Seri Mutiara Iman (RBC/Yayasan Gloria/YLSA) SMI-019 Lahir Baru: Apakah Artinya?

Bagian 0. Kata Pengantar

Lahir Baru: Apakah Artinya? Apakah saya benar-benar akan menjadi orang baru? Bagaimana hal ini dapat terjadi? Untuk apa saya lahir baru? Sudahkah saya mengalaminya? Itulah sebagian pertanyaan yang akan dijawab oleh Richard W. De Haan, seorang pengajar di Radio Bible Class, lewat buku ini.

Penerbit

Diterbitkan untuk kalangan sendiri oleh Yayasan Gloria P.O. Box 13 YKGD, Yogyakarta 55224 Diterjemahkan dari Born Again: What Does It Mean? Naskah dilindungi oleh hak cipta (c) 1978 pada RBC Ministries (R) 317665, 014043 & 014174 Penerjemah: Yayamin Yakop. Ilustrasi: Wid. NS Sumbangan Biaya produksi Rp. 700,00

Bagian A. Dilahirkan dari Atas

Bertahun-tahun yang lalu di Yerusalem, dua orang terkenal terlibat dalam percakapan yang "terdengar ke seluruh dunia." Nikodemus datang berbicara kepada Tuhan Yesus. Dalam diskusi itu, Sang Juruselamat membuat pernyataan yang mengejutkan bagi Nikodemus, seorang pemimpin agama yang besar pada zamannya. Dengan jelas Yesus memberitahu, "Kamu harus dilahirkan kembali."

Percakapan tersebut terjadi hampir 2000 tahun yang lalu. Namun kelahiran yang mengubah hidup dan supranatural, yang Yesus ucapkan pada malam tak terlupakan itu, ada dalam pikiran jutaan orang dewasa ini. Terdapat minat yang mengherankan dan meluas dalam hal kelahiran kembali. Topik ini menjadi berita pada halaman pertama! Orang-orang terkenal menyatakan bahwa mereka telah mengalaminya. Kaum profesional dalam dunia olahraga, selebriti televisi dan para pemimpin politik bersaksi atas kelahiran baru mereka. Ya, kata-kata Kristus kepada Nikodemus, "Kamu harus dilahirkan kembali" memang telah basi dan usang pada zaman ini.

Semakin banyak orang membicarakan kelahiran kembali dibanding masa sebelumnya. Sejalan dengan berlangsungnya gerakan lahir kembali yang modern, sudah terbukti bahwa banyak orang sama sekali tidak mengerti apa sebenarnya yang Yesus maksud. Saya sangat mencemaskan informasi dan konsep yang salah yang tersebar luas ini. Karena itu saya memberi judul "Lahir Baru: Apakah Artinya?" Saya berharap sebagian pertanyaan Anda mengenai kelahiran kembali akan terjawab, tidak hanya untuk memuaskan keingintahuan Anda, tetapi juga untuk membawa Anda memahami arti lahir baru melalui pengalaman pribadi.

  • Latar Belakang Alkitab
  • Apakah Air Itu?
  • Kebutuhan akan Lahir Baru
  • Sebuah Undangan Bagi Anda

  1. Latar Belakang Alkitab
  2. Apakah Air Itu?
  3. Kebutuhan akan Lahir Baru
  4. Sebuah Undangan Bagi Anda
LATAR BELAKANG ALKITAB

Mari kita mulai dengan menyimak kembali percakapan yang terkenal itu:

Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya." Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah" (Yohanes 3:1-3).

Orang yang datang kepada Tuhan Yesus malam itu adalah seorang Farisi, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia adalah Nikodemus yang terkenal dan dihormati. Kepada orang yang berkedudukan tinggi seperti ini Tuhan Yesus mengucapkan kata-kata "Kamu harus dilahirkan kembali."

Ia adalah seorang pemimpin agama Yahudi! Ia adalah seorang guru besar bangsa Israel! Ia adalah seorang yang terkenal pada zamannya! Saya dapat membayangkan bahwa ketika ia sedang berjalan, orang-orang akan menunjuk kepadanya dengan kekaguman dan berkata, "Itulah Nikodemus. Kita membutuhkan lebih banyak orang seperti ia. Jika ada orang yang melakukan kehendak Allah, dialah orangnya."

Nikodemus adalah anggota kaum Farisi. Saya menyadari bahwa kita cenderung menggolongkan kelompok ini sebagai kaum munafik karena perlakuan mereka terhadap Kristus. Namun tidak demikian pandangan terhadap mereka pada masa Perjanjian Baru. Orang-orang menghormati mereka karena pengajaran Firman Tuhan dan pemahaman mengenai adat istiadat nenek moyang mereka.

Nikodemus juga disebut seorang "Pemimpin agama Yahudi." Ini berarti ia anggota Sanhedrin, badan pemerintahan bangsa Israel saat itu. Seperti yang ayah saya, Dr. M.R. De Haan tunjukkan, "Keputusan Sanhedrin adalah final dalam masalah-masalah doktrin dan perilaku dalam masyarakat. Sanhedrin sangat menyerupai pengadilan tertinggi dalam pemerintah sipil."

Bayangkan! Kepada orang terhormat ini, kepada pemimpin agama Yahudi ini, kepada guru bangsa Israel ini, Juruselamat kita membuat pernyataan yang sangat khidmat, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah" (Yohanes 3:3).

Mari kita perhatikan kata kembali, yang muncul pada ayat 3 Yoh 3:3. Kata itu adalah terjemahan dari istilah Yunani anothen dan dapat pula berarti "dari atas." Jadi dapat diterjemahkan "Jika seorang tidak dilahirkan dari atas, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah."

Meskipun Nikodemus tidak mengerti apa yang Kristus maksud, pernyataan tersebut mengungkapkan apa yang Kristus pikirkan. Perhatikan, sekadar dilahirkan kembali dengan cara yang sama seperti kelahiran kita ke dalam dunia ini, tidaklah berguna -- sekalipun diulang sepuluh, seratus atau seribu kali! Kita tetap masuk ke dunia ini sebagai orang berdosa. Hanya bila kita dilahirkan dari atas barulah kita layak bagi Kerajaan Allah.

Kelahiran kita yang pertama adalah dari bawah, kelahiran yang kedua adalah dari atas. Kelahiran kita yang pertama bersifat alami (natural); sedangkan kelahiran yang baru bersifat rohani. Kelahiran yang pertama menjadikan kita anggota bangsa yang jatuh; kelahiran kedua menjadikan kita anggota bangsa yang ditebus. Kelahiran yang pertama memberi kita sifat yang rusak; kelahiran yang kedua memberi kita sifat yang ilahi. Dilahirkan pertama kali menurut daging, kita adalah orang-orang berdosa; dilahirkan kedua kali oleh Roh Allah, kita adalah orang-orang benar.

Ketika Nikodemus mendengar Yesus berkata, "Jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah," ia tidak mengerti apa yang dimaksud. Karena itu ia bertanya:

Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi? (Yohanes 3:4).

Yesus menjelaskan sebagai berikut:

Aku berkata kepadamu, sesunguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah (Yohanes 3:5).

  1. Latar Belakang Alkitab
  2. Apakah Air Itu?
  3. Kebutuhan akan Lahir Baru
  4. Sebuah Undangan Bagi Anda

APAKAH AIR ITU?

Ketika kita sampai pada ayat ini, kita masuk ke medan pertempuran teologis. Banyak perdebatan yang terjadi sehubungan dengan arti bagian ini. Karena itu, adalah baik bagi kita untuk berhenti sejenak dan mengajukan beberapa pertanyaan yang sangat penting. Apakah yang Yesus maksud ketika Dia berkata, "Jika seorang tidak dilahirkan dari air..."? Apakah Dia sedang berbicara mengenai baptisan air? Apakah Dia sedang mengatakan bahwa kita harus dibaptis agar dapat diselamatkan? Jawaban saya adalah TIDAK! Baptisan air adalah hak istimewa bagi orang-orang Kristen yang dilahirkan kembali untuk menjadi saksi. Orang percaya yang taat ingin dibaptis untuk menyatakan kehidupannya yang baru, tetapi baptisan tidak dapat menolongnya untuk mendapatkan hidup baru. Kita tidak perlu menambahkan apapun pada anugerah Allah -- baik perbuatan baik, jasa, upacara, ritual agama, baptisan anak atau bahkan baptisan dewasa. Kita diselamatkan oleh anugerah melalui iman, sepenuhnya oleh karya Kristus yang sempurna dan sama sekali tidak tergantung pada apa pun.

"Jadi," saya mendengar seseorang berkata, "bagaimana Anda memahami kata-kata Yesus mengenai dilahirkan dari air dan Roh?" Beberapa penafsiran atas bagian ini layak untuk dikemukakan. Pertama, sebagian orang menyatakan bahwa tatkala Yesus mengatakan dilahirkan dari air, Dia mengacu pada kelahiran secara fisik. Dalam tubuh ibu, sang janin dilindungi oleh "selaput" air. Ketika bayi lahir, "air menjadi pecah" dan kelahiran terjadi. Menurut mereka yang menganut pandangan ini, Yesus menyatakan bahwa dua jenis kelahiran dibutuhkan. Pertama adalah kelahiran yang alami dan bersifat fisik -- kelahiran dari air. Kedua adalah supranatural, kelahiran dari atas oleh Roh Kudus. Penjelasan ini kelihatannya didukung oleh kata-kata Yesus selanjutnya, karena Dia berkata:

Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah Roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali (Yohanes 3:6-7).

Ahli Alkitab lainnya yakin bahwa kata air mengacu pada Alkitab. Mereka mempertahankan bahwa gabungan air, Firman dan Roh Kudus akan membawa mujizat kelahiran baru. Mereka menunjuk bagian dari surat Petrus sebagai pendukung pendapat mereka:

Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh Firman Allah, yang hidup dan yang kekal (1Petrus 1:23).

Mereka juga mengacu pada beberapa ayat dalam surat Efesus.

Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman (Efesus 5:25-26).

Kelompok ketiga adalah para mahasiswa teologia yang menyatakan bahwa kata dan dalam frase "Jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh" adalah terjemahan dari kata Yunani kai, dan dapat pula diterjemahkan sebagai "juga." Kata-kata Kristus akan menjadi, "Jika seorang tidak dilahirkan dari air juga Roh." Menurut penafsiran ini, air dan Roh Kudus akan mempunyai pengertian yang sama.

Mereka yang menganut pemahaman ini menunjuk pada bagian yang diucapkan Kristus sendiri, ketika Dia menyebut air sebagai lambang Roh Kudus.

Dan pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru: "Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum! Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup." Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepada-Nya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan (Yohanes 7:37-39).

Seperti yang dapat Anda lihat pada bagian ini, Kristus menggunakan kata air sebagai lambang Roh Kudus. Karena itu, beberapa orang menyatakan bahwa Dia menggunakan metafora yang sama dalam Yohanes 3:1-36.

  1. Latar Belakang Alkitab
  2. Apakah Air Itu?
  3. Kebutuhan akan Lahir Baru
  4. Sebuah Undangan Bagi Anda

KEBUTUHAN AKAN LAHIR BARU

Sahabatku, terlepas dari bagaimana Anda menafsirkan kata-kata "dilahirkan dari air dan Roh," ada satu pesan yang terdengar dengan jelas, yakni lahir baru untuk semua orang adalah keharusan yang mutlak. Itulah satu-satunya cara untuk memperoleh keselamatan. Dengan hal ini dalam pikiran Anda, bacalah ucapan Yesus selanjutnya kepada Nikodemus:

Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali (Yohanes 3:6-7).

Ya, Yesus berkata bahwa Anda harus dilahirkan kembali. Kelahiran baru tersebut melibatkan tindakan Allah yang jauh di atas kemampuan manusia. Secara tak terlihat, Tuhan bekerja di dalam hati kita untuk membawa kita kepada-Nya. Hasilnya adalah hubungan pribadi yang nyata dengan Tuhan.

Kelahiran baru bukanlah sesuatu yang dapat kita buat. Kelahiran baru bukanlah menerima visi yang transenden, atau memulai hidup yang baru, ataupun memperoleh perasaan religius yang aneh. Kelahiran baru bukanlah suatu langkah maju dalam proses reinkarnasi. Kelahiran baru bukan sekadar kesadaran diri. Bukan sejenis renungan mistik atau perjalanan rohani. Sebaliknya, kelahiran baru adalah karya Allah yang nyata dan menetap, yang darinya kita menerima sifat yang baru dan kudus. Itulah yang tercakup dalam kelahiran baru -- suatu kelahiran yang supranatural dan rohani, dari atas, yang terjadi setiap saat tatkala seseorang menaruh pengharapannya dalam Yesus Kristus.

Pada bagian ini kita telah mempelajari pentingnya, dan menggarisbawahi, makna dilahirkan kembali. Kita telah melihat bahwa itulah satu-satunya jalan untuk menerima pengampunan Allah dan kepastian akan surga. "Lalu, bagaimana," Anda mungkin bertanya, "dapatkah saya dilahirkan kembali?" Jawabannya sederhana. Kita diberitahu:

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya (Yohanes 1:12).

Setelah mendengar Firman Tuhan, dan digerakkan Roh Allah, Anda beriman kepada Anak Allah -- dan mujizat pun terjadi! Anda dilahirkan dari atas. Anda menjadi anak Allah, dan menerima hidup kekal dari Allah. Anda menjadi anggota keluarga Allah. Anda dibersihkan dari semua dosa oleh iman di dalam Sang Juruselamat.

  1. Latar Belakang Alkitab
  2. Apakah Air Itu?
  3. Kebutuhan akan Lahir Baru
  4. Sebuah Undangan Bagi Anda

SEBUAH UNDANGAN BAGI ANDA

Saya ingin bertanya, apakah Anda sudah dilahirkan kembali? Jika belum, datanglah kepada Kristus saat ini juga. Dengan beriman pada Firman, janji dan darah-Nya, terimalah Dia dalam hati dan hidup Anda. Mintalah agar Dia menyelamatkan Anda hari ini juga.

Anda dapat berdoa seperti ini: "Tuhan Yesus, saya mengakui bahwa saya adalah orang berdosa. Saya tidak dapat menyelamatkan diri sendiri. Saya menerima Engkau sebagai Juruselamat saya. Dengan percaya bahwa Engkau mati bagi saya, membayar hukuman untuk semua dosa saya, saya menaruh iman percaya di dalam Engkau. Selamatkanlah saya. Saya sungguh-sungguh percaya."

Jika Anda mendoakannya dan serius dengannya, perubahan telah terjadi dalam diri Anda. Dosa-dosa Anda telah diampuni, dan kini Anda adalah anak Allah. Anda dapat berkata kepada orang lain, "Saya juga telah dilahirkan kembali!" Hidup baru, hidup yang dari atas, sekarang ada di dalam hati Anda.

Bagian B. Pekerjaan Roh Kudus

Dewasa ini kita banyak membaca di media massa, dan juga mendengar lewat radio, mengenai dilahirkan kembali. Banyak dibicarakan namun sedikit yang menjalaninya membuat saya bertanya-tanya, seberapa banyak orang yang benar-benar tahu tentang lahir baru. Itulah tujuan dari buku ini. Saya ingin Anda tahu dengan pasti apa yang Alkitab katakan mengenai kelahiran baru. Saya ingin, bila Anda sudah mengalaminya, merasa yakin akan hal itu. Saya ingin Anda tahu apa yang Allah harapkan dari Anda sebagai orang percaya yang sudah lahir baru. Dan saya ingin Anda tahu apa yang dapat Anda harapkan selaku anak Allah.

Injil Yohanes memuat bagian Alkitab terpenting mengenai lahir baru. Yesus bersabda:

Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali (Yohanes 3:5-7).

Perhatikan dengan teliti pernyataan dalam ayat 5 Yoh 3:5, "Jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah." Menurut Tuhan Yesus, kita harus dilahirkan dari Roh. Kuasa karya-ilahi dari Pribadi Ketiga dari Allah Tritunggal adalah hal yang pokok dan mendasar dalam lahir baru. Hanya melalui Dia kita dapat mengalami anugerah ini.

Jika kita mempelajari Alkitab dengan teliti, kita segera sadar akan pentingnya Roh Allah dalam kelahiran baru. Peranan-Nya sangat vital dalam tiga aspek:

  • Pembaruan
  • Pengudusan
  • Pengubahan (transformasi)
  • Pesan Pribadi

Bagi anak Allah, pembaruan adalah karya masa lampau, pengudusan adalah realita masa ini, dan pengubahan (transformasi) adalah harapan kita terhadap masa yang akan datang. Jika kita memperhatikan setiap fase karya Roh Kudus ini secara terinci, saya percaya hati Anda akan dihangatkan dan pikiran Anda terbuka menerima pelayanan-Nya di dalam dan melalui diri Anda.

  1. Pembaruan
  2. Pengudusan
  3. Pengubahan (transformasi)
  4. Pesan Pribadi
PEMBARUAN

Karya Roh Kudus adalah dasar yang mutlak dalam pembaruan. Ketika seseorang dilahirkan kembali, ia diberi hidup baru oleh Roh Kudus. Ini adalah karya vital yang tidak dapat diabaikan, karena tanpa memiliki hidup baru itu, seseorang tidak diselamatkan.

Dalam Yohanes 3:1-7, kebutuhan untuk dilahirkan kembali disebutkan tiga kali oleh Sang Juruselamat. Dalam ayat 3 Yohanes 3:3 Dia berkata, "Jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah." Dalam ayat 5 Yohanes 3:5, Dia menyatakan, "Jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam kerajaan Allah." Dan dalam ayat 7 Yohanes 3:7 Dia memberitahu Nikodemus, "Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali."

Kelahiran baru dibutuhkan karena semua orang dilahirkan ke dunia ini dengan sifat berdosa dan rusak. Sifat lama yang diwariskan dari Adam sedemikian hina, rusak, jahat, dan tanpa sedikit pun kebaikan sehingga tak tertolong. Sedemikian jahatnya sifat lama itu sehingga Allah memulai dari "awal" dengan memberi kita sifat yang baru saat kita percaya kepada Anak-Nya.

Jika Anda mengira gambaran tentang manusia berdosa ini terlalu dilebih-lebihkan, bacalah dengan teliti apa yang Allah katakan kepada orang-orang Romawi seperti dikutip oleh Paulus:

Seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorang pun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak. Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, dan jalan damai tidak mereka kenal; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu" (Roma 3:10-18).

Inilah pandangan Allah terhadap diri manusia; inilah rekaman kamera Allah yang tersembunyi mengenai kemanusiaan yang busuk dan berdosa.

Ayah saya pernah berkata, "Kamu dapat melatih seekor singa untuk melompati lingkaran, duduk di bangku, atau bersalto, namun ia tetaplah seekor singa. Kamu dapat mengenakan pakaian sutera dan kain satin pada seekor babi, namun babi itu tetap akan mencari kandangnya. Dan kamu dapat menghiasi sifat dosamu yang lama yang kamu terima dari bapa leluhurmu Adam dengan agama, pembaruan, pendidikan, kebudayaan dan apapun, namun kamu tidak akan dapat mengubahnya."

Sahabatku, Anda membutuhkan hati yang baru. Pada dasarnya, manusia telah mati dalam dosa (Efesus 2:1). Ia terpisah dari Allah; ia adalah musuh Allah (Kolose 1:21). Ia kotor. Sang nabi juga menambahkan bahwa "Segala kesalehan seperti kain kotor" (Yesaya 64:6).

Ketika dilahirkan, kita adalah orang berdosa. Itulah sebabnya Anda harus dilahirkan kembali -- cara yang benar. Pada kelahiran kedua itu, Roh Allah memberi hidup, sifat, hati yang baru kepada mereka yang beriman kepada Kristus, dan orang itu menjadi ciptaan baru. Itulah karya pembaruan! Itulah kelahiran baru!

  1. Pembaruan
  2. Pengudusan
  3. Pengubahan (transformasi)
  4. Pesan Pribadi
PENGUDUSAN

Karya Roh Kudus juga penting bagi orang-orang percaya dalam hal pengudusan. Kata pengudusan berasal dari istilah Yunani yang berarti "dipisahkan, kudus." Pembaruan bersifat seketika; pengudusan merupakan proses yang bertahap. Pengudusan dimungkinkan terjadi karena Roh Kudus, sebab Rasul Paulus menulis:

Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar (2Korintus 3:17-18).

Saat kita melihat dan memahami kemuliaan Allah, Roh Kudus mengubah kita dengan kuat ke dalam gambaran kemuliaan yang sama. Pekerjaan Roh Allah ini menghasilkan pengudusan yang progresif. Hal ini berhubungan dengan persekutuan dari hari ke hari dan pertumbuhan rohani yang berkesinambungan dari orang-orang yang telah dilahirkan kembali.

Alkitab mengungkap dua jenis pengudusan. Pengudusan secara status diberikan kepada kita saat dilahirkan kembali. Melalui iman di dalam Kristus, dosa-dosa kita diampuni, dan ketidakberdosaan Tuhan Yesus menjadi milik kita. Kita ditempatkan pada kedudukan yang diperkenankan Tuhan. Benar, karena kita berada di dalam Kristus, kita telah dikuduskan; di mana Dia telah "memisahkan kita" bagi-Nya. Ini berarti jika kita telah dilahirkan kembali, Allah melihat kita sebagai pemilik kebenaran yang sempurna dari Juruselamat kita yang tak berdosa. "Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus" (Roma 5:1). Damai sejahtera dengan Allah berhubungan langsung dengan pengudusan secara status yang kita miliki.

Tetapi Damai sejahtera Allah lebih berhubungan dengan aspek karya Roh Kudus yang lain -- pengudusan progresif. Rasul Paulus menulis:

Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus (Filipi 4:6-7).

Setiap orang percaya menikmati keuntungan pengudusan secara status, namun ia tidak boleh melupakan kebutuhan akan pengudusan progresif, yang berlangsung setiap hari. Ketahuilah, sifat-sifat Adam tidak hilang sampai kita mati. Sifat-sifat tersebut tetap ada di dalam diri kita dan bekerja melawan kehendak Allah. Rasul Paulus menyadari bahwa manusia lama yang berdosa masih aktif 30 tahun setelah ia menerima keselamatan. Ia berkata:

Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik (Roma 7:18).
Beberapa saat kemudian ia berteriak:

Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melupakan aku dari tubuh maut ini? Syukur kepada Allah! Oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. Roh, yang memberi hidup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut (Roma 7:24 - 8:2).

Jika Anda orang Kristen, kehidupan baru telah ditanamkan di dalam diri Anda. Anda adalah manusia baru -- ciptaan yang baru. Meskipun sifat Adam yang lama, berdosa dan rusak masih ada di dalam diri Anda, Anda dapat menang terhadapnya. Anda dapat mengetahui berkat dari pengudusan secara status dan pengudusan progresif. Rasul Paulus menulis:

Maksudku ialah: hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging (Galatia 5:16).

Roh Kudus selalu siap dan sanggup mengubah hidup setiap orang percaya. Betapa tragisnya bahwa ada beberapa orang Kristen merampas diri mereka sendiri dari berkat yang dapat mereka miliki karena tidak mau berserah pada pimpinan-Nya. Tetapi saya senang karena banyak pengikut Kristus mampu berkata, "Meskipun saya jauh dari yang seharusnya, dan saya gagal menjadi yang seharusnya, saya telah berbeda dari saya yang dahulu." Hal ini disebabkan karya Roh Allah dalam hidup mereka. Setelah dilahirkan kembali, mereka bertumbuh secara rohani, mengalahkan dosa dan kebiasaan yang buruk, serta belajar berjalan dengan rendah hati dan taat pada bimbingan Roh.

  1. Pembaruan
  2. Pengudusan
  3. Pengubahan (transformasi)
  4. Pesan Pribadi

PENGUBAHAN (TRANSFORMASI)

Karya Roh Allah tidak hanya penting dalam hal pembaruan dan pengudusan, tetapi juga merupakan arti yang vital pada hari yang mulia ketika diubahkan. Saat Kristus datang kembali, tubuh kita yang dapat binasa ini akan diubahkan.

Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitakan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu (Roma 8:11).

Roh Kudus tinggal di dalam mereka yang telah dilahirkan kembali. Suatu hari kelak, Roh pembaruan dan pengudusan itu juga akan menjadi Roh pengubah. Tubuh kita akan dipulihkan ke dalam pembaruan hidup. Dengan keyakinan ini, Rasul Paulus dapat berkata:

Sesungguhnya aku menyatakan kepadamu suatu rahasia: kita tidak akan mati semuanya, tapi kita semuanya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati (1Korintus 15:51-53).

Melalui kelahiran baru oleh Roh Allah, kita menerima hidup baru dan kekal. Dan suatu hari kelak, oleh Roh yang sama, kita akan menerima tubuh yang baru dan tidak dapat binasa.

  1. Pembaruan
  2. Pengudusan
  3. Pengubahan (transformasi)
  4. Pesan Pribadi

PESAN PRIBADI

Kita telah melihat bahwa karya dan pelayanan Roh Kudus sangatlah penting bagi orang-orang percaya. Roh Kudus terlibat dalam pembaruan kita. Dia aktif dalam pengudusan kita. Dan Dia akan menjadi sarana dalam pengubahan kita.

Pertanyaan terpenting adalah, apa arti semua ini bagi Anda? Tanpa pembaruan, Anda tidak dapat mengalami pengudusan atau pengubahan. Titik awalnya adalah dilahirkan -- kembali dari Roh -- dari atas. Apakah Anda telah dilahirkan kembali? Jika belum, Anda dapat mengalaminya. Yesus sendiri berkata:

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal (Yohanes 3:14-15).

Mungkin Anda pernah mendengar orang berkata, "Tetapi itu adalah pekerjaan Allah. Saya tidak bisa percaya. Saya tidak dapat mempraktikkan iman sampai saya telah dibarui." Orang-orang yang mengatakan ini percaya bahwa karena kodrat manusia adalah mati dan tidak dapat berbuat apa-apa untuk menolong dirinya sendiri, maka ia tidak dapat dilahirkan kembali kecuali ia dihidupkan oleh Roh Allah melalui kelahiran baru. Karena itu mereka menyatakan dengan tegas bahwa iman yang olehnya kita percaya pada karya Tuhan Yesus Kristus yang telah selesai, bukanlah cara kelahiran baru kita, tetapi hasilnya -- sesuatu yang telah terjadi.

Orang lain menyatakan yang sebaliknya. Mereka mengajarkan bahwa kita dilahirkan kembali karena iman dalam Kristus. Dengan kata lain, mereka menyatakan bahwa ketika kita percaya, pembaruan terjadi dan kita adalah anak-anak Allah.

Bukan maksud saya untuk memperdebatkan mana yang benar. Ketahuilah, jika Anda tidak diselamatkan, ini sama sekali tidak ada bedanya. Hanya Roh Allah yang dapat mengerjakan pembaruan. Orang berdosa secara pribadi harus percaya. Karena itu, masalah Anda percaya karena Anda telah dilahirkan kembali atau Anda dilahirkan kembali karena Anda percaya bukanlah hal yang utama. Yang penting adalah Anda harus percaya! Anda harus melakukan bagian Anda, dan Anda harus membiarkan Allah melakukan bagian-Nya.

Bagian C. Ke Mana Saya Bertumbuh?

Salah satu hukum alam yang terpenting dan tak terelakkan adalah pertumbuhan. Sebutir benih yang jatuh ke tanah atau bibit yang ditanam oleh petani diharapkan bertunas, berakar, dan tumbuh matang. Jika tidak, ada sesuatu yang salah! Pohon yang besar dan padi yang menguning adalah hasil proses pertumbuhan yang wajar.

Ada kemiripan yang nyata dengan kerohanian. Benih-benih Firman Allah disemaikan melalui khotbah-khotbah. Kemudian, melalui pekerjaan Roh Kudus benih itu hidup. Kita menyebut hidup tersebut sebagai "hidup baru" atau "kelahiran baru." Rasul Petrus berkata kepada kita:

Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh firman Allah, yang hidup dan kekal (1Petrus 1:23).

Ketika benih Firman Allah tertanam dan kita lahir karena Roh, kita menjadi ciptaan baru. Tetapi itu barulah suatu permulaan. Allah menantikan orang yang telah dilahirkan kembali untuk tumbuh, berkembang, dan matang secara rohani. Penulis kitab Ibrani menulis, "Marilah kita beralih kepada perkembangannya yang penuh" (Ibrani 6:1). Kemudian Rasul Petrus mendorong kita untuk "bertumbuh dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus" (2Petrus 3:18).

Tetapi kelahiran baru hanyalah permulaan dari sesuatu yang sangat indah. Kelahiran itu dapat memulai suatu hidup yang paling membahagiakan dan berarti untuk belajar dan bertumbuh -- menjadi orang percaya yang dewasa. Dalam pelajaran yang ketiga ini, dengan pokok pembicaraan Lahir Baru: Apakah Artinya? kita akan menjawab sebuah pertanyaan yang akan dilontarkan setiap orang percaya kepada Kristus: "Sekarang saya telah dilahirkan kembali, ke mana saya bertumbuh?" Ya, ke mana saya pergi dan ke mana saya bertumbuh? Saya bisa menuliskan pertanyaan itu dengan cara lain. "Sekarang saya telah dilahirkan kembali, bagaimana saya bertumbuh dan matang secara rohani? Selanjutnya, apa yang Allah ingin saya perbuat?"

Saudaraku, pertumbuhan rohani tidak terjadi begitu saja. Perkembangan yang wajar dan perhatian dibutuhkan seperti halnya pepohonan atau tumbuhan. Jika Anda telah dilahirkan kembali, tentu saja beberapa hal penting terlibat pada pertumbuhan rohani Anda. Tanpa itu semua Anda tidak akan pernah benar-benar bertumbuh dalam Kristus. Namun jika Anda memilikinya, Anda dapat menjadi orang Kristen yang bertumbuh subur, dewasa dan berbuah seperti yang diinginkan Allah.

Sebagai tanggapan terhadap pertanyaan tersebut, saya yakin Alkitab menyajikan jawaban yang mengandung empat prinsip. Jika Anda membuat keempat prinsip ini menjadi bagian hidup, Anda akan mulai menempuh perkembangan rohani yang baik.

Mempelajari Firman Allah
Menyediakan Waktu Untuk Berdoa
Beribadah ke Gereja Secara Teratur
Bersaksi

  1. Mempelajari Firman Allah
  2. Menyediakan Waktu Untuk Berdoa
  3. Beribadah ke Gereja Secara Teratur
  4. Bersaksi
MEMPELAJARI FIRMAN ALLAH

Langkah pertama yang harus Anda ambil adalah mempelajari Alkitab secara teratur dan sungguh-sungguh. Saya tidak melebih-lebihkan pentingnya langkah ini dalam proses pertumbuhan. Rasul Petrus berkata:

Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan (1Petrus 2:2).

Mengertikah Anda apa yang ditekankan Petrus? Menurut ia, kita harus merindukan Firman Allah sehingga kita dapat bertumbuh karena Firman-Nya. Setiap perintah yang tertulis dalam Alkitab, setiap peristiwa dalam sejarah, setiap perkataan nabi, Injil, dan surat-surat para rasul bermanfaat untuk menjadi petunjuk bagi kita dan bagi pertumbuhan kristiani. Kita harus meminum "air susu murni dari Firman" setiap hari. Dengan cara demikian kita dipelihara dan diberi makan. Kita menjadi kuat dan dibangun dalam keyakinan. Paulus menunjukkan hasil yang diharapkan dalam suratnya kepada jemaat di Efesus.

Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala (Efesus 4:14-15).

Kemudian, sebagai seorang Kristen yang matang dan dewasa, kita akan mampu mencerna makanan keras dari Alkitab. Penulis kitab Ibrani menyatakan:

Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat (Ibrani 5:13-14).

Tetapi saya dapat membayangkan seseorang bertanya, "Bagaimana Firman Allah membantu kita bertumbuh?" Jawabannya juga terdapat dalam surat Ibrani:

Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita (Ibrani 4:12).

Alkitab membeberkan rencana, niat dan hasrat kita yang paling dalam. Alkitab menunjukkan dosa-dosa kita. Kemudian, karena kita telah berdosa, maka dengan menyingkirkan dosa-dosa dan menggantikannya dengan sesuatu yang baik, kita berkembang menuju kedewasaan rohani.

Apakah Anda orang Kristen yang sedang bertumbuh? Apakah kini Anda lebih matang secara rohani dibanding setahun yang lalu? Dua tahun yang lalu? Lima tahun yang lalu? Jika belum, saya mendorong Anda untuk menyediakan waktu bagi Firman Allah. Bacalah. Pelajarilah. Hafalkan. Dan taati!

  1. Mempelajari Firman Allah
  2. Menyediakan Waktu Untuk Berdoa
  3. Beribadah ke Gereja Secara Teratur
  4. Bersaksi

MENYEDIAKAN WAKTU UNTUK BERDOA

Bagian kedua dari jawaban atas pertanyaan "Bagaimana saya bertumbuh?" adalah, orang yang percaya kepada Yesus Kristus harus menyediakan waktu untuk berdoa dan bersekutu dengan Bapa surgawi. Allah sendiri telah menyediakan diri-Nya bagi persekutuan ini demi pertumbuhan rohani kita. Dalam surat Ibrani kita baca:

Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan kita pada waktunya (Ibrani 4:14-16).

Kutipan ini mendorong kita untuk berdoa. Namun berdoa bukanlah sekadar berkomat-kamit. Kita tidak mengejar-ngejar pemberian Allah. Kita tidak meminta kepada Allah dengan paksa, seperti untuk kesehatan atau keselamatan kita. Tentu saja, kita harus mengajukan permohonan kepada Bapa surgawi; tetapi kita juga harus menaikkan ucapan syukur, pujian, dan penyembahan kepada-Nya.

Ingatlah, berdoa ditujukan demi pertumbuhan rohani kita. Canon Liddon menyatakan, "Keputusan-keputusan besar yang telah memperkaya dan memperindah kehidupan manusia dalam hidup kekristenan dihasilkan karena doa." Berdoa adalah salah satu ciri utama dari kepemimpinan rohani yang tangguh. Orang yang berdoa adalah orang yang perkasa. Kekuatan mereka bersama Allah memiliki kemampuan untuk menaklukkan.

Berdoa penting bagi perkembangan orang percaya. Melalui doa kita meningkatkan iman dan memperoleh kekuatan untuk taat dan melayani. Ini adalah keharusan yang mutlak dalam kehidupan Kristen.

  1. Mempelajari Firman Allah
  2. Menyediakan Waktu Untuk Berdoa
  3. Beribadah ke Gereja Secara Teratur
  4. Bersaksi

BERIBADAH KE GEREJA SECARA TERATUR

Keharusan lain untuk pertumbuhan rohani adalah bersekutu secara teratur dalam persekutuan orang percaya yang mempercayai Alkitab, mengajarkan kebenaran Injil dan memuliakan Kristus. Sekali lagi, ini bukanlah penekanan yang berlebihan. Tak ada pengganti bagi kebaktian dan persekutuan dengan orang Kristen lainnya. Yohanes menekankan hal ini dalam suratnya yang pertama:

Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, Yesus Kristus. Dan semua ini kami tuliskan kepada kamu supaya sukacita kami menjadi sempurna (1Yohanes 1:3-4).

Semua yang telah dilahirkan kembali masuk ke dalam keluarga Allah. Kita memiliki hak untuk memanggil-Nya Bapa surgawi. Kita juga memiliki hubungan baru yang istimewa dengan saudara-saudara seiman lainnya, karena mereka adalah saudara-saudara kita di dalam Kristus. Mengenai hal itu Yohanes menambahkan:

Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran. Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa (1Yohanes 1:6-7).

Persekutuan orang-orang yang telah dikuduskan, yang sangat indah, dapat dirasakan dan dinikmati sepenuhnya di gereja setempat. Itulah tempat yang telah ditentukan Allah bagi persembahan, pujian, dan pelayanan bersama. Penulis surat Ibrani menulis:

Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan -- pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasehati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat (Ibrani 10:23-25).

Setiap orang yang telah dilahirkan kembali, setiap anak Allah secara teratur, harus mencari, mengikuti dan diperkuat dengan -- jika memungkinkan -- ibadah di gereja dengan khotbah Alkitabiah. Perhatikan, saya menulis "jika memungkinkan." Saya menyadari banyak orang yang tertutup dan tidak dapat mengikuti pelayanan penyembahan seperti yang mereka inginkan.

Saya sepenuhnya menyadari bahwa saat ini banyak orang merendahkan peran gereja setempat. Mereka menganggap "kelompok kecil" atau "mendengar kaset" lebih penting. Tetapi mereka salah! Demikian pula dengan orang yang menambahkan "gereja elektrik" untuk bersekutu dengan sesama orang yang telah dikuduskan. Program TV Day of Discovery dan siaran radio Radio Bible Class milik kami tidak ditujukan untuk menggantikan ibadah Anda di gereja. Saya seratus persen mendukung setiap majelis gereja lokal yang memimpin jemaat bersekutu, menyembah dan melayanai dengan motivasi murni, berpusatkan Kristus dan memuliakan Allah. Saya sepenuhnya mendukung setiap pendeta yang setia mengajarkan Firman Allah dan menyatakan pengakuan akan Kristus pada orang yang terhilang. Saya berharap Anda juga melakukannya! Gereja membutuhkan Anda, dan Anda membutuhkan gereja. Jika Anda mengabaikan rumah penyembahan itu, pertumbuhan rohani Anda akan terhalang.

Sepucuk surat datang beberapa saat yang lalu, melukiskan hal yang sedang saya bicarakan. Seorang wanita menuliskan bahwa 20 tahun yang lalu ia berhenti ke gereja ketika ia masih seorang istri Kristen yang muda karena pertengkaran di rumahnya. Sekarang, setelah dua dekade, keluarganya berada dalam kehancuran rohani. Hubungan dengan suaminya lebih buruk daripada yang sudah-sudah. Kedua anaknya hidup sesukanya, tidak mau mendengarkan segala macam ajaran rohani. Inilah yang dikatakannya mengenai keadaan yang menyedihkan di rumahnya: "Saya sadar jika kami dulu tetap beribadah di gereja, pasti tidak akan terjadi masalah seperti sekarang," Ya, gereja setempat berperan dalam pertumbuhan rohani. Gereja adalah tempat khotbah, pengajaran, penyembahan, pemberian, pelayanan, dan persekutuan dengan saudara-saudara seiman. Dan Anda harus mengikutinya!

  1. Mempelajari Firman Allah
  2. Menyediakan Waktu Untuk Berdoa
  3. Beribadah ke Gereja Secara Teratur
  4. Bersaksi

BERSAKSI

Langkah penting keempat dalam pertumbuhan rohani adalah bersaksi kepada orang lain dengan teladan dan pengakuan iman. Setelah mengalami kelahiran baru melalui iman dalam Kristus, menerima pengampunan dosa, dan menemukan sukacita dalam pertumbuhan rohani melalui Firman, doa, dan persekutuan, Anda harus memiliki kerinduan untuk membagikan apa yang telah Anda dapat kepada sesama.

"Tetapi," Anda berkata, "saya tidak mampu melakukannya. Saya tidak tahu bagaimana caranya. Saya tidak memiliki karakter seperti itu. Saya belum pernah dilatih untuk itu."

Benar, Anda bisa saja tidak memiliki beberapa karunia tersebut. Namun Anda memiliki perkataan Yesus berikut ini, yang tertulis dalam Kisah Para Rasul:

Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi (Kisah 1:8).

Kini saya tahu bahwa janji ini diberikan kepada para rasul. Tetapi Roh Allah yang sama juga hidup dalam hati jika Anda telah dilahirkan kembali. Dengan mempelajari Firman Allah, Anda juga dapat bersaksi tentang Kristus melalui perkataan dan cara hidup. Sebenarnya, setiap orang yang mengenal Tuhan akan mampu bersaksi tentang hal-hal yang telah dilakukan-Nya dalam hidup mereka! Ketika Anda bersaksi tentang Kristus, dan disadarkan akan kekuatan Injil, serta menyampaikannya kepada sesama, maka kesaksian Anda akan menjadi sumber kekuatan dan pertumbuhan rohani dalam hidup Anda sendiri. Dengan demikian, Anda dapat merasakan sukacita ketika menyaksikan seseorang datang untuk mengenal Sang Juruselamat.

Anugerah kedewasaan rohani akan Anda dapatkan jika Anda setia mempelajari Firman Allah, menyediakan waktu untuk berdoa kepada-Nya, bersekutu bersama saudara-saudara dalam Kristus, dan memberitakan anugerah keselamatan-Nya kepada yang tersesat. Tuhan ingin Anda bertumbuh, dan inilah caranya. Allah memberkati Anda ketika Anda "tumbuh dari sini"!

Bagian D. Apa yang Ada di Depan?

Kita telah membahas arti kelahiran baru, pentingnya Roh Kudus dalam pembaruan hidup, dan bagaimana bayi yang baru lahir dalam Kristus dapat bertumbuh dan berkembang menuju kematangan rohani.

Pada bagian ini saya akan maju selangkah, untuk menjawab pertanyaan, "apa yang ada di depan orang yang beriman kepada Kristus?" Anda mungkin bertanya-tanya sendiri, sekarang saya telah lahir dari atas, saya telah dilahirkan kembali oleh Roh Allah, apa yang dapat saya harapkan? Apakah semua akan seindah sinar matahari dan bunga-bunga mawar? Apakah tidak akan ada hari-hari hujan? Tidak ada kemalangan? Tidak ada kesengsaraan? Atau haruskah saya mengharapkan pencobaan, penderitaan, dan kesulitan karena saya adalah seorang pengikut Kristus? Jika Anda baru diperkenalkan pada kehidupan Kristen, Anda harus tahu apa yang ada di depan.

Mungkin Anda telah mengalami kelahiran baru berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun yang lalu, dan Anda telah disadarkan. Anda bertanya-tanya, apa yang salah dengan kehidupan ini. Anda berpikir telah membuat kesalahan. Segala sesuatu tidak begitu saja berjalan sesuai dengan harapan. Anda butuh dorongan. Sejujurnya, suatu waktu Anda mungkin bertanya-tanya apakah Allah masih mencintai Anda. Doa saya, bagaimanapun keadaan rohani Anda, kiranya ayat-ayat Alkitab yang dikutip pada halaman-halaman berikut akan memenuhi kebutuhan dan merangsang Anda untuk bertumbuh ke kedewasaan penuh.

Alkitab memiliki berita baik maupun berita buruk mengenai jawaban atas pertanyaan, "Apa yang ada di depan?" Maaf, saya menyebutnya sebagai "berita buruk" karena begitulah adanya. Dan, jika Anda seperti saya, Anda lebih suka menyingkirkan berita buruk itu. Jadi, mari kita lakukan itu terlebih dahulu.

  • Dua Macam Pelaksanaan
  • Berita Baik
  • Pilihan Ada Pada Anda

  1. Dua Macam Pelaksanaan
  2. Berita Baik
  3. Pilihan Ada Pada Anda

DUA MACAM PELAKSANAAN

Meskipun Tuhan Yesus mengatakan "bahwa kita dapat memiliki hidup dan kita dapat memilikinya lebih berlimpah lagi," orang percaya yang telah dilahirkan kembali tahu bahwa keberadaan kita saat ini memiliki dimensi yang lain. Keberadaan kita tidak hanya berwujud perjalanan yang menyenangkan melintasi padang rumput bertabur bunga, dengan sungai kecil yang bergemericik dan kicauan burung. Kristus adalah jawaban bagi semua persoalan hidup, dan Dia bekerja sepenuhnya untuk memuaskan jiwa yang haus. Dalam kehidupan Kristen kita belajar bahwa ada penderitaan yang harus ditanggung, godaan yang harus dilawan, pencobaan yang harus dihadapi, perjuangan yang harus dilakukan, dan kemenangan yang harus diraih.

Jika kita percaya kepada Tuhan Yesus akan penyelamatan, maka kita memperoleh ketentraman pada-Nya. Kita memperoleh kedamaian dalam Allah. Kita merasakan keharuan karena dosa-dosa kita diampuni. Dan kita memiliki pengharapan yang cerah untuk masa depan. Namun kita juga menyadari bahwa ketika dilahirkan untuk menjadi keluarga Allah, kita diperkenalkan pada peperangan rohani -- baik di dalam maupun di luar.

Peperangan di Dalam Diri
Peperangan di Luar Diri

Peperangan di Dalam Diri

Dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, Rasul Paulus memberi petunjuk kepada setiap orang percaya untuk menghadapi pergumulan pribadi. Tulisnya:

Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging -- karena keduanya bertentangan -- sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki (Galatia 5:17).

Seperti kita baca pada bagian pertama, ketika dilahirkan kembali kita memperoleh kehidupan baru dari Roh Kudus. Namun, hal ini tidak berarti kehidupan lama sudah disingkirkan. Kehidupan lama tetap berada pada tempatnya, berdampingan dengan kehidupan baru, berseberangan dengan keinginan suci Allah pada kita. Kehidupan lama senantiasa menggoda kita untuk meninggalkan dan menyangkal kemuliaan Tuhan. Tetapi manusia baru, yang diterima dari atas, "diciptakan menurut Allah dalam kebenaran." Karena itulah pergumulan terjadi. Tak ada keteguhan iman seperti yang dimiliki Rasul Paulus ketika mengalami pertentangan antara kehidupan lama dan baru. Ia melukiskan pergumulan pribadinya dalam surat Roma:

Sebab aku tahu, bahwa di dalam aku, yaitu di dalam aku sebagai manusia, tidak ada sesuatu yang baik. Sebab kehendak memang ada di dalam aku, tetapi bukan hal berbuat apa yang baik. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang diam di dalam aku. Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku. Sebab di dalam batinku aku suka akan hukum Allah, tetapi di dalam anggota-anggota tubuhku aku melihat hukum lain yang berjuang melawan hukum akal budiku dan membuat aku menjadi tawanan hukum dosa yang ada di dalam anggota-anggota tubuhku. Aku, manusia celaka! Siapakah yang akan melepaskan aku dari tubuh maut ini? (Roma 7:18-24).

Apakah Anda memperhatikan penderitaan Paulus pada Roma 7:24? "Siapakah yang akan melepaskan aku...?" Tetapi ia kemudian memberikan jawaban:

Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa (Roma 7:25-26).

Jelaslah dari ayat-ayat tersebut bahwa setiap orang yang dilahirkan kembali dapat mengalami perjuangan rohani di dalam diri. Akan terjadi pertempuran -- pertentangan antara kehidupan lama dan manusia baru. Tetapi, terpujilah Allah, kita dapat menang "melalui Yesus Kristus, Tuhan kita!"

Peperangan di Luar Diri

Tidak hanya pergumulan di dalam yang dialami orang yang telah dilahirkan kembali, tetapi ia juga akan dihadapkan pada musuh-musuh di luar. Karena kita adalah pengikut Kristus dan penghunisorga, kita akan mengalami pertentangan dan perlawanan dari setan dan dunia ini. Orang-orang yang tidak mengenal anugerah Tuhan dan renggang hubungannya dengan Allah akan tersinggung dan membenci kita. Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, "Di dunia ini kamu akan mengalami penderitaan." Dan Paulus berkata kepada Timotius, "Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya" (2Timotius 3:12).

Tentu saja Paulus paham apa yang ia bicarakan! Karena imannya dalam Kristus dan pengabdian pada kehendak-Nya, ia menjadi sasaran kebencian yang sangat dan aniaya yang kejam. Namun ia tetap tinggal di dalam Tuhan. Ia bersandar pada Bapa dalam setiap keadaan. Dan dengan penuh sukacita ia dapat berkata, "kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita" (Roma 8:37). Yohanes mengungkapkan keyakinan akan kemenangan yang sama dalam suratnya:

Sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita (1Yohanes 5:4).

Karena Anda telah dilahirkan kembali, Anda akan mengalami pertentangan. Akan terjadi pergumulan yang berkelanjutan dengan kehidupan lama di dalam diri. Dan akan ada perlawanan yang hebat dari setan dan dunia di luar diri.

Itulah berita buruknya, Saudaraku. Kelahiran baru menempatkan Anda pada pertentangan dengan setan dan kekuatan-kekuatannya. Tetapi berita itu tak seluruhnya buruk. Dia yang menyelamatkan kita tidak hanya menjanjikan kemenangan, tetapi juga menjadikan kita sebagai sasaran utama pertolongan dan berkat-Nya.

  1. Dua Macam Pelaksanaan
  2. Berita Baik
  3. Pilihan Ada Pada Anda

BERITA BAIK

Kadangkala kita mendengar komentar bahwa orang-orang tertentu hidup dalam keadaan yang menyenangkan. Apapun yang terjadi seakan menguntungkan baginya. Kata bencana tak berarti apapun baginya, karena ia tak pernah mengalaminya. Ia selalu tampil "harum seperti mawar". Benar-benar terlihat hidup senang.

Sekarang, meskipun saya tidak akan memakai istilah khusus seperti itu, saya menyadari bahwa ada beberapa orang yang memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam pandangan Allah. Apapun yang terjadi pada mereka, dan saya maksud semuanya, memberi keuntungan bagi mereka, untuk kebaikan mereka. Saya maksudkan semua dari kita yang percaya kepada Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Alkitab memuat ayat berikut dalam surat Roma:

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8:28).

Semua yang mengasihi Tuhan, semua anak Allah yang dilahirkan kembali, semua yang telah menerima hidup baru melalui Kristus dapat berkata "hidupku sekarang" adalah hidup yang dipenuhi pertolongan. Kebutuhan kita dipenuhkan oleh pemberian-Nya yang penuh kasih karunia. Langkah-langkah kita ditentukan oleh Tuhan. Semua perkara di sekeliling kita dikendalikan oleh Allah sendiri. Dan segala sesuatu yang terjadi ditujukan, karena kemurahan Tuhan, untuk menguntungkan kita. Inilah yang menjadi berita baik!

Semua berkat ini dinikmati oleh orang yang telah mengalami kelahiran baru. Suatu hari, dengan melihat kembali jatuh bangun, pencobaan dan kemenangan, kita akan memuji Allah karena perjalanan hidup kita yang gelap dan sulit. Dengan demikian kita akan mengerti maksud dan tujuannya. Petrus menguatkan kita:

Karena itu baiklah juga mereka yang harus menderita karena kehendak Allah, menyerahkan jiwanya, dengan selalu berbuat baik, kepada Pencipta yang setia (1Petrus 4:19).

Sebagai anak Allah, Anda tidak hanya dijamin mendapat kasih karunia-Nya dalam hidup, tetapi juga bimbingan ilahi-Nya. Penulis kitab Amsal mengetahui hal ini:

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu (Amsal 3:5-6).

Daud, sang pemazmur, memberi kita amanat yang sama:

Tuhan menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya (Mazmur 37:23).

Anda yang mengalami kelahiran baru dijamin oleh kasih karunia Allah yang memenuhkan setiap kebutuhan. Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Filipi:

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemulian-Nya dalam Kristus Yesus (Filipi 4:19).

  1. Dua Macam Pelaksanaan

  2. Berita Baik

  3. Pilihan Ada Pada Anda

PILIHAN ADA PADA ANDA

Seperti telah kita lihat pada bagian ini, karena dilahirkan kembali, seseorang dapat menghadapi perlawanan dari dunia, keinginan daging dan roh jahat. Di sisi lain, ia dijanjikan memperoleh kasih karunia, bimbingan, dan pemberian dari Tuhan. Ada peperangan yang harus dilakukan. Ada godaan-godaan yang harus dihadapi. Ada pilihan-pilihan yang harus ditentukan. Orang yang dilahirkan kembali menghadapi dua kemungkinan: hidup menurut daging atau hidup menurut Roh Kudus; jalan yang buruk atau jalan yang baik. Ia dapat tersandung seperti musafir yang mengeluh, atau dapat berbaris tegak seperti orang kudus yang menaklukkan kejahatan. Yosua, pemimpin tentara Tuhan yang gagah, memberi teladan ketika kematiannya mendekat. Setelah meramalkan godaan yang akan dihadapi bangsa Israel ketika mereka memasuki tanah perjanjian, ia berkata:

Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN! (Yosua 24:15).

Musa mengambil pilihan bijaksana yang sama. Dalam surat Ibrani tertulis:

Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa (Ibrani 11:24-25).

Jika Anda sudah dilahirkan kembali, Anda harus menghadapi kabar buruk dan bersukacita dalam kabar baik tentang kehidupan baru di dalam Kristus. Kiranya Allah menolong Anda mengambil keputusan yang tepat. Pilihlah Roh atas kedagingan, terang atas kegelapan, jalan yang tinggi daripada yang rendah. Pusatkan perhatian Anda pada teladan yang diberikan Kristus dan kemegahan surga yang menantikan Anda, buatlah keputusan yang tepat. Dengan demikian ketika kehidupan Anda hampir berakhir, Anda dapat berkata seperti Rasul Paulus:

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya (2Timotius 4:7-8).

Kehidupan Kristen bukanlah beban, melainkan berkat. Memang akan ada rintangan, godaan, kekecewaan, dan konflik. Namun berkat dan penyertaan yang murah hati dari Allah akan mencukupi semua kebutuhan Anda. Orang yang dilahirkan oleh Roh, dan berjalan di dalam Roh telah menemukan satu-satunya jalan menuju kebahagiaan.

Saya bertanya-tanya dalam diri, apakah Anda melalui pengalaman pribadi mengetahui sesuatu tentang kehidupan baru? Apakah Anda pernah dilahirkan kembali? Jika belum, Anda dapat mengalaminya. Saat ini, dengan iman yang sederhana percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus demi keselamatan Anda. Akui kebutuhan Anda, sadari keberdosaan Anda, sadari bahwa terpisah dari kuasa-Nya yang memberi kehidupan berarti mati dalam kesalahan dan dosa, percayalah kepada Kristus maka Anda beroleh hidup. Dengan demikian Anda juga akan masuk menjadi anggota keluarga Allah. Alkitab memberikan janji ini:

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya (Yohanes 1:12).