Sejarah Alkitab Indonesia
Home | Sejarah | Artikel | Bagan Data | Bibliografi

  Sejarah
  • Sejarah Alkitab Bahasa Indonesia (23)
  • Sejarah Alkitab Bahasa Daerah (16)
  • Biografi Penerjemah Alkitab (17)
  •   Sejarah Alkitab Bahasa Daerah
  • Bahasa Pamona (2000)
  • Bahasa Mentawai (1996)
  • Bahasa Madura (1994)
  • Bahasa Batak Angkola (1991)
  • Bahasa Wewewa (1970)
  • Bahasa Kambera (1961)
  • Bahasa Mori (1948)
  • Bahasa Sangir (1942)
  • Bahasa Nias (1911)
  • Bahasa Bugis-Makasar (1900)
  • Bahasa Batak Toba (1894)
  • Bahasa Batak Karo (1987)
  • Bahasa Sunda (1891)
  • Bahasa Siau/Sangihe (1883)
  • Bahasa Dayak Ngaju (1858)
  • Bahasa Jawa (1854)
  •   
      
    Home > Sejarah > Versi: Bahasa Sangir

    Versi: Bahasa Sangir

    Keterangan Tabel
    Bahasa
    PL
    PB
    Porsi
    Oleh
    Sangir
    -
    Tahun 1942
    -
    Clara M.J. Steller, K.G.F. Steller, E.T. Steller

    Dari : Masa Kulturisme Injili

    Selain dari Katekismus Heidelberg, sebuah "buku-bacaan alkitabiah", Pengajaran Keselamatan (karangan Doedes) dan Perjalanan Kristen (karangan Bunyan), diterjemahkan juga Injil Matius, Injil Markus, Injil Lukas, Injil Yohanes dan Kisah Para Rasul dalam bahasa daerah. (**Brilman, a.w., blz. 150. Pekerjaan terjemahan ini dilakukan a.l. oleh Clara Steller, anak perempuan dari pendeta-sending (= utusan-pekerja) Steller. Selain daripada buku-buku di atas, ia juga menerbitkan suatu daftar kata-kata Sangir-Belanda.

    [ Dr. J. L. Ch. Abineno, 1979, 15-16 ]


    Dari : Pekabaran Injil dan Gereja-gereja di daerah Sulawesi Utara (di luar Minahasa)

    Steller bersama rekan-rekannya segera menjalankan upaya untuk membenahi jemaat. Mereka ingin supaya semua anggota memiliki kesalehan hati dan kesucian hidup. Secara negatif, mereka memberantas kepercayaan takhyul, kebiasaan minum minuman keras dan perkawinan poligami yang banyak terdapat di kalangan orang Kristen. Secara positif, mereka secepat mungkin mulai menggunakan bahasa daerah sebagai ganti bahasa Melayu. Beberapa bagian Alkitab mereka terjemahkan ke dalam bahasa daerah (1883, PB dalam logat Siau; 1942, PB dalam bahasa Sangir), begitu pula Katekismus Heidelberg (1871), Perjalanan seorang Musafir karangan J. Bunyan, dan lain-lain. Jumlah kebaktian diperbanyak: pada hari Minggu petang bahan yang telah dikhotbahkan dalam kebaktian pagi dibahas lagi, disusul oleh katekisasi dan Sekolah Minggu.

    [ Dr. Th. van den End, 2001, 144-145 ]


    Dari : Alkitab di Tanah Hindia Belanda

    Dialek lain, dikenal sebagai Great Sanghi, memiliki Injil dan Kisah Para Rasul yang diterjemahkan oleh Clara Steller, dan dipublikasikan oleh the Netherlands Bible Society dari tahun 1890-96.

    [ Rev. R Kilgour, D.D., 175 ]


    Referensi :

    1. Abineno, Dr. J. L. Ch. 1979. Sejarah Apostolat Di Indonesia II/2. PT BPK Gunung Mulia, Jakarta.

    2. End, Dr. Th. van den. 2001. Ragi Carita 2. PT BPK Gunung Mulia, Jakarta.

    3. Kilgour, Rev. R, D.D. Alkitab di Tanah Hindia Belanda. Halaman 171-176.



    Tentang Kami | Kontak Kami | Ucapan Terima Kasih | Buku Tamu | Peta Situs | Links
    Disclaimer | © 2003-2016 | Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) | E-mail: webmastersabda.org | Laporan Masalah/Saran

    Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati