Sejarah Alkitab Indonesia
Home | Sejarah | Artikel | Bagan Data | Bibliografi

  Kategori Artikel
  Bagian-bagian dari buku :
Pendahuluan Kitab-kitab dalam Alkitab
  • Pendahuluan Kitab-kitab dalam Alkitab
  Pengantar dan Garis Besar Kitab (7)
Home > Artikel > Pendahuluan Kitab-kitab dalam Alkitab : Wahyu

Pendahuluan Kitab-kitab dalam Alkitab

  Bibliografi          

Artikel ini diambil dari :
Pendahuluan Kitab-kitab dalam Alkitab. http://www.biblepathway.org/Indonesian/Intro/
Pilih Kitab : Perjanjian Lama Perjanjian Baru
<< Sebelumnya Berikutnya >>

Pendahuluan Wahyu

Setelah Rasul Paulus dijatuhi hukuman, terjadilah penganiayaan yang semakin dahsyat terhadap seluruh orang-orang Kristen di wilayah kerajaan Romawi. Di tengah penganiayaan inilah Rasul Yohanes yang telah lanjut usinya itu dibuang ke pulau Patmos (Wahyu 1:9), yang adalah sebuah pulau kecil yang berbatu-batu yang panjangnya kira-kira sepuluh mil dan lebarnya enam mil dan terletak kira-kira 35 mil di sebelah barat daya pantai Asia Kecil (Turki sekarang). Dalam pembuangan ini, Yohanes menerima Wahyu dari Yesus Kristus (Wahyu 1:1) mengenai tujuh jemaat yang disebutkan dalam kitab ini.

Terdapat lebih dari 300 perkataan yang mengandung simbol dalam kitab Wahyu yang menjelaskan tentang berbagai peristiwa mengenai Kristus dan gerejaNya. Pemerintahan dalam kerajaanNya yang mulia dan kekal merupakan tema yang mencuat dalam kitab ini. Simbol-simbol dapat dipahami dengan memperhatikan penggunaannya dalam lebih dari 500 ayat Perjanjian Lama. Berita yang terakhir dari Kristus kepada gerejaNya sangatlah penting untuk disimak. Kita melihat melalui ke tujuh jemaat ini mengenai bahaya yang mengancam kehidupan kita, dan juga mengenai perkara-perkara yang tidak disenangi Allah. Selain itu, kita juga dapat memepelajari mengenai hal menjadikan kita sebagai “pemenang-pemenang.”

Kitab ini juga mencatat mengenai kemenangan akhir Kristus atas segala bentuk kejahatan. Ini memberikan jaminan kepada kita bahwa Allah kita tetap memegang kendali dan menggunakan setiap peristiwa yang menimpa manusia bahkan bencana alam sekalipun untuk melaksanakan maksud-maksudNya.

Ketika kita membaca dan mempelajari kitab ini, kita akan menyaksikan progresi rencana Allah ketika peristiwa-peristiwa nubuatan itu terjadi. Namun, kita perlu mewaspadai bahaya menjadi terlalu terpikat oleh hal-hal detail tentang peristiwa-peristiwa masa yang akan datang sehingga gagal memahami bahwa kitab Wahyu sebenarnya merupakan pengungkapan tentang seorang Oknum yakni Yesus Kristus yang menjadi pusat dari segala sesuatu. Perkataan kunci di sini adalah: Wahyu dari Yesus Kristus. Kita juga menemukan gelar yang menunjuk kepada pengorbanan Kristus sebagai Anak Domba yang disebutkan 28 kali dalam kitab Wahyu. Ada empat aspek tentang Kristus sebagai Anak Domba yang terlihat jelas dalam kitab Wahyu: Dalam fasal 4--5, penyembahan kepada Anak Domba diperingati; dalam fasal 6--18, murka dari Anak Domba dinyatakan; dalam fasal 19--20, perkawinan Anak Domba diadakan; dan dalam fasal 21--22, mempelai dari Anak Domba dijelaskan. Kristus juga dinyatakan sebagai Alfa dan Omega, Yang Awal dan yang Akhir (Wahyu 1:11); dan yang pertama bangkit dari antara orang mati (Wahyu 1:5,18; 2:8).

Dalam Injil-Injil, peristiwa besar yang terakhir mengenai kehidupan Kristus di dunia adalah kenaikanNya, dan peristiwa besar berikutnya adalah kedatanganNya kembali ke dunia ini. Karena itu penting sekali agar kita mempersiapkan diri kita untuk berjumpa dengan Tuhan kita dalam keadaan tanpa cacat atau kerut (Efesus 5:27).

Karena itu ingatlah akan janji ini: Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis didalamnya, sebab waktunya sudah dekat (Wahyu 1:3).

<< Sebelumnya ^ Ke Atas ^ Berikutnya >>


Tentang Kami | Kontak Kami | Ucapan Terima Kasih | Buku Tamu | Peta Situs | Links
Disclaimer | © 2003-2014 | Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) | E-mail: webmastersabda.org | Laporan Masalah/Saran

Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo - No. Rekening: 0790266579 - a.n. Yulia Oeniyati