Membuat Taman Bacaan yang Mengasyikkan | GUBUK


Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs GUBUK

Membuat Taman Bacaan yang Mengasyikkan


Kategori: Kiat-kiat

Ditulis oleh: Sri Setyawati

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa membaca adalah suatu kegiatan yang dapat meningkatkan pengetahuan bagi pelakunya. Bahkan, dengan membaca kualitas pendidikan pun bisa meningkat. Orang yang banyak membaca buku biasanya memiliki wawasan yang lebih luas, ketimbang mereka yang tidak pernah atau jarang membaca buku.

Meski banyak orang yang telah mengetahui pentingnya kegiatan membaca, masih banyak anak Indonesia yang tidak bersekolah dan tidak dapat membaca. Tragisnya lagi, bukan hanya anak-anak, banyak pula orang-orang tua dan muda yang sama sekali tidak bisa membaca dan menulis. Melihat kenyataan ini, sudah sewajarnya bila kita tergerak untuk ambil bagian dalam mengentaskan kebodohan bangsa, salah satunya dengan mendirikan taman bacaan. Untuk mendirikannya, kita perlu mengumpulkan sumber daya yang ada: buku dan petugas taman bacaan, serta menyusun perencanaan yang matang dan strategi yang tepat untuk mengelolanya.

Kita tahu bahwa menarik orang atau anak-anak untuk membaca tidaklah mudah. Sebagian besar masyarakat Indonesia lebih senang menonton televisi, mengobrol, dan berjalan-jalan di mal daripada membaca buku. Untuk itu, kita harus memiliki ide kreatif agar kita bisa mengajak dan mendorong masyarakat untuk membaca buku. Beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan untuk menciptakan taman bacaan yang mengasyikkan adalah sebagai berikut.


  1. Kegiatan yang Variatif dan Kreatif
    Kita dapat menarik perhatian anak-anak/masyarakat dengan banyak cara. Selain mengajak mereka untuk membaca buku, mengadakan kegiatan-kegiatan pendukung seperti menonton film bersama, membuat koran kampung, mengadakan bedah buku, pembagian buku gratis, dst. juga bisa menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung ke taman bacaan.
    Dengan menonton film, kita bisa mengajak anak berpikir kritis dan berimajinasi. Setelah menonton film, kita bisa memberikan pertanyaan-pertanyaan yang merangsang mereka untuk berpikir. Jika mereka tidak dapat menjawab, ambillah sebuah buku untuk mereka baca. Selain itu, desain tampilan tempat juga perlu dipertimbangkan. Cobalah untuk menghiasi dan melengkapi taman bacaan dengan gambar-gambar yang menarik dan peralatan untuk melakukan aktivitas, misalnya alat tulis, puzzle, dan malam (lilin mainan).

  2. Komitmen dan Konsisten
    Mempertahankan lebih sulit dibandingkan dengan membangun/mendapatkan. Hal ini juga berlaku dalam menciptakan taman bacaan. Untuk mengelola taman bacaan yang mengasyikkan dan banyak dikunjungi pembaca, kita harus memiliki komitmen dan konsistensi yang tinggi untuk terlibat di dalam melayani pengunjung, menyediakan buku-buku berkualitas, dan mengembangkan taman bacaan.

  3. Promosi
    Untuk memperkenalkan taman bacaan, jangan ragu melibatkan pengurus RT/RW setempat, melalui arisan atau perkumpulan warga, dan kegiatan warga lainnya. Setelah itu, adakanlah kegiatan yang disenangi warga untuk menarik minat mereka. Kemudian, buatlah jadwal acara rutin yang akan dilaksanakan taman bacaan untuk menarik mereka datang.

  4. Penjadwalan
    Untuk mengembangkan taman bacaan, kita pun harus memiliki manajemen waktu yang baik. Apabila Anda dan petugas taman bacaan yang lain tidak sanggup membuka taman bacaan setiap hari, tetapkanlah jadwal pasti kapan taman bacaan biasa buka, misalnya hari Jumat pukul tiga sore. Setelah semua terorganisasi dengan baik, Anda dapat membuka taman bacaan setiap hari.

  5. Pendataan
    Tidak berbeda dengan perpustakaan pada umumnya, buku-buku dalam taman bacaan pun kemungkinan bisa hilang. Untuk mencegahnya, buatlah daftar buku secara rinci dan aturlah buku-buku ke dalam rak dengan rapi. Dengan begitu, Anda dapat melacak keberadaan buku dengan mudah. Usahakan untuk tidak memungut biaya apa pun untuk peminjaman buku. Sedangkan untuk mendisiplinkan peminjam buku dalam mengembalikan buku, pemberian denda bisa dilakukan bila perlu. Hal ini dapat menanamkan rasa tanggung jawab bagi anggota dalam memanfaatkan sumber daya (buku) yang disediakan untuk kepentingan bersama.

  6. Perluas Mitra
    Pada tahap awal, kita tidak harus memiliki banyak buku untuk membuka taman bacaan. Dua puluh lima buku pun sudah cukup. Jika taman bacaan itu menjadi milik bersama dengan warga setempat, libatkan warga agar mereka juga merasa memiliki taman bacaan tersebut. Setelah itu, ajaklah teman-teman dan relasi Anda yang lain untuk mengambil bagian dalam mengembangkannya. Berikan kesempatan kepada warga maupun orang-orang dari daerah lain untuk menyumbangkan buku-buku atau fasilitas-fasilitas lain yang mendukung. Dengan memperluas kemitraan, taman bacaan bisa semakin maju, berfasilitas lengkap, dan mengasyikkan.


Sudah siap membuat taman bacaan yang mengasyikkan? Selamat mencoba!

Sumber bacaan:

Bibit Raharjo. "Membuat Taman Bacaan Yang Mengasyikkan." Dalam
http://wisatabaca.wordpress.com/2008/02/06/membuat-taman-bacaan-yang-mengasyikkan/#comment-143

Komentar