Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/bio-kristi/82

Bio-Kristi edisi 82 (1-1-2012)

Jane Addams

                           Buletin Elektronik
                    BIO-KRISTI (Biografi Kristiani)
_______________________Edisi 82, Januari 2011_________________________

DAFTAR ISI
RENUNGAN: KEHIDUPAN BARU
RIWAYAT: JANE ADDAMS
TAHUKAH ANDA: KASIH KRISTUS MENJADI MOTIVASI UNTUK MELAYANI SESAMA
SISIPAN: PENDAFTARAN KELAS PESTA PASKAH 2012

Salam kasih,

Wanita adalah pribadi yang memiliki tanggung jawab besar dalam
mendidik generasi penerus. Kehadirannya di sisi pria tidak diragukan
sangat berpengaruh dan berarti. Bahkan, seorang wanita pun memiliki
kekuatan yang besar untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dan
penuh kedamaian. Dengan karakternya yang lembut namun tegas, wanita
mampu mengubah dunia. Demikianlah hal yang dapat kita pelajari dari
kehidupan Jane Addams. Dia adalah salah satu tokoh wanita pemenang
Nobel perdamaian dunia. Perjuangannya untuk memperbaiki taraf hidup
orang-orang miskin, khususnya wanita dan anak-anak tidak dapat
diragukan lagi. Pastikan Anda menyimak kehidupan dan kerohaniannya
lebih jauh dalam edisi ini. Sebagai informasi tambahan, kami juga
membagikan informasi tentang ke hadapan Anda. Selamat menyimak
sajian kami, selamat menapaki hidup baru dengan semangat dan harapan
baru. Tuhan Yesus memberkati.

Pemimpin Redaksi Bio-Kristi,
Sri Setyawati
< setya(at)in-christ.net >
< http://biokristi.sabda.org >

"Saya bukanlah salah satu dari orang-orang yang percaya, yang
menggembar-gemborkan bahwa perempuan lebih baik daripada pria. Kami
bukanlah rel kereta api yang berkarat, atau badan penegak hukum yang
jahat, atau pelaku hal-hal yang tidak kudus seperti yang dilakukan
kaum pria; namun kita harus ingat bahwa kami tidak mendapatkan
kesempatan." Jane Addams -- Peraih Nobel Perdamaian Dunia, Pembaru
Sosial

                      RENUNGAN: KEHIDUPAN BARU

Nats: "Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan
dosa-dosamu." (Efesus 2:1)

Bacaan: Efesus 2:1-7

Sudah lama sekali gereja tua di Detroit itu dibiarkan kosong dan tak
terurus. Bangunan yang sudah mulai rusak tersebut berpadu sangat alami
dengan keadaan di sekitarnya. Toko-toko di pinggir jalan telah
ditutup. Sebuah gedung sekolah tua telah terkunci rapat. Hanya ada
beberapa toko grosir yang masih terawat. Suram, kotor, dan terlupakan,
begitulah pemandangan yang terlihat.

Namun, suatu malam segalanya berubah total. Gereja tua yang
terbengkalai itu kini bermandikan cahaya berkilauan. Mobil-mobil
diparkir berjajar di pinggir jalan. Suara musik bergema di udara.
Sesuatu yang telah mati dan diabaikan kini hidup kembali.

Saya juga melihat orang-orang yang cenderung seperti itu. Secara
rohani, selama bertahun-tahun mereka hidup dalam kegelapan dan
kekosongan, tak berbeda dengan gereja tua itu. Di dalam dirinya hanya
ada amarah, keegoisan, dan kesombongan. Namun, suatu hari segalanya
berubah. Tiba-tiba kegelapan itu lenyap karena seseorang telah
"menyalakan lampu-lampu".

Dan, Seseorang itu adalah Allah. Dia mengampuni mereka yang datang
kepada-Nya melalui iman dalam Yesus Kristus, Putra-Nya. Dia akan
memberikan kehidupan baru bagi mereka yang tampaknya tidak memiliki
pengharapan -- mereka yang mati dalam pelanggaran dan dosa (Efesus
2:1).

Jika semuanya ini terdengar asing, mungkin karena kita telah melupakan
kuasa Yesus Kristus yang mengubahkan. Marilah kita mengingat apa yang
telah dilakukan-Nya bagi kita, dan apa yang dapat dilakukan-Nya bagi
orang lain.

"Keselamatan Menghasilkan Perubahan dalam Diri Manusia yang Mematahkan
Belenggu Dosa"

Diambil dari:
Nama situs: Alkitab SABDA
Alamat URL: http://alkitab.sabda.org/illustration.php?id=129
Penulis: MRD II
Tanggal akses: 3 November 2011

                          RIWAYAT: JANE ADDAMS
(1860 -- 1935) Tokoh Peraih Nobel Perdamaian Dunia, Reformator Sosial
                     Dirangkum oleh: Sri Setyawati

Jane Addams adalah seorang reformator sosial, pendiri Gerakan Rumah
Pemukiman, penulis, dan tokoh wanita terkemuka. Selain Theodore
Roosevelt dan Woodrow Wilson [para mantan presiden AS], Jane Addams
merupakan reformator tersohor di Era Progresif dan membantu
mengingatkan negara terhadap isu-isu yang menjadi kepedulian kaum ibu,
seperti kebutuhan anak, kesehatan umum, dan perdamaian dunia. Ia juga
wanita pertama dari Amerika yang memenangkan Nobel Perdamaian Dunia.

Selain dikenal sebagai pendiri Hull House Chicago, salah satu
pemukiman sosial pertama di Amerika Utara, ia juga dikenal lewat
sejumlah buku dan artikelnya, keterlibatannya sebagai aktivis sosial,
dan usaha-usahanya dalam menciptakan perdamaian dunia. Jane
digambarkan sebagai pelayan kaum miskin yang tidak egois, penggerak
dan pencetus reformasi tenaga kerja (hukum yang mengatur kondisi kerja
bagi anak-anak dan wanita), dan seorang anggota istimewa National
Association for the Advancement of Colored People (NAACP).

Jane dilahirkan pada tanggal 6 September 1860 di Cedarville, Illinois.
Dia adalah anak ke-8 dari 9 bersaudara, putri dari pasangan Sarah dan
John Huy Addams. Ayahnya, seorang pengusaha kaya dan senat di negara
bagian Illinois, adalah teman dari Presiden Abraham Lincoln dan
merupakan pemimpin yang sangat dihormati di masyarakat. Saat Jane
berusia 2 tahun, ibunya meninggal dunia ketika melahirkan adiknya.
Setelah beberapa waktu, ayahnya menikah lagi dengan seorang janda
beranak dua. Saat kecil, Jane sangat gemar membaca dan rajin pergi ke
sekolah minggu.

Jane sangat menghormati ayahnya. Ayahnyalah yang mengajarkan
toleransi, kedermawanan, dan etos kerja kepadanya. Ayahnya selalu
mendorongnya untuk mengejar pendidikan yang lebih tinggi, tanpa
meninggalkan kodratnya sebagai wanita untuk menikah dan menjadi ibu --
harapan semua wanita muda kelas atas pada masa itu.

Sejak remaja, Jane sudah memunyai sebuah mimpi untuk melakukan sesuatu
yang bermanfaat bagi dunia. Dia tertarik dengan kehidupan orang-orang
miskin yang diangkat dalam buku tulisan Dickens yang dibacanya. Dia
juga terinspirasi oleh kebaikan ibunya kepada orang-orang miskin di
Cedarville. Setelah lulus SMU, Jane masuk ke Kolese Rockford (yang
kemudian bernama Seminari Wanita Rockford). Selama menuntut ilmu di
tempat ini, Jane diwajibkan untuk menghafal ayat Alkitab setiap hari
dan mendengarkan khotbah singkat yang disampaikan oleh kepala
sekolahnya. Ia juga menjadi mahasiswa yang berprestasi dan jiwa
kepemimpinannya pun berkembang semakin kuat. Tidak heran jika
teman-temannya mengagumi dan meneladaninya.

Pada tahun 1881, Jane lulus dari Kolese Rockford dan ditunjuk untuk
menyampaikan pidato mewakili angkatan ke-17. Setelah dia lulus dari
Seminari Rockford, dia mempelajari Alkitab dengan sungguh-sungguh,
khususnya Perjanjian Baru. Selama 6 tahun berikutnya, ketika jeda
kuliah kedokteran, dia terbang ke Eropa.

Pada tahun 1888, selama perjalanannya yang kedua ke Eropa, dia dan
teman kuliahnya, Ellen Gates Starr, mengunjungi rumah pemukiman yang
bernama Toynbee Hall, di wilayah yang sangat miskin di London.
Kunjungan tersebut mencetuskan ide bagi mereka untuk membuka fasilitas
serupa di salah satu lingkungan kelas pekerja kurang mampu di Chicago.

Setelah itu, mereka kembali ke kota yang digambarkan Lincoln Steffens,
penulis terkenal masa itu, sebagai "kota baru yang berisik, tanpa
aturan, berbau busuk; suatu pertumbuhan pesat dari sebuah desa, yang
paling padat dan keras di antara kota-kota lainnya." Pada tahun 1889,
Jane memperoleh loji yang luas dan longgar yang dibangun oleh Charles
Hull pada tahun 1856. Letaknya berada di sudut Jalan Halsted dan Polk.
Dia dan Ellen Starr tinggal di situ dan membuka Hull House pada
tanggal 18 September 1889.

Mereka begitu bersemangat untuk menyelesaikan pembangunan itu,
lebih-lebih Jane. Dia benar-benar seorang penggagas, pembaru, dan
pemimpin. Berbagai usaha dilakukannya agar pembangunan pemukiman itu
segera selesai. Dia berhasil mendapatkan banyak dukungan dari para
donatur. Dalam beberapa tahun saja, Hull House dapat menyediakan
perawatan kesehatan, perawatan anak, dan bantuan hukum. Hull House
juga menyediakan kelas-kelas bagi para imigran untuk belajar bahasa
Inggris, keterampilan kerja, musik, seni, dan drama.

Pembangunan tempat pemukiman tersebut pun berhasil. Tahun 1893, Hull
House dihuni oleh 2.000 orang setiap minggu. Tempat itu menjadi
terkenal di seluruh negeri. Para jurnalis, pendidik, dan peneliti
berdatangan untuk mengamati pengelolaan rumah ini, bahkan para pekerja
sosial dan reformator yang terkenal tinggal di pemukiman tersebut dan
membantu dalam kegiatan-kegiatan di situ.

Hull House pada akhirnya memiliki 13 gedung dan sebuah taman bermain,
serta sebuah perkemahan di dekat Danau Geneva, Wisconsin.
Fasilitas-fasilitas yang ditawarkan meliputi tempat penitipan anak,
gedung olahraga, dapur umum, dan asrama untuk para pekerja perempuan.
Selain itu, di daerah itu juga ada TK dan puskesmas. Hull House juga
menawarkan kursus setingkat perguruan tinggi dengan berbagai mata
kuliah; pelatihan di bidang seni, musik, dan kerajinan tangan; dan
kelompok teater kecil nasional yang pertama. Biro tenaga kerja, galeri
seni, perpustakaan, dan perkumpulan sosial untuk pria, wanita, dan
anak-anak merupakan bentuk pelayanan dan kesempatan budaya lainnya
yang ditawarkan bagi sebagian besar penduduk imigran di lingkungan
tersebut.

Usaha-usaha sosial dan politik juga dikembangkannya. Selain itu, Jane
juga ingin menyuarakan agar hukum yang berlaku dibenahi untuk
mengentaskan masyarakat dari kemiskinan. Ada banyak buruh yang
bergabung dengan Jane untuk melobi pemerintah negara bagian Illinois,
agar meninjau hukum yang mengatur buruh anak, sistem inspeksi pabrik,
dan sistem peradilan remaja. Mereka memperjuangkan peraturan untuk
melindungi para imigran dari eksploitasi, membatasi jam kerja bagi
perempuan, menjalankan wajib belajar bagi anak-anak, mengakui serikat
pekerja, dan menjamin keselamatan industri.

Jane menjadi tokoh yang sangat kontroversial saat berjuang atas nama
reformasi ekonomi. Jane menghadapi pertentangan dari banyak pihak
karena dukungannya kepada para buruh. Dukungan dana bagi Hull House
pun berhenti. Oleh karena itu, dialah yang berjuang sendiri untuk
menyuplai pendanaan Hull House dengan pendapatannya dari memberi
kuliah keliling dan menulis artikel. Buku pertamanya diterbitkan tahun
1910 dan buku-buku yang lain menyusul setiap 2 tahun sekali.
Keberhasilan terbesarnya dalam menulis tercapai dengan keluarnya buku
"Twenty Years at Hull House" -- buku autobiografi yang banyak
memberikan keuntungan baginya.

Ketika reputasinya meningkat, Jane mengembangkan visinya untuk
berfokus pada masalah-masalah sosial yang penting pada saat itu.
Kegiatan-kegiatan lokal di Hull House membuka jalan bagi aktivitas
nasional yang mengatasnamakan golongan tidak mampu. Tahun 1906, dia
menjadi pemimpin wanita pertama di National Conference of Charities
and Corrections. Dia memimpin penelitian dalam bidang kebidanan,
penggunaan narkotik, penyediaan susu, dan kondisi sanitasi. Tahun
1910, dia menerima gelar kehormatan pertama yang diberikan kepada
wanita oleh Universitas Yale.

Semua usaha yang dilakukan tersebut mendatangkan dampak positif. Sejak
saat itu, kaum perempuan memiliki hak suara dalam pemilu. Jane
berjuang dalam pemilu kota Chicago dan menjadi wakil presiden National
American Women Suffrage Association yang pertama tahun 1911. Dia
berkampanye secara nasional bagi Theodore Roosevelt dan Partai
Progresif tahun 1912.

Tahun 1914, ketika Perang Dunia I berlangsung, Jane berjuang untuk
menciptakan perdamaian dunia dengan menolak menyetujui partisipasi
orang-orang Amerika dalam perang. Karena sikapnya tersebut, dia
dikeluarkan dari Daughters of the American Revolution dan menjadi
sorotan media. Dia mengabdikan diri untuk menyediakan makanan bagi
anak-anak dan perempuan dari negara-negara musuh. Tahun 1915, dia
menjabat sebagai ketua dalam Women`s Peace Party, dan 4 bulan
berikutnya diangkat menjadi pemimpin International Congress of Women.
Organisasi tersebut kemudian berubah menjadi Women`s International
Peace League for Peace and Freedom. Addams menjadi pemimpin organisasi
tersebut sampai dia meninggal dunia.

Tahun 1931, bersama Nicholas Murray Butler, Addams menjadi pemenang
Nobel Perdamaian. Sayangnya, karena pada saat upacara penyerahan
penghargaan tersebut dia sedang dirawat inap lantaran mengalami
gangguan jantung, maka dia tidak dapat menyampaikan pidato penerimaan
Nobel di Oslo. Dia meninggal tahun 1935 karena kanker; upacara
pemakamannya dilakukan di halaman Hull House.

Dirangkum dari:
1. ___________. "Laura Jane Addams Biography".
   Dalam http://www.bookrags.com/biography/laura-jane-addams-soc/.
2. ___________. "Jane Addams".
   Dalam http://www.lkwdpl.org/wihohio/adda-jan.htm.
3. ___________. "Jane Addams".
   Dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Jane_Addams.

               TAHUKAH ANDA: KASIH KRISTUS MENJADI
                 MOTIVASI UNTUK MELAYANI SESAMA

Keberadaan sebuah buku ternyata benar-benar berdampak bagi kehidupan
umat manusia. Banyak buku yang memberi inspirasi bagi Jane Addams,
termasuk buku Tolstoy yang berjudul "My Religion". Dari berbagai buku
yang dibaca dan kunjungannya ke katakombe di Roma, Jane pun
menyerahkan diri kepada Tuhan dan dibaptis sebagai orang Kristen di
Gereja Presbiterian Cedarville pada tahun 1886.

Selain Alkitab dan buku, Jane juga belajar tentang kekristenan sosial
dari beberapa orang ternama seperti, Samuel dan Henrietta Barnett
(pendiri Toynbee Hall) serta W. H. Fremantle (pemimpin gerakan di
Inggris). Dia setuju dengan ungkapan W. H. Fremantle yang mengajak
umat Kristen untuk "mengilhami semua hubungan manusia dengan semangat
kasih Kristus." Dia juga sering bergaul dengan beberapa pemimpin
gerakan "Kaum Kristen Sosial" di Amerika Serikat. Dengan pengalamannya
itu, dia berjuang untuk memberikan pelayanan jasa berlandaskan kasih
kepada masyarakat di negaranya. Kasihnya akan Kristus menjadi motivasi
utama dalam pembangunan Hull House -- bukan untuk mengkristenkan orang
lain.

Sumber: < http://en.wikipedia.org/wiki/Jane_Addams >

             SISIPAN: PENDAFTARAN KELAS PESTA PASKAH 2012

Apakah Anda ingin merayakan Paskah dengan lebih bermakna? Menjelang
peringatan perayaan Paskah 2012, Yayasan Lembaga SABDA melalui PESTA
(Pendidikan Elektronik Studi Teologia Awam) < http://pesta.org >
membuka kelas khusus Paskah, yang akan mempelajari pokok-pokok penting
tentang karya penebusan Kristus. Kami berharap melalui kelas diskusi
ini peserta semakin memahami makna Paskah yang sejati, sehingga
perayaannya tidak hanya sekadar tradisi saja. Kelas ini terbuka untuk
orang Kristen awam yang rindu belajar lebih dalam mengenai makna
Paskah. Kelas diskusi akan dimulai pada 22 Februari 2012.

Segera daftarkan diri Anda sekarang juga dalam kelas PESTA Paskah
2012! Anda dapat menghubungi tim PESTA di alamat email:
< kusuma(at)in-christ.net > untuk mendaftarkan diri dan memperoleh
informasi yang lebih lengkap lagi mengenai kelas PESTA Paskah 2012
ini.

Kontak: < biokristi(at)sabda.org >
Redaksi: Sri Setyawati, Kusuma Negara, dan Yonathan Sigit P.
(c) 2012 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/biokristi >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-bio-kristi(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-bio-kristi(at)hub.xc.org >

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org