Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/bio-kristi/92

Bio-Kristi edisi 92 (4-6-2012)

Amir Syarifuddin Harahap

                           Buletin Elektronik
                    BIO-KRISTI (Biografi Kristiani)
__________________________Edisi 92, Juni 2012_________________________

DAFTAR ISI
RIWAYAT: AMIR SYARIFUDDIN HARAHAP
KOMUNITAS BIO-KRISTI: APA KATA MEREKA TENTANG AMIR SYARIFUDDIN?
SISIPAN: 40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA

Salam kasih,

Indonesia sebetulnya memiliki orang-orang besar yang berjasa bagi
negara. Sejak masa kerajaan, masa perjuangan meraih kemerdekaan, dan
sampai sekarang, sudah banyak "orang penting" yang tercatat dalam buku
sejarah Indonesia. Ada sisi baik yang bisa diteladani, namun ada juga
sisi negatif yang tidak perlu kita ikuti. Salah satu negarawan yang
dimiliki Indonesia, Amir Syarifuddin Harahap, adalah tokoh yang
kontroversial. Dia adalah orang yang memiliki semangat sosial yang
besar, namun demikian ada yang menganggapnya sebagai orang yang tidak
mendukung pemerintah dan menduganya terlibat dalam gerakan komunis di
Indonesia. Seperti apakah riwayat Amir Syarifuddin? Bagaimana dengan
iman Kristennya? Segera temukan pengupasannya dalam edisi 92 ini.
Pastikan Anda memetik pelajaran dari tokoh ini. Teladanilah sisi
positifnya dan jangan tiru sisi negatifnya. Selamat menyimak!

Pemimpin Redaksi Bio-Kristi,
Sri Setyawati
< setya(at)in-christ.net >
< http://biokristi.sabda.org >

"Jika Anda ingin mencari musuh, cobalah untuk mengubah sesuatu."
Woodrow Wilson -- Presiden

                    RIWAYAT: AMIR SYARIFUDDIN HARAHAP
                         (1907 -- 1948) Negarawan
                       Dirangkum oleh: Sri Setyawati

Mungkin tidak banyak dari kita yang mengenal sosok perdana menteri
Indonesia yang beragama Kristen ini secara mendalam. Padahal,
kiprahnya di dunia pemerintahan cukup berpengaruh. Bahkan, namanya
dicantumkan dalam buku-buku pelajaran sejarah Sekolah Dasar hingga
Sekolah Menengah. Seperti apakah kehidupan tokoh ini? Hal-hal positif
apa yang bisa kita pelajari dari tokoh ini?

Tokoh yang pernah menduduki posisi sebagai Perdana Menteri Indonesia
ke-2 ini adalah Amir Syarifuddin Harahap. Dia dilahirkan di Medan,
Sumatera Utara, pada tanggal 27 April 1907. Ayahnya, Djamin Baginda
Soripada Harahap, adalah seorang kepala adat dari Pasar Matanggor,
Padang Lawas dan seorang jaksa di Medan. Ibunya bernama Basunu Siregar
keturunan Batak-Melayu. Pada saat itu, orang-orang Batak hijrah secara
besar-besaran ke Deli untuk bekerja di perkebunan.

Amir Syarifuddin bersekolah di ELS (setingkat SD) di Medan. Dia tamat
dari ELS tahun 1921. Pada tahun 1926, dia diajak oleh sepupunya,
Todung Sutan Gunung Mulia -- pendiri penerbit Kristen BPK Gunung
Mulia, untuk melanjutkan studi ke Leiden, Belanda.

Saat berada di Belanda, Amir dan Todung tinggal di rumah Dirk Smink,
seorang guru Kristen Calvinis. Setelah beberapa waktu berada di
Belanda, Amir mulai tertarik dengan ajaran Kristen dan dengan tekun
dia mempelajari ajaran-ajaran Kristen. Setelah itu, dia memutuskan
untuk bertobat dan minta dibaptis di Indonesia. Saat di Belanda, Amir
juga aktif berorganisasi. Organisasi pertama yang dia ikuti adalah
Perhimpunan Siswa Gymnasium, Haarlem. Sementara untuk menumbuhkan
imannya, dia cukup sering bergabung dalam diskusi-diskusi Kelompok
Kristen. Berbekal dari pengalamannya ini, dia memelopori lahirnya
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) setelah dia kembali di
Indonesia. Amir adalah seorang orator yang berwawasan luas dan
memiliki selera humor tinggi. Dia sangat pintar bergaul dan
bersosialisasi dengan semua kalangan, baik orang dewasa maupun anak-anak.

Pada September 1927, Amir kembali menginjakkan kaki di Indonesia
karena masalah keluarga, padahal pendidikannya di Belanda belum tamat.
Setelah berada di Indonesia, Amir mendaftarkan diri di Sekolah Hukum
di Batavia (sekarang Jakarta). Selama mengambil studi di tempat itu,
Amir tinggal berpindah-pindah, ia pernah menumpang di tempat Todung,
asrama pelajar Indonesisch Clubgebouw, dan Mr. Muhammad Yamin.

Semakin dewasa, Amir semakin banyak berkecimpung dalam dunia politik.
Dia mendirikan Partai Indonesia (Partindo) dan Gerakan Rakyat
Indonesia (Gerindo). Selain pintar berorasi, Amir juga pintar dalam
hal kepenulisan. Dia sempat menjadi penulis dan redaktur "Poedjangga
Baroe" [Sebuah majalah sastra Indonesia yang didirikan Armijn Pane,
Amir Hamzah, dan Sutan Takdir Alisjahbana (STA), terbit bulan Juli
1933 - Februari 1942, Red.]. Pada tahun 1928-1930 dia menjadi pemimpin
redaksi majalah Perhimpunan Pemoeda Pelajar Indonesia (PPPI). Dalam
media massa, Amir menggunakan nama samaran "Massa Actie". Bersama
sejumlah orang Kristen, Amir juga pernah menerbitkan "Boekoe
Peringatan Hari Djadi Isa Al-Maseh".

Sebelum Jepang menyerang Hindia Belanda, Amir mengikuti garis Komunis
Internasional agar kelompok sayap kiri (kelompok yang biasanya
dihubungkan dengan aliran sosialis atau demokrasi sosial, yang
didasari oleh komunisme maupun filsafat marxisme, namun menolak bila
mereka dihubungkan dengan komunisme atau bahkan dengan anarkisme)
menggalang aliansi dengan kekuatan kapitalis untuk menghancurkan
Fasisme. Oleh karena hal ini, anggota-anggota kabinet Gubernur
Jenderal memanggilnya, dan menggalang semua kekuatan antifasis untuk
bekerja sama dengan dinas rahasia Belanda dalam menghadapi serbuan
Jepang.

Pada Januari 1943, ia tertangkap oleh fasis Jepang karena dituduh
memimpin gerakan bawah tanah, yang dibiayai oleh Van der Plas
(Belanda). Amir mendapatkan eksekusi hukuman mati dari Jepang, namun
dengan intervensi Ir. Soekarno, hukuman tersebut batal dilakukan.

Perjuangan Amir tidak sampai di situ. Bersama Sanusi Pane dan
teman-temannya sesama etnis Batak, Amir mendirikan organisasi yang
disebut "Jong Batak". Amir dan teman-temannya membangun semangat baru
bagi pemuda Tanah Batak.

Sebelum diangkat menjadi perdana menteri (3 Juli 1947 – 29 Januari
1948), Amir ditunjuk untuk menjabat Menteri Pertahanan dari Partai
Sosialis dalam Kabinet Sjahrier (12 Maret 1946). Dia juga pernah
ditunjuk sebagai wakil bangsa Indonesia dalam perjanjian Renville
(perjanjian antara Indonesia-Belanda).

Pada tanggal 19 Desember 1948, Amir menghembuskan napas terakhir.
Penguburannya tidak dilakukan dengan tanda kehormatan apa pun. Bahkan,
di atas pusaranya tidak dituliskan namanya. Hal ini terjadi karena dia
dianggap sebagai salah satu antek Partai Komunis Indonesia (PKI). Dia
dikuburkan di Desa Ngaliyan, Karanganyar, Jawa Tengah. Dia tidak
menerima tanda jasa dan keluarganya juga tidak mendapat santunan apa
pun. Kehidupan keluarga Amir sangat memprihatinkan. Namun, 2 tahun
setelah meninggal, tepatnya pada tanggal 15 November 1950, atas
perintah Presiden Soekarno, pusaranya digali kembali dan dilakukan
proses identifikasi. Setelah itu, diadakan serah terima kerangka
kepada keluarga dan dimakamkan kembali. Tragisnya, ada sekelompok
pemuda yang merusak makam Amir dan ditutupi dengan potongan rel kereta
api. Di samping kuburnya sudah digunakan untuk makam-makam baru,
sehingga keluarga tidak bisa memindahkan makam Amir. Setelah
bertahun-tahun, keluarga Amir bisa melakukan pemugaran dengan bantuan
dari lembaga Ut Omnes Unum Sint Institute. Lembaga ini didirikan 17
pemuda Batak dan saat ini diketuai oleh Jones Batara Manurung.
Pemugaran tepatnya dimulai pada tanggal 12 Agustus 2008. Setelah
pemugaran selesai, pada tanggal 14 November diadakan ibadah syukur di
Gereja Dagen Palur, Solo. Acara tersebut dihadiri para undangan dari
berbagai gereja, LSM, organisasi kemahasiswaan di Solo dan Yogyakarta.

Meskipun nama Amir dicantumkan dalam buku-buku pelajaran sejarah di
sekolah, namun buku yang mengupas biografi Amir Syarifuddin sangat
jarang ditemukan. Salah satu buku yang pernah menuliskan tentang
hidupnya, "Amir Syarifuddin; Pergumulan Iman dan Perjuangan
Kemerdekaan", yang diterbitkan oleh Penerbit Sinar Harapan pada tahun
1984 pun dilarang beredar.

Kebenaran sejarah mengungkap bahwa ideologi politik Amir memang
komunis, tetapi dia bukan antiagama. Para pemimpin agama
antikomunislah yang menyebutnya ateis. Amir percaya pada Tuhan, tidak
ada tanda-tanda dia ateis. Akan tetapi, kekristenan Amir memang tidak
banyak terekspos. Setelah bertobat, Amir pernah mendapatkan kesempatan
untuk berkhotbah. Khotbahnya selalu disampaikan dengan semangat
nasionalisme. Salah satu orang Jepang yang dia idolakan adalah
Toyohiko Kagawa, reformator Kristen dan aktivis buruh yang panutan.
Menurut Kagawa, yang mendasar dalam kekristenan adalah hidup dalam
kasih dan mau peduli dengan orang-orang yang membutuhkan pertolongan.
Bukan hanya memprioritaskan pada pembangunan tempat ibadah yang besar
dan mewah. Baginya, Tuhan Yesus adalah tokoh teladan yang harus
diikuti. Dengan penuh kerendahan hati rela melayani sesama.

Dirangkum dari:
1. Lumbangaol, Hotman Jonathan.
   "Amir Syarifuddin Harahap, Perdana Menteri RI yang Dilupakan".
   Dalam http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=21&jd=Amir+
   Syarifuddin+Harahap%2C+Perdana+Menteri+RI+yang+Dilupakan&dn=20081215122430.
2. _________. "Amir Sjarifoeddin". Dalam
   http://id.wikipedia.org/wiki/Amir_Sjarifoeddin.
3. _________. "Ex-Perdana Menteri Indonesia Amir Syarifuddin Harahap Murtad".
   Dalam http://indonesia.faithfreedom.org/forum/
   ex-perdana-menteri-indonesia-amir-syarifuddin-harahap-murtad-t33238/.

                     KOMUNITAS BIO-KRISTI: APA KATA
                    MEREKA TENTANG AMIR SYARIFUDDIN?

Orang yang memiliki ambisi besar terkadang bisa melakukan sesuatu yang
salah karena orang tersebut menjadi ambisius. Semangat yang membara
juga bisa membakar niat suci yang tidak tersalurkan dengan baik. Amir
Syarifuddin, adalah tokoh yang mendapatkan sorotan dari dua cara
pandang. Ada kelompok-kelompok yang menghargainya sebagai sosok yang
bersemangat, ada yang menganggapnya musuh dalam selimut karena dia
dianggap tidak pro pemerintah. Lantas bagaimana tanggapan Sahabat
Bio-Kristi akan hal ini?

Bio-Kristi: Apakah Anda pernah mendengar nama Amir Syarifuddin
Harahap? Apa saja yang Anda tahu tentang dirinya?

Komentar:
Hendry Setiady: Belum pernah, yang saya tahu orang Batak.

Sari Humanria: Kenapa memangnya?

Bocah Antariksa: Mantan perdana menteri kedua RI itukah?

Bio-Kristi (Biografi Kristiani):
@Hendry: Iya sih, dia orang Batak. Masa belum pernah dengar?
@Sari: Bio-Kristi akan mengupasnya, bisa jadi apa yang Anda tahu bisa
       ditambahkan.
@Bocah: Yup! Apakah yang Anda tahu tentang riwayatnya?

Thimon Febby: Pernah dengar tokoh ini, tapi sepintas saja. Sepertinya
orang "hebat" di republik ini juga, tapi kenapa namanya kurang
membumi?

Berlin Berlian: Pernah, politikus yang menjadi perdana menteri di awal
perjuangan Indonesia. Seorang Kristen yang berasal dari latar belakang
agama lain.

Theresia: Pernah tahu namanya di buku sejarah waktu SD/SMP gitu.
Seingatku dia jadi wakil Indonesia dalam perjanjian Renville selain
pernah jadi perdana menteri.

Bio-Kristi (Biografi Kristiani):
Karena ada yang pro dan ada yang kontra Thimon Febby.
@Berlin: Betul.. dia memang seseorang yang pernah menjadi perdana menteri
 di Indonesia. Sayang kekristenannya tidak banyak yang mengupas ya.
@Theresia: Waw, masih ingat dengan pelajaran sejarah SD/SMP? Betul
 There, Amir memang jadi wakil Indonesia dalam perjanjian Renville,
 namun dia dianggap gagal dan mendapat banyak kecaman (disalahkan).

Syerly Manarata: Baru tadi pagi aku kasih materi tentang perjanjian
Renville. Kalau secara pengetahuan umum, tidak ada pembahasan mengenai
aktivitas kekristenannya. Tapi setahu ku, dia itu aktif dalam
organisasi Kristen pada masa dia kuliah. Tapi aku lupa nama
organisasinya. Ada yang tahu?

Thimon Febby: Itulah politik pada masa-Nya, dikecam karena terlalu
ekstrem, padahal kalau mau ditelusuri sejarahnya, niatnya mulia kok,
hanya saja pada saat itu, republik dalam masa revolusi (kalau tidak
salah), ironisnya dia sendiri termakan revolusi itu, dibantai bersama
9 orang lainnya.

Bio-Kristi (Biografi Kristiani):
@Syerly Manarata: Oya? Anda seorang guru sejarahkah? :)
 Amir Syarifuddin ikut dalam diskusi kelompok Kristen yang memelopori
 lahirnya Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI).
@Thimon Febby: Kok Nya-nya menggunakan huruf kapital? diakan bukan Tuhan..
 betul sih, ada pro dan kontra dalam setiap perkara. :)

Kami mengundang Anda untuk ikut berkomentar, silakan buka link berikut
ini < http://www.facebook.com/sabdabiokristi/posts/10150843679513090 >.

               SISIPAN: 40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA

Apakah Anda terbeban untuk menanam lutut Anda bagi bangsa-bangsa yang
belum mengenal Kristus? Kami mengajak Anda meluangkan waktu sejenak
untuk berdoa bagi saudara-saudara kita, khususnya mereka yang akan
melaksanakan ibadah puasa.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun 2012 ini kita akan kembali
bersatu hati berdoa selama bulan puasa. Jika Anda rindu untuk turut
ambil bagian berdoa bagi bangsa, kami akan mengirimkan pokok-pokok doa
dalam versi e-mail untuk menjadi pokok doa kita bersama. Untuk
berlangganan, silakan kirimkan e-mail ke:
< subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org >

Bagi Anda yang ingin agar teman-teman Anda pun bisa ikut berdoa dengan
memakai bahan pokok doa ini, silakan kirimkan alamat e-mail mereka ke
alamat e-mail redaksi di: < doa(at)sabda.org >

Marilah kita bersama berpuasa dan berdoa untuk Indonesia, agar tangan
Tuhan yang penuh kuasa menolong dan menggugah hati nurani para
pemimpin bangsa ini untuk bertekad dan bersatu mengeluarkan bangsa ini
dari kemelut berbagai masalah yang berkepanjangan. Selamat menjadi
"penggerak doa" di mana pun Anda berada dan biarlah karya Tuhan
terjadi di antara umat-Nya, khususnya bangsa Indonesia. Selamat
berdoa.

Kontak: < biokristi(at)sabda.org >
Redaksi: Sri Setyawati, Kusuma Negara, dan Yonathan Sigit P.
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/biokristi >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-bio-kristi(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-bio-kristi(at)hub.xc.org >

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org