| Sejarah Alkitab Indonesia |
| Home | Sejarah | Artikel | Bagan Data | Bibliografi | |||
|
Biografi: William Girdlestone Shellabear
Dari : Alkitab di Tanah Hindia Belanda Pada tahun 1890 satu komite yang terdiri dari Bishop Hose of Singapore, W.H. Shellabear, seorang pemimpin dari Royal Enginers, yang selanjutnya ditahbiskan dan bergabung dengan the American Methodist Episcopal Mission, diatur untuk mempersiapkan satu terjemahan yang baru. Mr. Shellabear (Selanjutnya bergelar Rev. Prof. W.G. Shellabear, D.D. dari Hartford Theological Seminary) dibiayai oleh the British and Foreign Bible Society untuk bertindak sebagai perevisi utama. [ Rev. R Kilgour, D.D., 172 ] Dari : Alkitab Terjemahan Shellabear Tetapi yang akhirnya muncul menjadi penerjemah utama adalah William Girdlestone Shellabear. William Shellabear dilahirkan pada tahun 1863 dari satu keluarga terpandang di Inggris. Setelah mendapat pendidikan militer, ia menjadi seorang perwira tentara Inggris yang mula-mula ditugaskan di Gosport pada tahun 1885. Di situlah ia berhubungan dengan calon-calon misionaris LMS yang dididik di kota itu. Di sanalah juga ia bertemu dengan calon istrinya yang membimbingnya untuk menyerahkan hidupnya kepada Kristus. Pada tahun 1886 ia ditugaskan ke Singapura sebagai komandan dan pasukan Melayu yang menjaga pelabuhan di sana. Karena tidak puas berbicara memakai penerjemahan, Shellabear belajar bahasa Melayu dari seorang penduduk setempat yang bernama Encik Ismail yaitu seorang bekas murid dari Benjamin Keasberry. Dengan bantuan beberapa anggota Gereja Metodis, Shellabear mulai menerjemahkan Sepuluh Perintah Allah, Khotbah Yesus tentang Kebahagiaan yang Sejati, dan beberapa nyanyian rohani ke dalam bahasa Melayu. [ Dr. Daud H. Soesilo, Ph.D, 2001, 56-57 ] Dari : Alkitab: Pada Masa Lampau Pada waktu H. C. Klinkert sudah lama menjadi mahaguru bahasa Melayu di Belanda, tibalah di Asia Tenggara seorang perwira tentara Inggris yang masih muda, baru berumur 24 tahun. Kapten William Girdlestone Shellabear mendarat di Singapora pada tahun 1887, dan mulai menjalankan tugasnya di Pulau Brani. Di sana ia menjadi komandan sebuah pasukan laskar Melayu yang menjaga pelabuhan besar itu. [ H.L. Cermat, 37 ] Referensi :
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||
| Tentang Kami | Kontak Kami | Ucapan Terima Kasih | Buku Tamu | Peta Situs | Form Kirim Artikel | Links | |||
|
Disclaimer | © 2003-2008 | Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) | E-mail: webmaster sabda.org | Laporan Masalah/Saran
|