Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/berita_pesta/138

Berita PESTA edisi 138 (28-12-2018)

Desember 2018

Desember 2018
 
SABDA PESTA
Berita PESTA -- Edisi 138, Desember 2018

DAFTAR ISI

 
EDITORIAL

Salam damai dalam Kristus,

Natal adalah momen untuk memperingati kelahiran Juru Selamat kita, Yesus Kristus. Dia adalah Firman yang telah menjadi manusia. Peristiwa kelahiran-Nya adalah suatu keajaiban yang mustahil bagi manusia. Namun, tentu saja tidak ada yang mustahil bagi Allah kita. Keajaiban kelahiran Sang Penebus sudah dimulai bahkan sejak manusia pertama jatuh dalam dosa. Apa saja keajaiban yang ada dalam kelahiran Anak Tunggal Allah menurut Matius 1:18-25? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak artikel edisi Natal kami yang berjudul “Kelahiran Yesus yang Ajaib” yang kiranya dapat menjadi perenungan bagi kita bersama.

Melalui edisi kali ini, kami mengucapkan, “Selamat Natal 2018 dan selamat menyambut Tahun Baru 2019!” Kiranya momen Natal membuat kita semakin mengucap syukur dan percaya akan kemuliaan-Nya yang ajaib yang perlu kita beritakan ke seluruh dunia. Soli Deo gloria!

Staf Redaksi Berita PESTA,
Mei

Mei
Situs PESTA

 
BERITA PESTA & POKOK DOA

1. Penutupan Kelas Natal November/Desember 2018

Penutupan Kelas Natal

Bersyukur kepada Tuhan yang telah menuntun jalannya kelas diskusi Natal November/Desember 2018. Puji Tuhan, dari 52 peserta, ada 29 peserta yang lulus mengikuti kelas ini. Selama diskusi berlangsung peserta menunjukkan sikap kritis untuk menggali firman Tuhan mengenai kelahiran Yesus, kelahiran melalui anak dara, keunikan natur Kristus, dan aplikasi Natal. Diskusi kelas Natal berjalan sangat aktif dan peserta memiliki kemauan besar untuk belajar firman Tuhan. Harapan kami, peserta yang sudah lulus tidak berhenti belajar sampai di sini, tetapi bersedia mengikuti kelas-kelas PESTA selanjutnya. Bagi peserta yang belum lulus, masih ada kesempatan untuk bergabung kembali di kelas Natal periode selanjutnya. Doakan bagi peserta yang sudah mengikuti kelas Natal, kiranya Tuhan terus menuntun mereka untuk mensyukuri kelahiran Sang Mesias dan memahami rencana keselamatan Allah bagi hidup kita.

2. Modul SIM Sudah Dipasang di Situs PESTA

Modul SIM di situs

Kami sungguh mengucap syukur atas kemurahan Tuhan karena saat ini modul Studi Injil Markus (SIM) telah dipasang di situs PESTA.org. Modul SIM berisi pelajaran dan referensi tentang: Pengantar Injil Markus, Pendahuluan dan Pelayanan Yesus di Galilea, Yesus Menyingkir dari Galilea, Pelayanan Kristus di Perea, Pelayanan Kristus di Yerusalem, serta Penderitaan dan Kebangkitan Kristus. Dalam setiap bab, terdapat pertanyaan yang terdiri dari 60 soal pilihan ganda dan 12 soal esai yang harus dikerjakan oleh peserta sebelum mengikuti kelas diskusi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada tim ITS dan Multimedia yang telah membantu mengerjakan segala proses ini sehingga modul SIM dapat diakses oleh para pembaca secara luas. Harapan kami, para pengguna dapat semakin giat belajar firman Tuhan.

3. Sertifikat Kelulusan Peserta PESTA Sedang Disiapkan

Sertifikat PESTA Sedang Disiapkan

Menjelang akhir 2018, tim PESTA mempersiapkan sertifikat bagi para peserta PESTA yang telah lulus mengikuti kelas-kelas PESTA dalam setahun ini dan berharap dapat dikirim lewat email secepatnya. Doakan tim PESTA dan tim Multimedia agar dapat menyelesaikannya dengan baik dan maksimal. Kiranya sertifikat ini dapat mengingatkan setiap peserta untuk terus belajar firman Tuhan supaya dapat menjadi berkat di mana pun mereka ditempatkan Tuhan untuk melayani.

4. Terima Kasih untuk Moderator PESTA

Terima Kasih

Pada kesempatan ini, tim PESTA mengucapkan banyak terima kasih kepada para moderator sukarelawan PESTA yang telah melayani kelas diskusi PESTA selama tahun ini. Terima kasih untuk semua dorongannya supaya setiap peserta rindu belajar firman Tuhan dan termotivasi untuk terus semangat dan setia mengikuti kelas-kelas PESTA. Kami, tim PESTA, bersyukur dapat bekerja sama dengan semua moderator yang telah membantu. Kiranya kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini saja. Harapan kami, para moderator sukarelawan PESTA juga terus menjadi alat Tuhan untuk memberitakan tentang kasih-Nya di manapun mereka berada. Biarlah Tuhan yang membalas segala jerih payahnya dalam melayani Dia.

 
ARTIKEL: KELAHIRAN YESUS YANG AJAIB

Ketika Tuhan Yesus menjelma menjadi manusia, kehidupan-Nya ditandai dengan banyak keajaiban. Salah satu keajaiban dari kehidupan Yesus yang akan dipelajari melalui tulisan ini adalah kelahiran-Nya. Dalam Matius 1:18-25, tercatat tiga keajaiban yang dapat kita pelajari tentang kelahiran Tuhan Yesus.

PERTAMA, bayi Yesus yang berada dalam kandungan Maria bukan merupakan hasil dari hubungan seorang laki-laki dan perempuan, melainkan berasal dari Roh Kudus (Matius 1:20). Karena berasal dari Roh Kudus, berarti kandungan Maria adalah kandungan yang bersifat kudus dan supernatural. Karena sifat kandungan yang demikian, banyak ahli teologi sulit menerimanya dan menganggapnya sebagai cerita dongeng.

Gambar: Quote <a target='_blank' href='http://alkitab.mobi/?Lukas+2'>Lukas 2</a>

Akan tetapi, kalau kita mempelajari karya Roh Kudus dalam Alkitab, kandungan Maria yang berasal dari Roh Kudus bukanlah suatu hal yang tidak masuk akal. Kejadian 1:1-2 menggambarkan kondisi awal bumi. Dikatakan bahwa bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudra raya. Dengan deskripsi seperti demikian, jelaslah bahwa pada mulanya bumi tidak ada kehidupan. Kemudian, Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Dalam bahasa aslinya, “melayang-layang” digambarkan seperti induk ayam yang mengerami telurnya, yang setelah melewati suatu jangka waktu, dari dalam telur itu keluarlah anak ayam. Inilah kehidupan yang baru. Selain itu, dalam ayat 1 dikatakan bahwa pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Kata “menciptakan” di sini dalam bahasa aslinya mengandung pengertian bahwa sebelum langit dan bumi diciptakan tidak ada kehidupan, tetapi dengan perkataan Allah yang berkuasa, bumi yang sebelumnya tidak mempunyai kehidupan, kemudian menjadi memiliki kehidupan. Semua ini bisa terjadi karena Allah itu berkuasa, dan Roh Kudus adalah pemberi hidup.

Jika kita dapat menerima uraian di atas, kita dapat pula menerima bayi Yesus yang ada dalam kandungan Maria. Bukanlah hal yang sulit bila Roh Kudus dengan kuasa-Nya menjadikan bayi Yesus hidup dalam kandungan Maria. Malaikat Tuhan berkata kepada Maria, “Roh Kudus akan datang atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungimu. Itulah sebabnya, Anak yang akan lahir itu adalah kudus dan akan disebut Anak Allah.” (Lukas 1:35). Kita sendiri tidak tahu bagaimana pekerjaan Roh Kudus sehingga bayi Yesus ada. Ini adalah suatu misteri. Yang jelas, Allah hanya meminjam kandungan Maria untuk melahirkan bayi Yesus. Kemudian, kita dapat pula membaca di dalam Kitab Suci bagaimana Allah menciptakan Adam tanpa melalui laki-laki dan perempuan. Hawa diciptakan melalui laki-laki tanpa perempuan, sedangkan Tuhan Yesus lahir melalui perempuan tanpa laki-laki. Semua peristiwa ini sekali lagi membuktikan bahwa bagi Allah tidak ada yang sulit. With God, all things are possible.

Hal yang paling mendasar adalah ketika Natal tidak dijadikan sebagai peristiwa bagi hati untuk senantiasa membuka diri kepada Yesus. Inilah yang menjadi koreksi bagi kita, yaitu Natal menjadi suatu hal yang penting.

Akan tetapi, pertanyaannya adalah: mengapa bayi Yesus harus lahir tidak boleh melalui hubungan laki-laki dan perempuan? Ini disebabkan bayi Yesus harus bebas dari segala dosa dan cela, dengan demikian Dia baru bisa memenuhi kriteria untuk menyelamatkan umat manusia yang berdosa. Ketika Allah memberikan Kristus kepada manusia, Dia memberikan yang terbaik. Bagaimana dengan kita?

KEDUA, bayi itu harus diberi nama Yesus karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka (Matius 1:21). Bayi Yesus yang akan lahir melalui kandungan Maria mempunyai satu misi, yakni menyelamatkan umat manusia dari dosa. Ada satu pertanyaan yang terus saya gumulkan selama ini. Sebelum kedatangan Kristus ke dalam dunia, di dunia ini telah ada banyak agama. Semua agama ini mengajarkan manusia berbuat baik dan bagaimana masuk surga. Bila demikian, mengapa Kristus masih harus datang? Kristus datang karena Dia ingin mengerjakan apa yang tidak dapat dikerjakan oleh agama, yakni menyelamatkan umat manusia dari dosa. Di sinilah, kita mulai mengerti Kristus harus lahir tanpa dosa. Sebelum kelahiran Tuhan Yesus, kondisi seluruh manusia berada dalam keadaan yang amat suram karena dosa. Dalam Roma 3:23 dikatakan, “Sebab semua orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.” Akibat dosa, datanglah maut (Roma 6:23).

Gambar: Quote William Barclay

Banyak orang tidak menyadari kondisi ini, dan senantiasa menggambarkan dosa sebagai suatu tindakan yang melawan hukum: mencuri, berbohong, membunuh, dan sebagainya. Karena itu, mereka berpendapat jika mereka tidak melakukan hal-hal ini, mereka bukan orang jahat dan tidak membutuhkan Tuhan. Sebaliknya, Rasul Paulus tidak sekadar menggambarkan dosa sebagai suatu perbuatan yang melanggar perbuatan hukum, tetapi dosa sebagai suatu keberadaan, suatu kekuatan yang bercokol dalam hati manusia. Dan, dosa ini mengendalikan manusia sehingga manusia menjadi tidak berdaya. Paulus berkata dalam Roma 7:15-18, “Sebab, aku tidak mengerti apa yang kulakukan karena aku tidak melakukan hal yang kuinginkan, melainkan aku melakukan hal yang kubenci. ... Jadi sekarang, bukan lagi aku yang melakukannya, tetapi dosa yang hidup di dalamku.”

Kita bersyukur, dengan kelahiran bayi Yesus, yang kemudian hari akan mati di atas kayu salib, kuasa atau kekuatan dosa yang membelenggu manusia telah dipatahkan. Hal ini seperti yang dikatakan Paulus dalam 1 Korintus 15:54-57, “Kematian sudah ditelan dalam kemenangan. Hai kematian, di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? Sengat maut adalah dosa, dan kuasa dosa adalah Hukum Taurat. Namun, kita bersyukur kepada Allah yang memberikan kita kemenangan melalui Tuhan kita, Yesus Kristus.”

KETIGA, Anak itu akan dinamakan Imanuel yang berarti Allah menyertai kita (Matius 1:23). Banyak ahli teologi berpendapat bahwa ayat ini merupakan penggenapan nubuat Yesaya 7:14, “Karena itu, Tuhan sendiri akan memberimu satu tanda ini: Seorang perawan akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, nama-Nya akan disebut: Imanuel.”

Gambar: Quote Jan Hus

Ayat ini merupakan suatu nubuat yang diucapkan oleh Nabi Yesaya 700 tahun sebelum kelahiran bayi Yesus. Pada waktu itu, takhta Raja Ahaz (ayah Hizkia) sedang terancam oleh suatu koalisi antara raja Israel (Pekah) dan raja Syria (Rezin). Konspirasi kedua raja bertujuan untuk meruntuhkan dinasti Daud dan menggantikannya dengan sebuah kerajaan yang sesuai dengan pilihan mereka. Dalam situasi yang gawat ini, Tuhan mengutus Nabi Yesaya untuk meyakinkan Raja Ahaz supaya dia tetap percaya bahwa Tuhan akan menolongnya. Untuk meyakinkan Raja Ahaz, dia boleh meminta suatu tanda dari Tuhan. Namun, Raja Ahaz tidak mau, bahkan lari minta pertolongan kepada Raja Asyur.

Tuhan amat sedih dengan perbuatan Raja Ahaz, tetapi Dia tetap memberikan suatu tanda kepada Raja Ahaz, yakni seorang perempuan akan melahirkan seorang anak, dan Dia akan dinamakan Imanuel. Dengan kelahiran anak itu, Tuhan menyatakan bahwa walau Raja Ahaz telah meninggalkan Tuhan, tetapi Tuhan tetap akan menyertai Ahaz dan menyelamatkannya dari tangan koalisi raja Israel dan Syria. Di kemudian hari, kelahiran Tuhan Yesus yang disebut sebagai Imanuel, akan menjalankan fungsinya, yakni menyertai segenap umat manusia.

Acap kali hidup kita dipenuhi oleh berbagai permasalahan sehingga ada yang bertanya, “Bila dikatakan bahwa Tuhan menyertai saya, mengapa hidup saya memiliki begitu banyak masalah? Satu masalah belum selesai, yang lain datang lagi.” Syukur, ada seorang pengarang Kristen yang mencoba menjawab semua pertanyaan ini dengan menulis demikian:

Anak-Ku tersayang,

Manusia sangat bingung dengan cara-Ku bekerja. Mereka pikir pekerjaan-Ku adalah melepaskan segala kesulitan mereka. Aku harus memperbaiki setiap kondisi buruk dan membuat setiap keadaan menjadi sempurna.

Maaf, itu bukan tugas-Ku. Aku akan memperbaiki beberapa dari keadaanmu, tetapi kamu tetap akan mendapat sejumlah persoalan. Kabar gembiranya adalah bahwa jika kamu mengenal Aku, kamu akan mengetahui bahwa Aku selalu bersamamu. Aku akan membimbingmu melewati kesukaran-kesukaranmu dan keluar dari sisi yang lain.

Anggaplah kehidupanmu sebagai sebuah hutan belukar, dan Aku adalah pembimbingmu. Aku tidak akan mengubah hutan belukar itu menjadi Disneyland. Namun, Aku akan membimbingmu melewati hutan belukar itu. Manakala hidupmu menjadi liar, janganlah takut. Melekat erat-erat sajalah. Aku akan membantumu melewatinya.

Pembimbingmu,

Tuhan

Audio Kelahiran Kristus yang Ajaib

Diambil dari:
Judul buku : Buletin Gereja Kristen Abdiel (GKA) GLORIA Surabaya, edisi 3/Desember 2004
Judul artikel : Kelahiran Kristus yang Ajaib
Penulis artikel : Pdt. William Liem
Halaman : 4 -- 5
 
STOP PRESS
Stop Press! Situs dan Komunitas Pemuridan

Situs Murid 21

Jika Anda terlibat dalam pelayanan pemuridan dan rindu untuk mendapatkan bahan-bahan pemuridan guna memperlengkapi pelayanan Anda, mari kunjungi situs Murid 21 dari Yayasan Lembaga SABDA. Dalam situs ini, Anda dapat memperoleh artikel-artikel yang bermutu dan alkitabiah, yang akan mendukung wacana serta pelayanan pemuridan Anda.

Bergabunglah juga dengan komunitas Pemuridan di Facebook, Twitter, dan Instagram untuk menjalin relasi dengan saudara-saudara seiman lainnya. Anda bisa mendapat serta membagikan konten-konten yang terdapat dalam komunitas kami kepada orang lain supaya mereka juga tergerak untuk terlibat dalam pelayanan pemuridan.

"Karena itu, pergilah dan muridkanlah semua bangsa, baptiskanlah mereka dalam nama Bapa, dan Anak, dan Roh Kudus, ajarkanlah mereka untuk menaati semua yang Aku perintahkan kepadamu; dan lihatlah, Aku selalu bersamamu, bahkan sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:19-20, AYT)

 

Anda terdaftar dengan alamat: $subst('Recip.EmailAddr')
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan Berita PESTA.

Redaksi: Lena, Mei, Roma, dan Yulia
Kontak | Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©,2018 -- Yayasan Lembaga SABDA

 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org