Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs e-MISI

You are hererenungan / Kobarkan Semangat Hidup: Raih Kekuatan di dalam Kelemahan

Kobarkan Semangat Hidup: Raih Kekuatan di dalam Kelemahan


By suwandisetiawan - Posted on 01 October 2019

Hidup punya ritme dan dinamikanya sendiri, dan seiring waktu, akan membawa kita kepada impian yang terwujud—atau kenyataan yang bertolak belakang. Ketika dihadapkan dengan banyak tantangan, cobaan, dan pergumulan, baik karena masalah, penyakit, maupun keterbatasan fisik, mempertahankan semangat hidup bukanlah hal mudah. Namun, tidak mustahil bagi kita untuk tetap semangat di masa-masa sulit.

Apa yang mesti kita lakukan agar semangat hidup kita tetap berkobar?
Semangat: Sumber Kekuatan Hidup
semangat

“Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah?” – Amsal 18:14

Hidup tidak melulu berjalan mulus sesuai apa yang kita impikan. Semua yang terjadi dalam hidup sering kali berada di luar kendali kita. Namun, kita tetap bisa mengendalikan respon kita terhadap apa yang terjadi.

Amsal mengatakan orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaannya. Jadi, semangat adalah salah satu kunci menjalani hidup yang tidak mudah.

Rohlah yang Memberi Hidup

“Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna.” – Yohanes 6:63a

Pada 27 Mei 1998, Tom Whittaker menorehkan sejarah sebagai penyandang cacat pertama di dunia yang berhasil menaklukkan Gunung Everest. Tom, yang kehilangan kedua kakinya akibat kecelakaan pada tahun 1979, membuktikan bahwa apa yang ada di dalam lebih kuat daripada yang kelihatan—yaitu ketidaksempurnaan fisik.

Roh yang ada di dalam diri kita lebih berkuasa daripada tubuh kita. Anda bisa saja terperangkap dalam tubuh yang tak berfungsi sebagaimana mestinya. Namun, roh yang berdiam di dalam Anda tetap hidup dan kuat. Kekuatan roh tidak dapat dibatasi oleh kondisi fisik Anda.

Jadi, jangan keburu patah semangat, merasa tak berguna dan tak bisa berbuat apa-apa ketika keterbatasan fisik atau penyakit menjadi kendala Anda saat ini. Ingatlah, rohlah yang memberi kehidupan, kendati tubuh tidak sedang berfungsi baik.

Sebaliknya, meskipun fisik Anda sehat dan kuat, tetapi yang ada di dalam, yaitu roh Anda, padam, Anda seperti memasuki kematian selagi hidup.
Bagaimana agar semangat kita tetap menyala?

1. Berhenti Mengasihani Diri

Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat. – Amsal 15:13

Mengasihani diri (self-pity) berbeda dengan berbelas kasih pada diri sendiri (self-compassion).

Self-compassion berarti kita menerima dan menghormati kondisi diri apa adanya, tetapi tetap bertanggung jawab memperbaiki keadaan. Kalau Anda sakit, tapi sengaja tidak beristirahat, lalu akhirnya kolaps dan harus dilarikan ke rumah sakit, berarti Anda kurang berbelas kasih pada diri sendiri.

Di sisi lain, self-pity berarti kecenderungan untuk terus-menerus minta dikasihani, didukung, atau dilayani orang lain. Ketika Anda mengasihani diri, otomatis Anda akan sulit gembira. Anda menganggap hidup Anda begitu menyedihkan, dan Anda adalah orang yang paling malang sedunia.

Bergembiralah selalu dalam segala keadaan. Gembira adalah formula ajaib—bukan karena perkataan Tuhan saja, melainkan karena secara medis terbukti. Rasa gembira dapat mempercepat proses penyembuhan dan memberi kita kemungkinan lebih besar untuk memenangkan perjuangan melawan penyakit.

2. Minta Kekuatan dari Tuhan

Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. – Yesaya 40:29

Apakah Anda sedang merasa tak berdaya menghadapi kesulitan hidup? Apa pun yang Anda lakukan tidak mengubah keadaan atau meringankan beban Anda? Tidak ada lagi jalan keluar karena semua pintu sudah tertutup?

Jangan menyerah sebelum Anda datang kepada Tuhan! Mintalah kekuatan dari-Nya, karena Tuhanlah pemberi kekuatan dan penambah semangat Anda.

Mungkin kelihatannya tidak logis dan terlalu sederhana, tetapi itulah iman: bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat (Ibrani 11:1). Curahkan gelisah hati Anda kepada Allah. Anda akan merasakan sendiri bagaimana kekuatan Allah memampukan Anda menghadapi pergumulan setiap harinya.

3. Ingat: Upah Tersedia Bagi Usaha Anda

“Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!” – 2 Tawarikh 15:7

Semua usaha Anda tidak akan sia-sia. Tetaplah semangat menghadapi pergumulan dan tantangan hidup, karena Tuhan menjanjikan upah bagi mereka yang mau berusaha. Ketika Anda bersemangat menjalani hidup, pikiran Anda akan lebih optimis dan terpacu menemukan solusi. Dan, bukan mustahil, kelak semuanya akan membuahkan hasil.

Semangat hidup memampukan kita menemukan kekuatan sekalipun di dalam kelemahan, kesukaran, dan kesesakan. Ketika Anda lemah, semangat hidup akan memberi Anda kekuatan—terutama semangat yang Anda minta dari Tuhan.

“Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” – 2 Korintus 12:10

Good luck dan tetap semangat!

Source: https://gkdi.org/blog/kobarkan-semangat-hidup/

Tags