Sejarah Alkitab Indonesia
Home | Sejarah | Artikel | Bagan Data | Bibliografi

  Sejarah
  • Sejarah Alkitab Bahasa Indonesia (23)
  • Sejarah Alkitab Bahasa Daerah (16)
  • Biografi Penerjemah Alkitab (17)
  •   Sejarah Alkitab Bahasa Indonesia
  • Perjanjian Baru WBTC (World Bible Translation Center) [Draft] (2005)
  • Kitab Suci Komunitas Kristiani (2002)
  • Kitab Suci Injil (2000)
  • Firman Allah Yang Hidup (1989)
  • Today´s Malay Version (1987)
  • Alkitab Kabar Baik (BIS) (1985)
  • Alkitab Terjemahan Baru (1974)
  • Alkitab Ende (1968)
  • Alkitab Terjemahan Lama (1958)
  • PB Bode (1938)
  • PB Melayu Baba (1913)
  • Alkitab Shellabear (1912)
  • Alkitab Klinkert, Melayu Tinggi (1879)
  • PB Roskott, Melayu Ambon (1877)
  • PB Klinkert, Melayu Rendah (1863)
  • PB Keasberry (1852)
  • PB Melayu, Dialek Surabaya (1835)
  • Thomsen (1821)
  • Alkitab Leydekker (1733)
  • Alkitab Valentyn (1677)
  • PB Brouwerius (1668)
  • Van Hasel & Heurnius (1651)
  • Ruyl (1629)
  •   
      
    Home > Sejarah > Versi: PB Klinkert, Melayu Rendah

    Versi: PB Klinkert, Melayu Rendah

    Keterangan Tabel
    Versi
    Id
    PL
    PB
    Porsi
    Oleh
    Organisasi
    Bahasa
    Ejaan
    e-Text
    PB Klinkert, Melayu Rendah
    KL
    -
    Tahun 1863
    Tahun 1861(4 Injil)
    H.C. Klinkert
    NBG
    Melayu Rendah
    Lama (oe)
    Tahun 2000-2002 OLB/YLSA

    Kutipan ayat: Perbandingan ayat
    Matius 6:9-13 (Doa Bapa Kami)
    Mat. 6:9 Dari itoe, sembahjanglah bagini: Bapa saja, jang ada disorga, moega-moega nama Toehan dipersoetjiken.
    Mat. 6:10 Karadjaan Toehan dateng dan kahendak Toehan djadi, seperti didalem sorga, bagitoe djoega di-atas boemi.
    Mat. 6:11 Bijar Toehan kasih sama saja redjeki saja pada ini hari,
    Mat. 6:12 Serta ampoeni segala salah saja, seperti saja mengampoeni djoega orang, jang bersalah sama saja.
    Mat. 6:13 Dan bijar Toehan djangan bawa sama saja kadalem pertjobaan, melainkan lepasken saja dari jang djahat. Karna Toehan jang ampoenja karadjaan, dan koewasa, dan kamoeliaan sampe salama-lamanja Amin.
    Matius 28:18-20 (Amanat Agung)
    Mat. 28:18 Maka Jesoes dateng mendapetken dia-orang, serta katanja: Segala koewasa soedah dikasih sama akoe, baik didalem sorga, baik di-atas boemi.
    Mat. 28:19 Dari itoe, pergilah kamoe mengadjar segala bangsa, dan memandiken dia-orang dalem nama Bapa, dan Anak dan Roh-soetji, serta mengadjar dia-orang mendjalani samowanja, jang soedah akoe pesen sama kamoe.
    Mat. 28:20 Maka lihat, Akoe ada beserta kamoe pada segala hari sampe kasoedahan doenia. Amin.

    Dari: Alkitab di Tanah Hindia Belanda

    Dalam bahasa Melayu rendahan, yang bentuk bahasanya setara dengan Jawa, sunda dan kata asing dan idiom-idiom, seorang misionaris dari the Baptist Missionary Society memiliki Injil yang telah dicetak sejak tahun 1835. Teks ini diadaptasi dari bahasa Melayu tinggi oleh orang-orang Kristen di Surabaya dan diedit oleh seorang misionaris dari the London Missionary Society. Ini menarik untuk mencatat bahwa Alkitab ini dicetak di Batavia, atas ekspansi petobat-petobat Surabaya ini. H. C. Klinkert, yang namanya baru saja disebutkan dalam hubungan dengan Alkitab dalam bahasa Melayu tinggi, menyiapkan terjemahan segar dari Perjanjian Baru dalam dialek Melayu rendah pada tahun 1863.

    [ Rev. R Kilgour, D.D., 172 ]


    Dari : Perjanjian Baru Terjemahan Klinkert

    Dibantu oleh dua orang yang pandai bahasa Melayu, Klinkert menerjemahkan Perjanjian Baru kedalam bahasa Melayu rendah khususnya dialek yang lazim dipakai di daerah Semarang. Buku 4 Injil diselesaikannya dan dicetak pada tahun 1861, sedang Perjanjian baru lengkap dicetak di Semarang pada tahun 1863. Terjemahan Klinkert yang menggunakan bahasa pasar ini ternyata sangat mengena, bahkan masih dicetak ulang pada tahun 1949.

    [ Dr. Daud H. Soesilo, Ph.D, 2001, 54 ]


    Dari: Alkitab: Pada Masa Lampau

    Mulai tahun 1858, Klinkert melayani di Semarang. Karena sukar bagi istrinya untuk mengerti Alkitab Leydekker, sang suami mengerahkan dua orang yang pandai bahasa Melayu untuk menolong dia menyiapkan suatu terjemahan baru. Bahasa yang mereka pakai ialah yang lazim di daerah Semarang pada zaman itu. Tahun 1861 keempat Kitab Injil sudah dicetak di Semarang. Tahun 1863 menyusullah seluruh Kitab Perjanjian Baru.

    Rupanya inilah salah satu terjemahan bahasa Melayu Rendah yang paling mengena pada hati para pembaca--walaupun mula-mula dikerjakan karena keperluan satu orang saja! Versi itu mengalami berbagai-bagai peredaksian, dan masih tahan sampai zaman modern. Cetakan yang terakhir diadakan pada tahun 1949.

    [ H.L. Cermat, 33 ]


    Referensi :

    1. Kilgour, Rev. R, D.D. Alkitab di Tanah Hindia Belanda. Halaman 171-176.

    2. Soesilo, Dr. Daud H., Ph.D. 2001. Mengenal Alkitab Anda. Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta. Halaman 54-55.

    3. Cermat, H.L. Alkitab: Dari Mana Datangnya?. Lembaga Literatur Baptis, Bandung. Halaman 31-39.



    Tentang Kami | Kontak Kami | Ucapan Terima Kasih | Buku Tamu | Peta Situs | Links
    Disclaimer | © 2003-2014 | Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) | E-mail: webmastersabda.org | Laporan Masalah/Saran

    Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati