Bio-Kristi! Semoga semakin tahun semakin
   menjadi berkat!

3. Dari: Fans FB Bio-Kristi
   Mliwix Santoso: Selamat atas ulang tahun Bio-Kristi. Semoga kasih
   Tuhan memberkati, damai sejahtera selalu!
   Theresia S. Setyawati: Selamat ulang tahun Bio-Kristi. Tetap semangat
   menghadirkan artikel-artikel biografi yang lengkap dan berkualitas
   dalam bahasa Indonesia, ya. Tuhan menolongmu selalu.

Kontak: < biokristi(at)sabda.org >
Redaksi: Sri Setyawati, Kusuma Negara, dan Yonathan Sigit P.
Tim Editor: Davida Welni Dana, Berlian Sri Marmadi, dan Santi Titik Lestari
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/biokristi >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-bio-kristi(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-bio-kristi(at)hub.xc.org >

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org