| Sejarah Alkitab Indonesia |
| Home | Sejarah | Artikel | Bagan Data | Bibliografi | |||
|
|
Home > Artikel > Mengenal Kitab Suci Anda Mengenal Kitab Suci Anda
Daftar Isi
Perspektif LAI tentang Penerjemahan Kitab Suci LAI menyadari dengan dalam bahwa pekerjaan penerjemahan (penterjemahan) bukanlah tugas yang mudah. Sejak berdirinya LAI pada tanggal 9 Februari 1954, LAI telah berupaya dengan sebaik-baiknya/sekeras-kerasnya untuk menerjemahkan, menerbitkan, dan menyebarkan Alkitab. Menurut catatan LAI per 31 Desember 1998, dari 715 bahasa di Indonesia, ada 142 bahasa yang telah memiliki terjemahan Alkitab. Rincian penjelasannya adalah sebagai berikut :
Hasil upaya yang disinggung di atas menjelaskan bahwa LAI telah berupaya sedapat-dapatnya untuk mewujudkan tanggung jawabnya menopang gereja-gereja Kristus di Indonesia untuk melakukan tanggung jawab penyebaran Kabar Baik. a. Sejarah penerjemahan Alkitab di Indonesia Penerjemahan Alkitab di Indonesia telah memiliki sejarah perjalanan yang panjang. LAI sebagai penerus legasi penerjemahan Alkitab telah menempatkan diri dalam "sejarah perjalanan historis yang panjang yang dapat diruntut sebagai berikut."
Semua karya penerjemahan Alkitab yang historis di atas berkaitan erat dengan pelaksanaan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus. Motif agung inilah yang mendasari visi, misi, dan karya LAI yang telah berkiprah menopang gereja-gereja di Indonesia melaksanakan Tri-tugasnya dalam persebaran Kabar Baik di seluruh persada Pertiwi. Motif ini pulalah yang mendorong LAI untuk terus menopang gereja-gereja dengan karya-karya penerjemahan, pencetakan/pengadaan dan penyebaran Kitab Suci Alkitab dalam mutu (quality) dan jumlah (quantity) dalam kecepatan yang bersaing dengan perkembangan. b. Model - model penerjemah Alkitab Menurut Mildred Larsin, "Translation tend to cluster around two basic types - literal and idiomatic ... They ... are scattered at varying points on the continum between these two opposite poles ... (1975:11). Kedua model di atas oleh Newman dan Arichea disebut sebagai "cara yang lama (atau cara tradisional dan cara yang baru (atau cara dinamis). 3) Rentang model literal/tradisional dan model idiomatic dinamis diuraikan oleh Shaw berdasarkan konsep dari Larson sebagai berikut:4)
Translation Types :
Menyoroti terjemahan-terjemahan Alkitab di Indonesia yang telah diuraikan sebelumnya, dapatlah dikatakan bahwa terjemahan-terjemahan tersebut cenderung literal atau tradisional. Menyadari akan tanggung jawab untuk menopang gereja-gereja di Indonesia, LAI menetapkan untuk melakukan dan memberlakukan penerjemahan Alkitab yang "berorientasi kepada pengguna." Orientasi ini menyebabkan adanya terjemahan tradisional (Terjemahan Baru, Edisi 1974/1997/1999) dengan penggunaannya yaitu pada Mahasiswa/i teologi, para pelayan, dan kaum awam - yang dapat menggunakannya untuk Studi Alkitab (Banding: penggunaan King James Version untuk pengguna berbahasa Inggris). Di samping itu, LAI pun menetapkan untuk mengunakan "cara yang baru" atau terjemahan dinamis untuk pengguna umum (Alkitab Kabar Baik dalam Bahasa Indonesia Sehari-hari/BIS, 1985). Terjemahan dinamis (BIS 1985) ini tetap setia kepada arti teks asli - yang menghasilkan terjemahan yang sesuai dengan bentuk bahasa penerima.5) Kedua model/tipe terjemahan ini dirasakan sama penting dalam kaitan dengan "penggunanya" sehingga LAI dengan tekad penuh untuk mengadakannya demi menopang pelayanan gereja-gereja di Indonesia akan kebutuhan Alkitab. Dengan kesadaran akan tanggung jawab penting di atas, maka LAI bertekad untuk setia kepada penerjemahan yang bertanggung jawab seperti yang disinggung di atas, dan menerbitkan serta menyebarkan Kitab Suci Alkitab sesuai dengan kebutuhan gereja-gereja. 6) Dengan demikian, kerja sama LAI dan Gereja-gereja di Indonesia merupakan suatu hubungan yang sangat berharga dalam upaya melakukan Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus secara bersama-sama. |
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
|||
| Tentang Kami | Kontak Kami | Ucapan Terima Kasih | Buku Tamu | Peta Situs | Form Kirim Artikel | Links | |||
|
Disclaimer | © 2003-2008 | Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) | E-mail: webmaster sabda.org | Laporan Masalah/Saran
|