Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://www.sabda.org/publikasi/40hari/10

Doa 40 Hari 2019 edisi 10 (2-5-2019)

Hari 9. Tantangan Pekerja Lintas Budaya

[40-Hari-2019] Banyak Tantangan untuk Para Pekerja Lintas Budaya/[09]

40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA -- KAMIS, 2 MEI 2019

BANYAK TANTANGAN UNTUK PARA PEKERJA LINTAS BUDAYA

Di Indonesia, banyak suku terabaikan membutuhkan para pekerja Injil yang dapat memberkati mereka dengan Kabar Baik tentang Tuhan Yesus, Juru Selamat dunia. Sayangnya, tidak banyak orang yang bersedia mengabarkan Injil dan mendirikan jemaat lintas budaya. Mereka yang bersedia pun menghadapi bermacam-macam tantangan. Boleh dikatakan, mereka yang melayani suku-suku terabaikan umumnya kurang disokong oleh gereja atau organisasi Kristen yang mengutus mereka. Mereka membutuhkan dukungan doa, dana, dan persekutuan yang menguatkan jiwa, perasaan, dan kerohanian mereka.

Pelayanan lintas budaya adalah tantangan yang cukup rumit dan berat. Pada umumnya, kita kurang mengerti bahwa setiap orang yang melayani suku lain harus belajar banyak tentang sifat, bahasa, dan cara hidup suku itu. Jika kita bergaul secara biasa dengan menggunakan bahasa Indonesia saja, banyak orang tidak akan mengerti maksud dan tujuan kita. Hal ini dapat diperlihatkan dalam lima pokok berikut.

1. Bahasa

Setiap bahasa yang terdapat di Indonesia mengandung ciri-ciri yang khas. Jika kita bicara soal kerohanian kepada seseorang, kita harus menguraikannya dengan bahasa yang paling cocok untuk orang itu. Jika tidak demikian, ada kemungkinan besar bahwa dia tidak akan menangkap maksud kita.

2. Pandangan Hidup

Pandangan hidup setiap suku terabaikan terdiri dari filsafat dan teologi mereka. Jika mereka mempunyai pandangan hidup yang berbeda dari kita, mereka akan sukar menerima Injil. Misalnya, jika seseorang memiliki pengertian tentang Tuhan, manusia, dosa, keselamatan, dunia gaib, dan sebagainya yang berbeda dari pandangan dunia Alkitab, dia tidak akan langsung mengerti Injil. Injil mempunyai pandangan hidup tersendiri yang harus dijelaskan dengan contoh-contoh yang dapat ditangkap oleh orang itu.

3. Nilai-Nilai

Kita harus mempelajari nilai-nilai yang dihargai oleh suku terabaikan itu. Pengertian kita akan nilai-nilai mereka membuka banyak peluang untuk Injil. Kita menghormati nilai-nilai mereka yang baik dan menguatkan nilai-nilai itu yang sesuai dengan pandangan hidup Alkitab.

4. Kepemimpinan

Cara kepemimpinan setiap suku juga mempunyai ciri khas yang perlu diperhatikan oleh kita. Jika kita tidak berusaha memimpin jemaat baru dengan cara yang dapat dimengerti dan dihormati oleh mereka, mereka tidak akan merasa betah. Para penginjil perlu mempelajari cara kepemimpinan orang-orang yang mereka layani.

5. Organisasi Sosial

Sistem organisasi sosial suatu suku juga penting untuk kita pelajari. Misalnya, hampir setiap suku di Indonesia memegang sistem bapak/anak buah, tetapi cara melaksanakannya cukup bervariasi. Kita harus memperhatikan sistem-sistem sosial, seperti sistem kekeluargaan, sistem pendidikan, dan sistem-sistem masyarakat yang lain. Jika tidak, kita seolah-olah masih berada di luar ruang lingkup kehidupan mereka. Penyesuaian ini tidak begitu mudah dilaksanakan oleh seorang penginjil atau gembala yang berasal dari suku lain.

Kesimpulannya

Tidak heran jika sebagian besar para penginjil dan pendeta yang melayani suku-suku terabaikan tidak bertahan lama dalam pelayanan. Mereka merasa pusing karena tantangan-tantangan yang besar, kurang dibimbing untuk pelayanan yang berat itu, dan kurang didukung oleh gereja dan saudara-saudara seiman. Marilah kita memperhatikan para pekerja lintas budaya, mendoakan, dan menyokong mereka secara khusus agar mereka dikuatkan oleh Tuhan dalam mengemban tugas yang berat itu. Jika kita berusaha mengenal dan membantu para penginjil lintas budaya, kita juga telah mengambil bagian dalam pengabaran Injil kepada orang-orang yang belum pernah mengerti berita tentang Yesus, Anak Allah.

POKOK DOA

1. Mari berdoa bagi organisasi dan orang-orang yang terlibat dalam misi lintas budaya. Kiranya Allah senantiasa memelihara, mendukung, menghibur, dan memberi kekuatan dalam pelayanan yang mereka lakukan di tengah-tengah masyarakat yang mereka layani. Kiranya kasih dan rahmat-Nya senantiasa nyata bagi mereka dari hari ke hari.

2. Doakan agar semakin banyak orang percaya, baik perorangan maupun dalam lembaga, yang tergerak hatinya untuk mendukung pelayanan para pekerja misi lintas budaya ini, baik dalam hal daya, dana, doa, maupun berbagai bentuk dukungan lainnya.

3. Mari berdoa agar Tuhan juga menggerakkan hati kita masing-masing dan memberi kesempatan kepada kita untuk secara langsung memberikan dukungan, bahkan terlibat dalam pelayanan misi lintas budaya ini, termasuk dalam ranah digital.

4. Doakan pula gereja atau organisasi pengirim misi lintas budaya ini agar Tuhan senantiasa memelihara visi misi mereka dalam kerangka yang benar, serta memperlengkapi mereka dari waktu ke waktu dalam menghadapi tantangan dan pergumulan zaman.

Diambil dari:

Nama situs: e-Misi

URL: http://misi.sabda.org/banyak_tantangan_untuk_para_pekerja_lintas_budaya

Judul asli artikel: Banyak Tantangan untuk Para Pekerja Lintas Budaya

Penulis artikel: Roger Dixon

Kontak: doa(at)sabda.org

Berlangganan: subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org

Berhenti: unsubscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org

Arsip: http://sabda.org/publikasi/40hari

(c) 2019 oleh e-DOA dan "MENGASIHI BANGSA DALAM DOA"

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org