Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/berita_pesta/148

Berita PESTA edisi 148 (31-10-2019)

Oktober 2019

Berita PESTA -- Edisi 148, Oktober 2019
 
Berita PESTA Edisi 148, Oktober 2019
Berita & Pokok Doa
  1. Merayakan Kebaikan Tuhan di #SABDA25
  2. Penutupan Kelas DIK September/Oktober 2019
  3. Jadwal Kelas PESTA 2020
Kesaksian Peserta DIK
  1. 1. Eliya Panda (Blitar)
  2. 2. Jannes Pardede (Tapanuli Tengah)
  3. 3. Efrini Simbolon (Bandung)
Blog
  1. Manfaat Belajar Teologi Kristen bagi Warga Awam
Artikel
  1. Philipp Melanchthon: Refleksi mengenai Tubuh Kristus
Stop Press
  1. Lengkapi Natal Anda dengan Bahan-Bahan Natal Berkualitas!

Salam damai dalam Kristus,

Martin Luther adalah tokoh yang mengawali Reformasi Gereja yang terjadi pada abad ke-16. Namun, perjuangan Martin Luther tidak lepas dari peran beberapa tokoh lain yang mengikutinya. Salah satu tokoh tersebut adalah Philipp Melanchthon. Walau Philipp Melanchthon memiliki karakter, cara pandang, dan latar belakang yang bertolak belakang dengan Luther, tetapi mereka tetap dapat saling melengkapi, mengasihi, dan melakukan panggilannya masing-masing sebagai anggota tubuh Kristus. Selengkapnya tentang kisah hidup dan pelayanan Philipp Melanchthon dapat Anda baca dalam artikel yang berjudul Philipp Melanchthon: Refleksi mengenai Tubuh Kristus.

Segenap Staf PESTA juga mengucap syukur atas penyertaan Tuhan atas pelaksanaan acara #SABDA25. Silakan ikuti reportasenya di Kolom Berita PESTA. Berita lain adalah tentang kelas DIK periode September/Oktober 2019 yang telah berlangsung dengan baik. Puji Tuhan. Teruslah berdoa bagi pelayanan PESTA. Kiranya berkat-Nya terus melimpah atas kita.

Mei

Mei
Pemimpin Redaksi Berita PESTA

Berita & Pokok Doa

1. Merayakan Kebaikan Tuhan di #SABDA25

SABDA 25

Bersyukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya dalam persiapan dan pelaksanaan acara #SABDA25, yang bertema Alkitab dan Teknologi, pada Senin, 14 Oktober 2019. Acara yang dihadiri hampir 600 orang; para mitra, hamba Tuhan, pengajar, anak-anak muda, siswa, mahasiswa, dan Sahabat YLSA lain tersebut berlangsung dengan lancar dan para peserta antusias mengikuti baik pameran maupun seminarnya. Ada beberapa alumni PESTA dan alumni staf PESTA juga turut hadir dalam #SABDA25 ini. Bagi Anda yang ingin melihat siaran ulang dan dokumentasi perayaan SABDA 25, silakan melihatnya di:

2. Penutupan Kelas DIK September/Oktober 2019

Penutupan Kelas DIK

Puji Tuhan! Kelas DIK pada semester dua ini dapat terlaksana dengan baik. Dari 26 peserta yang mengikuti kelas ini, ada 17 peserta yang lulus. Sebagian besar peserta adalah orang-orang yang baru pertama kali mengikuti kelas PESTA. Diskusi diikuti dengan rasa ingin tahu yang kuat, terlihat dari setiap pertanyaan yang disajikan dapat dijawab dengan pemahaman dan referensi yang menunjang. Yang sangat menggembirakan, moderator-moderator tamu, yaitu Bapak Costy Willem dan Ibu Claudia Debbie Retnoastuti memandu diskusi dengan sangat baik sehingga peserta menjadi semakin antusias. Kami mengucapkan terima kasih kepada para moderator dan seluruh peserta yang membantu jalannya kelas ini. Kiranya kerja sama kita terus diberkati Tuhan Yesus. Untuk membaca kesaksian peserta kelas DIK September/Oktober 2019, silakan simak di Kolom Kesaksian Peserta PESTA.

Rangkuman Diskusi DIK September/Oktober 2019

3. Jadwal Kelas PESTA 2020

Jadwal Kelas

Bagi para pembaca yang rindu untuk mengikuti kelas PESTA, berikut jadwal kelas yang siap kami buka pada 2020:

  1. Kelas Dasar-Dasar Iman Kristen (DIK) Januari/Februari
  2. Kelas Dasar Pengajaran Alkitab (DPA) Februari/Maret
  3. Kelas Paskah Maret/April
  4. Kelas Pembinaan Iman Remaja (PIR) Mei/Juni
  5. Kelas Apologetika Untuk Awam I (AUA I) Juli/Agustus
  6. Kelas Dasar-Dasar Iman Kristen (DIK) September/Oktober
  7. Kelas Pengantar Perjanjian Baru (PPB) Oktober/November
  8. Kelas Natal November/Desember

Selain kelas reguler di atas, kami berencana untuk membuka kelas-kelas khusus untuk belajar Alkitab dengan menggunakan bahan-bahan multimedia. Doakan agar lebih banyak anak muda yang tertarik untuk belajar firman Tuhan.

 
Kesaksian Peserta DIK

Berikut kesaksian para peserta yang telah mengikuti kelas DIK periode September/Oktober 2019. Kiranya memberkati para pembaca sekalian.

1. Eliya Panda (Blitar)

Eliya Panda

Berada dalam kelas DIK PESTA bagi saya bukan merupakan kebetulan. Begitu padatnya aktivitas membuat saya mulai tertidur dalam kerohanian. Bahkan, semangat saya mulai berangsur-angsur meredup seperti dalam membaca Alkitab dan bergereja. Semua karena kelelahan. Akan tetapi, semua karena anugerah-Nya, only by His Grace, Dia, melalui Roh Kudus-Nya, menggerakkan saya untuk mengikuti kelas ini. Dia mau anak-Nya mendekat kembali ke dalam kasih-Nya.

Bukan karena kekuatan kita, tetapi Roh-Nya menggerakkan kita untuk semakin mengenal Sang Bapa.

"Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku." (1 Korintus 15:10)

Melalui kelas DIK saya semakin mengetahui kebenaran akan firman Allah, belajar bersama-sama, dan semakin dekat dengan Tuhan. Saya juga semakin mensyukuri karya-Nya di kayu salib dan janji-Nya yang tidak meninggalkan kita, anak-anak-Nya.

Selengkapnya »

2. Jannes Pardede (Tapanuli Tengah)

Jannes Pardede

Puji syukur kepada Tuhan atas kasih-Nya sehingga saya boleh mengikuti diskusi ini dengan baik. Tuhan memberkati pelayanan PESTA yang dapat menjangkau orang awam untuk memahami firman Allah, teristimewa karya Bapa di dunia ini. Saya sangat terkesan atas hasil diskusi ini yang dapat menambah wawasan dalam mengikut Tuhan. Kita diperlengkapi untuk bertumbuh dan melayani Tuhan, memiliki pengetahuan yang benar tentang Yesus Kristus, Manusia Kedua sebagai Anak Allah, sehingga diharapkan semakin sempurna dalam mengikut Tuhan. Efesus 4:12-15 (TB), "untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala."

3 Efrini Simbolon (Bandung)

Efrini Simbolon

Saya sangat terberkati dengan adanya kelas PESTA karena bisa menambah pengetahuan tentang dasar iman kekristenan. Banyak hal menarik yang bisa dipelajari serta menguatkan iman saya karena banyak ayat Alkitab yang disajikan sehingga memotivasi saya untuk lebih tergerak lagi membaca Alkitab. Semoga PESTA terus menjadi sumber berkat bagi peserta lainnya. Tuhan pakai lebih dahsyat. Maju terus dalam Tuhan. :)

 
Blog: Manfaat Belajar Teologi Kristen bagi Warga Awam

Oleh: Linda Purnamadewi (Bandung)

Linda Purnamadewi

Karya keselamatan Kristus patut untuk diwartakan ke segala penjuru dunia oleh siapa saja yang sudah menerima keselamatan tersebut. Yesus Kristus pun tidak secara spesifik menyebutkan, hanya para hamba Tuhan, pemimpin gereja, atau penginjil yang harus mengabarkan Injil, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua orang Kristen, sekalipun kita hanyalah warga awam. Bahkan, sekalipun kita tidak memiliki pengetahuan teologi sekaliber pendeta atau pastor, tetapi hidup sehari-hari kita yang sudah diubahkan oleh Kristus, itulah teologi yang sebenarnya yang justru mudah dilihat oleh orang-orang belum percaya di lingkungan sekitar tempat kita tinggal.

Sayangnya, situasi di gereja kadang belum bisa memenuhi kebutuhan kita. Bisa jadi ada pemimpin gereja, entah itu pendeta atau pastor, ataupun para penginjil yang memimpin pos-pos Injil, yang kurang cakap memberikan pemahaman dengan bahasa yang sederhana kepada umat yang warga awam, kemungkinan karena keterbatasan kemampuan mereka untuk mencari bahasa sederhana. Belum lagi, tidak setiap umat memiliki kadar pemahaman yang sama akan isi Kitab Suci alias Alkitab karena jarang membaca, apalagi jika diminta setiap hari membaca Alkitab. Walau sebenarnya kebiasaan membaca Alkitab itu sangat baik untuk membangun pemahaman sesuai kapasitas pribadi masing-masing individu karena Roh Kudus akan membantu menyertai setiap anak Allah, sesuai rencana Allah.

Beruntung pada suatu saat beberapa tahun lalu, saya tidak sengaja menemukan tautan tentang PESTA ini, Pendidikan Studi Teologia Awam secara daring (dalam jaringan) atau online, dan kelas pertama yang harus saya ikuti saat itu adalah kelas Dasar-Dasar Iman Kristen (DIK). Suatu kelas diskusi yang kelak akan membuka wawasan saya mengenai seperti apa iman Kristen itu dan seharusnya seperti apa pemahaman yang benar tentang Kristus, Juru Selamat yang saya percayai dan terima secara pribadi untuk menjadi bagian hidup saya. Beruntung lagi, para moderatornya saat itu adalah orang-orang yang memang sudah banyak membantu saya membuka wawasan lebih baik lagi mengenai iman Kristen.

Selengkapnya »

 
Artikel
Philipp Melanchthon: Refleksi mengenai Tubuh Kristus

Hidup, Pelayanan, dan Gerakan Reformasi

Philipp_Melanchthon

Philipp Schwartzerdt (1497 -- 1560) lahir di Bretten dalam keluarga seorang pembuat baju zirah. Pada tahun 1511, dia mendapat gelar sarjana di Universitas Heidelberg. Dia ditolak untuk mengambil gelar Master of Arts di universitas yang sama karena usia yang terlalu muda. Oleh karena itu, dia pindah ke Tubingen dan menyelesaikan gelarnya di sana pada tahun 1514. Melanchthon adalah pengganti dari nama belakang Schwartzerdt menggunakan bahasa Yunani karena dia masuk dalam tradisi humanisme Kristen dari pamannya, Johannes Reuchlin. Pada tahun 1518, dia mendapatkan gelar Professor of Greek Literature di Wittenberg. Di sini, dia berkerabat dengan Desiderius Erasmus dan tokoh yang mencantumkan namanya dalam sejarah Reformasi, Martin Luther[1].

Salah satu titik awal pelayanan Melanchthon bersama Luther adalah debat besar pertama antara Luther dan Roma Katolik di Leipzig (1519), tempat dia hadir sebagai penonton dan mendukung Luther melalui tulisannya, Defensio contra Johannes Eckium. Perjuangan Reformasi Melanchthon yang sering diidentikkan dengan peran akademis yang melengkapi dobrakan Luther dapat dilihat melalui ringkasan Teologi Reformed sistematis yang pertama, Loci communes rerum theologicarum seu hypotyposes theologicae atau singkatnya, Loci communes. Pendekatannya yang juga politis membuat Melanchthon dipercayai oleh Luther untuk menulis pernyataan iman Jerman atas permintaan Kaisar Suci Romawi Charles V. Dokumen terpenting dalam sejarah Reformasi Luther ini berisi 28 artikel pernyataan iman Reformasi yang disebut Augsburg Confession (1530).

Melanchthon bekerja sangat dekat dengan Luther dalam usaha Reformasi hingga dia mengatakan lebih baik mati daripada terpisah dengannya[2]. Luther mengajarkan Melanchthon Teologi Reformasi, sebaliknya humanisme Melanchthon memengaruhi Luther hingga dia menerjemahkan Alkitab dalam bahasa Jerman.

Namun, kedua tokoh ini memiliki karakter yang sangat berbeda. Luther adalah orang yang menggebrak, berapi-api, agresif, tetapi terkadang terlalu gegabah. Melanchthon seorang yang berhati-hati, cinta damai, dan tenang, tetapi tidak tegas. Karakteristik Melanchthon yang berbalikan dengan Luther ini berbuah dasar-dasar iman Reformasi Luther dalam bentuk yang tertulis dan sistematik. Namun, saat yang sama, gesekan pun juga terjadi karena cara pendekatan yang berbeda. Hingga ada saat di mana Luther menulis surat yang mengkritik Melanchthon dan kekhawatirannya yang berlebihan[3].

Banyak Anggota, tetapi Satu Tubuh

Bekerja Sama

Relasi antara Luther dan Melanchthon merupakan sepotong kecil mengenai gambaran akan tubuh Kristus, yaitu gereja. Konsep tubuh Kristus sangat berkaitan erat dengan konsep panggilan individual setiap anggota. Setiap anggota mempunyai fungsi yang berbeda, tetapi merupakan satu tubuh (1 Korintus 12:12). Paulus mengatakan dalam Roma 12:4-5 bahwa satu tubuh memiliki banyak anggota. Setiap anggota adalah bagian tubuh Kristus dan merupakan anggota seorang terhadap yang lain. Tidak semua anggota tubuh Kristus mempunyai fungsi yang sama: ada yang berperan sebagai mata, telinga, tangan, maupun kaki. Namun, perlu diperhatikan bahwa setiap anggota sama pentingnya karena tubuh tidak mungkin bekerja jika hanya satu anggota yang berfungsi. Juga bahwa setiap anggota membutuhkan anggota yang lain.

Oleh karena itu, Alkitab telah menggambarkan hubungan yang begitu indah dan membebaskan dalam pelayanan. Kita tidak dipanggil untuk melakukan semua pelayanan secara sendirian, tetapi apa yang kurang dari pelayanan seseorang akan dilengkapi oleh anggota yang mempunyai panggilan yang sesuai. Hal ini pun disadari oleh Melanchthon yang pendekatan halusnya dikritik oleh Luther. Ketika dibandingkan dengan Luther, dia menjawab, "If I myself do not do my part, I cannot expect anything from God in prayer."

Dari sini, kita bisa mempelajari beberapa hal. Pertama, kita patut mengenal diri, mengerti takaran kita, dan mengetahui panggilan kita (Roma 12:3). Jika kita melihat diri kita lebih daripada apa yang sesuai, kita bisa jatuh dalam kecongkakan. Sebaliknya, bila kita melihat diri kita lebih rendah daripada yang seharusnya, kita menjadi rendah diri. Dua sisi ekstrem ini bukanlah pikiran yang "begitu rupa" yang dimaksudkan oleh Paulus dalam Surat Roma. Dengan mengenal diri dan panggilan, Tuhan akan menempatkan kita dalam rencana kekal-Nya untuk kita dari semenjak dunia belum dijadikan.

Kedua, kita perlu mengerti bahwa dalam tubuh Kristus tidak ada yang lebih rendah dibanding yang lain. Semua anggota tubuh adalah manusia berdosa yang ditebus oleh Kristus. Bahkan, 1 Korintus 12 mengatakan bahwa anggota tubuh yang paling kecillah yang perlu diangkat (ay. 22-23). Oleh karena itu, dalam pelayanan, kita tidak perlu iri, meremehkan, ataupun "menciut" melihat pelayanan orang lain. Karena, karunia yang dimiliki satu anggota dan lainnya berbeda-beda, tetapi semua tetap merupakan anggota tubuh Kristus yang diperlukan agar tubuh dapat berfungsi dengan baik. Dalam hal ini, gereja yang dikepalai oleh Kristus memerlukan setiap anggotanya untuk bekerja agar dapat melayani setiap zaman secara efektif.

Dalam perbedaannya pun, Luther dan Melanchthon mengerjakan bagian mereka masing-masing dan dipakai oleh Tuhan dalam mengubah sejarah. Di tengah perbedaan pendekatan, latar belakang, dan cara pandang, mereka tetap mengasihi satu sama lain. Mereka sadar bahwa Tuhan tetap bekerja dalam diri mereka masing-masing. Keindahan hubungan dalam tubuh Kristus di antara mereka terlukis ketika Melanchthon berseru saat kematian Luther, "Dead is the horseman and chariot of Israel who ruled the Church in this last age of the world!"

Audio Philipp Melanchthon: Refleksi mengenai Tubuh Kristus

Endnotes:
[1] "On-Line Exhibits," 1998. [Online]. Available: http://www.lutheranhistory.org/melanchthon/.
[2] J. H. M. d'Aubigne, "The Roman Bull," in History of the Great Reformation of the Sixteenth Century: In Germany, Switzerland, Etc, Volume 1, New York, 1844, p. 159.
[3] W. P. Anderson, A Journey Through Christian Theology: with texts from the first to the twenty-first century, Minneapolis: Fortress Press, 2010.

Diambil dari:
Nama situs : Buletin Pillar
Alamat situs : http://www.buletinpillar.org/artikel/philipp-melanchthon-refleksi-mengenai-tubuh-kristus
Judul artikel : Philipp Melanchthon: Refleksi mengenai Tubuh Kristus
Penulis artikel : Adhi Prasetya
Tanggal akses : 8 Oktober 2019
 
Stop Press! Lengkapi Natal Anda dengan Bahan-Bahan Natal Berkualitas!

Situs Natal

Natal segera tiba! Menjelang Desember, tentu banyak dari kita yang turut terlibat aktif dalam mempersiapkan Natal, termasuk mencari bahan-bahan Natal. Dalam sukacita Natal, Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) telah menyediakan berbagai bahan seputar Natal di Situs Natal Indonesia. Melalui Situs Natal Indonesia, Anda akan mendapatkan banyak bahan berupa renungan, artikel, kesaksian, drama, puisi, tip, bahan mengajar, blog, resensi buku, gambar/desain, lagu Natal, audio artikel, dll.. Melalui situs ini, Anda juga bisa berpartisipasi aktif dengan mengirim tulisan, menulis blog, memberi komentar, dan mengirim ucapan selamat Natal. Namun sebelumnya, Anda harus mendaftar/memiliki akun di situs ini terlebih dahulu.

Bergabunglah juga di Facebook Natal dan Twitter Natal untuk memperluas relasi kita dengan saudara-saudari seiman dan untuk berbagi berkat Natal. Mari kita menyambut Natal tahun ini dengan sukacita dalam anugerah Kristus Yesus. Imanuel!

 
Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr').
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan publikasi Berita PESTA.
Redaksi: Mei, Roma, dan Yulia
Kontak | Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©, 2019 -- Yayasan Lembaga SABDA
 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org