| Sejarah Alkitab Indonesia |
| Home | Sejarah | Artikel | Bagan Data | Bibliografi | |||
|
Versi: Alkitab Kabar Baik (BIS)
Dari : Alkitab Terdjemahan Dinamis/Fungsional Perjanjian Baru BIS edisi pertama diterbitkan pada tahun 1977 dan diberi judul KABAR BAIK UNTUK MASA KINI. Edisi kedua dari KABAR BAIK UNTUK MASA KINI ini dikeluarkan pada tahun 1978. Selain revisi, edisi kedua ini ditandai dengan penambahan kata pengantar dan daftar isi pada setiap buku Perjanjian Baru. Perjanjian Lama BIS ini diterbitkan bersama dengan edisi ketiga Perjanjian Baru BIS menjadi ALKITAB KABAR BAIK UNTUK MASA KINI pada tahun 1985. Atas permintaan pihak Gereja Roma Katolik, terjemahan dinamis/fungsional Deuterokanonika dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari disiapkan oleh Sr. Emmanuel Gunanto. Proyek ini sepenuhnya dibiayai oleh Gereja Roma Katolik. [ Dr. Daud H. Soesilo, Ph.D, 2001, 69-71 ] Dari : Info BIS, Kata Pengantar Proyek penterjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS) dimulai pada tahun 1974. Cara penterjemahan yang dipakai adalah cara baru yang disebut metoda penterjemahan Dinamis. Tujuan dari penterjemahan ini terutama untuk menyampaikan isi berita Alkitab dalam Bahasa Indonesia yang sederhana dan mudah dimengerti, khususnya dengan memperhatikan bahasa yang dipakai di luar lingkungan Gereja. Dasar pengalihan ke dalam bahasa Indonesia dipakai Today's English Version dan Terjemahan Baru. [ Lembaga Alkitab Indonesia, 1986 ] Dari : Alkitab: Untuk Masa Kini Di Indonesia juga, Good News Bible telah dipakai sebagai titik tolak dari sebuah terjemahan yang sederhana. Pada awal September 1977, terbitlah Kabar Baik Untuk Masa Kini: Perjanjian Baru Dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari sekali lagi, lengkap dengan illustrasi hasil karya Valloton. [ H.L. Cermat, 46 ] Dari: Terbitan-Terbitan Alkitab di Indonesia Justru karena "berbahasa agak kaku" itu, dibuatlah terjemahan yang lain coraknya, yang kini dikenal sebagai ALKITAB - KABAR BAIK, dan biasanya disingkat BIS, sebab bahasanya mudah dipahami dan dipergunakan oleh sebagian besar penutur bahasa Indonesia sehari-hari. Untuk pertama kalinya BIS diterbitkan pada tahun 1985. [Stefan Leks, 1996, 29] Referensi :
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||
| Tentang Kami | Kontak Kami | Ucapan Terima Kasih | Buku Tamu | Peta Situs | Form Kirim Artikel | Links | |||
|
Disclaimer | © 2003-2008 | Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) | E-mail: webmaster sabda.org | Laporan Masalah/Saran
|