Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/berita_pesta/157

Berita PESTA edisi 157 (30-7-2020)

Juli 2020

Berita PESTA -- Edisi 157, Juli 2020
 
Berita PESTA Edisi 157, Juli 2020
Berita & Pokok Doa
  1. Pelaksanaan Kelas AUA I Juli/Agustus 2020
  2. Kelas DIK Dibuka Kembali pada September/Oktober 2020
  3. Ajakan untuk Bergabung dalam Kegiatan HUT ke-21 PESTA
  4. Pengiriman Sertifikat PIR dan PESTA RIA -- Injil
Kesaksian Peserta PESTA
  1. 1. Tri Sadono (Temanggung)
  2. 2. Sedison Stevanus Silali (Tangerang)
  3. 3. Pricilia Kristin WahongaManado)
  4. 4. Fince Herawati Tande (Makasar)
  5. 5. Asta Abraham Mustopa (Jakarta)
Blog
  1. Kesan Mengikuti Kelas PESTA dengan Metode dan Jalur Baru
Artikel
  1. Pertumbuhan Rohani, Kekhawatiran, dan Doa
Stop Press
  1. Aplikasi Renungan Oswald Chambers (ROC)

Salam kasih dalam Kristus,

Kondisi pertumbuhan rohani yang stabil dan sehat, keadaan yang aman, damai, serta tenang tidak boleh menjadikan orang percaya lengah. Seperti surat Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi, kita juga diingatkan untuk tidak cepat berpuas diri, terus bertumbuh, bersukacita, dan mempraktikan firman Tuhan agar banyak orang mengenal Pribadi Agung, Juru Selamat kita. Mari bersama-sama belajar mengenai hal tersebut dari artikel Berita PESTA Pertumbuhan Rohani, Kekhawatiran, dan Doa.

Tim PESTA juga rindu untuk terus bertumbuh dan menghadirkan inovasi baru dalam pelayanannya dengan terus belajar menyediakan wadah dan metode baru untuk memperlengkapi orang percaya bertumbuh dalam Tuhan dengan cara yang fun serta memelihara persaudaraan yang ada dalam komunitas PESTA dengan memakai cara yang relevan dengan keadaan saat ini. Jika semester lalu, PESTA telah mengadakan kelas melalui platform WA, semester ini PESTA akan menggunakan platform Zoom dan Instagram Live sebagai wadah bagi alumni dan Sahabat PESTA bisa bertemu dan sharing bersama serta bersyukur atas penyertaan Tuhan dalam 21 tahun pelayanan PESTA. Kiranya kita dapat terus bertumbuh dalam iman dan pengenalan akan Dia dengan memanfaatkan media yang ada. Tuhan memberkati.

Mei

Mei
Pemimpin Redaksi Berita PESTA

Berita & Pokok Doa

1. Pelaksanaan Kelas Apologetika Untuk Awam I (AUA I) Juli/Agustus 2020

Pelaksanaan Kelas AUA I

Puji Tuhan! PESTA kembali mengadakan kelas AUA I (Apologetika Untuk Awam I) pada bulan ini. Karena merupakan kelas lanjutan, kelas ini hanya diperuntukkan bagi alumni PESTA yang sudah lulus kelas DIK (Dasar-Dasar Iman Kristen). Ada 20 orang yang ikut kelas AUA I kali ini. Doakanlah para peserta dan moderator yang memandu diskusi kelas ini. Kiranya mereka dapat mengerti tentang "rumah apologetika" yang seharusnya dibangun oleh orang Kristen.

2. Kelas Dasar-Dasar Iman Kristen (DIK) 2020 Dibuka Kembali pada September/Oktober 2020

Kelas DIK

PESTA kembali membuka kelas Dasar-Dasar Iman Kristen (DIK) pada semester II 2020 ini. Bagi Saudara yang belum sempat mengikuti kelas DIK pada periode awal tahun, kami undang untuk bergabung dalam kelas DIK periode ini. Dalam kelas ini, kita akan bersama-sama belajar mengenai doktrin kekristenan yang pokok dan penting, antara lain: penciptaan, kejatuhan manusia dalam dosa, hukuman dosa, dan keselamatan dalam Kristus.

Kelas ini akan dimulai pada 18 September 2020 di Grup Facebook PESTA. Dengan bergabung dalam kelas DIK dan dinyatakan lulus, Saudara memiliki kesempatan untuk mengikuti kelas-kelas lanjutan PESTA yang sangat beragam. Jika Anda tertarik untuk mengikuti kelas diskusi ini dan ingin mengajak teman maupun keluarga untuk bergabung, segeralah mendaftar sebelum 16 Agustus 2020 melalui tautan berikut ini:

3. Ajakan untuk Bergabung dalam Rangkaian Kegiatan HUT ke-21 PESTA

IG Live PESTA

Pada Agustus 2020, pelayanan PESTA memasuki usia ke-21. Sebagai ungkapan syukur, kami merencanakan beberapa kegiatan live melalui Instagram @sabdapesta dan Zoom. Melalui kegiatan live ini, kami berharap ada lebih banyak orang yang mengenal pelayanan PESTA dan ingin belajar teologi bersama PESTA. Kami juga rindu bisa "bertemu" dengan alumni PESTA untuk saling menguatkan persekutuan kita dalam Kristus dan pengembangan pelayanan PESTA ke depannya. Informasi selengkapnya akan kami infokan melalui Facebook, Instagram, dan Twitter PESTA.

4. Pengiriman Sertifikat Pembinaan Iman Remaja (PIR) dan PESTA RIA -- Injil

Sertifikat PESTA

Pada Juni 2020, kelas PESTA selesai melangsungkan kelas diskusi, baik kelas PESTA RIA -- Injil dan kelas Pembinaan Iman Remaja (PIR). Kami bersyukur karena para peserta terdorong untuk bisa mengaplikasikan setiap pelajaran yang didapat melalui testimoni mereka kepada para rekan mereka yang lainnya. Oleh sebab itu, sebagai bentuk terima kasih dari tim PESTA, kami mengirimkan sertifikat yang bersifat nongelar kepada setiap peserta yang telah lulus dari kelas PIR (29 sertifikat) dan kelas PESTA RIA Injil (20 sertifikat). Kiranya setiap sertifikat yang mereka dapatkan semakin mendorong mereka untuk terus belajar dan bertumbuh dalam pengajaran-pengajaran alkitabiah. Amin.

 
Kesaksian Peserta PIR dan PESTA RIA -- Injil

Puji Tuhan, PESTA telah menyelenggarakan dua kelas pada periode ini dengan dua metode yang berbeda. Mengucap syukur para peserta bisa diberkati dan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru. Simak beberapa kiriman kesaksian dari para peserta berikut ini.

Pembinaan Iman Remaja (PIR)

1. Tri Sadono (Temanggung)

Tri Sadono

Selama mengikuti kelas PIR ini, saya menjadi lebih memahami tentang pengertian pembinaan iman remaja dan tujuan pembinaan iman remaja. Selain itu, kelas ini juga mempelajari tentang pembinaan iman remaja dalam Perjanjian Lama, pembinaan iman remaja dalam Perjanjian Baru, dan pembinaan iman remaja menurut Yesus. Dalam pembinaan iman remaja, kita juga harus mengetahui karakteristik remaja, kebutuhan remaja, masalah remaja, kurikulum pembinaan iman remaja, dan metode pelayanan pembinaan remaja. Pembinaan iman remaja sangat penting karena remaja juga mempunyai peran di dalam gereja.

2. Sedison Stevanus Silali (Tangerang)

Sedison Stevanus

Sejujurnya, saya sedikit ragu ketika akan mengikuti kelas ini. Namun, setelah kurang lebih 2 bulan mengikuti kelas ini, secara pribadi saya bisa merasakan dan menikmati berkat Tuhan dalam mempersiapkan saya sebagai seorang pendidik dan pembina remaja melalui materi dan diskusi yang dilakukan di kelas ini. Saya sangat terkesan dengan keberadaan kelas ini, saya melihat kerinduan para anak-anak Tuhan yang sungguh luar biasa dalam mempersiapkan para remaja dengan lebih baik melalui kelas ini. Saya merasa menjadi lebih bergairah melakukan pembinaan karena saya melihat dan merasakan bahwa Tuhan memakai banyak orang dalam pelayanan remaja saat ini.

3. Pricilia Kristin Wahongan(Manado)

Pricilia

Banyak pelajaran yang saya dapatkan. Lewat kelas ini, saya bisa tahu pentingnya pembinaan remaja. Setiap komentar dan percakapan diskusi dalam forum ini semakin mempertajam sekaligus mendorong saya untuk mengerti dan menerapkan panggilan, membawa generasi ini kepada Kristus. Zaman terus berubah, tetapi Injil Kristus tetap untuk selama-lamanya.

PESTA RIA -- Injil

1. Fince Herawati Tande (Makasar)

Fince Herawati

Saya sangat suka karena materi diskusinya berupa video, rasanya lebih memudahkan karena tidak perlu membaca tulisan yang panjang, cukup mendengar penjelasan yang disertai gambar yang membuat jadi lebih mengerti. Kalau bisa, kelas diskusi yang lain dari PESTA juga pakai cara ini karena lebih asyik. Dan, melalui kelas PESTA RIA -- Injil ini juga, saya baru tahu mengenai video TBP. Sangat memberkati.

2. Asta Abraham Mustopa (Jakarta)

Asta Abraham

Saya bersyukur bisa kembali menjadi peserta kelas PESTA setelah beberapa tahun vakum. Memang, kelas PESTA yang saya ikuti sekarang sudah menggunakan metode baru degan memakai video TBP (The Bible Project). Sangat menarik karena video penjelasan kitab Injil ini sangat mudah dimengerti dan dapat membantu saya untuk menjelaskan tentang Injil kepada orang lain, khususnya kepada mereka yang ingin belajar tentang Injil Kristus.

 
Blog: Kesan Mengikuti Kelas PESTA dengan Metode dan Jalur Baru

Oleh: Tjuk Imansafi (Surakarta)

Tjuk Imansafi

Saya berterima kasih kepada YLSA dan PESTA yang secara brilian mengadakan terobosan mengadakan kelas dengan metode dan jalur yang baru sehingga sangat membantu masyarakat modern pada era digital ini untuk memahami Alkitab secara lebih komprehensif sehingga saya, sebagai murid Kristus, terus belajar dan bertumbuh dalam segala hal ke arah Kristus. Menyenangkan, bagi saya, untuk belajar dengan sumber-sumber media dan literatur yang tersedia dengan sangat melimpahnya bagi kita yang hidup pada zaman sekarang, zaman yang memudahkan kita mendapatkan akses yang luar biasa melalui teknologi informasi dan komunikasi. Akhir kata, Allah menciptakan kita sebagai makhluk yang kreatif, dan dengan kreativitas itu perlu kita manfaatkan untuk menunjang pelayanan kita agar lebih baik lagi. Kreativitas tersebut bisa diterapkan dengan banyak cara, salah satunya dengan menggunakan bahan-bahan inovatif untuk mengajarkan cerita Alkitab kepada segala bangsa, dan video TBP inilah jawabannya.

Selengkapnya »

 
Artikel
Pertumbuhan Rohani, Kekhawatiran, dan Doa

Kebahayaan terbesar bukan hanya ketika kita berhadapan dengan berbagai tantangan atau ancaman yang terpampang secara nyata di depan mata kita. Kebahayaan terbesar pun bisa terjadi ketika kondisi terlihat baik-baik saja. Bukan hanya angin badai yang membahayakan kita, tetapi juga angin sepoi-sepoi basa yang bisa membuat kita mengantuk dan terjatuh karena hilangnya kewaspadaan kita. Banyaknya tantangan dan ancaman sering kali meningkatkan kewaspadaan kita, tetapi kestabilan justru bisa membuai kita dalam ketenangan dan akhirnya lupa untuk terus waspada dan berjuang. Hal ini berlaku juga di dalam kehidupan rohani kita. Hal inilah yang menjadi isi dari surat Paulus kepada jemaat Filipi. Kondisi spiritual jemaat Filipi sendiri berada dalam keadaan sehat: jemaat ini tidak dikritik seperti Korintus atau Galatia, dan mereka mendukung pelayanan Paulus, baik melalui doa maupun pemberian-pemberian yang menolong pelayanannya, termasuk seorang rekan, yaitu Epafroditus. Jemaat Filipi sedemikian dikasihi oleh Paulus sehingga Paulus menyebutnya "sukacitaku" dan "mahkotaku" (Filipi 4:1). Meskipun demikian, Paulus mengingatkan jemaat Filipi untuk tidak berpuas diri, beristirahat, dan tenang-tenang, karena Injil terlalu mulia, dan dunia begitu halus dan berbahaya. Ada beberapa pesan atau dorongan yang Paulus berikan kepada jemaat di Filipi.

Membaca Alkitab

Paulus mendorong jemaat Filipi untuk bertumbuh secara spiritual. Di dalam surat Filipi ini, Paulus mendefinisikan apa artinya bertumbuh secara spiritual, yaitu kerinduan untuk makin mengenal Allah (Filipi 3:8-16) dan ketekunan untuk mempraktikkan kasih dan pelayanan bagi sesama (Filipi 2:2-4). Makin bertumbuh di dalam pengenalan kita akan Allah sudah menjadi dasar atau prinsip kehidupan Kristen yang tidak mungkin ditawar lagi. Seorang yang benar-benar sudah bertobat di dalam hatinya pasti memiliki kerinduan yang tidak habis-habisnya untuk makin hari makin mengenal Allah. Bahkan, Paulus sendiri menganggap pengenalan akan Allah sebagai hal yang sedemikian penting, hingga baginya segala sesuatu yang lain adalah sampah, jikalau dibandingkan dengan pengenalan akan Allah. Tidak berhenti sampai di pengenalan akan Allah saja, seorang yang bertumbuh secara spiritual pun akan menerapkannya dalam wujud kasih dan pelayanan terhadap sesama. Hal ini dapat kita lihat dari teladan kehidupan Paulus, Timotius, Epafroditus, dan, yang terutama, Tuhan Yesus Kristus, yang melayani sesama. Bahkan, Alkitab menggunakan istilah melayani ini dikaitkan dengan istilah hamba, yang berarti kita diajak untuk merendahkan diri kita dalam melayani sesama. Hal ini sudah terlebih dahulu dilakukan oleh Kristus yang telah merendahkan diri-Nya untuk menebus kita dari dosa dan memberikan kita anugerah keselamatan. Berdasarkan kedua hal ini (pengenalan akan Allah dan melayani sesama), kita perlu juga menyadari bahwa di satu sisi pertumbuhan spiritual ini membutuhkan effort (Filipi 2:12) atau usaha dari manusia, tetapi di sisi yang lain kita pun harus menyadari bahwa keinginan dan kekuatan untuk melakukan effort ini datangnya dari Tuhan (Filipi 2:13). Sehingga, di dalam konteks pertumbuhan rohani, baik anugerah Allah maupun usaha manusia, keduanya berjalan secara sinkron.

Selain mendorong pertumbuhan spiritual dan kasih terhadap sesama, Paulus juga mendorong jemaat Filipi untuk bersukacita di dalam Tuhan. "Bersukacitalah" adalah kalimat yang berulang kali ditulis oleh Paulus di dalam suratnya ini. Paulus sendiri sangat bersukacita, sekalipun berada dalam penjara. Keadaan terbelenggu, tersendiri, dan perencanaan eksekusi Paulus merupakan perampas sukacita yang sangat kuat. Namun, di dalam surat ini kita dapat melihat Paulus tidak mengasihani dirinya. Dia memastikan kepada jemaatnya bahwa kondisi kerohaniannya baik dan berulang kali dia menyatakan bahwa dia bersukacita. Alasan Paulus dapat bersukacita di tengah keadaan yang sulit sekalipun adalah karena sukacita Paulus didasarkan pada sesuatu yang tidak berubah. Sukacita Paulus tidak dilandaskan pada keadaan, karena keadaan selalu berubah. Juga bukan pada manusia, karena manusia selalu berubah. Hanya Allah yang tidak berubah. Karena itu Allah harus menjadi landasan jika kita ingin memiliki sukacita yang sejati. Allah yang tidak berubah adalah Allah yang Mahakuasa dan berdaulat sehingga seluruh sejarah ada dalam rencana-Nya dan ditopang oleh pemeliharaan-Nya. Allah juga adalah Allah yang mengasihi kita, yang tidak akan memberikan ular atau kalajengking kepada anak-Nya (Lukas 10:11-13) dan yang mengerjakan segala sesuatu demi kebaikan orang-orang yang mengasihi Dia (Roma 8:28). Segala sesuatu ditopang oleh Allah dalam kuasa dan pemeliharaan-Nya dan segala sesuatu itu juga dikerjakan dengan kebaikan hati-Nya sebagai Bapa. Inilah yang menjadi dasar sukacita Paulus sehingga sukacitanya tidak dapat dirampas oleh belenggu, kesendirian, bahkan kematian sekalipun.

Ketiga hal ini (pertumbuhan rohani, bersukacita, dan melayani sesama) harus menjadi bagian dari kehidupan kita sebagai orang percaya atau umat Allah. Namun, dalam melakukan hal ini, tentu saja terdapat hambatan-hambatan yang harus kita hadapi. Di dalam konteks ini, Paulus mengangkat salah satu isu yang biasa dihadapi, yaitu masalah kekhawatiran. Hal yang terdengar sederhana dan umum ini bisa menjadi penghambat atau bahkan jebakan di dalam pertumbuhan rohani kita. Dalam Filipi 4:6-7, Paulus melarang jemaat Filipi untuk khawatir. Bagian ini mengingatkan kita pada khotbah Yesus di bukit (Matius 6:25-34). Kekhawatiran sedemikian berbahaya sehingga orang yang melakukannya disamakan dengan orang yang tidak mengenal Allah (Matius 6:32). Seorang budayawan Indonesia, Sujiwo Tejo pernah berkata, "Menghina Tuhan tidak perlu dengan umpatan atau membakar kitab-Nya. Khawatir besok tidak bisa makan saja itu sudah menghina Tuhan." Kekhawatiran sama saja dengan seorang yang tidak percaya bahwa Tuhan berdaulat dan mengatur segala sesuatu untuk kebaikan orang-orang yang takut kepada-Nya. Atau dengan kalimat lain, seorang yang khawatir adalah seorang yang lebih percaya terhadap kemampuan diri dalam mengatur segala sesuatu dibandingkan dengan menyerahkan masalahnya kepada Allah yang berdaulat. Di dalam kekhawatiran, kita sedang membenturkan antara diri yang otonom dan sikap yang mau tunduk dan percaya kepada Allah yang berdaulat. Oleh karena itu, kekhawatiran bukanlah hal yang sepele atau dapat kita abaikan begitu saja.

Memuji

Namun, kalau kita tidak boleh khawatir, apakah ini artinya hidup kita harus senantiasa tenang, tidak memikirkan masa depan, dan tidak berusaha? Saya rasa orang yang berpikir demikian tidak mengerti pemeliharaan dan kasih Allah. Tidak boleh khawatir tidak sama dengan membius diri. Tidak boleh khawatir bukan berarti kita seperti orang Stoik yang kebal atau orang yang sambil mabuk mengatakan, "Don't worry, nikmati saja hidup ini, jangan khawatir." Ketenangan seperti ini bukanlah ketenangan yang Alkitab ajarkan. Ketenangan seperti ini hanyalah buah dari sikap hati manusia yang tidak peduli akan tanggung jawabnya sebagai ciptaan Allah. Tuhan Yesus mendefinisikan kekhawatiran yang Dia larang, yaitu kita tidak boleh khawatir akan apa yang kita makan, minum, pakai, bahkan tubuh kita sendiri. Ini adalah kekhawatiran yang berpusat pada diri yang menjadikan kita begitu egois. Kita begitu khawatir akan makanan dan minuman sehingga kita akan mengorbankan segala sesuatu untuk dapat makan dan minum. Kita begitu khawatir akan status sosial kita di masyarakat (makan makanan yang mahal, minum minuman yang mahal, menggunakan pakaian yang mahal) sehingga menjual iman kita. Ini semua disebabkan kekhawatiran yang berpusat pada diri.

Kita dapat mengaitkan antara kekhawatiran ini dengan tiga tujuan Paulus menulis surat kepada jemaat Filipi. Yang pertama, terkait dengan pertumbuhan rohani. Matius 6:25-34 mengatakan bahwa ada firman Tuhan yang terhalang bertumbuh di dalam diri seseorang akibat kekhawatiran. Kekhawatiran hidup dapat menyebabkan kita sulit bertumbuh. Orang yang terus khawatir tidak akan memiliki waktu merenungkan firman Tuhan. Orang yang tidak merenungkan firman Tuhan akan sangat sulit mengaplikasikan firman tersebut di dalam hidupnya. Orang yang tidak mengaplikasikan firman Tuhan tidak akan pernah bertumbuh. Alkitab mengatakan bahwa iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran akan firman Tuhan (Roma 10:17). Yang kedua, kekhawatiran akan merampas sukacita di dalam hidup kita. Kita hidup di dalam zaman yang penuh dengan ketidakpastian. Kalau kita sebagai orang Kristen tidak memiliki sukacita, kita tidak akan menjadi saksi Kristus yang efektif di tengah dunia yang penuh ketidakpastian ini. Dan yang ketiga, kekhawatiran menghambat kita untuk melayani dan mengasihi. Orang yang terus-menerus khawatir akan terus mengasihi diri dan menarik segala sesuatu di dunia ini untuk keuntungan dirinya atau orang-orang yang dekat dengan dirinya.

Selengkapnya »

 
Quote
W. Gary Crampton
Quote
Albert Lowis
 
Stop Press! Aplikasi Renungan Oswald Chambers (ROC)

Aplikasi Renungan Oswald Chambers (ROC)

My Utmost For His Highest adalah karya besar Oswald Chambers yang sangat disukai oleh banyak orang Kristen dari seluruh dunia, dan termasuk dalam sepuluh besar buku Kristen terlaris sepanjang masa. Sekarang, Anda bisa menikmati renungan harian ini secara langsung dari perangkat Android atau iOS Anda dengan aplikasi Renungan Oswald Chambers (ROC) dari SABDA.

Bukalah hati Anda untuk dibentuk melalui uraian firman Tuhan yang Anda renungkan bersama Oswald Chambers. Mari, unduh aplikasi Renungan Oswald Chambers (ROC) dan nikmati saat teduh Anda setiap saat melalui gawai Anda!

Temukan di App Store Temukan di Google Play
 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi Berita PESTA.
Redaksi: Bima, Mei, Roma, dan Yulia
Kontak | Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2020 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org