Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/40hari/9

Doa 40 Hari 2020 edisi 9 (22-4-2020)

Alkitab Suku Rote

40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- RABU, 22 APRIL 2020

ALKITAB SUKU ROTE

Suku Rote merupakan suku bangsa asal yang mendiami Pulau Rote dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, seperti Pulau Ndao, Pulau Nuse, Pulau Pamana, dan lain-lain. Pulau Rote yang luasnya 1.200 km2 itu terletak di sebelah barat daya Pulau Timor dan termasuk wilayah administratif Kabupaten Rote Ndao di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Pulau ini terkenal dengan kekhasan budidaya lontar, wisata alam pantai, musik sasando, dan topi adat Ti'i Langga.

Seperti Apa Kehidupan Mereka?

Orang Rote umumnya mendirikan rumah di dataran rendah yang subur atau dekat dengan sumber mata air. Mereka mendirikan rumah dalam kelompok yang masih merupakan anggota satu klan (leo) yang dipimpin oleh seorang kepala klan yang disebut Mane Leo. Desa-desa tertentu terletak di puncak-puncak bukit yang sulit dicapai tempat mereka mengusahakan lontar sebagai sumber mata pencarian.

Tanaman-tanaman yang penting bagi orang Rote di ladang ialah padi, jagung, ubi kayu, sorgum, dan beberapa jenis kacang-kacangan. Di kebun, mereka bertanam kelapa, pinang, sirih, dan lain-lain. Makanan utama orang Rote adalah jagung, sedangkan beras atau nasi bukan merupakan makanan sehari-hari, melainkan sebagai bahan makanan dalam upacara atau pesta-pesta.

Selain berladang, orang Rote juga biasa beternak kuda, kerbau, kambing, dan babi, yang dibiarkan lepas di alam bebas. Sebagai mata pencarian tambahan, orang Rote juga suka bertenun kain, yang dikenal dengan sebutan tenun ikat dan tenun dengan teknik sulam. Jenis kerajinan lain yang mereka buat adalah anyaman, seperti topi anyaman, tikar, tempat sirih, keranjang, nyiru, dan wadah-wadah untuk keperluan rumah tangga. Orang Rote Ndao, khususnya, juga dikenal sebagai pengrajin emas dan perak.

Apa kepercayaan mereka?

Pada masa kini, masyarakat Rote memeluk agama Kristen Protestan, Katolik, dan Islam. Penganut agama Protestan lebih besar persentasenya (80%) daripada agama lainnya karena ia masuk lebih awal (sekitar 1600-an), dan penyebarannya disesuaikan dengan dasar agama asli mereka. Dalam agama asli itu, mereka mengenal tokoh "pencipta" (Mana Adu), "pengatur" (Mana Sula), dan "pemberi berkah" (Mana Fe), yang mirip dengan Trinitas dalam ajaran Kristen. Dalam ajaran asli (Teluk Aman), ketiga tokoh tadi diwujudkan dalam bentuk tiang bercabang tiga yang diletakkan di dalam rumah.

Apa saja kebutuhan mereka?

Cukup banyak keterbatasan yang dihadapi oleh masyarakat Rote, khususnya dalam bidang pendidikan. Karena tempat tinggal yang jauh dan kurangnya transportasi umum, banyak anak sekolah dan guru yang terpaksa harus menempuh jarak puluhan kilometer setiap hari untuk menuju ke sekolah. Dari segi fasilitas, gedung-gedung sekolah di sana pun masih banyak yang belum bisa dibilang layak. Pemerataan pembangunan sangat diperlukan demi terciptanya fasilitas yang memadai yang bisa dirasakan dan dinikmati semua lapisan masyarakat serta demi peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat.

Untuk mengenal lebih jauh tentang Suku Rote dan menjangkau mereka bagi Tuhan, referensi berikut ini semoga dapat menolong Anda:

- Profil lengkap Suku Rote: https://joshuaproject.net/people_groups/19494/ID

- Audio Alkitab dalam Bahasa Rote (Perjanjian Baru): https://audio.sabda.org/download_audio_alkitab_bahasa_rote_full

- Audio Cerita Paskah dan Kitab Markus dalam Bahasa Rote Dela: http://globalrecordings.net/id/language/row

- Audio Telu Kama dalam Bahasa Rote Lole: http://globalrecordings.net/id/language/llg

- Audio Drama, Kabar Baik, dan Kitab Markus dalam Bahasa Rote Tii: http://globalrecordings.net/id/language/txq

POKOK DOA

1. Mari berdoa kepada Tuhan Yesus Kristus agar senantiasa menyertai setiap upaya pengabaran Injil yang dilakukan bagi suku Rote. Secara khusus, doakan agar setiap utusan Allah yang pergi ke sana untuk memenangkan jiwa bisa berhasil, dan agar hamba-hamba Tuhan yang melayani di sana senantiasa kuat dalam pimpinan Tuhan.

2. Berdoalah bagi orang-orang Kristen dari suku Rote agar semakin bertumbuh dalam iman mereka dan mau bersaksi bagi saudara-saudara sesuku mereka. Kiranya Roh Kudus menolong mereka semakin berani mengabarkan Kabar Baik tentang Yesus Kristus kepada teman-teman dan kerabat mereka yang belum percaya. Kiranya semakin banyak juga dari mereka yang terbeban untuk membuat alat-alat studi Alkitab dalam bahasa mereka sendiri sehingga pengetahuan dan pemahaman masyarakat Kristen Rote akan kebenaran firman Tuhan semakin diperdalam.

3. Doakan juga bagi pengembangan potensi wilayah Kepulauan Rote. Doakan agar wakil-wakil rakyat yang duduk di kursi pemerintahan memiliki rasa takut akan Tuhan yang mendorong mereka berintegritas dalam melaksanakan kewajiban dan tanggung jawab mereka. Kiranya setiap kebutuhan dalam masyarakat bisa dipenuhi sebagaimana mestinya, dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia bisa maksimal demi kesejahteraan masyarakat setempat.

Dirangkum dari:

1. Abineno, Dr. J.L. Ch.. 1978. "Sejarah Apostolat Di Indonesia II/1". Jakarta: PT BPK Gunung Mulia. Halaman 129 -- 132.

2. Melalatoa, M. Junus. 1995. "Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia L-Z". Jakarta: Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan. Halaman 713 -- 718.

3. _____. "Rotinese". Dalam https://www.encyclopedia.com/humanities/encyclopedias-almanacs-transcripts-and-maps/rotinese

4. _____. "Rote Ndao: Budaya Masyarakat". Dalam https://rotendaokab.go.id/budaya-masyarakat

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org