Home
       

Resources
Artikel
Artikel-artikel MISI
Bahan PA
Misi Allah Bagi Dunia &
Para Pengubah Dunia
Cerita Misi
Alkitab di Seluruh Dunia :
48 Kisah Nyata
Buku
Buku-buku Misi
Doa
Doa bagi Negara
Doa bagi Kota
Doa bagi Suku
PD Timotius
40 Hari Doa
e-KJDN
Info
Sejarah
Ulasan Tokoh MISI
Lembaga
Lebih dekat dengan lembaga MISI
Media
Berbagai program pengabaran Injil
Lintas
Lintas Religi
Profil Suku di Indonesia
 
 Renungan
 Kesaksian
 
 
| suku 7
dari 61 suku
SUKU BANJAR
Kalimantan Selatan

Letak : Kalimantan Selatan
Populasi : 2.500.000 jiwa
Bahasa : Banjar
Agama Mayoritas : Islam
Anggota Gereja : 50 (0,002%)
Alkitab dalam bahasa Banjar : Tidak Ada
Film Yesus dalam bahasa Banjar : Tidak Ada
Siaran radio pelayanan dalam bahasa Banjar : Tidak Ada

Suku Banjar berasal dari orang Melayu Sumatera, Kalimantan dan Jawa yang datang ke Kalimantan Selatan untuk berdagang. Adat, bahasa dan kepercayaan mereka adalah akibat pengaruh berabad-abad dari orang Dayak, Melayu dan Jawa. Ada juga orang Dayak yang menjadi orang Banjar karena memeluk agama Islam. Orang Banjar dapat dibagi dua dari segi dialek bahasa, yaitu Banjar Hulu dan Banjar Kuala. Suku Banjar terdapat di propinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Sumatera dan Malaysia (Perak, Selangor dan Johor). Mereka juga terkenal dengan julukan masyarakat air (`the weter people') karena adanya pasar terapung, tempat perdagangan hasil bumi dan KEBUTUHAN hidup sehari-hari di sungai-sungai kota Banjarmasin, ibukota Propinsi Kalimantan Selatan.

SOSIAL BUDAYA

Sebagian besar hidup bertani dan menangkap ikan. Sekarang banyak pula yang bergerak dalam bidang perdagangan, transportasi, pertambangan, pembangunan, pendidikan, perbankan, atau menjadi pegawai negeri. Selain itu, mereka mempunyai keahlian pegawai negeri. Selain itu, mereka mempunyai keahlian menganyam yang diwariskan secara turun temurun dan kerajinan permata. Salah satu tehnik anyaman mereka yang terkenal adalah mengayam dengan bulu ekor kuda. Kalimantan Selatan sangat kaya akan kandungan bahan galian yang belum dikembangkan sepenuhnya, meliputi platin, emas, batubara, kaolin, mangan dan air raksa. Demikian juga hasil hutannya di ekspor dalam jumlah besar, seperti kayu meranti, ramin, pulai, kayu lapis, karet, kopra, kamper, jelutung, buah tengkawang, damar dan rotan. Banjarmasin juga terkenal akan hasil intannya.

Orang Banjar selalu mengaitkan segala aktivitas kehidupannya dengan Islam. Upacara-upacara adat yang masih dipertahankan disesuaikan atau dipadukan dengan hukum Islam, seperti upacara kelahiran, kematian, perkawinan, mendirikan rumah bertani dan sebagainya. Sistem kekerabatan suku Banjar adalah bilateral, yakni ditarik menurut garis keturunan ayah dan ibu bersama-sama. Rumah tangga orang Banjar biasanya terdiri atas lebih dari satu keluarga, dan disebut bubuhan (keluarga luas). Istilah ini melambangkan suatu sifat kekeluargaan yang mempersatukan. Pemimpin-pemimpin bubuhan termasuk unsur adat yang sangat dihormati, di samping pemimpin yang diangkat resmi oleh pemerintah. Dalam percakapan sehari-hari, orang Banjar menggunakan bahasa Melayu Banjar. Peran dan kedudukan yang agak istimewa bagi bahasa Banjar adalah bahwa penutur bahasa itu dianggap lebih tinggi statusnya dibandingkan dengan penutur bahasa daerah Kalimantan lainnya.

AGAMA/KEPERCAYAAN

Hampir semua orang Banjar menganggap diri orang islam. Sistem pengajian dipakai secara luas sejak abad 18 dan membawa perkembangan pesat dalam penyebaran agama Islam. Sekarang ini, di Kalsel dan Kalteng berdiri banyak sekali sekolah semacam pesantren atau madrasah, dibandingkan sekolah biasa. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka masih melakukan sinkretrime antara kepercayaan adat warisan pengaruh kerajaan Hindu dengan agama. Misalnya, balampah (ilmu untuk memperoleh kuasa penyembuhan, meramal dsb), Mappanre Tassi (perjamuan pada bulan April oleh para nelayan di pesisir pantai, dengan memberi persembahan ke dalam laut agar berhasil, dan jimat berupa ayat-ayat Al,Quran. Salah satu jimat yang terkenal adalah Tembang Liring, yaitu jimat yang hurufnya ditulis dengan tinta yang telah dicampur dengan darah orang yang mati terbunuh dan rohnya terus-menerus dipuja. Suku Banjar juga menganggap beberapa tempat sebagai tempat keramat, dimana roh halus menetap. Sang Batara Kala atau Sang Kala adalah sebutan bagi dewa yang menguasai roh-roh itu. Beberapa desa Banjar memiliki kebiasaan mempersembahkan 40 macam kue kepadanya pada waktu mengadakan selamatan.

KEBUTUHAN

Kekayaan alam dan kesuburan tanah tempat orang Banjar ternyata tidak otomatis meningkatkan taraf hidup mereka. Hasil yang mereka peroleh hanya untuk dimakan sendiri. Hal ini disebabkan karena sarana dan prasarana transportasi (kondisi jalan dan angkutan) yang terbatas yang menyebabkan produk mereka (hasilpertanian dan non pertanian) sulit untuk dipasarkan. Selain itu, kesulitan mendapat modal mengurangi ruang gerak mereka berusaha secara beroduktif.

POKOK DOA
Kemudian daripada itu aku melihat : sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhintung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru : "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba !" (\\/TB #Wahyu 7:9-10*\\)
  1. Berdoa agar Tuhan mencurahkan Roh Kudus, berkat dan kasihNya di tengah-tengah suku Banjar, agar terang dan kemuliaan Tuhan bercahaya di atasnya. Berdoa agar hati mereka disentuh oleh kasih Tuhan melalui berbagai cara dan mereka yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.
  2. Berdoa agar Tuhan yang empunya tuaian membangkitkan gerejaNya untuk bersatu dan bekerjasama, menyediakan pekerja : pendoa syafaat, penerjemah Alkitab, kaum profesional, penabur dan penuai untuk memberkati dan meningkatkan kesejahteraan hidup suku Banjar
  3. Berdoa bagi adanya lembaga & gereja yang digerakkan oleh Tuhan untuk mengadopsi suku Banjar yang juga berbeban dalam meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Jika saudara ingin mengetahui informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi :
PJRN
Kotak Pos 6739/JKUKP - Jakarta 14607
Telp/Fax. (021) 45843235-42

Untuk kalangan sendiri
|



 Ke atas 
© 2003 YLSA