Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs C3I

Pantaskah Orang Kristen Menghargai Diri ?

Edisi C3I: e-Konsel 007 - Siapakah Saya?

Ada orang-orang Kristen yang memiliki pengertian teologis yang salah tentang harga diri. Mereka berpikir bahwa manusia adalah mahluk yang sudah tercemar oleh dosa, oleh karena itu ia hina dina dan tidak ada harganya dan tidak pantas dikasihi. Jika ada orang Kristen yang menganggap diri layak dikasihi dan merasa dirinya baik adalah manusia yang sombong. Sebaliknya orang Kristen yang menghina diri adalah orang Kristen yang rendah hati. Betulkah demikian? Betulkah orang Kristen tidak pantas menghargai diri?

1. Alkitab mengajarkan bahwa manusia sangat berharga

Seluruh Alkitab secara konsisten mengatakan bahwa manusia berharga. Pertama, karena manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej. 1:26-27). Kedua, karena Allah memelihara dan mengasihi umat-Nya sebagai "biji mata" Nya (Ul. 32:10).

2. Manusia tetap dihargai sekalipun telah jatuh dalam dosa

Alkitab berkata bahwa karena ketidaktaatan, manusia jatuh dalam dosa dan harus dihukum oleh Allah. Allah membenci dosa yang dilakukan manusia, tetapi Allah tidak membenci manusia. Ia tetap menunjukkan kasih-Nya, bahkan ketika kita masih berdosa (Rom. 5:8). Allah mengasihinya sehingga Ia mau mengutus Anak-Nya yang tunggal untuk menebus manusia agar manusia beroleh hidup yang kekal (Yoh. 3:16).

3. Menghargai diri tidak sama dengan menyombongkan/memuja diri

Menghargai atau mengasihi diri tidak sama dengan menyombongkan diri atau memuja diri, dan juga tidak sama dengan mementingkan diri sendiri (egoist). Orang Kristen dapat memiliki harga diri yang positif bukan karena apa yang telah ia perbuat dan bukan karena keberadaannya sebagai manusia, namun semata-mata karena anugerah Allah dan karunia keselamatan yang diberikan-Nya (Gal. 6:14; Rom. 15:17).

4. Allah menghargai apa yang manusia lakukan untuk Allah

Ketika Allah memilih untuk menyelamatkan manusia, maka Ia pun berkenan memanggil manusia untuk ikut ambil bagian dalam karya pekerjaan-Nya (Ef. 2:10)). Oleh karena itu Allah juga menerima puji-pujian dari manusia, karena Allah memang menciptakan manusia untuk kemuliaan-Nya (Yes. 43:21).

Setelah membaca beberapa bagian dari Alkitab di atas, masih pantaskah orang Kristen menghina diri? Jika Allah memandang manusia berharga, maka kita harus memandang diri kita berharga sebagaimana Allah memandang kita.

Sumber
Halaman: 
--
Judul Artikel: 
Publikasi e-Konsel
Penerbit: 
Yayasan Lembaga SABDA

Komentar