Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/berita_pesta/137

Berita PESTA edisi 137 (29-11-2018)

November 2018

November 2018
 
SABDA PESTA
Berita PESTA -- Edisi 137, November 2018

DAFTAR ISI

 
EDITORIAL

Salam damai dalam Kristus,

Kami bersyukur dapat berjumpa kembali dengan Sahabat PESTA. Melalui edisi ini, kami menyampaikan berbagai informasi mengenai pelayanan PESTA sepanjang November 2018, dan mengajak kita semua untuk terlibat dan berdoa bagi pelayanan PESTA. Jangan lupa, kita pun bisa membagikan informasi-informasi ini kepada rekan-rekan kita supaya banyak orang dapat mengikuti program-program PESTA. Kiranya menjadi berkat!

Dalam kolom Artikel, kita akan belajar bersama mengenai Prinsip Timotius. Kami berharap, kita semua akan mendapatkan banyak pelajaran dari kesuksesan Timotius sebagai seorang murid. Dia tidak hanya menjadi murid yang baik, tetapi dia akhirnya juga dapat meneruskan pelayanan Paulus dengan memuridkan orang lain. Timotius bisa menjadi teladan bagi banyak orang karena dia mengikuti teladan bapa rohaninya, Paulus. Karena itu, marilah kita meneladani Paulus dan Timotius dalam memuridkan banyak orang bagi Kristus. Ketika kita memiliki hati seperti Paulus, yaitu memiliki hati untuk mendidik Timotius, hidup kita akan semakin bergairah dalam menjalani hidup berdasarkan firman-Nya. Selamat membaca! Soli Deo gloria!

Staf Redaksi Berita PESTA,
Roma

Roma
Situs PESTA

 
BERITA PESTA & POKOK DOA

1. Kelas Natal November/Desember 2018 Sedang Berlangsung

Diskusi Kelas Natal

Kelas diskusi Natal merupakan kelas PESTA terakhir dalam kalender akademis PESTA 2018 ini. Puji Tuhan, kelas ini sedang berlangsung dengan baik. Peserta yang mengikuti kelas Natal kali ini lebih banyak dari tahun sebelumnya, yaitu 51 orang. Bersyukur juga untuk peserta kelas Natal yang selalu semangat dan antusias saat mengikuti kelas diskusi. Doakan agar peserta tetap aktif sampai diskusi kelas Natal berakhir. Doakan juga untuk tim PESTA agar Tuhan menolong kami untuk menjadi fasilitator yang baik dalam kelas ini.

2. Pendaftaran Kelas DIK Januari/Februari 2019

Pendaftaran Kelas DIK

Kami mengundang para pembaca Berita PESTA yang belum pernah mengikuti kelas PESTA untuk bergabung dalam kelas Dasar-Dasar Iman Kristen (DIK) pada 2019. Melalui kelas ini, peserta akan mendapat banyak pengetahuan dasar tentang doktrin-doktrin Kristen yang sangat penting. Topik-topik yang akan dibahas, antara lain: penciptaan, kejatuhan manusia dalam dosa, hukuman dosa, dan keselamatan dalam Kristus. Proses belajar dalam kelas diskusi ini sangat menarik karena setiap peserta akan "berjumpa" dengan banyak peserta lain dari berbagai tempat dan latar belakang sehingga kita bisa saling melengkapi dan menajamkan dalam proses belajar firman Tuhan. Saat ini, pendaftaran untuk kelas DIK Januari/Februari 2019 telah dibuka. Segeralah mendaftar karena kelas akan dimulai pada 23 Januari 2019. Sebelum kelas diskusi dimulai, Anda akan mendapat bahan dan harus mengerjakan beberapa tugas tertulis. Pengumpulan tugas tertulis paling lambat 10 Januari 2019. Jika Anda tertarik untuk mengikuti kelas diskusi ini dan ingin pula mengajak teman-teman Anda untuk bergabung, silakan klik tautan berikut untuk mendaftarkan diri. Admin kami akan segera merespons Anda.

3. Tim PESTA Mempersiapkan Laporan Kerja 2018 dan Rencana Kerja 2019

Persiapan Raker

Saat ini, semua tim YLSA sedang mempersiapan Raker YLSA yang akan diselenggarakan pada Januari 2019. Persiapan dimulai dengan menyusun rencana kerja 2019 dan juga menyusun laporan pelayanan sepanjang 2018, termasuk pencapaian yang sudah diraih. Mohon dukungan doa agar tim PESTA dapat mempersiapkan semuanya dengan baik. Kiranya Tuhan memberikan hikmat dan kepekaan kepada tim PESTA untuk mengikuti visi Tuhan bagi pelayanan PESTA tahun depan. Kami berharap setiap rencana yang sudah disusun dapat memaksimalkan pelayanan PESTA dalam era digital ini dan dapat menjangkau lebih banyak orang untuk bertumbuh, berakar, dan berbuah dalam Kristus.

4. Milis Alumni PESTA Aktif Kembali

Milis Alumni

Untuk mempererat tali persaudaraan para alumni PESTA, tim PESTA menyediakan dua komunitas keluarga PESTA, yaitu Grup Facebook PESTA Alumni dan Milis PESTA Alumni (email). Kiranya dua grup ini dapat menolong para alumni PESTA untuk saling terhubung di luar kelas diskusi. Beberapa waktu yang lalu, milis Alumni PESTA sempat tidak dapat diakses oleh anggota. Namun, setelah kami cek dan perbaiki, milis ini sekarang sudah dapat diakses kembali. Sejak berdirinya pelayanan PESTA, Milis PESTA Alumni telah menjadi sarana komunikasi yang efektif antaralumni-PESTA. Dengan dihidupkannya kembali milis ini, kami berharap setiap alumni dapat saling mengirim informasi, salam/kabar, pokok doa, kesaksian, dan berbagi berkat firman Tuhan. Kiranya ini menjadi kabar baik bagi semua alumni PESTA.

 
ARTIKEL: PRINSIP TIMOTIUS

Gambar: Dawson Trotman

Dawson Trotman, seorang yang sangat praktis dan juga seorang yang rohani, menggunakan "Prinsip Timotius". Dia menggunakan prinsip ini sebagai papan loncatan untuk menasihati tim sekerja Kristen dalam mempersiapkan orang lain mengambil alih pelayanannya. Seorang penginjil hendaknya mempersiapkan penginjil muda lainnya; seorang pemimpin paduan suara mempersiapkan seorang asisten, seorang pemimpin kelompok pemahaman Alkitab mempersiapkan seseorang yang akan menggantikan tugasnya apabila kelak dia akan beralih tugas, dan sebagainya.

Dawson dengan teliti memeriksa pelayanan para Navigator, kadang-kadang membuat terkejut seorang anggota staf yang masih muda dengan kata-kata berikut ini: "Di manakah Timotius Anda?" Dia ingin tahu, "Siapakah yang Anda latih untuk mengambil alih tugas Anda?" Ini merupakan suatu prinsip bisnis yang sangat praktis juga sebagai suatu fondasi rohani yang kuat untuk suatu pelayanan selanjutnya. Akan tetapi, apa itu "Seorang Timotius?" Di mana konsep tersebut terdapat dalam Alkitab?

1. Seorang Timotius adalah seorang anak rohani.

"Itulah sebabnya, aku telah mengutus kepadamu Timotius, anakku yang kukasihi dan yang setia di dalam Tuhan. Ia akan mengingatkan kamu mengenai jalan-jalanku dalam Kristus, seperti yang aku ajarkan di mana-mana, dalam setiap jemaat." (1 Korintus 4:17) "Dari Paulus, rasul Kristus Yesus ... kepada Timotius, anakku yang sah di dalam iman ...." (1 Timotius 1:1-2) "Karena itu, anakku, jadilah kuat dalam anugerah yang ada dalam Yesus Kristus." (2 Timotius 2:1)

Setiap orang Kristen dewasa, pria atau wanita, hendaknya memiliki seorang anak rohani, laki-laki atau perempuan. Seperti Paulus melayani sebagai seorang bapa rohani bagi Timotius. Tidak peduli Anda sendiri yang memimpin orang itu percaya Yesus Kristus atau Anda "memungut" anak itu. Kedua cara itu sah untuk mendapatkan anak-anak rohani.

2. Seorang Timotius memiliki beban yang sama seperti orang tua rohaninya.

Gambar: Quote 1 Timotius

"Karena tak ada seorang padaku, yang sehati dan sepikir dengan dia dan yang begitu bersungguh-sungguh memperhatikan kepentinganmu; sebab semuanya mencari kepentingannya sendiri, bukan kepentingan Kristus Yesus." (Filipi 2:20-21) "Itulah sebabnya, aku telah mengutus kepadamu Timotius, anakku yang kukasihi dan yang setia di dalam Tuhan. Ia akan mengingatkan kamu mengenai jalan-jalanku dalam Kristus, seperti yang aku ajarkan di mana-mana, dalam setiap jemaat." (1 Korintus 4:17) "Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya." (2 Timotius 3:10-11)

Timotius bukan sekadar anak rohani bagi Paulus; dia adalah seorang anak yang sangat istimewa. Tidak setiap anak secara jasmani menjadi orang percaya dan tidak semua orang rohani menerima visi orang tua rohaninya. Seorang pekerja Kristen bisa melipatgandakan banyak petobat baru dalam hidupnya, tetapi hanya sedikit yang bisa disebut sebagai seorang Timotius. Seorang ibu rohani bisa memengaruhi banyak anak perempuan untuk mengikut Tuhan, tetapi hanya sangat sedikit yang mewarisi seluruh visi dan rohnya.

Apa yang Anda teruskan kepada Timotius Anda tidak hanya pengetahuan tentang firman Tuhan, tetapi isi hati dan beban visi Anda. Dawson Trotman berbicara tentang penanaman prinsip-prinsip ini ke dalam aliran darah seseorang karena hidup ada di dalam darah.

3. Seorang Timotius meneruskan pekerjaan orang tua rohaninya.

Tidak saja dia seorang rohani, seorang anak yang mempunyai visi yang sama dengan orang tua rohaninya, tetapi dia bisa mengambil alih pelayanan di bawah bimbingan orang tua rohaninya. Seorang Timotius siap menolong Anda dalam pelayanan dengan bimbingan Anda. Inilah sebabnya, mengapa banyak anak rohani laki-laki dan perempuan, tetapi sedikit Timotius.

Paulus dapat mengutus Timotius ke mana saja dalam keadaan mendesak.

  1. Ke Korintus -- "Itulah sebabnya, aku telah mengutus kepadamu Timotius, ...." (1 Korintus 4:17)
  2. Ke Filipi -- "Dalam Tuhan Yesus, aku berharap dapat segera mengutus Timotius kepadamu supaya aku dihiburkan ketika mendengar kabar tentang kamu." (Filipi 2:19)
  3. Ke Atena -- "Orang-orang yang menemani Paulus membawanya sampai ke Atena, dan setelah menerima sebuah pesan dari Paulus untuk Silas dan Timotius agar datang kepadanya secepatnya, mereka pun berangkat." (Kisah Para Rasul 17:15)
  4. Tempat tinggal di Efesus -- "Sebagaimana aku memohon kepadamu ketika aku berangkat ke Makedonia, tetaplah tinggal di Efesus ...." (1 Timotius 1:3)

Gambar: Quote 2 Timotius

Saya mendapat kesempatan yang langka, yakni secara pribadi dimuridkan oleh Dawson Trotman. Dia mengundang saya untuk tinggal di rumahnya dan dia menghabiskan banyak waktu untuk saya. Dia mengutus saya ke berbagai tempat pelayanan di daerah Los Angeles untuk membuka pelayanan para Navigator di Dallas, Texas. Satu hari, dia menelepon saya dan mengatakan bahwa dia mengutus saya ke China. Tanpa menunda dan tanpa syarat, saya segera pergi. Jika Dawson, bapa rohani saya, merasa bahwa saya sanggup menyelesaikan tugas tersebut, maka segalanya beres. Sekalipun jaraknya 20.000 kilometer, bahasa dan budayanya berbeda, negara berpaham komunis dan penuh ketidakpastian, saya tidak peduli. Tentu saja, saya percaya kepada Allah, yang telah memberi beberapa ayat janji sebagai pegangan. Akan tetapi, saya pergi dengan kesadaran penuh karena iman bapa rohani saya.

Dalam tahun-tahun berikutnya, saya telah belajar bahwa ada beberapa pekerja nasional yang saya latih dan tinggal bersama yang juga mau, serta berani pergi dan berangkat untuk Allah bila saya beriman untuk mengutusnya. Semua ini adalah perkara tentang misi. Seorang utusan Injil membawa obor sejauh mungkin, selanjutnya dia serahkan kepada murid yang lebih muda untuk terus membawa terang Injil ke dalam kegelapan.

Selama 35 tahun melayani di ladang misi, Allah telah menganugerahkan banyak anak rohani, tetapi sedikit Timotius. Lebih dari lima puluh orang Asia tinggal di rumah saya selama setahun atau lebih. Setiap mereka istimewa dalam hati saya. Lima puluh anak rohani ini melayani Allah di berbagai organisasi Kristen di banyak negara.

Allah memerintahkan Musa untuk memberi sebagian dari wewenang kepada Yosua (Bilangan 27:20). Dan, Elia meletakkan jubahnya di pundak Elisa, penerusnya. Di manakah Timotius Anda? Siapakah yang sedang Anda latih untuk meneruskan pelayanan Anda, kelas sekolah minggu Anda, kelompok pemahaman Alkitab Anda, gereja Anda, dan pelayanan Anda? Sementara sibuk melayani Allah dalam tugas pelayanan pribadi Anda, jangan lalai menyiapkan seorang Timotius yang akan meneruskan beban visi Anda. Jika Anda tidak berbuat demikian, banyak pekerjaan yang Anda lakukan mungkin sia-sia.

Audio Prinsip Timotius

Diambil dari:
Judul buku : Pemuridan dengan Prinsip Timotius
Judul artikel : Prinsip Timotius
Penulis artikel : Roy Robertson
Penerbit : Yayasan Andi Offset, Yogyakarta 2012
Halaman : 115 -- 119
 

Anda terdaftar dengan alamat: $subst("Recip.EmailAddr")
Anda menerima publikasi ini karena Anda berlangganan Berita PESTA.

Redaksi: Lena, Mei, Roma, dan Yulia
Kontak | Berlangganan | Berhenti | Arsip
BCA Ps. Legi Solo, No. 0790266579, a.n. Yulia Oeniyati
©,2018 -- Yayasan Lembaga SABDA

 

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org