Sejarah Alkitab Indonesia
Home | Sejarah | Artikel | Bagan Data | Bibliografi

  Sejarah
  • Sejarah Alkitab Bahasa Indonesia (23)
  • Sejarah Alkitab Bahasa Daerah (16)
  • Biografi Penerjemah Alkitab (17)
  •   Sejarah Alkitab Bahasa Indonesia
  • Perjanjian Baru WBTC (World Bible Translation Center) [Draft] (2005)
  • Kitab Suci Komunitas Kristiani (2002)
  • Kitab Suci Injil (2000)
  • Firman Allah Yang Hidup (1989)
  • Today´s Malay Version (1987)
  • Alkitab Kabar Baik (BIS) (1985)
  • Alkitab Terjemahan Baru (1974)
  • Alkitab Ende (1968)
  • Alkitab Terjemahan Lama (1958)
  • PB Bode (1938)
  • PB Melayu Baba (1913)
  • Alkitab Shellabear (1912)
  • Alkitab Klinkert, Melayu Tinggi (1879)
  • PB Roskott, Melayu Ambon (1877)
  • PB Klinkert, Melayu Rendah (1863)
  • PB Keasberry (1852)
  • PB Melayu, Dialek Surabaya (1835)
  • Thomsen (1821)
  • Alkitab Leydekker (1733)
  • Alkitab Valentyn (1677)
  • PB Brouwerius (1668)
  • Van Hasel & Heurnius (1651)
  • Ruyl (1629)
  •   
      
    Home > Sejarah > Versi: Thomsen

    Versi: Thomsen

    Keterangan Tabel
    Versi
    Id
    PL
    PB
    Porsi
    Oleh
    Organisasi
    Bahasa
    Ejaan
    e-Text
    Thomsen
    -
    -
    -
    Tahun 1821(Mat), 1832(4 Injil & Kis.Rasul)
    Thomsen
    LMS, BFBS
    Melayu
    -
    -

    Kutipan ayat:  
    Maaf, data belum tersedia.

    Dari : Alkitab di Tanah Hindia Belanda

    Mulai saat ini, terasa bahwa teks dalam versi ini memerlukan adanya satu revisi, dan Robert Burn, seorang pendeta Anglikan di Singapura, dengan Claudius H. Thompson dari London Missionary Society mengambil alih tugas ini. The British and Foreign Bible Society pada tahun 1831 menerbitkan hasil kerja mereka pada Perjanjian Baru. Tetapi para misionaris tidak puas dengan revisi ini, dan pada tahun 1853, satu usaha baru dibuat untuk memperbaiki teksnya. Orang utama yang bertugas memperbaiki adalah B.P. Keasberry, dari the London Missionary Society. Perjanjian Baru, dalam bentuk ini dikeluarkan di Singapura, baik dalam huruf Arab maupun dalam huruf roman. Kemudian H.C. Klinkert, seorang misionaris di Jawa, mulai satu revisi dari Alkitab, yang lengkap pada tahun 1879 dan telah melewati beberapa edisi.

    [ Rev. R Kilgour, D.D., 172 ]


    Dari : Revisi Terjemahan Leijdecker

    Seorang utusan misi the London Missionary Society (LMS) yang bernama William Milne yang datang ke Semenanjung Malaka pada tahun 1814 meminta pandangan guru bahasa Melayunya mengenai terjemahan Leijdecker. Guru bahasanya adalah Abdullah bin Abdul Kadir yang dikenal dengan sebutan Munsyi Abdullah. Munsyi Abdullah menilai terjemahan Leijdecker kurang wajar bahasanya dan penuh dengan istilah asing. Karena Munsyi Abdullah mengakui keabsahan Kamus Bahasa Melayu William Marsden, maka kamus ini dijadikan patokan untuk merevisi terjemahan Leijdecker. Dan yang mendapat tugas khusus untuk pekerjaan revisi ini adalah Claudius Thomsen seorang utusan LMS yang lain. Ia bekerjasama dengan Munsyi Abdullah guru bahasanya dalam tugas revisi itu. Thomsen selesai dengan revisi Matius pada tahun 1821. Dengan bantuan Robert Burns, Thomsen menyelesaikan revisi 4 Injil dan Kisah Rasul-rasul pada tahun 1832. Hasil revisi 4 Injil dan Kisah Rasul -rasul ini dicetak sebanyak 1500 eksemplar. Tetapi Munsyi Abdullah tidak puas dengan hasil pekerjaan Thomsen ini. Tetapi masalahnya bukan saja pemakaian bahasa melayunya, yang dipersoalkan juga istilah -istilah Kristiani seperti "Kerajaan Syurga", "Anak Allah", "Mulut Allah", (Sabda/Firman Allah), "Bapa-ku yang ada di Syurga" dsb.

    [ Dr. Daud H. Soesilo, Ph.D, 2001, 51-54 ]


    Referensi :

    1. Kilgour, Rev. R, D.D. Alkitab di Tanah Hindia Belanda. Halaman 171-176.

    2. Soesilo, Dr. Daud H., Ph.D. 2001. Mengenal Alkitab Anda. Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta. Halaman 51-54.



    Tentang Kami | Kontak Kami | Ucapan Terima Kasih | Buku Tamu | Peta Situs | Links
    Disclaimer | © 2003-2016 | Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) | E-mail: webmastersabda.org | Laporan Masalah/Saran

    Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati