|
|
|
|
Kategori Artikel
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Doktrin Alkitab (16)
|
|
|
|
|
Home >
Artikel >
MTO-Taurat, Persaingan Dua Komunitas Imam
MTO-Taurat, Persaingan Dua Komunitas Imam
|
Bibliografi
|
|
Artikel ini diambil dari : Milis i-kan-untuk-CyberGki, 27 Maret 2002. Oleh Heri Muliono http://www.gki.or.id
|
Daftar Isi
6. MT5 - Elohis Versus Priestly
Manuskrip Priestly adalah alternatif manuskrip JE.
- Kisah JE biasanya dimulai dengan ". . . berfirmanlah Allah kepada Musa . . "
[misalnya seperti di Kel 6:1]. Teks P dimulai dengan " . . TUHAN berfirman
kepada Musa dan Harun . . " [misalnya seperti pada Kel 7:8].
Di banyak bagian lain teks J mengkisahkan suatu perbuatan yang dilakukan
Musa atau yang diperintahkan kepada Musa, tetapi teks P mengkisahkan
hal yang sama dilakukan oleh atau diperintahkan kepada Musa dan Harun.
- Teks JE mengkisahkan keajaiban di Mesir dilakukan dengan menggunakan
tongkat Musa [Kel 7:15]. Teks P mengkisahkan dengan menggunakan
tongkat Harun [Kel 7:19]
Teks JE menyebut Harun sebagai kakak Musa, saudara sesama Lewi [Kel 4:14].
Tetapi teks P secara kategoris menyebut Harun sebagai kakak kandung Musa,
anak sulung seibu dan seayah [Kel 6:19; 7:7]. Teks P menceritakan silsilah
Harun, tetapi tidak menceritakan silsilah Musa [Kel 6:20-25].
- Teks JE mengkisahkan persembahan korban yang dilakukan oleh Kain, Habel,
Abraham, Nuh, Abraham, Iskak, dan lainnya. Teks P baru mengkisahkannya
di bagian akhir Kitab Keluaran, pada hri penahbisan Harun sebagai Imam Besar
[Kel 40:13,29-32]. Selanjutnya seluruh persembahan yang dikisahkan teks P,
dilakukan hanya oleh Harun dan keturunannya. Dalam hal kisah P yang
berhubungan dengan kisah JE yang menceritakan persembahan, teks P memilih
tidak menceritakan kisah itu sama sekali, atau menghilangkan bagian
persembahan. Misalnya dalam kisah Banjir Besar jaman Nuh. Teks J
menyebut Nuh memasukkan 7 pasang binatang halal dan 1 pasang binatang
haram. Kisah J ini diakhiri dengan persembahan korban bakaran (binatang
halal) yang dilakukan Nuh. Tetapi teks P menyebut hanya sepasang untuk
masing-masing jenis binatang halal maupun haram. Perbedaan terjadi karena
penulis teks P tidak membutuhkan bintang halal sebagai korban persembahan.
Tidak ada bagian teks P yang menceritakan persembahan oleh Nuh. (Lihat
kembali posting MK5 - 1. Kasus Kisah Air Bah; MK5 - 2. Kisah Air Bah
Tradisi "J", dan MK5 - 3. Kisah Air Bah Tradisi "P", 26 Desember 2001).
Penulis manuskrip P ingin menegaskan bahwa persembahan korban dimulai
oleh Harun, junjungan mereka, dan selanjutnya hanya bisa dilakukan oleh
keturunannya.
- Lebih dari sekedar masalah persembahan korban, penulis teks P ingin
menyampaikan konsep bahwa hubungan manusia dengan Tuhan hanya bisa
dilakukan melalui imam (Haruni). Karena itu kisah-kisah tradisi P tidak
menyebutkan adanya malaekat, tidak ada mimpi, tidak ada binatang yang
bisa berbicara. Bahkan istilah *nabi* hanya muncul sekali saja, dan merujuk
pada Harun, yang disebut sebagai nabi untuk Musa ! [Kel 7:1].
Teks P juga tidak sekalipun menyebut Tuhan sebagai maha-pengampun. Tidak ada
kata "pengampunan", "kurnia", "percaya" atau "pengasih". Bukan berarti
tradisi P tidak mengenal konsep pengampunan. Bagi penulis teks P
pengampunan tidak bisa diberikan hanya karena seseorang meminta ampun.
Dosa seseorang tidak akan terampuni jika ia tidak mendatangi imam dan
memberikan persembahan. Tuhan dalam tradisi P digambarkan bersifat "adil".
Tuhan disebut telah menetapkan sejumlah aturan bagi manusia yang ingin
memohon ampun, dan pengampunan akan diberikan hanya jika ia mematuhi
prosedur. Sebaliknya teks JE, menggambarkan Tuhan yang pengampun
dan pengasih [Kel 34:6-7].
- Teks P mengembangkan kisah yang menampilkan Musa tidak semenonjol dan
sepenting seperti dalam teks E. Dalam beberapa bagian penulis teks P bahkan
berani menggubah kisah yang mendiskreditkan Musa. Contoh yang paling jelas,
terlihat dalam kisah "Air dari Batu". Teks P tidak hanya menampilkan Musa
dan Harun sebagai alternatif teks E yang menyebut Musa saja.
Berikut kisah dalam bentuk dua versi, yang tersebar di dua kitab,
Kisah E [Kel 17:2-7] dan P [Bil 20:2-13]. Perhatikan Bil 20:12, yang
digunakan oleh penulis teks P sebagai justifikasi alasan Musa tidak dapat
masuk ke "tanah perjanjian".
- Puncak denigrasi Musa dilambangkan dengan tindakan Raja Hizkia yang
menghancurkan "ular tembaga yang dibuat oleh Musa, sebab sampai pada masa
itu orang Israel memang masih membakar korban bagi ular itu yang namanya
disebut Nehustan" [2Raj 18:4b]
Teks E [Kel 17:2-7]
| 17:2 |
Jadi mulailah mereka itu bertengkar dengan Musa, kata mereka: "Berikanlah
air kepada kami, supaya kami dapat minum." Tetapi Musa berkata kepada
mereka: "Mengapakah kamu bertengkar dengan aku? Mengapakah kamu
mencobai TUHAN ?" |
| 17:3 |
Hauslah bangsa itu akan air di sana; bersungut-sungutlah bangsa itu kepada
Musa dan berkata: "Mengapa pula engkau memimpin kami keluar dari Mesir,
untuk membunuh kami, anak-anak kami dan ternak kami dengan kehausan?" |
| 17:4 |
Lalu berseru-serulah Musa kepada TUHAN, katanya: "Apakah yang akan
kulakukan kepada bangsa ini? Sebentar lagi mereka akan melempari aku
dengan batu!" |
| 17:5 |
Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Berjalanlah di depan bangsa itu dan
bawalah beserta engkau beberapa orang dari antara para tua-tua Israel;
bawalah juga di tanganmu tongkatmu yang kaupakai memukul sungai Nil
dan pergilah. |
| 17:6 |
Maka Aku akan berdiri di sana di depanmu di atas gunung batu di Horeb;
haruslah kaupukul gunung batu itu dan dari dalamnya akan keluar air,
sehingga bangsa itu dapat minum." Demikianlah diperbuat Musa di depan
mata tua-tua Israel. |
| 17:7 |
Dinamailah tempat itu Masa dan Meriba, oleh karena orang Israel telah
bertengkar dan oleh karena mereka telah mencobai TUHAN dengan
mengatakan: "Adakah TUHAN di tengah-tengah kita atau tidak ?" |
Teks P [Bil 20:2-13]
| 20:2 |
Pada suatu kali, ketika tidak ada air bagi umat itu, berkumpullah mereka
mengerumuni Musa dan Harun, |
| 20:3 |
dan bertengkarlah bangsa itu dengan Musa, katanya: "Sekiranya kami mati
binasa pada waktu saudara-saudara kami mati binasa di hadapan TUHAN ! |
| 20:4 |
Mengapa kamu membawa jemaah TUHAN ke padang gurun ini, supaya kami dan
ternak kami mati di situ ? |
| 20:5 |
Mengapa kamu memimpin kami keluar dari Mesir, untuk membawa kami ke tempat
celaka ini, yang bukan tempat menabur, tanpa pohon ara, anggur dan
delima, bahkan air minumpun tidak ada ?" |
| 20:6 |
Maka pergilah Musa dan Harun dari umat itu ke pintu Kemah Pertemuan, lalu
sujud. Kemudian tampaklah kemuliaan TUHAN kepada mereka. |
| 20:7 |
TUHAN berfirman kepada Musa : |
| 20:8 |
"Ambillah tongkatmu itu dan engkau dan Harun, kakakmu, harus menyuruh umat
itu berkumpul; katakanlah di depan mata mereka kepada bukit batu itu
supaya diberi airnya; demikianlah engkau mengeluarkan air dari bukit
batu itu bagi mereka dan memberi minum umat itu serta ternaknya." |
| 20:9 |
Lalu Musa mengambil tongkat itu dari hadapan TUHAN, seperti yang
diperintahkan-Nya kepadanya. |
| 20:10 |
Ketika Musa dan Harun telah mengumpulkan jemaah itu di depan bukit batu
itu, berkatalah ia kepada mereka: "Dengarlah kepadaku, hai orang-orang
durhaka, apakah kami harus mengeluarkan air bagimu dari bukit batu ini ?" |
| 20:11 |
Sesudah itu Musa mengangkat tangannya, lalu memukul bukit batu itu dengan
tongkatnya dua kali, maka keluarlah banyak air, sehingga umat itu dan
ternak mereka dapat minum. |
| 20:12 |
Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa dan Harun: "Karena kamu tidak percaya
kepada-Ku dan tidak menghormati kekudusan-Ku di depan mata orang Israel,
itulah sebabnya kamu tidak akan membawa jemaah ini masuk ke negeri yang
akan Kuberikan kepada mereka." |
| 20:13 |
Itulah mata air Meriba, tempat orang Israel bertengkar dengan TUHAN dan Ia
menunjukkan kekudusan-Nya di antara mereka. |
Bersambung ke MT6 - Deuteronomis, Pelunasan "Hutang" Sejarah
Bandung, Maret 2002
Heri Muliono
|
|