Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/berita_pesta/150

Berita PESTA edisi 150 (16-12-2019)

Desember 2019

Berita PESTA -- Edisi 150, Desember 2019
 
Berita PESTA Edisi 150, Desember 2019
Berita & Pokok Doa
  1. Persiapan Raker Akhir Tahun 2019 oleh Tim PESTA
  2. Pendaftaran Kelas DPA Februari/Maret 2020
  3. Ucapan Terima Kasih Moderator
Kesaksian Peserta Kelas PESTA Natal
  1. 1. Claudia Debbie Retnosatuti (Serang)
  2. 2. Hery Sudarno (Jakarta)
  3. 3. Sigit Sugiharto (Manado)
  4. 4. Victor Francis (Malaysia)
  5. 5. Fince Herawati Tande (Makassar)
Blog
  1. Jangan Sampai Kehilangan Makna
Artikel
  1. Shalom/Damai
Stop Press
  1. Komunitas Apps4God

Salam kasih dalam Kristus,

Shalom! Kata ini sangat familiar bagi orang percaya karena sering diucapkan sebagai salam. Namun, seberapa dalam kita mengetahui makna kata shalom ini? Melalui edisi ini, kita akan mendapat penjelasan mendalam tentang kata shalom dari The Bible Project. Kiranya setelah ini, kita terus ingat untuk mengucapkan shalom dengan penuh kesungguhan, untuk mengaplikasikannya sesuai tujuan shalom dalam firman Tuhan. Kami juga rindu mengajak Anda terlibat untuk bersyukur dan mendoakan pelayanan PESTA sepanjang 2019 ini dan juga rencana pelayanan 2020. Terima kasih atas kesetiaan Anda mendukung kami dalam doa sehingga pelayanan PESTA dapat terus menjadi berkat bagi Indonesia.

Segenap redaksi tim PESTA mengucapkan, "Selamat Natal 2019 dan selamat menyambut Tahun Baru 2020! Kiranya momen Natal ini membuat kita semakin bersemangat membawa shalom kepada orang-orang di sekitar kita dan menceritakan Kabar Baik tentang kedatangan Sang Raja Shalom!"

Mei

Mei
Pemimpin Redaksi Berita PESTA

Berita & Pokok Doa

1. Persiapan Raker Akhir Tahun 2019 oleh Tim PESTA

Persiapan Raker

Pada 17 Desember 2019, YLSA mengadakan rapat kerja (raker) akhir tahun. Mohon dukungan doa untuk seluruh staf YLSA, khususnya tim PESTA, dalam menyelesaikan laporan pelayanan PESTA. Kiranya melalui raker ini, tim PESTA tidak hanya dapat mengevaluasi pelayanan yang telah dilakukan, tetapi dapat melihat gambar besar pelayanan PESTA ke depannya. Dengan demikian, pelayanan PESTA dapat semakin efektif menjangkau generasi muda dan membantu gereja mengembangkan pelayanannya supaya generasi zaman ini tidak terhilang dalam arus dunia.

2. Pendaftaran Kelas DPA Februari/Maret 2020

Promosi Kelas DPA

Kelas Dasar Pengajaran Alkitab (DPA) akan kita buka lagi pada Februari 2020. Kelas ini sangat berguna karena membekali para peserta dengan pelajaran-pelajaran dasar dari Alkitab mengenai Tritunggal, Setan, Dosa, Keselamatan, Gereja dan Pengabdian Kristen, Baptisan, Perjamuan Kudus, dan Akhir Zaman. Dasar pengajaran Alkitab sangat penting untuk menolong kita mengerti kebenaran-kebenaran yang Allah berikan kepada umat-Nya melalui firman Tuhan (Alkitab). Bagi Anda yang telah lulus kelas Dasar-Dasar Iman Kristen (DIK), segera daftarkan diri Anda melalui tautan berikut ini:

3. Ucapan Terima Kasih Moderator

Terima Kasih

Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu yang telah bersedia menjadi moderator sukarelawan PESTA selama 2019 ini. Terima kasih telah melayani kelas diskusi PESTA dengan baik. Kiranya setiap pelayanan yang sudah dilakukan dapat mendorong setiap peserta makin rindu belajar firman Tuhan dan termotivasi untuk terus semangat dan setia mengikuti kelas-kelas PESTA.

Sehubungan dengan pengembangan pelayanan PESTA, kami mengharapkan saran atau usulan dari Anda terkait dengan kelas-kelas PESTA. Usulan atau saran tersebut bisa mengenai proses/sistem pembelajaran, jalur kelas yang digunakan, maupun materi belajar. Kiranya setiap saran/usulan dari Anda dapat kami pertimbangkan dengan bijaksana untuk menolong dan mendukung pengembangan pelayanan PESTA ke depannya. Harapan kami, para moderator PESTA dapat terus menjadi alat Tuhan untuk memberitakan tentang kasih-Nya di mana pun mereka berada. Terima kasih.

 
Kesaksian Peserta Kelas Natal

Berikut adalah beberapa kesaksian dari peserta yang mengikuti kelas Natal. Kiranya membuat Anda semakin mengalami Tuhan dan firman-Nya pada Natal kali ini.

1. Claudia Debbie Retnosatuti (Serang)

Claudia Debbie

Saya Retno, merasa disegarkan setelah mengikuti kelas Natal. Ada beberapa topik yang mengingatkan saya untuk tidak tenggelam dalam euforia perayaan Natal, melainkan menggali kembali makna Natal, khususnya bagi iman saya pribadi. Saya yang memang sudah Kristen dari kecil menjadi terbiasa mendengar kisah dan makna Natal yang terus berkumandang setiap tahun sehingga terkadang malah membuat saya kurang merasakan makna tersebut.

Berbeda rasanya ketika saya mengikuti kelas Natal dan membaca berbagai tanggapan teman-teman sekelas saya, lalu mencoba memikirkan topik pertanyaan tentang Natal yang disajikan Admin. Beberapa menggelitik pikiran saya dan menyegarkan kembali makna Natal yang mulai terkubur dalam rutinitas perayaan Natal dari tahun ke tahun yang saya alami selama ini. Terima kasih untuk segenap admin PESTA dalam melayani saya. Tuhan Yesus memberkati.

2. Hery Sudarno (Jakarta)

Hery Sudarno

Kelas diskusi topik Natal telah berakhir. Terima kasih untuk tim PESTA yang telah melayani saya dengan baik dan setiap peserta yang menambah banyak saudara yang saya kenal. Terima kasih kepada Tuhan yang telah menaruh saudara-saudara dalam hidup saya, bagian ini yang terkesan dan yang tidak berakhir meskipun kelas telah berakhir. Kelas ini telah memberi saya tambahan wawasan, cara berdiskusi dan belajar firman, memimpin dan membimbing banyak orang dalam forum media elektronik, mengingatkan dan mendorong saya lebih fokus kepada isi, tujuan berita, dan tidak terjebak dalam perdebatan yang bukan esensial. Esensi Natal adalah Allah datang untuk menyelamatkan manusia yang Dia kasihi. Merayakan Natal berarti mengingatkan saya bahwa saya adalah salah seorang yang telah menerima kasih Allah, yang datang dalam Yesus Kristus dan mati menebus dosa saya. Tidak ada sesuatu yang hebat yang bisa saya lakukan untuk membalas kasih Allah, selain menceritakan apa yang saya alami dalam Tuhan melalui kehidupan saya, itu pun karena kemurahan Tuhan. Roh Kudus yang dicurahkan kepada saya terus mendorong, membakar spirit rohku untuk bersaksi. Dalam setiap kesempatan menghampiri Tuhan, saya meminta agar Tuhan memberikan momen dan kesempatan bercerita tentang kebaikan dan kasih Allah yang saya alami kepada orang-orang yang Tuhan taruh di sekitar saya. Saudara-saudaraku semua, mohon maaf jika ada salah "omong" sepanjang kelas diskusi PESTA, doa saya untuk kita semua, "Kiranya perayaan Natal tiap tahun selalu memberikan kesan tersendiri yang mendalam dalam hidup kita karena kita bisa menjadi saluran berkat bagi orang lain. Amin! Selamat Natal, Saudara-saudaraku, TUHAN memberkati kita semua."

3. Sigit Sugiharto (Manado)

Sigit Sugiharto

Lewat kelas Natal di PESTA, saya mulai mendapatkan insight lebih terang tentang kelahiran Tuhan Yesus dan maknanya dalam hidup saya. Natal adalah peristiwa penting yang mengawali karya penebusan Allah bagi umat-Nya yang telah jatuh dalam dosa. Dosa adalah buah dari kecongkakan yang memicu ketidaktaatan manusia terhadap Sang Pencipta. Dosa memisahkan manusia dari Sang Ilahi. Jalan yang ditempuh Allah adalah meninggalkan takhta-Nya, dengan menyapa manusia yang berada di lembah derita untuk mengangkatnya kembali ke rengkuhan-Nya. Natal adalah momen saat Sang Kristus lahir dan hadir dalam hidup kita untuk membawa kita kembali ke pelukan-Nya. Terang telah datang, yang gelap-gelap dalam hidup kita perlahan-lahan minggir, berganti terang. Merayakan Natal adalah merayakan kehadiran Kristus dalam hidup kita. Tentu saja ada nyanyian dan sukacita.

4. Victor Francis (Malaysia)

Victor Francis

Salam perkenalan buat teman-teman PESTA. Nama saya Victor Francis, dari Sabah, Malaysia. Sebelum menyertai PESTA, saya tidak pernah mengikuti kursus teologi online ataupun offline apa pun. Hanya belajar Alkitab secara sendiri, itu pun tidak begitu teratur maupun konsisten.

Semasa saya belajar modul-modul di PESTA, khususnya tentang Natal, banyak hal baru yang saya pelajari dan yang disingkapkan oleh Roh Kudus kepada saya. Apalagi bila menjawab ujian, di sana saya dapat kenal pasti sejauh mana pemahaman saya tentang firman Tuhan yang saya pelajari. Kesimpulannya, saya merasa sangat diberkati lewat kursus PESTA online. Sebab, melalui kursus PESTA online, siapa pun dapat memperdalam pengenalan mereka akan Kristus dan firman-Nya tanpa mengira di mana pun mereka berada, asal saja mereka punya kemauan dan akses internet. Terima kasih juga buat administrasi Kusuma yang banyak membantu sepanjang kursus PESTA berlangsung. Kepada yang belum mengikuti kursus PESTA, cepat-cepat ikut serta dan alami sendiri pertumbuhan dalam pengenalan saudara akan Kristus dan firman-Nya. Terima kasih Tuhan memberkati.

5. Fince Herawati Tande (Makassar)

Fince H. Tande

Saya bersyukur kepada Tuhan Yesus, Allah kita yang hidup karena bisa mengikuti kelas PESTA Natal melalui pelayanan SABDA. Dalam kelas ini saya disegarkan kembali betapa pentingnya kita merayakan peristiwa kelahiran Yesus -- yang adalah Allah sendiri -- ke dalam dunia. Dan, satu hal baru yang boleh saya dapat dari topik yang diberikan adalah tentang kelahiran-Nya di kandang domba. Hal itu adalah suatu tanda nyata bahwa Yesuslah Sang Anak Domba Allah yang akan dikorbankan sebagai Korban penebusan untuk semua manusia sekali untuk selama-lamanya. Karena itu, mari kita sambut kelahiran-Nya dengan penuh sukacita dan makna yang mendalam tanpa pesta pora yang berlebihan.

 
Blog: Jangan Sampai Kehilangan Makna

Oleh: Ayub Arifin Tanjung (Karanganyar)

Ayub Arifin

Ada kalanya, Natal dimaknai menjadi hari perayaan yang dipenuhi dengan sorak-sorai, pernak-pernik Natal yang berwarna-warni, makanan yang melimpah, baju baru, seragam baru gereja, dan berbagai perlengkapan lain yang memenuhi gereja, dan juga berbagai kegiatan pula. Seakan hari Natal adalah hari perayaan terbesar umat Kristen di seluruh dunia dan yang paling dirayakan secara besar-besaran hingga menjadi prospek penting untuk berbagai industri, di beberapa gereja malah dirayakan dengan penuh kemegahan dan cukup mahal. Tidak salah memang merayakan Natal dengan besar karena Sang Juru Selamat telah datang ke dunia untuk menyelamatkan manusia dari belenggu dosa dan hukuman Allah, tetapi yang menjadi pertanyaan kita bersama apakah Natal itu, bagaimana maknanya, dan bagaimana kita memaknai-Nya.

Natal merupakan perayaan hari kelahiran Sang Imanuel, Yesus Kristus, ke dalam dunia. Natal adalah penggenapan rencana misi Allah yang terbesar dalam seluruh sejarah umat manusia, sebab Allah rela turun ke bumi menjadi sama dengan manusia dan lahir dalam kondisi yang begitu sulit serta datang sebagai yang menderita. Sungguh sebuah misi yang agung yang Dia kerjakan, Allah merencanakan penebusan manusia melalui penderitaan dan kematian Anak-Nya yang Tunggal supaya manusia selamat. Jalan satu-satunya ialah Dia harus terlahir sebagai manusia dan menyediakan diri-Nya sebagai korban yang akan mati sebagai Penebus semua dosa manusia.

Selengkapnya »

 
Artikel
Shalom/Damai

Pendahuluan

Kata "damai" ada dalam sebagian besar bahasa. Orang bisa bicara tentang perjanjian damai atau masa perdamaian, yang berarti tidak adanya perang. Dalam Alkitab, kata damai bisa berarti tidak adanya konflik, tetapi juga menunjuk kepada hadirnya sesuatu yang lebih baik sebagai gantinya.

Shalom

Shalom

Dalam Perjanjian Lama, kata Ibrani "damai" adalah Shalom, dan dalam Perjanjian Baru, kata Yunaninya adalah Eirene. Arti paling dasar dari kata shalom adalah "lengkap" atau "utuh". Kata itu bisa merujuk pada sebuah batu yang berbentuk utuh sempurna tanpa retakan. Itu juga bisa merujuk pada tembok batu yang lengkap, tanpa celah, dan tanpa ada bongkahan bata yang hilang. Shalom menggambarkan sesuatu yang kompleks dengan banyak bagian yang menyusun kelengkapan atau keutuhannya. Misalnya seperti Ayub, yang mengatakan bahwa tendanya dalam kondisi shalom karena dia menghitung kawanan ternaknya, dan tidak ada seekor pun yang hilang. Karena itu, shalom dapat menunjuk pada kesejahteraan seseorang. Misalnya, ketika Daud mengunjungi saudara-saudaranya di medan perang, dia menanyakan shalom mereka. Gagasan intinya ialah bahwa hidup itu kompleks, penuh dengan kepingan relasi dan situasi yang bergerak, dan saat kepingan itu keluar dari jalurnya atau hilang, shalom kita runtuh. Hidup tidak lagi utuh dan perlu diperbaiki.

Bahkan, itulah arti dasar shalom ketika dipakai sebagai kata kerja. Membawa shalom secara harfiah berarti melengkapi atau memperbaiki (mengembalikan ke kondisi semula). Jadi, Salomo membawa shalom kepada Bait Suci yang belum selesai tatkala dia menyelesaikannya. Atau, ketika ternak Anda tidak sengaja merusak kebun tetangga, Anda membawa shalom kepada mereka dengan membayar penuh atas kerugiannya. Anda mengambil apa yang hilang, dan mengembalikannya menjadi utuh. Sama halnya dengan relasi manusia. Dalam kitab Amsal, mendamaikan dan memulihkan relasi yang rusak sama dengan membawa shalom. Dalam Alkitab, ketika dua kerajaan yang bermusuhan membuat shalom, artinya mereka bukan sekadar berhenti berperang, tetapi juga mulai bekerja sama untuk saling memberi keuntungan. Keadaan shalom inilah yang seharusnya diusahakan oleh raja-raja Israel, tetapi itu jarang terjadi. Karena itu, Nabi Yesaya menantikan Raja yang akan datang, seorang Raja Damai, Raja Shalom. Pemerintahan-Nya akan membawa shalom yang tidak berkesudahan -- suatu masa ketika Allah mengadakan perjanjian damai dengan umat-Nya dan memperbaiki semua kesalahan serta memulihkan semua yang telah rusak.

Dipanggil untuk Membawa Damai

Yesus

Inilah sebabnya, kelahiran Yesus dalam Perjanjian Baru diumumkan sebagai datangnya eirene, kata Yunani yang berarti damai. Yesus datang untuk menawarkan damai-Nya kepada orang banyak, seperti saat Dia berkata kepada murid-murid-Nya, "Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu." Para rasul menyatakan bahwa Yesus mendamaikan umat manusia yang berantakan dengan Allah saat Dia mati dan bangkit. Gagasan intinya ialah Dia memulihkan relasi yang rusak antara manusia dengan Pencipta menjadi utuh kembali. Inilah sebabnya, Rasul Paulus mengatakan bahwa Yesus sendiri adalah Eirene (damai) kita. Dialah manusia yang utuh sepenuhnya, yang seperti itulah saya seharusnya, tetapi saya gagal. Namun, kini Dia memberikan hidup-Nya kepada saya sebagai karunia. Artinya, pengikut Yesus sekarang dipanggil untuk menciptakan damai.

Paulus mengajar gereja-gereja lokal untuk menjaga kesatuan mereka dalam damai melalui kerendahan hati, kesabaran, dan saling menanggung beban dalam kasih. Menjadi umat yang damai berarti turut serta dalam kehidupan Yesus untuk mendamaikan segala sesuatu di surga dan di bumi, dan memulihkan damai melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Jadi, kedamaian memerlukan kerja keras karena damai bukan sekadar tidak adanya konflik. Damai yang sejati berarti memulihkan yang rusak menjadi utuh kembali, baik dalam kehidupan, relasi, maupun dunia kita. Itulah konsep Alkitab yang kaya mengenai damai. (t/Tim Alkitab Proyek Indonesia - API)

Video Shalom/Damai Audio Shalom/Damai

Diambil dari:
Nama situs : Alkitab Proyek Indonesia -- The Bible Project
Alamat situs : https://project.sabda.org/files/pdf/Shalom__Damai.pdf
Judul artikel : Shalom/Damai
Penulis artikel : Tidak dicantumkan
Tanggal akses : 6 Desember 2019
 
Quote
Robbyanto Notomihardjo
Gif
<a target='_blank' href='http://alkitab.mobi/?Yesaya+9:6, '>Yesaya 9:6</a>, AYT
 
Stop Press! Bergabunglah dalam Komunitas Apps4God!

Komunitas Apps4God

Teknologi terus berkembang dan telah menolong banyak aspek dalam kehidupan kita. Kita percaya bahwa teknologi-teknologi ini tidak hanya menjadi berkat bagi kita, bahkan bisa dipakai untuk memuliakan Allah. Itulah yang menjadi visi dari gerakan Apps4God, sebuah pelayanan yang rindu untuk mengajak orang-orang percaya menggunakan teknologi untuk menolong pelayanan dan perluasan Kerajaan Allah. Mari bergabung dengan komunitas Apps4God dan bersama-sama kita akan saling berbagi informasi seputar perkembangan teknologi dan memikirkan bagaimana kita bisa memakai teknologi tersebut untuk memberkati dan menolong orang-orang untuk mengenal Allah.

Tunggu apa lagi? Segera bergabung dengan komunitas Apps4God di:

App SABDA
@apps4god
@apps4god
 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi Berita PESTA.
Redaksi: Mei, Roma, dan Yulia
Kontak | Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2019 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org