|
|
|
|
Sejarah
|
|
|
|
|
|
|
|
Sejarah Alkitab Bahasa Indonesia
|
|
|
|
|
|
Home >
Sejarah >
Versi: Thomsen
Versi: Thomsen
| Keterangan Tabel |
Versi
Id
PL
PB
Porsi
Oleh
Organisasi
Bahasa
Ejaan
e-Text |
Thomsen
-
-
-
Tahun 1821(Mat), 1832(4 Injil & Kis.Rasul)
Thomsen
LMS, BFBS
Melayu
-
- |
|
|
| Maaf, data belum tersedia. |
Dari : Alkitab di Tanah Hindia Belanda
Mulai saat ini, terasa bahwa teks dalam versi ini memerlukan
adanya satu revisi, dan Robert Burn, seorang pendeta Anglikan di
Singapura, dengan Claudius H. Thompson dari London Missionary Society
mengambil alih tugas ini. The British and Foreign Bible Society pada
tahun 1831 menerbitkan hasil kerja mereka pada Perjanjian Baru. Tetapi
para misionaris tidak puas dengan revisi ini, dan pada tahun 1853,
satu usaha baru dibuat untuk memperbaiki teksnya. Orang utama yang
bertugas memperbaiki adalah B.P. Keasberry, dari the London Missionary
Society. Perjanjian Baru, dalam bentuk ini dikeluarkan di Singapura,
baik dalam huruf Arab maupun dalam huruf roman. Kemudian H.C.
Klinkert, seorang misionaris di Jawa, mulai satu revisi dari Alkitab,
yang lengkap pada tahun 1879 dan telah melewati beberapa edisi.
[ Rev. R Kilgour, D.D., 172 ]
Dari : Revisi Terjemahan Leijdecker
Seorang utusan misi the London Missionary Society (LMS) yang
bernama William Milne yang datang ke Semenanjung Malaka pada tahun
1814 meminta pandangan guru bahasa Melayunya mengenai terjemahan
Leijdecker. Guru bahasanya adalah Abdullah bin Abdul Kadir yang
dikenal dengan sebutan Munsyi Abdullah. Munsyi Abdullah menilai
terjemahan Leijdecker kurang wajar bahasanya dan penuh dengan istilah
asing. Karena Munsyi Abdullah mengakui keabsahan Kamus Bahasa Melayu
William Marsden, maka kamus ini dijadikan patokan untuk merevisi
terjemahan Leijdecker. Dan yang mendapat tugas khusus untuk pekerjaan
revisi ini adalah Claudius Thomsen seorang utusan LMS yang lain. Ia
bekerjasama dengan Munsyi Abdullah guru bahasanya dalam tugas revisi
itu. Thomsen selesai dengan revisi Matius pada tahun 1821. Dengan
bantuan Robert Burns, Thomsen menyelesaikan revisi 4 Injil dan Kisah
Rasul-rasul pada tahun 1832. Hasil revisi 4 Injil dan Kisah Rasul
-rasul ini dicetak sebanyak 1500 eksemplar. Tetapi Munsyi Abdullah
tidak puas dengan hasil pekerjaan Thomsen ini. Tetapi masalahnya bukan
saja pemakaian bahasa melayunya, yang dipersoalkan juga istilah
-istilah Kristiani seperti "Kerajaan Syurga", "Anak Allah", "Mulut
Allah", (Sabda/Firman Allah), "Bapa-ku yang ada di Syurga" dsb.
[ Dr. Daud H. Soesilo, Ph.D, 2001, 51-54 ]
Referensi :
Kilgour, Rev. R, D.D. Alkitab di Tanah Hindia Belanda. Halaman 171-176.
Soesilo, Dr. Daud H., Ph.D. 2001. Mengenal Alkitab Anda. Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta. Halaman 51-54.
|
|